Struktur Kurikulum SMK 2017

struktur kurikulum

Struktur Kurikulum

Struktur Kurikulum pondasi sistem pendidikan. Struktur Kurikulum berisi susunan mata pelajaran. Struktur Kurikulum SMK resmi dirilis berdasar SK Dirjen Dikdasmen. Struktur Kurikulum SMK 2017 memuat Muatan Umum yang terdiri dari Muatan Nasional dan Muatan Kewilayahan yang dikembangkan sesuai kebutuhan wilayah dan Muatan Peminatan Kejuruan yang terdiri dari Dasar Bidang Keahlian, Dasar Program Keahlian, dan Kompetensi Keahlian.

A. Muatan Nasional
B. Muatan Kewilayahan
C. Muatan Peminatan Kejuruan

Struktur Kurikulum merupakan susunan / bangunan berbagai mata pelajaran yang diperlukan untuk membentuk satu kompetensi tertentu yang disusun menurut pengelompokan, urutan dan intensitas tertentu. Struktur Kurikulum SMK yang merupakan Struktur Kurikulum SMK Terbaru diilustrasikan seperti gambar di atas.

silabus dan rpp smk k2013
HOTS ….. MENYUSUN SILABUS DAN RPP K2013 REVISI 2017 ….. KLIK GAMBAR DIATAS

SK Dirjen Dikdasmen No. 130/D/KEP/KR/2017 tentang Struktur Kurikulum SMK 2017

Struktur Kurikulum SMK 2017 merupakan Struktur Kurikulum SMK terbaru. Struktur Kurikulum SMK ini ditetapkan penggunaannya melalui SK Dirjen Dikdasmen No. 130/D/KEP/KR/2017 tentang Struktur Kurikulum SMK 2017. Struktur Kurikulum SMK 2017 wajib digunakan sebagai acuan penyelenggaraan pendidikan kejuruan sejak tanggal penetapannya pada tanggal 10 Februari 2017. SK Dirjen Dikdasmen ini merupakan jawaban tentang perbincangan beberapa waktu yang lalu terkait Struktur Kurikulum SMK 2017 draft maupun hasil uji publik yang sudah cukup lama beredar.

struktur kurikulum
struktur kurikulum

Struktur Kurikulum SMK 2017 ini diterbitkan mengingat bahwa struktur kurikulum pendidikan menengah kejuruan yang saat ini berlaku sudah tidak sesuai dengan tuntutan perkembangan, ilmu pengetahuan, teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Struktur Kurikulum SMK 2017 untuk Pendidikan Menengah Kejuruan ini memuat Muatan Umum yang terdiri dari Muatan Nasional dan Muatan Kewilayahan yang dikembangkan sesuai kebutuhan wilayah dan Muatan Peminatan Kejuruan yang terdiri dari Dasar Bidang Keahlian, Dasar Program Keahlian, dan Kompetensi Keahlian sebagaimana terlampir dalam keputusan ini.

Struktur Kurikulum SMK 2017 tersebut dinyatakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pembelajaran di SMK/MAK. Hal ini jelas memberi pesan kepada seluruh warga SMK untuk segera mengupdate dokumen-dokumen yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran yang digunakan saat ini.

SK Dirjen Dikdasmen No. 130/D/KEP/KR/2017 tentang Struktur Kurikulum SMK 2017 ini juga menyebutkan bahwa perangkat pembelajaran meliputi beberapa jenis perangkat akan ditetapkan oleh Direktur Pembinaan SMK. Perangkat pembelajaran dimaksud meliputi:

  1. Kompetensi Dasar tiap Mata Pelajaran;
  2. Silabus;
  3. Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
  4. Kelompok Kompetensi yang akan dilakukan sertifikasi

Download Kompetensi Inti Kompetensi Dasar KI KD Suplemen Struktur Kurikulum SMK 2017

struktur kurikulum
ki kd struktur kurikulum smk 2017

Acuan Penetapan Struktur Kurikulum SMK 2017

Struktur Kurikulum SMK 2017 yang ditetapkan dengan SK Dirjen Dikdasmen No. 130/D/KEP/KR/2017 tentang Struktur Kurikulum SMK 2017 ini mengacu pada beberapa Undang-undang dan Peraturan Menteri yang saat ini berlaku sebagai payung hukum penyelenggaraan pendidikan, pembelajaran dan penilaian yaitu:

kurikulum-smk-terbaru
kurikulum-smk-terbaru
  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan
  5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah ;
  6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 953);
  7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 21 tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 954);
  8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 955);
  9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 897);
  10. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 4678/D/KEP/MK/2016 Tahun 2016 tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan;

Struktur Kurikulum SMK 2017 dan Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan

Struktur Kurikulum SMK 2017 yang ditetapkan dengan SK Dirjen Dikdasmen No. 130/D/KEP/KR/2017 memiliki perbedaan yang bagi saya sangat penting bagi seorang alumni SMK. Mungkin sebagian pembaca menganggap perbedaan struktur kurikulum SMK 2017 ini tidak seberapa. Itu sah-sah saja bagi anda, tetapi sebagai alumni sekolah kejuruan saya merasakan hal yang sangat penting. Perbedaan yang saya anggap sangat penting adalah adanya Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan.

kewirausahaan smk
kewirausahaan smk

Struktur Kurikulum SMK 2017 yang mendesain ulang mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan kemudian menggabung sekaligus memasukkannya ke dalam  mata pelajaran peminatan kejuruan merupakan satu terobosan yang berani. Saya yakin perubahan ini telah melalui diskusi yang alot karena ‘mengubah’ struktur kurikulum tidaklah mudah. Struktur Kurikulum SMK 2017 tidak seutuhnya mengubah struktur kurikulum 2013 yang sudah ditetapkan secara nasional, namun hanya menajamkan pembelajaran kejuruan dan pembelajaran kewirausahaan.

Kompetensi kewirausahaan bagi siswa SMK menurut saya wajib bahkan seharusnya otomatis mereka memiliki jiwa kewirausahaan dengan berbekal berbagai keterampilan yang dipelajari pada mata pelajaran kejuruan. Namun fakta yang ada hingga saat ini banyak alumni SMK yang belum mampu mewujudkan kompetensi kewirausahaan berbasis pada keterampilan-keterampilan yang sudah dipelajari hingga berdampak masih banyaknya siswa SMK yang menganggur.

Jiwa dan semangat kewirausahaan dengan memanfaatkan keterampilan kejuruan harus ditumbuhkembangkan bersama-sama. Karena itulah Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan dalam Struktur Kurikulum SMK 2017 ini sangat tepat. Dengan prinsip-prinsip ini seharusnya tidak ada lagi pelajaran kewirausahaan di SMK tetapi materi atau keterampilan yang di angkat sebagai bidang berwirausaha adalah jenis keterampilan lain dan bukan keterampilan kejuruan yang dipelajarinya. Jadi Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan dalam Struktur Kurikulum SMK 2017 harus menjadi titik tolak revolusi pembelajaran kewirausahaan yang linier dengan keterampilan kejuruan setiap siswa SMK.

Contoh Mapel dan Alokasi waktu pada Struktur Kurikulum SMK 2017 Teknologi Rekayasa

MATA PELAJARAN
ALOKASI WAKTU
A. Muatan Nasional
1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
318
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
212
3.
Bahasa Indonesia
354
4.
Matematika
424
5.
Sejarah Indonesia
108
6.
Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya
352
B. Muatan Kewilayahan
1.
Seni Budaya
108
2.
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
144
Jumlah A dan B
2.020
C. Muatan Peminatan Kejuruan
C1. Dasar Bidang Keahlian
1.
Simulasi dan Komunikasi Digital
108
2.
Fisika
108
3.
Kimia
108
C2. Dasar Program Keahlian
1.
Kerja Bengkel dan Gambar Teknik
180
2.
Dasar Listrik dan Elektronika
180
3.
Dasar Pemrograman
108
C3. Kompetensi Keahlian
1.
Pemrograman, Mikroprosesor dan Mikrokontroler
144
2.
Penerapan Rangkaian Elektronika
456
3.
Perencanaan dan Instalasi Sistem Audio Video
420
4.
Penerapan Sistem Radio dan Televisi
456
5.
Perawatan dan Perbaikan Peralatan Audio dan Video
238
6.
Produk Kreatif dan Kewirausahaan
350
Jumlah C (C1, C2, dan C3)
2.856
Total
4.876

Struktur Kurikulum SMK 2017 Teknologi & Rekayasa Teknik Audio Video

MATA PELAJARAN
KELAS
X XI XII
1 2 1 2 1 2
A. Muatan Nasional
1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
3
3
3
3
3
3
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
2
2
2
2
2
2
3.
Bahasa Indonesia
4
4
3
3
3
3
4.
Matematika
4
4
4
4
4
4
5.
Sejarah Indonesia
3
3
6.
Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya
3
3
3
3
4
4
B. Muatan Kewilayahan
1.
Seni Budaya
3
3
2.
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
2
2
2
2
Jumlah A dan B
24
24
17
17
16
16

C. Muatan Peminatan Kejuruan

C1. Dasar Bidang Keahlian
1.
Simulasi dan Komunikasi Digital
3
3
2.
Fisika
3
3
3.
Kimia
3
3
C2. Dasar Program Keahlian
1.
Kerja Bengkel dan Gambar Teknik
5
5
2.
Dasar Listrik dan Elektronika
5
5
3.
Dasar Pemrograman
3
3

C3. Kompetensi Keahlian

1.
Mikroprosesor dan Mikrokontroler
4
4
2.
Penerapan Rangkaian Elektronika
7
7
6
6
3.
Perencanaan dan Instalasi Sistem Audio Video
6
6
6
6
4.
Penerapan Sistem Radio dan Televisi
7
7
6
6
5.
Perawatan dan Perbaikan Peralatan Audio dan Video
7
7
6.
Produk Kreatif dan Kewirausahaan
5
5
5
5
Jumlah C (C1, C2, dan C3)
22
22
29
29
30
30
Total
46
46
46
46
46
46

Struktur Kurikulum SMK 2017 Teknologi & Rekayasa | Teknik Elektronika Industri

MATA PELAJARAN
KELAS
X XI XII
1 2 1 2 1 2
A. Muatan Nasional
1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
3
3
3
3
3
3
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
2
2
2
2
2
2
3.
Bahasa Indonesia
4
4
3
3
3
3
4.
Matematika
4
4
4
4
4
4
5.
Sejarah Indonesia
3
3
6.
Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya
3
3
3
3
4
4
B. Muatan Kewilayahan
1.
Seni Budaya
3
3
2.
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
2
2
2
2
Jumlah A dan B
24
24
17
17
16
16

C. Muatan Peminatan Kejuruan

C1. Dasar Bidang Keahlian
1.
Simulasi dan Komunikasi Digital
3
3
2.
Fisika
3
3
3.
Kimia
3
3
C2. Dasar Program Keahlian
1.
Kerja Bengkel dan Gambar Teknik
5
5
2.
Dasar Listrik dan Elektronika
5
5
3.
Dasar Pemrograman
3
3

C3. Kompetensi Keahlian

1.
Mikroprosesor dan Mikrokontroler
7
7
2.
Penerapan Rangkaian Elektronika
6
6
6
6
3.
Sistem Pengendali Elektronik
7
7
6
6
4.
Pengendali Sistem Robotik
4
4
6
6
5.
Pembuatan , Perbaikan dan Pemeliharaan Peralatan Elektronika
7
7
6.
Produk Kreatif dan Kewirausahaan
5
5
5
5
Jumlah C (C1, C2, dan C3)
22
22
29
29
30
30
Total
46
46
46
46
46
46

Struktur Kurikulum SMK 2017 Bisnis dan Manajemen | Bisnis Daring dan Pemasaran

MATA PELAJARAN
KELAS
X XI XII
1 2 1 2 1 2
A. Muatan Nasional
1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
3
3
3
3
3
3
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
2
2
2
2
2
2
3.
Bahasa Indonesia
4
4
3
3
3
3
4.
Matematika
4
4
4
4
4
4
5.
Sejarah Indonesia
3
3
6.
Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya
3
3
3
3
4
4
B. Muatan Kewilayahan
1.
Seni Budaya
3
3
2.
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
2
2
2
2
Jumlah A dan B
24
24
17
17
16
16
C. Muatan Peminatan Kejuruan
C1. Dasar Bidang Keahlian
1.
Simulasi dan Komunikasi Digital
3
3
2.
Ekonomi Bisnis
2
2
3.
Administrasi Umum
2
2
4.
IPA
2
2
C2. Dasar Program Keahlian
1.
Marketing
4
4
2.
Perencanaan Bisnis
4
4
3.
Komunikasi Bisnis
5
5
C3. Kompetensi Keahlian
1.
Penataan Produk
4
4
6
6
2.
Bisnis Online
7
7
7
7
3.
Pengelolaan Bisnis Ritel
6
6
6
6
4.
Administrasi Transaksi
7
7
6
6
5.
Produk Kreatif dan Kewirausahaan
5
5
5
5
Jumlah C (C1, C2, dan C3)
22
22
29
29
30
30
Total
46
46
46
46
46
46

Struktur Kurikulum SMK 2017 Bisnis dan Manajemen | Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran

MATA PELAJARAN
KELAS
X XI XII
1 2 1 2 1 2
A. Muatan Nasional
1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
3
3
3
3
3
3
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
2
2
2
2
2
2
3.
Bahasa Indonesia
4
4
3
3
3
3
4.
Matematika
4
4
4
4
4
4
5.
Sejarah Indonesia
3
3
6.
Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya
3
3
3
3
4
4
B. Muatan Kewilayahan
1.
Seni Budaya
3
3
2.
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
2
2
2
2
Jumlah A dan B
24
24
17
17
16
16
C. Muatan Peminatan Kejuruan
C1. Dasar Bidang Keahlian
1.
Simulasi dan Komunikasi Digital
3
3
2.
Ekonomi Bisnis
2
2
3.
Administrasi Umum
2
2
4.
IPA
2
2
C2. Dasar Program Keahlian
1.
Teknologi Perkantoran
4
4
2.
Korespondensi
5
5
3.
Kearsipan
4
4
C3. Kompetensi Keahlian
1.
Otomatisasi Tata Kelola Kepegawaian
6
6
7
7
2.
Otomatisasi Tata Kelola Keuangan
6
6
6
6
3.
Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana
6
6
6
6
4.
Otomatisasi Tata Kelola Humas dan Keprotokolan
6
6
6
6
5.
Produk Kreatif dan Kewirausahaan
5
5
5
5
Jumlah C (C1, C2, dan C3)
22
22
29
29
30
30
Total
46
46
46
46
46
46

Struktur Kurikulum SMK 2017 Bisnis dan Manajemen | Akuntansi dan Keuangan Lembaga

MATA PELAJARAN
KELAS
X XI XII
1 2 1 2 1 2
A. Muatan Nasional
1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
3
3
3
3
3
3
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
2
2
2
2
2
2
3.
Bahasa Indonesia
4
4
3
3
3
3
4.
Matematika
4
4
4
4
4
4
5.
Sejarah Indonesia
3
3
6.
Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya
3
3
3
3
4
4
B. Muatan Kewilayahan
1.
Seni Budaya
3
3
2.
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
2
2
2
2
Jumlah A dan B
24
24
17
17
16
16
C. Muatan Peminatan Kejuruan
C1. Dasar Bidang Keahlian
1.
Simulasi dan Komunikasi Digital
3
3
2.
Ekonomi Bisnis
2
2
3.
Administrasi Umum
2
2
4.
IPA
2
2
C2. Dasar Program Keahlian
1.
Etika Profesi
4
4
2.
Aplikasi Pengolah Angka/Spreadsheet
5
5
3.
Akuntansi Dasar
5
5
4.
Perbankan Dasar
4
4
C3. Kompetensi Keahlian
1.
Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur
6
6
7
7
2.
Praktikum Akuntansi Lembaga/Instansi Pemerintah
4
4
4
4
3.
Akuntansi Keuangan
6
6
6
6
4.
Komputer Akuntansi
5
5
5
5
5.
Administrasi Pajak
3
3
3
3
5.
Produk Kreatif dan Kewirausahaan
5
5
5
5
Jumlah C (C1, C2, dan C3)
22
22
29
29
30
30
Total
46
46
46
46
46
46

Struktur Kurikulum SMK 2017 adalah Struktur Kurikulum 2013 SMK Revisi 2016

Struktur Kurikulum SMK 2017 adalah Struktur Kurikulum 2013 SMK Revisi 2016 . Mengapa saya katakan demikian? Sejak pertengahan tahun 2105 telah dilakukan berbagai diskusi dan kegiatan penyusunan draft Revisi Kurikulum 2013. Dalam kegiatan Diklat Instruktur Propinsi Kurikulum 2013 di VEDC Malang, salah satu Instruktur Nasional Kurikulum 2013 juga sudah menginformasikan telah diperolehnya Draft Revisi Kurikulum 2013 dan sudah dilakukan uji publik. Ini telah mengindikasikan adanya revisi terhada Kurikulum 2013 SMK.

Namun, hingga tahun 2016 berakhir, berita tentang Kurikulum 2013 SMK Revisi belum ada kepastian sampai terbitnya Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 4678/D/KEP/MK/2016 Tahun 2016 tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan yang menata terlebih dahulu sebaran (spektrum) bidang keahlian, program keahlian dan paket keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan (SMK/MAK)

Adanya rencana Kurikulum 2013 Revisi juga menghembuskan isu dan atau istilah yang lain tentang Kurikulum SMK yaitu istilah Kurikulum Nasional, Kurikulum Terbaru, Kurikulum 2013 Revisi 2016. Di samping itu kita juga sama-sama tahu di tahun 2016 telah diterbitkan Spektrum SMK yang baru. Spektrum SMK yang baru dan final itu telah mengisyaratkan adanya perubahan-perubahan. Akhirnya Struktur Kurikulum SMK 2017 berlaku sebagai Struktur Kurikulum 2013 SMK Revisi 2016.

Struktur Kurikulum SMK 2017 adalah Struktur Kurikulum SMK Terbaru

Struktur Kurikulum SMK 2017 adalah Struktur Kurikulum SMK Terbaru. Sejak diberlakukan mulai tahun 2013 belum pernah ada lagi struktur kurikulum yang ditetapkan. Mengingat banyaknya tantangan ke depan bagi lulusan SMK sangat tepat adanya langkah penataan ulang Kurikulum 20013 ini.

Struktur Kurikulum SMK 2017 mengucapkan terima kasih kepada www.google.co.id atas penayangan snippet posting Struktur Kurikulum SMK 2017 yang mendapat tempat penayangan spesial.

kurikulum smk terbaru
kurikulum smk terbaru

.

Download Struktur Kurikulum SMK 2017

Struktur Kurikulum SMK 2017 yang ditetapkan dengan SK Dirjen Dikdasmen No. 130/D/KEP/KR/2017 dapat di download di sini …

Salinan SK Dirjen Struktur Kurikulum SMK No 130 ( https://drive.google.com/file/d/0BxuiQ-cxi2TYRVhxUVhwekFVcms/view )
Salinan Lamp SK Dirjen Struktur Kurikulum SMK No 130 ( https://drive.google.com/file/d/0BxuiQ-cxi2TYMGwyd0U1VFNFa3c/view )

struktur kurikulum saat ini struktur kurikulum smk 2018

Kompetensi Inti – Kompetensi Dasar (KI-KD) Struktur Kurikulum SMK 2017

Kompetensi Inti (KI) menurut Permendikbud No. 24 Tahun 2016 yang dibedakan dalam 4 (empat) jenis kompetensi inti, sesungguhnya adalah kompetensi generik untuk menekankan pentingnya keseimbangan fungsi sebagai manusia Indonesia seutuhnya.

Kompetensi Inti (KI) pada Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Kejuruan SMK merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan yang harus dimiliki seorang peserta didik sekolah menengah kejuruan SMK pada setiap tingkat kelas.
Kompetensi Inti (KI) sebagaimana dimaksud di atas terdiri atas:
a. Kompetensi Inti (KI) sikap spiritual;
b. Kompetensi Inti (KI) sikap sosial;
c. Kompetensi Inti (KI) pengetahuan; dan
d. Kompetensi Inti (KI) keterampilan.

Kompetensi Inti (KI) selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan Kompetensi dan ruang lingkup materi yang bersifat spesifik untuk setiap mata pelajaran.

Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Berdasarkan Permendikbud No. 24 2016

Kompetensi Inti yang tercantum dalam Permendikbud No. 24 Tahun 2016 untuk Sekolah Menengah Kejuruan SMK terdiri atas kompetensi inti mata pelajaran – mata pelajaran sebagai berikut:

  1. Bahasa Indonesia
  2. Matematika
  3. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
  4. Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
  5. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
  6. Sejarah Indonesia
  7. Bahasa Inggris
  8. Seni Budaya
  9. Prakarya dan Kewirausahaan

Kompetensi Inti untuk mata pelajaran kelompok C yang merupakan ciri khas SMK pada permendikbud No. 24 Tahun 2016 belum tercantum. Karena itulah Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Revisi 2017 tidak lama lagi tentu akan di rilis.

Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Bahasa Indonesia Klas X

  • Kompetensi Inti 1 Sikap Spiritual, yaitu “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”.
  • Kompetensi Inti 2 Sikap Sosial, yaitu “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”.
  • Kompetensi Inti 3 Pengetahuan, yaitu “Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
  • Kompetensi Inti 4 Keterampilan, yaitu “Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan”.

Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Matematika Klas X

  • Kompetensi Inti 1 Sikap Spiritual, yaitu “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”.
  • Kompetensi Inti 2 Sikap Sosial, yaitu “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”.
  • Kompetensi Inti 3 Pengetahuan, yaitu “Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah”.
  • Kompetensi Inti 4 Keterampilan, yaitu “Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan”.

Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Revisi 2017

Kompetensi Inti KI SMK (Revisi 2017) berdasarkan Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017), rumusan Kompetensi Inti SMK Revisi menggunakan format :

Format Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

KOMPETENSI INTI 1 (SIKAP SPIRITUAL) KOMPETENSI INTI 2 (SIKAP SOSIAL)
1.  Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2.  Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN)

KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)

3.   Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kajian_____________ ___________ (diisi nama Mapel: PA-BP atau PPKn)pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. 4.   Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kajian _______________ _____________ _______________________(diisi nama Mapel: PA-BP atau PPKn).

Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Format Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Mata Pelajaran Kelompok A dan B selain PA-BP dan PPKn untuk Program Pendidikan 3 Tahun

Rumusan kompetensi inti sikap spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”.

Rumusan kompetensi inti sikap sosial yaitu, “Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)
3.   Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kajian/kerja ______ ___________________________(diisi Nama Mapel) pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. 4.   Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kajian/kerja _________ _________________ ___________________(diisi Nama Mapel).

Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Format Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Mata Pelajaran Kejuruan Program Pendidikan 3 Tahun

Rumusan kompetensi inti sikap spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”.

Rumusan kompetensi inti sikap sosial yaitu, “Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)
3.    Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja ________________________(diisi Kompetensi Keahlian)pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. 4.    Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja ______________________________ ____________________ (diisi Kompetensi Keahlian). Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Pembelajaran berpusat pada siswa K 2006 dan K 2013

pembelajaran-berpusat-pada-siswa

Pembelajaran Berpusat pada Siswa

Pembelajaran berpusat pada siswa itu cara pandang pendidikan. Pembelajaran berpusat pada siswa dianjurkan K 2006 dan K 2013. Pembelajaran berpusat pada siswa yang dilakukan dengan benar, memberi kesempatan yang benar-benar sama pada siswa untuk berprestasi walaupun mereka berbeda karakteristiknya berbeda satu dengan yang lain. Pendidikan di Indonesia sudah jelas memilih pandangan pembelajaran berpusat pada siswa ini. Marilah kita diskusikan bersama.

Pengertian pembelajaran berpusat pada siswa

Pembelajaran berpusat pada siswa atau pembelajaran berpusat pada peserta didik dalam bahasa Indonesia dapat kita definisikan berdasarkan kata-kata pembentuknya. Pembelajaran adalah proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar, berpusat/ber·pu·sat/ v berpangkal atau berpokok di (pada, kepada), siswa/sis·wa/ n murid (terutama pada tingkat sekolah dasar dan menengah). Jadi, pembelajaran berpusat pada siswa ialah proses, cara, perbuatan menjadikan siswa (aktif) belajar dengan mempertimbangkan hal-hal / sifat-sifat / karakteristik yang ada pada diri siswa yang akan belajar itu. Karakteristik setiap siswa digunakan sebagai dasar dalam perancangan proses pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan penilaian pembelajaran.

Pembelajaran berpusat pada siswa mengacu pada berbagai macam program pendidikan, pengalaman belajar, pendekatan instruksional, dan dukungan strategi akademik yang dimaksudkan untuk mengatasi kebutuhan belajar, minat, aspirasi, atau latar belakang budaya yang berbeda dari individu siswa dan kelompok siswa. Untuk mencapai tujuan ini, sekolah-sekolah, guru, pembimbing, dan spesialis pendidikan lainnya dapat menggunakan berbagai macam metode pendidikan, dari memodifikasi tugas dan strategi pembelajaran di kelas untuk sepenuhnya mendesain ulang cara-cara di mana siswa dikelompokkan dan diajarkan di sekolah (http://edglossary.org/student-centered-learning/, diakses 10-02-2017 pukul 23:48 Wita diterjemahkan translate.google.com).

pembelajaran berpusat pada siswa
pembelajaran berpusat pada siswa

Jadi, pengertian pembelajaran berpusat pada siswa dapat didefinisikan sebagai serangkaian usaha guru dan sekolah menjadikan siswa (aktif) belajar melalui penyediaan proses-proses, cara-cara, kegiatan-kegiatan pemberian pengalaman, penerapan-penerapan pendekatan pedagogik dan dukungan strategi akademis untuk memenuhi kebutuhan belajar yang berbeda pada diri siswa sebagai akibat adanya perbedaan karakteristik siswa / peserta didik.

Pembelajaran berpusat pada siswa berlaku sejak KTSP 2006

Pembelajaran berpusat pada siswa sesungguhnya sudah dianjurkan sejak pemberlakuan atau penerapan Kurikulum 2006. Sayangnya … pada saat itu kebanyakan kita belum sadar atau ‘belum mau’ menyadarinya.  Berikut kutipan salah satu prinsip penyusunan KTSP yang menunjukkan bahwa prinsip pembelajaran berpusat pada siswa telah digunakan.

Prinsip 1 Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Peserta didik memiliki posisi sentral, berarti segala kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik. (Sumber: MK01 Teknik Penyusunan KTSP dan Silabus SMK, Dit PSMK, 2008)

Betul kan?

Jadi, sebetulnya tidak benar alasan jika pembelajaran berpusat pada siswa hanya berlaku atau diterapkan pada pembelajaran Kurikulum 2013. Berdasarkan uraian di atas, pembelajaran berpusat pada siswa seharusnya juga diterapkan pada pembelajaran yang menggunakan Kurikulum 2006.

Pembelajaran berpusat pada siswa diterapkan pada pembelajaran Kurikulum 2006 maupun pembelajaran Kurikulum 2013, karena itu logikanya pembelajaran berpusat pada siswa seharusnya diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia.

pembelajaran_berpusat_pada_siswa1
pembelajaran_berpusat_pada_siswa1

Pembelajaran berpusat pada siswa Kurikulum 2013

Pembelajaran Berpusat Pada Siswa  (Student Centred Learning) merupakan pendekatan pembelajaran Kurikulum 2013 seperti tertuang secara jelas dalam Permendikbud No. 81A tentang Implementasi Kurikulum 2013. Pada dokumen regulasi tersebut Pembelajaran Berpusat Pada Siswa  (Student Centred Learning) sebagai ciri Pembelajaran Kurikulum 2013.

Pembelajaran berpusat pada siswa pada kurikulum 2013 disebutkan dalam prinsip penyusunan RPP pada Permendikbud no. 65 tahun 2013 tentang STANDAR PROSES pada huruf c yang berbunyi “Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi,   minat,   kreativitas,   inisiatif,   inspirasi,   inovasi   dan kemandirian”. Prinsip lain yang terkait dengan siswa tersebut pada huruf a. Yang berbunyi “Perbedaan individual peserta didik antara lain   kemampuan awal, tingkat  intelektual,   bakat,   potensi,   minat,   motivasi   belajar, kemampuan     sosial,   emosi,   gaya   belajar,   kebutuhan   khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik”.

Pembelajaran berpusat pada siswa pada kurikulum 2013 kembali disebutkan dalam prinsip penyusunan RPP pada Permendikbud no. 22 tahun 2016 tentang STANDAR PROSES pada huruf c yang berbunyi “Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi,   minat,   kreativitas,   inisiatif,   inspirasi,   inovasi   dan kemandirian”. Hal ini tentu menegaskan kembali agar kita semua mengerti bahwa pendidikan Indonesia benar-benar telah beralih kiblat dari pandangan pembelajaran berpusat pada guru di masa yang lalu memasuki pandangan pembelajaran berpusat pada siswa.

Berdasarkan uraian-uraian di atas sekali lagi admin mengajak rekan-rekan pembaca khususnya para pendidik untuk mengubah mindset, meyakini dan menjalankan pembelajaran berpusat pada siswa baik bagi sekolah yang menjalankan kurikulum KTSP 2006 maupun yang memang telah menjalankan kurikulum 2013 (KTSP 2013).

Perbedaan Karakteristik Siswa dalam Pembelajaran Berpusat Pada Siswa

Apa yang dimaksud dengan perbedaan karakteristik siswa atau peserta didik? Ingatkah rekan-rekan dengan kompetensi 1 dari Standar Kompetensi Guru? Apa hubungannya Kompetensi ke 1 dengan perbedaan karakteristik peserta didik / siswa? Apa pula hubungannya dengan pembelajaran berpusat pada siswa?

Setiap rombongan belajar terdiri atas sejumlah siswa yang sudah barang tentu berbeda antara siswa yang satu dengan siswa yang lain.

Pembelajaran berpusat pada siswa secara konsep adalah solusi dalam rangka menjawab kekurangan-kekurangan dalam proses pembelajaran yang timbul akibat perbedaan-perbedaan karakteristik siswa. Penerapan pembelajaran berpusat pada siswa sebenarnya bermaksud untuk memastikan semua siswa memiliki ‘kesempatan yang sama’ meningkatkan kompetensinya. Pengertian ‘kesempatan yang sama’ yang dimaksudkan dalam hal ini bukan sekedar dalam konteks waktu tetapi  lebih dari pada itu yaitu hampir di seluruh perbedaan karakteristik siswa.

ka.rak.te.ris.tik menurut http://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/karakteristik memiliki pengertian  mempunyai sifat khas sesuai dengan perwatakan tertentu. Setiap siswa sudah bisa dipastikan membawa sifat-sifat tertentu yang ada dalam dirinya yang dapat berasal dari diri siswa itu sendiri maupun yang dibawanya dari lingkungannya.

Perbedaan karakteristik siswa meliputi banyak faktor. Faktor-faktor ini bisa berasal dari dalam diri siswa sendiri maupun faktor yang berasal dari lingkungan siswa. Faktor karakteristik siswa yang berasal dari dalam diri siswa antara lain seperti fisik, kecerdasan, bakat, kemampuan awal, motivasi, perhatian, persepsi, retensi, gaya belajar. Faktor yang berasal dari lingkungan siswa seperti bahasa, sosial-ekonomi, moral, sosial budaya dan lain-lain. Perbedaan karakteristik siswa seperti ini berpotensi menjadi hambatan dan kendala dalam pendidikan. Kendala-kendala seperti inilah yang akan dieliminir dengan penerapan pembelajaran berpusat pada siswa.

Pembelajaran berpusat pada siswa mengharuskan sekolah dan guru mencatat dan menggunakan informasi tentang karakteristik peserta didik untuk membantu proses pembelajaran. Sayangnya, unsur-unsur karakteristik siswa tidak seluruhnya dapat diidentifikasi hanya dengan pandangan mata. Beberapa karakteristik siswa harus diidentifikasi dengan cermat dan teliti dengan alat atau instrumen. Karena itu, kompetensi pedagogik guru yang pertama dituntut oleh Standar Kompetensi Guru yang tertuang dalam Permendiknas No. 16 Tahun 2007 ialah :

  1. Memahami karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosial-emosional, moral, spiritual, dan latar belakang sosial-budaya.
  2. Mengidentifikasi potensi peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.
  3. Mengidentifikasi bekal-ajar awal peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.
  4. Mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.

Berdasarkan uraian di atas jelas kiranya pembelajaran berpusat pada siswa dapat dilaksanakan dengan benar jika perbedaan karakteristik siswa dicatat dan diidentifikasi oleh guru dengan benar. Tanpa didasari identifikasi perbedaan karakteristik siswa penerapan pembelajaran berpusat pada siswa tidak berdasar pada kebutuhan belajar siswa.

Identifikasi Karakteristik Siswa untuk Pembelajaran Berpusat Pada Siswa

Pembelajaran Berpusat Pada Siswa menempatkan siswa dalam posisi sentral. Hal ini berarti perbedaan-perbedaan karakteristik siswa, potensi, bekal ajar dan bahkan kesulitan belajar siswapun harus menjadi dasar pertimbangan dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran maupun penilaian pembelajaran. Sebagai contoh, satu sekolah di Kalimantan Selatan memiliki siswa yang berasal dari berbagai suku yang tinggal di sekitar sekolah tersebut dan berada pada satu rombongan belajar / kelas. Setelah dilakukan identifikasi perbedaan karakteristik siswa pada rombel tersebut diperoleh data karakteristik siswa sebagai berikut:

No Nama L/P Skor IQ Gaya Belajar 1 Gaya Belajar 2 Bekal Ajar Bahasa Ibu Fisik
1 Agus L 83 Visual Numerical Expressiveness Written 25 Jawa Normal
2 Ridwan L 67 Auditory Language Visual Language 10 Banjar Minus
3 Febri P 90 Auditory Numerical Visual Numerical 20 Jawa Normal
4 Noto L 70 Kinesthetic Visual Numerical 15 Jawa minus
5 Dewi P 90 Social-Individual Visual Numerical 35 Banjar Normal
6 Citra P 85 Social-Individual Auditory Language 25 Banjar Normal
7 Murhan L 90 Social-Group Auditory Numerical 35 Banjar Normal
8 Firli L 80 Social-Group Kinesthetic 20 Banjar Normal
9 Rita P 80 Social-Group Social-Individual 20 Banjar Normal
10 Zaenab P 80 Visual Numerical Social-Individual 30 Banjar Normal
11 Kasman L 85 Visual Numerical Social-Group 30 Batak Normal
12 Rina P 85 Visual Numerical Auditory Language 30 Banjar Normal
13 Ardi L 83 Visual Numerical Auditory Language 30 Jawa Normal
14 Wira L 110 Auditory Language Social-Group 40 Banjar minus
15 Cici P 78 Auditory Numerical Social-Group 35 Jawa Normal
16 Marwan L 70 Kinesthetic Social-Group 15 Jawa Normal

Pada pembelajaran berpusat pada siswa hasil identifikasi perbedaan karakteristik siswa seperti tampak pada tabel di atas sangat berguna. Sekali lagi, pembelajaran berpusat pada siswa menempatkan siswa sebagai sentral sehingga perbedaan karakteristik siswa harus digunakan sebagai salah satu dasar perancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan penilaian pembelajaran. Dengan memiliki data seperti ditunjukkan pada tabel di atas kita bisa mengetahui jenis-jenis kebutuhan belajar siswa dengan lebih akurat, bukan sekedar asal menyediakan kegiatan belajar.

Kebutuhan Belajar Siswa dalam Pembelajaran Berpusat Pada Siswa

Pembelajaran berpusat pada siswa  (Student Centred Learning) menjadi pendekatan wajib bagi seluruh sekolah baik yang melaksanakan kurikulum 2013 maupun kurikulum 2006. Hasil identifikasi perbedaan karakteristik siswa memberikan informasi kepada guru bentuk-bentuk kebutuhan belajar siswa. Informasi ini harus digunakan untuk memberi ruang bagi siswa untuk belajar menurut ketertarikan, kemampuan pribadi, gaya belajar dan faktor karakteristik siswa lainnya.

Jenis Gaya Belajar Gaya Belajar 1 Gaya Belajar 2
Visual Numerical 31% 19%
Visual Language 0% 6%
Social-Individual 13% 13%
Social-Group 19% 25%
Kinesthetic 13% 6%
Expressiveness Written 0% 6%
Expressiveness Oral 0% 0%
Auditory Numerical 13% 6%
Auditory Language 13% 19%

Berdasarkan contoh Tabel Identifikasi perbedaan karakteristik siswa seperti tampak pada tabel di atas dapat kita temukan data-data yang dapat kita ringkas sebagai berikut:

  1. Siswa secara natural berbeda-beda satu dengan yang lainnya baik dalam ketertarikannya terhadap suatu bahan ajar, kemampuan intelektual masing-masing maupun dalam gaya belajar yang disukainya (lihat tabel contoh perbedaan karakteristik siswa di atas). Guru pada batas tertentu mempunyai kemampuan dan kemungkinan memanipulasi memotivasi dan mendorong belajar siswa mencapai kemampuan optimal.
  2. Sebagian besar siswa memiliki skor intelegesi mendekati batas kemampuan rata-rata dan hanya beberapa memiliki skor intelegesi melebihi rata-rata. Ini memberi sinyal kepada guru bahwa siswa memerlukan waktu yang cukup untuk menyerap bahan ajar.
  3. 31% siswa merasa nyaman belajar dengan gaya belajar Visual Numerical pada gaya belajar utama yang disukainya dan 19% siswa lainnya juga menyukai gaya belajar Visual Numerical meskipun itu adalah gaya belajar kedua yang disukainya. Siswa-siswa dengan gaya belajar Visual Numerical membutuhkan bahan ajar dalam bentuk visual dan lebih spesifik mereka lebih menyukai angka atau bilangan yang dituliskan dibanding dengan hanya disebutkan. Jadi sangat dianjurkan guru membuat lebih banyak media berupa gambar-gambar untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa-siswa dengan gaya belajar ini.
  4. 19 % siswa menyukai belajar berkelompok dan 25 % lainnya menyukai belajar dengan berkelompok pada gaya belajar pilihan keduanya. Dengan demikian dapat dikatakan 40 % memiliki kebutuhan belajar berbentuk interaksi sosial berkelompok.
  5. 13 % sampai dengan 26 % siswa merasa nyaman belajar sendiri dan seterusnya.

Cukup jelas kiranya dalam pembelajaran berpusat pada siswa, kebutuhan belajar apa yang diperlukan siswa-siswa pada contoh di atas. Guru selanjutnya dapat mempersiapkan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Dengan demikian satu elemen pembelajaran berpusat pada siswa dapat dipenuhi.

Strategi Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran Berpusat Pada Siswa (Student Centred Learning)

Pembelajaran berpusat pada siswa (Student Centred Learning) yang merupakan ciri pembelajaran kurikulum 2013 yang menerapkan pendekatan saintifik juga melibatkan siswa dalam proses belajarnya dan perlu mengikuti prinsip kerja kelompok atau pembelajaran kooperatif (cooperative learning). Ada beberapa rekan yang bertanya … benarkah pembelajaran kurikulum 2013 perlu menggunakan pembelajaran kooperatif (cooperative learning) karena mereka tidak menemukan panduan tentang hal itu? Setelah membuka ulang beberapa dokumen pendukung pembelajaran kurikulum 2013 memang benar istilah pembelajaran kooperatif (cooperative learning) tidak muncul di dalam dokumen kurikulum 2013 dengan istilah persis seperti itu … pembelajaran kooperatif (cooperative learning). Namun demikian terdapat beberapa paragraf yang menurut pemahaman saya mengindikasikan perlunya pembelajaran kooperatif (cooperative learning) dalam implementasi kurikulum 2013.

Strategi Pembelajaran Kooperatif perlu dilakukan pada pembelajaran berpusat pada siswa. Coba pembaca lihat kembali tabel hasil identifikasi perbedaan karakteristik siswa di atas. Siswa-siswa yang memiliki gaya belajar social-group mereka akan berhasil membangun kompetensi dalam diri mereka berkat interaksi antar siswa. Inilah kebutuhan belajar mereka. Karena itulah perlu sekali penerapan strategi pembelajaran kooperatif dalam pembelajaran berpusat pada siswa. Di samping membangun pengetahuan dan kompetensi dalam diri siswa, interaksi antar siswa juga berfungsi sebagai media menumbuhkembangkan kompetensi sosial. Kurikulum 2013 mengharapkan tumbuh dan berkembangnya kompetensi sosial ini melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yang terjadi dalam strategi pembelajaran kooperatif. Pada Kurikulum 2006 strategi pembelajaran ini menciptakan efek menyenangkan / tidak membosankan.

Strategi pembelajaran kooperatif (cooperatif learning) yang dapat digunakan banyak macamnya. Pembelajaran kooperatif (cooperatif learning) yang saya kenalkan di sini dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran berpusat pada siswa yang diadopsi dari Program Master Trainer Pedagogy Program kerjasama Kemdikbud dengan ITE Singapore. Jenis strategi pembelajaran kooperatif  (cooperatif learning) tersebut adalah:

  1. Jig Saw
  2. Numbered Heads Together
  3. Reciprocal Learning
  4. Think-Pair-Share
  5. Circle of Knowledge
  6. Send-a-Problem
  7. TAPPS
  8. PMI
  9. Taking sides

Dasar-dasar Merancang Pembelajaran Berpusat Pada Siswa

Pembelajaran Berpusat Pada Siswa (Student Centred Learning) merupakan pembelajaran kurikulum 2013 yang menempatkan siswa sebagai subyek untuk belajar, artinya siswa sendirilah yang melakukan langkah-langkah (secara aktif) dalam rangka belajar yang telah dirancang secara cermat oleh guru. Saat itu guru aktif memfasilitasi dan membimbing agar siswa mampu melakukan langkah-langkah belajarnya. Karena itu guru perlu lebih cermat lagi merencanakan kegiatan-kegiatan siswa ini dalam rpp (rencana pelaksanaan pembelajaran). Berbagai jenis konten/materi pembelajaran perlu disusun sedemikian rupa sehingga memudahkan siswa mengkonstruksi pemahaman terhadap konten/materi pembelajaran.

Secara garis besar, merancang pembelajaran berpusat pada siswa terdiri atas langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Merancang Aktifitas-aktifitas Belajar Berpusat pada Siswa yang Sesuai
  2. Memilih Strategi Pembelajaran Kooperatif yang tepat
  3. Memilih Strategi Penilaian Formatif yang sesuai
  4. Merancang Aktifitas-aktifitas Belajar Berpusat pada Siswa yang Sesuai

Pembelajaran Berpusat Pada Siswa menuntut siswa untuk aktif belajar melalui aktifitas-aktifitas dalam rangka meraih sub-sub kompetensi yang membentuk kompetensi utama secara utuh. Oleh karena itu, guru harus secara cermat menyiapkan kegiatan-kegiatan dan aktifitas-aktifitas yang sesuai dengan tujuan akhir pembelajaran. Penyusunan aktifitas belajar berpusat pada siswa ini harus memperhatikan karakteristik-karakteristik siswa pada umumnya. Begitu juga dengan pendekatan cara belajar siswa juga merupakan pertimbangan yang pantas diterapkan.

Memilih Strategi Pembelajaran Kooperatif yang tepat pada pembelajaran berpusat pada Siswa

Siswa berbeda satu dengan yang lain termasuk diantaranya dalam cara belajar mereka. Banyak diantara mereka merasa nyaman dan enak belajar ketika siswa belajar secara berkelompok. Oleh karena itu, aktifitas-aktifitas belajar berpusat pada siswa perlu mengimplementasikan pembelajaran kooperatif / pembelajaran ber kelompok.

Memilih Strategi Penilaian Formatif yang sesuai pada pembelajaran berpusat pada Siswa

Pembelajaran Berpusat Pada Siswa sarat dengan aktifitas-aktifitas belajar siswa. Dalam prosesnya banyak inisiatif, kerja sama, toleransi dan berbagai keterampilan sosial lainnya yang harus menjadi perhatian guru sebagai hasil dari interaksi antara siswa dengan siswa, antara siswa dengan guru maupun siswa dengan sumber belajar lainnya. Hal-hal inilah yang mendasari perlunya memilih strategi penilaian formatif yang tepat untuk mendapatkan penilaian autentik sesuai proses pembelajaran berpusat pada siswa.

Kita lanjutkan lagi nanti …