Model Pembelajaran di SMK

model pembelajaran di smk

Model Pembelajaran di SMK

Model Pembelajaran di SMK itu penting. Model Pembelajaran di SMK berisi pola pelaksanaan proses pembelajaran. Model Pembelajaran di SMK mengarah pada pembentukan Kompetensi Abad 21 yang ingin dicapai dengan tetap mementingkan kompetensi kerja bagi peserta didik SMK. Seperti kita ketahui bersama bahwa salah satu tujuan pendidikan di SMK ialah untuk bekerja. Tenaga kerja unggul di era global ini adalah tenaga kerja yang menguasai Kompetensi Abad 21 seperti critical thinking, creative thinking, collaborating, communicating di samping life skill dan literacy. Dalam rangka meraih kompetensi abad 21 inilah beberapa model pembelajaran sangat direkomendasikan oleh Direktorat P SMK. Model-model Pembelajaran di SMK ini telah di kaji dan dinyatakan sesuai digunakan di SMK.

model pembelajaran di smk
model pembelajaran di smk

Model Pembelajaran di SMK sangat strategis efeknya. Pendidik SMK wajib menerapkan model pembelajaran di SMK ini. Mari kita diskusikan model-model pembelajaran di SMK ini untuk memudahkan kita mengimplementasikannya.

Pengertian Model Pembelajaran

Model Pembelajaran adalah pola proses pembelajaran. Ya, model pembelajaran ialah suatu pola yang dijadikan acuan dalam melaksanakan proses pembelajaran. Model pembelajaran di SMK, sebagai sebuah pola melaksanakan proses pembelajaran diperlukan agar semua pendidik / guru dapat melaksanakan proses pembelajaran yang serupa agar bersama-sama terarah pada satu hasil akhir pembelajaran yang telah ditentukan. Dalam hal ini menuju keterampilan yang ingin di dorong adalah keterampilan kerja dan Keterampilan abad 21.

Model Pembelajaran terbentuk dari 2 (dua) kata yaitu model pembelajaran. Model, menurut KamusBahasaIndonesia.org memiliki pengertian [n] (1) pola (contoh, acuan, ragam, dsb) dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan: rumahnya dibuat seperti — rumah adat; (Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/model) sedangkan pembelajaran memiliki arti [n] proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar (Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/pembelajaran)
Berdasarkan referensi di atas, Model Pembelajaran penulis dapat artikan sebagai pola / acuan / pedoman bagaimana proses, cara atau langkah-langkah siswa belajar agar mencapai kompetensi sesuai tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

Model Pembelajaran adalah kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pembelajaran yang disusun secara sistematis untuk mencapai tujuan belajar yang menyangkut sintaksis, sistem sosial, prinsip reaksi dan sistem pendukung (Joice&Wells).

Sedangkan menurut “Arends dalam Trianto”, mengatakan “model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas”.

Model Pembelajaran di SMK sebagai pola proses pembelajaran memiliki sintak tertentu. Masing-masing pendidik yang akan menerapkan model pembelajaran di SMK terlebih dahulu perlu memahami sintak masing-masing model pembelajaran.

Model pembelajaran SMK yang dianjurkan oleh Direktorat Pembinaan SMK ialah:

  • model pembelajaran penemuan (discovery)
  • model pembelajaran inquiry
  • model pembelajaran berbasis masalah
  • model pembelajaran berbasis karya
  • model pembelajaran training berbasis produksi
  • model pembelajaran berbasis pabrik

Sintak Model Pembelajaran SMK

Model Pembelajaran untuk SMK dalam berbagai sumber dokumen kurikulum 2013 sering dikaitkan dengan kata sintak atau sintaks. Tentunya anda pernah membaca atau mendengar sendiri sintak model pembelajaran. Jujur saja, saya mengakui, kosa kata “sintak” terasa asing buat saya (hmm..). Setelah saya coba mencari arti kata “sintak” atau “sintak model” di beberapa kamus bahasa ternyata tidak ditemukan. Pada kamus bahasa yang bisa kita temukan adalah kata “sintaksis”, (1) pengaturan dan hubungan kata dng kata atau dng satuan lain yg lebih besar

Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/sintaks/mirip
KamusBahasaIndonesia.org

‘Sintak’ dalam istilah ‘sintak model pembelajaran’, mungkin diambil dari bahasa Inggris dari kata “syntax” yang artinya a system or orderly arrangement yang artinya suatu sistem atau susunan yang teratur. 

Jadi, sintak model pembelajaran pada kurikulum 2013 adalah suatu sistem atau susunan yang teratur. Sistem artinya terdiri atas beberapa bagian atau langkah yang berhubungan satu kepada yang lain yang susunannya atau urut-urutannya teratur. Karena itu sintak model pembelajaran menurut logika saya perlu dilakukan dengan urut dan teratur.

Model Pembelajaran di SMK

Model Pembelajaran di SMK sekali lagi adalah pola proses pembelajaran di SMK. Model Pembelajaran di SMK yang dianjurkan (diwajibkan) pada implementasi Kurikulum 2013 menggunakan 3 (tiga) model pembelajaran utama (Permendikbud No. 103 Tahun 2014). Model Pembelajaran ini diharapkan dapat membentuk perilaku saintifik, perilaku sosial serta mengembangkan rasa keingintahuan. Ketiga model pembelajaran tersebut adalah: model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning), model Pembelajaran Berbasis Projek (Project Based Learning), dan model Pembelajaran Melalui Penyingkapan/Penemuan (Discovery/Inquiry Learning). Di samping model pembelajaran di atas dapat juga dikembangkan model pembelajaran Production Based Education/Production Based Trainning (PBE/PBT) sesuai dengan karakteristik pendidikan menengah kejuruan SMK.

Model Pembelajaran di SMK perlu dinyatakan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP. Implementasi penerapan Model Pembelajaran di SMK tersirat dan tersurat dalam aktifitas pembelajaran yang merupakan interaksi pendidik dan peserta didik. Pendidik di SMK harus memilih model pembelajaran yang sesuai untuk diterapkan. Kata ‘sesuai’ ini tentunya merujuk pada sifat Kompetensi Inti Kompetensi Dasar KI KD yang akan disampaikan dan bukan sesuai keinginan kita. Dalam hal ini, model pembelajaran yang dipilih mempertimbangkan juga bentuk-bentuk pengetahuan dan keterampilan yang tersirat dalam pernyataan Kompetensi Dasar.

 

Model Pembelajaran SMK Penyingkapan / Penemuan (Discovery/Inquiry Learning)

Model Pembelajaran SMK Penyingkapan / Penemuan (Discovery/Inquiry Learning). Model Pembelajaran SMK Discovery digunakan apabila kompetensi dasar KD yang akan dipelajari cenderung meminta peserta didik untuk mempelajari konsep-konsep. Efek yang akan diperoleh siswa nanti adalah pengalaman belajar seolah dia telah ‘menemukan’. Dalam konteks ini, kita sebagai guru harus mengikuti urutan tertentu sedemikian hingga siswa akan mengalami sendiri pengalaman belajar ‘seolah-olah’ siswa itu sendirilah yang ‘menemukan’.

Sintak model pembelajaran (SMK) Discovery Learning

  • Pemberian rangsangan (Stimulation)
  • Pernyataan/Identifikasi masalah (Problem Statement)
  • Pengumpulan data (Data Collection)
  • Pembuktian (Data processing dan Verification)
  • Menarik simpulan/generalisasi (Generalization)

Contoh terapan model pembelajaran Discovery Learning

Model pembelajaran Discovery Learning dapat saya contohkan seperti uraian di bawah. Sebagai ilustrasi saya coba memberikan contoh tentang fenomena Hukum Ohm. Hukum Ohm dalam ilmu kelistrikan atau elektronika adalah pengetahuan dasar yang sangat penting. Terapan dari Hukum Ohm ini akan selalu dipakai pada pengetahuan kelistrikan dan elektronik yang lebih tinggi, karena itulah sangat penting bagi guru menorehkan pengalaman ‘nyata’ kepada siswa.

Hukum ohm melibatkan fenomena / fakta dimana kuat arus (I), besar potensial atau tegangan (V) dan hambatan atau resistansi (R) berkaitan satu dengan yang lain. Hukum ohm ini sering dinyatakan dengan kalimat “kuat arus berbanding lurus dengan tegangan dan berbanding terbalik dengan hambatan”. Secara matematis hubungan ketiganya dituliskan : I = V : R  dapat ditulis V = I x R dan juga dapat dinyatakan R = V : I . Siswa akan saya ajak belajar dengan model pembelajaran Penyingkapan / Penemuan (Discovery/Inquiry Learning). Ok,

Model pembelajaran Discovery Learning akan dapat kita desain untuk mengarahkan siswa agar dapat menemukan hubungan atau korelasi I, V dan R berdasarkan analisa dan eksperimen.

Model Pembelajaran (SMK) Berbasis Masalah (Problem Based Learning)

Model pembelajaran Problem Based Learning dari Bransford and Stein (dalam Jamie Kirkley, 2003:3) ini juga sangat sesuai digunakan sebagai model pembelajaran SMK. Adapun sintak model pembelajaran SMK ini terdiri atas :

  1. Mengidentifikasi masalah;
  2. Menetapkan masalah melalui berpikir tentang masalah dan menyeleksi informasi-informasi yang relevan;
  3. Mengembangkan solusi melalui pengidentifikasian alternatif-alternatif, tukar-pikiran dan mengecek perbedaan pandang;
  4. Melakukan tindakan strategis, dan
  5. Melihat ulang dan mengevaluasi pengaruh-pengaruh dari solusi yang dilakukan.

Sintak model pembelajaran Problem Solving Learning Jenis Trouble Shooting (David H. Jonassen, 2011:93) terdiri atas:

  1. Merumuskan uraian masalah
  2. Mengembangkan kemungkinan penyebab
  3. Mengetes penyebab atau proses diagnosis
  4. Mengevaluasi.
Model Pembelajaran (SMK) Berbasis Projek (Project Based Learning)

Sintak/tahapan model pembelajaran (SMK) Project Based Learning, meliputi:

  1. Penentuan pertanyaan mendasar (Start with the Essential Question);
  2. Mendesain perencanaan proyek;
  3. Menyusun jadwal (Create a Schedule);
  4. Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the Progress of the Project);
  5. Menguji hasil (Assess the Outcome), dan
  6. Mengevaluasi pengalaman (Evaluate the Experience).
Model Pembelajaran (SMK) Production Based Education/Production Based Trainning (PBE/PBT)

Sintaks/tahapan model pembelajaran Production Based Trainning meliputi:

  1. Merencanakan produk;
  2. Melaksanakan proses produksi;
  3. Mengevaluasi produk (melakukan kendali mutu), dan
  4. Mengembangkan rencana pemasaran.

(G. Y. Jenkins, Hospitality 2005).

Memilih Model Pembelajaran di SMK

Model Pembelajaran memang harus digunakan, walaupun demikian pendidik tidak selayaknya menggunakan model pembelajaran sembarangan. Penggunaan model pembelajaran yang tepat sudah tentu berimplikasi pada efektifitas proses pembelajaran. Karena itu jelaslah kita harus tepat memilih model pembelajaran.

Model pembelajaran dipilih dengan mempertimbangkan Kompetensi Dasar dan atau materi pembelajaran. Model pembelajaran tertentu hanya tepat digunakan untuk materi pembelajaran tertentu. Sebaliknya materi pembelajaran tertentu akan dapat berhasil maksimal jika menggunakan model pembelajaran tertentu pula.

Jika rumusan KD mengarah pada penguasaan konsep dan prinsip sangat tepat menggunakan model pembelajaran Inquiry atau model pembelajaran Discovery Learning. Kedua model pembelajaran tersebut membentuk kemampuan pengungkapan terhadap konsep-konsep pada suatu bahan kajian.

Jika Kompetensi Dasar (KD dari KI-3 dan KD dari KI-4) pada kelompok mata pelajaran Kompetensi Keahlian (C3) cenderung membentuk kemampuan solusi-solusi teknologi dan rekayasa atau hasil karya, dapat menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning, model pembelajaran Production Based Trainning, model pembelajaran Project Based Learning dan model pembelajaran Teaching Factory.

Model pembelajaran di SMK dapat dengan tepat kita pilih manakala kita memahami dengan baik apa dan bagaimana model pembelajaran di smk. Diskusi singkat di bawah mengajak kita memahami model pembelajaran di SMK.

Proses Pembelajaran dengan model pembelajaran Kurikulum 2013

Model pembelajaran di SMK pada kurikulum 2013 mengacu pada proses berpikir ilmiah (saintifik) dilakukan dengan tahapan 5 M yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengomunikasikan.

  1. Mengamati, merupakan kemampuan awal peserta dalam mengumpulkan informasi dengan tujuan untuk dapat mengidentifikasi masalah, yang kegiatan belajarnya dapat dilakukan dengan menanya, mengamati, dan atau menalar terhadap objek yang dipelajarinya. Mengamati dapat dilakukan melalui indera penglihat (membaca, menyimak), pembau, pendengar, pengecap dan peraba dengan ataupun tanpa alat bantu. Alternatif kegiatan mengamati antara lain melalui observasi lingkungan, mengamati gambar, video, tabel dan grafik data, menganalisis peta, membaca berbagai informasi yang tersedia di media masa dan internet maupun sumber lain.
  2. Menanya, bertujuan membentuk kemampuan siswa untuk dapat merumuskan masalah dan atau merumuskan hipotesis, yang kegiatan belajarnya dapat dilakukan dari mengamati (membaca buku, shop manual), menanya dalam kegiatan diskusi, atau menanya pada diri sendiri maupun langsung pada orang lain (guru, nara sumber, siswa lainnya) dengan bimbingan guru yang mendorong motivasi siswa untuk tetap aktif dan gembira hingga siswa dapat mandiri dan menjadi kebiasaan. Dalam kegiatan menanya, siswa membuat pertanyaan secara individu atau kelompok tentang apa yang belum diketahuinya baik yang berkenaan dengan suatu objek, peristiwa, atau suatu proses tertentu.
  3. Mengumpulkan data, bertujuan membentuk kemampuan siswa untuk dapat menguji rumusan masalah dan atau hipotesis, yang kegiatan belajarnya dapat dilakukan melalui proses menanya (wawancara, menyebarkan kuesioner), mengamati data skunder, melakukan uji coba (eksperimen), observasi lapangan dan lain-lain dalam kaitan mengumpulkan informasi sesuai dengan tuntutan rumusan masalah.
  4. Mengasosiasi, bertujuan membentuk kemampuan siswa untuk dapat menyimpulkan hasil kajian rumusan masalah dan atau hipotesis, yang kegiatan belajarnya mengolah data dalam bentuk serangkaian aktivitas fisik dan pikiran dengan bantuan peralatan tertentu. Bentuk kegiatan mengolah data antara lain melakukan klasifikasi, pengurutan (sorting), menghitung, membagi, dan menyusun data dalam bentuk yang lebih informatif, serta menentukan sumber data sehingga lebih bermakna. Kegiatan siswa dalam mengolah data misalnya membuat tabel, grafik, bagan, peta konsep, menghitung, dan pemodelan. Selanjutnya siswa menganalisis data untuk membandingkan ataupun menentukan hubungan antara data yang telah diolahnya dengan teori yang ada sehingga dapat ditarik simpulan dan atau ditemukannya prinsip dan konsep penting yang bermakna dalam menambah skema kognitif, meluaskan pengalaman, dan wawasan pengetahuannya.
  5. Mengomunikasikan, bertujuan membentuk kemampuan siswa untuk dapat memformulasikan dan mempertanggungjawabkan pembuktian rumusan masalah dan atau hipotesis, yang kegiatan belajarnya mendeskripsikan dan menyampaikan hasil temuannya dari kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan dan mengolah data, serta mengasosiasi yang ditujukan kepada orang lain baik secara lisan maupun tulisan dalam bentuk diagram, bagan, gambar, dan sejenisnya dengan bantuan perangkat teknologi sederhana dan atau teknologi informasi dan komunikasi.
Penentuan Model Pembelajaran di SMK

Model pembelajaran di SMK dipilih dan ditentukan dengan memperhatikan rambu-rambu. Rambu-rambu penentuan model pembelajaran di SMK berbentuk penyingkapan/penemuan:

  1. Pernyataan KD di KI-3 dan KD di KI-4 mengarah kepencarian atau penemuan;
  2. Pernyataan KD di KI-3 lebih menitikberatkan pada pemahaman pengetahuan faktual, konseptual, procedural, dan dimungkinkan sampai metakognitif;
  3. Pernyataan KD di KI-4 pada taksonomi mengolah dan menalar

Rambu-rambu penemuan model pembelajaran di SMK yang menghasilkan karya (Problem Based Learning dan Project Based Learning):

  1. Pernyataan KD dari KI-3 dan KD di KI-4 mengarah pada hasil karya berbentuk jasa atau produk;
  2. Pernyataan KD di KI-3 pada bentuk pengetahuan metakognitif;
  3. Pernyataan KD di KI-4 pada taksonomi menyaji dan mencipta, dan
  4. Pernyataan KD di KI-3 dan KD di KI-4 yang memerlukan persyaratan penguasaan pengetahuan konseptual dan prosedural.

Demikianlah diskusi sekitar Model Pembelajaran di SMK. Semoga menambah pemahaman dan mutu implementasi proses pembelajaran SMK dan mendorong pencapaian Keterampilan Abad 21 peserta didik kita.

Proses Pembelajaran

proses pembelajaran

Proses Pembelajaran

Proses pembelajaran media pembelajaran HOTS siswa. Proses pembelajaran juga media pendidikan karakter. Proses pembelajaran memang terdiri dari pembuka, inti, penutup. Ya proses pembelajaran menjadi muara serangkaian perencanaan pembelajaran. Proses pembelajaran Kurikulum 2013 hendaknya menerapkan prinsip pembelajaran, pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran, media pembelajaran, model pembelajaran  Kurikulum 2013 untuk mengantarkan peserta didik menguasai keterampilan kerja dan keterampilan abad 21.

Proses Pembelajaran di SMK sangat penting! Proses Pembelajaran di SMK menentukan mutu sekolah. Proses pembelajaran menjadi komponen yang krusial sebab pada tahap ‘proses pembelajaran‘ inilah terjadinya pembelajaran langsung (direct learning) dan pembelajaran tidak langsung (indirect learning). Di dalam proses pembelajaran sebagian besar kualifikasi lulusan akan ditentukan. Terlebih di tengah persaingan global menyiapkan generasi penerus unggul yang memiliki Keterampilan Abad 21 yang dikenal dengan 4C. Keterampilan Abad 21 dimaksud adalah critical thinking, creative thinking, collaborating & communicating di samping life skill dan literacy yang harus terus didorong. Proses pembelajaran, menjadi mesin utama membangun  critical thinking, creative thinking, collaborating & communicating di samping life skill dan literacy . Inilah salah satu alasan mengapa RPP yang dibuat pendidik yang seharusnya menggambarkan rencana proses pembelajaran yang rinci perlu dibina dan dipantau dan di supervisi kepala sekolah dan pengawas sekolah.

proses pembelajaran
proses pembelajaran

Berdiskusi tentang proses pembelajaran, menurut hemat saya tidak bisa dilepaskan dengan rencana proses pembelajaran di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP. Di samping itu, proses pembelajaran tidak dapat dilepaskan dari:

Pengertian Proses Pembelajaran

Proses Pembelajaran seperti kita lihat, terbentuk dari 2 (dua) kata yaitu proses dan pembelajaran. Merujuk pada http://kbbi.web.id/proses,  proses/pro·ses/ /prosés/ n 1 runtunan perubahan (peristiwa) dalam perkembangan sesuatu: — kemajuan sosial berjalan terus; — kimia, reaksi kimia; —penyakit2 rangkaian tindakan, pembuatan, atau pengolahan yang menghasilkan produk; . Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas, Pasal 1 Butir 20). Jadi, proses pembelajaran dapat diartikan sebagai serangkaian tindakan/interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

proses_pembelajaran
proses_pembelajaran

Proses Pembelajaran di SMK ialah proses pembelajaran yang spesifik dan khusus bagi SMK. Proses Pembelajaran di SMK bersifat spesifik karena memang tujuan pendidikan SMK berbeda dengan SMA.Walaupun proses pembelajaran di SMK bersifat spesifik namun tetap mengedepankan prinsip-prinsip pembelajaran Kurikulum 2013. Proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dengan tahapan 5M. Proses pembelajaran juga terbagi dalam 3 (tiga) sesi yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.

Proses Pembelajaran di SMK dimaksudkan untuk memfasilitasi peserta didik untuk menguasai Keterampilan Abad 21 yaitu membangun  critical thinking, creative, collaborative & communication di samping life skill dan literasi . Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, telah memandu seluruh pendidik SMK untuk menerapkan model pembelajaran yang telah dikaji cocok  untuk digunakan di SMK. Model pembelajaran yang dimaksud adalah Model pembelajaran Discovery Learning, Model pembelajaran Inquiry Learning Terbimbing dan Sains, Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) / model pembelajaran Problem Solving Learning Jenis Trouble Shooting, Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL), Model pembelajaran Production Based Training/Production Based Education and Training dan Model pembelajaran Teaching Factory.

Model Pembelajaran pada Proses Pembelajaran SMK

Proses Pembelajaran sebagai ‘mesin utama’ pemroses kompetensi peserta didik perlu menerapkan ‘sistem kerja’ yang tepat untuk menghasilkan kompetensi Keterampilan Abad 21, khususnya di SMK. Sistem kerja mesin pemroses kompetensi Keterampilan Abad 21 yang saya maksudkan di sini adalah penerapan model pembelajaran. Proses pembelajaran dimana aktifitas di dalamnya disesuaikan mengikuti suatu  model pembelajaran akan mengkodisikan pendidik dan peserta didik mengikuti sistem itu untuk mencapai hasil yang optimal.

model pembelajaran smk
model pembelajaran smk

Proses Pembelajaran di SMK direkomendasikan menerapkan model-model pembelajaran :

  1. Model pembelajaran Discovery Learning yaitu model belajar ‘seolah-olah’ menemukan atau sering disebut berbasis penemuan.
  2. Model pembelajaran Inquiry Learning Terbimbing dan Sains
  3. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) / model pembelajaran Problem Solving Learning Jenis Trouble Shooting
  4. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL)
  5. Model pembelajaran Production Based Training/Production Based Education and Training
  6. Model pembelajaran Teaching Factory

Proses Pembelajaran dengan menerapkan model-model pembelajaran di atas sangat direkomendasikan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan untuk mendorong tumbuhnya keterampilan abad 21 pada diri peserta didik SMK. Tidakkah rekan-rekan pendidik tergerak hati melakukannya untuk keunggulan generasi penerus di masa datang? SEMANGAT !!! Mari kita tingkatkan Proses Pembelajaran di SMK.

proses pembelajaran
proses pembelajaran

Tahapan Proses Pembelajaran

Proses Pembelajaran pada sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013 terdiri atas tahapan belajar yang sama yang sering disebut 5M. Istilah 5M merupakan kependekan dari mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi mengomunikasikan. Tahapan-tahapan proses pembelajaran ini harus dilalui peserta didik untuk membangun pengetahuan, keterampilan dan sikap. Tahapan proses pembelajaran ini seluruhnya berada dalam aktifitas kegiatan inti .

  1. Mengamati, yaitu kegiatan siswa mengidentifikasi melalui indera penglihat (membaca, menyimak), pembau, pendengar, pengecap dan peraba pada waktu mengamati suatu objek dengan ataupun tanpa alat bantu. Alternatif kegiatan mengamati antara lain observasi lingkungan, mengamati gambar, video, tabel dan grafik data, menganalisis peta, membaca berbagai informasi yang tersedia di media masa dan internet maupun sumber lain. Bentuk hasil belajar dari kegiatan mengamati adalah siswa dapat mengidentifikasi masalah.
  2. Menanya, yaitu kegiatan siswa mengungkapkan apa yang ingin diketahuinya baik yang berkenaan dengan suatu objek, peristiwa, suatu proses tertentu. Dalam kegiatan menanya, siswa membuat pertanyaan secara individu atau kelompok tentang apa yang belum diketahuinya. Siswa dapat mengajukan pertanyaan kepada guru, narasumber, siswa lainnya dan atau kepada diri sendiri dengan bimbingan guru hingga siswa dapat mandiri dan menjadi kebiasaan. Pertanyaan dapat diajukan secara lisan dan tulisan serta harus dapat membangkitkan motivasi siswa untuk tetap aktif dan gembira. Bentuknya dapat berupa kalimat pertanyaan dan kalimat hipotesis. Hasil belajar dari kegiatan menanya adalah siswa dapat merumuskan masalah dan merumuskan hipotesis.
  3. Mengumpulkan data, yaitu kegiatan siswa mencari informasi sebagai bahan untuk dianalisis dan disimpulkan. Kegiatan mengumpulkan data dapat dilakukan dengan cara membaca buku, mengumpulkan data sekunder, observasi lapangan, uji coba (eksperimen), wawancara, menyebarkan kuesioner, dan lain-lain. Hasil belajar dari kegiatan mengumpulkan data adalah siswa dapat menguji hipotesis.
  4. Mengasosiasi, yaitu kegiatan siswa mengolah data dalam bentuk serangkaian aktivitas fisik dan pikiran dengan bantuan peralatan tertentu. Bentuk kegiatan mengolah data antara lain melakukan klasifikasi, pengurutan (sorting), menghitung, membagi, dan menyusun data dalam bentuk yang lebih informatif, serta menentukan sumber data sehingga lebih bermakna. Kegiatan siswa dalam mengolah data misalnya membuat tabel, grafik, bagan, peta konsep, menghitung, dan pemodelan. Selanjutnya siswa menganalisis data untuk membandingkan ataupun menentukan hubungan antara data yang telah diolahnya dengan teori yang ada sehingga dapat ditarik simpulan dan atau ditemukannya prinsip dan konsep penting yang bermakna dalam menambah skema kognitif, meluaskan pengalaman, dan wawasan pengetahuannya. Hasil belajar dari kegiatan menalar/mengasosiasi adalah siswa dapat menyimpulkan hasil kajian dari hipotesis.
  5. Mengomunikasikan, yaitu kegiatan siswa mendeskripsikan dan menyampaikan hasil temuannya dari kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan dan mengolah data, serta mengasosiasi yang ditujukan kepada orang lain baik secara lisan maupun tulisan dalam bentuk diagram, bagan, gambar, dan sejenisnya dengan bantuan perangkat teknologi sederhana dan atau teknologi informasi dan komunikasi. Hasil belajar dari kegiatan mengomunikasikan adalah siswa dapat memformulasikan dan mempertanggungjawabkan proses dan hasil pembuktian hipotesis.

Demikianlah tahapan-tahapan proses pembelajaran di smk dengan pendekatan saintifik.

Perencanaan Proses Pembelajaran

Proses Pembelajaran pada tahap pelaksanaan di kelas atau bengkel ataupun di laboratorium pada dasarnya merupakan ajang utama pembelajaran dan pendidikan sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan. Mengingat begitu banyaknya tumpuan harapan dalam pelaksanaan proses pembelajaran, maka sudah sangat tepat jika proses pembelajaran direncanakan dengan sebaik-baiknya dan secermat-cermatnya. Pendidik, sesuai dengan Standar Kompetensi Pendidik dan integritasnya seharusnya membuat rencana pelaksanaan pembelajaran yang menerapkan pendekatan saintifik dengan tahapan 5M, menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran, menggunakan model pembelajaran, menerapkan strategi pembelajaran yang menyenangkan, menggunakan media pembelajaran berbasis TIK dan unsur-unsur terkait lainnya. Proses Pembelajaran dengan kompleksitas seperti ini perlu perencanaan yang cermat.

Setiap langkah proses pembelajaran merupakan perpaduan dari indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, tahapan sintak model pembelajaran dan tahapan 5 M. Pemaduan tahapan pendekatan saintifik dan sintak model pembelajaran dapat dilakukan dengan model matrik perancah sehingga setiap langkah proses pembelajaran dapat didentifikasi dengan baik. Melalui pemetaan seperti ini proses pembelajaran terencana dengan baik. Contoh lengkap perencanaan pembelajaran termasuk proses pembelajaran dapat di lihat pada menyusun silabus dan rpp.

Aktifitas Proses Pembelajaran

Proses Pembelajaran yang diharapkan oleh pemerintah sesungguhnya telah dinyatakan secara jelas dalam standar proses. Tabel berikut menunjukkan seluruh aktifitas proses pembelajaran.

KEGIATAN PENDAHULUAN a. menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
b. memberi motivasi belajar siswa secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari, dengan memberikan contoh dan perbandingan lokal, nasional dan internasional;
c. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
d. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai; dan
e. menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.
KEGIATAN INTI a. aktifitas mengamati  Diisi aktifitas pendidik dan peserta didik sesuai tabel perancah
b. aktifitas menanya  Diisi aktifitas pendidik dan peserta didik sesuai tabel perancah
c. aktifitas mengumpulkan informasi  Diisi aktifitas pendidik dan peserta didik sesuai tabel perancah
d. aktifitas mengasosiasi  Diisi aktifitas pendidik dan peserta didik sesuai tabel perancah
e. aktifitas mengomunikasikan  Diisi aktifitas pendidik dan peserta didik sesuai tabel perancah
PENUTUP – REFLEKSI a. seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan manfaat langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung;
b. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
c. melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, baik tugas individual maupun kelompok; dan
d. menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.

Demikianlah diskusi seputar Proses Pembelajaran di SMK.

Silabus SMK 2017

silabus kurikulum 2013 smk 2017

Silabus SMK 2017

Silabus SMK 2017 dokumen turunan KI KD SMK 2017. Silabus SMK 2017 tentunya juga ditunggu rekan pendidik. Akankah Silabus SMK 2017  juga dirilis oleh PSMK ? Pada tahun-tahun sebelumnya, setiap kali terjadi perubahan kurikulum, silabus juga dirilis Direktorat PSMK. Apakah di tahun ini PSMK juga merilis Silabus SMK 2017  juga ?

silabus smk 2017
silabus_smk_2017

Silabus SMK 2017 sesungguhnya sudah dapat di susun oleh masing-masing pendidik pengampu mata pelajaran. Begitupun untuk silabus smk 2017 ini. Beberapa tahun terakhir, ribuan pendidik sudah memperoleh pelatihan kurikulum 2013 yang memungkinkan para pendidik memliki kompetensi menyusun sendiri silabus smk 2017. Jenis-jenis kegiatan analisis yang mampu dilakukan yaitu:

  • Analisis Keterkaitan SKL-KI-KD
  • Analisis Materi Pembelajaran
  • Analisis Penerapan Model Pembelajaran
  • Analisis Penilaian

Pengertian Silabus SMK 2017

Silabus SMK 2017  merupakan elemen dari perencanaan pembelajaran pada suatu kelompok kompetensi atau mata pelajaran. Silabus berfungsi sebagai acuan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan pelaksanaan pembelajaran. Silabus SMK 2017, sesuai penjelasan dalam Modul Panduan Penyusunan KTSP (Kurikulum 2013) Penyegaran Instruktur Tahun 2017, seyogyanya memuat rumusan kompetensi Bidang Keahlian masing-masing mata pelajaran yang mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK), materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber / bahan / alat belajar. Silabus menjadi acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran.

Prinsip-prinsip Pengembangan Silabus SMK 2017

Silabus SMK 2017  seyogyanya disusun para pendidik atau pengampu mata pelajaran. Hal ini sesuai dengan Standar Kompetensi Pendidik / Guru pada kompetensi profesionalnya. Kompetensi pendidik / guru saat ini juga sudah cukup memadai dengan diberikannya bimbingan teknis dan pelatihan pedagogis dalam rangka implementasi Kurikulum 2013.

Silabus SMK 2017 hendaknya dikembangkan dengan mengacu prinsip-prinsip pengembangan silabus, seperti :

  1. Ilmiah
  2. Relevan
  3. Sistematis
  4. Konsisten
  5. Memadai
  6. Aktual dan kontekstual
  7. Fleksibel
  8. Menyeluruh

Langkah-langkah Pengembangan Silabus SMK 2017

Silabus SMK 2017 hendaknya dikembangkan dengan tahapan seperti pada bagan di bawah:

silabus smk 2017
pengembangan silabus smk 2017

Silabus SMK 2017 (perhatikan kotak gambar bagian bawah) terdiri atas komponen-komponen :

  • Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
  • Indikator / Indikator Pencapaian Kompetensi
  • Materi Pembelajaran
  • Penilaian
  • Kegiatan Pembelajaran
  • Alokasi Waktu
  • Sumber Belajar
Komponen Silabus SMK 2017

Komponen Silabus SMK 2017 berisi tentang hal-hal sebagai berikut:

  • Nama SMK/MAK;
  • Kompetensi Keahlian:
  • Nama Mata Pelajaran;
  • Kelas;
  • Alokasi waktu;
  • Deskripsi Kompetensi Inti;
  • Deskripsi Kompetensi Dasar;
  • Indikator Pencapaian Kompetensi;
  • Materi Pembelajaran, dan
  • Kegiatan Pembelajaran
  • Penilaian
  • Alokasi waktu
  • Sumber Belajar.
Format Silabus SMK 2017 

Nama Sekolah                             : diisi dengan nama SMK

Kelas/Semester                           : diisi dengan kelas dan semester berapa mata pelajaran tersebut diberikan

Kompetensi Keahlian                : diisi dengan nama kompetensi keahlian sesuai dengan keputusan Dirjen Dikdasmen                                                             Nomor 4678/D/KEP/MK/2016

Mata Pelajaran                            : diisi dengan mata pelajaran yang tertuang pada struktur kurikulum

Durasi Pembelajaran                 : diisi dengan Jumlah jam yang tertuang pada struktur kurikulum

Deskripsi KI                                 : Diisi dengan rumusan kompetensi inti untuk program pendidikan 3 atau 4 tahun

 

…………………Deskripsi Ki3………………

…………………Deskripsi Ki4………………

Contoh Silabus SMK 2017 

Silabus SMK 2017 yang banyak ditunggu rekan-rekan pendidik hingga saat ini tidak/belum diterbitkan Direktorat PSMK. Mungkin, kita (sekolah dan pendidik) di dorong untuk membuat sendiri Silabus SMK 2017 . Hal ini memang sesuai dengan Standar Kompetensi Pendidik, karena itu bagaimanapun penyusunan Silabus SMK 2017 tetap menjadi bagian tanggung jawab kita.

Silabus SMK 2017 hasil Analisis

Silabus SMK 2017, seperti saya sampaikan di awal posting ini dapat disusun setelah kita melakukan beberapa analisis. Contoh analisis selengkapnya dapat dibaca pada posting menyusun Silabus SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 . Setelah menyelesaikan semua analisis kita dapat mengisikan hasil analisis pada format Silabus SMK 2017 seperti contoh di bawah ini.

Contoh Silabus SMK 2017 hasil analisis ini menggunakan format yang tertera pada modul Bimtek Implementasi Kurikulum 2013 SMK.

Contoh Silabus SMK 2017 dari PSMK

Silabus SMK
Nama Sekolah SMK DUNIA PENDIDIKAN BANJARMASIN
Kelas/Semester X / 1
Kompetensi Keahlian Semua Bidang Keahlian
Mata Pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital
Durasi Pembelajaran 108 Jam Pelajaran (JP)
   
Kompetensi Inti (KI)

KI-3 (Pengetahuan)

Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kajian Simulasi dan Komunikasi Digital pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional..

KI-4 (Keterampilan)

Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang kerja.

Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempresepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Demikianlah diskusi Silabus SMK 2017 , semoga bermanfaat.

Sumber :

PEDOMAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 
PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN 
DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2017