Kata Kerja Operasional KKO

kata kerja operasional kko

Kata Kerja Operasional KKO

Kata Kerja Operasional KKO ialah kata yang menyatakan aktivitas. Kata Kerja Operasional KKO bagian teori taksonomi dalam pendidikan. Kata Kerja Operasional KKO digunakan untuk menyatakan dimensi proses pembelajaran dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran.

kata kerja operasional kko
kata kerja operasional kko

Kata Kerja Operasional KKO pada K2013 menggunakan Kata Kerja Operasional KKO Bloom-Anderson, Kata Kerja Operasional KKO Krathwohl, Kata Kerja Operasional KKO Simpson, Kata Kerja Operasional KKO Dave dan Kata Kerja Operasional KKO Dyers.

kata kerja operasional kko gtk kemdikbud 2019
kata kerja operasional kko gtk kemdikbud 2019

Kata Kerja Operasional KKO ini diperlukan untuk memahami kompetensi dasar, melakukan analisis dan pengembangan indikator pencapaian kompetensi, analisis dan pengembangan tujuan pembelajaran, analisis dan pengembangan kisi soal evaluasi. Dengan menggunakan kata kerja operasional, kemajuan proses pembelajaran sikap, pengetahuan dan keterampilan menjadi mudah diukur dan dievaluasi kemajuannya. Oleh karena itu, Kata Kerja Operasional KKO menjadi salah satu ‘alat utama’ pendidik dalam proses perencanaan pembelajaran.

Kata kerja operasional KKO KD Sikap Sosial Sptritual berdasar Taksonomi Bloom olahan Krathwohl

Kata Kerja Operasional KKO menjadi salah satu perlengkapan utama pendidik sejak pemberlakuan Kurikulum 2013 yang diterapkan untuk mengkaji kompetensi dasar, membuat indikator pencapaian kompetensi maupun tujuan pembelajaran. Pada Kurikulum 2013 kita memerlukan Kata Kerja Operasional KKO pengetahuan, Kata Kerja Operasional KKO keterampilan kongkret, Kata Kerja Operasional KKO keterampilan abstrak, Kata Kerja Operasional KKO sikap. Hal ini diperlukan pada saat melakukan analisis SKL KI KD dan analisis materi pembelajaran dalam rangka menyusun silabus dan RPP.
Kata Kerja Operasional KKO di atas mengikuti teori taksonomi yang diterapkan dalam Kurikulum 2013 yaitu Teori Taksonomi Bloom olahan Anderson untuk pengetahuan, Teori Taksonomi Simpson dan Dave untuk keterampilan konkret dan Teori Taksonomi Dyers untuk keterampilan abstrak serta Teori Taksonomi olahan Kratwhol untuk aspek sikap.

Kata Kerja Operasional KKO KD Sikap Spiritual-Sosial Taksonomi Krathwohl

Kata Kerja Operasional KKO selalu digunakan pada perencanaan pembelajaran. Kata Kerja Operasional KKO pada Kurikulum 2013 ranah sikap menggunakan taksonomi Krathwohl. Penggunaan Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran sikap spiritual maupun sikap sosial. Hal ini terutama diterapkan pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.

kata kerja operasional kko sikap
kata kerja operasional kko sikap

Deskripsi Dimensi Proses Acuan Kata Kerja Operasional KKO Sikap Spiritual-Sosial

Kata Kerja Operasional KKO yang akan kita gunakan untuk merepresentasikan aktifitas proses belajar sesungguhnya harus sesuai dan selaras dengan deskripsi dimensi prosesnya. Pengembangan sikap spiritual dan sikap sosial mengacu pada teori taksonomi Krathwohl.
Menurut teori taksonomi Krathwohl, yang dikutip dari modul Bimtek K2013 tentang Analisis SKL KI KD, kompetensi sikap peserta didik diperoleh melalui tahapan-tahapan (1) menerima (2) merespon (3) menghargai (4) mengorganisasikan (5) mengamalkan dengan isi deskripsi masing-masing tahapan adalah sebagai berikut:

Tingkatan Sikap

Deskripsi

Menerima (accepting) nilai Kesediaan menerima suatu nilai dan memberikan perhatian terhadap nilai tersebut.
Menanggapi (responding) nilai Kesediaan menjawab suatu nilai dan ada rasa puas dalam membicarakan nilai tersebut.
Menghargai (valuing) nilai Menganggap nilai tersebut baik, menyukai nilai tersebut, dan komitmen terhadap nilai tersebut.
Menghayati (organizing/ internalizing) nilai Memasukkan nilai tersebut sebagai bagian dari sistem nilai dirinya.
Mengamalkan (characterizing/ actualizing) nilai Mengembangkan nilai tersebut sebagai ciri dirinya dalam berpikir, berkata, berkomunikasi, dan bertindak (karakter).
Daftar Kata Kerja Operasional KKO KD Sikap Spiritual-Sosial Taksonomi Krathwohl

Kata Kerja Operasional KKO yang termasuk dalam dimensi proses pembentukan sikap sosial dan sikap spiritual adalah sebagai berikut:

A1

A2

A3

A4

A5

menerima merespon menghargai mengorganisasikan karakterisasi menurut nilai
mengikuti menyenangi mengasumsikan mengubah membiasakan
menganut menyambut meyakinkan menata mengubah perilaku
mematuhi mendukung memperjelas membangun berakhlak mulia
meminati maporkan menekankan membentuk pendapat melayani
memilih menyumbang memadukan membuktikan
menampilkan mengimani mengelola memecahkan
menyetujui merembuk
mengatakan menegoisasi
memilih menjawab mengasumsikan menganut mengubah prilaku
mempertanyakan membantu meyakini mengubah berakhlak mulia
mengajukan melengkapi menata mempengaruhi
memberi mengkompromikan meyakinkan mengklasifikasikan mendengarkan
menyenangi memperjelas mengkombinasikan mengkualifikasi
menyambut memprakarsai mempertahankan melayani
mendukung mengimani membangun menunjukkan
mendukung mengundang membentuk pendapat membuktikan
menyetujui menggabungkan memadukan memecahkan
menampilkan memperjelas mengelola
melaporkan mengusulkan menegosiasi
memilih menekankan merembuk
mengatakan menyumbang
memilah
menolak

Kata Kerja Operasional KKO KD Pengetahuan Taksonomi Bloom – Anderson

Kata Kerja Operasional KKO selalu digunakan pada perencanaan pembelajaran. Kata Kerja Operasional KKO KD pengetahuan Kurikulum 2013 mengacu pada taksonomi Bloom revisi Anderson. Penggunaan Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran.

kata kerja operasional kko bloom
kata kerja operasional kko bloom

Deskripsi Dimensi Proses Kata Kerja Operasional KKO Pengetahuan Taksonomi Bloom – Anderson

Kata Kerja Operasional KKO yang akan kita gunakan untuk merepresentasikan aktifitas proses belajar sesungguhnya bukanlah sekedar kata itu saja, namun harus pula cocok dengan deskripsi kemampuan yang direpresentasikannya. Jadi kita jangan hanya sekedar mencari kata itu saja namun harus sesuai pula dengan deskripsi masing-masing dimensi proses seperti yang dimaksud teori taksonomi terkait.

Menurut teori taksonomi Bloom olahan Anderson , pengetahuan diperoleh melalui tingkatan-tingkatan (1) mengingat (2) memahami (3) menerapkan (4) menganalisis (5) mengevaluasi dan (6) mengreasi.

Mengingat (C1) ialah kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, metodologi, prinsip dasar, dan informasi yang telah diterima sebelummya.
Memahami (C2) ialah kemampuan untuk memahami makna, menjelaskan dan menyatakan kembali gagasan.
Menerapkan (C3) ialah kemampuan untuk menggunakan materi yang sudah dipelajari dalam situasi baru.
Menganalisa (C4) ialah kemampuan untuk memisahkan materi menjadi komponen-komponen dan menunjukkan hubungan antara bagian-bagian tersebut.
Mengevaluasi (C5) ialah kemampuan menilai nilai material terhadap kriteria yang ada.
Mengreasi (C6) ialah kemampuan mengumpulkan gagasan terpisah untuk membentuk keseluruhan baru, membangun hubungan baru.

Daftar Kata Kerja Operasional KKO Pengetahuan Taksonomi Bloom olahan Anderson (2001)

Mengingat (C1)

Memahami
(C2)

Menerapkan (C3)

Menganalisa (C4)

Mengevaluasi (C5)

Mengkreasi (C6)

mendefinisikan memilih menerapkan menganalisa mempertimbangkan menyusun
mengidentifikasi mengulas contoh mendemonstrasikan menilai menguji merangkai
mendaftar memerankan mengkalkulasi memutuskan mengumpulkan
menamai mendemonstrasikan fungsi dari mempekerjakan menggolongkan Membandingkan terhadap kriteria menyampur
mengingat kembali menggeneralisasi membandingkan mengkritisi mengonstruksi
mengenali menjelaskan mengilustrasikan menyimpulkan mengestimasi membuat
merekam menentukan menginterpretasikan mengurai perbedaan mengevaluasi mendesain
mengaitkan membedakan antara mengoperasikan mengkorelasikan menghakimi mengembangkan
mengulang mengontrol mengkritisi mengukur memformulasikan
menggaris bawahi membedakan melatihkan Menarik kesimpulan mengukur tingkatan mengelola
References mendiskusikan menghubungkan memperdebatkan merevisi memodifikasi
menjelaskan mengacarakan mendeteksi menyekor mengorganisasikan
mengekspresikan membelanjakan memutuskan memilih sesuai kriteria merencanakan
menjelaskan dengan kalimat sendiri menggunakan mengembangkan menguatkan menyiapkan
memfungsikan mendiagramkan menilai memproduksi
mengidentifikasi menginisiasikan mengurai perbedaan-perbedaan mengetes mengusulkan
menginterprestasikan memprakarsai membedakan memprediksi
menemukan lokasi mengajukan menggambarkan merekonstruksi
Pick memulai menyimpulkan mempersiapkan
melaporkan memulakan mengestimasi mempersatukan
menyatakan kembali mengevaluasi mengatur
mereview mengeksplore merancang
mengenali melakukan eksperimen
memilih Mengidentifikasi rinci
menceritakan mengambil kesimpulan
menerjemahkan menginspeksi
merespon menginventarisir
melakukan latihan meperkirakan
menyimulasikan mempertanyakan
mengaitkan
menyelesaikan
mengetes
mendiagnosa

Kata Kerja Operasional KKO Keterampilan Konkret Taksonomi Simpson

Kata Kerja Operasional KKO keterampilan konkret merujuk pada taksonomi Simpson dan Dave. Penggunaan Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran.

kata kerja operasional kko konkret simpson
kata kerja operasional kko

Deskripsi Dimensi Proses Kata Kerja Operasional KKO Keterampilan Konkret Taksonomi Simpson

Kata Kerja Operasional KKO yang akan kita gunakan untuk merepresentasikan aktifitas proses belajar sesungguhnya bukanlah sekedar kata itu saja, namun harus pula cocok dengan deskripsi kemampuan yang direpresentasikannya. Seringkali kita mendapati suatu kata terdaftar dalam satu atau lebih dimensi proses pengetahuan maupun keterampilan. Oleh karena itu kita jangan hanya sekedar mencari kata itu saja namun harus pula diverifikasi dengan deskripsi masing-masing dimensi proses seperti yang dimaksud teori taksonomi terkait.
Menurut teori taksonomi Simpson , keterampilan diperoleh melalui tingkatan-tingkatan (P1) Persepsi, kesiapan, meniru (P2) membiasakan gerakan (mechanism) (P3) mahir (complex or overt response) (P4) menjadi gerakan alami (adaptation) (P5) menjadi tindakan orisinal (origination). Adapun deskripsi masing-masing tahapan adalah sebagai berikut:

No

Tingkat Taksonomi Simpson

Uraian

1.

Persepsi

Kesiapan

Meniru

Menunjukkan perhatian untuk melakukan suatu gerakan.

Menunjukkan kesiapan mental dan fisik untuk melakukan suatu gerakan.

Meniru gerakan secara terbimbing.

2.

Membiasakan gerakan    (mechanism) Melakukan gerakan mekanistik.

3.

Mahir (complex or overt response) Melakukan gerakan kompleks dan termodifikasi.

4.

Menjadi gerakan alami (adaptation) Menjadi gerakan alami yang diciptakan sendiri atas dasar gerakan yang sudah dikuasai sebelumnya.

5.

Menjadi tindakan orisinal (origination) Menjadi gerakan baru yang orisinal dan sukar ditiru oleh orang lain dan menjadi ciri khasnya.

Daftar Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Simpson

Persepsi, kesiapan, meniru
(P1)

Membiasakan gerakan (mekanisme)
(P2)

Menjadi Mahir (kompleks & termodifikasi)
(P3)

Menjadi gerakan alami (adaptasi)
(P4)

Menjadi
Tindakan
Orisinil ybs.
(P5)

meniru membuat mengoordinasikan mengatur merancang
menyalin melakukan memasang mengintegrasikan memformulasikan
mengikuti membentuk mendemonstrasikan menyelesaikan memodifikasi
mencoba melengkapi mendesain ulang
menemukan kerusakan (trouble-shoot)

Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Dave

Kata Kerja Operasional KKO selalu digunakan pada perencanaan pembelajaran. Kata Kerja Operasional KKO yang digunakan Kurikulum 2013 berasal dari taksonomi Bloom revisi Anderson. Penggunaan Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran.

kata kerja operasional kko
kata kerja operasional kko konkret dave

Kata kerja operasional KKO KD Keterampilan konkret berdasar Taksonomi Dave

Deskripsi Dimensi Proses Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Dave

Kata Kerja Operasional KKO yang akan kita gunakan untuk merepresentasikan aktifitas proses belajar sesungguhnya bukanlah sekedar kata itu saja, namun harus pula cocok dengan deskripsi kemampuan yang direpresentasikannya. Jadi kita jangan hanya sekedar mencari kata itu saja namun harus sesuai pula dengan deskripsi masing-masing dimensi proses seperti yang dimaksud teori taksonomi terkait.
Menurut teori taksonomi Dave , keterampilan diperoleh melalui tingkatan-tingkatan (1) imitasi (2) manipulasi (3) presisi (4) artikulasi (5) naturalisasi.
Deskripsi Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Dave

Deskripsi Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Dave

No

Tingkatan Taksonomi Dave

Uraian

1.

Imitasi Meniru kegiatan yang telah didemonstrasikan atau dijelaskan, meliputi tahap coba-coba hingga mencapai respon yang tepat.

2.

Manipulasi Melakukan suatu pekerjaan dengan sedikit percaya dan kemampuan melalui perintah dan berlatih.

3.

Presisi Melakukan suatu tugas atau aktivitas dengan keahlian dan kualitas yang tinggi dengan unjuk kerja yang cepat, halus, dan akurat serta efisien tanpa bantuan atau instruksi.

4.

Artikulasi Keterampilan berkembang dengan baik sehingga seseorang dapat mengubah pola gerakan sesuai dengan persyaratan khusus untuk dapat digunakan mengatasi situasi problem yang tidak sesuai SOP.

5.

Naturalisasi Melakukan unjuk kerja level tinggi secara alamiah, tanpa perlu berpikir lama dengan mengkreasi langkah kerja baru.

Daftar Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Dave

Imitasi (P1)

Manipulasi (P2)

Presisi (P3)

Artikulasi (P4)

Naturalisasi (P5)

menirukan membuat kembali mendemonstrasikan mengonstruksi mendesain
mengikuti membangun melengkapi menyelesaikan menspesifikasikan
mereplikasi melakukan memperagakan mengombinasikan mengelola
mengulang mengeksekusi menyempurnakan mengkoordinasikan menemukan
adhere mengimplementasikan mengkalibrasi mengintegrasikan mengelola proyek
mengendalikan mengadaptasikan menciptakan
 mengontrol mengembangkan
memformulasikan
memodifikasi
menguasai

Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Abstrak Taksonomi Dyers

Kata Kerja Operasional KKO keterampilan abstrak digunakan pada perencanaan pembelajaran. Kata Kerja Operasional KKO ini merujuk pada taksonomi Dyers. Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran. Otomatis juga memberi penjaminan mutu pendidikan.

kata kerja operasional kko
kata kerja operasional kko dyers

Deskripsi Dimensi Proses Kata Kerja Operasional KKO Keterampilan Abstrak Taksonomi Dyers

Kata Kerja Operasional KKO pada KI KD sering merepresentasikan aktifitas proses belajar yang tidak tampak atau bersifat abstrak.
Deskripsi keterampilan abstrak pada Kurikulum 2013 ditata sebagai berikut:

Kemampuan Belajar

Deskripsi

Mengamati Perhatian pada waktu mengamati suatu objek/ membaca suatu tulisan/mendengar suatu penjelasan, catatan yang dibuat tentang yang diamati, kesabaran, waktu (on task) yang digunakan untuk mengamati.
Menanya Jenis, kualitas, dan jumlah pertanyaan yang diajukan peserta didik (pertanyaan faktual, konseptual, operasional, dan hipotetik).
Mengumpulkan informasi / mencoba mengolah Jumlah dan kualitas sumber yang dikaji/digunakan, kelengkapan informasi, validitas informasi yang dikumpulkan, dan instrumen/alat yang digunakan untuk mengumpulkan data.
Menalar/ mengasosiasi/ mengolah informasi Mengembangkan interpretasi, argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan informasi dari dua fakta/konsep, interpretasi argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan lebih dari dua fakta/konsep/teori, mensintesis dan argumentasi serta kesimpulan keterkaitan antar berbagai jenis fakta-fakta/konsep/teori/pendapat; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi, dan kesimpulan yang menunjukkan hubungan fakta/konsep/teori dari dua sumber atau lebih yang tidak bertentangan; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi dan kesimpulan dari konsep/teori/pendapat yang berbeda dari berbagai jenis sumber.
Mengomunikasikan/ menyaji Menyajikan hasil kajian (dari mengamati sampai menalar) dalam bentuk tulisan, grafis, media elektronik, multi media dan lain-lain.
Mencipta (creating) Menghasilkan ide-ide, rancangan dan atau keputusan-keputusan baru.

Kata kerja operasional KKO Sikap – GTK Kemdikbud

Kata kerja operasional KKO Sikap – GTK Kemdikbud ialah daftar kata kerja operasional (KKO) yang tercantum dalam buku yang dirilis Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2018 yang berjudul Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi.

kko - kata kerja operasional sikap
kko – kata kerja operasional sikap

Kata kerja operasional KKO Pengetahuan – GTK Kemdikbud

kko - kata kerja operasional pengetahuan
kko – kata kerja operasional pengetahuan

Kata kerja operasional KKO Keterampilan – GTK Kemdikbud

kko - kata kerja operasional keterampilan
kko – kata kerja operasional keterampilan

Dengan daftar kata kerja operasional KKO sikap, pengetahuan dan keterampilan psikomotor – GTK kemdikbud diharapkan para pendidik mempunyai keseragaman interpretasi KD-KD khususnya dalam KI KD SMK Terbaru tahun 2018 sehingga mutu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan implementasinya semakin meningkat.

Memilih Kata kerja operasional KKO untuk Indikator / IPK dan Tujuan Pembelajaran

Kata kerja operasional KKO memang digunakan untuk menuliskan Indikator Pencapaian Kompetensi / IPK maupun Tujuan Pembelajaran. Bagaimana kiat kita memilih kata kerja operasional yang tepat? Jawaban pertanyaan ini sejujurnya belum pernah admin temukan pada buku-buku (kurang baca kayaknya) namun lebih pada pemaknaan dari kompetensi dasar yang bersangkutan terkait level/dimensi proses kognitif kompetensi dasar, jenis pengetahuan pada kompetensi dasar dan deskripsi indikator pencapaian kompetensi. Jadi hampir tidak bisa dipastikan ‘daftar tetap’ kata kerja operasional untuk suatu kompetensi dasar, namun ada beberapa kata kerja operasional yang bisa sering terpakai

dimensi proses mengidentifikasi

Mengidentifikasi beberapa kali admin temukan pada KD mapel tertentu khususnya sebelum revisi. Mengidentifikasi termasuk dalam dimensi proses kognitif C1 (mengingat) … lihat daftar kata kerja operasional Puspendik Kemdikbud tahun 2017.

deskripsi dimensi proses C1 mengingat adalah Mengambil pengetahuan dari memori jangka panjang.

Dalam dimensi proses ini kita hanya meminta siswa ingat atau mengambil ingatan dari memori jangka panjangnya dan tidak melakukan apa-apa.

Kata kerja operasional yang dipakai menyebutkan, menunjukkan, memilih, mengidentifikasi, mengungkapkan  kembali, menuliskan kembali, menyebutkan kembali.

dimensi proses memahami

Memahami C2 adalah dimensi proses yang meminta siswa Mengkonstruk makna dari materi pembelajaran, termasuk apa yang diucapkan, ditulis, dan digambar oleh guru.

Kata kerja operasional yang bisa dipakai meliputi menafsirkan, memparafrasekan, mengungkapkan dengan kata-kata sendiri, mencontohkan, memberi contoh, mengklasifikasikan, mengkelompok-kelompokkan, mengidentifikasi berdasarkan kategori tertentu, merangkum, meringkas, membuat ikhtisar, menyimpulkan, mengambil kesimpulan,
membandingkan, membedakan, menjelaskan, menguraikan, mendeskripsikan, menuliskan, mencontohkan, memberi contoh, merangkum, meringkas, membuat ikhtisar, menyimpulkan, mengambil kesimpulan, membandingkan, membedakan, menjelaskan, menguraikan, mendeskripsikan, menuliskan.

Kata kerja operasional yang mana bisa kita gunakan untuk membuat IPK ? Tentu saja kata kerja yang sesuai dengan jenis pengetahuan yang diminta pada KD yang akan dipelajari. Dan tentu saja jenis kata yang bisa dipakai bervariasi bergantung materi pembelajaran atau jenis pengetahuan rincian dalam KD tersebut

Demikianlah diskusi sekitar Kata Kerja Operasional KKO Sikap, KKO Pengetahuan dan KKO Keterampilan … semoga bermanfaat …

Sumber:

  1. Modul Bimtek Implementasi K2013, Kemdikbud, 2018
  2. https://www.apu.edu/live_data/files/333/blooms_taxonomy_action_verbs.pdf
  3. http://www.businessballs.com/bloomstaxonomyoflearningdomains.htm
  4. Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi, 2018 GTK Kemdikkbud.

Keterampilan Konkret – Keterampilan Abstrak

keterampilan konkret keterampilan abstrak

Keterampilan Konkret – Keterampilan Abstrak

Keterampilan konkret dan keterampilan abstrak merupakan kompetensi inti keterampilan K2013. Keterampilan konkret dan keterampilan abstrak masih membingungkan sebagian guru. Bagaimana sesungguhnya keterampilan konkret dan keterampilan abstrak ini? Bagaimana mengidentifikasinya? Jika sudah teridentifikasi bagaimana menentukan gradasinya? Mari kita diskusikan …

keterampilan konkret keterampilan abstrak
keterampilan konkret keterampilan abstrak

Pengertian Keterampilan Konkret dan Keterampilan Abstrak

Arti konkret / kongkrit / konkrit menurut https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/konkret ialah nyata; benar-benar ada (berwujud, dapat dilihat, diraba, dan sebagainya). Kata kongkret, kongkrit atau konkrit merupakan bentuk tidak baku dari konkret. Pada kamus yang sama, arti kata abstrak adalah tidak berwujud; tidak berbentuk;

Keterampilan konkret dapat diartikan sebagai keterampilan yang nyata dan dapat dilihat, dapat diraba, dapat didengar. Selain itu, keterampilan konkret juga seringkali memerlukan penggunaan peralatan untuk melakukan keterampilan yang dinyatakan itu.

Keterampilan abstrak dapat diartikan sebagai keterampilan yang tidak nyata dan tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, tidak dapat didengar. Selain itu, keterampilan abstrak juga tidak memerlukan penggunaan peralatan untuk melakukan keterampilan yang dinyatakan itu.

Keterampilan konkret dan keterampilan abstrak lebih lanjut dinyatakan bahwa keterampilan abstrak lebih bersifat mental skill, yang cenderung merujuk pada keterampilan menyaji, mengolah, menalar, dan  mencipta  dengan  dominan  pada  kemampuan  mental  keterampilan berpikir. Sedangkan keterampilan konkret lebih bersifat fisik motorik yang cenderung   merujuk   pada   kemampuan   menggunakan   alat,   dimulai   dari persepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerakan mahir, menjadi gerakan alami, menjadi tindakan orisinal. (sumber: Modul Pelatihan Kutikulum 2013

Gradasi Keterampilan Konkret dan Keterampilan Abstrak

Keterampilan Konkret dan Keterampilan Abstrak pada Kurikulum 2013 menerapkan gradasi dan atau taksonomi yang berbeda.

Keterampilan Abstrak

Keterampilan abstrak menurut Dyers memiliki gradasi yang ditata sebagai berikut: (1) mengamati (observing); (2) menanya (questioning); (3) mencoba (experimenting); (4) menalar (associating); (5) menyaji (communicating); dan (6) mencipta (creating)

Gradasi dan deskripsi keterampilan abstrak adalah sebagai berikut:

Keterampilan Abstrak

Kemampuan Belajar Deskripsi
Mengamati Perhatian pada waktu mengamati suatu objek/ membaca suatu tulisan/mendengar suatu penjelasan, catatan yang dibuat tentang yang diamati, kesabaran, waktu (on task) yang digunakan untuk mengamati.
Menanya Jenis, kualitas, dan jumlah pertanyaan yang diajukan peserta didik (pertanyaan faktual, konseptual, operasional, dan hipotetik).
Mengumpulkan informasi/ mencoba mengolah Jumlah dan kualitas sumber yang dikaji/digunakan, kelengkapan informasi, validitas informasi yang dikumpulkan, dan instrumen/alat yang digunakan untuk mengumpulkan data.

Menalar/ mengasosiasi/ mengolah informasi

Mengembangkan interpretasi, argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan informasi dari dua fakta/konsep, interpretasi argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan lebih dari dua fakta/konsep/teori, mensintesis dan argumentasi serta kesimpulan keterkaitan antar berbagai jenis fakta-fakta/konsep/teori/pendapat; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi, dan kesimpulan yang menunjukkan hubungan fakta/konsep/teori dari dua sumber atau lebih yang tidak bertentangan; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi dan kesimpulan dari konsep/teori/pendapat yang berbeda dari berbagai jenis sumber.
Mengomunikasikan / menyaji Menyajikan hasil kajian (dari mengamati sampai menalar) dalam bentuk tulisan, grafis, media elektronik, multi media dan lain-lain.
Mencipta (creating) Menghasilkan ide-ide, rancangan dan atau keputusan-keputusan baru.

(Sumber: Olahan Dyers dari modul Bimtek K2013)

Keterampilan Konkret

Keterampilan konkret menggunakan gradasi olahan Simpson dan Dave yang ditata seperti tampak pada tabel di bawah.

KETERAMPILAN KONKRET

 

 

No.

Simson
Dave

Tingkatan Taksonomi

Uraian
TingkatanTaksonomi
Uraian
 

1.

· Persepsi

· Kesiapan

· Meniru

· Menunjukkan perhatian untuk melakukan suatu gerakan.

· Menunjukkan kesiapan mental dan fisik untuk melakukan suatu gerakan.

· Meniru gerakan secara terbimbing.

Imitasi Meniru kegiatan yang telah didemonstrasikan atau dijelaskan, meliputi tahap coba-coba hingga mencapai respon yang tepat.
 2. Membiasakan gerakan (mechanism) Melakukan gerakan mekanistik. Manipulasi Melakukan suatu pekerjaan dengan sedikit percaya dan kemampuan melalui perintah dan berlatih.
 

3

Mahir(complex or overt response) Melakukan gerakan kompleks dan termodifikasi Presisi Melakukan suatu tugas atau aktivitas dengan keahlian dan kualitas yang tinggi dengan unjuk kerja yang cepat, halus, dan akurat serta efisien tanpa bantuan atau instruksi.
4 Menjadi gerakan alami (adaptation) Menjadi gerakan alami yang diciptakan sendiri atas dasar gerakan yang
sudah dikuasai sebelumnya.
Artikulasi Keterampilan berkembang dengan baik sehingga seseorang dapat mengubah pola gerakan sesuai dengan persyaratan khusus untuk dapat digunakan mengatasi situasi problem yang tidak sesuai SOP.
5 Menjadi tindakan orisinal (origination) Menjadi gerakan baru yang orisinal dan sukar ditiru oleh orang lain dan menjadi ciri khasnya. Naturalisasi Melakukan unjuk kerja level tinggi secara alamiah, tanpa perlu berpikir lama dengan mengkreasi langkah kerja baru.

Keterampilan kongkret / kongkrit / konkrit

Keterampilan kongkret / kongkrit / konkrit adalah penulisan tidak baku dari keterampilan konkret. Maksud dari keterampilan kongkret / kongkrit / konkrit adalah sama dengan keterampilan konkret. Silahkan kembali ke atas …

Contoh telaah keterampilan konkret dan keterampilan abstrak

Keterampilan konkret atau keterampilan abstrak pada kompetensi dasar Kurikulum 2013 harus kita identifikasi dan tentukan. Marilah kita coba menelaah KD keterampilan berikut :

Contoh 1

4.1 Mendemonstrasikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA, dalam bentuk poster dan kondisi riil di bengkel.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA, dalam bentuk poster dan kondisi riil di bengkel dilakukan dengan menggunakan peralatan dan perlengkapan tertentu yang sesuai. Jelas keterampilan ini mengunakan peralatan … karena itu dikategorikan keterampilan konkret.

Contoh 2

4.8 Mengelompokkan sistem kemagnetan berdasarkan prinsip rangkaian DC dan rangkaian AC

Mengelompokkan sistem kemagnetan berdasarkan prinsip rangkaian DC dan rangkaian AC termasuk pada gradasi menalar / mengasosiasi yaitu keterampilan abstrak. Keterampilan ini proses eksekusinya ada di dalam nalar kita, tidak tampak, tidak bisa dilihat, tidak juga menggunakan peralatan.

Contoh 3

4.11 Mengolah informasi tentang pekembangan kehidupan politik dan ekonomi Bangsa Indonesia pada masa Orde baru sampai dengan awal Reformasi, serta peranan mahasiswa dan pemuda dalam perubahan politik dan ketatanegaraan Indonesia

Mengolah informasi jelas menunjukkan bahwa keterampilan pada KD 4.11 di atas adalah keterampilan abstrak.

Sementara demikian dulu diskusi kita Keterampilan Konkret dan Keterampilan Abstrak … insyaAllah kita lengkapi lagi …

Sumber:

  1. Modul Bimtek Implementasi K2013 tahun 2018, Kemdikbud.

Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif

pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif

Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif

Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif adalah bentuk/dimensi pengetahuan pada Kurikulum 2013. Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif harus dikenali pendidik. Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif memandu guru menemukan materi pembelajaran. Mari kita diskusikan Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif

pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif
pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif dan dimensi proses kognitif

Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif ada di dalam setiap mata pelajaran di SD, SMP, SMA maupun SMK dan pada mata kuliah di perguruan tinggi. Karena itu rekan-rekan pendidik pada mata pelajaran apapun perlu dan harus mampu mengenali Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif yang tersirat di dalam kompetensi – kompetensi dasar. Pada berbagai kesempatan workshop, in house training maupun bimbingan teknis kami masih menemukan banyak rekan yang belum memahami Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif pada mata pelajaran yang di ampunya.

Manfaat Mengenali Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif

Mengenali dengan baik Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif merupakan perwujudan kompetensi profesional masing-masing guru. Setiap kita yang telah diberi amanat sebagai guru sudah sewajarnya dan menjadi keharusan memiliki kemampuan mengenali, memahami, memilah pengetahuan faktual pengetahuan konseptual, pengetahuan prosedural maupun pengetahuan metakognitif setiap KD pada mata pelajaran kita. Justru ketika kita tidak mampu  mengenali, memahami, memilah pengetahuan faktual pengetahuan konseptual, pengetahuan prosedural maupun pengetahuan metakognitif setiap KD pada mata pelajaran kita menjadi wajar jika masyarakat mempertanyakan profesionalitas kita sebagai pendidik.

Manfaat utama mengenali dengan baik Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif ialah memudahkan kita mendeskripsikan materi pembelajaran sesuai kompetensi dasar / KD yang dipelajari. Linier dengan hal tersebut, kemampuan guru mendiskripsikan Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif juga mendukung dan memudahkan guru membuat indikator pencapaian kompetensi, membuat tujuan pembelajaran. Mari kita kenali lebih dekat tentang Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif.

Pengetahuan Faktual

Pengetahuan  faktual ialah pengetahuan tentang fakta-fakta yang detail, spesifik dan elementer. Harap rekan-rekan baca dan diresapi … fakta-fakta yang detailspesifikelementer. Semua hal yang bisa ditangkap dengan panca indera adalah fakta-fakta namun biasanya kita tidak menyebutkannya secara detail, spesifik dan elementer. Seringkali kita menyebutkannya secara singkat saja dengan berprinsip asal yang diajak bicara sudah faham maksudnya.

pengetahuan faktual
pengetahuan faktual

Benda-benda dalam gambar di atas beserta deskripsinya itulah manifestasi dari pengetahuan faktual dalam contoh ini.

Contoh pengetahuan faktual

Pengetahuan faktual bisa berupa kejadian atau peristiwa yang dapat dilihat, didengar, dibaca, atau diraba. Bagaimana atau seperti apa contohnya pengetahuan faktual itu?

Coba rekan-rekan menoleh ke kanan. Apa saja yang terlihat? Coba ceritakan yang tampak oleh anda dengan rinci, detail. Itulah salah satu contoh pengetahuan faktual … detail, spesifik dan elementer.

Pengetahuan faktual juga saya ilustrasikan pada gambar di atas. Periksalah dengan teliti gambar spidol pada no 1 dan 2 di atas, deskripsikan dengan detil dan spesifik. Bandingkan dengan deskripsi yang saya buat !

Contoh lain pengetahuan faktual, cobalah rekan-rekan menyalakan sepeda motor. Setelah mesin sepeda motor menyala, dengarkan suaranya dengan cermat. Bagaimana suara mesin sepeda motor tersebut?

Pengetahuan Konseptual

Pengetahuan konseptual merupakan pengetahuan berbentuk klasifikasi, kategori, prinsip dan generalisasi.

pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif
pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif pensil

Berdasarkan gambar di atas, dapatkah rekan-rekan menemukan Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif?

pengetahuan konseptual
pengetahuan konseptual

Contoh Pengetahuan Konseptual

Contohnya fungsi kunci kontak pada mesin mobil, prinsip kerja starter, prinsip kerja lampu, prinsip kerja rem. Contoh lain: pengertian arsip dan dokumen, fungsi arsip dan dokumen.

Pengetahuan Prosedural / Operasional Dasar

Pengetahuan prosedural merupakan pengetahuan bagaimana melakukan sesuatu termasuk pengetahuan keterampilan, algoritma (urutan langkah- langkah logis pada penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis), teknik, dan metoda seperti langkah-langkah membongkar mesin, langkah- langkah mengganti lampu, langkah-langkah mengganti sepatu rem.

Contoh Pengetahuan Prosedural / Operasional Dasar

Contoh lain: Langkah-langkah menyusun arsip sistem alphabet dan geografik.

Berdasarkan gambar pensil, ballpoint, spidol di atas … dapatkah rekan-rekan menunjukkan pengetahuan prosedural / operasional dasar nya?

Pengetahuan Metakognitif

Pengetahuan metakognitif yaitu pengetahuan tentang kognisi (mengetahui dan memahami) yang merupakan tindakan atas dasar suatu pemahaman meliputi kesadaran dan pengendalian berpikir, serta penetapan keputusan tentang   sesuatu.

Flavell mendefinisikan metakognisi / metakognitif sebagai pengetahuan tentang kognisi dan kontrol kognisi. Sebagai contoh, seseorang terlibat dalam metakognisi (sifatnya pengetahuan metakognitif ) jika ia menyadari bahwa ia mengalami lebih banyak kesulitan dalam mempelajari A daripada B, atau jika itu menyerangnya ia harus mengecek ulang C sebelum menerimanya sebagai fakta. J. H. Flavell (1976, hal. 232) (https://en.wikipedia.org/wiki/Metacognition, diakses 05 Agustus 2018 pada jam 20:40 Wita).

Metakognisi juga melibatkan pemikiran tentang proses berpikir sendiri seperti keterampilan belajar, kemampuan ingatan, dan kemampuan untuk memantau pembelajaran. Konsep ini perlu secara eksplisit diajarkan bersama dengan instruksi konten. Pengetahuan metakognitif adalah tentang proses kognitif seseorang dan pemahaman tentang bagaimana mengatur proses-proses tersebut untuk memaksimalkan

pengetahuan metakognitif
pengetahuan metakognitif

pembelajaran. (https://en.wikipedia.org/wiki/Metacognition, diakses 05 Agustus 2018 pada jam 20:40 Wita).

Contoh Pengetahuan Metakognitif

Sebagai   contoh   memperbaiki   mesin   yang   rusak, membuat instalasi kelistrikan lampu, mengapa terjadi rem blong. Contoh lain: Apa yang terjadi jika penyimpanan arsip tidak tepat?

Berdasarkan gambar pensil, ballpoint, spidol di atas … dapatkah rekan-rekan menunjukkan pengetahuan metakognitif  nya?

Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif dalam Kompetensi Dasar KD

Contoh pada KD Mapel Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

3.1 Menerapkan teknik dasar salah satu aktifitas olahraga permainan bola besar untuk menghasilkan koordinasi gerak yang baik

4.1 Mempraktikan teknik dasar salah satu aktifitas olahraga permainan bola besar untuk menghasilkan koordinasi gerak yang baik

Pengetahuan Faktual Olahraga permainan bola besar (volly)

  • bola volly merk Molten warna putih garis biru no registrasi 123454321
  • net / jaring olah raga volly merk AAA, warna biru dongker, tali nilon
  • lapangan volly SMK Putra Utama Banjarmasin

Pengetahuan Konseptual Olahraga permainan bola besar (volly)

  • macam-macam teknik servis
  • peraturan permainan volly
  • macam-macam teknik smash

Pengetahuan Prosedural Olahraga permainan bola besar (volly)

  • cara melakukan servis bola bawah
  • cara melakukan servis bola atas
  • cara melakukan pukulan quick smash
  • cara menerima pukulan servis

Pengetahuan Metakognitif Olahraga permainan bola besar (volly)

  • melakukan permainan menyerang sesuai situasi permainan
  • melakukan permainan bertahan dari serangan lawan sesuai situasi permainan

Nah … ini sekedar contoh yang masih perlu didiskusikan bersama rekan-rekan ahlinya … bagi admin … contoh itu hanya kenangan permainan masa muda … mungkin banyak yang tidak pas … karena itu sambil dinanti pembahasan rekan-rekan ahli olahraga …

Demikianlah diskusi Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif … bagaimana sharing rekan-rekan?

Baca juga …

membuat soal hots

discovery learning