Standar Penilaian SMK/MAK 2018

Standar Penilaian SMK/MAK 2018

Standar penilaian adalah salah satu unsur S N P. Standar penilaian wajib dipahami guru. Standar penilaian menjadi referensi utama setiap sekolah dalam pelaksanaan penilaian.

Standar Penilaian SMK/MAK 2018 baru diterbitkan. Standar Penilaian SMK/MAK 2018 dirilis bersamaan dengan Standar Nasional Pendidikan SMK/MAK. Standar Penilaian SMK/MAK 2018 merupakan bagian atau lampiran dari Standar Nasional Pendidikan SMK/MAK akhir tahun 2018.

Standar Penilaian Pendidikan SMK/MAK 2018, yang selanjutnya disebut Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria minimal mengenai lingkup, tujuan, manfaat, prinsip, mekanisme, prosedur, dan instrumen Penilaian Hasil Belajar peserta didik yang digunakan sebagai dasar dalam Penilaian Hasil Belajar peserta didik.

standar penilaian smk 2018
standar penilaian smk 2018

Prinsip Penilaian Menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018

Standar Penilaian SMK/MAK 2018 yang terlampir di dalam Standar Nasional Pendidikan SMK/MAK 2018 telah menyatakan dengan jelas Prinsip, Tujuan dan Ruang lingkup Penilaian SMK/MAK.

Prinsip adalah hal pokok dan mendasar yang dianut atau diterapkan. Jadi, prinsip penilaian SMK/MAK 2018 ialah hal pokok dan mendasar yang seharusnya diterapkan pada pelaksanaan penilaian. Prinsip-prinsip penilaian menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018 meliputi hal-hal berikut:

  1. Sahih, berarti interpretasi hasil penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan peserta didik dalam kaitannya dengan kompetensi yang dinilai sebagaimana diamanatkan oleh Standar Kompetensi Lulusan dan turunannya;
  2. Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas dalam  pemberian  interpretasi,  tidak  dipengaruhi subjektivitas penilai,  dimulai  dari  pengembangan  instrumen penilaiannya sampai dengan analisis hasil penilaian;
  3. Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender;
  4. Terpadu, berarti penilaian mencakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terintegrasi dan merupakan komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran;
  5. Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan;
  6. Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian mencakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau dan menilai perkembangan kemampuan peserta didik;
  7. Sistematis, berarti  penilaian  dilakukan  secara  berencana  dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku sesuai tahapan pelaksanaan kurikulum;
  8. Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran Kriteria Pencapaian Kompetensi yang ditetapkan sesuai Standar Kompetensi Lulusan;
  9. Akuntabel, berarti hasil penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi mekanisme, prosedur, teknik, maupun hasilnya;
  10. Reliabel, berarti penilaian memberikan hasil yang dapat dipercaya, dan konsisten apabila proses penilaian dilakukan secara berulang dengan menggunakan instrumen setara yang terkalibrasi; dan
  11. Autentik, berarti penilaian didasarkan pada keahlian, materi, atau kompetensi yang dipelajari sesuai dengan norma dan konteks di tempat kerja.

Tujuan Penilaian Menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018

Standar Penilaian SMK/MAK 2018 , sebagai sebuah standar telah menetapkan bahwa  Penilaian Hasil Belajar peserta didik dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:

  1. mengetahui tingkat capaian hasil belajar/kompetensi peserta didik;
  2. mengetahui pertumbuhan dan perkembangan peserta didik;
  3. mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik;
  4. mengetahui efektivitas proses pembelajaran; dan
  5. mengetahui pencapaian kurikulum.

Ruang Lingkup Penilaian Menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018

Standar Penilaian SMK/MAK 2018 menyatakan bahwa  Ruang lingkup Penilaian Hasil Belajar peserta didik pada SMK/MAK meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

  1. Penilaian ranah sikap merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh informasi deskriptif mengenai perilaku peserta didik sesuai norma sosial dan program keahlian yang ditempuh.
  2. Penilaian ranah pengetahuan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi aspek pengetahuan peserta didik sesuai dengan mata pelajaran dan/atau program keahlian yang ditempuh.
  3. Penilaian ranah keterampilan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi aspek keterampilan dalam melakukan tugas tertentu sesuai dengan mata pelajaran dan/atau program keahlian yang ditempuh.
Mekanisme, Prosedur dan Instrumen Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik Menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018
A.  Mekanisme Penilaian

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh pendidik merupakan penilaian proses pembelajaran (assessment for learning), penilaian capaian pembelajaran (assessment of learning), dan penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning), yang dilakukan melalui mekanisme penilaian pembelajaran sebagai berikut:

  1. Pendidik menetapkan  lingkup  penilaian  meliputi  ranah  sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
  2. Pendidik menyusun  perencanaan  penilaian  dan  melaksanakan penilaian; dan
  3. Pendidik memanfaatkan  hasil  penilaian  untuk  pengambilan keputusan     berkaitan  dengan  peserta  didik,  perbaikan  proses pembelajaran, membuat pelaporan, dan kegunaan lain yang sesuai.
B.  Prosedur Penilaian

Penilaian Hasil Belajar oleh pendidik dilakukan melalui tahapan sebagai berikut:

  1. Perencanaan metode dan teknik penilaian oleh pendidik mengacu kepada Standar Kompetensi Lulusan dan turunannya;
  2. Penyusunan instrumen penilaian disesuaikan dengan perencanaan metode dan teknik penilaian serta ditelaah/divalidasi oleh sejawat pendidik mata pelajaran yang sama;
  3. Pelaksanaan kegiatan penilaian bersifat fleksibel, menggunakan strategi, bentuk, dan teknik yang sesuai;
  4. Pendidik memfasilitasi pelaksanaan penilaian mandiri oleh peserta didik pada setiap penyelesaian proses belajar pada setiap unit kompetensi. Hasil penilaian mandiri diverifikasi oleh pendidik untuk membantu memastikan kesesuaiannya;
  5. Analisis hasil penilaian untuk mengetahui level capaian kompetensi dan/atau ketuntasan  belajar,  kelebihan,  dan  kekurangan pembelajaran baik tingkat peserta didik maupun tingkat kelas;
  6. Pemanfaatan hasil analisis untuk merancang pembelajaran remedial, meningkatkan mutu pembelajaran dan lulusan; dan
  7. Pelaporan berbentuk profil pencapaian kompetensi peserta didik dan profil kelas serta angka dan/atau deskripsi capaian belajar.
C.  Bentuk dan Instrumen Penilaian

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh pendidik dilakukan dengan menggunakan  bentuk  pengamatan,  penugasan,  ulangan,  dan/atau bentuk lain yang sesuai. Instrumen penilaian terdiri atas tes dan nontes.

Mekanisme, Prosedur dan Instrumen Penilaian Hasil Belajar oleh Sekolah Menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018
A.  Mekanisme Penilaian

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh satuan pendidikan merupakan penilaian capaian hasil belajar (assessment of learning), yang dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut:

  1. Penilaian oleh satuan pendidikan meliputi ranah pengetahuan dan keterampilan;
  2. Penilaian Hasil Belajar dalam bentuk Ujian Sekolah/Madrasah diselenggarakan oleh satuan pendidikan terakreditasi pada akhir jenjang pendidikan;
  3. Penilaian Hasil Belajar dalam bentuk UPK dilaksanakan oleh satuan pendidikan terakreditasi di tempat uji kompetensi pada satuan pendidikan atau tempat lain yang ditunjuk pada akhir periode pembelajaran dalam bentuk semester dan/atau tingkat;
  4. Pelaporan hasil penilaian UPK dilakukan oleh satuan pendidikan terakreditasi bekerja sama dengan mitra dunia usaha/industri dan/atau lembaga sertifikasi  profesi  dalam  bentuk  paspor keterampilan dan/atau sertifikat paket kompetensi yang telah dicapai; dan
  5. Laporan hasil penilaian pendidikan pada akhir semester, akhir tahun, dan kelulusan peserta didik ditetapkan dalam rapat dewan pendidik satuan pendidikan.
B.  Prosedur Penilaian

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh satuan pendidikan dilakukan melalui tahapan sebagai berikut:

  1. Penilaian Hasil  Belajar  peserta  didik  oleh  satuan  pendidikan dilakukan                  mengacu  kepada  Standar  Kompetensi  Lulusan  dan turunannya;
  2. Penyusunan instrumen penilaian disesuaikan dengan perencanaan metode dan teknik penilaian serta ditelaah/divalidasi oleh tim yang ditunjuk oleh satuan pendidikan;
  3. Pelaksanaan kegiatan penilaian bersifat fleksibel, menggunakan strategi, bentuk, dan teknik yang sesuai;
  4. Analisis hasil  penilaian  untuk  mengetahui  daya  serap  materi pembelajaran pada tingkat peserta didik maupun tingkat kelas;
  5. Pemanfaatan hasil  analisis  untuk  meningkatkan  mutu  satuan pendidikan; dan
  6. Pelaporan berbentuk profil kelas, profil satuan pendidikan yang berupa angka dan/atau deskripsi.
C.  Bentuk dan Instrumen Penilaian

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh satuan pendidikan dilakukan dalam bentuk Ujian Sekolah/Madrasah, UPK,  RPL, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dan/atau bentuk lain yang sesuai. Instrumen penilaian terdiri atas tes dan nontes. Instrumen tes dapat berupa instrument tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik. Instrumen nontes dapat berupa kuesioner, lembar pengamatan, dan/atau bentuk lain yang sesuai.

Mekanisme, Prosedur dan Instrumen Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah Pusat Menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018
A.  Mekanisme Penilaian

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh Pemerintah Pusat merupakan penilaian capaian pembelajaran (assessment of learning), yang dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut:

  1. Penilaian oleh Pemerintah Pusat dapat meliputi ranah pengetahuan dan keterampilan;
  2. Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah Pusat dalam bentuk Ujian Nasional diselenggarakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan;
  3. Satuan pendidikan pelaksana  Ujian  Nasional  adalah  satuan pendidikan terakreditasi;
  4. Ujian Nasional diselenggarakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dan sebanyak-banyaknya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun; dan
  5. Pemerintah Pusat dapat menyelenggarakan Penilaian Hasil Belajar dalam bentuk lain  yang  hasilnya  dapat  digunakan  untuk peningkatan, pemerataan, dan penjaminan mutu pendidikan.
B.  Prosedur Penilaian

Prosedur Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah Pusat dilakukan melalui tahapan berikut:

  1. Perencanaan metode dan teknik penilaian oleh Pemerintah Pusat mengacu kepada Standar Kompetensi Lulusan dan turunannya serta harus memenuhi prinsip penilaian;
  2. Penyusunan instrumen penilaian disesuaikan dengan perencanaan metode dan teknik penilaian serta ditelaah dan divalidasi oleh tim yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat;
  3. Pelaksanaan kegiatan penilaian bersifat fleksibel, menggunakan strategi, bentuk, dan teknik yang sesuai dengan tujuan penilaian.
  4. Analisis hasil penilaian untuk mengetahui capaian peserta didik, satuan pendidikan, dan wilayah binaannya;
  5. Pemanfaatan hasil  analisis  digunakan  untuk  pemetaan  mutu program, dasar perumusan kebijakan, alat seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, pengendalian mutu pendidikan di wilayah binaannya,   serta pembinaan kepada satuan pendidikan dalam rangka peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, daerah, dan nasional;
  6. Pelaporan dapat berbentuk sertifikat, profil peserta didik, profil satuan pendidikan, dan profil daerah yang berupa angka dan/atau deskripsi;
C.  Bentuk dan Instrumen Penilaian

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh Pemerintah Pusat dilakukan dalam bentuk Ujian Nasional, UKK dan/atau bentuk lain yang sesuai. Instrumen penilaian berupa tes dan nontes. Tes dapat terdiri atas tes tertulis dan tes praktik. Instrumen nontes dapat berupa pertanyaan survei.

Mekanisme, Prosedur dan Instrumen Uji Kompetensi Keahlian Menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018
A.  Mekanisme Pengujian

Pengujian Kompetensi peserta didik oleh lembaga sertifikasi profesi dan atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri merupakan pengukuran capaian kompetensi berdasarkan skema okupasi dan atau skema kualifikasi. Hasil pengujian untuk memperoleh sertifikat kompetensi. Mekanisme pengujian dilakukan sesuai ketentuan lembaga sertifikasi profesi atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri.

B.  Prosedur Pengujian

Prosedur pengujian meliputi perencanaan, penyusunan instrumen, pelaksanaan kegiatan, analisis, dan penerbitan sertifikat kompetensi. Prosedur pengujian dilakukan sesuai ketentuan lembaga sertifikasi profesi atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri.

Prosedur pengujian hasil belajar kejuruan peserta didik dilakukan melalui tahapan berikut:

  1. Perencanaan metode dan teknik penilaian oleh lembaga sertifikasi profesi atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri mengacu kepada skema sertifikasi;
  2. Pembukaan pendaftaran untuk penetapan peserta uji kompetensi dilanjutkan dengan penilaian mandiri;
  3. Penyusunan materi uji kompetensi sesuai dengan skema sertifikasi kemasan okupasi atau kemasan kualifikasi dengan memperhatikan perencanaan metode dan teknik penilaian;
  4. Validasi materi uji kompetensi oleh tim yang ditunjuk oleh lembaga sertifikasi profesi atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri;
  5. Penunjukan asesor kompetensi sesuai dengan skema sertifikasi yang akan diujikan;
  6. Penetapan Tempat Uji Kompetensi yang telah terverifikasi;
  7. Penilaian mandiri peserta, bila sudah dilakukan selama proses pembeajaran, maka dapat digunakan dalam UKK
  8. Pelaksanaan kegiatan sertifikasi kompetensi menggunakan strategi, bentuk, dan teknik yang sesuai dengan tujuan sertifikasi kompetensi;
  9. Pelaporan hasil asesmen kepada lembaga sertifikasi untuk dirapatkan oleh tim yang ditunjuk;
  10. Penerbitan sertifikat kompetensi bagi peserta uji yang dinyatakan kompeten; dan
  11. Pemanfaatan hasil analisis sertifikasi kompetensi dapat digunakan untuk pemetaan mutu program, dan perumusan kebijakan satuan pendidikan.
C.      Bentuk dan Instrumen Penilaian

Penilaian pencapaian kompetensi peserta didik oleh asesor kompetensi dilakukan dalam bentuk sertifikasi kompetensi atau RPL. Instrumen penilaian terdiri atas tes dan nontes. Instrumen tes dapat berupa instrument tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik. Instrumen nontes dapat berupa lembar penilaian demonstrasi, lembar penilaian portofolio, kuesioner, lembar pengamatan, dan/atau bentuk lain yang sesuai.

Demikian Standar Penilaian SMK/MAK 2018 . Semoga bermanfaat .

Sumber: Permendikbud No. 34 Tahun 2018 Kemdikbud.

Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK 2018

standar proses pembelajaran smk

Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK 2018

Standar proses pembelajaran SMK/MAK telah ditetapkan. Standar proses pembelajaran SMK/MAK mulai tahun 2019 mengacu Standar Nasional Pendidikan SMK/MAK sebagai bagian tidak terpisahkan. Mari kita pelajari apa dan bagaimana Standar proses pembelajaran SMK/MAK terbaru ini.

Pengertian Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK

Standar proses pembelajaran SMK/MAK, yang selanjutnya disebut standar proses pembelajaran adalah kriteria minimal mengenai perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian pembelajaran, dan pengawasan pembelajaran pada  satuan pendidikan menengah kejuruan untuk mencapai kompetensi lulusan.

Standar proses pembelajaran SMK/MAK dikembangkan mengacu pada standar kompetensi lulusan dan standar isi untuk meningkatkan efektifitas  proses  pembelajaran  yang  dilakukan  oleh  guru/instruktur sehingga  dapat  mengembangkan  potensi,  prakarsa,  dan  kemandirian peserta didik sesuai dengan minat, bakat, dan perkembangan psikologis peserta didik.

Prinsip dan Dimensi Proses Pembelajaran berdasarkan Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK

Prinsip Umum Proses Pembelajaran

Dalam melakukan proses pembelajaran di SMK/MAK, guru/instruktur harus memperhatikan dan menerapkan prinsip pembelajaran sebagai berikut:

Prinsip   Umum   dalam   proses   pembelajaran   SMK/MAK   sebagai berikut:

  1. menganut Pembelajaran sepanjang hayat;
  2. menerapkan pendekatan ilmiah;
  3. menerapkan nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarsa sung tuladha), membangun kemauan (ing madya mangun karsa), dan mengembangkan kreativitas  peserta    didik   dalam    proses pembelajaran (tut wuri handayani);
  4. menerapkan pendekatan pembelajaran tuntas;
  5. memperhatikan keseimbangan antara keterampilan teknis dan nonteknis;
  6. menetapkan jumlah  rombongan  belajar  paling  sedikit  3  dan paling banyak 72 dengan jumlah maksimum 36 peserta didik per rombongan belajar. Dalam hal ketentuan jumlah maksimum 36 peserta didik per rombongan belajar tidak dapat terpenuhi maka dapat disimpangi paling banyak 2 rombongan belajar per tingkat kelas;
  7. menggunakan multisumber belajar;
  8. memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi;
  9. menerapkan metode pembelajaran yang mendorong peserta didik lebih aktif, inovatif, kreatif melalui suasana yang menyenangkan dan menantang dengan mempertimbangkan  karakteristik peserta didik; dan
  10. menerapkan  berbagai   model   pembelajaran   sesuai   dengan karakteristik kompetensi yang akan dicapai.

Prinsip Khusus Proses Pembelajaran

Prinsip  Khusus  dalam  proses  pembelajaran  SMK/MAK  sebagai berikut:

  1. menekankan pada pengetahuan dan keterampilan aplikatif;
  2. mewujudkan iklim  belajar  sebagai  simulasi  dari  lingkungan kerja di dunia usaha/industry;
  3. mendasarkan pada pekerjaan nyata, autentik, dan penanaman budaya kerja melalui pembelajaran industri (teaching factory) untuk mendapatkan pembiasaan berpikir dan bekerja dengan kualitas seperti di tempat kerja/usaha.
  4. memperhatikan permintaan pasar;
  5. berlangsung di  rumah,  di  satuan  pendidikan,  dan  di  dunia usaha/industry;
  6. melibatkan praktisi  ahli  yang  berpengalaman  di  bidangnya untuk memperkuat pembelajaran dengan cara pembimbingan saat PKL dan PSG; dan
  7. menerapkan program  Multi  Entry  Multi  Exit  dan  rekognisi pembelajaran lampau.

Dimensi Proses Pembelajaran

Proses pembelajaran SMK/MAK mencakup 3  (tiga) dimensi, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian proses pembelajaran.

  • Perencanaan pembelajaran disusun dalam bentuk RPP dan/atau perangkat pembelajaran lain yang mengacu kepada silabus dan kurikulum berdasarkan standar isi dan standar kompetensi
  • Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
  • Penilaian pembelajaran dilakukan untuk perbaikan proses

Rumusan Proses Pembelajaran di Kelas berdasarkan Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK

1.      Perencanaan

Guru membuat perencanaan pembelajaran dalam bentuk RPP dan/atau perangkat pembelajaran lain yang mengacu kepada silabus yang dikembangkan oleh SMK/MAK dan kurikulum.

  1. Silabus

Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang juga memuat kerangka konseptual program keahlian dan kompetensi keahlian.

2.Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

RPP dikembangkan dari silabus dan bertujuan untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai kompetensi.

2.      Pelaksanaan

Guru/instruktur   dalam   melaksanakan   pembelajaran   mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

Kegiatan pendahuluan

Pada pelaksanaan kegiatan pendahuluan, guru/instruktur:

1)   menyiapkan  peserta  didik  secara  psikis  dan  fisik  untuk mengikuti proses pembelajaran;

2)   memberi motivasi belajar peserta didik secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari, dengan memberikan contoh dan perbandingan lokal, nasional dan internasional, serta disesuaikan dengan karakteristik dan jenjang peserta didik;

3)   melakukan    aktivitas    yang    mengaitkan    pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;

4)   menjelaskan  tujuan  pembelajaran  atau  kompetensi  yang akan dicapai; dan

5)   menyampaikan  cakupan  materi  dan  penjelasan  uraian kegiatan sesuai silabus.

Kegiatan inti

Guru/instruktur menggunakan model pembelajaran sesuai karakteristik kompetensi untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan memanfaatkan bahan  ajar yang tertuang dalam RPP. Guru/instruktur mendorong peserta didik belajar aktif dengan memberi kesempatan bertanya, menyampaikan ide/gagasan, pendapat, berdiskusi, atau bentuk lain yang memotivasi belajar.

Kegiatan penutup

Pada kegiatan penutup, guru/instruktur dan peserta didik, baik secara individu maupun kelompok:

1)   melakukan      refleksi      seluruh      rangkaian      aktivitas pembelajaran, hasil dan manfaat yang diperoleh;

2)   memberikan   umpan   balik   terhadap   proses   dan   hasil pembelajaran;

3)   merencanakan kegiatan tindak lanjut; dan

4)   menginformasikan  rencana  kegiatan  pembelajaran  untuk pertemuan berikutnya.

3.      Penilaian Proses Pembelajaran

Penilaian Proses Pembelajaran merupakan penilaian terhadap pelaksanaan pembelajaran untuk perbaikan. Hasil penilaian digunakan untuk merencanakan program perbaikan pembelajaran, pengayaan, dan layanan   konseling   untuk   mengatasi   kesulitan belajar.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian proses pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. penilaian sebagai bagian dari proses pembelajaran;
  2. fungsi penilaian  sebagai  diagnosis  untuk  perbaikan  proses pembelajaran;
  3. tindak lanjut hasil penilaian berupa perbaikan dan pengayaan;
  4. berbagai teknik penilaian dapat digunakan seperti penilaian diri, penilaian antar teman, kuis, dan pengamatan.

Rumusan Proses Pembelajaran Praktik berdasarkan Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK

1.      Perencanaan

Guru/instruktur menganalisis karakteristik keterampilan yang akan dicapai peserta didik.

2.      Pelaksanaan
  1. Guru/instruktur  memberi     contoh     dengan     melakukan demonstrasi keterampilan kepada peserta didik.
  2. Guru/instruktur memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan keterampilan yang didemonstrasikan guru/instruktur dengan bimbingan.
  3. Peserta didik mengerjakan keterampilan secara mandiri.
3.      Penilaian

Guru/instruktur  melakukan  penilaian  sesuai dengan karakteristik keterampilan yang ada pada standar isi dan silabus setelah peserta didik bisa melakukan keterampilan tanpa bimbingan.

Rumusan Proses Pembelajaran Sistem Blok berdasarkan Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK

1.      Perencanaan

Dalam melakukan pembelajaran sistem blok guru/instruktur melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. menganalisis skema sertifikasi yang harus dicapai peserta didik;
  2. menguraikan hasil analisis dalam materi pembelajaran; dan
  3. menetapkan waktu,  sumberdaya,  peralatan,  dan  bahan  yang diperlukan untuk kegiatan pembelajaran.
2.      Pelaksanaan

Pelaksanaan  pembelajaran  sistem  blok  dapat dilakukan di SMK/MAK,   industri,   atau   secara   bergantian   di   industri   dan SMK/MAK sesuai dengan waktu, sumber daya, peralatan, dan bahan yang telah ditetapkan.

3.      Penilaian Proses Pembelajaran

Penilaian  proses  pembelajaran  dilakukan  dengan  mengikuti ketentuan sebagaimana dimaksud dalam subbab A angka 3 dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran.

Rumusan Proses Pembelajaran pada Pendidikan Sistem Ganda berdasarkan Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK

1.      Perencanaan

Guru/instruktur dari SMK/MAK dan pembimbing dunia kerja membuat   perencanaan   sistem   ganda   dengan   tahapan   sebagai berikut:

  1. melakukan sinkronisasi kompetensi yang akan dicapai berkerjasama dengan dunia kerja;
  2. menyusun modul dan jadwal pembelajaran; dan
  3. membuat rencana pengujian dan sertifikasi.
2.      Pelaksanaan

Pelaksanan kegiatan pembelajaran pada PSG dilakukan sebagai berikut:

  1. pembimbing dunia kerja menyampaikan kompetensi yang akan dicapai peserta didik selama praktik kerja;
  2. pembimbing  dunia   kerja   menjelaskan   prinsip   kerja   dan keselamatan kerja;
  3. pembimbing dunia kerja memberi kesempatan kepada peserta didik untuk  melihat  dan  memperhatikan  keterampilan  kerja yang dilakukan oleh karyawan;
  4. memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai dengan mengikutsertakan pada kelompok kerja karyawan;
  5. peserta  didik   membantu   dunia   usaha/industri   melakukan pekerjaan keterampilan tertentu; dan
  6. pembimbing dunia usaha/industri melakukan bimbingan kerja terhadap peserta didik untuk mencapai kompetensi kerja.
3.      Penilaian

Pembimbing dunia usaha/industri melakukan penilaian yang mencakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan format yang disepakati oleh guru/instruktur.

Latar Belakang Pengembangan Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,  pengendalian  diri,  kepribadian, kecerdasan,  akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Standar proses pembelajaran dikembangkan mengacu pada standar kompetensi lulusan dan standar isi.

Proses pembelajaran diselenggarakan berbasis aktivitas secara interaktif, inspiratif,  menyenangkan,  menantang,  dan  memotivasi  peserta  didik. Selain   itu   proses   pembelajaran   juga   memberikan   ruang   untuk berkembangnya  keterampilan  abad  XXI  yaitu  kreatif,  inovatif,  berfikir kritis,   pemecahan   masalah,   kolaboratif,   dan   komunikatif   untuk menyongsong era revolusi industri 4.0 dan yang akan datang. Era ini dikenal juga dengan fenomena  disruptive  innovation  yang  menekankan pada pola ekonomi digital, kecerdasan buatan, big data, dan robotik.

Standar proses pembelajaran ini disusun sebagai acuan bagi guru/instruktur, satuan pendidikan, dunia usaha/industri, dan lembaga sertifikasi   dalam   melakukan   proses   pembelajaran   untuk   mencapai standar kompetensi lulusan.

Demikianlah Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK. Marilah kita update Pembelajaran SMK/MAK sesuai Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK ini. Semoga bermanfaat.

 

Sumber: 
Lampiran III Permendikbud No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan SMK/MAK.

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

standar kompetensi lulusan skl smk 2018

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK adalah bagian SNP SMK/MAK 2018. Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK itu kriteria kemampuan lulusan SMK. Pahami Standar Kompetensi Lulusan (SKL) SMK/MAK agar kita tahu pasti apa peran kita untuk mewujudkannya.

Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK adalah kriteria minimal tentang kompetensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sesuai kebutuhan pengguna lulusan. Pengertian ini selaras dengan posisi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) SMK/MAK sebagai bagian dari SNP SMK/MAK dan pengertian umum Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK sesuai Permendikbud No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan.

area kompetensi standar kompetensi lulusan smk-mak 2018
area kompetensi standar kompetensi lulusan smk-mak 2018

Mengenali Formulasi Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018 dirumuskan sedikit berbeda dengan Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK sebelumnya. Rumusan Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018 dirinci ke dalam 9 (sembilan) area kompetensi meliputi :

  1. keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  2. kebangsaan dan cinta tanah air;
  3. karakter pribadi dan sosial;
  4. literasi;
  5. kesehatan jasmani dan rohani;
  6. kreativitas;
  7. estetika;
  8. kemampuan teknis; dan
  9. kewirausahaan.

Masing-masing area kompetensi kemudian dijabarkan ke dalam kompetensi-kompetensi lulusan SMK/MAK yang dicita-citakan.

Rumusan Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

 

No. Area Kompetensi Standar Kompetensi Lulusan 3 (tiga) Tahun
A.1. Keimanan    dan Ketakwaan kepada    Tuhan Yang Maha Esa

A.1.1 memiliki     pemahaman,     penghayatan,     dan kesadaran  dalam  mengamalkan  ajaran  agama yang dianut

A.1.2 memiliki     pemahaman,     penghayatan,     dan kesadaran dalam        berperilaku        yang menggambarkan akhlak mulia

A.1.3 memiliki     pemahaman,     penghayatan,     dan kesadaran dalam hidup berdasarkan nilai kasih dan sayang

A.2. Kebangsaan dan Cinta Tanah Air

A.2.1 meyakini    Pancasila    sebagai    dasar    Negara Kesatuan Republik Indonesia

A.2.2 memiliki  kesadaran  sejarah,  rasa  cinta,  rasa bangga, dan semangat berkorban untuk tanah air, bangsa, dan negara

A.2.3 menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang demokratis dan warga masyarakat global

A.2.4 bekerjasama dalam keberagaman suku, agama, ras, antargolongan, jender, dan bahasa dengan menjunjung hak asasi dan martabat manusia

A.2.5 memiliki     pemahaman,     penghayatan,     dan kesadaran untuk  patuh  terhadap  hukum dan norma sosial

A.2.6 memiliki      kebiasaan,      pemahaman,      dan kesadaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungan alam, kepedulian sosial dalam konteks pembangunan berkelanjutan

 

No. Area Kompetensi Standar Kompetensi Lulusan – 3 (tiga) Tahun
A.3. Karakter Pribadi dan Sosial

A.3.1 memiliki      kebiasaan,      pemahaman,      dan kesadaran untuk bersikap dan berperilaku jujur

A.3.2 memiliki  kemandirian    dan  bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas pekerjaannya

A.3.3 memiliki kemampuan berinteraksi dan bekerja dalam kelompok  secara  santun,  efektif,  dan produktif dalam     melaksanakan     tugas pekerjaannya

A.3.4 memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan situasi dan lingkungan kerja secara efektif

A.3.5 memiliki rasa ingin tahu untuk mengembangkan keahliannya secara berkelanjutan

A.3.6 memiliki     etos     kerja     yang     baik    dalam menjalankan tugas keahliannya

A.4. Kesehatan Jasmani dan Rohani

A.4.1 memiliki       pemahaman       dan       kesadaran berperilaku hidup bersih dan sehat untuk diri dan lingkungan kerja

A.4.2 memiliki kebugaran dan ketahanan jasmani dan rohani dalam menjalankan tugas keahliannya

A.4.3 menyadari  potensi dirinya,  tangguh  mengatasi tekanan pekerjaan, dapat bekerja produktif, dan bermanfaat bagi lingkungan kerja

A.5. Literasi A.5.1 memiliki  kemampuan  berkomunikasi  denganmenggunakan   Bahasa   Indonesia   yang   baik untuk melaksanakan pekerjaan sesuai keahliannya

A.5.2 memiliki   kemampuan   menggunakan   Bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya untuk menunjang pelaksanaaan      tugas      sesuai keahliannya

 

No.

Area Kompetensi

Standar Kompetensi Lulusan – 3 (tiga) Tahun

A.5.3 memiliki     pemahaman     matematika     dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya

A.5.4 memiliki pemahaman konsep dan prinsip sains dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya

A.5.5 memiliki   pemahaman   konsep   dan   prinsip pengetahuan sosial dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya

A.5.6 memiliki  kemampuan  menggunakan  teknologi dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya

A.5.7 memiliki   kemampuan   mengekspresikan   dan mencipta karya seni  budaya lokal dan nasional

A.6. Kreativitas

A.6.1 memiliki   kemampuan   untuk   mencari   dan menghasilkan gagasan, cara kerja, layanan, dan produk karya inovatif sesuai keahliannya

A.6.2 memiliki           kemampuan           bekerjasama menyelesaikan masalah dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya secara kreatif

A.7. Estetika A.7.1 memiliki          kemampuan          mengapresiasi, mengkritisi, dan menerapkan aspek estetika dalam menciptakan layanan dan/atau produk sesuai keahliannya
A.8. Kemampuan Teknis

A.8.1 memiliki   kemampuan   dasar   dalam   bidang keahlian   tertentu  sesuai   dengan   kebutuhan dunia kerja

A.8.2 memiliki  kemampuan  spesifik  dalam  program keahlian tertentu  sesuai   dengan   kebutuhan dunia kerja dan menerapkan kemampuannya sesuai prosedur/kaidah dibawah pengawasan

A.8.3 memiliki    pengalaman    dalam    menerapkan keahlian  spesifik  yang  relevan  dengan  dunia kerja

A.8.4 memiliki    kemampuan    menjalankan    tugas keahliannya dengan menerapkan prinsip keselamatan, kesehatan, dan keamanan lingkungan

 

No. Area Kompetensi Standar Kompetensi Lulusan – 3 (tiga) Tahun
A.9. Kewirausahaan

A.9.1 memiliki   kemampuan   mengidentifikasi   dan memanfaatkan peluang usaha dengan mendayagunakan  pengetahuan dan keterampilan dalam keahlian tertentu

A.9.2 memiliki  kemampuan  memperhitungkan  dan mengambil resiko dalam mengembangkan dan mengelola usaha

A.9.3 memiliki   keinginan   kuat   dan   kemampuan mengelola usaha    dengan   mendayagunakan pengetahuan dan keterampilan dalam keahlian tertentu

 

Fungsi Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

Standar kompetensi lulusan SMK/MAK merupakan acuan utama pengembangan standar isi, standar proses pembelajaran, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar biaya operasi.

Latar Belakang Pengembangan Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

Pengembangan Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018 seperti diuraikan dalam dokumen standar tersebut adalah dalam rangka mewujudkan amanat Pasal 31 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengamanatkan pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan 1 (satu) sistem pendidikan nasional untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Demikian sekilas Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018. Semoga bermanfaat buat kita.

 

Sumber:

Lampiran 1 Permendikbud No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan

SNP SMK/MAK Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan

snp - standar nasional pendidikan smk/mak

SNP SMK/MAK Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan

SNP SMK/MAK ialah Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan. SNP SMK/MAK atau Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan ini betul-betul baru bagi SMK. SNP SMK/MAK ditetapkan sebagai peraturan termuat dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan. Tentu saja peraturan ini berlaku pula bagi Madrasah Aliyah Kejuruan di bawah binaan Kementerian Agama.

standar nasional pendidikan snp smk-mak
standar nasional pendidikan snp smk-mak

Pertimbangan Penetapan Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK

Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK ditetapkan karena pemerintah mempertimbangkan aspek-aspek:

  1. bahwa dalam  rangka  meningkatkan  kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia perlu dilakukan revitalisasi sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan melalui   penyempurnaan   dan   penyelarasan kurikulum dengan    kompetensi    sesuai    kebutuhan pengguna lulusan, peningkatan kompetensi bagi pendidik dan tenaga kependidikan, peningkatan kerja sama antar kementerian/lembaga, pemerintah  daerah,  dan  dunia usaha/industri,  peningkatan  akses  sertifikasi  lulusan, dan program lainnya;
  2. bahwa  ketentuan   yang   mengatur   mengenai   sekolah menenmgah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan sebagaimana diatur dalam beberapa Peraturan Menteri dipandang sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan hukum,  kebutuhan  masyarakat,  dan  tantangan  global sehingga perlu diganti;
  3. bahwa  berdasarkan   pertimbangan   sebagaimana dimaksud dalam  huruf  a  dan  huruf  b  serta  untuk melaksanakan ketentuan Pasal 76 ayat (2) Peraturan Pemerintah  Nomor  19  Tahun  2005  tentang  Standar Nasional Pendidikan,   perlu   menetapkan   Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan;

Makna Istilah Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK

Istilah Standar Nasional Pendidikan atau SNP SMK/MAK seperti tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan pada tingkat Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia agar tercapai kompetensi lulusan sesuai kebutuhan pengguna lulusan.

Komponen-komponen Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK

Standar Nasional Pendidikan atau SNP SMK/MAK terdiri atas berbagai standar yang meliputi:

  1. standar kompetensi lulusan;
  2. standar isi;
  3. standar proses pembelajaran;
  4. standar penilaian pendidikan;
  5. standar pendidik dan tenaga kependidikan;
  6. standar sarana dan prasarana;
  7. standar pengelolaan; dan
  8. standar biaya operasi.

Penjelasan Komponen Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK dimuat dalam Lampiran I sampai dengan VIII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan tersebut.

Konsekwensi Penerapan Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK

Penetapan Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK pada tanggal 14 Desember 2018 dan telah resmi diundangkan pada tanggal 20 Desember 2018. Konsekwensi penetapan dan pengundangan Permendikbud No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan ini mengikat Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan masyarakat penyelenggara pendidikan yaitu masing-masing pihak sesuai dengan kewenangan wajib menyelenggarakan SMK/MAK sesuai dengan SNP SMK/MAK.

Penyelenggaraan pendidikan SMK/MAK yaitu Pemerintah Daerah (Pemerintah Provinsi) bagi SMK Negeri, dan masyarakat penyelenggara pendidikan (bagi SMK swasta) wajib menyesuaikan dengan ketentuan Peraturan Menteri ini dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun sejak Peraturan Menteri ini mulai berlaku.

Pencabutan Peraturan terkait Penerapan Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK

Dengan pemberlakuan Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK melalui Permendikbud No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan maka beberapa peraturan menteri dicabut pemberlakuannya baik sebagian maupun seluruhnya.

Peraturan Menteri yang dicabut pemberlakuanya khususnya di SMK/MAK meliputi:

  1. ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sepanjang yang mengatur mengenai standar isi pada SMK/MAK;
  2. ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sepanjang yang mengatur mengenai standar kompetensi lulusan pada SMK/MAK
  3. ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sepanjang yang mengatur mengenai pelaksanaan standar isi dan standar kompetensi lulusan pada SMK/MAK;
  4. ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16  Tahun  2007  tentang  Standar  Kualifikasi Akademik     dan  ompetensi   Guru   sepanjang   yang mengatur mengenai   Guru   SMK/MAK;
  5. ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sepanjang yang mengatur mengenai standar pengelolaan SMK/MAK;
  6. ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sepanjang yang mengatur mengenai  standar  proses  pada  SMK/MAK dicabut dan dinyatakan tidak berlaku;
  7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 40 Tahun 2008 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK);
  8. ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 69 Tahun 2009 tentang Standar Biaya Operasi Nonpersonalia Tahun 2009 untuk  Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah   (SMP/MTs),   Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), Sekolah Menengah Kejuruan  (SMK),  Sekolah  Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), dan Sekolah   Menengah   Atas   Luar   Biasa   (SMALB) sepanjang yang   mengatur   mengenai   standar   biaya operasi nonpersonalia SMK/MAK
  9. ketentuan dalam  Peraturan  Menteri  Pendidikan  dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 954) sepanjang yang mengatur mengenai standar isi pada SMK/MAK; dan
  10. ketentuan dalam  Peraturan  Menteri  Pendidikan  dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 955) sepanjang yang mengatur mengenai standar proses pada SMK/MAK dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Demikianlah info singkat terkait pemberlakuan Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK melalui Permendikbud No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan. Dokumen Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK dapat didownload di sini.

Semoga bermanfaat.

Sumber: Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan

Kata Kerja Operasional KKO – Ditjen GTK Kemdikbud

kata kerja operasional kko gtk kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO GTK Kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO Ditjen GTK Kemdikbud ialah Kata Kerja Operasional KKO yang dirilis tahun 2018. Kata Kerja Operasional KKO  digunakan untuk menyatakan dimensi proses pembelajaran dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran. Walaupun terhitung terlambat, admin ikut bergembira dengan ‘keberanian’ kalangan kementerian pendidikan dan kebudayaan mencantumkan daftar Kata Kerja Operasional KKO  Ditjen GTK Kemdikbud yang selama ini tidak pernah dicontohkan secara terbuka.

Kata Kerja Operasional KKO sering dicari oleh kalangan pendidik sejak diberlakukannya Kurikulum 2013. Sayangnya hingga pertengahan tahun 2018 admin dan tentunya para pendidik sangat sulit menemukan kata kerja operasional yang sesuai dengan maksud Kurikulum 2013 . Tentunya hal ini menjadi kesulitan tersendiri bagi para Instruktur Kurikulum mulai dari Instruktur Nasional (IN), Instruktur Provinsi (IP) maupun Instruktur Kabupaten/Kota (IK). Dengan adanya Kata Kerja Operasional KKO Ditjen GTK Kemdikbud ini sangat membantu pendidik melakukan analisis-analisis yang diperlukan untuk implementasi Kurikulum 2013.

kata kerja operasional kko GTK Kemdikbud
kata kerja operasional kko GTK Kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO pada K2013 menggunakan Kata Kerja Operasional KKO Bloom-Anderson, Kata Kerja Operasional KKO Krathwohl, Kata Kerja Operasional KKO Simpson, Kata Kerja Operasional KKO Dave.

Kata Kerja Operasional KKO Ditjen GTK Kemdikbud ini diperlukan untuk memahami kompetensi dasar, melakukan analisis dan pengembangan indikator pencapaian kompetensi, analisis dan pengembangan tujuan pembelajaran, analisis dan pengembangan kisi soal evaluasi. Dengan menggunakan kata kerja operasional Ditjen GTK Kemdikbud ini para pendidik mempunyai dasar dan referensi yang sama untuk memahami proses pembelajaran sikap, pengetahuan dan keterampilan seperti tercantum dalam Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. Kata Kerja Operasional KKO menjadi salah satu ‘alat utama’ pendidik dalam proses perencanaan pembelajaran Kurikulum 2013 untuk mencapai Pembelajaran yang berorientasi Higher Order Thinking Skill (Pembelajaran HOTS).

memanfaatkan domain untuk bisnis
memanfaatkan domain untuk bisnis

Kata kerja operasional KKO Sikap GTK Kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO menjadi salah satu perlengkapan utama pendidik sejak pemberlakuan Kurikulum 2013 yang diterapkan untuk mengkaji kompetensi dasar, membuat indikator pencapaian kompetensi maupun tujuan pembelajaran. Pada Kurikulum 2013 kita memerlukan Kata Kerja Operasional KKO pengetahuan, Kata Kerja Operasional KKO keterampilan kongkret, Kata Kerja Operasional KKO keterampilan abstrak, Kata Kerja Operasional KKO sikap. Hal ini diperlukan pada saat melakukan analisis SKL KI KD dan analisis materi pembelajaran dalam rangka menyusun silabus dan RPP.
Kata Kerja Operasional KKO di atas mengikuti teori taksonomi yang diterapkan dalam Kurikulum 2013 yaitu Teori Taksonomi Bloom olahan Anderson untuk pengetahuan, Teori Taksonomi Simpson dan Dave untuk keterampilan konkret dan Teori Taksonomi Dyers untuk keterampilan abstrak serta Teori Taksonomi olahan Kratwhol untuk aspek sikap.

Daftar Kata Kerja Operasional KKO Sikap Kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO selalu digunakan pada perencanaan pembelajaran. Kata Kerja Operasional KKO pada Kurikulum 2013 ranah sikap menggunakan taksonomi Krathwohl. Penggunaan Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran sikap spiritual maupun sikap sosial. Hal ini terutama diterapkan pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.

kata kerja operasional sikap - kemdikbud
kata kerja operasional sikap – kemdikbud

Deskripsi Dimensi Proses Acuan Kata Kerja Operasional KKO Sikap

Kata Kerja Operasional KKO yang akan kita gunakan untuk merepresentasikan aktifitas proses belajar sesungguhnya harus sesuai dan selaras dengan deskripsi dimensi prosesnya. Pengembangan sikap spiritual dan sikap sosial mengacu pada teori taksonomi Krathwohl.
Menurut teori taksonomi Krathwohl, yang dikutip dari modul Bimtek K2013 tentang Analisis SKL KI KD, kompetensi sikap peserta didik diperoleh melalui tahapan-tahapan (1) menerima (2) merespon (3) menghargai (4) mengorganisasikan (5) mengamalkan dengan isi deskripsi masing-masing tahapan adalah sebagai berikut:

Tingkatan Sikap

Deskripsi

Menerima (accepting) nilai Kesediaan menerima suatu nilai dan memberikan perhatian terhadap nilai tersebut.
Menanggapi (responding) nilai Kesediaan menjawab suatu nilai dan ada rasa puas dalam membicarakan nilai tersebut.
Menghargai (valuing) nilai Menganggap nilai tersebut baik, menyukai nilai tersebut, dan komitmen terhadap nilai tersebut.
Menghayati (organizing/ internalizing) nilai Memasukkan nilai tersebut sebagai bagian dari sistem nilai dirinya.
Mengamalkan (characterizing/ actualizing) nilai Mengembangkan nilai tersebut sebagai ciri dirinya dalam berpikir, berkata, berkomunikasi, dan bertindak (karakter).

Kata Kerja Operasional KKO Pengetahuan Taksonomi Bloom – Anderson Kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO selalu digunakan pada perencanaan pembelajaran. Kata Kerja Operasional KKO KD pengetahuan Kurikulum 2013 mengacu pada taksonomi Bloom revisi Anderson. Penggunaan Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran.

Deskripsi Dimensi Proses Kata Kerja Operasional KKO Pengetahuan Taksonomi Bloom – Anderson

Kata Kerja Operasional KKO yang akan kita gunakan untuk merepresentasikan aktifitas proses belajar sesungguhnya bukanlah sekedar kata itu saja, namun harus pula cocok dengan deskripsi kemampuan yang direpresentasikannya. Jadi kita jangan hanya sekedar mencari kata itu saja namun harus sesuai pula dengan deskripsi masing-masing dimensi proses seperti yang dimaksud teori taksonomi terkait.

Menurut teori taksonomi Bloom olahan Anderson , pengetahuan diperoleh melalui tingkatan-tingkatan (1) mengingat (2) memahami (3) menerapkan (4) menganalisis (5) mengevaluasi dan (6) mengreasi.

Mengingat (C1) ialah kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, metodologi, prinsip dasar, dan informasi yang telah diterima sebelummya.
Memahami (C2) ialah kemampuan untuk memahami makna, menjelaskan dan menyatakan kembali gagasan.
Menerapkan (C3) ialah kemampuan untuk menggunakan materi yang sudah dipelajari dalam situasi baru.
Menganalisa (C4) ialah kemampuan untuk memisahkan materi menjadi komponen-komponen dan menunjukkan hubungan antara bagian-bagian tersebut.
Mengevaluasi (C5) ialah kemampuan menilai nilai material terhadap kriteria yang ada.
Mengreasi (C6) ialah kemampuan mengumpulkan gagasan terpisah untuk membentuk keseluruhan baru, membangun hubungan baru.

Daftar Kata Kerja Operasional KKO Pengetahuan GTK Kemdikbud

kata kerja operasional pengetahuan bloom - kemdikbud
kata kerja operasional pengetahuan bloom – kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO Keterampilan GTK Kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO keterampilan konkret merujuk pada taksonomi Simpson dan Dave. Penggunaan Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran.

Deskripsi Dimensi Proses Kata Kerja Operasional KKO Keterampilan

Kata Kerja Operasional KKO yang akan kita gunakan untuk merepresentasikan aktifitas proses belajar sesungguhnya bukanlah sekedar kata itu saja, namun harus pula cocok dengan deskripsi kemampuan yang direpresentasikannya. Seringkali kita mendapati suatu kata terdaftar dalam satu atau lebih dimensi proses pengetahuan maupun keterampilan. Oleh karena itu kita jangan hanya sekedar mencari kata itu saja namun harus pula diverifikasi dengan deskripsi masing-masing dimensi proses seperti yang dimaksud teori taksonomi terkait.
Menurut teori taksonomi Simpson , keterampilan diperoleh melalui tingkatan-tingkatan (P1) Persepsi, kesiapan, meniru (P2) membiasakan gerakan (mechanism) (P3) mahir (complex or overt response) (P4) menjadi gerakan alami (adaptation) (P5) menjadi tindakan orisinal (origination). Adapun deskripsi masing-masing tahapan adalah sebagai berikut:

No

Tingkat Taksonomi Simpson

Uraian

1.

Persepsi

Kesiapan

Meniru

Menunjukkan perhatian untuk melakukan suatu gerakan.

Menunjukkan kesiapan mental dan fisik untuk melakukan suatu gerakan.

Meniru gerakan secara terbimbing.

2.

Membiasakan gerakan    (mechanism) Melakukan gerakan mekanistik.

3.

Mahir (complex or overt response) Melakukan gerakan kompleks dan termodifikasi.

4.

Menjadi gerakan alami (adaptation) Menjadi gerakan alami yang diciptakan sendiri atas dasar gerakan yang sudah dikuasai sebelumnya.

5.

Menjadi tindakan orisinal (origination) Menjadi gerakan baru yang orisinal dan sukar ditiru oleh orang lain dan menjadi ciri khasnya.

Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan GTK Kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO selalu digunakan pada perencanaan pembelajaran. Kata Kerja Operasional KKO yang digunakan Kurikulum 2013 berasal dari taksonomi Bloom revisi Anderson. Penggunaan Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran.

Deskripsi Dimensi Proses Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan GTK Kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO yang akan kita gunakan untuk merepresentasikan aktifitas proses belajar sesungguhnya bukanlah sekedar kata itu saja, namun harus pula cocok dengan deskripsi kemampuan yang direpresentasikannya. Jadi kita jangan hanya sekedar mencari kata itu saja namun harus sesuai pula dengan deskripsi masing-masing dimensi proses seperti yang dimaksud teori taksonomi terkait.
Menurut teori taksonomi Dave , keterampilan diperoleh melalui tingkatan-tingkatan (1) imitasi (2) manipulasi (3) presisi (4) artikulasi (5) naturalisasi.
Deskripsi Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Dave

Deskripsi Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Dave

No

Tingkatan Taksonomi Dave

Uraian

1.

Imitasi Meniru kegiatan yang telah didemonstrasikan atau dijelaskan, meliputi tahap coba-coba hingga mencapai respon yang tepat.

2.

Manipulasi Melakukan suatu pekerjaan dengan sedikit percaya dan kemampuan melalui perintah dan berlatih.

3.

Presisi Melakukan suatu tugas atau aktivitas dengan keahlian dan kualitas yang tinggi dengan unjuk kerja yang cepat, halus, dan akurat serta efisien tanpa bantuan atau instruksi.

4.

Artikulasi Keterampilan berkembang dengan baik sehingga seseorang dapat mengubah pola gerakan sesuai dengan persyaratan khusus untuk dapat digunakan mengatasi situasi problem yang tidak sesuai SOP.

5.

Naturalisasi Melakukan unjuk kerja level tinggi secara alamiah, tanpa perlu berpikir lama dengan mengkreasi langkah kerja baru.

Daftar Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan GTK Kemdikbud

kata kerja operasional keterampilan psikomotor - kemdikbud
kata kerja operasional keterampilan psikomotor – kemdikbud

Demikianlah diskusi sekitar Kata Kerja Operasional KKO Sikap, KKO Pengetahuan dan KKO Keterampilan … semoga bermanfaat …

Jangan ketinggalan baca juga Discovery Learning

discovery learning
discovery learning

Sumber:

  1. Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan