Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP

rencana pelaksanaan pembelajaran

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP pedoman pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP K 13 Rev. 2017 adalah RPP Keterampilan Abad 21. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP seharusnya mengimplementasikan prinsip-prinsip pembelajaran Kurikulum 2013 SMK.

rencana pelaksanaan pembelajaran
rencana pelaksanaan pembelajaran

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP idealnya dirancang guru sendiri. Bukankah kita sudah mengubah cara pandang kita menjadi pembelajaran berpusat pada siswa? Pembelajaran berpusat pada siswa menempatkan siswa atau peserta didik sebagai titik pusat dalam kegiatan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran maupun penilaian pembelajaran. Pada konteks inilah karakteristik peserta didik menjadi sangat penting dan harus diakomodir di dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Karena itu idealnya rencana pelaksanaan pembelajaran RPP dibuat oleh guru yang akan mengajar karena guru itu sendiri yang sangat memahami karakteristik peserta didik.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017 SMK merupakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP Keterampilan Abad 21. Standar Kompetensi Lulusan SKL SMK telah mengadopsi berbagai tantangan keterampilan abad 21.Rencana pelaksanaan pembelajaran RPP yang konsisten menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran, model-model pembelajaran K-2013 SMK, media pembelajaran sesuai karakteristik siswa, penilaian yang HOTS akan benar-benar menghasilkan mutu lulusan yang tinggi. Karena itu, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP bukan administrasi pelengkap, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP adalah pedoman guru melaksanakan pembelajaran keterampilan abad 21.

Prinsip-prinsip Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017 disusun dengan menerapkan prinsip-prinsip penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran. Berdasarkan Standar Proses Permendikbud No. 22 Tahun 2016, penyusunan RPP Kurikulum 2013 menerapkan prinsip-prinsip berikut :

  1. Perbedaan individual peserta didik antara lain kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.
  2. Partisipasi aktif peserta didik.
  3. Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian.
  4. Pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
  5. Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
  6. Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indicator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar.
  7. Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
  8. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP mengadaptasi perbedaan peserta didik

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP perlu mengadaptasi perbedaan peserta didik. Peserta didik atau siswa, memiliki perbedaan-perbedaan individual antara lain yang dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. kemampuan awal,
  2. tingkat intelektual,
  3. bakat,
  4. potensi,
  5. minat,
  6. motivasi belajar,
  7. kemampuan sosial,
  8. emosi,
  9. gaya belajar,
  10. kebutuhan khusus,
  11. kecepatan belajar,
  12. latar belakang budaya,
  13. norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP yang disusun pendidik seharusnya mengadaptasi semua perbedaan karaktristik peserta didik. Apa maksudnya? Semua perbedaan karakteristik peserta didik mendapat solusi melalui program pembelajaran yang dirancang. Perencanaan yang cermat melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP adalah jalan terbaik mempersiapkan berbagai strategi mengadaptasi perbedaan individual peserta didik.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP memotivasi partisipasi aktif peserta didik

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP yang dibuat harus mampu memotivasi partisipasi aktif peserta didik. Bagaimana cara, metode atau pun strategi kita membuat siswa termotivasi?

Memotivasi partisipasi aktif peserta didik harus direncanakan dengan cermat. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran  RPP harus menyatakan dengan jelas urutan tugas, jenis tugas, jenis tagihan, peran peserta didik, kegiatan peserta didik dan sebagainya. Peran siswa selama melaksanakan kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengomunikasikan perlu dituliskan secara eksplisit terurut, apa saja yang harus dilakukan siswa, apa saja yang perlu didiskusikan. Semua kegiatan itu ditulis secara rinci di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP

Partisipasi aktif peserta didik perlu ditumbuhkembangkan. Peserta didik akan dengan sukarela terlibat dan berpartisipasi aktif ketika dia merasakan kegiatan tersebut merupakan kebutuhannya untuk itu pendidik perlu menyediakan waktu, perhatian dan strategi yang tepat melibatkan siswa dalam proses belajar.

  • RPP memuat rencana pendidik menerapkan pendekatan saintifik melalui kegiatan 5M
  • RPP memuat rencana pendidik menerapkan model-model pembelajaran SMK
  • RPP memuat rencana pendidik menerapkan pembelajaran kooperatif & kolaboratif
  • RPP memuat rencana pendidik untuk berinteraksi
  • RPP memuat rencana pendidik menerapkan pengelolaan kelas yang tepat

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP disusun berpusat pada peserta didik

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP harus mengimplementasikan pembelajaran berpusat pada siswa. Pembelajaran berpusat pada siswa memiliki makna bahwa siswalah yang menjadi aktor utama dalam proses belajar membangun pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam dirinya. Dalam konteks ini, siswalah yang akan melakukan langkah-langkah pendekatan saintifik meliputi kegiatan mengamati menanya mengumpulkan informasi mengasosiasi mengomunikasikan. Semuanya siswa yang melakukan. Guru berperan sebagai fasilitator atau pembimbing.

Oleh karenanya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP yang disusun guru hendaknya mengatur dengan jelas dan rinci semua langkah dan kegiatan yang harus dilakukan siswa pada tahap mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengomunikasikan yang dituliskan secara urut mengikuti urutan logis pendekatan saintifik.

Setiap peserta didik adalah pribadi yang unik yang berbeda semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kecerdasan, gaya belajar, daya inovasi dan kemandirian dll. Semua karakteristik peserta didik telah diidentifikasi dan digunakan dalam rangka menyusun RPP SMK Terbaru Revisi 2017. Implementasi dalam RPP dapat berupa:

  • RPP memuat rencana penggunaan macam-macam media pembelajaran yang berbeda pada materi ajar yang sama
  • RPP memuat rencana pelaksanaan macam-macam bentuk aktifitas belajar
  • RPP memuat rencana pendidik menggunakan strategi melibatkan peserta didik dalam aktifitas pembelajaran
  • RPP memuat rencana pendidik memfasilitasi tumbuhnya inovasi, kreatifitas dan kemandirian

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP mendorong pengembangan budaya membaca dan menulis

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP harus mampu mendorong pengembangan budaya membaca dan menulis di kalangan siswa selama proses pembelajaran. Budaya membaca dan menulis adalah kunci utama literasi dasar. Mendorong pengembangan budaya membaca dan menulis dikalangan siswa berarti mendorong siswa menuju literasi media literasi teknologi literasi visual. Untuk itu harus dipastikan di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP ada kegiatan siswa membaca buku siswa, membaca dari blog atau website dan pastikan juga ada bentuk tagihan secara akademis yang disusun menggunakan kalimat sendiri.

Pada pelaksanaan prinsip mendorong pengembangan budaya membaca dan menulis ini juga perlu dilakukan pembinaan cara-cara mengutip dari buku sumber sebagai penghormatan kepada penulis sumber yang dikutip. Melalui kegiatan ini budaya membaca dan menulis serta penumbuhan sikap jujur dengan tidak melakukan plagiasi akan tumbuh dari hari-ke hari.

  • RPP memuat rencana memfasilitasi peserta didik melaksanakan kegiatan membaca
  • RPP memuat rencana pendidik membimbing penghargaan karya intelektual
  • RPP memuat rencana pendidik memberi kesempatan peserta didik berekspresi melalui jenis karya tulis yang berbeda
  • RPP memuat rencana pendidik memfasilitasi / membimbing pengadaan media penempatan hasil kegiatan baca tulis

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP memuat pemberian umpan balik

  • RPP memuat rencana pendidik memberi umpan balik positif
  • RPP memuat rencana pendidik memberi penguatan dalam proses pembelajaran
  • RPP memuat rencana pendidik memberi materi pengayaan
  • RPP memuat rencana pendidik memberi materi remedial

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP menggambarkan keterkaitan antara KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indicator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP sudah seharusnya menerapkan prinsip adanya keterkaitan antara KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indicator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar. Untuk memastikan prinsip ini benar-benar terimplementasikan di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP maka kegiatan perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP di dahului dengan kegiatan:

  1. Analisis Keterkaitan SKL – KI – KD
  2. Analisis KD – IPK – Tujuan Pembelajaran – Materi Pelajaran
  3. Analisis Penerapan Model Pembelajaran termasuk nalisis pemaduan link antara model pembelajaran , pendekatan saintifik dan kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengomunikasikan.
  4. Analisis penilaian pembelajaran yang mencakup keterkaitan Tujuan Pembelajaran, Indikator Soal, Jenis soal, bentuk soal, kunci jawaban dan cara penskoran.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP yang didahului analisis tersebut mampu mengimplementasikan keterkaitan KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar. Ini hal yang sangat bagus.

  • RPP direncanakan dengan didahului langkah pemeriksaan keterkaitan dan keterpaduan KD dengan KI dan SKL melalui Analisis SKL KI KD
  • RPP direncanakan dengan didahului langkah Analisis Materi Pembelajaran
  • RPP direncanakan dengan didahului langkah Analisis Penerapan Model Pembelajaran
  • RPP direncanakan dengan didahului langkah Analisis Penilaian

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP menerapkan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang dalam bahasa Inggris disebut ICT (Information Communication Technology dewasa ini telah berkembang sangat cepat. Banyak software dapat digunakan sebagai media pembelajaran

  • RPP memuat rencana pendidik menggunakan laptop, hp android, lcd proyektor dan peralatan lain sejenis sebagai alat bantu pembelajaran
  • RPP memuat rencana pendidik menggunakan fasilitas internet dan penggunaan Web 2.0 tools seperti blog, wiki, kelas maya dll.
  • atau penggunaan fasilitas intranet terbatas di lingkungan kelas / sekolah / lab menggunakan laptop, PC atau server sekolah.

APA YANG KITA HARAPKAN TERJADI di kelas dalam pelaksanaan pembelajaran KITA TULISKAN SEMUA dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Yang kita tuliskan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, bukan saja berupa kondisi akhir seperti apa yang kita inginkan tetapi juga langkah-langkah pembelajaran secara rinci bagaimana cara melaksanakan kegiatan-kegiatan pembelajaran itu. Logikanya, apa yang ada dalam rencana pelaksanaan pembelajaran diimplementasikan di dalam pelaksanaan pembelajaran. Inilah makna rencana pelaksanaan pembelajaran sebagai pedoman guru melaksanakan pembelajaran. Tentu saja, kita perlu menggunakan format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP yang berlaku.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran idealnya memuat SEMUA ASPEK TERKAIT PELAKSANAAN PEMBELAJARAN yang di rencana kan itu. Berdasar pada hal itulah maka rencana pelaksanaan pembelajaran MENJADI PEDOMAN guru melaksanakan pembelajaran. Dengan menuliskan SEMUA ASPEK TERKAIT PELAKSANAAN PEMBELAJARAN dalam format rencana pelaksanaan pembelajaran yang sesuai berarti kita sudah melakukan usaha mewujudkan pembelajaran yang bermutu. Isi rencana pelaksanaan pembelajaran yang lengkap dan ideal mengindikasikan bahwa kita adalah guru yang memenuhi Standar Kompetensi Pendidik. Sebaliknya, pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran yang asal-asalan, mengindikasikan bahwa kita belum mampu memenuhi kompetensi pedagogi maupun kompetensi profesional seorang guru. Karena itu, penting sekali bagi kita memahami dan menguasai berbagai aspek dalam pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran.

Menu diskusi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Item Topik Diskusi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
1 Pengertian-Rencana-Pelaksanaan-Pembelajaran-RPP
2 Format-dan-Komponen-Rencana-Pelaksanaan-Pembelajaran-RPP
3 Komponen-Rencana-Pelaksanaan-Pembelajaran-RPP-berdasarkan-standar-proses
4 Komponen-Rencana-Pelaksanaan-Pembelajaran-RPP-berdasarkan-permendikbud-103-tahun-2014
5 Komponen-Rencana-Pelaksanaan-Pembelajaran-RPP-dan-sistematika
6 Prinsip-prinsip-Penyusunan-Rencana-Pelaksanaan-Pembelajaran-RPP
7 Langkah-Penyusunan-Rencana-Pelaksanaan-Pembelajaran-RPP

Pengertian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP adalah rencana tatap muka. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP Kurikulum 2013 dibuat untuk satu pertemuan atau lebih. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP dikembangkan berdasarkan silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran dan penilaian peserta didik dalam mencapai Kompetensi Dasar (KD) (2016, MATERI PELATIHAN: PERANCANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP))

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP disusun berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan kali pertemuan atau lebih. (2016, LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 22 TAHUN 2016 TENTANG STANDAR PROSES PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH)

Berdasarkan kutipan di atas cukup jelas kiranya bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP adalah rencana kegiatan yang akan dilakukan dalam proses pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih yang disusun berdasarkan silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran dan penilaian peserta didik dalam mencapai Kompetensi Dasar (KD) agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Back to Menu Diskusi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP

Format dan Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP Kurikulum 2013

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP disusun oleh setiap guru. Susunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP  memperhatikan format yang disarankan dalam Standar Proses dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang mengatur tentang Pembelajaran (Permendikbud 103 tahun 2014). Adapun format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP  seperti tampak pada ilustrasi di bawah.

rencana pelaksanaan pembelajaran rpp
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP

Back to Menu Diskusi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP

Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP berdasarkan Standar Proses

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP yang disusun berdasarkan Standar Proses Permendikbud No. 22 Tahun 2016 sekurang-kurangnya memiliki komponen-komponen sebagaimana terurai di bawah ini.

  1. identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
  2. identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
  3. kelas/semester;
  4. materi pokok;
  5. alokasi  waktu   ditentukan   sesuai   dengan   keperluan   untuk pencapaian KD  dan  beban  belajar  dengan  mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
  6. tujuan pembelajaran  yang  dirumuskan  berdasarkan  KD,  dengan menggunakan kata  kerja  operasional  yang  dapat  diamati  dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
  7. kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
  8. materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi;
  9. metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar  dan  proses  pembelajaran agar  peserta  didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai;
  10. media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran;
  11. sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan;
  12. langkah-langkah  pembelajaran    dilakukan    melalui     tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan
  13. penilaian hasil pembelajaran.

Back to Menu Diskusi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP

Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP berdasarkan Permendikbud 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Menengah

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP berdasarkan panduan dari Permendikbud 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Menengah sebagaimana dimaksud pada ayat (4) paling sedikit memuat:

a. identitas sekolah/madrasah, mata pelajaran atau tema, kelas/semester, dan alokasi waktu;
b. Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, dan indikator pencapaian kompetensi;
c. materi pembelajaran;
d. kegiatan pembelajaran yang meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup;
e. penilaian, pembelajaran remedial, dan pengayaan; dan
f. media, alat, bahan, dan sumber belajar.

Back to Menu Diskusi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP

Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP dan Sistematika untuk Sekolah Menengah Kejuruan diadopsi dari Bahan Diklat Implementasi Kurikulum 2013
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP
Sekolah : …………………………………………………..
Mata Pelajaran : …………………………………………………..
Kelas/Semester : …………………………………………………..
Alokasi Waktu : …………………………………………………..
A. Kompetensi Inti
1.    Pengetahuan
2.    Keterampilan
B. Kompetensi Dasar
1.    KD pada KI pengetahuan
2.    KD pada KI keterampilan
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1.    Indikator KD pada KI pengetahuan
2.    Indikator KD pada KI keterampilan
D. Tujuan Pembelajaran
E. Materi Pembelajaran
(Rincian dari Materi Pokok Pembelajaran)
F. Pendekatan, Model dan Metode
G. Kegiatan Pembelajaran
1.    Pertemuan Kesatu:*)
a.    Pendahuluan/Kegiatan Awal (… menit)
b.   Kegiatan Inti (… menit)
c.    Penutup (… menit)
2.    Pertemuan Kedua:*)
a.    Pendahuluan/Kegiatan Awal (… menit)
b.   Kegiatan Inti (… menit)
c.    Penutup (… menit),
dan pertemuan seterusnya.
H. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan
1.    Instrumen dan Teknik Penilaian
2.    Analisis Hasil Penilaian
3.    Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
I. Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar
1.    Media
2.    Alat
3.    Bahan
4.    Sumber Belajar
Mengetahui ______________, _________
Kepala ………………………….. Guru Mata Pelajaran,
NIP NIP

Langkah Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP adalah pedoman guru dalam mengajar. Perencanaan yang matang dengan rinci dan jelas akan memudahkan dalam penerapannya di kelas. Untuk itu perlu direncanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Analisis Keterkaitan SKL – KI – KD
  2. Analisis KD – IPK – Tujuan Pembelajaran – Materi Pelajaran
  3. Analisis Penerapan Model Pembelajaran termasuk nalisis pemaduan link antara model pembelajaran , pendekatan saintifik dan kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengomunikasikan.
  4. Analisis penilaian pembelajaran yang mencakup keterkaitan Tujuan Pembelajaran, Indikator Soal, Jenis soal, bentuk soal, kunci jawaban dan cara penskoran.
  5. Menyusun hasil analisis 1 s.d. 4 menjadi sebuah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP satu Kompetensi Dasar ( 1 KD ) lengkap.
rencana pelaksanaan pembelajaran
rencana pelaksanaan pembelajaran

Back to Menu Diskusi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP

Posting terkait Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP:

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar KI KD Silabus dan RPP SMK Revisi 2017

Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasarkan KI KD SMK Revisi 2017

 

9 Tahap Pembelajaran Gagne (Gagne 9 events of instruction)

 (1) Mendapatkan perhatian

Mendapatkan perhatian untuk memastikan peserta didik siap untuk belajar dan berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran, oleh karena itu pada tahapan ini penting untuk menyajikan stimulus yang dapat menarik dan mendapatkan perhatian peserta didik.

Metode untuk mendapatkan perhatian peserta didik meliputi:

  1. memberikan informasi baru kepada peserta didik, sesuatu yang tak pasti
  2. menunjukkan kejutan atau fakta menarik
  3. menceritakan sesuatu yang memancing pertanyaan
  4. meminta peserta didik mengajukan pertanyaan untuk dijawab peserta didik lain

 (2) Menginformasikan tujuan pembelajaran

Menginformasikan tujuan pembelajaran penting untuk memotivasi peserta didik untuk belajar sesuai tujuan instruksional yang berkaitan dengantujuan peserta didik pada awal pelajaran dan membantu mereka menetapkan harapan dalam mengikuti pembelajaran.

Tujuan pembelajaran harus didefinisikan secara jelas, spesifik, terukur, dan ditulis dalam istilah yang dapat mengerti. Hal ini juga diperlukan untuk pemahaman mereka kriteria seperti apa yang menggambarkan keberhasilan sehingga membantu peserta didik untuk memahami dan mengerti konsep “kinerja yang sukses.”

Tujuan pembelajaran pada kurikulum 2013 meliputi pengetahuan dan keterampilan serta sikap.

 (3) Merangsang mengingat pelajaran/pengetahuan sebelumnya

Belajar informasi baru dengan mengaitkan pada pengetahuan/pengalaman sebelumnya dapat memfasilitasi proses pembelajaran. Merangsang mengingat pelajaran/pengetahuan sebelumnya dapat dilakukan dengan cara berikut:

  1. Mengajak peserta didik untuk menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang dipelajari sebelumnya (sebutkan topiknya)
  2. Ajukan pertanyaan tentang pengalaman sebelumnya atau konsep / konten belajar yang sudah dipelajari
  3. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk merangkum pengetahuan & keterampilan prasyarat mereka.

(4) Menyajikan isi / materi ajar

Menyajikan isi / materi ajar baru disajikan kepada peserta didik setelah kita peserta didik termotivasi kuat dengan 3 (tiga) langkah sebelumnya. Materi ajar harus terorganisir dengan sistimatis dan bermakna, dan kemudian disajikan secara berurutan (misalnya, dari yang diketahui (nyata) menuju yang tidak diketahui/ abstrak).

Gunakan strategi untuk menyajikan dan isi pelajaran agar lebih efektif, seperti isyarat , instruksi efisien bukan hanya menjelaskan dan / atau mendemonstrasikan Katakan, Tampilkan, Tanyakan. Strategi dasar menyajikan konten dapat digunakan dalam kombinasi yang berbeda untuk meningkatkan pembelajaran .

Agar lebih menarik gunakan model-model pembelajaran yang berbeda, berbagai bentuk media – teks, grafik, animasi, audio, video  untuk materi ajar yang sama.

 (5) Memberikan bimbingan belajar

Memberikan bimbingan belajar membantu peserta didik memahami dan mengingat materi ajar dengan lebih efektif, bimbingan tambahan harus disediakan bersamaan dengan penyajian konten baru.

Strategi memberikan bimbingan belajar dapat mencakup penggunaan contoh, bukan-contoh, studi kasus, representasi secara grafis, mnemonik, dan analogi.

–     Memberikan dukungan instruksional yang diperlukan – sebagai perancah (isyarat, petunjuk, petunjuk langsung) yang dapat dihapus setelah siswa mempelajari tugas atau materi ajar

–     Model strategi pembelajaran bervariasi – mnemonik, peta konsep, bermain peran,, visualisasi

–     Gunakan contoh dan bukan-contoh – selain menyediakan contoh, menggunakan yang bukan contoh untuk membantu siswa melihat apa yang tidak boleh dilakukan atau kebalikan dari contoh

–     Memberikan studi kasus, analogi, gambar visual dan metafora – Studi kasus untuk aplikasi dunia nyata, analogi untuk membangun pengetahuan, gambar visual untuk membuat asosiasi visual, metafora untuk mendukung pembelajaran

(6) Latihan kinerja (praktek)

Latihan kinerja (praktek) membuat peserta didik aktif belajar. Skenario pembelajaran memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengkonfirmasi pemahaman yang benar, dan pengulangan lebih lanjut meningkatkan kemungkinan retensi (penguatan).

Peserta didik diminta untuk melatih keterampilan atau perilaku baru dalam rangka internalisasi keterampilan dan pengetahuan baru.

Kita dapat menggunakan berbagai kegiatan berikut:

  1. melibatkan mereka dalam demonstrasi
  2. melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan pada studi kasus
  3. mensimulasikan situasi yang bermasalah & melibatkan mereka dalam menghasilkan solusi

Cara untuk mengaktifkan proses belajar meliputi:

– Mintalah kegiatan mahasiswa – mengajukan pertanyaan yang memerlukan proses belajar mendalam, membuat referensi apa yang sudah diketahui siswa atau meminta siswa berkolaborasi dengan rekan-rekan mereka

– Gunakan strategi recall – meminta siswa untuk membaca kembali, atau mengulangi informasi yang telah mereka pelajari

– Memfasilitasi elaborasi siswa – meminta siswa untuk menguraikan atau menjelaskan rincian dan memberikan lebih banyak kompleksitas respon mereka

– Membantu siswa mengintegrasikan pengetahuan baru – menyediakan konten dalam konteks kaya cara (menggunakan contoh-contoh nyata)

 (7) Memberikan umpan balik (penguatan terhadap kinerja peserta didik)

Sebagai peserta didik berlatih keterampilan / perilaku baru sangat penting untuk memberikan umpan balik yang spesifik dan langsung terhadap kinerja mereka. Umpan balik yang konstruktif teratur membantu untuk mempromosikan terus motivasi untuk belajar. Umpan balik harus dengan cara ditulis untuk membantu peserta didik memahami kesalahpahaman secara benar dan memungkinkan mereka untuk belajar dari kesalahan mereka.

Jenis-jenis umpan balik meliputi:

Umpan balik konfirmasi – Memberi tahu siswa bahwa apa yang sudah mereka kerjakan sudah benar atau sesuai yang diharapkan

Umpan balik koreksi dan remedial – Memberi tahu siswa terkait ketepatan kinerja atau respon mereka.

Umpan balik Remedial – Membimbing siswa pada arah yang benar untuk mencari dan menemukan jawaban yang benar tetapi tidak memberi tahukan jawaban benarnya.

Umpan balik Informative – Melengkapi informasi (baru, berbeda, tambahan, sugesti) kepada seorang siswa dan mengkonfirmasi bahwa anda mendengarkan secara aktif – informasi ini memungkinkan dua pihak untuk melakukan sharing

Umpan balik Analitis – Memberi sugesti, rekomendasi, dan informasi untuk mereka untuk memperbaiki kinerja mereka.

(8) Menilai kinerja

Setelah menyelesaikan modul pembelajaran, peserta didik harus diberi kesempatan untuk mengambil penilaian akhir. Acara ini berfungsi untuk mengaktifkan pengambilan dan memperkuat memori. Hal ini juga memungkinkan peserta didik untuk mengidentifikasi area perbaikan yang diperlukan.

Tes dalam berbagai format dapat digunakan untuk menilai kinerja peserta didik. Dalam kasus ini, petunjuk biasanya tidak diberikan kepada peserta didik. Penilaian ini harus diselesaikan tanpa pembinaan tambahan, masukan, atau petunjuk.

— Pretes untuk mengetahui penguasaan sebelum pembelajaran yang diinginkan

— Gunakan pretes sebagai titik akhir pengetahuan dan keterampilan siswa

— Lakukan post test untuk memeriksa penguasaan materi atau keterampilan.

— Berikan pertanyaan selama pembelajaran secara lisan maupun tertulis

— Termasuk test obyektif atau unjuk kerja beracuan kriteria yng mengukur seberapa baik seorang siswa sudah mempelajari topik

— Identifikasi unjuk kerja beracuan norma yang membandingkan satu siswa dengan siswa lainnya.

 (9) Meningkatkan penguatan (retensi) dan alih pengetahuan (transfer)

Untuk membantu peserta didik mengembangkan keahlian, mereka harus menginternalisasi pengetahuan atau kemampuan baru dan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang baru diperoleh dalam situasi baru, sehingga mendorong transfer belajar dengan pekerjaan. Beberapa cara kita dapat memastikan bahwa kemampuan ini akan dipertahankan selama jangka waktu yang panjang dan peserta didik mampu:

Terapkan belajar dalam situasi kehidupan nyata – Dapatkan peserta didik untuk memprediksi, berhipotesis, bekerja dalam kelompok, mendiskusikan dan melaporkan temuan tentang isu-isu dunia nyata, mencari solusi untuk masalah dunia nyata, dll

Sorot hubungan dengan bidang studi lain – Dapatkan peserta didik untuk memberikan contoh situasi atau contoh serupa dengan yang diajarkan. Hal ini memungkinkan peserta didik untuk memahami karakteristik umum dari informasi yang disajikan.

Sumber :

  1. Diadopsi dari MTPP Indonesia-Singapore 2012-2013
  2. Northern Illinois University, Faculty Development and Instructional Design Center, facdev@niu.edu, www.niu.edu/facdev,