Memanfaatkan Domain untuk Bisnis

memanfaatkan domain untuk bisnis

Memanfaatkan domain untuk bisnis sudah menjadi trend. Memanfaatkan domain untuk bisnis cara smart mengembangkan bisnis. Bagaimana cara memanfaatkan domain untuk bisnis? Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat telah memicu perubahan yang sangat mendasar. Dulu kalau kita mendengar istilah domain dan bisnis yang terbayang adalah orang atau perusahaan kuat modal, mampu berkantor di tempat yang strategis. Hanya orang-orang tertentu yang dapat memenuhi modal seperti itu. Namun, kini hal itu bukan lagi menjadi faktor yang dominan. Sekarang, orang yang di perkampungan pun dapat dengan mudah membuka usaha atau bisnis yang berpotensi mendapat pasar yang luas bahkan sampai ke luar negeri. Ada banyak sekali cara orang menjalankan bisnis. Salah satu dan yang cukup mendasar adalah memanfaatkan domain untuk bisnis.

memanfaatkan domain untuk bisnis

Langkah Dasar Memanfaatkan Domain untuk Bisnis

Memanfaatkan domain untuk bisnis bagi sebagian masyarakat mungkin masih menjadi sesuatu yang sulit dilakukan. Penulispun merasakan hal itu bahkan hingga saat ini. Apalagi bisnis dalam konotasi untuk mendapatkan keuntungan secara finansial. Hal ini kebetulan tidak linier dengan aktifitas yang dilakukan sehari-hari yang tidak selalu menargetkan keuntungan finansial. Target utama  yang penulis memiliki domain adalah berbagi pengetahuan dengan rekan pendidik Indonesia di manapun berada untuk meningkatkan kompetensi. Namun belakangan ini penulis sudah merasakan keuntungan memiliki domain di internet walaupun bukan semata bertujuan memanfaatkan domain untuk bisnis. Berdasar pengalaman itulah posting dengan judul Memanfaatkan Domain untuk Bisnis – Begini Langkahnya … ini saya ceritakan.

Langkah-langkah persiapan memanfaatkan domain untuk bisnis meliputi :

  1. Mendaftarkan nama domain
  2. Menyiapkan alamat email bisnis
  3. Membuat website bisnis
  4. Memberi label keberadaan media sosial Anda

Mendaftarkan nama domain untuk bisnis

Rencana memanfaatkan domain untuk bisnis adalah keputusan yang tepat. Era revolusi industri 4.0 memang ditandai dengan berbagai teknologi nirkabel diberbagai sektor industri, jasa dan kehidupan. Sudah saatnya kita mengikuti tuntutan zaman yaitu memanfaatkan domain untuk bisnis. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mendaftarkan nama domain untuk bisnis anda.

Nama domain adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer seperti web server atau email server di jaringan komputer ataupun internet (https://id.wikipedia.org/wiki/Nama_domain, diakses 23 Nov 2019 pukul 12:07 AM). Nama domain dapat dipesan melalui melalui perusahaan hosting seperti Rumahweb.com . Sebelum melakukan pemesanan nama domain perlu dipikirkan nama domain yang sesuai dengan bisnis yang akan dilakukan. Apapun nama domain yang dipilih dan masih tersedia maka nama itulah yang akan menjadi merek bisnis kita di internet dan tentu saja. Jadi pertimbangkan nama domain pilihan anda sebelum memanfaatkan domain untuk bisnis.

Berikut ringkasan langkah pemesanan nama domain (dan hosting) untuk bisnis, khususnya bagi rekan-rekan yang merasa awam dengan dunia hosting. Ringkasan ini penulis sarikan dari website Hosting Indonesia Rumahweb yang sudah terbukti mendukung kinerja blog saya meraih Top Ten Google Search. (prosedur pada perusahaan yang lain bisa berbeda):

  1. Mengakses website perusahaan jasa hosting
  2. Memasukkan nama domain untuk memeriksa ketersediaan
  3. Pilih nama domain yang masih tersedia klik DAFTAR
  4. Jika pemesanan domain sekaligus dengan hosting, klik tombol hijau (Ya Saya mau beli hosting juga)
  5. Tentukan spesifikasi hosting yang diinginkan
  6. Selanjutnya tentukan sumber data diri pemesan (jika belum terdaftar) bisa menggunakan biodata dari akun media sosial anda.
  7. Langkah terakhir adalah menyatakan persetujuan layanan dan biaya jasa layanan.

Setelah melakukan pemesanan nama domain, paket hosting dan menyatakan persetujuan dengan mengklik kotak kecil dan chekout. Selanjutnya pemesan akan dikirimi tagihan pembayaran jasa yang dipesan untuk dibayar dan dikonfirmasikan pembayarannya. Setelah segala sesuatunya diselesaikan pemesan mendapatkan username dan password domain tersebut yang dikirim via email. Username dan password digunakan untuk mengakses cPanel domain untuk melakukan tahapan sebelum memanfaatkan domain untuk bisnis.

Menyiapkan Alamat Email Memanfaatkan Domain untuk Bisnis

Nama domain selain dapat digunakan sebagai alamat web juga dapat digunakan untuk alamat email. Menggunakan alamat email bermerek domain bisnis mendatangkan persepsi profesionalitas. Orang menjadi lebih percaya bahwa kita benar-benar anggota komunitas merek dagang tersebut.

memanfaatkan domain untuk bisnis

Langkah-langkah membuat alamat email bisnis bermerek domain adalah sebagai berikut:

  1. Login ke cPanel dengan username dan password
  2. Klik pada tautan Akun Email
  3. Pada layar Akun Email Klik tombol Buat (berwarna Biru)
  4. Pada layar Akun Email Create an Email Account
  5. Pilih domain yang digunakan untuk email
  6. Ketik nama pengguna
  7. Ketik kata sandi untuk email tersebut
  8. Menetapkan kapasitas email (MB)
  9. Pilih opsi pembuatan folder secara otomatis atau tidak
  10. Pilih opsi mengirim email instruksi atau tidak
  11. Klik Tombol Buat

Sampai dengan tahap ini anda sudah memiliki alamat email bisnis dengan nama domain yang keren dan profesional dan hampir siap untuk memanfaatkan domain untuk bisnis.

Membuat Website MEMANFAATKAN Domain untuk Bisnis Anda

Website terdiri atas halaman internet yang menampilkan informasi berupa narasi (tekstual), gambar diam ataupun bergerak, animasi, suara, video maupun gabungan dari semuanya, dapat bersifat statis maupun yang dinamis, membentuk satu rangkaian informasi saling berkaitan antar halaman, atau dapat juga di definisikan website merupakan kumpulan dari berbagai macam halaman situs, yang terangkum didalam sebuah domain atau juga subdomain di dalam Internet .  Berdasarkan jenis konten yang dapat ditampilkan oleh suatu website media ini sangat cocok digunakan sebagai media bisnis pada domain anda.

Bagaimana langkah selanjutnya memanfaatkan domain untuk bisnis ? Ya … salah satu opsi yang bisa dilakukan adalah dengan membuat website bisnis pada domain kita. Jangan pesimis dulu … harus selalu optimis dan berpikir positif. Ada cara mudah membuat website yaitu dengan Website Builder nya Rumahweb.com.

  1. Login ke client area (dalam contoh ini di Rumahweb Indonesia)
  2. Pilih Produk dan layanan
  3. Klik untuk masuk pada domain aktif untuk mengelola domain aktif tersebut
  4. Pada layar klik tautan aktifkan weebly dan sesaat kemudian siap membuat website
  5. Klik Edit Website untuk memulai membuat website
  6. Anda dibawa untuk memilih tema website yang bermacam-macam dan anda tinggal memilihnya (CHOOSE). Tema yang dapat dipilih meliputi kategori featured, online store, business, portofolio, personal, event, blog, pre-launch. Masing-masing terdiri atas beberapa model yang dapat dipilih sesuai selera.
  7. Setelah tema ditetapkan, kita tinggal mengisi dan atau menyesuaikan isi sesuai dengan konten bisnis kita secara drag dan drop. Terdapat beberapa kelompok ikon untuk menyisipkan konten yang sesuai ke dalam halaman website. Kelompok ikon/blok konten diantaranya ialah Basic, Struktur, Media, Ecommerce dan kelompok ikon lainnya.
  8. Setelah pembuatan website ditutup dengan menekan tombol Publish

Pembuatan website, dalam rangka memanfaatkan domain untuk bisnis, dapat juga dilakukan dengan CMS (Content Management System). Penginstalan website dengan CMS ini dapat dengan mudah dilakukan menggunakan Softacoulus. Berbagai jenis aplikasi CMS dapat dipilih sesuai keperluan bisnis kita. Dari model blog, portal, gallery, forum, wiki, game, e-commerce, video sharing dan masih banyak lagi. Contoh yang sangat populer sudah sering rekan-rekan kunjungi seperti berbagai toko online, dan bahkan bimbingan belajar seperti Ruang Guru.

Langkah membuat website dengan menginstal CMS adalah sebagai berikut:

  1. Login ke cPANEL menggunakan username dan password yang diberikan
  2. Pada layar cPanel kelompok Perangkat Lunak klik pada tautan Softaculous
  3. Pada layar Softaculous lihat bilah sebelah kiri cari dan pilih kelompok dan tentukan Aplikasi CMS yang ingin digunakan.
  4. Jika ingin membuat website toko online, pilih e-Commerce sesaat kemudian layar sebelah kanan muncul
  5. Pilih aplikasi website CMS yang sesuai dan klik Instal Now dan hanya beberapa saat kemudian instalasi selesai.
  6. Secara bertahap selanjutnya website bisnis pada domain diisi konten bisnis kita.

Berikut adalah contoh instalasi website CMS e-Commerce Abante Chart

memanfaatkan domain untuk bisnis
Memanfaatkan Domain untuk Bisnis dengan halaman Media Sosial / tanpa website

Memanfaatkan domain untuk bisnisdapat juga dilakukan tanpa harus membuat website cukup dengan media sosial yang ada. Contoh media sosial yang bisa digunakan untuk melakukan bisnis adalah Facebook. Memanfaatkan domain untuk bisnis dengan melibatkan media sosial dapat dilakukan dengan prosedur berikut:

  1. Masuklah ke akun media sosial Anda
  2. Buat halaman bisnis anda pada media sosial tersebut, sesudah selesai dapatkan alamat atau url halaman bisnis media social Facebook tersebut. Halaman pada media sosial ini tentu dapat juga diisi dengan postingan produk atau bisnis anda (Ingat tetap perlu memperhatikan dan mematuhi ketentuan penggunaan Facebook)
  3. Login ke cPanel domain bisnis dengan username dan password yang diberikan.
  4. Masuk ke sub menu Domain
  5. Pilih tautan pengalihan atau Redirect atau Modify Redirect
  6. Pada kolom alamat pengalihan arahkan atau ketik alamat halaman Facebook anda.

Dengan teknik seperti diuraikan di atas, pengunjung yang mengakses domain bisnis anda akan dialihkan dan diarahkan pada halaman bisnis anda di media sosial. Cukup mudahkan cara memanfaatkan domain untuk bisnis tanpa harus membuat website dan cukup menggunakan halaman media sosial anda.

Ok … demikian sharing saya terkait cara memanfaatkan domain untuk bisnis . Ada berbagai cara yang bisa menjadi pilihan kita. Bagaimana cara rekan-rekan memanfaatkan domain untuk bisnis ?

Program Semester

program semester

Program semester

Program semester bukti awal perencanaan pembelajaran. Program semester disusun sebelum menyusun RPP. Program semester umumnya berisi program pembelajaran untuk jangka waktu 1 (satu) semester. Program semester dibuat untuk memastikan semua KD mendapat alokasi waktu pembelajaran. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi kondisi dimana kita kehabisan waktu untuk pembelajaran sementara masih ada KD yang belum dipelajari oleh peserta didik.

Pada umumnya mata pembelajaran diberikan selama 2 (dua) semester sehingga kita sering mengenalnya dengan program tahunan (prota). Program pembelajaran setiap semester disebut program semester (promes). Untuk merencanakan program semester dan program tahunan guru perlu melakukan identifikasi dan pemetaan minggu belajar dalam 1 (satu) tahun pelajaran yang bersangkutan.

Analisis Minggu Efektif Program Semester

Program semester tidak kalah penting fungsinya dibanding dengan program perencanaan pembelajaran lainnya. Mengatur / menata alokasi waktu setiap KD juga berarti memastikan semua KD memperoleh waktu untuk pembelajaran.

Langkah membuat program semester didahului dengan pemetaan minggu efektif dan minggu tidak efektif. Minggu efektif adalah semua minggu kerja pada (dalam rentang semester atau tahun) yang berpotensi dapat digunakan untuk melaksanakan pembelajaran. Minggu tidak efektif adalah semua minggu kerja (dalam rentang semester atau tahun) yang berpotensi tidak dapat digunakan untuk melaksanakan proses pembelajaran.

Minggu tidak efektif meliputi semua minggu kerja yang tidak bisa digunakan untuk pelaksanaan proses pembelajaran. Minggu tidak efektif antara lain disebabkan:

  1. pelaksanaan ulangan tengah semester
  2. pelaksanaan ulangan akhir semester
  3. pelaksanaan Ujian Nasional
  4. libur semester ganjil dan genap
  5. libur bulan puasa dan lebaran
  6. libur / tidak libur namun digunakan untuk kegiatan sekolah non pembelajaran.

Minggu efektif tetapi digunakan untuk kegiatan sekolah non pembelajaran seharusnya tetap dihitung sebagai minggu tidak efektif bagi mata pelajaran. Hal ini perlu dilakukan pada mata pelajaran yang waktunya terpakai namun tidak bisa melakukan pembelajaran. Kegiatan sekolah yang berpotensi mempengaruhi perhitungan minggu efektif  antara lain:

  1. digunakan untuk peringatan hari besar agama (bagi mapel agama hari/minggu ini bisa dihitung sebagai minggu efektif)
  2. digunakan untuk peringatan hari besar nasional (bagi mapel PKN hari/minggu ini bisa dihitung sebagai minggu efektif)
  3. digunakan untuk pelaksanaan lomba-lomba internal sekolah dan kegiatan lain non pembelajaran.

Contoh Analisis Minggu Efektif Program Semester

Berikut contoh analisis minggu efektif yang admin kutipkan dari modul bimtek kurikulum 2013.

program semester
analisis minggu efektif
program semester
  • Jumlah minggu efektif semester ganjil = 19 minggu
  • Jumlah minggu efektif semester genap = 16 minggu
  • Jumlah minggu efektif selama 1 tahun = 35 minggu

Perancangan Program Semester

Program semester dirancang dengan memperhatikan aspek-aspek berikut:

  1. jumlah minggu efektif pada semester ganjil maupun genap.
  2. beban jam pelajaran per minggu mapel yang diampu
  3. rencana pelaksanaan ulangan harian yang akan dilaksanakan
  4. hasil pemetaan ketercapaian pasangan KD terkait jumlah jam yang diperlukan setiap pasangan KD.
Distribusi KD dalam Program Semester

Program semester memuat KD-KD yang akan dilaksanakan pembelajarannya. Daftar Kompetensi Dasar yang diterima dari Direktorat Pembinaan SMK pada umumnya masih berupa daftar total KD setiap mata pelajaran. Bagaimana mengatur distribusi KD dalam program semester? Berikut adalah salah satu alternatif cara menentukan distribusi kompetensi dasar ke dalam program semester.

Sebagai contoh kita gunakan jumlah minggu efektif di atas sebagai berikut:

Jumlah minggu efektif semester ganjil = 19 minggu
Jumlah minggu efektif semester genap = 16 minggu
Jumlah minggu efektif selama 1 tahun = 35 minggu

Mata pelajaran A diajarkan pada klas X pada semester 1 dan 2. Jumlah pasangan KD seluruhnya (1 tahun) 16 pasang. Tentukan pasangan KD untuk semester 1 dan semester 2

Pasangan KD untuk semester 1 = ( 19 / 35 ) x 16 = (19 x 16) : 35 = 304 / 35 = 8,6 pasang … dibulatkan 9 pasang KD.

Kesimpulan:

Program semester 1 terdiri atas 9 pasang mulai KD 3.1 KD 4.1 sampai KD 3.9 KD 4.9 dan program semester 2 terdiri atas 7 pasang KD mulai KD 3.10 KD 4.10 sampai dengan KD 3.16 KD 4.16.

Contoh Program Semester

Berikut ini disajikan contoh program semester untuk mata pelajaran Akuntansi Dasar pada semester ganjil.

program semester
program semester

Demikian bahan diskusi program semester kali ini … semoga bermanfaat …

Discovery Learning

discovery learning

Discovery Learning

Discovery Learning salah satu model pembelajaran K2013. Discovery Learning mudah diterapkan. Bagaimana menyusun langkah pembelajaran discovery learning ini? Mari kita diskusikan …

discovery learning
discovery learning

Discovery Learning merupakan sebuah model pembelajaran yang menyekenariokan proses belajar sedemikian rupa sehingga siswa menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan terkait topik (kompetensi dasar – KD) yang sedang dipelajari. Jadi, dalam discovery learning ada kata kunci yang bisa dicatat yaitu

  • siswa
  • pertanyaan-pertanyaan
  • skenario belajar
  • menemukan jawaban

Dalam model pembelajaran Discovery Learning siswa adalah subyek utama yang melakukan proses belajar. Siswalah yang (seharusnya) menggali pertanyaan-pertanyaan terkait kompetensi dasar dan harus dikumpulkan untuk mendukung akuisisi kompetensi tersebut. Pertanyaan-pertanyaan atau hal-hal yang (harus) dipertanyakan pada dasarnya adalah segala sesuatu terkait kompetensi dasar meliputi pengetahuan faktual, pengetahuan konseptual, pengetahuan prosedural dan bahkan pengetahuan metakognitif. Siswa ada yang sudah tahu hal apa yang harus dipertanyakan namun umumnya siswa belum tahu hal apa saja yang perlu dipertanyakan itu. Ini wajar saja, karena mereka baru ketemu dengan topik tersebut. Dalam konteks ini Guru lah yang harus berperan memberi PANDUAN dan ARAHAN.

Sebagai pembimbing dan fasilitator GURU seharusnya tahu apa yang para siswa harus pertanyakan. Dari sudut pandang Guru, hal-hal yang harus dipertanyakan siswa itu adalah apa yang tercantum dalam Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dan Tujuan Pembelajaran. Di sinilah pentingnya rumusan Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran dirancang dengan SISTEMATIS, LENGKAP dan RINCI oleh guru. Berbekal rumusan IPK dan Tujuan Pembelajaran guru dapat menyusun panduan bagi siswa mempertanyakan hal-hal yang perlu dipahami. Panduan ini dapat berupa lembar kerja diskusi yang dibagikan kepada semua siswa.

Skenario dalam Discovery Learning menyangkut kegiatan-kegiatan yang diatur sedemikian rupa sehingga siswa mampu membangun pengetahuan-pengetahuan secara kronologis dari yang mudah menuju yang sulit seperti urutan Indikator Pencapaian Kompetensi yang tidak meninggalkan struktur keilmuannya. Siswa secara bersama membangun pengetahuan-pengetahuan selangkah-demi selangkah di dalam memorinya. Setelah melakukan penalaran siswa akan mampu menemukan jawaban pertanyaan-pertanyaan sesuai kompetensi dasar seperti diuraikan di depan. Siswa akan memiliki pengalaman dalam dirinya bahwa dia menemukan pengetahuan-pengetahuan itu sendiri tanpa dijejali ceramah oleh guru. Inilah esensi discovery learning itu.

Sintak Discovery Learning

Model pembelajaran Discovery Learning dilaksanakan mengikuti urutan proses (sintak) sebagai berikut:

  • Pemberian rangsangan (Stimulation)

discovery learning 1
discovery learning 1

Tahapan ke 1 model pembelajaran Discovery Learning ialah pemberian rangsangan (stimulation). Guru mengajak siswa memfokuskan perhatian pada berbagai jenis fakta yang relefan dengan konteks KD yang dipelajari. Inilah sebabnya guru harus memahami pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif. Fakta-fakta ini ditunjukkan melalui tayangan gambar, video, animasi, model atau bahkan benda nyatanya. Guru meminta siswa mengamati fakta-fakta ini. Melalui langkah ini perhatian siswa terfokus tepat pada hal-hal terkait KD yang akan dipelajari.

  • Pernyataan/Identifikasi masalah (Problem Statement)

discovery learning 2
discovery learning 2

Tahapan ke 2 Discovery Learning ialah pernyataan/Identifikasi masalah (Problem Statement). Agar siswa kompeten pada KD yang dipelajari tersebut hal apa saja yang harus dipahami siswa.  Masalah (bagi siswa) dalam mempelajari KD tersebut sesungguhnya ya semua konten tersebut. Minta mereka membuat pertanyaan terkait KD. Pancing mereka agar bisa mengeksplore apa yang seharusnya dipelajari secara kronologis dan bertahap. Dari sudut pandang guru, aspek-aspek permasalahan (yang harus dipelajari siswa itu) sesungguhnya sudah ditulis pada indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran.

  • Pengumpulan data (Data Collection)

discovery learning 3
discovery learning 3

Tahapan ke 3 Discovery Learning ialah pengumpulan data (Data Collection). Untuk menjawab berbagai permasalahan yang sudah diidentifikasi, siswa dipersilahkan mengumpulkan data. Berbagai cara / metode dapat dilakukan seperti membaca buku lebih intens, membuat percobaan, melakukan praktikum, melakukan studi lapangan. Pada tahap ini siswa memiliki berbagai informasi lebih detail terkait permasalahan dalam mengakuisisi KD yang dipelajari.

  • Pembuktian (Data processing dan Verification)

discovery learning 4
discovery learning 4

Tahapan yang ke 4 Discovery Learning ialah Pembuktian (Data Processing and Verification). Setelah pengumpulan data oleh siswa yang di dampingi guru, siswa pasti telah memiliki materi untuk di aplikasikan terhadap masalah yang telah sedang dipelajari.  Agar Discovery Learning dapat berjalan lancar, maka harus ada pengolahan data tersebut untuk pembuktian terhadap Jawaban dari masalah yang dipelajari. Salah satu contoh dalam pembelajaran eksakta, kita bisa memakai berbagai rumus ataupun hukum serta teori dari suatu materi. Pada pembelajaran non eksakta, guru harus menyediakan pendapat-pendapat ataupun hasil penelitian dari ahli agar bisa dijadikan acuan untuk dasar pembentukan konsep dasar yang ada di pemikiran siswa. Pembuktian yang di lakukan oleh guru dapat membuat pemikiran siswa tentang konsep dasar materi menjadi lebih matang sehingga siswa memiliki pengetahuan dasar tentang KD yang sedang dipelajari.

  • Menarik simpulan/generalisasi (Generalization)

discovery learning 5
discovery learning 5

Tahapan ke 5 dari Discovery Learning adalah Menarik Simpulan/Generalisasi (Conclusion/Generalization). Pada tahapan ini guru berperan penting sebagai pengarah agar konsep dasar siswa tadi menuju ke arah yang sama yaitu mencapai Indeks Pencapaian Kompetensi. Guru harus bisa meyakinkan dan menjawab semua keraguan dari siswa. Generalisasi ini penting dalam discovery learning, karena pada tahapan ini seharusnya siswa sudah bisa mengerti mengenai KD yang dipelajari. Pada saat generalisasi ini dilakukan maka seharusnya Indeks Pencapaian Kompetensi telah terpenuhi atau setidaknya dapat dilanjutkan dengan metode pembelajaran lain.

Tujuan pembelajaran model Discovery Learning

Discovery Learning disarankan digunakan dalam proses pembelajaran K2013. Berdasarkan Pedoman Pembelajaran SMK tahun 2017, discovery learning memiliki tujuan:

  • Meningkatkan kesempatan peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran;
  • Peserta didik belajar menemukan pola dalam situasi konkrit maupun abstrak;
  • Peserta didik belajar merumuskan strategi tanya jawab yang tidak rancu dan memperoleh informasi yang bermanfaat dalam menemukan;
  • Membantu peserta didik membentuk cara kerja bersama yang efektif, saling membagi informasi serta mendengarkan dan menggunakan ide-ide orang lain;
  • Meningkatkan keterampilan konsep dan prinsip peserta didik yang lebih bermakna;
  • Dapat mentransfer keterampilan yang dibentuk dalam situasi belajar penemuan ke dalam aktivitas situasi belajar yang baru.

Merancang Langkah Pembelajaran Discovery Learning

Model pembelajaran Discovery Learning dapat berjalan dengan lancar apabila langkah-langkah pembelajaran direncanakan dengan baik. Untuk memudahkan merancang langkah pembelajaran discovery learning penulis membuat sketsa proses sebagai berikut:

discovery learning
discovery learning

Berdasarkan ilustrasi Konsep Merancang Langkah Pembelajaran Discovery Learning dapat dijelaskan sebagai berikut:

Sisi kiri gambar menunjukkan fase-fase sintak discovery learning dimulai dari pemberian rangsangan (stimulasi) sampai dengan fase menarik kesimpulan (generalisasi). Dibagian tengah dengan notasi D1-D5 penulis gambarkan konten materi atau proses yang harus dilakuka. Sisi sebelah kanan dengan notasi R1 s.d. R5 merupakan hasil rancangan berupa langkah-langkah yang perlu dikembangkan.

Tahap memberi rangsangan merupakan kegiatan guru dengan memperlihatkan fakta-fakta yang sudah diidentifikasi pada kegiatan analisis materi pembelajaran.

Tahap identifikasi masalah sasarannya adalah berbagai pengetahuan konseptual yang sudah disusun dengan lengkap pada tujuan pembelajaran. Rekan-rekan dapat mengarahkan identifikasi masalah yang dilakukan siswa mengarah pada berbagai pengetahuan yang tercantum dalam tujuan pembelajaran.

Tahap pengumpulan data sasarannya adalah data-data pengetahuan konseptual yang sudah dinyatakan dalam tujuan pembelajaran.

Langkah pembelajaran pada tahap pembuktian merupakan langkah membandingkan / menganalisis kesesuaian analisis data konseptual dengan hasil identifikasi masalah dan literatur.

Contoh Langkah Pembelajaran Discovery Learning

Untuk memudahkan penyusunan langkah pembelajaran dengan discovery learning dapat digunakan template dasar seperti diuraikan di bawah. Perlu dipahami bahwa template dasar ini tidak mutlak harus persis seperti yang ada. Template dasar ini hanya untuk memudahkan imaginasi guru agar dapat menuangkan rencana proses pembelajaran dengan discovery learning.

STIMULASI

  1. Guru meminta siswa untuk melihat tayangan berbagai jenis …..
  2. Siswa melihat bahan tayang yang disajikan oleh Guru.
  3. Guru menugaskan siswa membaca buku untuk mengidentifikasi berbagai jenis ….
  4. Siswa membaca buku berkaitan dengan berbagai jenis …..
  5. Siswa berdiskusi tentang berbagai jenis …..
  6. Siswa mengidentifikasi …………. dari hasil diskusi dan buku.
  7. Siswa menentukan …..

IDENTIFIKASI MASALAH

  1. Guru menugaskan siswa untuk menentukan masalah utama apa dalam …..
  2. Siswa mengidentifikasi masalah-masalah melalui contoh yang didemonstrasikan oleh guru mengenai …..
  3. Siswa membaca buku untuk mendapatkan informasi tentang …..
  4. Siswa mendiskusikan …..
  5. Berdasarkan hasil membaca buku dan diskusi siswa merumuskan hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam …..
  6. Guru meminta siswa untuk menentukan prosedur ……… melalui buku siswa dan hasil diskusi
  7. Siswa menggali informasi prosedur tentang ………
  8. Siswa mendiskusikan untuk menentukan prosedur ……
  9. Siswa menyampaikan pada kelompok lain dan menanggapinya berkaitan prosedur ……..

MENGUMPULKAN DATA

  1. Guru meminta siswa untuk mencoba melakukan …………… sebagai pembuktian rumusan masalah/hipotesis
  2. Siswa mencoba ……………. sebagai pembuktian rumusan masalah/hipotesis
  3. Siswa mencoba ………. seperti contoh Guru sebagai pembuktian rumusan masalah/hipotesis
  4. Siswa mencoba melakukan………. sesuai contoh guru sebagai pembuktian rumusan masalah/hipotesis

PEMBUKTIAN

  1. Guru menugaskan siswa untuk menilai hasil ……….. menggunakan format penilaian.
  2. Siswa menilai hasil …….. menggunakan format penilaian.
  3. Siswa menilai hasil …….. menggunakan format penilaian.
  4. Guru menugaskan siswa untuk ……..
  5. Siswa mengirim tugas via e-mail.
  6. Siswa berkomunikasi tentang …….

SIMPULAN

  1. Guru menugaskan siswa untuk menyajikan cara-cara serta kesimpulan ………
  2. Siswa membuat bahan presentasi tentang ……… dalam bentuk PPT.
  3. Siswa menyajikan tentang ………..
  4. Siswa lain memberikan tanggapan terhadap presentasi.
  5. Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru.
  6. Siswa memperbaiki hasil presentasi dan membuat simpulan ……..

Demikian diskusi seputar discovery learning. Semoga menginspirasi rekan-rekan meningkatkan mutu perencanaan pembelajaran.

Membuat Soal HOTS

membuat soal hots

Membuat Soal HOTS

Membuat Soal HOTS tantangan bagi guru. Membuat Soal HOTS wajib dikuasai guru pada K2013. Bagaimana cara membuat soal HOTS? Nah … sabar-sabar dulu … untuk dapat mulai membuat soal hots, kita tentu harus terlebih dahulu memahami apa dan bagaimana soal hots itu. Tidak perlu berpanjang kata … mari kita lanjut dengan megenal lebih dekat apa itu HOTS sebelum membuat soal hots?

HOTS adalah akronim dari Higher Order Thinking Skills yang berarti keterampilan berfikir tingkatan tinggi. Berdasar pada taksonomi Bloom yang direvisi Anderson, dimensi proses berfikir yang terdiri dari C1 sampai dengan C6 dapat dibedakan dalam 2 (dua) keterampilan berpikir yaitu low order thinking skills (LOTS) dan higher order thinking skill (HOTS). Lebih jelas perolehan dimensi pengetahuan tersebut diilustrasikan pada tabel berikut:

membuat soal hots

Perkembangan kemampuan berpikir mengingat, memahami sampai dengan menerapkan cenderung bentuk pengetahuan faktual, pengetahuan konseptual dan bentuk pengetahuan prosedural yang merupakan keterampilan berpikir tingkat rendah (low order thinking skills / LOTS). Perkembangan kemampuan berpikir menganalisis, mengevaluasi dan mengreasi cenderung pada pengetahuan metakognitif menghasilkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills / HOTS). Jadi soal hots adalah soal yang mendorong siswa menggunakan kemampuan penalaran menganalisis, mengevaluasi dan mengreasi untuk bisa menjawabnya.

Membuat Soal HOTS yang mampu melatih siswa menggunakan kemampuan menganalisis, mengevaluasi dan mengreasi sudah barang tentu memerlukan berbagai bekal kemampuan pedagogik guru yang baik. Di samping itu juga perlu wawasan yang luas terkait berbagai kondisi nyata dan berkaitan dengan kompetensi yang dipelajari. Hal-hal ini dapat membantu untuk dikemas sebagai bahan kajian untuk membuat soal hots.

Bekal Guru Membuat Soal HOTS

Membuat Soal HOTS tanpa bekal pengetahuan yang memadai akan terasa sulit dan membingungkan. Ujung-ujungnya membuat pusing, menjadi bosan dan akhirnya ‘melarikan diri’ … membuat soal seadanya … kembali seperti dulu lagi.  Oleh karena itu, admin mengajak kepada rekan-rekan pendidik untuk tetap sabar dan istiqomah belajar meningkatkan wawasan pedagogik dan pengetahuan agar mudah membuat soal hots.

Membuat Soal HOTS perlu didahului dengan melakukan analisis kompetensi dasar. Mempraktekkan pengetahuan dan keterampilan pedagogik sesuai bimtek K2013, ada tiga analisis yang terkait dan relefan untuk diterapkan yaitu Analisis SKL KI KD dan analisis Materi Pembelajaran dan Analisis Penilaian Hasil Belajar. Analisis SKL KI KD dapat anda pelajari di postingan Analisis SKL KI KD. Analisis Materi Pembelajaran dapat dipelajari pada postingan Analisis Materi Pembelajaran  dan Analisis Penilaian Hasil Belajar dapat dipelajari pada postingan Analisis Penilaian Hasil Belajar. Analisis-analisis tersebut sesungguhnya juga merupakan bagian langkah-langkah mengembangkan soal evaluasi baik soal kategori LOTS maupun soal berkategori HOTS. Karena itu penguatan kompetensi guru melakukan analisis (K2013) otomatis juga menguatkan kompetensi mengembangkan soal evaluasi termasuk soal hots.

Membuat Soal HOTS juga memerlukan pengetahuan kata kerja operasional untuk membantu mengarahkan penulisan soal. Daftar kata kerja operasional dapat dilihat pada postingan Kata Kerja Operasional atau pada postingan Kata Kerja Operasional GTK Kemdikbud.

Langkah Membuat Soal HOTS

Berdasarkan Panduan Penilaian SMK tahun 2018, penilaian hasil belajar siswa dilakukan oleh guru, sekolah dan pemerintah. Penilaian oleh guru merupakan penilaian proses pembelajaran (assessment for learning), penilaian capaian pembelajaran (assessment of learning), dan penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning). Mekanismenya meliputi penetapan lingkup penilaian, perencanaan penilaian, pelaksanaan penilaian dan pemanfaatan hasil penilaian untuk pengambilan keputusan berkaitan dengan peserta didik, perbaikan proses pembelajaran, membuat pelaporan, dan kegunaan lain yang sesuai. Pengembangan instrumen tes tertulis mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Penyusunan kisi-kisi.
  2. Penyusunan soal berdasarkan kisi-kisi dan kaidah penulisan soal
  3. Penyusunan pedoman penskoran sesuai dengan bentuk soal yang digunakan
  4. Analisis butir soal secara kualitatif (telaah soal) dan/atau kuantitatif sebelum soal diujikan

Membuat Soal HOTS sesungguhnya adalah bagian dari persiapan pelaksanaan tes tertulis dan seharusnya juga mengindahkan langkah-langkah mengembangkan instrumen tes tertulis di atas.

Kisi-kisi Membuat Soal HOTS

Membuat Soal HOTS seharusnya diawali dengan membuat kisi-kisi. Merujuk pada Panduan Penulisan Soal SMA/MA/SMK yang diterbitkan Pusat Penilaian Pendidikan Badan Penelitian Dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan suatu kisi-kisi harus memenuhi syarat:

  • Mewakili isi kurikulum yang akan diujikan.
  • Komponen-komponennya rinci, jelas, dan mudah dipahami.
  • Indikator soal harus jelas dan dapat dibuat soalnya sesuai dengan bentuk soal yang telah ditetapkan.

Komponen kisi-kisi terbagi dalam 2 (dua) kelompok yaitu kelompok identitas dan kelompok matriks. Komponen identitas meliputi jenis/jenjang sekolah, program studi/jurusan, mata pelajaran, tahun ajaran, kurikulum yang diacu, alokasi waktu, jumlah soal, dan bentuk soal diletakkan di atas komponen matriks. Komponen matriks (tabel) meliputi kompetensi dasar yang diambil dari kurikulum, kelas dan semester, materi, indikator, level kognitif, dan nomor soal. Ilustrasi di bawah ini memberi contoh format kisi-kisi membuat soal hots.

format kisi-kisi membuat soal hots
format kisi-kisi membuat soal hots

Pengisian Format Kisi-kisi Membuat Soal HOTS

Membuat kisi-kisi untuk membuat Soal HOTS merupakan langkah penting yang harus dilakukan. Hal ini dinyatakan secara tegas dalam buku Panduan Penulisan Soal SMA/MA/SMK yang dikeluarkan oleh Pusat Penilaian Pendidikan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. Pengisian format kisi-kisi seperti pada gambar di atas sesungguhnya sama atau mirip dengan Analisis penilaian hasil pembelajaran pada Bimtek K2013. Oleh karena itu langkah tersebut dapat dioptimalkan untuk menyusun soal hots.

  • Kompetensi Dasar dapat dicopy dari daftar KD.
  • Materi dapat dicopy dari materi pembelajaran hasil Analisis Materi Pembelajaran
  • Kelas dan semester sesuai kelas dan semester yang akan diukur
  • Indikator soal dapat dibuat dengan berdasar pada Indikator Pencapaian Kompetensi IPK hasil analisis materi pembelajaran. Inilah alasannya mengapa pengembangan Indikator Pencapaian Kompetensi menjadi komponen perencanaan yang krusial.
  • Level kognitif diisi Level 1, Level 2 atau Level 3 (lihat … )
  • Bentuk soal diisi pilihan ganda, isian atau uraian

Contoh kisi-kisi membuat soal hots yang sudah terisi dapat dilihat pada gambar di bawah:

isian kisi-kisi membuat soal hots
isian kisi-kisi membuat soal hots

Langkah Akhir Membuat Soal HOTS

Langkah akhir Membuat Soal HOTS selanjutnya adalah (1) Memilih stimulus yang menarik dan kontekstual (2) Menulis butir pertanyaan sesuai dengan kisi-kisi soal (3) Membuat pedoman penskoran (rubrik) atau kunci jawaban.

Memilih stimulus

Stimulus untuk membuat soal HOTS sebaiknya menarik dan kontekstual. Stimulus baru biasanya menarik karena itu disarankan untuk selalu memperbaharui stimulus. Sifat kontekstual berarti sesuai dengan kenyataan dalam kehidupan sehari-hari, menarik, mendorong peserta didik untuk membaca. Dalam konteks Ujian Sekolah, guru dapat memilih stimulus dari lingkungan sekolah atau daerah setempat. Stimulus dapat berupa teks, gambar, grafik, tabel, dan lain sebagainya yang berisi informasi-informasi dari kehidupan nyata. Berdasar informasi yang tersurat dan tersirat pada stimulus siswa diharapkan dapat:

  • mentransfer informasi tersebut dari satu konteks ke konteks lainnya
  • memproses dan menerapkan informasi
  • melihat keterkaitan antara informasi yang berbeda-beda
  • menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah
  • secara kritis mengkaji/menelaah ide atau gagasan dan informasi

Menulis butir pertanyaan sesuai dengan kisi-kisi soal

Butir-butir pertanyaan ditulis sesuai dengan kaidah penulisan butir soal HOTS. Kaidah penulisan  butir soal HOTS, agak berbeda dengan kaidah penulisan butir soal pada umumnya. Perbedaannya terletak pada aspek materi, sedangkan pada aspek konstruksi dan bahasa relatif sama. Setiap butir soal ditulis pada kartu soal, sesuai format terlampir.

Membuat pedoman penskoran (rubrik) atau kunci jawaban

Setiap butir soal HOTS yang ditulis hendaknya dilengkapi dengan pedoman penskoran atau kunci jawaban. Pedoman penskoran dibuat untuk bentuk soal uraian. Sedangkan kunci jawaban dibuat untuk bentuk soal pilihan ganda, pilihan ganda kompleks (benar/salah, ya/tidak), dan isian singkat.

Demikian dulu diskusi singkat Membuat Soal HOTS. Informasi tentang membuat soal hots ini tentunya belum optimal, namun setidaknya dapat menjadi informasi awal yang dapat dikembangkan. Bagaimana sharing rekan-rekan …?

Sumber :

  1. Panduan Penilaian Hasil Belajar pada Sekolah Menengah Kejuruan tahun 2018
  2. Panduan Penulisan Soal SMA/MA/SMK Tahun 2017, Pusat Penilaian Pendidikan Badan Penelitian Dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan
  3. Modul Penyusunan Soal HOTS, Direktorat Pembinaan SMA

Analisis KI KD IPK Tujuan dan Materi Pembelajaran Matematika

Analisis KI KD IPK Tujuan dan Materi Pembelajaran Matematika

Posting Analisis KI KD IPK Tujuan dan Materi Pembelajaran Matematika ini saya yakin belum sempurna. Analisis KI KD IPK Tujuan dan Materi Pembelajaran Matematika ini saya harapkan bisa menjadi bahan diskusi khususnya atas pertanyaan Ibu Gina. Analisis KI KD IPK Tujuan dan Materi Pembelajaran Matematika perlu dioptimalkan untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

Analisis KI Mata Pelajaran Matematika

KOMPETENSI INTI 3

(PENGETAHUAN)

KOMPETENSI INTI 4 

(KETERAMPILAN)

ANALISIS DAN REKOMENDASI KI

1

2

3

3.  Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kajian Matematika pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.. 4. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kajian Matematika` 

Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

KI-3 pengetahuan dan KI-4 keterampilan, adalah untuk program pendidikan 3 tahun. 

KI-3 dan KI-4 tersebut sesuai menjadi rujukan KD-KD mata pelajaran Teknik Audio Video (3 Tahun).

Analisis KD Mata Pelajaran Matematika

Penjabaran KI dan KD ke dalam IPK, Tujuan Pembelajaran, dan Materi Pembelajaran

Nah sementara sampai ini dulu … saya harus belajar matematika lagi … sebelum bisa melanjutkan postingan Analisis KI KD IPK Tujuan dan Materi Pembelajaran Matematika ini … kalau belum sesuai … mohon rekan-rekan yang lebih menguasai dapat memberikan penyempurnaannya ya … terima kasih.

Capaian SKL Pengetahuan Faktual Konseptual Prosedural Metakognitif Rendah

pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif rendah

Capaian SKL Pengetahuan Faktual Konseptual Prosedural Metakognitif Rendah

Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif merupakan salah satu indikator SKL dalam Rapor Mutu Sekolah. Berapa skor capaian SKL Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif di sekolah kita? Apakah capaian SKL Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif di sekolah rekan-rekan masih rendah? … maaf … alias belum bermutu tinggi? Apa yang menjadi penyebabnya? Mari kita diskusikan …

pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif
pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif

Memahami Pengetahuan Faktual Konseptual Prosedural Metakognitif

Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif merupakan salah satu indikator capaian Standar Kompetensi Lulusan Rapor Mutu Sekolah. Berdasarkan hasil diskusi dan kunjungan di beberapa pertemuan masih banyak dari kita belum memahami apa itu pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif. Untuk menambah wawasan kita berikut deskripsi pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif yang dimuat dalam dokumen indikator mutu dalam penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Deskripsi Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif pada jenjang SD

  • pengetahuan dasar berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, dan negara.
  • pengetahuan terminologi/istilah  yang  digunakan,  klasifikasi,  kategori,
  • prinsip, dan generalisasi berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya terkait dengan diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, dan negara.
  • pengetahuan tentang cara melakukan sesuatu atau kegiatan yang berke- naan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa dan negara.
  • pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri sendiri dan menggunakannya dalam mempelajari ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya terkait dengan diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa dan negara.

Deskripsi Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif pada jenjang SMP

  • pengetahuan teknis dan spesifik tingkat sederhana berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
  • pengetahuan terminologi/istilah dan klasifikasi, kategori, prinsip, general- isasi dan teori, yang digunakan terkait dengan pengetahuan teknis dan spesifik tingkat sederhana berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
  • pengetahuan tentang cara melakukan sesuatu atau kegiatan yang terkait dengan pengetahuan teknis, spesifik, algoritma, metode tingkat seder- hana berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
  • pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri sendiri dan menggunakannya dalam mempelajari pengetahuan teknis dan spesifik tingkat sederhana berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.

Deskripsi Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif pada jenjang SMA dan SMK

  • pengetahuan teknis dan spesifik, detail dan kompleks berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan inter- nasional.
  • pengetahuan terminologi/istilah dan klasifikasi, kategori, prinsip, general- isasi, teori, model, dan struktur yang digunakan terkait dengan pengetahuan teknis dan spesifik, detail dan kompleks berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan inter- nasional.
  • pengetahuan tentang cara melakukan sesuatu atau kegiatan yang terkait dengan pengetahuan teknis, spesifik, algoritma, metode, dan kriteria untuk menentukan prosedur yang sesuai berkenaan dengan ilmu penge- tahuan, teknologi, seni, dan budaya, terkait dengan masyarakat dan ling- kungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan inter- nasional.
  • pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri sendiri dan menggunakannya dalam  mempelajari  pengetahuan  teknis, detail, spesifik, kompleks, kontekstual dan kondisional berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan internasional.

Memahami Acuan Mutu Untuk Analisis Capaian SKL Pengetahuan Faktual Konseptual Prosedural Metakognitif

Capaian SKL Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif terbentuk oleh suatu sistem standar. Standar Nasional Pendidikan yang terdiri atas 8 (delapan) standar membentuk sistem input proses dan output yang digambarkan sebagai berikut:

acuan mutu skl pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif

Tampak pada gambar di atas bagian masukan (input) dibentuk oleh standar pengelolaan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana dan standar pembiayaan. Sistem standar masukan ini akan mendukung sistem proses yang terdiri dari standar proses, standar isi dan standar penilaian. Kompetensi Lulusan berada pada posisi keluaran dari sistem atau merupakan hasil.

Kompetensi lulusan berupa capaian pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif akan optimal jika standar proses, standar isi dan standar penilaian dilaksanakan secara penuh dan optimal sesuai ketentuan. Standar isi, standar proses dan standar penilaian akan bisa dijalankan secara penuh dan optimal apabila sistem standar masukan yaitu standar pengelolaan, standar PTK, standar sarana dan prasarana dan standar pembiayaan dipenuhi sesuai ketentuan.

Berdasar gambar dan uraian singkat di atas kompetensi lulusan berupa capaian pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif sebagai keluaran merupakan hasil langsung / dipengaruhi secara langsung oleh pelaksanaan standar proses, pelaksanaan standar isi dan pelaksanaan standar penilaian. Penting untuk dicatat, dalam konteks ini yang berpengaruh secara langsung kepada kompetensi lulusan berupa capaian pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif adalah pelaksanaan standar isi, standar proses dan standar penilaian oleh rekan-rekan pendidik.

Kemungkinan Penyebab Langsung Capaian SKL Pengetahuan Faktual Konseptual Prosedural Metakognitif Rendah

Berapa skor capaian SKL Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif di sekolah kita? Apakah capaian SKL Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif masih rendah? Maaf … jangan berpikir negatif … data dalam rapor mutu pendidikan yang dapat kita lihat rata-rata masih rendah. Tentu saja hal ini tidak sama antara satu sekolah dengan sekolah yang lain dan bahkan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Apakah kemungkinan penyebab capaian SKL Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif masih rendah?

Penyebab Langsung Capaian SKL Pengetahuan Faktual Konseptual Prosedural Metakognitif sesuai uraian di atas adalah hasil pelaksanaan standar isi, hasil pelaksanaan standar proses dan hasil pelaksanaan standar penilaian. Dengan bahasa sederhana dapat kita ungkapkan kompetensi peserta didik secara langsung dipengaruhi oleh apa yang diajarkan guru, bagaimana guru mengajarkan dan bagaimana guru menilai yang sudah diajarkan.

standar isi proses penilaian
standar isi proses penilaian

Solusi Meningkatkan Capaian SKL Pengetahuan Faktual Konseptual Prosedural Metakognitif Rendah

Untuk meningkatkan Capaian SKL Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif Rendah secara umum tentu meliputi seluruh standar. Namun kita sebagai guru dapat berpartisipasi meningkatkan capaian skl tersebut dengan memperbaiki dan menyempurnakan segala sesuatu terkait dengan pertanyaan (1) apa yang kita ajarkan (isi pembelajaran) (2) bagaimana kita mengajarkan (proses) dan (3) bagaimana kita menilai pembelajaran (penilaian)

Isi pembelajaran seharusnya terurai dengan lengkap dan sistematis di dalam KTSP yaitu Dokumen 1, Silabus / Dokumen 2 dan RPP / Dokumen 3. Dalam hal ini bukan saja keberadaan benda masing-masing dokumen namun juga proses dan prosedur penyusunan masing-masing dokumen. Agar isi pembelajaran dapat ditemukan dengan akurat maka kita perlu lakukan Analisis SKL KI KD dan Analisis Materi Pembelajaran.

Proses pembelajaran atau bagaimana kita mengajarkan merujuk aktifitas-aktifitas yang seharusnya kita lakukan sesuai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun melalui analisis yang benar sehingga bukn saja isi namun juga proses pembelajaran benar. Bagaimana kita mengajarkan dapat disusun rencananya dengan akurat dengan melakukan Analisis Penerapan Model Pembelajaran.

Bagaimana kita menilai merujuk pada perencanaan penilaian, proses dan prosedur penilaian yang benar dan tepat. Dan penilaian pembelajaran dapat disusun dengan akurat jika kita melakukan Analisis Penilaian Hasil Belajar.

Dengan langkah-langkah di atas Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif Indikator SKL Rapor Mutu Pendidikan dapat ditingkatkan.

Demikian diskusi kita Capaian SKL Pengetahuan Faktual Konseptual Prosedural Metakognitif Rendah … semoga menjadi perhatian kita.

 

Bacaan Sumber:

  1. Indikator Mutu Dalam Penjaminan Mutu Pendidikan, Kemdikbud, 2017
  2. How Help Teacher Succes, Glickman,
  3. Rapor Mutu Sekolah

Standar Proses & Peran Guru Kepala Sekolah dan Pengawas

Standar Proses & Peran Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas

Standar proses wajib dilaksanakan sekolah. Standar proses salah satu ‘soko guru’ mutu pendidikan. Standar proses menuntut peran guru, kepala sekolah, pengawas sekolah. Kepala sekolah bertanggung jawab terhadap keterlaksanaan standar proses di satuan pendidikan yang dipimpinnya. Guru adalah pihak yang mengimplementasikan komponen standar proses tersebut. Walaupun demikian, berdasarkan pengamatan di lapangan banyak pihak ‘tampak’ belum begitu memahami apa dan bagaimana pelaksanaan standar proses di sekolah. Mari kita diskusikan standar proses dan implementasinya dalam keseharian di sekolah kita.

Pengertian dan dasar hukum Standar Proses

Standar Proses merupakan kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan satuan pendidikan dasar menengah untuk mencapai kompetensi lulusan (Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, pasal 1). Kriteria menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia online https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/kriteria memiliki makna “ukuran yang menjadi dasar penilaian atau penetapan sesuatu”. Jadi dapat kita pahami bahwa Standar Proses adalah ukuran yang menjadi dasar penilaian pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai kompetensi lulusan.

Indikator Mutu Pelaksanaan Standar Proses

Standar Proses dilaksanakan oleh satuan pendidikan atau sekolah dalam berbagai bentuk kegiatan. Kegiatan-kegiatan berupa komponen kegiatan yang tersurat maupun tersirat dalam peraturan menteri.

standar-proses
standar-proses

Ukuran keterlaksanaan standar proses telah dirinci dalam indikator dan sub indikator mutu dalam penjaminan mutu pendidikan. Berikut adalah indikator dan sub indikator keterlaksanaan standar proses menurut Indikator Mutu Pendidikan yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2017, :

  1. Sekolah merencanakan proses pembelajaran sesuai ketentuan
  2. Perencanaan pembelajaran mengacu pada silabus yang telah dikembangkan
  3. Perencanaan pembelajaran mengarah pada pencapaian kompetensi
  4. Pendidik menyusun dokumen rencana dengan lengkap dan sistematis
  5. RPP mendapatkan evaluasi dari kepala sekolah dan pengawas sekolah
  6. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan tepat
  7. Membentuk rombongan belajar dengan jumlah siswa sesuai ketentuan
  8. Mengelola kelas sebelum memulai pembelajaran
  9. Pembelajaran Mendorong Siswa Mencari Tahu
  10. Pembelajaran menuju penguatan penggunaan pendekatan ilmiah
  11. Pembelajaran Berbasis Kompetensi
  12. Pembelajaran Terpadu
  13. Pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multidimensi
  14. Pembelajaran menuju keterampilan aplikatif
  15. Pemberdayaan siswa sebagai pembelajar sepanjang hayat
  16. Pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas.
  17. Mengakui atas perbedaan individual dan latar belakang budaya siswa.
  18. Menerapkan metode pembelajaran sesuai karakteristik siswa
  19. Memanfaatkan media pembelajaran dalam meningkatkan efisiensi dan efektivi- tas pembelajaran
  20. Pembelajaran Berbasis Aneka Sumber Belajar
  21. Mengelola kelas saat menutup pembelajaran
  22. Pengawasan dan penilaian otentik dilakukan dalam proses pembelajaran
  23. Melakukan penilaian otentik secara komprehensif
  24. Memanfaatkan hasil penilaian otentik
  25. Melakukan pemantauan proses pembelajaran
  26. Melakukan supervisi proses pembelajaran kepada guru
  27. Mengevaluasi proses pembelajaran
  28. Menindaklanjuti hasil pengawasan proses pembelajaran

Peran Guru dalam pelaksanaan Standar Proses

Standar proses diterapkan di satuan pendidikan dalam berbagai bentuk kegiatan yang terangkai menjadi suatu proses panjang menghasilkan mutu lulusan. Guru dan kepala sekolah memegang peran dalam rangka implementasi esensi standar proses. Kepala sekolah melalui fungsi manajerialnya melakukan pengelolaan implementasi standar proses sedangkan guru sebagai pendidik bertugas dan bertanggungjawab melaksanakan berbagai komponen standar proses dimana proses dan hasilnya seharusnya nampak dalam indikator-indikator mutu.

Peran-peran guru melaksanakan standar proses sebagai berikut :

  1. Guru merencanakan pembelajaran mengacu pada silabus yang telah dikembangkan
  2. Guru merencanakan pembelajaran mengarah pada pencapaian kompetensi
  3. Guru menyusun dokumen rencana dengan lengkap dan sistematis
  4. Guru mengelola kelas sebelum memulai pembelajaran
  5. Guru mendorong Siswa Mencari Tahu
  6. Guru menggunaan pendekatan ilmiah
  7. Guru melaksanakan pembelajaran Berbasis Kompetensi
  8. Guru melaksanakan pembelajaran Terpadu
  9. Guru melaksanakan pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multidimensi
  10. Guru melaksanakan pembelajaran yang menuju keterampilan aplikatif
  11. Guru membemberdayakan siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat
  12. Guru melaksanakan pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas.
  13. Guru mengakui perbedaan individual dan latar belakang budaya siswa.
  14. Guru menerapkan metode pembelajaran sesuai karakteristik siswa
  15. Guru memanfaatkan media pembelajaran dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran
  16. Guru menerapkan pembelajaran Berbasis Aneka Sumber Belajar
  17. Guru mengelola kelas saat menutup pembelajaran
  18. Guru melakukan penilaian otentik secara komprehensif
  19. Guru memanfaatkan hasil penilaian otentik
  20. Guru melakukan evaluasi diri atas proses pembelajaran yang dilakukan
Peran Kepala Sekolah dalam pelaksanaan Standar Proses

Standar proses yang komponen-komponennya dilaksanakan atau diperankan oleh guru tentu tidak terlepas dari peran-peran kepala sekolah dalam mengelola sekolah. Selain mengelola implementasi standar proses, kepala sekolah dituntut memiliki pengetahuan tentang bagaimana komponen standar proses seharusnya dilaksanakan.

Peran-peran kepala sekolah mengelola dan memfasilitasi pelaksanaan standar proses antara lain :

  1. Kepala Sekolah memimpin dan memfasilitasi kegiatan perencanaan pembelajaran mengacu pada silabus yang telah dikembangkan
  2. Kepala Sekolah memimpin dan memfasilitasi kegiatan perencanaan pembelajaran yang mengarah pada pencapaian kompetensi
  3. Kepala Sekolah memastikan Pendidik menyusun dokumen rencana dengan lengkap dan sistematis
  4. Kepala Sekolah mengevaluasi RPP yang disusun guru
  5. Kepala Sekolah melakukan pemantauan proses pembelajaran
  6. Kepala Sekolah melakukan supervisi proses pembelajaran kepada guru
  7. Kepala Sekolah mengevaluasi proses pembelajaran
  8. Kepala Sekolah menindaklanjuti hasil pengawasan proses pembelajaran
Peran Pengawas Mendampingi Sekolah Memenuhi Standar Proses

Pengawas sekolah juga memiliki peran yang tidak kalah penting dalam konteks mendampingi sekolah mencapai standar proses yang optimal. Agar sekolah binaan dapat mencapai pelaksanaan standar proses yang optimal tersebut, pengawas sekolah dapat berperan baik melalui fungsi supervisi akademik maupun supervisi manajerial.

Demikian diskusi kita tentang Standar Proses dan Peran Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas. Semoga bermanfaat.

 

Rujukan :

Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah

Indikator Mutu dalam Penjaminan Mutu Pendidikan, Kemdikbud

Standar Penilaian SMK/MAK 2018

Standar Penilaian SMK/MAK 2018

Standar penilaian adalah salah satu unsur S N P. Standar penilaian wajib dipahami guru. Standar penilaian menjadi referensi utama setiap sekolah dalam pelaksanaan penilaian.

Standar Penilaian SMK/MAK 2018 baru diterbitkan. Standar Penilaian SMK/MAK 2018 dirilis bersamaan dengan Standar Nasional Pendidikan SMK/MAK. Standar Penilaian SMK/MAK 2018 merupakan bagian atau lampiran dari Standar Nasional Pendidikan SMK/MAK akhir tahun 2018.

Standar Penilaian Pendidikan SMK/MAK 2018, yang selanjutnya disebut Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria minimal mengenai lingkup, tujuan, manfaat, prinsip, mekanisme, prosedur, dan instrumen Penilaian Hasil Belajar peserta didik yang digunakan sebagai dasar dalam Penilaian Hasil Belajar peserta didik.

standar penilaian smk 2018
standar penilaian smk 2018

Prinsip Penilaian Menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018

Standar Penilaian SMK/MAK 2018 yang terlampir di dalam Standar Nasional Pendidikan SMK/MAK 2018 telah menyatakan dengan jelas Prinsip, Tujuan dan Ruang lingkup Penilaian SMK/MAK.

Prinsip adalah hal pokok dan mendasar yang dianut atau diterapkan. Jadi, prinsip penilaian SMK/MAK 2018 ialah hal pokok dan mendasar yang seharusnya diterapkan pada pelaksanaan penilaian. Prinsip-prinsip penilaian menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018 meliputi hal-hal berikut:

  1. Sahih, berarti interpretasi hasil penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan peserta didik dalam kaitannya dengan kompetensi yang dinilai sebagaimana diamanatkan oleh Standar Kompetensi Lulusan dan turunannya;
  2. Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas dalam  pemberian  interpretasi,  tidak  dipengaruhi subjektivitas penilai,  dimulai  dari  pengembangan  instrumen penilaiannya sampai dengan analisis hasil penilaian;
  3. Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender;
  4. Terpadu, berarti penilaian mencakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terintegrasi dan merupakan komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran;
  5. Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan;
  6. Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian mencakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau dan menilai perkembangan kemampuan peserta didik;
  7. Sistematis, berarti  penilaian  dilakukan  secara  berencana  dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku sesuai tahapan pelaksanaan kurikulum;
  8. Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran Kriteria Pencapaian Kompetensi yang ditetapkan sesuai Standar Kompetensi Lulusan;
  9. Akuntabel, berarti hasil penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi mekanisme, prosedur, teknik, maupun hasilnya;
  10. Reliabel, berarti penilaian memberikan hasil yang dapat dipercaya, dan konsisten apabila proses penilaian dilakukan secara berulang dengan menggunakan instrumen setara yang terkalibrasi; dan
  11. Autentik, berarti penilaian didasarkan pada keahlian, materi, atau kompetensi yang dipelajari sesuai dengan norma dan konteks di tempat kerja.

Tujuan Penilaian Menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018

Standar Penilaian SMK/MAK 2018 , sebagai sebuah standar telah menetapkan bahwa  Penilaian Hasil Belajar peserta didik dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:

  1. mengetahui tingkat capaian hasil belajar/kompetensi peserta didik;
  2. mengetahui pertumbuhan dan perkembangan peserta didik;
  3. mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik;
  4. mengetahui efektivitas proses pembelajaran; dan
  5. mengetahui pencapaian kurikulum.

Ruang Lingkup Penilaian Menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018

Standar Penilaian SMK/MAK 2018 menyatakan bahwa  Ruang lingkup Penilaian Hasil Belajar peserta didik pada SMK/MAK meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

  1. Penilaian ranah sikap merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh informasi deskriptif mengenai perilaku peserta didik sesuai norma sosial dan program keahlian yang ditempuh.
  2. Penilaian ranah pengetahuan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi aspek pengetahuan peserta didik sesuai dengan mata pelajaran dan/atau program keahlian yang ditempuh.
  3. Penilaian ranah keterampilan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi aspek keterampilan dalam melakukan tugas tertentu sesuai dengan mata pelajaran dan/atau program keahlian yang ditempuh.
Mekanisme, Prosedur dan Instrumen Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik Menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018
A.  Mekanisme Penilaian

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh pendidik merupakan penilaian proses pembelajaran (assessment for learning), penilaian capaian pembelajaran (assessment of learning), dan penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning), yang dilakukan melalui mekanisme penilaian pembelajaran sebagai berikut:

  1. Pendidik menetapkan  lingkup  penilaian  meliputi  ranah  sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
  2. Pendidik menyusun  perencanaan  penilaian  dan  melaksanakan penilaian; dan
  3. Pendidik memanfaatkan  hasil  penilaian  untuk  pengambilan keputusan     berkaitan  dengan  peserta  didik,  perbaikan  proses pembelajaran, membuat pelaporan, dan kegunaan lain yang sesuai.
B.  Prosedur Penilaian

Penilaian Hasil Belajar oleh pendidik dilakukan melalui tahapan sebagai berikut:

  1. Perencanaan metode dan teknik penilaian oleh pendidik mengacu kepada Standar Kompetensi Lulusan dan turunannya;
  2. Penyusunan instrumen penilaian disesuaikan dengan perencanaan metode dan teknik penilaian serta ditelaah/divalidasi oleh sejawat pendidik mata pelajaran yang sama;
  3. Pelaksanaan kegiatan penilaian bersifat fleksibel, menggunakan strategi, bentuk, dan teknik yang sesuai;
  4. Pendidik memfasilitasi pelaksanaan penilaian mandiri oleh peserta didik pada setiap penyelesaian proses belajar pada setiap unit kompetensi. Hasil penilaian mandiri diverifikasi oleh pendidik untuk membantu memastikan kesesuaiannya;
  5. Analisis hasil penilaian untuk mengetahui level capaian kompetensi dan/atau ketuntasan  belajar,  kelebihan,  dan  kekurangan pembelajaran baik tingkat peserta didik maupun tingkat kelas;
  6. Pemanfaatan hasil analisis untuk merancang pembelajaran remedial, meningkatkan mutu pembelajaran dan lulusan; dan
  7. Pelaporan berbentuk profil pencapaian kompetensi peserta didik dan profil kelas serta angka dan/atau deskripsi capaian belajar.
C.  Bentuk dan Instrumen Penilaian

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh pendidik dilakukan dengan menggunakan  bentuk  pengamatan,  penugasan,  ulangan,  dan/atau bentuk lain yang sesuai. Instrumen penilaian terdiri atas tes dan nontes.

Mekanisme, Prosedur dan Instrumen Penilaian Hasil Belajar oleh Sekolah Menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018
A.  Mekanisme Penilaian

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh satuan pendidikan merupakan penilaian capaian hasil belajar (assessment of learning), yang dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut:

  1. Penilaian oleh satuan pendidikan meliputi ranah pengetahuan dan keterampilan;
  2. Penilaian Hasil Belajar dalam bentuk Ujian Sekolah/Madrasah diselenggarakan oleh satuan pendidikan terakreditasi pada akhir jenjang pendidikan;
  3. Penilaian Hasil Belajar dalam bentuk UPK dilaksanakan oleh satuan pendidikan terakreditasi di tempat uji kompetensi pada satuan pendidikan atau tempat lain yang ditunjuk pada akhir periode pembelajaran dalam bentuk semester dan/atau tingkat;
  4. Pelaporan hasil penilaian UPK dilakukan oleh satuan pendidikan terakreditasi bekerja sama dengan mitra dunia usaha/industri dan/atau lembaga sertifikasi  profesi  dalam  bentuk  paspor keterampilan dan/atau sertifikat paket kompetensi yang telah dicapai; dan
  5. Laporan hasil penilaian pendidikan pada akhir semester, akhir tahun, dan kelulusan peserta didik ditetapkan dalam rapat dewan pendidik satuan pendidikan.
B.  Prosedur Penilaian

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh satuan pendidikan dilakukan melalui tahapan sebagai berikut:

  1. Penilaian Hasil  Belajar  peserta  didik  oleh  satuan  pendidikan dilakukan                  mengacu  kepada  Standar  Kompetensi  Lulusan  dan turunannya;
  2. Penyusunan instrumen penilaian disesuaikan dengan perencanaan metode dan teknik penilaian serta ditelaah/divalidasi oleh tim yang ditunjuk oleh satuan pendidikan;
  3. Pelaksanaan kegiatan penilaian bersifat fleksibel, menggunakan strategi, bentuk, dan teknik yang sesuai;
  4. Analisis hasil  penilaian  untuk  mengetahui  daya  serap  materi pembelajaran pada tingkat peserta didik maupun tingkat kelas;
  5. Pemanfaatan hasil  analisis  untuk  meningkatkan  mutu  satuan pendidikan; dan
  6. Pelaporan berbentuk profil kelas, profil satuan pendidikan yang berupa angka dan/atau deskripsi.
C.  Bentuk dan Instrumen Penilaian

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh satuan pendidikan dilakukan dalam bentuk Ujian Sekolah/Madrasah, UPK,  RPL, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dan/atau bentuk lain yang sesuai. Instrumen penilaian terdiri atas tes dan nontes. Instrumen tes dapat berupa instrument tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik. Instrumen nontes dapat berupa kuesioner, lembar pengamatan, dan/atau bentuk lain yang sesuai.

Mekanisme, Prosedur dan Instrumen Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah Pusat Menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018
A.  Mekanisme Penilaian

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh Pemerintah Pusat merupakan penilaian capaian pembelajaran (assessment of learning), yang dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut:

  1. Penilaian oleh Pemerintah Pusat dapat meliputi ranah pengetahuan dan keterampilan;
  2. Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah Pusat dalam bentuk Ujian Nasional diselenggarakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan;
  3. Satuan pendidikan pelaksana  Ujian  Nasional  adalah  satuan pendidikan terakreditasi;
  4. Ujian Nasional diselenggarakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dan sebanyak-banyaknya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun; dan
  5. Pemerintah Pusat dapat menyelenggarakan Penilaian Hasil Belajar dalam bentuk lain  yang  hasilnya  dapat  digunakan  untuk peningkatan, pemerataan, dan penjaminan mutu pendidikan.
B.  Prosedur Penilaian

Prosedur Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah Pusat dilakukan melalui tahapan berikut:

  1. Perencanaan metode dan teknik penilaian oleh Pemerintah Pusat mengacu kepada Standar Kompetensi Lulusan dan turunannya serta harus memenuhi prinsip penilaian;
  2. Penyusunan instrumen penilaian disesuaikan dengan perencanaan metode dan teknik penilaian serta ditelaah dan divalidasi oleh tim yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat;
  3. Pelaksanaan kegiatan penilaian bersifat fleksibel, menggunakan strategi, bentuk, dan teknik yang sesuai dengan tujuan penilaian.
  4. Analisis hasil penilaian untuk mengetahui capaian peserta didik, satuan pendidikan, dan wilayah binaannya;
  5. Pemanfaatan hasil  analisis  digunakan  untuk  pemetaan  mutu program, dasar perumusan kebijakan, alat seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, pengendalian mutu pendidikan di wilayah binaannya,   serta pembinaan kepada satuan pendidikan dalam rangka peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, daerah, dan nasional;
  6. Pelaporan dapat berbentuk sertifikat, profil peserta didik, profil satuan pendidikan, dan profil daerah yang berupa angka dan/atau deskripsi;
C.  Bentuk dan Instrumen Penilaian

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh Pemerintah Pusat dilakukan dalam bentuk Ujian Nasional, UKK dan/atau bentuk lain yang sesuai. Instrumen penilaian berupa tes dan nontes. Tes dapat terdiri atas tes tertulis dan tes praktik. Instrumen nontes dapat berupa pertanyaan survei.

Mekanisme, Prosedur dan Instrumen Uji Kompetensi Keahlian Menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018
A.  Mekanisme Pengujian

Pengujian Kompetensi peserta didik oleh lembaga sertifikasi profesi dan atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri merupakan pengukuran capaian kompetensi berdasarkan skema okupasi dan atau skema kualifikasi. Hasil pengujian untuk memperoleh sertifikat kompetensi. Mekanisme pengujian dilakukan sesuai ketentuan lembaga sertifikasi profesi atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri.

B.  Prosedur Pengujian

Prosedur pengujian meliputi perencanaan, penyusunan instrumen, pelaksanaan kegiatan, analisis, dan penerbitan sertifikat kompetensi. Prosedur pengujian dilakukan sesuai ketentuan lembaga sertifikasi profesi atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri.

Prosedur pengujian hasil belajar kejuruan peserta didik dilakukan melalui tahapan berikut:

  1. Perencanaan metode dan teknik penilaian oleh lembaga sertifikasi profesi atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri mengacu kepada skema sertifikasi;
  2. Pembukaan pendaftaran untuk penetapan peserta uji kompetensi dilanjutkan dengan penilaian mandiri;
  3. Penyusunan materi uji kompetensi sesuai dengan skema sertifikasi kemasan okupasi atau kemasan kualifikasi dengan memperhatikan perencanaan metode dan teknik penilaian;
  4. Validasi materi uji kompetensi oleh tim yang ditunjuk oleh lembaga sertifikasi profesi atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri;
  5. Penunjukan asesor kompetensi sesuai dengan skema sertifikasi yang akan diujikan;
  6. Penetapan Tempat Uji Kompetensi yang telah terverifikasi;
  7. Penilaian mandiri peserta, bila sudah dilakukan selama proses pembeajaran, maka dapat digunakan dalam UKK
  8. Pelaksanaan kegiatan sertifikasi kompetensi menggunakan strategi, bentuk, dan teknik yang sesuai dengan tujuan sertifikasi kompetensi;
  9. Pelaporan hasil asesmen kepada lembaga sertifikasi untuk dirapatkan oleh tim yang ditunjuk;
  10. Penerbitan sertifikat kompetensi bagi peserta uji yang dinyatakan kompeten; dan
  11. Pemanfaatan hasil analisis sertifikasi kompetensi dapat digunakan untuk pemetaan mutu program, dan perumusan kebijakan satuan pendidikan.
C.      Bentuk dan Instrumen Penilaian

Penilaian pencapaian kompetensi peserta didik oleh asesor kompetensi dilakukan dalam bentuk sertifikasi kompetensi atau RPL. Instrumen penilaian terdiri atas tes dan nontes. Instrumen tes dapat berupa instrument tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik. Instrumen nontes dapat berupa lembar penilaian demonstrasi, lembar penilaian portofolio, kuesioner, lembar pengamatan, dan/atau bentuk lain yang sesuai.

Demikian Standar Penilaian SMK/MAK 2018 . Semoga bermanfaat .

Sumber: Permendikbud No. 34 Tahun 2018 Kemdikbud.

Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK 2018

standar proses pembelajaran smk

Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK 2018

Standar proses pembelajaran SMK/MAK telah ditetapkan. Standar proses pembelajaran SMK/MAK mulai tahun 2019 mengacu Standar Nasional Pendidikan SMK/MAK sebagai bagian tidak terpisahkan. Mari kita pelajari apa dan bagaimana Standar proses pembelajaran SMK/MAK terbaru ini.

Pengertian Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK

Standar proses pembelajaran SMK/MAK, yang selanjutnya disebut standar proses pembelajaran adalah kriteria minimal mengenai perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian pembelajaran, dan pengawasan pembelajaran pada  satuan pendidikan menengah kejuruan untuk mencapai kompetensi lulusan.

Standar proses pembelajaran SMK/MAK dikembangkan mengacu pada standar kompetensi lulusan dan standar isi untuk meningkatkan efektifitas  proses  pembelajaran  yang  dilakukan  oleh  guru/instruktur sehingga  dapat  mengembangkan  potensi,  prakarsa,  dan  kemandirian peserta didik sesuai dengan minat, bakat, dan perkembangan psikologis peserta didik.

Prinsip dan Dimensi Proses Pembelajaran berdasarkan Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK

Prinsip Umum Proses Pembelajaran

Dalam melakukan proses pembelajaran di SMK/MAK, guru/instruktur harus memperhatikan dan menerapkan prinsip pembelajaran sebagai berikut:

Prinsip   Umum   dalam   proses   pembelajaran   SMK/MAK   sebagai berikut:

  1. menganut Pembelajaran sepanjang hayat;
  2. menerapkan pendekatan ilmiah;
  3. menerapkan nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarsa sung tuladha), membangun kemauan (ing madya mangun karsa), dan mengembangkan kreativitas  peserta    didik   dalam    proses pembelajaran (tut wuri handayani);
  4. menerapkan pendekatan pembelajaran tuntas;
  5. memperhatikan keseimbangan antara keterampilan teknis dan nonteknis;
  6. menetapkan jumlah  rombongan  belajar  paling  sedikit  3  dan paling banyak 72 dengan jumlah maksimum 36 peserta didik per rombongan belajar. Dalam hal ketentuan jumlah maksimum 36 peserta didik per rombongan belajar tidak dapat terpenuhi maka dapat disimpangi paling banyak 2 rombongan belajar per tingkat kelas;
  7. menggunakan multisumber belajar;
  8. memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi;
  9. menerapkan metode pembelajaran yang mendorong peserta didik lebih aktif, inovatif, kreatif melalui suasana yang menyenangkan dan menantang dengan mempertimbangkan  karakteristik peserta didik; dan
  10. menerapkan  berbagai   model   pembelajaran   sesuai   dengan karakteristik kompetensi yang akan dicapai.

Prinsip Khusus Proses Pembelajaran

Prinsip  Khusus  dalam  proses  pembelajaran  SMK/MAK  sebagai berikut:

  1. menekankan pada pengetahuan dan keterampilan aplikatif;
  2. mewujudkan iklim  belajar  sebagai  simulasi  dari  lingkungan kerja di dunia usaha/industry;
  3. mendasarkan pada pekerjaan nyata, autentik, dan penanaman budaya kerja melalui pembelajaran industri (teaching factory) untuk mendapatkan pembiasaan berpikir dan bekerja dengan kualitas seperti di tempat kerja/usaha.
  4. memperhatikan permintaan pasar;
  5. berlangsung di  rumah,  di  satuan  pendidikan,  dan  di  dunia usaha/industry;
  6. melibatkan praktisi  ahli  yang  berpengalaman  di  bidangnya untuk memperkuat pembelajaran dengan cara pembimbingan saat PKL dan PSG; dan
  7. menerapkan program  Multi  Entry  Multi  Exit  dan  rekognisi pembelajaran lampau.

Dimensi Proses Pembelajaran

Proses pembelajaran SMK/MAK mencakup 3  (tiga) dimensi, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian proses pembelajaran.

  • Perencanaan pembelajaran disusun dalam bentuk RPP dan/atau perangkat pembelajaran lain yang mengacu kepada silabus dan kurikulum berdasarkan standar isi dan standar kompetensi
  • Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
  • Penilaian pembelajaran dilakukan untuk perbaikan proses

Rumusan Proses Pembelajaran di Kelas berdasarkan Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK

1.      Perencanaan

Guru membuat perencanaan pembelajaran dalam bentuk RPP dan/atau perangkat pembelajaran lain yang mengacu kepada silabus yang dikembangkan oleh SMK/MAK dan kurikulum.

  1. Silabus

Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang juga memuat kerangka konseptual program keahlian dan kompetensi keahlian.

2.Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

RPP dikembangkan dari silabus dan bertujuan untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai kompetensi.

2.      Pelaksanaan

Guru/instruktur   dalam   melaksanakan   pembelajaran   mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

Kegiatan pendahuluan

Pada pelaksanaan kegiatan pendahuluan, guru/instruktur:

1)   menyiapkan  peserta  didik  secara  psikis  dan  fisik  untuk mengikuti proses pembelajaran;

2)   memberi motivasi belajar peserta didik secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari, dengan memberikan contoh dan perbandingan lokal, nasional dan internasional, serta disesuaikan dengan karakteristik dan jenjang peserta didik;

3)   melakukan    aktivitas    yang    mengaitkan    pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;

4)   menjelaskan  tujuan  pembelajaran  atau  kompetensi  yang akan dicapai; dan

5)   menyampaikan  cakupan  materi  dan  penjelasan  uraian kegiatan sesuai silabus.

Kegiatan inti

Guru/instruktur menggunakan model pembelajaran sesuai karakteristik kompetensi untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan memanfaatkan bahan  ajar yang tertuang dalam RPP. Guru/instruktur mendorong peserta didik belajar aktif dengan memberi kesempatan bertanya, menyampaikan ide/gagasan, pendapat, berdiskusi, atau bentuk lain yang memotivasi belajar.

Kegiatan penutup

Pada kegiatan penutup, guru/instruktur dan peserta didik, baik secara individu maupun kelompok:

1)   melakukan      refleksi      seluruh      rangkaian      aktivitas pembelajaran, hasil dan manfaat yang diperoleh;

2)   memberikan   umpan   balik   terhadap   proses   dan   hasil pembelajaran;

3)   merencanakan kegiatan tindak lanjut; dan

4)   menginformasikan  rencana  kegiatan  pembelajaran  untuk pertemuan berikutnya.

3.      Penilaian Proses Pembelajaran

Penilaian Proses Pembelajaran merupakan penilaian terhadap pelaksanaan pembelajaran untuk perbaikan. Hasil penilaian digunakan untuk merencanakan program perbaikan pembelajaran, pengayaan, dan layanan   konseling   untuk   mengatasi   kesulitan belajar.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian proses pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. penilaian sebagai bagian dari proses pembelajaran;
  2. fungsi penilaian  sebagai  diagnosis  untuk  perbaikan  proses pembelajaran;
  3. tindak lanjut hasil penilaian berupa perbaikan dan pengayaan;
  4. berbagai teknik penilaian dapat digunakan seperti penilaian diri, penilaian antar teman, kuis, dan pengamatan.

Rumusan Proses Pembelajaran Praktik berdasarkan Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK

1.      Perencanaan

Guru/instruktur menganalisis karakteristik keterampilan yang akan dicapai peserta didik.

2.      Pelaksanaan
  1. Guru/instruktur  memberi     contoh     dengan     melakukan demonstrasi keterampilan kepada peserta didik.
  2. Guru/instruktur memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan keterampilan yang didemonstrasikan guru/instruktur dengan bimbingan.
  3. Peserta didik mengerjakan keterampilan secara mandiri.
3.      Penilaian

Guru/instruktur  melakukan  penilaian  sesuai dengan karakteristik keterampilan yang ada pada standar isi dan silabus setelah peserta didik bisa melakukan keterampilan tanpa bimbingan.

Rumusan Proses Pembelajaran Sistem Blok berdasarkan Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK

1.      Perencanaan

Dalam melakukan pembelajaran sistem blok guru/instruktur melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. menganalisis skema sertifikasi yang harus dicapai peserta didik;
  2. menguraikan hasil analisis dalam materi pembelajaran; dan
  3. menetapkan waktu,  sumberdaya,  peralatan,  dan  bahan  yang diperlukan untuk kegiatan pembelajaran.
2.      Pelaksanaan

Pelaksanaan  pembelajaran  sistem  blok  dapat dilakukan di SMK/MAK,   industri,   atau   secara   bergantian   di   industri   dan SMK/MAK sesuai dengan waktu, sumber daya, peralatan, dan bahan yang telah ditetapkan.

3.      Penilaian Proses Pembelajaran

Penilaian  proses  pembelajaran  dilakukan  dengan  mengikuti ketentuan sebagaimana dimaksud dalam subbab A angka 3 dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran.

Rumusan Proses Pembelajaran pada Pendidikan Sistem Ganda berdasarkan Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK

1.      Perencanaan

Guru/instruktur dari SMK/MAK dan pembimbing dunia kerja membuat   perencanaan   sistem   ganda   dengan   tahapan   sebagai berikut:

  1. melakukan sinkronisasi kompetensi yang akan dicapai berkerjasama dengan dunia kerja;
  2. menyusun modul dan jadwal pembelajaran; dan
  3. membuat rencana pengujian dan sertifikasi.
2.      Pelaksanaan

Pelaksanan kegiatan pembelajaran pada PSG dilakukan sebagai berikut:

  1. pembimbing dunia kerja menyampaikan kompetensi yang akan dicapai peserta didik selama praktik kerja;
  2. pembimbing  dunia   kerja   menjelaskan   prinsip   kerja   dan keselamatan kerja;
  3. pembimbing dunia kerja memberi kesempatan kepada peserta didik untuk  melihat  dan  memperhatikan  keterampilan  kerja yang dilakukan oleh karyawan;
  4. memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai dengan mengikutsertakan pada kelompok kerja karyawan;
  5. peserta  didik   membantu   dunia   usaha/industri   melakukan pekerjaan keterampilan tertentu; dan
  6. pembimbing dunia usaha/industri melakukan bimbingan kerja terhadap peserta didik untuk mencapai kompetensi kerja.
3.      Penilaian

Pembimbing dunia usaha/industri melakukan penilaian yang mencakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan format yang disepakati oleh guru/instruktur.

Latar Belakang Pengembangan Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,  pengendalian  diri,  kepribadian, kecerdasan,  akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Standar proses pembelajaran dikembangkan mengacu pada standar kompetensi lulusan dan standar isi.

Proses pembelajaran diselenggarakan berbasis aktivitas secara interaktif, inspiratif,  menyenangkan,  menantang,  dan  memotivasi  peserta  didik. Selain   itu   proses   pembelajaran   juga   memberikan   ruang   untuk berkembangnya  keterampilan  abad  XXI  yaitu  kreatif,  inovatif,  berfikir kritis,   pemecahan   masalah,   kolaboratif,   dan   komunikatif   untuk menyongsong era revolusi industri 4.0 dan yang akan datang. Era ini dikenal juga dengan fenomena  disruptive  innovation  yang  menekankan pada pola ekonomi digital, kecerdasan buatan, big data, dan robotik.

Standar proses pembelajaran ini disusun sebagai acuan bagi guru/instruktur, satuan pendidikan, dunia usaha/industri, dan lembaga sertifikasi   dalam   melakukan   proses   pembelajaran   untuk   mencapai standar kompetensi lulusan.

Demikianlah Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK. Marilah kita update Pembelajaran SMK/MAK sesuai Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK ini. Semoga bermanfaat.

 

Sumber: 
Lampiran III Permendikbud No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan SMK/MAK.

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

standar kompetensi lulusan skl smk 2018

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK adalah bagian SNP SMK/MAK 2018. Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK itu kriteria kemampuan lulusan SMK. Pahami Standar Kompetensi Lulusan (SKL) SMK/MAK agar kita tahu pasti apa peran kita untuk mewujudkannya.

Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK adalah kriteria minimal tentang kompetensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sesuai kebutuhan pengguna lulusan. Pengertian ini selaras dengan posisi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) SMK/MAK sebagai bagian dari SNP SMK/MAK dan pengertian umum Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK sesuai Permendikbud No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan.

area kompetensi standar kompetensi lulusan smk-mak 2018
area kompetensi standar kompetensi lulusan smk-mak 2018

Mengenali Formulasi Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018 dirumuskan sedikit berbeda dengan Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK sebelumnya. Rumusan Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018 dirinci ke dalam 9 (sembilan) area kompetensi meliputi :

  1. keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  2. kebangsaan dan cinta tanah air;
  3. karakter pribadi dan sosial;
  4. literasi;
  5. kesehatan jasmani dan rohani;
  6. kreativitas;
  7. estetika;
  8. kemampuan teknis; dan
  9. kewirausahaan.

Masing-masing area kompetensi kemudian dijabarkan ke dalam kompetensi-kompetensi lulusan SMK/MAK yang dicita-citakan.

Rumusan Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

 

No. Area Kompetensi Standar Kompetensi Lulusan 3 (tiga) Tahun
A.1. Keimanan    dan Ketakwaan kepada    Tuhan Yang Maha Esa

A.1.1 memiliki     pemahaman,     penghayatan,     dan kesadaran  dalam  mengamalkan  ajaran  agama yang dianut

A.1.2 memiliki     pemahaman,     penghayatan,     dan kesadaran dalam        berperilaku        yang menggambarkan akhlak mulia

A.1.3 memiliki     pemahaman,     penghayatan,     dan kesadaran dalam hidup berdasarkan nilai kasih dan sayang

A.2. Kebangsaan dan Cinta Tanah Air

A.2.1 meyakini    Pancasila    sebagai    dasar    Negara Kesatuan Republik Indonesia

A.2.2 memiliki  kesadaran  sejarah,  rasa  cinta,  rasa bangga, dan semangat berkorban untuk tanah air, bangsa, dan negara

A.2.3 menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang demokratis dan warga masyarakat global

A.2.4 bekerjasama dalam keberagaman suku, agama, ras, antargolongan, jender, dan bahasa dengan menjunjung hak asasi dan martabat manusia

A.2.5 memiliki     pemahaman,     penghayatan,     dan kesadaran untuk  patuh  terhadap  hukum dan norma sosial

A.2.6 memiliki      kebiasaan,      pemahaman,      dan kesadaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungan alam, kepedulian sosial dalam konteks pembangunan berkelanjutan

 

No. Area Kompetensi Standar Kompetensi Lulusan – 3 (tiga) Tahun
A.3. Karakter Pribadi dan Sosial

A.3.1 memiliki      kebiasaan,      pemahaman,      dan kesadaran untuk bersikap dan berperilaku jujur

A.3.2 memiliki  kemandirian    dan  bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas pekerjaannya

A.3.3 memiliki kemampuan berinteraksi dan bekerja dalam kelompok  secara  santun,  efektif,  dan produktif dalam     melaksanakan     tugas pekerjaannya

A.3.4 memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan situasi dan lingkungan kerja secara efektif

A.3.5 memiliki rasa ingin tahu untuk mengembangkan keahliannya secara berkelanjutan

A.3.6 memiliki     etos     kerja     yang     baik    dalam menjalankan tugas keahliannya

A.4. Kesehatan Jasmani dan Rohani

A.4.1 memiliki       pemahaman       dan       kesadaran berperilaku hidup bersih dan sehat untuk diri dan lingkungan kerja

A.4.2 memiliki kebugaran dan ketahanan jasmani dan rohani dalam menjalankan tugas keahliannya

A.4.3 menyadari  potensi dirinya,  tangguh  mengatasi tekanan pekerjaan, dapat bekerja produktif, dan bermanfaat bagi lingkungan kerja

A.5. Literasi A.5.1 memiliki  kemampuan  berkomunikasi  denganmenggunakan   Bahasa   Indonesia   yang   baik untuk melaksanakan pekerjaan sesuai keahliannya

A.5.2 memiliki   kemampuan   menggunakan   Bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya untuk menunjang pelaksanaaan      tugas      sesuai keahliannya

 

No.

Area Kompetensi

Standar Kompetensi Lulusan – 3 (tiga) Tahun

A.5.3 memiliki     pemahaman     matematika     dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya

A.5.4 memiliki pemahaman konsep dan prinsip sains dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya

A.5.5 memiliki   pemahaman   konsep   dan   prinsip pengetahuan sosial dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya

A.5.6 memiliki  kemampuan  menggunakan  teknologi dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya

A.5.7 memiliki   kemampuan   mengekspresikan   dan mencipta karya seni  budaya lokal dan nasional

A.6. Kreativitas

A.6.1 memiliki   kemampuan   untuk   mencari   dan menghasilkan gagasan, cara kerja, layanan, dan produk karya inovatif sesuai keahliannya

A.6.2 memiliki           kemampuan           bekerjasama menyelesaikan masalah dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya secara kreatif

A.7. Estetika A.7.1 memiliki          kemampuan          mengapresiasi, mengkritisi, dan menerapkan aspek estetika dalam menciptakan layanan dan/atau produk sesuai keahliannya
A.8. Kemampuan Teknis

A.8.1 memiliki   kemampuan   dasar   dalam   bidang keahlian   tertentu  sesuai   dengan   kebutuhan dunia kerja

A.8.2 memiliki  kemampuan  spesifik  dalam  program keahlian tertentu  sesuai   dengan   kebutuhan dunia kerja dan menerapkan kemampuannya sesuai prosedur/kaidah dibawah pengawasan

A.8.3 memiliki    pengalaman    dalam    menerapkan keahlian  spesifik  yang  relevan  dengan  dunia kerja

A.8.4 memiliki    kemampuan    menjalankan    tugas keahliannya dengan menerapkan prinsip keselamatan, kesehatan, dan keamanan lingkungan

 

No. Area Kompetensi Standar Kompetensi Lulusan – 3 (tiga) Tahun
A.9. Kewirausahaan

A.9.1 memiliki   kemampuan   mengidentifikasi   dan memanfaatkan peluang usaha dengan mendayagunakan  pengetahuan dan keterampilan dalam keahlian tertentu

A.9.2 memiliki  kemampuan  memperhitungkan  dan mengambil resiko dalam mengembangkan dan mengelola usaha

A.9.3 memiliki   keinginan   kuat   dan   kemampuan mengelola usaha    dengan   mendayagunakan pengetahuan dan keterampilan dalam keahlian tertentu

 

Fungsi Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

Standar kompetensi lulusan SMK/MAK merupakan acuan utama pengembangan standar isi, standar proses pembelajaran, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar biaya operasi.

Latar Belakang Pengembangan Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

Pengembangan Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018 seperti diuraikan dalam dokumen standar tersebut adalah dalam rangka mewujudkan amanat Pasal 31 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengamanatkan pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan 1 (satu) sistem pendidikan nasional untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Demikian sekilas Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018. Semoga bermanfaat buat kita.

 

Sumber:

Lampiran 1 Permendikbud No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan

SNP SMK/MAK Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan

snp - standar nasional pendidikan smk/mak

SNP SMK/MAK Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan

SNP SMK/MAK ialah Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan. SNP SMK/MAK atau Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan ini betul-betul baru bagi SMK. SNP SMK/MAK ditetapkan sebagai peraturan termuat dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan. Tentu saja peraturan ini berlaku pula bagi Madrasah Aliyah Kejuruan di bawah binaan Kementerian Agama.

standar nasional pendidikan snp smk-mak
standar nasional pendidikan snp smk-mak

Pertimbangan Penetapan Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK

Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK ditetapkan karena pemerintah mempertimbangkan aspek-aspek:

  1. bahwa dalam  rangka  meningkatkan  kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia perlu dilakukan revitalisasi sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan melalui   penyempurnaan   dan   penyelarasan kurikulum dengan    kompetensi    sesuai    kebutuhan pengguna lulusan, peningkatan kompetensi bagi pendidik dan tenaga kependidikan, peningkatan kerja sama antar kementerian/lembaga, pemerintah  daerah,  dan  dunia usaha/industri,  peningkatan  akses  sertifikasi  lulusan, dan program lainnya;
  2. bahwa  ketentuan   yang   mengatur   mengenai   sekolah menenmgah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan sebagaimana diatur dalam beberapa Peraturan Menteri dipandang sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan hukum,  kebutuhan  masyarakat,  dan  tantangan  global sehingga perlu diganti;
  3. bahwa  berdasarkan   pertimbangan   sebagaimana dimaksud dalam  huruf  a  dan  huruf  b  serta  untuk melaksanakan ketentuan Pasal 76 ayat (2) Peraturan Pemerintah  Nomor  19  Tahun  2005  tentang  Standar Nasional Pendidikan,   perlu   menetapkan   Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan;

Makna Istilah Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK

Istilah Standar Nasional Pendidikan atau SNP SMK/MAK seperti tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan pada tingkat Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia agar tercapai kompetensi lulusan sesuai kebutuhan pengguna lulusan.

Komponen-komponen Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK

Standar Nasional Pendidikan atau SNP SMK/MAK terdiri atas berbagai standar yang meliputi:

  1. standar kompetensi lulusan;
  2. standar isi;
  3. standar proses pembelajaran;
  4. standar penilaian pendidikan;
  5. standar pendidik dan tenaga kependidikan;
  6. standar sarana dan prasarana;
  7. standar pengelolaan; dan
  8. standar biaya operasi.

Penjelasan Komponen Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK dimuat dalam Lampiran I sampai dengan VIII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan tersebut.

Konsekwensi Penerapan Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK

Penetapan Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK pada tanggal 14 Desember 2018 dan telah resmi diundangkan pada tanggal 20 Desember 2018. Konsekwensi penetapan dan pengundangan Permendikbud No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan ini mengikat Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan masyarakat penyelenggara pendidikan yaitu masing-masing pihak sesuai dengan kewenangan wajib menyelenggarakan SMK/MAK sesuai dengan SNP SMK/MAK.

Penyelenggaraan pendidikan SMK/MAK yaitu Pemerintah Daerah (Pemerintah Provinsi) bagi SMK Negeri, dan masyarakat penyelenggara pendidikan (bagi SMK swasta) wajib menyesuaikan dengan ketentuan Peraturan Menteri ini dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun sejak Peraturan Menteri ini mulai berlaku.

Pencabutan Peraturan terkait Penerapan Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK

Dengan pemberlakuan Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK melalui Permendikbud No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan maka beberapa peraturan menteri dicabut pemberlakuannya baik sebagian maupun seluruhnya.

Peraturan Menteri yang dicabut pemberlakuanya khususnya di SMK/MAK meliputi:

  1. ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sepanjang yang mengatur mengenai standar isi pada SMK/MAK;
  2. ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sepanjang yang mengatur mengenai standar kompetensi lulusan pada SMK/MAK
  3. ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sepanjang yang mengatur mengenai pelaksanaan standar isi dan standar kompetensi lulusan pada SMK/MAK;
  4. ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16  Tahun  2007  tentang  Standar  Kualifikasi Akademik     dan  ompetensi   Guru   sepanjang   yang mengatur mengenai   Guru   SMK/MAK;
  5. ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sepanjang yang mengatur mengenai standar pengelolaan SMK/MAK;
  6. ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sepanjang yang mengatur mengenai  standar  proses  pada  SMK/MAK dicabut dan dinyatakan tidak berlaku;
  7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 40 Tahun 2008 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK);
  8. ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 69 Tahun 2009 tentang Standar Biaya Operasi Nonpersonalia Tahun 2009 untuk  Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah   (SMP/MTs),   Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), Sekolah Menengah Kejuruan  (SMK),  Sekolah  Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), dan Sekolah   Menengah   Atas   Luar   Biasa   (SMALB) sepanjang yang   mengatur   mengenai   standar   biaya operasi nonpersonalia SMK/MAK
  9. ketentuan dalam  Peraturan  Menteri  Pendidikan  dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 954) sepanjang yang mengatur mengenai standar isi pada SMK/MAK; dan
  10. ketentuan dalam  Peraturan  Menteri  Pendidikan  dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 955) sepanjang yang mengatur mengenai standar proses pada SMK/MAK dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Demikianlah info singkat terkait pemberlakuan Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK melalui Permendikbud No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan. Dokumen Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK dapat didownload di sini.

Semoga bermanfaat.

Sumber: Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan

Kata Kerja Operasional KKO – Ditjen GTK Kemdikbud

kata kerja operasional kko gtk kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO GTK Kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO Ditjen GTK Kemdikbud ialah Kata Kerja Operasional KKO yang dirilis tahun 2018. Kata Kerja Operasional KKO  digunakan untuk menyatakan dimensi proses pembelajaran dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran. Walaupun terhitung terlambat, admin ikut bergembira dengan ‘keberanian’ kalangan kementerian pendidikan dan kebudayaan mencantumkan daftar Kata Kerja Operasional KKO  Ditjen GTK Kemdikbud yang selama ini tidak pernah dicontohkan secara terbuka.

Kata Kerja Operasional KKO sering dicari oleh kalangan pendidik sejak diberlakukannya Kurikulum 2013. Sayangnya hingga pertengahan tahun 2018 admin dan tentunya para pendidik sangat sulit menemukan kata kerja operasional yang sesuai dengan maksud Kurikulum 2013 . Tentunya hal ini menjadi kesulitan tersendiri bagi para Instruktur Kurikulum mulai dari Instruktur Nasional (IN), Instruktur Provinsi (IP) maupun Instruktur Kabupaten/Kota (IK). Dengan adanya Kata Kerja Operasional KKO Ditjen GTK Kemdikbud ini sangat membantu pendidik melakukan analisis-analisis yang diperlukan untuk implementasi Kurikulum 2013.

kata kerja operasional kko GTK Kemdikbud
kata kerja operasional kko GTK Kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO pada K2013 menggunakan Kata Kerja Operasional KKO Bloom-Anderson, Kata Kerja Operasional KKO Krathwohl, Kata Kerja Operasional KKO Simpson, Kata Kerja Operasional KKO Dave.

Kata Kerja Operasional KKO Ditjen GTK Kemdikbud ini diperlukan untuk memahami kompetensi dasar, melakukan analisis dan pengembangan indikator pencapaian kompetensi, analisis dan pengembangan tujuan pembelajaran, analisis dan pengembangan kisi soal evaluasi. Dengan menggunakan kata kerja operasional Ditjen GTK Kemdikbud ini para pendidik mempunyai dasar dan referensi yang sama untuk memahami proses pembelajaran sikap, pengetahuan dan keterampilan seperti tercantum dalam Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. Kata Kerja Operasional KKO menjadi salah satu ‘alat utama’ pendidik dalam proses perencanaan pembelajaran Kurikulum 2013 untuk mencapai Pembelajaran yang berorientasi Higher Order Thinking Skill (Pembelajaran HOTS).

memanfaatkan domain untuk bisnis
memanfaatkan domain untuk bisnis

Kata kerja operasional KKO Sikap GTK Kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO menjadi salah satu perlengkapan utama pendidik sejak pemberlakuan Kurikulum 2013 yang diterapkan untuk mengkaji kompetensi dasar, membuat indikator pencapaian kompetensi maupun tujuan pembelajaran. Pada Kurikulum 2013 kita memerlukan Kata Kerja Operasional KKO pengetahuan, Kata Kerja Operasional KKO keterampilan kongkret, Kata Kerja Operasional KKO keterampilan abstrak, Kata Kerja Operasional KKO sikap. Hal ini diperlukan pada saat melakukan analisis SKL KI KD dan analisis materi pembelajaran dalam rangka menyusun silabus dan RPP.
Kata Kerja Operasional KKO di atas mengikuti teori taksonomi yang diterapkan dalam Kurikulum 2013 yaitu Teori Taksonomi Bloom olahan Anderson untuk pengetahuan, Teori Taksonomi Simpson dan Dave untuk keterampilan konkret dan Teori Taksonomi Dyers untuk keterampilan abstrak serta Teori Taksonomi olahan Kratwhol untuk aspek sikap.

Daftar Kata Kerja Operasional KKO Sikap Kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO selalu digunakan pada perencanaan pembelajaran. Kata Kerja Operasional KKO pada Kurikulum 2013 ranah sikap menggunakan taksonomi Krathwohl. Penggunaan Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran sikap spiritual maupun sikap sosial. Hal ini terutama diterapkan pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.

kata kerja operasional sikap - kemdikbud
kata kerja operasional sikap – kemdikbud

Deskripsi Dimensi Proses Acuan Kata Kerja Operasional KKO Sikap

Kata Kerja Operasional KKO yang akan kita gunakan untuk merepresentasikan aktifitas proses belajar sesungguhnya harus sesuai dan selaras dengan deskripsi dimensi prosesnya. Pengembangan sikap spiritual dan sikap sosial mengacu pada teori taksonomi Krathwohl.
Menurut teori taksonomi Krathwohl, yang dikutip dari modul Bimtek K2013 tentang Analisis SKL KI KD, kompetensi sikap peserta didik diperoleh melalui tahapan-tahapan (1) menerima (2) merespon (3) menghargai (4) mengorganisasikan (5) mengamalkan dengan isi deskripsi masing-masing tahapan adalah sebagai berikut:

Tingkatan Sikap

Deskripsi

Menerima (accepting) nilai Kesediaan menerima suatu nilai dan memberikan perhatian terhadap nilai tersebut.
Menanggapi (responding) nilai Kesediaan menjawab suatu nilai dan ada rasa puas dalam membicarakan nilai tersebut.
Menghargai (valuing) nilai Menganggap nilai tersebut baik, menyukai nilai tersebut, dan komitmen terhadap nilai tersebut.
Menghayati (organizing/ internalizing) nilai Memasukkan nilai tersebut sebagai bagian dari sistem nilai dirinya.
Mengamalkan (characterizing/ actualizing) nilai Mengembangkan nilai tersebut sebagai ciri dirinya dalam berpikir, berkata, berkomunikasi, dan bertindak (karakter).

Kata Kerja Operasional KKO Pengetahuan Taksonomi Bloom – Anderson Kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO selalu digunakan pada perencanaan pembelajaran. Kata Kerja Operasional KKO KD pengetahuan Kurikulum 2013 mengacu pada taksonomi Bloom revisi Anderson. Penggunaan Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran.

Deskripsi Dimensi Proses Kata Kerja Operasional KKO Pengetahuan Taksonomi Bloom – Anderson

Kata Kerja Operasional KKO yang akan kita gunakan untuk merepresentasikan aktifitas proses belajar sesungguhnya bukanlah sekedar kata itu saja, namun harus pula cocok dengan deskripsi kemampuan yang direpresentasikannya. Jadi kita jangan hanya sekedar mencari kata itu saja namun harus sesuai pula dengan deskripsi masing-masing dimensi proses seperti yang dimaksud teori taksonomi terkait.

Menurut teori taksonomi Bloom olahan Anderson , pengetahuan diperoleh melalui tingkatan-tingkatan (1) mengingat (2) memahami (3) menerapkan (4) menganalisis (5) mengevaluasi dan (6) mengreasi.

Mengingat (C1) ialah kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, metodologi, prinsip dasar, dan informasi yang telah diterima sebelummya.
Memahami (C2) ialah kemampuan untuk memahami makna, menjelaskan dan menyatakan kembali gagasan.
Menerapkan (C3) ialah kemampuan untuk menggunakan materi yang sudah dipelajari dalam situasi baru.
Menganalisa (C4) ialah kemampuan untuk memisahkan materi menjadi komponen-komponen dan menunjukkan hubungan antara bagian-bagian tersebut.
Mengevaluasi (C5) ialah kemampuan menilai nilai material terhadap kriteria yang ada.
Mengreasi (C6) ialah kemampuan mengumpulkan gagasan terpisah untuk membentuk keseluruhan baru, membangun hubungan baru.

Daftar Kata Kerja Operasional KKO Pengetahuan GTK Kemdikbud

kata kerja operasional pengetahuan bloom - kemdikbud
kata kerja operasional pengetahuan bloom – kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO Keterampilan GTK Kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO keterampilan konkret merujuk pada taksonomi Simpson dan Dave. Penggunaan Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran.

Deskripsi Dimensi Proses Kata Kerja Operasional KKO Keterampilan

Kata Kerja Operasional KKO yang akan kita gunakan untuk merepresentasikan aktifitas proses belajar sesungguhnya bukanlah sekedar kata itu saja, namun harus pula cocok dengan deskripsi kemampuan yang direpresentasikannya. Seringkali kita mendapati suatu kata terdaftar dalam satu atau lebih dimensi proses pengetahuan maupun keterampilan. Oleh karena itu kita jangan hanya sekedar mencari kata itu saja namun harus pula diverifikasi dengan deskripsi masing-masing dimensi proses seperti yang dimaksud teori taksonomi terkait.
Menurut teori taksonomi Simpson , keterampilan diperoleh melalui tingkatan-tingkatan (P1) Persepsi, kesiapan, meniru (P2) membiasakan gerakan (mechanism) (P3) mahir (complex or overt response) (P4) menjadi gerakan alami (adaptation) (P5) menjadi tindakan orisinal (origination). Adapun deskripsi masing-masing tahapan adalah sebagai berikut:

No

Tingkat Taksonomi Simpson

Uraian

1.

Persepsi

Kesiapan

Meniru

Menunjukkan perhatian untuk melakukan suatu gerakan.

Menunjukkan kesiapan mental dan fisik untuk melakukan suatu gerakan.

Meniru gerakan secara terbimbing.

2.

Membiasakan gerakan    (mechanism) Melakukan gerakan mekanistik.

3.

Mahir (complex or overt response) Melakukan gerakan kompleks dan termodifikasi.

4.

Menjadi gerakan alami (adaptation) Menjadi gerakan alami yang diciptakan sendiri atas dasar gerakan yang sudah dikuasai sebelumnya.

5.

Menjadi tindakan orisinal (origination) Menjadi gerakan baru yang orisinal dan sukar ditiru oleh orang lain dan menjadi ciri khasnya.

Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan GTK Kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO selalu digunakan pada perencanaan pembelajaran. Kata Kerja Operasional KKO yang digunakan Kurikulum 2013 berasal dari taksonomi Bloom revisi Anderson. Penggunaan Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran.

Deskripsi Dimensi Proses Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan GTK Kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO yang akan kita gunakan untuk merepresentasikan aktifitas proses belajar sesungguhnya bukanlah sekedar kata itu saja, namun harus pula cocok dengan deskripsi kemampuan yang direpresentasikannya. Jadi kita jangan hanya sekedar mencari kata itu saja namun harus sesuai pula dengan deskripsi masing-masing dimensi proses seperti yang dimaksud teori taksonomi terkait.
Menurut teori taksonomi Dave , keterampilan diperoleh melalui tingkatan-tingkatan (1) imitasi (2) manipulasi (3) presisi (4) artikulasi (5) naturalisasi.
Deskripsi Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Dave

Deskripsi Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Dave

No

Tingkatan Taksonomi Dave

Uraian

1.

Imitasi Meniru kegiatan yang telah didemonstrasikan atau dijelaskan, meliputi tahap coba-coba hingga mencapai respon yang tepat.

2.

Manipulasi Melakukan suatu pekerjaan dengan sedikit percaya dan kemampuan melalui perintah dan berlatih.

3.

Presisi Melakukan suatu tugas atau aktivitas dengan keahlian dan kualitas yang tinggi dengan unjuk kerja yang cepat, halus, dan akurat serta efisien tanpa bantuan atau instruksi.

4.

Artikulasi Keterampilan berkembang dengan baik sehingga seseorang dapat mengubah pola gerakan sesuai dengan persyaratan khusus untuk dapat digunakan mengatasi situasi problem yang tidak sesuai SOP.

5.

Naturalisasi Melakukan unjuk kerja level tinggi secara alamiah, tanpa perlu berpikir lama dengan mengkreasi langkah kerja baru.

Daftar Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan GTK Kemdikbud

kata kerja operasional keterampilan psikomotor - kemdikbud
kata kerja operasional keterampilan psikomotor – kemdikbud

Demikianlah diskusi sekitar Kata Kerja Operasional KKO Sikap, KKO Pengetahuan dan KKO Keterampilan … semoga bermanfaat …

Jangan ketinggalan baca juga Discovery Learning

discovery learning
discovery learning

Sumber:

  1. Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

KI KD SMK 2018 – Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Terbaru

kikd smk 2018

KI KD SMK 2018 – Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Terbaru

KI KD SMK 2018 – Kompetensi Inti Kompetensi Dasar acuan pembelajaran terbaru. KI KD SMK 2018 hasil revitalisasi SMK bidang kurikulum. KI KD SMK 2018 harus segera diacu oleh seluruh pendidik dalam merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran maupun penilaian pembelajaran.

kikd smk 2018
kikd smk 2018

KI KD SMK 2018 ditetapkan penggunaannya berdasarkan Perdirjen Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3). Perdirjen No.464 tahun 2018 ini dibuat untuk mewadahi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar 4 kompetensi keahlian baru dan sekaligus menggantikan peraturan sebelumnya, yaitu SK Dirjen Dikdasmen No. 330/D.D5/KEP/2017 tahun 2017.

KI KD SMK 2018 Perwujudan Revitalisasi SMK

KI KD SMK 2018 yang diluncurkan ini merupakan serangkaian pembaharuan sebagai jawaban tuntutan revitalisasi SMK. Rangkaian peraturan yang menegaskan pembaharuan pedoman pembelajaran SMK meliputi:

Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 06/D.D5/KK/2018 Tahun 2018 tentang Spektrum Keahlian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK);

Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 07/D.D5/KK/2018 Tahun 2018 tentang Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).

Perdirjen Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3).

KI KD SMK 2018 menggantikan KI KD SMK 2017

KI KD SMK 2018 sesuai sesuai Peraturan Direktur Jennderal Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3) menggantikan KI KD SMK 2017 yang selama ini menjadi acuan implementasi Kurikulum 2013 Revisi.

Dengan ditetapkannya Peraturan Direktur Jennderal Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018 ini maka keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Mengengah Nomor 330/D.D5/KEP/2017 tentang Kompetensi inti dan kompetensi dasar mata pelajaran nasional (A) muatan kewilayahan (B), Dasar bidang keahlian (Cl), Dasar program keahlian (C2), dan kompetensi keahlian (C3) dinyatakan tidak berlaku sejak penetapan Peraturan Direktur Jennderal Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018 tanggal 30 Agustus 2018.

Penjelasan Penting Lain terkait KI KD SMK 2018

KI KD SMK 2018 / Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar ini berlaku bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK). Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar sebagaimana dimaksud merupakan acuan dalam penyelenggaraan pembelajaran di SMK/MAK.

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar KI KD SMK 2018  dimaksud terdiri dari Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2) dan Kompetensi Keahlian (C3). Masing-masing unsur KI KD SMK 2018 dijelaskan sebagai berikut:

  1. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Muatan Nasional (A) adalah kompetensi inti dan kompetensi dasar dasar yang berlaku secara nasional.
  2. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Muatan Kewilayahan (B) adalah kompetensi inti dan kompetensi dasar yang bisa dikembangkan sesuai dengan wilayahnya.
  3. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Dasar Bidang Keahlian (C1), adalah kompetensi inti dan kompetensi dasar yang ruang lingkup dan kedalaman materi serta beban belajarnya berlaku sama untuk seluruh kompetensi keahlian yang berada di dalam satu bidang keahlian.
  4. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Program Keahlian (C2), adalah kompetensi inti dan kompetensi dasar yang ruang lingkup dan kedalaman materi serta beban belajarnya berlaku sama untuk seluruh kompetensi keahlian yang berada di dalam satu program keahlian.
  5. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Kompetensi Keahlian (C3), adalah kompetensi inti dan kompetensi dasar keahlian spesifik yang mewadahi kompetensi keahlian, berlaku khusus untuk kompetensi keahlian yang bersangkutan.

KI KD SMK 2018 yang berisi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3) adalah bagian integral dari struktur kurikulum SMK/MAK untuk masing-masing kompetensi keahlian.

Ketentuan Penyesuaian KI KD SMK 2018

Penyesuaian terhadap kebutuhan peningkatan kompetensi peserta didik dan pemenuhan tuntutan kompetensi di dunia kerja dan dunia industri (DU/DI) oleh masing- masing SMK/MAK atau kelompok SMK/MAK dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Penyesuaian dilakukan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dan institusi pasangan (dunia kerja/dunia industri) agar kompetensi yang dipelajari lebih sesuai (link and match) dengan kebutuhan dunia kerja;
  2. Penyesuaian yang dilakukan berupa penambahan kompetensi dasar dan atau materi pokok dalam satu mata pelajaran, tidak boleh mengurangi ruang lingkup, kedalaman, dan bobot kompetensi dasar dan materi pokok yang telah ada;
  3. Pelaksanaan penyesuaian kompetensi dasar dan materi pokok sebagaimana dimaksud dilaksanakan sesuai
    dengan ketentuan penyusunan kurikulum dan ketentuan penyusunan muatan lokal bersama dengan dunia usaha/ dunia industri atau sesuai dengan Standar Kompetensi Nasional Indonesia (SKKNI).
Link Unduhan KI KD SMK 2018 Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Terbaru

Perdirjen Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018

Link Batang Tubuh Perdirjen Dikdasmen No. 464 tahun 2018

Lampiran Perdirjen Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018

A. Muatan Nasional

Link KI KD mata pelajaran Muatan Nasional (A)

B. Muatan Kewilayahan

Link KIKD mata pelajaran Muatan Kewilayahan (B)

C. Muatan Peminatan Kejuruan Kejuruan (C1, C2 dan C3)

  1. KIKD SMK 2018 Konstruksi Gedung, Sanitasi dan Perawatan (4 tahun)
  2. KIKD SMK 2018 Konstruksi Jalan, Irigasi dan Jembatan (4 tahun)
  3. KIKD SMK 2018 Bisnis Konstruksi dan Properti
  4. KIKD SMK 2018 Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan
  5. KIKD SMK 2018 Teknik Geomatika
  6. KIKD SMK 2018 Informasi Geospasial (4 tahun)
  7. KIKD SMK 2018 Teknik Pembangkit Tenaga Listrik
  8. KIKD SMK 2018 Teknik Jaringan Tenaga Listrik
  9. KIKD SMK 2018 Teknik Instalasi Tenaga Listrik
  10. KIKD SMK 2018 Teknik Otomasi Industri (4 tahun)
  11. KIKD SMK 2018 Teknik Pendinginan dan Tata Udara
  12. KIKD SMK 2018 Teknik Tenaga Listrik (4 tahun)
  13. KIKD SMK 2018 Teknik Pemesinan
  14. KIKD SMK 2018 Teknik Pengelasan
  15. KIKD SMK 2018 Teknik Pengecoran Logam
  16. KIKD SMK 2018 Teknik Mekanik Industri
  17. KIKD SMK 2018 Teknik Perancangan dan Gambar Mesin
  18. KIKD SMK 2018 Teknik Fabrikasi Logam dan Manufaktur (4 tahun)
  19. KIKD SMK 2018 Airframe Power Plant
  20. KIKD SMK 2018 Aircraft Machining
  21. KIKD SMK 2018 Aircraft Sheet Metal Forming
  22. KIKD SMK 2018 Airframe Mechanic
  23. KIKD SMK 2018 Aircraft Electricity
  24. KIKD SMK 2018 Aviation Electronics
  25. KIKD SMK 2018 Electrical Avionics
  26. KIKD SMK 2018 Desain Grafika
  27. KIKD SMK 2018 Produksi Grafika
  28. KIKD SMK 2018 Teknik Instrumentasi Logam
  29. KIKD SMK 2018 Instrumentasi dan Otomatisasi Proses (4 tahun)
  30. KIKD SMK 2018 Teknik Pengendalian Produksi
  31. KIKD SMK 2018 Teknik Logistik
  32. KIKD SMK 2018 Teknik Pemintalan Serat Buatan
  33. KIKD SMK 2018 Teknik Pembuatan Benang (4 tahun)
  34. KIKD SMK 2018 Teknik Pembuatan Kain (4 tahun)
  35. KIKD SMK 2018 Teknik Penyempurnaan Tekstil (4 tahun)
  36. KIKD SMK 2018 Analisis Pengujian Laboratorium
  37. KIKD SMK 2018 Kimia Industri
  38. KIKD SMK 2018 Kimia Analisis (4 tahun)
  39. KIKD SMK 2018 Kimia Tekstil
  40. KIKD SMK 2018 Teknik Kendaraan Ringan Otomotif
  41. KIKD SMK 2018 Teknik dan Bisnis Sepeda Motor
  42. KIKD SMK 2018 Teknik Alat Berat
  43. KIKD SMK 2018 Teknik Bodi Otomotif
  44. KIKD SMK 2018 Teknik Ototronik
  45. KIKD SMK 2018 Teknik dan Manajemen Perawatan Otomotif (4 tahun)
  46. KIKD SMK 2018 Otomotif Daya dan Konversi Energi (4 tahun)
  47. KIKD SMK 2018 Teknik Konstruksi Kapal Baja
  48. KIKD SMK 2018 Konstruksi Kapal Non Baja
  49. KIKD SMK 2018 Teknik Pemesinan Kapal
  50. KIKD SMK 2018 Teknik Pengelasan Kapal
  51. KIKD SMK 2018 Teknik Kelistrikan Kapal
  52. KIKD SMK 2018 Desain dan Rancang Bangun Kapal
  53. KIKD SMK 2018 Interior Kapal
  54. KIKD SMK 2018 Teknik Audio Video
  55. KIKD SMK 2018 Teknik Elektronika Industri
  56. KIKD SMK 2018 Teknik Mekatronika (4 tahun)
  57. KIKD SMK 2018 Teknik Elektronika Daya dan Komunikasi (4 thaun)
  58. KIKD SMK 2018 Instrumentasi Medik (4 tahun)
  59. KIKD SMK 2018 Teknik Produksi Minyak dan Gas
  60. KIKD SMK 2018 Teknik Pemboran Minyak dan Gas
  61. KIKD SMK 2018 Teknik Pengolahan Minyak, Gas dan Petrokimia
  62. KIKD SMK 2018 Geologi Pertambangan (4 tahun)
  63. KIKD SMK 2018 Teknik Energi Surya, Hidro dan Angin
  64. KIKD SMK 2018 Teknik Energi Biomassa
  65. KIKD SMK 2018 Rekayasa Perangkat Lunak
  66. KIKD SMK 2018 Teknik Komputer dan Jaringan
  67. KIKD SMK 2018 Multimedia
  68. KIKD SMK 2018 Sistem Informatika, Jaringan dan Aplikasi (4 tahun)
  69. KIKD SMK 2018 Teknik Transmisi Telekomunikasi
  70. KIKD SMK 2018 Teknik Jaringan Akses Telekomunikasi
  71. KIKD SMK 2018 Asisten Keperawatan
  72. KIKD SMK 2018 Dental Asisten
  73. KIKD SMK 2018 Teknologi Laboratorium Medik
  74. KIKD SMK 2018 Farmasi Klinis Dan Komunitas
  75. KIKD SMK 2018 Farmasi Industri
  76. KIKD SMK 2018 Social Care/Keperawatan Sosial
  77. KIKD SMK 2018 Caregiver (4 tahun)
  78. KIKD SMK 2018 Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura
  79. KIKD SMK 2018 Agribisnis Tanaman Perkebunan
  80. KIKD SMK 2018 Pemuliaan dan Perbenihan Tanaman (4 tahun)
  81. KIKD SMK 2018 Lanskap dan Pertamanan
  82. KIKD SMK 2018 Produksi dan Pengelolaan Perkebunan (4 tahun)
  83. KIKD SMK 2018 Agribisnis Organik Ekologi (4 tahun)
  84. KIKD SMK 2018 Agribisnis Ternak Ruminansia
  85. KIKD SMK 2018 Agribisnis Ternak Unggas
  86. KIKD SMK 2018 Industri Peternakan (4 tahun)
  87. KIKD SMK 2018 Keperawatan Hewan
  88. KIKD SMK 2018 Kesehatan dan Reproduksi Hewan (4 tahun)
  89. KIKD SMK 2018 Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian
  90. KIKD SMK 2018 Pengawasan Mutu Hasil Pertanian
  91. KIKD SMK 2018 Agroindustri (4 tahun)
  92. KIKD SMK 2018 Alat Mesin Pertanian
  93. KIKD SMK 2018 Otomatisasi Pertanian (4 tahun)
  94. KIKD SMK 2018 Teknik Inventarisasi dan Pemetaan Hutan
  95. KIKD SMK 2018 Tehnik Konservasi Sumber Daya Hutan
  96. KIKD SMK 2018 Teknik Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan
  97. KIKD SMK 2018 Teknologi Produksi Hasil Hutan
  98. KIKD SMK 2018 Nautika Kapal Penangkap Ikan
  99. KIKD SMK 2018 Teknika Kapal Penangkap Ikan
  100. KIKD SMK 2018 Nautika Kapal Niaga
  101. KIKD SMK 2018 Teknika Kapal Niaga
  102. KIKD SMK 2018 Agribisnis Perikanan Air Tawar
  103. KIKD SMK 2018 Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut
  104. KIKD SMK 2018 Agribisnis Ikan Hias
  105. KIKD SMK 2018 Agribisnis Rumput Laut
  106. KIKD SMK 2018 Industri Perikanan Laut (4 tahun)
  107. KIKD SMK 2018 Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan
  108. KIKD SMK 2018 Bisnis Daring dan Pemasaran
  109. KIKD SMK 2018 Retail
  110. KIKD SMK 2018 Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran
  111. KIKD SMK 2018 Akuntansi dan Keuangan Lembaga
  112. KIKD SMK 2018 Perbankan dan Keuangan Mikro
  113. KIKD SMK 2018 Perbankan Syariah
  114. KIKD SMK 2018 Manajemen Logistik (4 tahun)
  115. KIKD SMK 2018 Usaha Perjalanan Wisata
  116. KIKD SMK 2018 Perhotelan
  117. KIKD SMK 2018 Wisata Bahari dan Ekowisata (4 tahun)
  118. KIKD SMK 2018 Hotel dan Restoran (4 tahun)
  119. KIKD SMK 2018 Tata Boga
  120. KIKD SMK 2018 Kecantikan Kulit dan Rambut
  121. KIKD SMK 2018 Spa dan Beauty Therapy (4 tahun)
  122. KIKD SMK 2018 Tata Busana
  123. KIKD SMK 2018 Desain Fesyen (4 tahun)
  124. KIKD SMK 2018 Seni Lukis
  125. KIKD SMK 2018 Seni Patung
  126. KIKD SMK 2018 Desain Komunikasi Visual
  127. KIKD SMK 2018 Desain Interior dan Teknik Furnitur (4 tahun)
  128. KIKD SMK 2018 Animasi
  129. KIKD SMK 2018 Kriya Kreatif Batik dan Tekstil
  130. KIKD SMK 2018 Kriya Kreatif Kulit dan Imitasi
  131. KIKD SMK 2018 Kriya Kreatif Keramik
  132. KIKD SMK 2018 Kriya Kreatif Logam dan Perhiasan
  133. KIKD SMK 2018 Kriya Kreatif Kayu Dan Rotan
  134. KIKD SMK 2018 Seni Musik Klasik
  135. KIKD SMK 2018 Seni Musik Populer
  136. KIKD SMK 2018 Seni Tari
  137. KIKD SMK 2018 Penataan Tari (4 tahun)
  138. KIKD SMK 2018 Seni Karawitan
  139. KIKD SMK 2018 Penataan Karawitan (4 tahun)
  140. KIKD SMK 2018 Seni Pedalangan
  141. KIKD SMK 2018 Pemeranan
  142. KIKD SMK 2018 Tata Artistik Teater
  143. KIKD SMK 2018 Produksi Dan Siaran Program Radio
  144. KIKD SMK 2018 Produksi dan Siaran Program Televisi
  145. KIKD SMK 2018 Produksi Film dan Program Televisi (4 tahun)
  146. KIKD SMK 2018 Produksi Film

 Sumber:

Peraturan Direktur Jenderal Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3)

Kata Kerja Operasional KKO

kata kerja operasional kko

Kata Kerja Operasional KKO

Kata Kerja Operasional KKO ialah kata yang menyatakan aktivitas. Kata Kerja Operasional KKO bagian teori taksonomi dalam pendidikan. Kata Kerja Operasional KKO digunakan untuk menyatakan dimensi proses pembelajaran dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran.

kata kerja operasional kko
kata kerja operasional kko

Kata Kerja Operasional KKO pada K2013 menggunakan Kata Kerja Operasional KKO Bloom-Anderson, Kata Kerja Operasional KKO Krathwohl, Kata Kerja Operasional KKO Simpson, Kata Kerja Operasional KKO Dave dan Kata Kerja Operasional KKO Dyers.

kata kerja operasional kko gtk kemdikbud 2019
kata kerja operasional kko gtk kemdikbud 2019

Kata Kerja Operasional KKO ini diperlukan untuk memahami kompetensi dasar, melakukan analisis dan pengembangan indikator pencapaian kompetensi, analisis dan pengembangan tujuan pembelajaran, analisis dan pengembangan kisi soal evaluasi. Dengan menggunakan kata kerja operasional, kemajuan proses pembelajaran sikap, pengetahuan dan keterampilan menjadi mudah diukur dan dievaluasi kemajuannya. Oleh karena itu, Kata Kerja Operasional KKO menjadi salah satu ‘alat utama’ pendidik dalam proses perencanaan pembelajaran.

Kata kerja operasional KKO KD Sikap Sosial Sptritual berdasar Taksonomi Bloom olahan Krathwohl

Kata Kerja Operasional KKO menjadi salah satu perlengkapan utama pendidik sejak pemberlakuan Kurikulum 2013 yang diterapkan untuk mengkaji kompetensi dasar, membuat indikator pencapaian kompetensi maupun tujuan pembelajaran. Pada Kurikulum 2013 kita memerlukan Kata Kerja Operasional KKO pengetahuan, Kata Kerja Operasional KKO keterampilan kongkret, Kata Kerja Operasional KKO keterampilan abstrak, Kata Kerja Operasional KKO sikap. Hal ini diperlukan pada saat melakukan analisis SKL KI KD dan analisis materi pembelajaran dalam rangka menyusun silabus dan RPP.
Kata Kerja Operasional KKO di atas mengikuti teori taksonomi yang diterapkan dalam Kurikulum 2013 yaitu Teori Taksonomi Bloom olahan Anderson untuk pengetahuan, Teori Taksonomi Simpson dan Dave untuk keterampilan konkret dan Teori Taksonomi Dyers untuk keterampilan abstrak serta Teori Taksonomi olahan Kratwhol untuk aspek sikap.

Kata Kerja Operasional KKO KD Sikap Spiritual-Sosial Taksonomi Krathwohl

Kata Kerja Operasional KKO selalu digunakan pada perencanaan pembelajaran. Kata Kerja Operasional KKO pada Kurikulum 2013 ranah sikap menggunakan taksonomi Krathwohl. Penggunaan Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran sikap spiritual maupun sikap sosial. Hal ini terutama diterapkan pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.

kata kerja operasional kko sikap
kata kerja operasional kko sikap

Deskripsi Dimensi Proses Acuan Kata Kerja Operasional KKO Sikap Spiritual-Sosial

Kata Kerja Operasional KKO yang akan kita gunakan untuk merepresentasikan aktifitas proses belajar sesungguhnya harus sesuai dan selaras dengan deskripsi dimensi prosesnya. Pengembangan sikap spiritual dan sikap sosial mengacu pada teori taksonomi Krathwohl.
Menurut teori taksonomi Krathwohl, yang dikutip dari modul Bimtek K2013 tentang Analisis SKL KI KD, kompetensi sikap peserta didik diperoleh melalui tahapan-tahapan (1) menerima (2) merespon (3) menghargai (4) mengorganisasikan (5) mengamalkan dengan isi deskripsi masing-masing tahapan adalah sebagai berikut:

Tingkatan Sikap

Deskripsi

Menerima (accepting) nilai Kesediaan menerima suatu nilai dan memberikan perhatian terhadap nilai tersebut.
Menanggapi (responding) nilai Kesediaan menjawab suatu nilai dan ada rasa puas dalam membicarakan nilai tersebut.
Menghargai (valuing) nilai Menganggap nilai tersebut baik, menyukai nilai tersebut, dan komitmen terhadap nilai tersebut.
Menghayati (organizing/ internalizing) nilai Memasukkan nilai tersebut sebagai bagian dari sistem nilai dirinya.
Mengamalkan (characterizing/ actualizing) nilai Mengembangkan nilai tersebut sebagai ciri dirinya dalam berpikir, berkata, berkomunikasi, dan bertindak (karakter).
Daftar Kata Kerja Operasional KKO KD Sikap Spiritual-Sosial Taksonomi Krathwohl

Kata Kerja Operasional KKO yang termasuk dalam dimensi proses pembentukan sikap sosial dan sikap spiritual adalah sebagai berikut:

A1

A2

A3

A4

A5

menerima merespon menghargai mengorganisasikan karakterisasi menurut nilai
mengikuti menyenangi mengasumsikan mengubah membiasakan
menganut menyambut meyakinkan menata mengubah perilaku
mematuhi mendukung memperjelas membangun berakhlak mulia
meminati maporkan menekankan membentuk pendapat melayani
memilih menyumbang memadukan membuktikan
menampilkan mengimani mengelola memecahkan
menyetujui merembuk
mengatakan menegoisasi
memilih menjawab mengasumsikan menganut mengubah prilaku
mempertanyakan membantu meyakini mengubah berakhlak mulia
mengajukan melengkapi menata mempengaruhi
memberi mengkompromikan meyakinkan mengklasifikasikan mendengarkan
menyenangi memperjelas mengkombinasikan mengkualifikasi
menyambut memprakarsai mempertahankan melayani
mendukung mengimani membangun menunjukkan
mendukung mengundang membentuk pendapat membuktikan
menyetujui menggabungkan memadukan memecahkan
menampilkan memperjelas mengelola
melaporkan mengusulkan menegosiasi
memilih menekankan merembuk
mengatakan menyumbang
memilah
menolak

Kata Kerja Operasional KKO KD Pengetahuan Taksonomi Bloom – Anderson

Kata Kerja Operasional KKO selalu digunakan pada perencanaan pembelajaran. Kata Kerja Operasional KKO KD pengetahuan Kurikulum 2013 mengacu pada taksonomi Bloom revisi Anderson. Penggunaan Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran.

kata kerja operasional kko bloom
kata kerja operasional kko bloom

Deskripsi Dimensi Proses Kata Kerja Operasional KKO Pengetahuan Taksonomi Bloom – Anderson

Kata Kerja Operasional KKO yang akan kita gunakan untuk merepresentasikan aktifitas proses belajar sesungguhnya bukanlah sekedar kata itu saja, namun harus pula cocok dengan deskripsi kemampuan yang direpresentasikannya. Jadi kita jangan hanya sekedar mencari kata itu saja namun harus sesuai pula dengan deskripsi masing-masing dimensi proses seperti yang dimaksud teori taksonomi terkait.

Menurut teori taksonomi Bloom olahan Anderson , pengetahuan diperoleh melalui tingkatan-tingkatan (1) mengingat (2) memahami (3) menerapkan (4) menganalisis (5) mengevaluasi dan (6) mengreasi.

Mengingat (C1) ialah kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, metodologi, prinsip dasar, dan informasi yang telah diterima sebelummya.
Memahami (C2) ialah kemampuan untuk memahami makna, menjelaskan dan menyatakan kembali gagasan.
Menerapkan (C3) ialah kemampuan untuk menggunakan materi yang sudah dipelajari dalam situasi baru.
Menganalisa (C4) ialah kemampuan untuk memisahkan materi menjadi komponen-komponen dan menunjukkan hubungan antara bagian-bagian tersebut.
Mengevaluasi (C5) ialah kemampuan menilai nilai material terhadap kriteria yang ada.
Mengreasi (C6) ialah kemampuan mengumpulkan gagasan terpisah untuk membentuk keseluruhan baru, membangun hubungan baru.

Daftar Kata Kerja Operasional KKO Pengetahuan Taksonomi Bloom olahan Anderson (2001)

Mengingat (C1)

Memahami
(C2)

Menerapkan (C3)

Menganalisa (C4)

Mengevaluasi (C5)

Mengkreasi (C6)

mendefinisikan memilih menerapkan menganalisa mempertimbangkan menyusun
mengidentifikasi mengulas contoh mendemonstrasikan menilai menguji merangkai
mendaftar memerankan mengkalkulasi memutuskan mengumpulkan
menamai mendemonstrasikan fungsi dari mempekerjakan menggolongkan Membandingkan terhadap kriteria menyampur
mengingat kembali menggeneralisasi membandingkan mengkritisi mengonstruksi
mengenali menjelaskan mengilustrasikan menyimpulkan mengestimasi membuat
merekam menentukan menginterpretasikan mengurai perbedaan mengevaluasi mendesain
mengaitkan membedakan antara mengoperasikan mengkorelasikan menghakimi mengembangkan
mengulang mengontrol mengkritisi mengukur memformulasikan
menggaris bawahi membedakan melatihkan Menarik kesimpulan mengukur tingkatan mengelola
References mendiskusikan menghubungkan memperdebatkan merevisi memodifikasi
menjelaskan mengacarakan mendeteksi menyekor mengorganisasikan
mengekspresikan membelanjakan memutuskan memilih sesuai kriteria merencanakan
menjelaskan dengan kalimat sendiri menggunakan mengembangkan menguatkan menyiapkan
memfungsikan mendiagramkan menilai memproduksi
mengidentifikasi menginisiasikan mengurai perbedaan-perbedaan mengetes mengusulkan
menginterprestasikan memprakarsai membedakan memprediksi
menemukan lokasi mengajukan menggambarkan merekonstruksi
Pick memulai menyimpulkan mempersiapkan
melaporkan memulakan mengestimasi mempersatukan
menyatakan kembali mengevaluasi mengatur
mereview mengeksplore merancang
mengenali melakukan eksperimen
memilih Mengidentifikasi rinci
menceritakan mengambil kesimpulan
menerjemahkan menginspeksi
merespon menginventarisir
melakukan latihan meperkirakan
menyimulasikan mempertanyakan
mengaitkan
menyelesaikan
mengetes
mendiagnosa

Kata Kerja Operasional KKO Keterampilan Konkret Taksonomi Simpson

Kata Kerja Operasional KKO keterampilan konkret merujuk pada taksonomi Simpson dan Dave. Penggunaan Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran.

kata kerja operasional kko konkret simpson
kata kerja operasional kko

Deskripsi Dimensi Proses Kata Kerja Operasional KKO Keterampilan Konkret Taksonomi Simpson

Kata Kerja Operasional KKO yang akan kita gunakan untuk merepresentasikan aktifitas proses belajar sesungguhnya bukanlah sekedar kata itu saja, namun harus pula cocok dengan deskripsi kemampuan yang direpresentasikannya. Seringkali kita mendapati suatu kata terdaftar dalam satu atau lebih dimensi proses pengetahuan maupun keterampilan. Oleh karena itu kita jangan hanya sekedar mencari kata itu saja namun harus pula diverifikasi dengan deskripsi masing-masing dimensi proses seperti yang dimaksud teori taksonomi terkait.
Menurut teori taksonomi Simpson , keterampilan diperoleh melalui tingkatan-tingkatan (P1) Persepsi, kesiapan, meniru (P2) membiasakan gerakan (mechanism) (P3) mahir (complex or overt response) (P4) menjadi gerakan alami (adaptation) (P5) menjadi tindakan orisinal (origination). Adapun deskripsi masing-masing tahapan adalah sebagai berikut:

No

Tingkat Taksonomi Simpson

Uraian

1.

Persepsi

Kesiapan

Meniru

Menunjukkan perhatian untuk melakukan suatu gerakan.

Menunjukkan kesiapan mental dan fisik untuk melakukan suatu gerakan.

Meniru gerakan secara terbimbing.

2.

Membiasakan gerakan    (mechanism) Melakukan gerakan mekanistik.

3.

Mahir (complex or overt response) Melakukan gerakan kompleks dan termodifikasi.

4.

Menjadi gerakan alami (adaptation) Menjadi gerakan alami yang diciptakan sendiri atas dasar gerakan yang sudah dikuasai sebelumnya.

5.

Menjadi tindakan orisinal (origination) Menjadi gerakan baru yang orisinal dan sukar ditiru oleh orang lain dan menjadi ciri khasnya.

Daftar Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Simpson

Persepsi, kesiapan, meniru
(P1)

Membiasakan gerakan (mekanisme)
(P2)

Menjadi Mahir (kompleks & termodifikasi)
(P3)

Menjadi gerakan alami (adaptasi)
(P4)

Menjadi
Tindakan
Orisinil ybs.
(P5)

meniru membuat mengoordinasikan mengatur merancang
menyalin melakukan memasang mengintegrasikan memformulasikan
mengikuti membentuk mendemonstrasikan menyelesaikan memodifikasi
mencoba melengkapi mendesain ulang
menemukan kerusakan (trouble-shoot)

Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Dave

Kata Kerja Operasional KKO selalu digunakan pada perencanaan pembelajaran. Kata Kerja Operasional KKO yang digunakan Kurikulum 2013 berasal dari taksonomi Bloom revisi Anderson. Penggunaan Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran.

kata kerja operasional kko
kata kerja operasional kko konkret dave

Kata kerja operasional KKO KD Keterampilan konkret berdasar Taksonomi Dave

Deskripsi Dimensi Proses Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Dave

Kata Kerja Operasional KKO yang akan kita gunakan untuk merepresentasikan aktifitas proses belajar sesungguhnya bukanlah sekedar kata itu saja, namun harus pula cocok dengan deskripsi kemampuan yang direpresentasikannya. Jadi kita jangan hanya sekedar mencari kata itu saja namun harus sesuai pula dengan deskripsi masing-masing dimensi proses seperti yang dimaksud teori taksonomi terkait.
Menurut teori taksonomi Dave , keterampilan diperoleh melalui tingkatan-tingkatan (1) imitasi (2) manipulasi (3) presisi (4) artikulasi (5) naturalisasi.
Deskripsi Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Dave

Deskripsi Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Dave

No

Tingkatan Taksonomi Dave

Uraian

1.

Imitasi Meniru kegiatan yang telah didemonstrasikan atau dijelaskan, meliputi tahap coba-coba hingga mencapai respon yang tepat.

2.

Manipulasi Melakukan suatu pekerjaan dengan sedikit percaya dan kemampuan melalui perintah dan berlatih.

3.

Presisi Melakukan suatu tugas atau aktivitas dengan keahlian dan kualitas yang tinggi dengan unjuk kerja yang cepat, halus, dan akurat serta efisien tanpa bantuan atau instruksi.

4.

Artikulasi Keterampilan berkembang dengan baik sehingga seseorang dapat mengubah pola gerakan sesuai dengan persyaratan khusus untuk dapat digunakan mengatasi situasi problem yang tidak sesuai SOP.

5.

Naturalisasi Melakukan unjuk kerja level tinggi secara alamiah, tanpa perlu berpikir lama dengan mengkreasi langkah kerja baru.

Daftar Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Dave

Imitasi (P1)

Manipulasi (P2)

Presisi (P3)

Artikulasi (P4)

Naturalisasi (P5)

menirukan membuat kembali mendemonstrasikan mengonstruksi mendesain
mengikuti membangun melengkapi menyelesaikan menspesifikasikan
mereplikasi melakukan memperagakan mengombinasikan mengelola
mengulang mengeksekusi menyempurnakan mengkoordinasikan menemukan
adhere mengimplementasikan mengkalibrasi mengintegrasikan mengelola proyek
mengendalikan mengadaptasikan menciptakan
 mengontrol mengembangkan
memformulasikan
memodifikasi
menguasai

Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Abstrak Taksonomi Dyers

Kata Kerja Operasional KKO keterampilan abstrak digunakan pada perencanaan pembelajaran. Kata Kerja Operasional KKO ini merujuk pada taksonomi Dyers. Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran. Otomatis juga memberi penjaminan mutu pendidikan.

kata kerja operasional kko
kata kerja operasional kko dyers

Deskripsi Dimensi Proses Kata Kerja Operasional KKO Keterampilan Abstrak Taksonomi Dyers

Kata Kerja Operasional KKO pada KI KD sering merepresentasikan aktifitas proses belajar yang tidak tampak atau bersifat abstrak.
Deskripsi keterampilan abstrak pada Kurikulum 2013 ditata sebagai berikut:

Kemampuan Belajar

Deskripsi

Mengamati Perhatian pada waktu mengamati suatu objek/ membaca suatu tulisan/mendengar suatu penjelasan, catatan yang dibuat tentang yang diamati, kesabaran, waktu (on task) yang digunakan untuk mengamati.
Menanya Jenis, kualitas, dan jumlah pertanyaan yang diajukan peserta didik (pertanyaan faktual, konseptual, operasional, dan hipotetik).
Mengumpulkan informasi / mencoba mengolah Jumlah dan kualitas sumber yang dikaji/digunakan, kelengkapan informasi, validitas informasi yang dikumpulkan, dan instrumen/alat yang digunakan untuk mengumpulkan data.
Menalar/ mengasosiasi/ mengolah informasi Mengembangkan interpretasi, argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan informasi dari dua fakta/konsep, interpretasi argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan lebih dari dua fakta/konsep/teori, mensintesis dan argumentasi serta kesimpulan keterkaitan antar berbagai jenis fakta-fakta/konsep/teori/pendapat; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi, dan kesimpulan yang menunjukkan hubungan fakta/konsep/teori dari dua sumber atau lebih yang tidak bertentangan; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi dan kesimpulan dari konsep/teori/pendapat yang berbeda dari berbagai jenis sumber.
Mengomunikasikan/ menyaji Menyajikan hasil kajian (dari mengamati sampai menalar) dalam bentuk tulisan, grafis, media elektronik, multi media dan lain-lain.
Mencipta (creating) Menghasilkan ide-ide, rancangan dan atau keputusan-keputusan baru.

Kata kerja operasional KKO Sikap – GTK Kemdikbud

Kata kerja operasional KKO Sikap – GTK Kemdikbud ialah daftar kata kerja operasional (KKO) yang tercantum dalam buku yang dirilis Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2018 yang berjudul Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi.

kko - kata kerja operasional sikap
kko – kata kerja operasional sikap

Kata kerja operasional KKO Pengetahuan – GTK Kemdikbud

kko - kata kerja operasional pengetahuan
kko – kata kerja operasional pengetahuan

Kata kerja operasional KKO Keterampilan – GTK Kemdikbud

kko - kata kerja operasional keterampilan
kko – kata kerja operasional keterampilan

Dengan daftar kata kerja operasional KKO sikap, pengetahuan dan keterampilan psikomotor – GTK kemdikbud diharapkan para pendidik mempunyai keseragaman interpretasi KD-KD khususnya dalam KI KD SMK Terbaru tahun 2018 sehingga mutu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan implementasinya semakin meningkat.

Memilih Kata kerja operasional KKO untuk Indikator / IPK dan Tujuan Pembelajaran

Kata kerja operasional KKO memang digunakan untuk menuliskan Indikator Pencapaian Kompetensi / IPK maupun Tujuan Pembelajaran. Bagaimana kiat kita memilih kata kerja operasional yang tepat? Jawaban pertanyaan ini sejujurnya belum pernah admin temukan pada buku-buku (kurang baca kayaknya) namun lebih pada pemaknaan dari kompetensi dasar yang bersangkutan terkait level/dimensi proses kognitif kompetensi dasar, jenis pengetahuan pada kompetensi dasar dan deskripsi indikator pencapaian kompetensi. Jadi hampir tidak bisa dipastikan ‘daftar tetap’ kata kerja operasional untuk suatu kompetensi dasar, namun ada beberapa kata kerja operasional yang bisa sering terpakai

dimensi proses mengidentifikasi

Mengidentifikasi beberapa kali admin temukan pada KD mapel tertentu khususnya sebelum revisi. Mengidentifikasi termasuk dalam dimensi proses kognitif C1 (mengingat) … lihat daftar kata kerja operasional Puspendik Kemdikbud tahun 2017.

deskripsi dimensi proses C1 mengingat adalah Mengambil pengetahuan dari memori jangka panjang.

Dalam dimensi proses ini kita hanya meminta siswa ingat atau mengambil ingatan dari memori jangka panjangnya dan tidak melakukan apa-apa.

Kata kerja operasional yang dipakai menyebutkan, menunjukkan, memilih, mengidentifikasi, mengungkapkan  kembali, menuliskan kembali, menyebutkan kembali.

dimensi proses memahami

Memahami C2 adalah dimensi proses yang meminta siswa Mengkonstruk makna dari materi pembelajaran, termasuk apa yang diucapkan, ditulis, dan digambar oleh guru.

Kata kerja operasional yang bisa dipakai meliputi menafsirkan, memparafrasekan, mengungkapkan dengan kata-kata sendiri, mencontohkan, memberi contoh, mengklasifikasikan, mengkelompok-kelompokkan, mengidentifikasi berdasarkan kategori tertentu, merangkum, meringkas, membuat ikhtisar, menyimpulkan, mengambil kesimpulan,
membandingkan, membedakan, menjelaskan, menguraikan, mendeskripsikan, menuliskan, mencontohkan, memberi contoh, merangkum, meringkas, membuat ikhtisar, menyimpulkan, mengambil kesimpulan, membandingkan, membedakan, menjelaskan, menguraikan, mendeskripsikan, menuliskan.

Kata kerja operasional yang mana bisa kita gunakan untuk membuat IPK ? Tentu saja kata kerja yang sesuai dengan jenis pengetahuan yang diminta pada KD yang akan dipelajari. Dan tentu saja jenis kata yang bisa dipakai bervariasi bergantung materi pembelajaran atau jenis pengetahuan rincian dalam KD tersebut

Demikianlah diskusi sekitar Kata Kerja Operasional KKO Sikap, KKO Pengetahuan dan KKO Keterampilan … semoga bermanfaat …

Sumber:

  1. Modul Bimtek Implementasi K2013, Kemdikbud, 2018
  2. https://www.apu.edu/live_data/files/333/blooms_taxonomy_action_verbs.pdf
  3. http://www.businessballs.com/bloomstaxonomyoflearningdomains.htm
  4. Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi, 2018 GTK Kemdikkbud.

Keterampilan Konkret – Keterampilan Abstrak

keterampilan konkret keterampilan abstrak

Keterampilan Konkret – Keterampilan Abstrak

Keterampilan konkret dan keterampilan abstrak merupakan kompetensi inti keterampilan K2013. Keterampilan konkret dan keterampilan abstrak masih membingungkan sebagian guru. Bagaimana sesungguhnya keterampilan konkret dan keterampilan abstrak ini? Bagaimana mengidentifikasinya? Jika sudah teridentifikasi bagaimana menentukan gradasinya? Mari kita diskusikan …

keterampilan konkret keterampilan abstrak
keterampilan konkret keterampilan abstrak

Pengertian Keterampilan Konkret dan Keterampilan Abstrak

Arti konkret / kongkrit / konkrit menurut https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/konkret ialah nyata; benar-benar ada (berwujud, dapat dilihat, diraba, dan sebagainya). Kata kongkret, kongkrit atau konkrit merupakan bentuk tidak baku dari konkret. Pada kamus yang sama, arti kata abstrak adalah tidak berwujud; tidak berbentuk;

Keterampilan konkret dapat diartikan sebagai keterampilan yang nyata dan dapat dilihat, dapat diraba, dapat didengar. Selain itu, keterampilan konkret juga seringkali memerlukan penggunaan peralatan untuk melakukan keterampilan yang dinyatakan itu.

Keterampilan abstrak dapat diartikan sebagai keterampilan yang tidak nyata dan tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, tidak dapat didengar. Selain itu, keterampilan abstrak juga tidak memerlukan penggunaan peralatan untuk melakukan keterampilan yang dinyatakan itu.

Keterampilan konkret dan keterampilan abstrak lebih lanjut dinyatakan bahwa keterampilan abstrak lebih bersifat mental skill, yang cenderung merujuk pada keterampilan menyaji, mengolah, menalar, dan  mencipta  dengan  dominan  pada  kemampuan  mental  keterampilan berpikir. Sedangkan keterampilan konkret lebih bersifat fisik motorik yang cenderung   merujuk   pada   kemampuan   menggunakan   alat,   dimulai   dari persepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerakan mahir, menjadi gerakan alami, menjadi tindakan orisinal. (sumber: Modul Pelatihan Kutikulum 2013

Gradasi Keterampilan Konkret dan Keterampilan Abstrak

Keterampilan Konkret dan Keterampilan Abstrak pada Kurikulum 2013 menerapkan gradasi dan atau taksonomi yang berbeda.

Keterampilan Abstrak

Keterampilan abstrak menurut Dyers memiliki gradasi yang ditata sebagai berikut: (1) mengamati (observing); (2) menanya (questioning); (3) mencoba (experimenting); (4) menalar (associating); (5) menyaji (communicating); dan (6) mencipta (creating)

Gradasi dan deskripsi keterampilan abstrak adalah sebagai berikut:

Keterampilan Abstrak

Kemampuan Belajar Deskripsi
Mengamati Perhatian pada waktu mengamati suatu objek/ membaca suatu tulisan/mendengar suatu penjelasan, catatan yang dibuat tentang yang diamati, kesabaran, waktu (on task) yang digunakan untuk mengamati.
Menanya Jenis, kualitas, dan jumlah pertanyaan yang diajukan peserta didik (pertanyaan faktual, konseptual, operasional, dan hipotetik).
Mengumpulkan informasi/ mencoba mengolah Jumlah dan kualitas sumber yang dikaji/digunakan, kelengkapan informasi, validitas informasi yang dikumpulkan, dan instrumen/alat yang digunakan untuk mengumpulkan data.

Menalar/ mengasosiasi/ mengolah informasi

Mengembangkan interpretasi, argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan informasi dari dua fakta/konsep, interpretasi argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan lebih dari dua fakta/konsep/teori, mensintesis dan argumentasi serta kesimpulan keterkaitan antar berbagai jenis fakta-fakta/konsep/teori/pendapat; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi, dan kesimpulan yang menunjukkan hubungan fakta/konsep/teori dari dua sumber atau lebih yang tidak bertentangan; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi dan kesimpulan dari konsep/teori/pendapat yang berbeda dari berbagai jenis sumber.
Mengomunikasikan / menyaji Menyajikan hasil kajian (dari mengamati sampai menalar) dalam bentuk tulisan, grafis, media elektronik, multi media dan lain-lain.
Mencipta (creating) Menghasilkan ide-ide, rancangan dan atau keputusan-keputusan baru.

(Sumber: Olahan Dyers dari modul Bimtek K2013)

Keterampilan Konkret

Keterampilan konkret menggunakan gradasi olahan Simpson dan Dave yang ditata seperti tampak pada tabel di bawah.

KETERAMPILAN KONKRET

 

 

No.

Simson
Dave

Tingkatan Taksonomi

Uraian
TingkatanTaksonomi
Uraian
 

1.

· Persepsi

· Kesiapan

· Meniru

· Menunjukkan perhatian untuk melakukan suatu gerakan.

· Menunjukkan kesiapan mental dan fisik untuk melakukan suatu gerakan.

· Meniru gerakan secara terbimbing.

Imitasi Meniru kegiatan yang telah didemonstrasikan atau dijelaskan, meliputi tahap coba-coba hingga mencapai respon yang tepat.
 2. Membiasakan gerakan (mechanism) Melakukan gerakan mekanistik. Manipulasi Melakukan suatu pekerjaan dengan sedikit percaya dan kemampuan melalui perintah dan berlatih.
 

3

Mahir(complex or overt response) Melakukan gerakan kompleks dan termodifikasi Presisi Melakukan suatu tugas atau aktivitas dengan keahlian dan kualitas yang tinggi dengan unjuk kerja yang cepat, halus, dan akurat serta efisien tanpa bantuan atau instruksi.
4 Menjadi gerakan alami (adaptation) Menjadi gerakan alami yang diciptakan sendiri atas dasar gerakan yang
sudah dikuasai sebelumnya.
Artikulasi Keterampilan berkembang dengan baik sehingga seseorang dapat mengubah pola gerakan sesuai dengan persyaratan khusus untuk dapat digunakan mengatasi situasi problem yang tidak sesuai SOP.
5 Menjadi tindakan orisinal (origination) Menjadi gerakan baru yang orisinal dan sukar ditiru oleh orang lain dan menjadi ciri khasnya. Naturalisasi Melakukan unjuk kerja level tinggi secara alamiah, tanpa perlu berpikir lama dengan mengkreasi langkah kerja baru.

Keterampilan kongkret / kongkrit / konkrit

Keterampilan kongkret / kongkrit / konkrit adalah penulisan tidak baku dari keterampilan konkret. Maksud dari keterampilan kongkret / kongkrit / konkrit adalah sama dengan keterampilan konkret. Silahkan kembali ke atas …

Contoh telaah keterampilan konkret dan keterampilan abstrak

Keterampilan konkret atau keterampilan abstrak pada kompetensi dasar Kurikulum 2013 harus kita identifikasi dan tentukan. Marilah kita coba menelaah KD keterampilan berikut :

Contoh 1

4.1 Mendemonstrasikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA, dalam bentuk poster dan kondisi riil di bengkel.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA, dalam bentuk poster dan kondisi riil di bengkel dilakukan dengan menggunakan peralatan dan perlengkapan tertentu yang sesuai. Jelas keterampilan ini mengunakan peralatan … karena itu dikategorikan keterampilan konkret.

Contoh 2

4.8 Mengelompokkan sistem kemagnetan berdasarkan prinsip rangkaian DC dan rangkaian AC

Mengelompokkan sistem kemagnetan berdasarkan prinsip rangkaian DC dan rangkaian AC termasuk pada gradasi menalar / mengasosiasi yaitu keterampilan abstrak. Keterampilan ini proses eksekusinya ada di dalam nalar kita, tidak tampak, tidak bisa dilihat, tidak juga menggunakan peralatan.

Contoh 3

4.11 Mengolah informasi tentang pekembangan kehidupan politik dan ekonomi Bangsa Indonesia pada masa Orde baru sampai dengan awal Reformasi, serta peranan mahasiswa dan pemuda dalam perubahan politik dan ketatanegaraan Indonesia

Mengolah informasi jelas menunjukkan bahwa keterampilan pada KD 4.11 di atas adalah keterampilan abstrak.

Sementara demikian dulu diskusi kita Keterampilan Konkret dan Keterampilan Abstrak … insyaAllah kita lengkapi lagi …

Sumber:

  1. Modul Bimtek Implementasi K2013 tahun 2018, Kemdikbud.

Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif

pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif

Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif

Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif adalah bentuk/dimensi pengetahuan pada Kurikulum 2013. Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif harus dikenali pendidik. Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif memandu guru menemukan materi pembelajaran. Mari kita diskusikan Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif

pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif
pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif dan dimensi proses kognitif

Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif ada di dalam setiap mata pelajaran di SD, SMP, SMA maupun SMK dan pada mata kuliah di perguruan tinggi. Karena itu rekan-rekan pendidik pada mata pelajaran apapun perlu dan harus mampu mengenali Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif yang tersirat di dalam kompetensi – kompetensi dasar. Pada berbagai kesempatan workshop, in house training maupun bimbingan teknis kami masih menemukan banyak rekan yang belum memahami Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif pada mata pelajaran yang di ampunya.

Manfaat Mengenali Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif

Mengenali dengan baik Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif merupakan perwujudan kompetensi profesional masing-masing guru. Setiap kita yang telah diberi amanat sebagai guru sudah sewajarnya dan menjadi keharusan memiliki kemampuan mengenali, memahami, memilah pengetahuan faktual pengetahuan konseptual, pengetahuan prosedural maupun pengetahuan metakognitif setiap KD pada mata pelajaran kita. Justru ketika kita tidak mampu  mengenali, memahami, memilah pengetahuan faktual pengetahuan konseptual, pengetahuan prosedural maupun pengetahuan metakognitif setiap KD pada mata pelajaran kita menjadi wajar jika masyarakat mempertanyakan profesionalitas kita sebagai pendidik.

Manfaat utama mengenali dengan baik Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif ialah memudahkan kita mendeskripsikan materi pembelajaran sesuai kompetensi dasar / KD yang dipelajari. Linier dengan hal tersebut, kemampuan guru mendiskripsikan Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif juga mendukung dan memudahkan guru membuat indikator pencapaian kompetensi, membuat tujuan pembelajaran. Mari kita kenali lebih dekat tentang Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif.

Pengetahuan Faktual

Pengetahuan  faktual ialah pengetahuan tentang fakta-fakta yang detail, spesifik dan elementer. Harap rekan-rekan baca dan diresapi … fakta-fakta yang detailspesifikelementer. Semua hal yang bisa ditangkap dengan panca indera adalah fakta-fakta namun biasanya kita tidak menyebutkannya secara detail, spesifik dan elementer. Seringkali kita menyebutkannya secara singkat saja dengan berprinsip asal yang diajak bicara sudah faham maksudnya.

pengetahuan faktual
pengetahuan faktual

Benda-benda dalam gambar di atas beserta deskripsinya itulah manifestasi dari pengetahuan faktual dalam contoh ini.

Contoh pengetahuan faktual

Pengetahuan faktual bisa berupa kejadian atau peristiwa yang dapat dilihat, didengar, dibaca, atau diraba. Bagaimana atau seperti apa contohnya pengetahuan faktual itu?

Coba rekan-rekan menoleh ke kanan. Apa saja yang terlihat? Coba ceritakan yang tampak oleh anda dengan rinci, detail. Itulah salah satu contoh pengetahuan faktual … detail, spesifik dan elementer.

Pengetahuan faktual juga saya ilustrasikan pada gambar di atas. Periksalah dengan teliti gambar spidol pada no 1 dan 2 di atas, deskripsikan dengan detil dan spesifik. Bandingkan dengan deskripsi yang saya buat !

Contoh lain pengetahuan faktual, cobalah rekan-rekan menyalakan sepeda motor. Setelah mesin sepeda motor menyala, dengarkan suaranya dengan cermat. Bagaimana suara mesin sepeda motor tersebut?

Pengetahuan Konseptual

Pengetahuan konseptual merupakan pengetahuan berbentuk klasifikasi, kategori, prinsip dan generalisasi.

pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif
pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif pensil

Berdasarkan gambar di atas, dapatkah rekan-rekan menemukan Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif?

pengetahuan konseptual
pengetahuan konseptual

Contoh Pengetahuan Konseptual

Contohnya fungsi kunci kontak pada mesin mobil, prinsip kerja starter, prinsip kerja lampu, prinsip kerja rem. Contoh lain: pengertian arsip dan dokumen, fungsi arsip dan dokumen.

Pengetahuan Prosedural / Operasional Dasar

Pengetahuan prosedural merupakan pengetahuan bagaimana melakukan sesuatu termasuk pengetahuan keterampilan, algoritma (urutan langkah- langkah logis pada penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis), teknik, dan metoda seperti langkah-langkah membongkar mesin, langkah- langkah mengganti lampu, langkah-langkah mengganti sepatu rem.

Contoh Pengetahuan Prosedural / Operasional Dasar

Contoh lain: Langkah-langkah menyusun arsip sistem alphabet dan geografik.

Berdasarkan gambar pensil, ballpoint, spidol di atas … dapatkah rekan-rekan menunjukkan pengetahuan prosedural / operasional dasar nya?

Pengetahuan Metakognitif

Pengetahuan metakognitif yaitu pengetahuan tentang kognisi (mengetahui dan memahami) yang merupakan tindakan atas dasar suatu pemahaman meliputi kesadaran dan pengendalian berpikir, serta penetapan keputusan tentang   sesuatu.

Flavell mendefinisikan metakognisi / metakognitif sebagai pengetahuan tentang kognisi dan kontrol kognisi. Sebagai contoh, seseorang terlibat dalam metakognisi (sifatnya pengetahuan metakognitif ) jika ia menyadari bahwa ia mengalami lebih banyak kesulitan dalam mempelajari A daripada B, atau jika itu menyerangnya ia harus mengecek ulang C sebelum menerimanya sebagai fakta. J. H. Flavell (1976, hal. 232) (https://en.wikipedia.org/wiki/Metacognition, diakses 05 Agustus 2018 pada jam 20:40 Wita).

Metakognisi juga melibatkan pemikiran tentang proses berpikir sendiri seperti keterampilan belajar, kemampuan ingatan, dan kemampuan untuk memantau pembelajaran. Konsep ini perlu secara eksplisit diajarkan bersama dengan instruksi konten. Pengetahuan metakognitif adalah tentang proses kognitif seseorang dan pemahaman tentang bagaimana mengatur proses-proses tersebut untuk memaksimalkan

pengetahuan metakognitif
pengetahuan metakognitif

pembelajaran. (https://en.wikipedia.org/wiki/Metacognition, diakses 05 Agustus 2018 pada jam 20:40 Wita).

Contoh Pengetahuan Metakognitif

Sebagai   contoh   memperbaiki   mesin   yang   rusak, membuat instalasi kelistrikan lampu, mengapa terjadi rem blong. Contoh lain: Apa yang terjadi jika penyimpanan arsip tidak tepat?

Berdasarkan gambar pensil, ballpoint, spidol di atas … dapatkah rekan-rekan menunjukkan pengetahuan metakognitif  nya?

Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif dalam Kompetensi Dasar KD

Contoh pada KD Mapel Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

3.1 Menerapkan teknik dasar salah satu aktifitas olahraga permainan bola besar untuk menghasilkan koordinasi gerak yang baik

4.1 Mempraktikan teknik dasar salah satu aktifitas olahraga permainan bola besar untuk menghasilkan koordinasi gerak yang baik

Pengetahuan Faktual Olahraga permainan bola besar (volly)

  • bola volly merk Molten warna putih garis biru no registrasi 123454321
  • net / jaring olah raga volly merk AAA, warna biru dongker, tali nilon
  • lapangan volly SMK Putra Utama Banjarmasin

Pengetahuan Konseptual Olahraga permainan bola besar (volly)

  • macam-macam teknik servis
  • peraturan permainan volly
  • macam-macam teknik smash

Pengetahuan Prosedural Olahraga permainan bola besar (volly)

  • cara melakukan servis bola bawah
  • cara melakukan servis bola atas
  • cara melakukan pukulan quick smash
  • cara menerima pukulan servis

Pengetahuan Metakognitif Olahraga permainan bola besar (volly)

  • melakukan permainan menyerang sesuai situasi permainan
  • melakukan permainan bertahan dari serangan lawan sesuai situasi permainan

Nah … ini sekedar contoh yang masih perlu didiskusikan bersama rekan-rekan ahlinya … bagi admin … contoh itu hanya kenangan permainan masa muda … mungkin banyak yang tidak pas … karena itu sambil dinanti pembahasan rekan-rekan ahli olahraga …

Demikianlah diskusi Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif … bagaimana sharing rekan-rekan?

Baca juga …

membuat soal hots

discovery learning

Struktur Kurikulum SMK 2018

struktur kurikulum smk 2018

Struktur Kurikulum SMK 2018

Struktur Kurikulum SMK 2018 telah ditetapkan. Struktur Kurikulum SMK 2018 yang menjadi acuan dalam penyelenggaraan pembelajaran di SMK/ MAK kembali disempurnakan. Struktur Kurikulum SMK 2018 ditetapkan dengan Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor: 07/D.D5/Kk/2018 Tentang Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/ Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).

Apa Dasar Pertimbangan Penetapan Struktur Kurikulum SMK 2018?

Struktur Kurikulum SMK 2018 ditetapkan dan diterbitkan dengan dasar pertimbangan logis:

Pertama, bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 SMK/MAK penetapan jenis program pendidikan pada Sekolah Menengah Kejuruan / Madrasah Aliyah Kejuruan dalam bentuk bidang / program / kompetensi keahlian mempertimbangkan Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan yang diatur oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;

Kedua, bahwa telah ditetapkan Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 06/D.D5/KK/2018 tentang Spektrum Keahlian SMK/MAK yang berakibat pada perubahan Struktur Kurikulum SMK/MAK yang saat ini berlaku;

Ketiga, bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud di atas, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah tentang Struktur Kurikulum SMK/MAK;

Peraturan yang Mendasari Penetapan Struktur Kurikulum SMK 2018

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586) sebagaimana
telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 4496) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5105) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5157);

5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia;

6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2014 tentang Pedoman Pendirian, Perubahan, dan Penutupan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;

7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2014 tentang Kurikulum
2013 SMK/MAK;

8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1868);

9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 953);
10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 21 tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan
Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 954);

11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan
Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 955);

12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 897);

13. Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 06/D.D5/KK/2018 2018 Tahun 2018 tentang Spektrum Keahlian SMK/MAK.

Isi Penetapan Pemberlakuan Struktur Kurikulum SMK 2018

KESATU : bahwa Struktur Kurikulum SMK 2018 memuat Muatan Nasional, Muatan Kewilayahan, dan Muatan Peminatan Kejuruan yang terdiri atas Dasar Bidang Keahlian, Dasar Program Keahlian, dan Kompetensi Keahlian serta alokasi waktu untuk tiap mata pelajaran sebagaimana pada lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari peraturan ini.
KEDUA : bahwa Struktur Kurikulum sebagaimana dimaksud merupakan acuan dalam penyelenggaraan pembelajaran di SMK / MAK;
KETIGA : SK Penetapan ini mengatur bahwa, Perangkat pembelajaran lainnya yang meliputi antara lain:
1. Kompetensi Dasar tiap mata pelajaran;
2. Contoh Silabus;
3. Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP); dan
4. Kelompok kompetensi yang dapat dilakukan sertifikasi kompetensi; akan diatur oleh Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

KEEMPAT : Dengan ditetapkannya peraturan ini maka keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 130/D/KEP/KR/2017 tentang Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah Kejuruan dinyatakan tidak berlaku.
KELIMA : Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Perubahan dalam Struktur Kurikulum SMK 2018

Struktur Kurikulum SMK 2018 yang telah ditetapkan pemberlakuannya membawa beberapa perubahan (sejauh pengamatan admin) antara lain :

  1. Pengurangan jumlah jam mata pelajaran Bahasa Indonesia dari berjumlah total 354 jam (2017) menjadi 320 jam (2018) atau berkurang 1 jam pelajaran pada klas XII pada semester 1 (satu) dan semester 2 (dua).
  2. Terdapat perubahan nama mata pelajaran dan atau pengurangan / penambahan jam belajar pada kompetensi keahlian (bisa berbeda antar kompetensi keahlian).
  3. Penambahan jumlah jam mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan dari total 350 jam (2017) bertambah menjadi 524 jam (2018). Jumlah jam antar kompetensi keahlian bisa berbeda satu dengan yang lain.
  4. Perubahan nama mata pelajaran pada beberapa kompetensi keahlian dan distribusi jam pembelajarannya. Hal ini tidak / belum tentu terjadi pada setiap kompetensi keahlian.

Contoh Struktur Kurikulum SMK 2018 pada Kompetensi Keahlian Teknik Audio Video.

MATA PELAJARAN KELAS
X XI XII
1 2 1 2 1 2
A. Muatan Nasional
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3 3 3 3
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 2 2 2 2
3 Bahasa Indonesia 4 4 3 3 2 2
4 Matematika 4 4 4 4 4 4
5 Sejarah Indonesia 3 3
6 Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya*) 3 3 3 3 4 4
Jumlah A 19 19 15 15 15 15
B. Muatan Kewilayahan
1 Seni Budaya 3 3
2 Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 2 2 2 2
Jumlah B 5 5 2 2
C. Muatan Peminatan Kejuruan
C1. Dasar Bidang Keahlian
1 Simulasi dan Komunikasi Digital 3 3
2 Fisika 3 3
3 Kimia 3 3
C2. Dasar Program Keahlian
1 Kerja Bengkel dan Gambar Teknik 4 4
2 Dasar Listrik dan Elektronika 5 5
3 Teknik Pemrograman, Mikroprosesor dan
Mikrokontroler
4 4
C3. Kompetensi Keahlian
1 Pemrograman, Mikroprosesor dan Mikrokontroler 4 4
2 Penerapan Rangkaian Elektronika 7 7 6 6
3 Perencanaan dan Instalasi Sistem Audio Video 6 6 6 6
4 Penerapan Sistem Radio dan Televisi 7 7 6 6
5 Perawatan dan Perbaikan Peralatan Audio dan Video 7 7
6 Produk Kreatif dan Kewirausahaan 7 7 8 8
Jumlah C 22 22 31 31 33 33
Total 46 46 48 48 48 48
Produk Kreatif dan Kewirausahaan dalam Struktur Kurikulum SMK 2018

Struktur Kurikulum SMK 2018 yang telah ditetapkan menunjukkan perubahan yang signifikan yaitu pada peningkatan jumlah jam belajar pada mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan. Tentu saja ini memiliki maksud dan tujuan tertentu. Sayangnya perubahan yang signifikan ini tidak disertai dengan alasan dan atau penjelasan yang tercantum dalam konsideran Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor: 07/D.D5/Kk/2018 Tentang Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/ Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) ini.

Asumsi admin, Struktur Kurikulum SMK 2018 dengan jumlah jam Produk Kreatif dan Kewirausahaan yang meningkat signifikan bermaksud mendorong agar pembelajaran yang menghasilkan produk-produk kreatif dan meningkatkan sikap dan keterampilan berwira usaha. Pada akhirnya, diharapkan lulusan SMK selain untuk memiliki keterampilan kerja yang mumpuni juga diharapkan agar lulusan SMK mampu menghasilkan produk-produk kreatif dan berwirausaha dari produk kreatifnya tersebut. Hal ini harus menjadi perhatian rekan-rekan pendidik khususnya pengampu mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan.

Silahkan download  Struktur Kurikulum SMK 2018 di tautan ini … Download Struktur Kurikulum SMK 2018 

Penguatan Pendidikan Karakter PPK

penguatan pendidikan karakter ppk

PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER PPK

Penguatan Pendidikan Karakter PPK ??? Mengapa perlu Penguatan Pendidikan Karakter PPK ? Apa tujuan Penguatan Pendidikan Karakter PPK? Bagaimana menerapkan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Bagaimana menerapkan di kelas? Mungkin diantara kita masih ada yang memerlukan informasi terkait penguatan pendidikan karakter (PPK). Mari kita berdiskusi

Peraturan Rujukan Penguatan Pendidikan Karakter PPK

Penguatan Pendidikan Karakter PPK merupakan istilah yang mengemuka belakangan ini terutama sejak terbitnya Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter PPK yang menjadikan pendidikan karakter sebagai platform pendidikan nasional Indonesia. Penguatan Pendidikan Karakter PPK bertujuan untuk membekali peserta didik sebagai generasi emas tahun 2045. Pembekalan peserta didik dengan jiwa Pancasila dan karakter yang baik ini sangat berguna menghadapi dinamika perubahan kehidupan di masa depan.

penguatan pendidikan karakter ppk
penguatan pendidikan karakter ppk

Penguatan Pendidikan Karakter PPK yang diatur dengan Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017 tentang meliputi hal-hal berikut :

  • Dasar pertimbangan penetapan Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017
  • Definisi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)
  • Tujuan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)
  • Bagaimana melaksanakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)
  • Ruang lingkup penyelenggaraan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)
  • Prinsip-prinsip Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

Rujukan Kepala Sekolah dan Guru melaksanakan Penguatan Pendidikan Karakter PPK

Penguatan Pendidikan Karakter PPK menjadi kewajiban sekolah dan guru yang dilakukan melalui kegiatan intra kurikuler, ko kurikuler dan ekstra kurikuler. Hal ini dinyatakan pada BAB II pasal 6 Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017.

Penguatan Pendidikan Karakter PPK dapat dilakukan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Penyelenggaraan PPK di sekolah menjadi tanggung jawab Kepala Sekolah dan guru. Tanggung jawab ini dilaksanakan sebagai pemenuhan beban kerja guru dan kepala Satuan Pendidikan Formal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Penyelenggaraan Penguatan Pendidikan Karakter PPK  dalam kegiatan Intrakurikuler merupakan penguatan nilai-nilai  karakter melalui kegiatan-kegiatan:

  1. penguatan materi pembelajaran,
  2. metode pembelajaran sesuai dengan muatan kurikulum berdasarkan ketentuan peraturan perundang undangan.

Penyelenggaraan PPK dalam kegiatan Kokurikuler merupakan penguatan nilai-nilai karakter yang dilaksanakan untuk pendalaman dan/ atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler sesuai muatan kurikulum.

Penyelenggaraan PPK dalam Ekstrakurikuler merupakan penguatan nilai-nilai karakter dalam rangka perluasan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian,     kerja sama, dan kemandirian Peserta Didik secara optimal. Karena itu kegiatan ekstra kurikuler yang dapat dikembangkan bermacam-macam meliputi kegiatan krida, karya ilmiah, latihan olah bakat/ olah minat, dan kegiatan keagamaan, serta kegiatan penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan ketentuan  peraturan  perundang-undangan.

Penyelenggaraan PPK dalam Kegiatan keagamaan dapat dilaksanakan paling sedikit melalui pesantren kilat, ceramah keagamaan, katekisasi, retreat, dan/ atau baca  tulis Al Quran dan kitab suci lainnya.

Berdasarkan Perpres No. 87 tahun 2017 di atas, cukup jelas peran guru dalam penguatan pendidikan karakter (PPK) yaitu melalui penguatan materi pembelajaran dan metode pembelajaran seperti di uraikan di atas. Pada Kurikulum 2013 Penguatan Pendidikan Karakter PPK dilakukan melalui langkah pengintegrasian dalam proses pembelajaran. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) bukan sebagai program tambahan atau sisipan, melainkan sebagai cara mendidik dan belajar bagi seluruh pelaku pendidikan di satuan pendidikan.

Nilai-nilai Penguatan Pendidikan Karakter PPK

Dalam Perpres dijelaskan bahwa fokus PPK adalah nilai-nilai Pancasila. PPK dilaksanakan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter terutama meliputi nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggungjawab” (Pasal 3)

Penguatan Pendidikan Karakter PPK intra kurikuler Kurikulum 2013 SMK

Penguatan Pendidikan Karakter PPK intra kurikurikuler kemudian juga dikenal sebagai Penguatan Pendidikan Karakter PPK berbasis kelas. Bisa dipahami demikian karena penguatan pendidikan karakter ini dilakukan oleh guru melalui penguatan materi pembelajaran maupun metode pembelajaran sesuai dengan muatan kurikulum berdasarkan ketentuan peraturan perundang undangan.

Penguatan Pendidikan Karakter PPK berbasis kelas melalui penguatan materi pembelajaran dan penerapan metode pembelajaran yang sesuai dengan muatan kurikulum pada Kurikulum 2013 dilakukan sejak perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP. Hal ini sangat tepat mengingat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP adalah pedoman guru mengajar atau melaksanakan pembelajaran.

Perencanaan Silabus dan RPP Kurikulum 2013 yang berkualitas baik telah dilatihkan dalam Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum 2013 hingga tahun 2018 ini.  Langkah-langkah perencanaan silabus dan RPP Kurikulum 2013 meliputi kegiatan-kegiatan guru:

  1. Analisis SKL KI KD (Baca Sekarang)
  2. Analisis Materi Pembelajaran (Baca Sekarang)
  3. Analisis Penerapan Model Pembelajaran (Baca Sekarang)
  4. Analisis Penilaian Hasil Belajar (Baca Sekarang)

Penguatan Pendidikan Karakter PPK berbasis kelas dalam tahapan pengembangan Silabus dan RPP Kurikulum 2013 SMK pun sudah dilakukan pada masing-masing tahapan tersebut. Jika proses pengembangan silabus dan RPP SMK dilakukan melalui langkah-langkah di atas dapat diharapkan dihasilkan penguatan materi pembelajaran maupun metode pembelajaran sesuai dengan muatan kurikulum. Sebaliknya silabus dan RPP yang dikembangkan tanpa langkah-langkah tersebut dapat diduga lemah kualitasnya dan tidak mampu menginisiasi Penguatan Pendidikan Karakter PPK.

penguatan pendidikan karakter ppk
penguatan pendidikan karakter ppk

Sebagai penutup posting Penguatan Pendidikan Karakter PPK berikut admin mengajak rekan-rekan melaksanakan perencanaan dan pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran melalui 4 (empat) jenis analisis yang telah disebutkan di atas dengan cermat. Dengan demikian penguatan materi pembelajaran maupun metode pembelajaran sesuai dengan muatan kurikulum mampu mengangkat Penguatan Pendidikan Karakter PPK. Selamat bekerja !

Daftar Pustaka

Kemdikbud. 2017. Materi Umum Penguatan Pendidikan Karakter.
Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

Analisis Penilaian Hasil Belajar

analisis penilaian hasil belajar

Analisis Penilaian Hasil Belajar

Analisis Penilaian Hasil Belajar adalah penjabaran rencana penilaian. Analisis Penilaian Hasil Belajar memerlukan pemahaman pendidik terkait standar penilaian dan panduan penilaian hasil belajar. Analisis Penilaian Hasil Belajar menghasilkan rencana penilaian yang sesuai SKL, KD, indikator pencapaian kompetensi maupun materi pembelajaran.

analisis penilaian hasil belajar
analisis penilaian hasil belajar

Analisis Penilaian Hasil Belajar sering kurang mendapat perhatian yang serius. Analisis penilaian hasil belajar sesungguhnya  juga bagian yang sangat penting dalam RPP K2013 SMK. Coba rekan-rekan bayangkan, KI dan KD sudah direvisi, Indikator Pencapaian Kompetensi sudah optimal, Tujuan Pembelajaran sudah benar, materi pembelajaran sudah OK, proses pembelajaran OK, namun kompetensi siswa diukur dengan alat ukur yang tidak tepat … apa jadinya? Inilah alasannya mengapa kita perlu lakukan Analisis Penilaian Hasil Belajar.

analisis penilaian hasil belajar
analisis penilaian hasil belajar

Analisis Penilaian Hasil Belajar adalah aktivitas pendidik menjabarkan berbagai aspek penilaian hasil belajar yang sesuai untuk mengukur ketercapaian kompetensi dasar yang dipelajari siswa. Dalam konteks Bimtek Implementasi Kurikulum 2013 analisis Penilaian Hasil Belajar merupakan langkah analisis yang ke empat untuk mengisi format RPP.

Sebagai rencana penilaian, Analisis Penilaian Hasil Belajar memberi ruang bagi guru untuk mengevaluasi penguatan pendidikan karakter (PPK) yang sudah dilakukan.

Acuan Dasar Analisis Penilaian Hasil Belajar

Analisis Penilaian Hasil Belajar sebagai suatu aktivitas pendidik dalam menjabarkan aspek-aspek penilaian hasil belajar yang direncanakan, memerlukan pengetahuan terkait penilaian pembelajaran. Analisis Penilaian Hasil Belajar akan mengalami kendala dan terancam gagal jika kita selaku pendidik tidak memahami acuan dasar, pedoman dan panduan teknis Penilaian Hasil Belajar. Hal ini sangat masuk akal sebab bagaimana mungkin kita mampu melakukan analisis penilaian hasil belajar kalau kita sebagai pendidik tidak memiliki pemahaman dengan hal-hal terkait analisis penilaian hasil belajar.

Agar rekan-rekan pendidik SMK mudah dan sukses melakukan Analisis Penilaian Hasil Belajar, pedoman utama dan pengetahuan dasar analisis penilaian hasil belajar yang perlu dipahami adalah:

  1. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Menengah.
  2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
  3. Panduan Penilaian pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Revisi 2017

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Menengah pada dasarnya adalah peraturan transisi yang memberi arah dan kepastian terkait penilaian oleh penddik dan satuan pendidikan. Peraturan ini belum bersifat teknis sehingga perlu dilengkapi dengan petunjuk teknis atau panduan operasional bagi pendidik dan satuan pendidikan dalam bentuk Panduan Penilaian SMK. Namun demikian, regulasi ini mengamanatkan agar pendidik melakukan Analisis Penilaian Hasil Belajar

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016 adalah regulasi pemerintah tentang Standar Penilaian Pendidikan yang menetapkan kriteria mengenai lingkup penilaian, tujuan penilaian, manfaat penilaian, prinsip penilaian, mekanisme penilaian, prosedur penilaian, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik yang digunakan sebagai dasar dalam penilaian hasil belajar peserta didik pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Sebagai regulasi yang menstandarkan penilaian hasil belajar, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016 juga mengamanatkan agar pendidik melakukan Analisis Penilaian Hasil Belajar.

Panduan Penilaian pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Revisi 2017 (Panduan Penilaian SMK 2017) adalah pedoman praktis bagi pendidik dan satuan pendidikan seperti diungkapkan Direktur Jenderal Penddikan Dasar dan Menengah seperti kutipan berikut :

“Panduan ini disusun sebagai acuan praktis bagi para guru dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian hasil belajar peserta didik secara sahih, obyektif, sistematis dan komprehensif meliputi penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Panduan ini juga sekaligus merupakan pedoman praktis untuk mengolah dan membuat laporan hasil penilaian tersebut secara akuntabel dan informatif.

Panduan ini akan sangat bermanfaat bagi para guru karena menyajikan informasi praktis tentang penggunaan beragam teknik penilaian, dilengkapi contoh dan langkah-langkah pelaksanaan penilaian, pengolahan nilai hingga cara mengisi rapor.

Diharapkan dengan buku panduan ini para guru dapat melaksanakan tugasnya sehari-hari di kelas secara lebih profesional sehingga pada gilirannya mutu pendidikan kita dapat lebih terjaga dan terus meningkat.”

Dengan demikian, sangat jelas bagi kita bahwa kita sangat memerlukan pengetahuan dasar terkait penilaian sebelum melakukan analisis penilaian hasil belajar. Pengetahuan dasar analisis penilaian hasil belajar ada di dalam Panduan Penilaian SMK 2017.

Dengan uraian pengantar ini diharapkan rekan pendidik telah memahami mengenai lingkup penilaian, tujuan penilaian, manfaat penilaian, prinsip penilaian, mekanisme penilaian, prosedur penilaian dan instrumen penilaian dengan membaca secara mandiri Panduan Penilaian SMK 2017. Dengan begitu insya Allah rekan-rekan mudah dan sukses melakukan analisis penilaian hasil belajar.

Pengetahuan Penilaian Pendidikan untuk Analisis Penilaian Hasil Belajar

Kegiatan analisis penilaian hasil belajar jelas memerlukan pengetahuan tentang aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan penilaian hasil belajar dan cara melakukan analisis penilaian hasil belajar. Sebelum masuk pada cara melakukan analisis penilaian hasil belajar terlebih dahulu perlu dipahami Standar Penilaian Pendidikan dan petunjuk teknis tentang penilaian hasil belajar tersebut. Ringkasan pengetahuan tentang aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan penilaian hasil belajar yang sesuai Standar Penilaian khususnya di SMK dapat dibaca pada posting ……..

Analisis Penilaian Hasil Belajar menurut Prosedur Penilaian Pembelajaran dan Hasil Belajar (Oleh pendidik)

Analisis Penilaian Hasil Belajar oleh pendidik tidak lepas dari prosedur penilaian pendidikan yang sudah ditetapkan pemerintah. Berdasarkan Permendikbud No. 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian pasal 13 yang berbunyi Prosedur penilaian proses belajar dan hasil belajar oleh pendidik dilakukan dengan urutan:

  • Menetapkan tujuan penilaian dengan mengacu pada RPP yang telah disusun;
  • Menyusun kisi-kisi penilaian;
  • Membuat instrumen penilaian berikut pedoman penskoran;
  • Melakukan analisis kualitas instrumen;
  • Melakukan penilaian;
  • Mengolah, menganalisis, dan Menginterpretasikan hasil penilaian;
  • Melaporkan hasil penilaian; dan
  • Menindaklanjuti laporan hasil penilaian.

Penilaian yang sedang kita diskusikan adalah untuk mengetahui tingkat kompetensi siswa sesuai KD yang dipelajari yang sudah dianalisis pada Analisis SKL KI KD, Analisis Materi Pembelajaran, Analisis Penerapan Model Pembelajaran, oleh karena itu langkah selanjutnya adalah menyusun kisi-kisi.

Menyusun Kisi-kisi Penilaian dan Soal HOTS dalam Analisis Penilaian Hasil Belajar

Kegiatan Analisis Penilaian Hasil Belajar lazimnya identik dengan penyusunan kisi-kisi penilaian, penyusunan instrumen penilaian (soal), pedoman penskoran dan analisis kualitas instrumen. Oleh karena itu sebelum dipaparkan contoh terkait kisi-kisi penilaian saya menganjurkan untuk mengenal lebih jauh tentang penyusunan / pembuatan soal berkategori HOTS terlebih dahulu. Hal ini perlu dilakukan mengingat kita masih asing dengan soal-soal HOTS. Rekan-rekan dapat menggali lebih jauh terkail Soal HOTS pada posting saya yang lain di …..

Contoh Kisi-kisi Penilaian dalam Analisis Penilaian Hasil Belajar

KISI-KISI DAN SOAL

Bidang Keahlian        : Bisnis dan Manajemen

Program Keahlian      : Manajemen Perkantoran

Kompetensi Keahlian : Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran

Mata Pelajaran         : Teknologi Kantor

Kompetensi Dasar    : 3.10. Menganalisis informasi dari internet untuk menunjang pekerjaan kantor

: 4.10. Menggunakan informasi dari internet untuk menunjang pekerjaan kantor

 

  1. Penilaian Pengetahuan
Kompetensi Dasar IPK Materi Indikator Soal Bentuk Soal No Soal

3.10 Menganalisis informasi dari internet untuk menunjang pekerjaan kantor (C4)

1.  Menjelaskan pengertian data

 

 

2.  Membedakan data dengan informasi (C2)

 

3.  Menguraikan jenis-jenis data di tempat kerja (C2)

 

 

 

 

 

4.  Menerapkan prosedur pencarian informasi melalui internet (C3)

 

 

 

5.  Merinci agenda perjalanan dinas pimpinanberdasarkan informasi dari internet (C4)

·      Definisi Data dan Informasi

·      Jenis-jenis Data di tempat kerja

·      Kualifikasi/Persyaratan Informasi di tempat kerja

·      Internet Browsing dan Searching

 

1.  Siswa dapat menjelaskan pengertian data

 

2.  Siswa dapat membedakan data dengan informasi

 

3.  Disajikan berbagai data yang ada diperusahaan, siswa dapat menjelaskan jenis-jenis data sesuai kebutuhan di tempat kerja (C2)

 

4.  Disajikan data kegiatan pencarian informasi, siswa dapatmengurutkan prosedur pencarian informasi melalui internet (C3)

5.  Disediakan informasi hasil pencarian dari internet, siswa dapatmerinciagenda perjalanan dinas pimpinan

PG

 

 

 

Uraian

 

 

Uraian

 

 

 

 

PG/Uraian

 

 

 

Uraian

 

1

2

3

4

5

Instrumen Soal Pengetahuan

No Soal Kunci Jawaban Skor
1 Manakah pernyataan yang paling benar dari pilihan berikut :

a.   Data merupakan informasi yang diolah dari fakta

b.   Data merupakan fakta yang dioalah dari informasi

c.    Data merupakan bahan mentah yang diolah menjadi informasi

d.   Data merupakan bahan mentah yang diolah dari informasi

e.   Data merupakan informasi yang diolah menjadi fakta

Kunci Jawaban: C.

Data adalah bahan mentah yang diolah menjadi informasi (keterangan)

2 Jelaskan perbedaan data dengan informasi? Data merupakan bahan mentah yag belum diolah, sedangan Informasi merupakan hasil pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat tertentu

 

Skor 4 : Jika jawaban lenkap dan benar

Skor 3 : Jika jawaban benar tetapi tidak lengkap

Skor 2 :Jika jawaban lengkap tetapi tidaktepat

Skor 1 : Jika jawaban salah

3 Jelaskan lima jenis data yang ada di tempat kerja? Jenis-jenis data di tempat kerja terdiri dari :

1.   Data keuangan, adalah data-data terkait hal-hal seputar keuangan perusahaan

2.   Data administrasi umum, adalah data yang berhubungan dengan hal-hal rutin operasional kegiatan kantor

3.   Data kepegawaian, adalah data yang berhubungan dengan kegiatan sumber daya manusia (SDM) di perusahaan

4.   Data pemasaran, adalah data yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan pemasaran perusahaan

5.   Data produksi, adalah data yang berhubungan dengan kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk/jasa di perusahaan

Skor 4 : Jika jawaban lengkap (5 data) dan benar

Skor 3 : Jika jawaban lengkap (5 data) tetapi kurang tepat

Skor 2 : Jika jawaban benar tetapi kurang lengkap

Skor 1 : Jika jawaban tidak lengkap dan salah

4 Di bawah ini merupakan kegiatan-kegiatan dalam mencari informasi melalui internet.

1.    Buka aplikasi web browser pada komputer

2.    Masukan kata kunci pencarian informasi pada aplikasi web browser dengan berpedoman pada penulisan keyword pencarian dengan tepat

3.    Klik atau pilih salah satu halaman internet yang tersedia dengan tepat

4.    Format dan edit informasi yang diperoleh sesuai keperluan

5.    Salin informasi dari halaman internet yang dipilih ke dalam aplikasi pengolah kata atau aplikasi lainnya sesuai kebutuhan

 

Dari kegiatan-kegiatan di atas, prosedur/langkah mencari informasi melalui internet yang benaraddalah :

a.       (1); (2); (3); (5); (4)

b.      (1); (2); (3); (4); (5)

c.       (1); (3); (2); (4); (5)

d.      (1); (3); (3); (5); (4)

e.      (1); (2); (4); (5); (4)

 

Kunci Jawaban : A

 

a.       (1); (2); (3); (5); (4)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Atau dibuat dalam bentuk uraian

Untuk mendapatkan data dan informasi lewat internet sesuai dengan yang diminta, langkah/prosedur apa yang harus dilakukan?

 

 

 

Kunci Jawaban :

Langkah-langkah untuk mencari informasi lewat internet adalah :

1.    Buka aplikasi web browser pada komputer

2.    Masukan kata kunci pencarian informasi pada aplikasi web browser dengan berpedoman pada penulisan keyword pencarian dengan tepat

3.    Klik atau pilih salah satu halaman internet yang tersedia dengan tepat

4.    Salin informasi dari halaman internet yang dipilih ke dalam aplikasi pengolah kata atau aplikasi lainnya sesuai kebutuhan

5.    Format dan edit informasi yang diperoleh sesuai keperluan

 

 

Skor 4 : Jika jawaban lengkap, benar dan berurut (1-5)

Skor 3 : Jika jawaban lengkap, benar (1-5), tetapi tidak berurut

Skor 2 : Jika jawaban tidak lengkap, benar dan berurut

Skor 1 : Jika jawaban tidak lengkap dan salah

 

 

  1. Tiara bekerja sebagai seketaris pada PT EKA JAYA yang bergerak dalam bidang elektronik dan berkedudukan di Bandung. Ir. Zulkarnaen sebagai pimpinan perusahaan ingin mengetahui kondisi salah satu anak perusahaan yang dibinanya yaitu CV. Agung Jaya yang berkedudukan di Malang. Dia meminta Tiara untuk mendapatkan data dan informasi. Data yang diminta adalah jenis data yang ada di tempat/lingkungan kerja perusahaan yang menjadi binaanya. Selain itu, diminta mengagendakan kunjungan/perjalanan dinas dan mencari informasi tentang waktu, pesawat dan penginapan untuk melakukan pertemuan dengan perusahaan tersebut. Untuk mengerjakan semua permintaan tersebut, Tiara mencarinya lewat internet melalui aplikasi web browser.

Dari data yang diperoleh, buat rincian agenda perjalanan pimpinan dan salin ke dalam bentuk pengolah kata untuk dilaporkan kepada pimpinannya.

 

  1. Penilaian Keterampilan
Kompetensi Dasar Materi Bahasan Indikator Indikator Soal Bentuk Soal No Soal
4.10 Menggunakan informasi dari internet untuk menunjang pekerjaan kantor (C4) ·      Definisi Data dan Informasi

·      Jenis-jenis Data di tempat kerja

·      Kualifikasi /Persyaratan Informasi di tempat kerja

·      Internet Browsing dan Searching

 

1.       Memodifikasi sebuah informasi berdasarkan kualifikasi informasi di tempat kerja (P4)

2.       Membuat laporan dari informsi yang didapat lewat internet (P4)

1.    Siswa dapat memodifikasi sebuah informasi berdasarkan kualifikasi informasi di tempat kerja

2.    Disajikan data dan informasi dari internet, siswa dapat membuat laporan.

Tes Praktek

 

1

 

 

Soal Keterampilan :

Carilah informasi tiket pesawat dan hotel untuk keperluan perjalanan dinas pimpinan ke Surabaya selama 3 hari, pada tanggal 28-31 Maret 2017. Selain pimpinan, yang berangkatadalah manager pemasaran dan manajer produksi. Untuk keperluan pemberangkatan pimpinan beserta 2 orang stafnya, alokasi biaya yang digunakan sebesar Rp. 18.000.000.000.,-. Susunlah informasi dari internet tersebut kedalam aplikasi pengolah kata.

No Komponen/Sub Komponen Penilaian Indikator Skor
1 Persiapan Kerja
a. Penggunaan alat dan bahan Penggunaan alat dan bahan sesuai prosedur 91 – 100
Penggunaan alat dan bahan kurang sesuai prosedur 80 – 90
Penggunaan alat dan bahan tidak sesuai prosedur 70 – 79
b. Ketersediaan alat dan bahan Ketersediaan alat dan bahan lengkap 91 – 100
Ketersediaan alat dan bahan cukup lengkap 80 – 90
Ketersediaan alat dan bahan kurang lengkap 70 – 79
2 Proses dan Hasil Kerja  
a. Kemampuan menggunakan komputer Kemampuan menggunakan komputer tinggi 91 – 100
Kemampuan menggunakan komputer cukup 80 – 90
Kemampuan menggunakan komputer kurang 70 – 79
b. Kemampuan menggunakan search engine Kemampuan menggunakan search engine tinggi 91 – 100
Kemampuan menggunakan search engine cukup 80 – 90
Kemampuan menggunakan search engine kurang 70 – 79
c. Kelengkapan informasi Informasi yang dicari lengkap 91 – 100
Informasi yang dicari cukup lengkap 80 – 90
Informasi yang dicari kurang lengkap 70 – 79
d. Ketepatan informasi Infomasi yang dicari tepat 91 – 100
Infomasi yang dicari cukup tepat 80 – 90
Infomasi yang dicari kurang tepat 70 – 79
e. Hasil pencarian informasi Hasil pencarian informasi disusun rapih 91 – 100
Hasil pencarian informasi disusun cukup rapih 80 – 90
Hasil pencarian informasi disusun kurang rapih 70 – 79
3 Sikap kerja  
a. Keterampilan dalam bekerja Bekerja dengan terampil 91 -100
Bekerja dengan cukup terampil 80 – 90
Bekerja dengan kurang terampil 70 – 79
b. Kedisiplinan dalam bekerja Bekerja dengan disiplin 91 – 100
Bekerja dengan cukup disiplin 80 – 90
Bekerja dengan kurang disiplin 70 – 79
c. Tanggung jawab dalam bekerja Bertanggung jawab 91 – 100
Cukup bertanggung jawab 80 – 90
Kurang bertanggung jawab 70 – 79
d. Konsentrasi dalam bekerja Bekerja dengan konsentrasi 91 – 100
Bekerja dengan cukup konsentrasi 80 – 90
Bekerja dengan kurang konsentrasi 70 – 79
4 Waktu  
 Penyelesaian pekerjaan Selesai sebelum waktu berakhir 91 – 100
Selesai tepat waktu 80 – 90
Selesai setelah waktu berakhir 70 – 79

 

 

 

Pengolahan Nilai Keterampilan :

 

  Nilai Praktik(NP)
  Persiapan Proses dan Hasil Kerja Sikap Kerja Waktu ∑ NK
  1 2 3 5 6
Skor Perolehan
Skor Maksimal
Bobot 10% 60% 20% 10%
NK

 

Keterangan:

  • Skor Perolehan merupakan penjumlahan skor per komponen penilaian
  • Skor Maksimal merupakan skor maksimal per komponen penilaian
  • Bobot diisi dengan persentase setiap komponen. Besarnya persentase dari setiap komponen ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik kompetensi keahlian. Total bobot untuk komponen penilaian adalah 100
  • NK = Nilai Komponen merupakan perkalian dari skor perolehan dengan bobot dibagi skor maksimal

 

 

  • NP = Nilai Praktik merupakan penjumlahan dari NK

Aplikasi Penilaian Hasil Belajar SMK 2017

 


Sumber:

  1. Analisis Penilaian Hasil Belajar Modul Bimtek Implementasi K2013 Tahun 2017, Dit PSMK, Dirjen Dikdasmen, Kemdikbud
  2. Panduan Penilaian Hasil Belajar pada SMK 2017, Dit PSMK, Dirjen Dikdasmen, Kemdikbud

Analisis Penerapan Model Pembelajaran

analisis penerapan model pembelajaran

Analisis Penerapan Model Pembelajaran

Analisis Penerapan Model Pembelajaran langkah mempelajari K13. Analisis Penerapan Model Pembelajaran membingungkan??? Mari diskusi Analisis Penerapan Model Pembelajaran di sini.
Analisis Penerapan Model Pembelajaran ialah kegiatan guru menelaah, memilih dan memadukan model pembelajaran Kurikulum 2013 dengan komponen-komponen kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran menjadi serangkaian kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan sintak model pembelajaran yang digunakan.

analisis penerapan model pembelajaran
analisis penerapan model pembelajaran

Analisis Penerapan Model Pembelajaran memandu guru menyusun langkah-langkah proses pembelajaran. Analisis penerapan model pembelajaran perlu dilakukan untuk mendukung keberhasilan PERUBAHAN MINDSET pendidik dalam mengimplementasikan proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 yang berbeda dengan proses pembelajaran yang selama ini dilakukan. Perubahan proses pembelajaran ini diperlukan sehubungan dengan perubahan Standar Kompetensi Lulusan yang dicita-citakan dan didukung dengan Standar Proses yang diberlakukan.

Analisis Penerapan Model Pembelajaran memberi ruang bagi guru merencanakan penguatan pendidikan karakter (PPK) melalui pemilihan model pembelajaran. Nilai karakter yang dikuatkan tergantung pada model pembelajaran yang digunakan karena masing-masing model pembelajaran memiliki keunggulan dan kekhususan. Penerapan model-model pembelajaran yang dilaksanakan dengan benar mampu membentuk keterampilan abad 21 seperti critical thinking, creative thinking, collaborating dan communicating yang pada akhirnya membantu peserta didik memiliki Kecakapan Berfikir Tingkat Tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Pengetahuan Awal Analisis Penerapan Model Pembelajaran

Analisis Penerapan Model Pembelajaran merupakan kegiatan guru dalam menelaah, memilih dan memadukan model pembelajaran Kurikulum 2013 menjadi serangkaian aktivitas pembelajaran. Terkait dengan pengertian di atas maka sebelum melakukan Analisis Penerapan Model Pembelajaran guru memerlukan pemahaman-pemahaman yang terkait dengan langkah-langkah dalam analisis penerapan model pembelajaran. Pengetahuan terkait analisis penerapan model pembelajaran ini antara lain :

  • Jenis-jenis model pembelajaran untuk SMK beserta sintaknya. Rekan-rekan dapat membaca diposting saya yang lain Model Pembelajaran di SMK
  • Tahapan belajar siswa yang di sebut 5 M, terdiri dari mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengomunikasikan. Rekan-rekan yang memerlukan bacaan dapat mengakses posting saya yang lain mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengomunikasikan
  • Strategi pelibatan siswa dalam pembelajaran kooperatif seperti jigsaw, number head together, gallery walk dan lain-lain.

Format Penentuan dan Pemaduan Sintak pada Analisis Penerapan Model Pembelajaran

Analisis Penerapan Model Pembelajaran dilakukan dalam 2 (dua) tahap. Tahap yang pertama adalah menentukan model pembelajaran yang sesuai untuk kompetensi dasar yang bersangkutan. Model pembelajaran tidak boleh dipilih sekehendak guru, tetapi harus memperhatikan sifat dan kecenderungan kompetensi dasar. Mari cermati penjelasan contoh di bawah ini. Analisis yang dicetak warna merah dan biru merupakan hasil analisis KD. Karena pertimbangan tersebut maka Analisis Penerapan Model Pembelajaran menyimpulkan bahwa Model Pembelajaran yang sesuai sifat KD adalah Discovery Learning.

Penjelasan untuk kotak dengan warna Penjelasan untuk kotak dengan warna MERAH, BIRU, KUNING, UNGU, JINGGA diuraikan pada langkah-langkah pembelajaran (di bawah) yang merupakan implementasi prinsip-prinsip pedagogis tertulis. Inilah yang diharapkan dalam Analisis Penerapan Model Pembelajaran.

Implementasi Strategi Pembelajaran Kooperatif dalam Analisis Penerapan Model Pembelajaran

Analisis Penerapan Model Pembelajaran , selain menentukan model pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi dasar juga meminta kita menentukan dan memilih strategi pembelajaran kooperatif yang cocok untuk diterapkan. Penerapan strategi pembelajaran kooperatif akan memberi dampak positif dalam pengembangan kompetensi sosial siswa. Penerapan strategi pembelajaran kooperatif menstimulasi interaksi antar siswa.

Strategi pembelajaran kooperatif yang dirancang dalam Analisis Penerapan Model Pembelajaran merupakan desain implementasi yang nantinya dituangkan dalam format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Strategi pembelajaran kooperatif yang banyak dikenal dan diterapkan antara lain:

  • Showdown
  • Jigsaw
  • 3 corners
  • Gallery walk
  • Opinion line
  • Circle of knowledge
  • Number heads together
  • Send a problem

Strategi pembelajaran kooperatif menguatkan sifat-sifat dan sikap-sikap sosial dalam diri siswa. Di samping itu, penerapan strategi pembelajaran kooperatif memberi efek variasi interaksi di dalam pembelajaran sehingga mengurangi atau mengeliminir kejenuhan. Oleh karena itu semenjak dalam Analisis Penerapan Model Pembelajaran sebaiknya strategi-strategi ini sudah direncanakan.

Perencanaan Langkah-langkah pembelajaran dalam Analisis Penerapan Model Pembelajaran

Analisis Penerapan Model Pembelajaran diikuti dengan merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang nantinya harus diungkapkan secara tertulis dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP. Perumusan langkah-langkah pembelajaran ini perlu memperhatikan hal-hal yang memang harus terimplementasikan dalam pembelajaran.

Contoh susunan langkah pembelajaran berikut mengambil contoh kompetensi dasar tentang mengoperasikan sepeda roda 2. Masing-masing teks berwarna di bawah ini merupakan langkah-langkah pembelajaran yang penempatannya berada pada posisi sesuai tabel di atas.

  1. Interaksi pemberian stimulus pada kegiatan siswa mengamati
  • Guru meminta siswa untuk mengamati berbagai jenis sepeda roda 2 melalui bahan tayangan.
  • Siswa mengamati bahan tayang yang disajikan guru.
  • Guru meminta siswa membaca buku teks untuk mengidentifikasi berbagai bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama
  • Siswa membaca buku berkaitan dengan berbagai jenis sepeda roda 2, bagian-bagian utama sepeda roda 2 dan cara mengoperasikan sepeda roda 2
  • Interaksi membimbing siswa mengidentifikasi masalah pada kegiatan siswa menanya
      

    • Guru meminta siswa dalam kelompok untuk mendiskusikan dan menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
    • Siswa bersama kelompoknya mendiskusikan dan menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
    • Guru meminta siswa dalam kelompok untuk mengakses internet atau intranet dan melengkapi bahan diskusi kelompok terkait menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
    • Siswa dalam kelompok mengakses internet atau intranet dan melengkapi bahan diskusi kelompok terkait menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2
  • Interaksi membimbing siswa mengumpulkan data / mencoba / eksperimen pada kegiatan siswa mengumpulkan informasi
      

    • Siswa dalam kelompok mengakses internet atau intranet dan melengkapi bahan diskusi kelompok terkait menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
    • Guru meminta siswa memperhatikan demonstrasi cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
    • Guru meminta siswa mencoba melakukan cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2. 4.
    • Siswa secara bergiliran mencoba melakukan cara menjaga keseimbangan, – cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
  • Interaksi membimbing siswa melakukan pembuktian pada kegiatan siswa menalar / mengasosiasi
      

    • Guru meminta siswa dalam kelompok untuk membuat rumusan bersama tentang bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
    • Siswa bersama sama dalam kelompok membuat rumusan bersama tentang bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2
  • Interaksi membimbing dan memfasilitasi siswa menarik kesimpulan / generalisasi dan mengomunikasikannya

      

    • Guru meminta siswa untuk menyajikan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
    • Siswa membuat bahan presentasi tentang bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.dalam bentuk PPT.
    • Siswa menyajikan tentang bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 termasuk cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
    • Siswa lain memberikan tanggapan terhadap presentasi.
    • Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru.
    • Guru memberikan klarifikasi dan penguatan hasil diskusi siswa.
    • Siswa memperbaiki hasil presentasi dan membuat simpulan

Demikianlah diskusi sekitar Analisis Penerapan Model Pembelajaran . Mudah-mudahan bermanfaat dan menambah pemahaman kita.