Discovery Learning

discovery learning

Discovery Learning salah satu model pembelajaran K2013. Discovery Learning mudah diterapkan. Bagaimana menyusun langkah pembelajaran discovery learning ini? Mari kita diskusikan …

discovery learning
discovery learning

Discovery Learning merupakan sebuah model pembelajaran yang menyekenariokan proses belajar sedemikian rupa sehingga siswa menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan terkait topik (kompetensi dasar – KD) yang sedang dipelajari. Jadi, dalam discovery learning ada kata kunci yang bisa dicatat yaitu

  • siswa
  • pertanyaan-pertanyaan
  • skenario belajar
  • menemukan jawaban

Dalam model pembelajaran ini siswa adalah subyek utama yang melakukan proses belajar. Siswalah yang (seharusnya) menggali pertanyaan-pertanyaan terkait kompetensi dasar dan harus dikumpulkan untuk mendukung akuisisi kompetensi tersebut. Pertanyaan-pertanyaan atau hal-hal yang (harus) dipertanyakan pada dasarnya adalah segala sesuatu terkait kompetensi dasar meliputi pengetahuan faktual, pengetahuan konseptual, pengetahuan prosedural dan bahkan pengetahuan metakognitif. Siswa ada yang sudah tahu hal apa yang harus dipertanyakan namun umumnya siswa belum tahu hal apa saja yang perlu dipertanyakan itu. Ini wajar saja, karena mereka baru ketemu dengan topik tersebut. Dalam konteks ini Guru lah yang harus berperan memberi PANDUAN dan ARAHAN.

Sebagai pembimbing dan fasilitator GURU seharusnya tahu apa yang para siswa harus pertanyakan. Dari sudut pandang Guru, hal-hal yang harus dipertanyakan siswa itu adalah apa yang tercantum dalam Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dan Tujuan Pembelajaran. Di sinilah pentingnya rumusan Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran dirancang dengan SISTEMATIS, LENGKAP dan RINCI oleh guru. Berbekal rumusan IPK dan Tujuan Pembelajaran guru dapat menyusun panduan bagi siswa mempertanyakan hal-hal yang perlu dipahami. Panduan ini dapat berupa lembar kerja diskusi yang dibagikan kepada semua siswa.

Skenario dalam Discovery Learning menyangkut kegiatan-kegiatan yang diatur sedemikian rupa sehingga siswa mampu membangun pengetahuan-pengetahuan secara kronologis dari yang mudah menuju yang sulit seperti urutan Indikator Pencapaian Kompetensi yang tidak meninggalkan struktur keilmuannya. Siswa secara bersama membangun pengetahuan-pengetahuan selangkah-demi selangkah di dalam memorinya. Setelah melakukan penalaran siswa akan mampu menemukan jawaban pertanyaan-pertanyaan sesuai kompetensi dasar seperti diuraikan di depan. Siswa akan memiliki pengalaman dalam dirinya bahwa dia menemukan pengetahuan-pengetahuan itu sendiri tanpa dijejali ceramah oleh guru. Inilah esensi discovery learning itu.

Sintak Discovery Learning

Model pembelajaran penemuan ini dilaksanakan mengikuti urutan proses (sintak) sebagai berikut:

  • Pemberian rangsangan (Stimulation)
langkah 1
langkah 1 discovery learning

Tahapan ke 1 model pembelajaran Discovery Learning ialah pemberian rangsangan (stimulation). Guru mengajak siswa memfokuskan perhatian pada berbagai jenis fakta yang relefan dengan konteks KD yang dipelajari. Inilah sebabnya guru harus memahami pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif. Fakta-fakta ini ditunjukkan melalui tayangan gambar, video, animasi, model atau bahkan benda nyatanya. Guru meminta siswa mengamati fakta-fakta ini. Melalui langkah ini perhatian siswa terfokus tepat pada hal-hal terkait KD yang akan dipelajari.

  • Pernyataan/Identifikasi masalah (Problem Statement)
langkah 2
langkah 2 discovery learning

Tahapan ke 2 pernyataan/Identifikasi masalah (Problem Statement). Agar siswa kompeten pada KD yang dipelajari tersebut hal apa saja yang harus dipahami siswa.  Masalah (bagi siswa) dalam mempelajari KD tersebut sesungguhnya ya semua konten tersebut. Minta mereka membuat pertanyaan terkait KD. Pancing mereka agar bisa mengeksplore apa yang seharusnya dipelajari secara kronologis dan bertahap. Dari sudut pandang guru, aspek-aspek permasalahan (yang harus dipelajari siswa itu) sesungguhnya sudah ditulis pada indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran.

  • Pengumpulan data (Data Collection)
discovery learning 3
discovery learning 3

Tahapan ke 3 Pengumpulan data (Data Collection). Untuk menjawab berbagai permasalahan yang sudah diidentifikasi, siswa dipersilahkan mengumpulkan data. Berbagai cara / metode dapat dilakukan seperti membaca buku lebih intens, membuat percobaan, melakukan praktikum, melakukan studi lapangan. Pada tahap ini siswa memiliki berbagai informasi lebih detail terkait permasalahan dalam mengakuisisi KD yang dipelajari.

  • Pembuktian (Data processing dan Verification)
discovery learning 4
discovery learning 4

Tahapan yang ke 4 Discovery Learning ialah Pembuktian (Data Processing and Verification). Setelah pengumpulan data oleh siswa yang di dampingi guru, siswa pasti telah memiliki materi untuk di aplikasikan terhadap masalah yang telah sedang dipelajari.  Agar Discovery Learning dapat berjalan lancar, maka harus ada pengolahan data tersebut untuk pembuktian terhadap Jawaban dari masalah yang dipelajari. Salah satu contoh dalam pembelajaran eksakta, kita bisa memakai berbagai rumus ataupun hukum serta teori dari suatu materi. Pada pembelajaran non eksakta, guru harus menyediakan pendapat-pendapat ataupun hasil penelitian dari ahli agar bisa dijadikan acuan untuk dasar pembentukan konsep dasar yang ada di pemikiran siswa. Pembuktian yang di lakukan oleh guru dapat membuat pemikiran siswa tentang konsep dasar materi menjadi lebih matang sehingga siswa memiliki pengetahuan dasar tentang KD yang sedang dipelajari.

  • Menarik simpulan/generalisasi (Generalization)
discovery learning 5

Tahapan ke 5 dari Discovery Learning adalah Menarik Simpulan/Generalisasi (Conclusion/Generalization). Pada tahapan ini guru berperan penting sebagai pengarah agar konsep dasar siswa tadi menuju ke arah yang sama yaitu mencapai Indeks Pencapaian Kompetensi. Guru harus bisa meyakinkan dan menjawab semua keraguan dari siswa. Generalisasi ini penting dalam discovery learning, karena pada tahapan ini seharusnya siswa sudah bisa mengerti mengenai KD yang dipelajari. Pada saat generalisasi ini dilakukan maka seharusnya Indeks Pencapaian Kompetensi telah terpenuhi atau setidaknya dapat dilanjutkan dengan metode pembelajaran lain.

Tujuan penerapan model  pembelajaran

Discovery Learning disarankan digunakan dalam proses pembelajaran K2013. Berdasarkan Pedoman Pembelajaran SMK tahun 2017, discovery learning memiliki tujuan:

  • Meningkatkan kesempatan peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran;
  • Peserta didik belajar menemukan pola dalam situasi konkrit maupun abstrak;
  • Peserta didik belajar merumuskan strategi tanya jawab yang tidak rancu dan memperoleh informasi yang bermanfaat dalam menemukan;
  • Membantu peserta didik membentuk cara kerja bersama yang efektif, saling membagi informasi serta mendengarkan dan menggunakan ide-ide orang lain;
  • Meningkatkan keterampilan konsep dan prinsip peserta didik yang lebih bermakna;
  • Dapat mentransfer keterampilan yang dibentuk dalam situasi belajar penemuan ke dalam aktivitas situasi belajar yang baru.

Merancang Langkah Pembelajaran

Model pembelajaran Discovery Learning dapat berjalan dengan lancar apabila langkah-langkah pembelajaran direncanakan dengan baik. Untuk memudahkan merancang langkah pembelajaran, penulis membuat sketsa proses sebagai berikut:

discovery learning
discovery learning

Berdasarkan ilustrasi Konsep Merancang Langkah Pembelajaran dapat dijelaskan sebagai berikut:

Sisi kiri gambar menunjukkan fase-fase sintak dimulai dari pemberian rangsangan (stimulasi) sampai dengan fase menarik kesimpulan (generalisasi). Dibagian tengah dengan notasi D1-D5 penulis gambarkan konten materi atau proses yang harus dilakuka. Sisi sebelah kanan dengan notasi R1 s.d. R5 merupakan hasil rancangan berupa langkah-langkah yang perlu dikembangkan.

Tahap memberi rangsangan merupakan kegiatan guru dengan memperlihatkan fakta-fakta yang sudah diidentifikasi pada kegiatan analisis materi pembelajaran.

Tahap identifikasi masalah sasarannya adalah berbagai pengetahuan konseptual yang sudah disusun dengan lengkap pada tujuan pembelajaran. Rekan-rekan dapat mengarahkan identifikasi masalah yang dilakukan siswa mengarah pada berbagai pengetahuan yang tercantum dalam tujuan pembelajaran.

Tahap pengumpulan data sasarannya adalah data-data pengetahuan konseptual yang sudah dinyatakan dalam tujuan pembelajaran.

Langkah pembelajaran pada tahap pembuktian merupakan langkah membandingkan / menganalisis kesesuaian analisis data konseptual dengan hasil identifikasi masalah dan literatur.

Contoh Langkah Pembelajaran Discovery Learning

Untuk memudahkan penyusunan langkah pembelajaran dengan discovery learning dapat digunakan template dasar seperti diuraikan di bawah. Perlu dipahami bahwa template dasar ini tidak mutlak harus persis seperti yang ada. Template dasar ini hanya untuk memudahkan imaginasi guru agar dapat menuangkan rencana proses pembelajaran dengan discovery learning.

STIMULASI

  1. Guru meminta siswa untuk melihat tayangan berbagai jenis …..
  2. Siswa melihat bahan tayang yang disajikan oleh Guru.
  3. Guru menugaskan siswa membaca buku untuk mengidentifikasi berbagai jenis ….
  4. Siswa membaca buku berkaitan dengan berbagai jenis …..
  5. Siswa berdiskusi tentang berbagai jenis …..
  6. Siswa mengidentifikasi …………. dari hasil diskusi dan buku.
  7. Siswa menentukan …..

IDENTIFIKASI MASALAH

  1. Guru menugaskan siswa untuk menentukan masalah utama apa dalam …..
  2. Siswa mengidentifikasi masalah-masalah melalui contoh yang didemonstrasikan oleh guru mengenai …..
  3. Siswa membaca buku untuk mendapatkan informasi tentang …..
  4. Siswa mendiskusikan …..
  5. Berdasarkan hasil membaca buku dan diskusi siswa merumuskan hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam …..
  6. Guru meminta siswa untuk menentukan prosedur ……… melalui buku siswa dan hasil diskusi
  7. Siswa menggali informasi prosedur tentang ………
  8. Siswa mendiskusikan untuk menentukan prosedur ……
  9. Siswa menyampaikan pada kelompok lain dan menanggapinya berkaitan prosedur ……..

MENGUMPULKAN DATA

  1. Guru meminta siswa untuk mencoba melakukan …………… sebagai pembuktian rumusan masalah/hipotesis
  2. Siswa mencoba ……………. sebagai pembuktian rumusan masalah/hipotesis
  3. Siswa mencoba ………. seperti contoh Guru sebagai pembuktian rumusan masalah/hipotesis
  4. Siswa mencoba melakukan………. sesuai contoh guru sebagai pembuktian rumusan masalah/hipotesis

PEMBUKTIAN

  1. Guru menugaskan siswa untuk menilai hasil ……….. menggunakan format penilaian.
  2. Siswa menilai hasil …….. menggunakan format penilaian.
  3. Siswa menilai hasil …….. menggunakan format penilaian.
  4. Guru menugaskan siswa untuk ……..
  5. Siswa mengirim tugas via e-mail.
  6. Siswa berkomunikasi tentang …….

SIMPULAN

  1. Guru menugaskan siswa untuk menyajikan cara-cara serta kesimpulan ………
  2. Siswa membuat bahan presentasi tentang ……… dalam bentuk PPT.
  3. Siswa menyajikan tentang ………..
  4. Siswa lain memberikan tanggapan terhadap presentasi.
  5. Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru.
  6. Siswa memperbaiki hasil presentasi dan membuat simpulan ……..

Demikian diskusi seputar discovery learning. Semoga menginspirasi rekan-rekan meningkatkan mutu perencanaan pembelajaran.

Analisis KI KD IPK Tujuan dan Materi Pembelajaran Matematika

Analisis KI KD IPK Tujuan dan Materi Pembelajaran Matematika

Posting Analisis KI KD IPK Tujuan dan Materi Pembelajaran Matematika ini saya yakin belum sempurna. Analisis KI KD IPK Tujuan dan Materi Pembelajaran Matematika ini saya harapkan bisa menjadi bahan diskusi khususnya atas pertanyaan Ibu Gina. Analisis KI KD IPK Tujuan dan Materi Pembelajaran Matematika perlu dioptimalkan untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

Analisis KI Mata Pelajaran Matematika

KOMPETENSI INTI 3

(PENGETAHUAN)

KOMPETENSI INTI 4 

(KETERAMPILAN)

ANALISIS DAN REKOMENDASI KI

1

2

3

3.  Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kajian Matematika pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional..4. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kajian Matematika` 

Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

KI-3 pengetahuan dan KI-4 keterampilan, adalah untuk program pendidikan 3 tahun. 

KI-3 dan KI-4 tersebut sesuai menjadi rujukan KD-KD mata pelajaran Teknik Audio Video (3 Tahun).

Analisis KD Mata Pelajaran Matematika

Penjabaran KI dan KD ke dalam IPK, Tujuan Pembelajaran, dan Materi Pembelajaran

maaf sehubungan dengan perubahan setting server … halaman ini tidak aktif lagi

Nah sementara sampai ini dulu … saya harus belajar matematika lagi … sebelum bisa melanjutkan postingan Analisis KI KD IPK Tujuan dan Materi Pembelajaran Matematika ini … kalau belum sesuai … mohon rekan-rekan yang lebih menguasai dapat memberikan penyempurnaannya ya … terima kasih.

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

standar kompetensi lulusan skl smk 2018

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK adalah bagian SNP SMK/MAK 2018. Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK itu kriteria kemampuan lulusan SMK. Pahami Standar Kompetensi Lulusan (SKL) SMK/MAK agar kita tahu pasti apa peran kita untuk mewujudkannya.

Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK adalah kriteria minimal tentang kompetensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sesuai kebutuhan pengguna lulusan. Pengertian ini selaras dengan posisi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) SMK/MAK sebagai bagian dari SNP SMK/MAK dan pengertian umum Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK sesuai Permendikbud No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan.

area kompetensi standar kompetensi lulusan smk-mak 2018
area kompetensi standar kompetensi lulusan smk-mak 2018

Mengenali Formulasi Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018 dirumuskan sedikit berbeda dengan Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK sebelumnya. Rumusan Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018 dirinci ke dalam 9 (sembilan) area kompetensi meliputi :

  1. keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  2. kebangsaan dan cinta tanah air;
  3. karakter pribadi dan sosial;
  4. literasi;
  5. kesehatan jasmani dan rohani;
  6. kreativitas;
  7. estetika;
  8. kemampuan teknis; dan
  9. kewirausahaan.

Masing-masing area kompetensi kemudian dijabarkan ke dalam kompetensi-kompetensi lulusan SMK/MAK yang dicita-citakan.

Rumusan Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

 

No.Area KompetensiStandar Kompetensi Lulusan 3 (tiga) Tahun
A.1.Keimanan    dan Ketakwaan kepada    Tuhan Yang Maha Esa

A.1.1 memiliki     pemahaman,     penghayatan,     dan kesadaran  dalam  mengamalkan  ajaran  agama yang dianut

A.1.2 memiliki     pemahaman,     penghayatan,     dan kesadaran dalam        berperilaku        yang menggambarkan akhlak mulia

A.1.3 memiliki     pemahaman,     penghayatan,     dan kesadaran dalam hidup berdasarkan nilai kasih dan sayang

A.2.Kebangsaan dan Cinta Tanah Air

A.2.1 meyakini    Pancasila    sebagai    dasar    Negara Kesatuan Republik Indonesia

A.2.2 memiliki  kesadaran  sejarah,  rasa  cinta,  rasa bangga, dan semangat berkorban untuk tanah air, bangsa, dan negara

A.2.3 menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang demokratis dan warga masyarakat global

A.2.4 bekerjasama dalam keberagaman suku, agama, ras, antargolongan, jender, dan bahasa dengan menjunjung hak asasi dan martabat manusia

A.2.5 memiliki     pemahaman,     penghayatan,     dan kesadaran untuk  patuh  terhadap  hukum dan norma sosial

A.2.6 memiliki      kebiasaan,      pemahaman,      dan kesadaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungan alam, kepedulian sosial dalam konteks pembangunan berkelanjutan

 

No.Area KompetensiStandar Kompetensi Lulusan – 3 (tiga) Tahun
A.3.Karakter Pribadi dan Sosial

A.3.1 memiliki      kebiasaan,      pemahaman,      dan kesadaran untuk bersikap dan berperilaku jujur

A.3.2 memiliki  kemandirian    dan  bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas pekerjaannya

A.3.3 memiliki kemampuan berinteraksi dan bekerja dalam kelompok  secara  santun,  efektif,  dan produktif dalam     melaksanakan     tugas pekerjaannya

A.3.4 memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan situasi dan lingkungan kerja secara efektif

A.3.5 memiliki rasa ingin tahu untuk mengembangkan keahliannya secara berkelanjutan

A.3.6 memiliki     etos     kerja     yang     baik    dalam menjalankan tugas keahliannya

A.4.Kesehatan Jasmani dan Rohani

A.4.1 memiliki       pemahaman       dan       kesadaran berperilaku hidup bersih dan sehat untuk diri dan lingkungan kerja

A.4.2 memiliki kebugaran dan ketahanan jasmani dan rohani dalam menjalankan tugas keahliannya

A.4.3 menyadari  potensi dirinya,  tangguh  mengatasi tekanan pekerjaan, dapat bekerja produktif, dan bermanfaat bagi lingkungan kerja

A.5.LiterasiA.5.1 memiliki  kemampuan  berkomunikasi  denganmenggunakan   Bahasa   Indonesia   yang   baik untuk melaksanakan pekerjaan sesuai keahliannya

A.5.2 memiliki   kemampuan   menggunakan   Bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya untuk menunjang pelaksanaaan      tugas      sesuai keahliannya

 

No.

Area Kompetensi

Standar Kompetensi Lulusan – 3 (tiga) Tahun

A.5.3 memiliki     pemahaman     matematika     dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya

A.5.4 memiliki pemahaman konsep dan prinsip sains dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya

A.5.5 memiliki   pemahaman   konsep   dan   prinsip pengetahuan sosial dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya

A.5.6 memiliki  kemampuan  menggunakan  teknologi dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya

A.5.7 memiliki   kemampuan   mengekspresikan   dan mencipta karya seni  budaya lokal dan nasional

A.6.Kreativitas

A.6.1 memiliki   kemampuan   untuk   mencari   dan menghasilkan gagasan, cara kerja, layanan, dan produk karya inovatif sesuai keahliannya

A.6.2 memiliki           kemampuan           bekerjasama menyelesaikan masalah dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya secara kreatif

A.7.EstetikaA.7.1 memiliki          kemampuan          mengapresiasi, mengkritisi, dan menerapkan aspek estetika dalam menciptakan layanan dan/atau produk sesuai keahliannya
A.8.Kemampuan Teknis

A.8.1 memiliki   kemampuan   dasar   dalam   bidang keahlian   tertentu  sesuai   dengan   kebutuhan dunia kerja

A.8.2 memiliki  kemampuan  spesifik  dalam  program keahlian tertentu  sesuai   dengan   kebutuhan dunia kerja dan menerapkan kemampuannya sesuai prosedur/kaidah dibawah pengawasan

A.8.3 memiliki    pengalaman    dalam    menerapkan keahlian  spesifik  yang  relevan  dengan  dunia kerja

A.8.4 memiliki    kemampuan    menjalankan    tugas keahliannya dengan menerapkan prinsip keselamatan, kesehatan, dan keamanan lingkungan

 

No.Area KompetensiStandar Kompetensi Lulusan – 3 (tiga) Tahun
A.9.Kewirausahaan

A.9.1 memiliki   kemampuan   mengidentifikasi   dan memanfaatkan peluang usaha dengan mendayagunakan  pengetahuan dan keterampilan dalam keahlian tertentu

A.9.2 memiliki  kemampuan  memperhitungkan  dan mengambil resiko dalam mengembangkan dan mengelola usaha

A.9.3 memiliki   keinginan   kuat   dan   kemampuan mengelola usaha    dengan   mendayagunakan pengetahuan dan keterampilan dalam keahlian tertentu

 

Fungsi Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

Standar kompetensi lulusan SMK/MAK merupakan acuan utama pengembangan standar isi, standar proses pembelajaran, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar biaya operasi.

Latar Belakang Pengembangan Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

Pengembangan Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018 seperti diuraikan dalam dokumen standar tersebut adalah dalam rangka mewujudkan amanat Pasal 31 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengamanatkan pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan 1 (satu) sistem pendidikan nasional untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Demikian sekilas Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018. Semoga bermanfaat buat kita.

 

Sumber:

Lampiran 1 Permendikbud No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan

KI KD SMK 2018 – Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Terbaru

kikd smk 2018

KI KD SMK 2018 – Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Terbaru

KI KD SMK 2018 – Kompetensi Inti Kompetensi Dasar acuan pembelajaran terbaru. KI KD SMK 2018 hasil revitalisasi SMK bidang kurikulum. KI KD SMK 2018 harus segera diacu oleh seluruh pendidik dalam merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran maupun penilaian pembelajaran.

kikd smk 2018
kikd smk 2018

KI KD SMK 2018 ditetapkan penggunaannya berdasarkan Perdirjen Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3). Perdirjen No.464 tahun 2018 ini dibuat untuk mewadahi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar 4 kompetensi keahlian baru dan sekaligus menggantikan peraturan sebelumnya, yaitu SK Dirjen Dikdasmen No. 330/D.D5/KEP/2017 tahun 2017.

KI KD SMK 2018 Perwujudan Revitalisasi SMK

KI KD SMK 2018 yang diluncurkan ini merupakan serangkaian pembaharuan sebagai jawaban tuntutan revitalisasi SMK. Rangkaian peraturan yang menegaskan pembaharuan pedoman pembelajaran SMK meliputi:

Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 06/D.D5/KK/2018 Tahun 2018 tentang Spektrum Keahlian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK);

Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 07/D.D5/KK/2018 Tahun 2018 tentang Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).

Perdirjen Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3).

KI KD SMK 2018 menggantikan KI KD SMK 2017

KI KD SMK 2018 sesuai sesuai Peraturan Direktur Jennderal Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3) menggantikan KI KD SMK 2017 yang selama ini menjadi acuan implementasi Kurikulum 2013 Revisi.

Dengan ditetapkannya Peraturan Direktur Jennderal Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018 ini maka keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Mengengah Nomor 330/D.D5/KEP/2017 tentang Kompetensi inti dan kompetensi dasar mata pelajaran nasional (A) muatan kewilayahan (B), Dasar bidang keahlian (Cl), Dasar program keahlian (C2), dan kompetensi keahlian (C3) dinyatakan tidak berlaku sejak penetapan Peraturan Direktur Jennderal Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018 tanggal 30 Agustus 2018.

Penjelasan Penting Lain terkait KI KD SMK 2018

KI KD SMK 2018 / Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar ini berlaku bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK). Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar sebagaimana dimaksud merupakan acuan dalam penyelenggaraan pembelajaran di SMK/MAK.

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar KI KD SMK 2018  dimaksud terdiri dari Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2) dan Kompetensi Keahlian (C3). Masing-masing unsur KI KD SMK 2018 dijelaskan sebagai berikut:

  1. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Muatan Nasional (A) adalah kompetensi inti dan kompetensi dasar dasar yang berlaku secara nasional.
  2. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Muatan Kewilayahan (B) adalah kompetensi inti dan kompetensi dasar yang bisa dikembangkan sesuai dengan wilayahnya.
  3. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Dasar Bidang Keahlian (C1), adalah kompetensi inti dan kompetensi dasar yang ruang lingkup dan kedalaman materi serta beban belajarnya berlaku sama untuk seluruh kompetensi keahlian yang berada di dalam satu bidang keahlian.
  4. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Program Keahlian (C2), adalah kompetensi inti dan kompetensi dasar yang ruang lingkup dan kedalaman materi serta beban belajarnya berlaku sama untuk seluruh kompetensi keahlian yang berada di dalam satu program keahlian.
  5. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Kompetensi Keahlian (C3), adalah kompetensi inti dan kompetensi dasar keahlian spesifik yang mewadahi kompetensi keahlian, berlaku khusus untuk kompetensi keahlian yang bersangkutan.

KI KD SMK 2018 yang berisi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3) adalah bagian integral dari struktur kurikulum SMK/MAK untuk masing-masing kompetensi keahlian.

Ketentuan Penyesuaian KI KD SMK 2018

Penyesuaian terhadap kebutuhan peningkatan kompetensi peserta didik dan pemenuhan tuntutan kompetensi di dunia kerja dan dunia industri (DU/DI) oleh masing- masing SMK/MAK atau kelompok SMK/MAK dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Penyesuaian dilakukan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dan institusi pasangan (dunia kerja/dunia industri) agar kompetensi yang dipelajari lebih sesuai (link and match) dengan kebutuhan dunia kerja;
  2. Penyesuaian yang dilakukan berupa penambahan kompetensi dasar dan atau materi pokok dalam satu mata pelajaran, tidak boleh mengurangi ruang lingkup, kedalaman, dan bobot kompetensi dasar dan materi pokok yang telah ada;
  3. Pelaksanaan penyesuaian kompetensi dasar dan materi pokok sebagaimana dimaksud dilaksanakan sesuai
    dengan ketentuan penyusunan kurikulum dan ketentuan penyusunan muatan lokal bersama dengan dunia usaha/ dunia industri atau sesuai dengan Standar Kompetensi Nasional Indonesia (SKKNI).
Link Unduhan 2018 Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Terbaru

Perdirjen Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018

Link Batang Tubuh Perdirjen Dikdasmen No. 464 tahun 2018

Lampiran Perdirjen Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018

A. Muatan Nasional

Link KI KD mata pelajaran Muatan Nasional (A)

B. Muatan Kewilayahan

Link KIKD mata pelajaran Muatan Kewilayahan (B)

C. Muatan Peminatan Kejuruan Kejuruan (C1, C2 dan C3)

  1. KIKD 2018 Konstruksi Gedung, Sanitasi dan Perawatan (4 tahun)
  2. KIKD SMK 2018 Konstruksi Jalan, Irigasi dan Jembatan (4 tahun)
  3. KIKD SMK 2018 Bisnis Konstruksi dan Properti
  4. KIKD SMK 2018 Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan
  5. KIKD SMK 2018 Teknik Geomatika
  6. KIKD SMK 2018 Informasi Geospasial (4 tahun)
  7. KIKD SMK 2018 Teknik Pembangkit Tenaga Listrik
  8. KIKD SMK 2018 Teknik Jaringan Tenaga Listrik
  9. KIKD SMK 2018 Teknik Instalasi Tenaga Listrik
  10. KIKD SMK 2018 Teknik Otomasi Industri (4 tahun)
  11. KIKD SMK 2018 Teknik Pendinginan dan Tata Udara
  12. KIKD SMK 2018 Teknik Tenaga Listrik (4 tahun)
  13. KIKD SMK 2018 Teknik Pemesinan
  14. KIKD SMK 2018 Teknik Pengelasan
  15. KIKD SMK 2018 Teknik Pengecoran Logam
  16. KIKD SMK 2018 Teknik Mekanik Industri
  17. KIKD SMK 2018 Teknik Perancangan dan Gambar Mesin
  18. KIKD SMK 2018 Teknik Fabrikasi Logam dan Manufaktur (4 tahun)
  19. KIKD SMK 2018 Airframe Power Plant
  20. KIKD SMK 2018 Aircraft Machining
  21. KIKD SMK 2018 Aircraft Sheet Metal Forming
  22. KIKD SMK 2018 Airframe Mechanic
  23. KIKD SMK 2018 Aircraft Electricity
  24. KIKD SMK 2018 Aviation Electronics
  25. KIKD SMK 2018 Electrical Avionics
  26. KIKD SMK 2018 Desain Grafika
  27. KIKD SMK 2018 Produksi Grafika
  28. KIKD SMK 2018 Teknik Instrumentasi Logam
  29. KIKD SMK 2018 Instrumentasi dan Otomatisasi Proses (4 tahun)
  30. KIKD SMK 2018 Teknik Pengendalian Produksi
  31. KIKD SMK 2018 Teknik Logistik
  32. KIKD SMK 2018 Teknik Pemintalan Serat Buatan
  33. KIKD SMK 2018 Teknik Pembuatan Benang (4 tahun)
  34. KIKD SMK 2018 Teknik Pembuatan Kain (4 tahun)
  35. KIKD SMK 2018 Teknik Penyempurnaan Tekstil (4 tahun)
  36. KIKD SMK 2018 Analisis Pengujian Laboratorium
  37. KIKD SMK 2018 Kimia Industri
  38. KIKD SMK 2018 Kimia Analisis (4 tahun)
  39. KIKD SMK 2018 Kimia Tekstil
  40. KIKD SMK 2018 Teknik Kendaraan Ringan Otomotif
  41. KIKD SMK 2018 Teknik dan Bisnis Sepeda Motor
  42. KIKD SMK 2018 Teknik Alat Berat
  43. KIKD SMK 2018 Teknik Bodi Otomotif
  44. KIKD SMK 2018 Teknik Ototronik
  45. KIKD SMK 2018 Teknik dan Manajemen Perawatan Otomotif (4 tahun)
  46. KIKD SMK 2018 Otomotif Daya dan Konversi Energi (4 tahun)
  47. KIKD SMK 2018 Teknik Konstruksi Kapal Baja
  48. KIKD SMK 2018 Konstruksi Kapal Non Baja
  49. KIKD SMK 2018 Teknik Pemesinan Kapal
  50. KIKD SMK 2018 Teknik Pengelasan Kapal
  51. KIKD SMK 2018 Teknik Kelistrikan Kapal
  52. KIKD SMK 2018 Desain dan Rancang Bangun Kapal
  53. KIKD SMK 2018 Interior Kapal
  54. KIKD SMK 2018 Teknik Audio Video
  55. KIKD SMK 2018 Teknik Elektronika Industri
  56. KIKD SMK 2018 Teknik Mekatronika (4 tahun)
  57. KIKD SMK 2018 Teknik Elektronika Daya dan Komunikasi (4 thaun)
  58. KIKD SMK 2018 Instrumentasi Medik (4 tahun)
  59. KIKD SMK 2018 Teknik Produksi Minyak dan Gas
  60. KIKD SMK 2018 Teknik Pemboran Minyak dan Gas
  61. KIKD SMK 2018 Teknik Pengolahan Minyak, Gas dan Petrokimia
  62. KIKD SMK 2018 Geologi Pertambangan (4 tahun)
  63. KIKD SMK 2018 Teknik Energi Surya, Hidro dan Angin
  64. KIKD SMK 2018 Teknik Energi Biomassa
  65. KIKD SMK 2018 Rekayasa Perangkat Lunak
  66. KIKD SMK 2018 Teknik Komputer dan Jaringan
  67. KIKD SMK 2018 Multimedia
  68. KIKD SMK 2018 Sistem Informatika, Jaringan dan Aplikasi (4 tahun)
  69. KIKD SMK 2018 Teknik Transmisi Telekomunikasi
  70. KIKD SMK 2018 Teknik Jaringan Akses Telekomunikasi
  71. KIKD SMK 2018 Asisten Keperawatan
  72. KIKD SMK 2018 Dental Asisten
  73. KIKD SMK 2018 Teknologi Laboratorium Medik
  74. KIKD SMK 2018 Farmasi Klinis Dan Komunitas
  75. KIKD SMK 2018 Farmasi Industri
  76. KIKD SMK 2018 Social Care/Keperawatan Sosial
  77. KIKD SMK 2018 Caregiver (4 tahun)
  78. KIKD SMK 2018 Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura
  79. KIKD SMK 2018 Agribisnis Tanaman Perkebunan
  80. KIKD SMK 2018 Pemuliaan dan Perbenihan Tanaman (4 tahun)
  81. KIKD SMK 2018 Lanskap dan Pertamanan
  82. KIKD SMK 2018 Produksi dan Pengelolaan Perkebunan (4 tahun)
  83. KIKD SMK 2018 Agribisnis Organik Ekologi (4 tahun)
  84. KIKD SMK 2018 Agribisnis Ternak Ruminansia
  85. KIKD SMK 2018 Agribisnis Ternak Unggas
  86. KIKD SMK 2018 Industri Peternakan (4 tahun)
  87. KIKD SMK 2018 Keperawatan Hewan
  88. KIKD SMK 2018 Kesehatan dan Reproduksi Hewan (4 tahun)
  89. KIKD SMK 2018 Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian
  90. KIKD SMK 2018 Pengawasan Mutu Hasil Pertanian
  91. KIKD SMK 2018 Agroindustri (4 tahun)
  92. KIKD SMK 2018 Alat Mesin Pertanian
  93. KIKD SMK 2018 Otomatisasi Pertanian (4 tahun)
  94. KIKD SMK 2018 Teknik Inventarisasi dan Pemetaan Hutan
  95. KIKD SMK 2018 Tehnik Konservasi Sumber Daya Hutan
  96. KIKD SMK 2018 Teknik Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan
  97. KIKD SMK 2018 Teknologi Produksi Hasil Hutan
  98. KIKD SMK 2018 Nautika Kapal Penangkap Ikan
  99. KIKD SMK 2018 Teknika Kapal Penangkap Ikan
  100. KIKD SMK 2018 Nautika Kapal Niaga
  101. KIKD SMK 2018 Teknika Kapal Niaga
  102. KIKD SMK 2018 Agribisnis Perikanan Air Tawar
  103. KIKD SMK 2018 Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut
  104. KIKD SMK 2018 Agribisnis Ikan Hias
  105. KIKD SMK 2018 Agribisnis Rumput Laut
  106. KIKD SMK 2018 Industri Perikanan Laut (4 tahun)
  107. KIKD SMK 2018 Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan
  108. KIKD SMK 2018 Bisnis Daring dan Pemasaran
  109. KIKD SMK 2018 Retail
  110. KIKD SMK 2018 Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran
  111. KIKD SMK 2018 Akuntansi dan Keuangan Lembaga
  112. KIKD SMK 2018 Perbankan dan Keuangan Mikro
  113. KIKD SMK 2018 Perbankan Syariah
  114. KIKD SMK 2018 Manajemen Logistik (4 tahun)
  115. KIKD SMK 2018 Usaha Perjalanan Wisata
  116. KIKD SMK 2018 Perhotelan
  117. KIKD SMK 2018 Wisata Bahari dan Ekowisata (4 tahun)
  118. KIKD SMK 2018 Hotel dan Restoran (4 tahun)
  119. KIKD SMK 2018 Tata Boga
  120. KIKD SMK 2018 Kecantikan Kulit dan Rambut
  121. KIKD SMK 2018 Spa dan Beauty Therapy (4 tahun)
  122. KIKD SMK 2018 Tata Busana
  123. KIKD SMK 2018 Desain Fesyen (4 tahun)
  124. KIKD SMK 2018 Seni Lukis
  125. KIKD SMK 2018 Seni Patung
  126. KIKD SMK 2018 Desain Komunikasi Visual
  127. KIKD SMK 2018 Desain Interior dan Teknik Furnitur (4 tahun)
  128. KIKD SMK 2018 Animasi
  129. KIKD SMK 2018 Kriya Kreatif Batik dan Tekstil
  130. KIKD SMK 2018 Kriya Kreatif Kulit dan Imitasi
  131. KIKD SMK 2018 Kriya Kreatif Keramik
  132. KIKD SMK 2018 Kriya Kreatif Logam dan Perhiasan
  133. KIKD SMK 2018 Kriya Kreatif Kayu Dan Rotan
  134. KIKD SMK 2018 Seni Musik Klasik
  135. KIKD SMK 2018 Seni Musik Populer
  136. KIKD SMK 2018 Seni Tari
  137. KIKD SMK 2018 Penataan Tari (4 tahun)
  138. KIKD SMK 2018 Seni Karawitan
  139. KIKD SMK 2018 Penataan Karawitan (4 tahun)
  140. KIKD SMK 2018 Seni Pedalangan
  141. KIKD SMK 2018 Pemeranan
  142. KIKD SMK 2018 Tata Artistik Teater
  143. KIKD SMK 2018 Produksi Dan Siaran Program Radio
  144. KIKD SMK 2018 Produksi dan Siaran Program Televisi
  145. KIKD SMK 2018 Produksi Film dan Program Televisi (4 tahun)
  146. KIKD SMK 2018 Produksi Film

 Sumber:

Peraturan Direktur Jenderal Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3)

Kata Kerja Operasional KKO

kata kerja operasional kko

Kata Kerja Operasional KKO

Kata Kerja Operasional KKO ialah kata yang menyatakan aktivitas. Kata Kerja Operasional KKO bagian teori taksonomi dalam pendidikan. Kata Kerja Operasional KKO digunakan untuk menyatakan dimensi proses pembelajaran dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran.

kata kerja operasional kko
kata kerja operasional kko

Kata Kerja Operasional KKO pada K2013 menggunakan Kata Kerja Operasional KKO Bloom-Anderson, Kata Kerja Operasional KKO Krathwohl, Kata Kerja Operasional KKO Simpson, Kata Kerja Operasional KKO Dave dan Kata Kerja Operasional KKO Dyers.

kata kerja operasional kko gtk kemdikbud 2019
kata kerja operasional kko gtk kemdikbud 2019

Kata Kerja Operasional KKO ini diperlukan untuk memahami kompetensi dasar, melakukan analisis dan pengembangan indikator pencapaian kompetensi, analisis dan pengembangan tujuan pembelajaran, analisis dan pengembangan kisi soal evaluasi. Dengan menggunakan kata kerja operasional, kemajuan proses pembelajaran sikap, pengetahuan dan keterampilan menjadi mudah diukur dan dievaluasi kemajuannya. Oleh karena itu, Kata Kerja Operasional KKO menjadi salah satu ‘alat utama’ pendidik dalam proses perencanaan pembelajaran.

Kata kerja operasional KKO KD Sikap Sosial Sptritual berdasar Taksonomi Bloom olahan Krathwohl

Kata Kerja Operasional KKO menjadi salah satu perlengkapan utama pendidik sejak pemberlakuan Kurikulum 2013 yang diterapkan untuk mengkaji kompetensi dasar, membuat indikator pencapaian kompetensi maupun tujuan pembelajaran. Pada Kurikulum 2013 kita memerlukan Kata Kerja Operasional KKO pengetahuan, Kata Kerja Operasional KKO keterampilan kongkret, Kata Kerja Operasional KKO keterampilan abstrak, Kata Kerja Operasional KKO sikap. Hal ini diperlukan pada saat melakukan analisis SKL KI KD dan analisis materi pembelajaran dalam rangka menyusun silabus dan RPP.
Kata Kerja Operasional KKO di atas mengikuti teori taksonomi yang diterapkan dalam Kurikulum 2013 yaitu Teori Taksonomi Bloom olahan Anderson untuk pengetahuan, Teori Taksonomi Simpson dan Dave untuk keterampilan konkret dan Teori Taksonomi Dyers untuk keterampilan abstrak serta Teori Taksonomi olahan Kratwhol untuk aspek sikap.

Kata Kerja Operasional KKO KD Sikap Spiritual-Sosial Taksonomi Krathwohl

Kata Kerja Operasional KKO selalu digunakan pada perencanaan pembelajaran. Kata Kerja Operasional KKO pada Kurikulum 2013 ranah sikap menggunakan taksonomi Krathwohl. Penggunaan Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran sikap spiritual maupun sikap sosial. Hal ini terutama diterapkan pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.

kata kerja operasional kko sikap
kata kerja operasional kko sikap

Deskripsi Dimensi Proses Acuan Kata Kerja Operasional KKO Sikap Spiritual-Sosial

Kata Kerja Operasional KKO yang akan kita gunakan untuk merepresentasikan aktifitas proses belajar sesungguhnya harus sesuai dan selaras dengan deskripsi dimensi prosesnya. Pengembangan sikap spiritual dan sikap sosial mengacu pada teori taksonomi Krathwohl.
Menurut teori taksonomi Krathwohl, yang dikutip dari modul Bimtek K2013 tentang Analisis SKL KI KD, kompetensi sikap peserta didik diperoleh melalui tahapan-tahapan (1) menerima (2) merespon (3) menghargai (4) mengorganisasikan (5) mengamalkan dengan isi deskripsi masing-masing tahapan adalah sebagai berikut:

Tingkatan Sikap Deskripsi
Menerima (accepting) nilai Kesediaan menerima suatu nilai dan memberikan perhatian terhadap nilai tersebut.
Menanggapi (responding) nilai Kesediaan menjawab suatu nilai dan ada rasa puas dalam membicarakan nilai tersebut.
Menghargai (valuing) nilai Menganggap nilai tersebut baik, menyukai nilai tersebut, dan komitmen terhadap nilai tersebut.
Menghayati (organizing/ internalizing) nilai Memasukkan nilai tersebut sebagai bagian dari sistem nilai dirinya.
Mengamalkan (characterizing/ actualizing) nilai Mengembangkan nilai tersebut sebagai ciri dirinya dalam berpikir, berkata, berkomunikasi, dan bertindak (karakter).
Daftar Kata Kerja Operasional KKO KD Sikap Spiritual-Sosial Taksonomi Krathwohl

Kata Kerja Operasional KKO yang termasuk dalam dimensi proses pembentukan sikap sosial dan sikap spiritual adalah sebagai berikut:

A1

A2

A3

A4

A5

menerimameresponmenghargaimengorganisasikankarakterisasi menurut nilai
mengikutimenyenangimengasumsikanmengubahmembiasakan
menganutmenyambutmeyakinkanmenatamengubah perilaku
mematuhimendukungmemperjelasmembangunberakhlak mulia
meminatimaporkanmenekankanmembentuk pendapatmelayani
 memilihmenyumbangmemadukanmembuktikan
 menampilkanmengimanimengelolamemecahkan
 menyetujui merembuk 
 mengatakan menegoisasi 
memilihmenjawabmengasumsikanmenganutmengubah prilaku
mempertanyakanmembantumeyakinimengubahberakhlak mulia
 mengajukanmelengkapimenatamempengaruhi
memberimengkompromikanmeyakinkanmengklasifikasikanmendengarkan
 menyenangimemperjelasmengkombinasikanmengkualifikasi
 menyambutmemprakarsaimempertahankanmelayani
 mendukungmengimanimembangunmenunjukkan
 mendukungmengundangmembentuk pendapatmembuktikan
 menyetujuimenggabungkanmemadukanmemecahkan
 menampilkanmemperjelasmengelola 
 melaporkanmengusulkanmenegosiasi 
 memilihmenekankanmerembuk 
 mengatakanmenyumbang  
 memilah   
 menolak   

Kata Kerja Operasional KKO KD Pengetahuan Taksonomi Bloom – Anderson

Kata Kerja Operasional KKO selalu digunakan pada perencanaan pembelajaran. Kata Kerja Operasional KKO KD pengetahuan Kurikulum 2013 mengacu pada taksonomi Bloom revisi Anderson. Penggunaan Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran.

kata kerja operasional kko bloom
kata kerja operasional kko bloom

Deskripsi Dimensi Proses Kata Kerja Operasional KKO Pengetahuan Taksonomi Bloom – Anderson

Kata Kerja Operasional KKO yang akan kita gunakan untuk merepresentasikan aktifitas proses belajar sesungguhnya bukanlah sekedar kata itu saja, namun harus pula cocok dengan deskripsi kemampuan yang direpresentasikannya. Jadi kita jangan hanya sekedar mencari kata itu saja namun harus sesuai pula dengan deskripsi masing-masing dimensi proses seperti yang dimaksud teori taksonomi terkait.

Menurut teori taksonomi Bloom olahan Anderson , pengetahuan diperoleh melalui tingkatan-tingkatan (1) mengingat (2) memahami (3) menerapkan (4) menganalisis (5) mengevaluasi dan (6) mengreasi.

Mengingat (C1) ialah kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, metodologi, prinsip dasar, dan informasi yang telah diterima sebelummya.
Memahami (C2) ialah kemampuan untuk memahami makna, menjelaskan dan menyatakan kembali gagasan.
Menerapkan (C3) ialah kemampuan untuk menggunakan materi yang sudah dipelajari dalam situasi baru.
Menganalisa (C4) ialah kemampuan untuk memisahkan materi menjadi komponen-komponen dan menunjukkan hubungan antara bagian-bagian tersebut.
Mengevaluasi (C5) ialah kemampuan menilai nilai material terhadap kriteria yang ada.
Mengreasi (C6) ialah kemampuan mengumpulkan gagasan terpisah untuk membentuk keseluruhan baru, membangun hubungan baru.

Daftar Kata Kerja Operasional KKO Pengetahuan Taksonomi Bloom olahan Anderson (2001)

Mengingat (C1)

Memahami
(C2)

Menerapkan (C3)

Menganalisa (C4)

Mengevaluasi (C5)

Mengkreasi (C6)

mendefinisikanmemilihmenerapkanmenganalisamempertimbangkanmenyusun
mengidentifikasimengulas contohmendemonstrasikanmenilaimengujimerangkai
mendaftar memerankanmengkalkulasimemutuskanmengumpulkan
menamaimendemonstrasikan fungsi darimempekerjakanmenggolongkanMembandingkan terhadap kriteriamenyampur
mengingat kembali menggeneralisasimembandingkanmengkritisimengonstruksi
mengenalimenjelaskanmengilustrasikanmenyimpulkanmengestimasimembuat
merekammenentukanmenginterpretasikanmengurai perbedaanmengevaluasimendesain
mengaitkanmembedakan antaramengoperasikanmengkorelasikanmenghakimimengembangkan
mengulang mengontrolmengkritisimengukurmemformulasikan
menggaris bawahimembedakanmelatihkanMenarik kesimpulanmengukur tingkatanmengelola
Referencesmendiskusikanmenghubungkanmemperdebatkanmerevisimemodifikasi
 menjelaskanmengacarakanmendeteksimenyekormengorganisasikan
 mengekspresikanmembelanjakanmemutuskanmemilih sesuai kriteriamerencanakan
 menjelaskan dengan kalimat sendirimenggunakanmengembangkanmenguatkanmenyiapkan
  memfungsikanmendiagramkanmenilaimemproduksi
 mengidentifikasimenginisiasikanmengurai perbedaan-perbedaanmengetesmengusulkan
 menginterprestasikanmemprakarsaimembedakan memprediksi
 menemukan lokasimengajukanmenggambarkan merekonstruksi
 Pickmemulaimenyimpulkan mempersiapkan
 melaporkanmemulakanmengestimasi mempersatukan
 menyatakan kembali mengevaluasi mengatur
 mereview mengeksplore merancang
 mengenali melakukan eksperimen  
 memilih Mengidentifikasi rinci  
 menceritakan mengambil kesimpulan  
 menerjemahkan menginspeksi  
 merespon menginventarisir  
 melakukan latihan meperkirakan  
 menyimulasikan mempertanyakan  
   mengaitkan  
   menyelesaikan  
   mengetes  
   mendiagnosa  
      

Kata Kerja Operasional KKO Keterampilan Konkret Taksonomi Simpson

Kata Kerja Operasional KKO keterampilan konkret merujuk pada taksonomi Simpson dan Dave. Penggunaan Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran.

kata kerja operasional kko konkret simpson
kata kerja operasional kko

Deskripsi Dimensi Proses Kata Kerja Operasional KKO Keterampilan Konkret Taksonomi Simpson

Kata Kerja Operasional KKO yang akan kita gunakan untuk merepresentasikan aktifitas proses belajar sesungguhnya bukanlah sekedar kata itu saja, namun harus pula cocok dengan deskripsi kemampuan yang direpresentasikannya. Seringkali kita mendapati suatu kata terdaftar dalam satu atau lebih dimensi proses pengetahuan maupun keterampilan. Oleh karena itu kita jangan hanya sekedar mencari kata itu saja namun harus pula diverifikasi dengan deskripsi masing-masing dimensi proses seperti yang dimaksud teori taksonomi terkait.
Menurut teori taksonomi Simpson , keterampilan diperoleh melalui tingkatan-tingkatan (P1) Persepsi, kesiapan, meniru (P2) membiasakan gerakan (mechanism) (P3) mahir (complex or overt response) (P4) menjadi gerakan alami (adaptation) (P5) menjadi tindakan orisinal (origination). Adapun deskripsi masing-masing tahapan adalah sebagai berikut:

No

Tingkat Taksonomi Simpson

Uraian

1.

Persepsi

 

Kesiapan

Meniru

Menunjukkan perhatian untuk melakukan suatu gerakan.

 

Menunjukkan kesiapan mental dan fisik untuk melakukan suatu gerakan.

Meniru gerakan secara terbimbing.

2.

Membiasakan gerakan    (mechanism)Melakukan gerakan mekanistik.

3.

Mahir (complex or overt response)Melakukan gerakan kompleks dan termodifikasi.

4.

Menjadi gerakan alami (adaptation)Menjadi gerakan alami yang diciptakan sendiri atas dasar gerakan yang sudah dikuasai sebelumnya.

5.

Menjadi tindakan orisinal (origination)Menjadi gerakan baru yang orisinal dan sukar ditiru oleh orang lain dan menjadi ciri khasnya.

Daftar Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Simpson

Persepsi, kesiapan, meniru
(P1)

Membiasakan gerakan (mekanisme)
(P2)

Menjadi Mahir (kompleks & termodifikasi)
(P3)

Menjadi gerakan alami (adaptasi)
(P4)

Menjadi
Tindakan
Orisinil ybs.
(P5)

menirumembuatmengoordinasikanmengaturmerancang
menyalinmelakukanmemasangmengintegrasikanmemformulasikan
mengikutimembentukmendemonstrasikanmenyelesaikanmemodifikasi
mencobamelengkapi  mendesain ulang
    menemukan kerusakan (trouble-shoot)

Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Dave

Kata Kerja Operasional KKO selalu digunakan pada perencanaan pembelajaran. Kata Kerja Operasional KKO yang digunakan Kurikulum 2013 berasal dari taksonomi Bloom revisi Anderson. Penggunaan Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran.

kata kerja operasional kko
kata kerja operasional kko konkret dave

Kata kerja operasional KKO KD Keterampilan konkret berdasar Taksonomi Dave

Deskripsi Dimensi Proses Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Dave

Kata Kerja Operasional KKO yang akan kita gunakan untuk merepresentasikan aktifitas proses belajar sesungguhnya bukanlah sekedar kata itu saja, namun harus pula cocok dengan deskripsi kemampuan yang direpresentasikannya. Jadi kita jangan hanya sekedar mencari kata itu saja namun harus sesuai pula dengan deskripsi masing-masing dimensi proses seperti yang dimaksud teori taksonomi terkait.
Menurut teori taksonomi Dave , keterampilan diperoleh melalui tingkatan-tingkatan (1) imitasi (2) manipulasi (3) presisi (4) artikulasi (5) naturalisasi.
Deskripsi Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Dave

Deskripsi Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Dave

No

Tingkatan Taksonomi Dave

Uraian

1.

ImitasiMeniru kegiatan yang telah didemonstrasikan atau dijelaskan, meliputi tahap coba-coba hingga mencapai respon yang tepat.

2.

ManipulasiMelakukan suatu pekerjaan dengan sedikit percaya dan kemampuan melalui perintah dan berlatih.

3.

PresisiMelakukan suatu tugas atau aktivitas dengan keahlian dan kualitas yang tinggi dengan unjuk kerja yang cepat, halus, dan akurat serta efisien tanpa bantuan atau instruksi.

4.

ArtikulasiKeterampilan berkembang dengan baik sehingga seseorang dapat mengubah pola gerakan sesuai dengan persyaratan khusus untuk dapat digunakan mengatasi situasi problem yang tidak sesuai SOP.

5.

NaturalisasiMelakukan unjuk kerja level tinggi secara alamiah, tanpa perlu berpikir lama dengan mengkreasi langkah kerja baru.

Daftar Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Dave

Imitasi (P1)

Manipulasi (P2)

Presisi (P3)

Artikulasi (P4)

Naturalisasi (P5)

menirukanmembuat kembalimendemonstrasikanmengonstruksimendesain
mengikutimembangunmelengkapimenyelesaikanmenspesifikasikan
mereplikasimelakukanmemperagakanmengombinasikanmengelola
mengulangmengeksekusimenyempurnakanmengkoordinasikanmenemukan
adheremengimplementasikanmengkalibrasimengintegrasikanmengelola proyek
  mengendalikanmengadaptasikanmenciptakan
   mengontrolmengembangkan 
   memformulasikan 
   memodifikasi 
   menguasai 

Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Abstrak Taksonomi Dyers

Kata Kerja Operasional KKO keterampilan abstrak digunakan pada perencanaan pembelajaran. Kata Kerja Operasional KKO ini merujuk pada taksonomi Dyers. Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran. Otomatis juga memberi penjaminan mutu pendidikan.

kata kerja operasional kko
kata kerja operasional kko dyers

Deskripsi Dimensi Proses Kata Kerja Operasional KKO Keterampilan Abstrak Taksonomi Dyers

Kata Kerja Operasional KKO pada KI KD sering merepresentasikan aktifitas proses belajar yang tidak tampak atau bersifat abstrak.
Deskripsi keterampilan abstrak pada Kurikulum 2013 ditata sebagai berikut:

Kemampuan Belajar

Deskripsi

MengamatiPerhatian pada waktu mengamati suatu objek/ membaca suatu tulisan/mendengar suatu penjelasan, catatan yang dibuat tentang yang diamati, kesabaran, waktu (on task) yang digunakan untuk mengamati.
MenanyaJenis, kualitas, dan jumlah pertanyaan yang diajukan peserta didik (pertanyaan faktual, konseptual, operasional, dan hipotetik).
Mengumpulkan informasi / mencoba mengolahJumlah dan kualitas sumber yang dikaji/digunakan, kelengkapan informasi, validitas informasi yang dikumpulkan, dan instrumen/alat yang digunakan untuk mengumpulkan data.
Menalar/ mengasosiasi/ mengolah informasiMengembangkan interpretasi, argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan informasi dari dua fakta/konsep, interpretasi argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan lebih dari dua fakta/konsep/teori, mensintesis dan argumentasi serta kesimpulan keterkaitan antar berbagai jenis fakta-fakta/konsep/teori/pendapat; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi, dan kesimpulan yang menunjukkan hubungan fakta/konsep/teori dari dua sumber atau lebih yang tidak bertentangan; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi dan kesimpulan dari konsep/teori/pendapat yang berbeda dari berbagai jenis sumber.
Mengomunikasikan/ menyajiMenyajikan hasil kajian (dari mengamati sampai menalar) dalam bentuk tulisan, grafis, media elektronik, multi media dan lain-lain.
Mencipta (creating)Menghasilkan ide-ide, rancangan dan atau keputusan-keputusan baru.

Kata kerja operasional KKO Sikap – GTK Kemdikbud

Kata kerja operasional KKO Sikap – GTK Kemdikbud ialah daftar kata kerja operasional (KKO) yang tercantum dalam buku yang dirilis Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2018 yang berjudul Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi.

kko - kata kerja operasional sikap
kko – kata kerja operasional sikap

Kata kerja operasional KKO Pengetahuan – GTK Kemdikbud

kko - kata kerja operasional pengetahuan
kko – kata kerja operasional pengetahuan

Kata kerja operasional KKO Keterampilan – GTK Kemdikbud

kko - kata kerja operasional keterampilan
kko – kata kerja operasional keterampilan

Dengan daftar kata kerja operasional KKO sikap, pengetahuan dan keterampilan psikomotor – GTK kemdikbud diharapkan para pendidik mempunyai keseragaman interpretasi KD-KD khususnya dalam KI KD SMK Terbaru tahun 2018 sehingga mutu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan implementasinya semakin meningkat.

Memilih Kata kerja operasional KKO untuk Indikator / IPK dan Tujuan Pembelajaran

Kata kerja operasional KKO memang digunakan untuk menuliskan Indikator Pencapaian Kompetensi / IPK maupun Tujuan Pembelajaran. Bagaimana kiat kita memilih kata kerja operasional yang tepat? Jawaban pertanyaan ini sejujurnya belum pernah admin temukan pada buku-buku (kurang baca kayaknya) namun lebih pada pemaknaan dari kompetensi dasar yang bersangkutan terkait level/dimensi proses kognitif kompetensi dasar, jenis pengetahuan pada kompetensi dasar dan deskripsi indikator pencapaian kompetensi. Jadi hampir tidak bisa dipastikan ‘daftar tetap’ kata kerja operasional untuk suatu kompetensi dasar, namun ada beberapa kata kerja operasional yang bisa sering terpakai

dimensi proses mengidentifikasi

Mengidentifikasi beberapa kali admin temukan pada KD mapel tertentu khususnya sebelum revisi. Mengidentifikasi termasuk dalam dimensi proses kognitif C1 (mengingat) … lihat daftar kata kerja operasional Puspendik Kemdikbud tahun 2017.

deskripsi dimensi proses C1 mengingat adalah Mengambil pengetahuan dari memori jangka panjang.

Dalam dimensi proses ini kita hanya meminta siswa ingat atau mengambil ingatan dari memori jangka panjangnya dan tidak melakukan apa-apa.

Kata kerja operasional yang dipakai menyebutkan, menunjukkan, memilih, mengidentifikasi, mengungkapkan  kembali, menuliskan kembali, menyebutkan kembali.

dimensi proses memahami

Memahami C2 adalah dimensi proses yang meminta siswa Mengkonstruk makna dari materi pembelajaran, termasuk apa yang diucapkan, ditulis, dan digambar oleh guru.

Kata kerja operasional yang bisa dipakai meliputi menafsirkan, memparafrasekan, mengungkapkan dengan kata-kata sendiri, mencontohkan, memberi contoh, mengklasifikasikan, mengkelompok-kelompokkan, mengidentifikasi berdasarkan kategori tertentu, merangkum, meringkas, membuat ikhtisar, menyimpulkan, mengambil kesimpulan,
membandingkan, membedakan, menjelaskan, menguraikan, mendeskripsikan, menuliskan, mencontohkan, memberi contoh, merangkum, meringkas, membuat ikhtisar, menyimpulkan, mengambil kesimpulan, membandingkan, membedakan, menjelaskan, menguraikan, mendeskripsikan, menuliskan.

Kata kerja operasional yang mana bisa kita gunakan untuk membuat IPK ? Tentu saja kata kerja yang sesuai dengan jenis pengetahuan yang diminta pada KD yang akan dipelajari. Dan tentu saja jenis kata yang bisa dipakai bervariasi bergantung materi pembelajaran atau jenis pengetahuan rincian dalam KD tersebut

Demikianlah diskusi sekitar Kata Kerja Operasional KKO Sikap, KKO Pengetahuan dan KKO Keterampilan … semoga bermanfaat …

Sumber:

  1. Modul Bimtek Implementasi K2013, Kemdikbud, 2018
  2. https://www.apu.edu/live_data/files/333/blooms_taxonomy_action_verbs.pdf
  3. http://www.businessballs.com/bloomstaxonomyoflearningdomains.htm
  4. Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi, 2018 GTK Kemdikkbud.

Keterampilan Konkret – Keterampilan Abstrak

Keterampilan Konkret – Keterampilan Abstrak

Keterampilan konkret dan keterampilan abstrak merupakan kompetensi inti keterampilan K2013. Keterampilan konkret dan keterampilan abstrak masih membingungkan sebagian guru. Bagaimana sesungguhnya keterampilan konkret dan keterampilan abstrak ini? Bagaimana mengidentifikasinya? Jika sudah teridentifikasi bagaimana menentukan gradasinya? Mari kita diskusikan …

keterampilan konkret keterampilan abstrak
keterampilan konkret keterampilan abstrak

Pengertian Keterampilan Konkret dan Keterampilan Abstrak

Arti konkret / kongkrit / konkrit menurut https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/konkret ialah nyata; benar-benar ada (berwujud, dapat dilihat, diraba, dan sebagainya). Kata kongkret, kongkrit atau konkrit merupakan bentuk tidak baku dari konkret. Pada kamus yang sama, arti kata abstrak adalah tidak berwujud; tidak berbentuk;

Keterampilan konkret dapat diartikan sebagai keterampilan yang nyata dan dapat dilihat, dapat diraba, dapat didengar. Selain itu, keterampilan konkret juga seringkali memerlukan penggunaan peralatan untuk melakukan keterampilan yang dinyatakan itu.

Keterampilan abstrak dapat diartikan sebagai keterampilan yang tidak nyata dan tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, tidak dapat didengar. Selain itu, keterampilan abstrak juga tidak memerlukan penggunaan peralatan untuk melakukan keterampilan yang dinyatakan itu.

Keterampilan konkret dan keterampilan abstrak lebih lanjut dinyatakan bahwa keterampilan abstrak lebih bersifat mental skill, yang cenderung merujuk pada keterampilan menyaji, mengolah, menalar, dan  mencipta  dengan  dominan  pada  kemampuan  mental  keterampilan berpikir. Sedangkan keterampilan konkret lebih bersifat fisik motorik yang cenderung   merujuk   pada   kemampuan   menggunakan   alat,   dimulai   dari persepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerakan mahir, menjadi gerakan alami, menjadi tindakan orisinal. (sumber: Modul Pelatihan Kutikulum 2013

Gradasi Keterampilan Konkret dan Keterampilan Abstrak

Keterampilan Konkret dan Keterampilan Abstrak pada Kurikulum 2013 menerapkan gradasi dan atau taksonomi yang berbeda.

Keterampilan Abstrak

Keterampilan abstrak menurut Dyers memiliki gradasi yang ditata sebagai berikut: (1) mengamati (observing); (2) menanya (questioning); (3) mencoba (experimenting); (4) menalar (associating); (5) menyaji (communicating); dan (6) mencipta (creating)

Gradasi dan deskripsi keterampilan abstrak adalah sebagai berikut:

Keterampilan Abstrak

Kemampuan BelajarDeskripsi
MengamatiPerhatian pada waktu mengamati suatu objek/ membaca suatu tulisan/mendengar suatu penjelasan, catatan yang dibuat tentang yang diamati, kesabaran, waktu (on task) yang digunakan untuk mengamati.
MenanyaJenis, kualitas, dan jumlah pertanyaan yang diajukan peserta didik (pertanyaan faktual, konseptual, operasional, dan hipotetik).
Mengumpulkan informasi/ mencoba mengolahJumlah dan kualitas sumber yang dikaji/digunakan, kelengkapan informasi, validitas informasi yang dikumpulkan, dan instrumen/alat yang digunakan untuk mengumpulkan data.

Menalar/ mengasosiasi/ mengolah informasi

Mengembangkan interpretasi, argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan informasi dari dua fakta/konsep, interpretasi argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan lebih dari dua fakta/konsep/teori, mensintesis dan argumentasi serta kesimpulan keterkaitan antar berbagai jenis fakta-fakta/konsep/teori/pendapat; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi, dan kesimpulan yang menunjukkan hubungan fakta/konsep/teori dari dua sumber atau lebih yang tidak bertentangan; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi dan kesimpulan dari konsep/teori/pendapat yang berbeda dari berbagai jenis sumber.
Mengomunikasikan / menyajiMenyajikan hasil kajian (dari mengamati sampai menalar) dalam bentuk tulisan, grafis, media elektronik, multi media dan lain-lain.
Mencipta (creating)Menghasilkan ide-ide, rancangan dan atau keputusan-keputusan baru.
  

(Sumber: Olahan Dyers dari modul Bimtek K2013)

Keterampilan Konkret

Keterampilan konkret menggunakan gradasi olahan Simpson dan Dave yang ditata seperti tampak pada tabel di bawah.

KETERAMPILAN KONKRET

NO

Tingkatan Taksonomi

Uraian
Tingkatan Taksonomi
Uraian
 

 

1.

· Persepsi

 

· Kesiapan

· Meniru

· Menunjukkan perhatian untuk melakukan suatu gerakan.

 

· Menunjukkan kesiapan mental dan fisik untuk melakukan suatu gerakan.

· Meniru gerakan secara terbimbing.

ImitasiMeniru kegiatan yang telah didemonstrasikan atau dijelaskan, meliputi tahap coba-coba hingga mencapai respon yang tepat.
 2.Membiasakan gerakan (mechanism)Melakukan gerakan mekanistik.ManipulasiMelakukan suatu pekerjaan dengan sedikit percaya dan kemampuan melalui perintah dan berlatih.
 

 

3

Mahir(complex or overt response)Melakukan gerakan kompleks dan termodifikasiPresisiMelakukan suatu tugas atau aktivitas dengan keahlian dan kualitas yang tinggi dengan unjuk kerja yang cepat, halus, dan akurat serta efisien tanpa bantuan atau instruksi.
4Menjadi gerakan alami (adaptation)Menjadi gerakan alami yang diciptakan sendiri atas dasar gerakan yang
sudah dikuasai sebelumnya.
ArtikulasiKeterampilan berkembang dengan baik sehingga seseorang dapat mengubah pola gerakan sesuai dengan persyaratan khusus untuk dapat digunakan mengatasi situasi problem yang tidak sesuai SOP.
5Menjadi tindakan orisinal (origination)Menjadi gerakan baru yang orisinal dan sukar ditiru oleh orang lain dan menjadi ciri khasnya.NaturalisasiMelakukan unjuk kerja level tinggi secara alamiah, tanpa perlu berpikir lama dengan mengkreasi langkah kerja baru.

Keterampilan kongkret / kongkrit / konkrit

Keterampilan kongkret / kongkrit / konkrit adalah penulisan tidak baku dari keterampilan konkret. Maksud dari keterampilan kongkret / kongkrit / konkrit adalah sama dengan keterampilan konkret. Silahkan kembali ke atas …

Contoh telaah keterampilan konkret dan keterampilan abstrak

Keterampilan konkret atau keterampilan abstrak pada kompetensi dasar Kurikulum 2013 harus kita identifikasi dan tentukan. Marilah kita coba menelaah KD keterampilan berikut :

Contoh 1

4.1 Mendemonstrasikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA, dalam bentuk poster dan kondisi riil di bengkel.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA, dalam bentuk poster dan kondisi riil di bengkel dilakukan dengan menggunakan peralatan dan perlengkapan tertentu yang sesuai. Jelas keterampilan ini mengunakan peralatan … karena itu dikategorikan keterampilan konkret.

Contoh 2

4.8 Mengelompokkan sistem kemagnetan berdasarkan prinsip rangkaian DC dan rangkaian AC

Mengelompokkan sistem kemagnetan berdasarkan prinsip rangkaian DC dan rangkaian AC termasuk pada gradasi menalar / mengasosiasi yaitu keterampilan abstrak. Keterampilan ini proses eksekusinya ada di dalam nalar kita, tidak tampak, tidak bisa dilihat, tidak juga menggunakan peralatan.

Contoh 3

4.11 Mengolah informasi tentang pekembangan kehidupan politik dan ekonomi Bangsa Indonesia pada masa Orde baru sampai dengan awal Reformasi, serta peranan mahasiswa dan pemuda dalam perubahan politik dan ketatanegaraan Indonesia

Mengolah informasi jelas menunjukkan bahwa keterampilan pada KD 4.11 di atas adalah keterampilan abstrak.

Sementara demikian dulu diskusi kita Keterampilan Konkret dan Keterampilan Abstrak … insyaAllah kita lengkapi lagi …

Sumber:

  1. Modul Bimtek Implementasi K2013 tahun 2018, Kemdikbud. 

Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif

pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif

,. Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif memandu guru menemukan materi pembelajaran. Mari kita diskusikan dimensi-dimensi pengetahuan ini …

pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif
pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif dan dimensi proses kognitif

Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif ada di dalam setiap mata pelajaran di SD, SMP, SMA maupun SMK dan pada mata kuliah di perguruan tinggi. Karena itu rekan-rekan pendidik pada mata pelajaran apapun perlu dan harus mampu mengenali dimensi pengetahuan yang tersirat di dalam kompetensi – kompetensi dasar. Pada berbagai kesempatan workshop, in house training maupun bimbingan teknis kami masih menemukan banyak rekan yang belum memahami dimensi-dimensi pengetahuan pada mata pelajaran yang di ampunya.

Manfaat Mengenali Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif

Mengenali dengan baik dimensi-dimensi pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif merupakan perwujudan kompetensi profesional masing-masing guru. Setiap kita yang telah diberi amanat sebagai guru sudah sewajarnya dan menjadi keharusan memiliki kemampuan mengenali, memahami, memilah dimensi pengetahuan dalam setiap KD pada mata pelajaran kita. Justru ketika kita tidak mampu  mengenali, memahami, memilah dimensi pengetahuan ini di setiap KD pada mata pelajaran kita menjadi wajar jika masyarakat mempertanyakan profesionalitas kita sebagai pendidik.

Manfaat utama mengenali dengan baik Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif ialah memudahkan kita mendeskripsikan materi pembelajaran sesuai kompetensi dasar / KD yang dipelajari. Linier dengan hal tersebut, kemampuan guru mendiskripsikan dimensi pengetahuan juga mendukung dan memudahkan guru membuat indikator pencapaian kompetensi, membuat tujuan pembelajaran. Mari kita kenali lebih dekat tentang dimensi pengetahuan pada KD kita masing-masing.

Pengetahuan Faktual

Pengetahuan  faktual ialah pengetahuan tentang fakta-fakta yang detail, spesifik dan elementer. Harap rekan-rekan baca dan diresapi … fakta-fakta yang detailspesifikelementer. Semua hal yang bisa ditangkap dengan panca indera adalah fakta-fakta namun biasanya kita tidak menyebutkannya secara detail, spesifik dan elementer. Seringkali kita menyebutkannya secara singkat saja dengan berprinsip asal yang diajak bicara sudah faham maksudnya.

pengetahuan faktual
pengetahuan faktual

Benda-benda dalam gambar di atas beserta deskripsinya itulah manifestasi dari pengetahuan faktual dalam contoh ini.

Contoh pengetahuan faktual

Pengetahuan faktual bisa berupa kejadian atau peristiwa yang dapat dilihat, didengar, dibaca, atau diraba. Bagaimana atau seperti apa contohnya pengetahuan faktual itu?

Coba rekan-rekan menoleh ke kanan. Apa saja yang terlihat? Coba ceritakan yang tampak oleh anda dengan rinci, detail. Itulah salah satu contoh pengetahuan faktual … detail, spesifik dan elementer.

Pengetahuan faktual juga saya ilustrasikan pada gambar di atas. Periksalah dengan teliti gambar spidol pada no 1 dan 2 di atas, deskripsikan dengan detil dan spesifik. Bandingkan dengan deskripsi yang saya buat !

Contoh lain pengetahuan faktual, cobalah rekan-rekan menyalakan sepeda motor. Setelah mesin sepeda motor menyala, dengarkan suaranya dengan cermat. Bagaimana suara mesin sepeda motor tersebut?

Pengetahuan Konseptual

Pengetahuan konseptual merupakan pengetahuan berbentuk klasifikasi, kategori, prinsip dan generalisasi.

pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif
pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif pensil

Berdasarkan gambar di atas, dapatkah rekan-rekan menemukan Pengetahuan Faktual, pengetahuan Konseptual, pengetahuan Prosedural / Operasional Dasar dan pengetahuan Metakognitif?

pengetahuan konseptual
pengetahuan konseptual

Contoh Pengetahuan Konseptual

Contohnya fungsi kunci kontak pada mesin mobil, prinsip kerja starter, prinsip kerja lampu, prinsip kerja rem. Contoh lain: pengertian arsip dan dokumen, fungsi arsip dan dokumen.

Pengetahuan Prosedural / Operasional Dasar

Pengetahuan prosedural merupakan pengetahuan bagaimana melakukan sesuatu termasuk pengetahuan keterampilan, algoritma (urutan langkah- langkah logis pada penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis), teknik, dan metoda seperti langkah-langkah membongkar mesin, langkah- langkah mengganti lampu, langkah-langkah mengganti sepatu rem.

Contoh Pengetahuan Prosedural / Operasional Dasar

Contoh lain: Langkah-langkah menyusun arsip sistem alphabet dan geografik.

Berdasarkan gambar pensil, ballpoint, spidol di atas … dapatkah rekan-rekan menunjukkan pengetahuan prosedural / operasional dasar nya?

Pengetahuan Metakognitif

Pengetahuan metakognitif yaitu pengetahuan tentang kognisi (mengetahui dan memahami) yang merupakan tindakan atas dasar suatu pemahaman meliputi kesadaran dan pengendalian berpikir, serta penetapan keputusan tentang   sesuatu.

Flavell mendefinisikan metakognisi / metakognitif sebagai pengetahuan tentang kognisi dan kontrol kognisi. Sebagai contoh, seseorang terlibat dalam metakognisi (sifatnya pengetahuan metakognitif ) jika ia menyadari bahwa ia mengalami lebih banyak kesulitan dalam mempelajari A daripada B, atau jika itu menyerangnya ia harus mengecek ulang C sebelum menerimanya sebagai fakta. J. H. Flavell (1976, hal. 232) (https://en.wikipedia.org/wiki/Metacognition, diakses 05 Agustus 2018 pada jam 20:40 Wita).

Metakognisi juga melibatkan pemikiran tentang proses berpikir sendiri seperti keterampilan belajar, kemampuan ingatan, dan kemampuan untuk memantau pembelajaran. Konsep ini perlu secara eksplisit diajarkan bersama dengan instruksi konten. Pengetahuan metakognitif adalah tentang proses kognitif seseorang dan pemahaman tentang bagaimana mengatur proses-proses tersebut untuk memaksimalkan

pengetahuan metakognitif
pengetahuan metakognitif

pembelajaran. (https://en.wikipedia.org/wiki/Metacognition, diakses 05 Agustus 2018 pada jam 20:40 Wita).

Contoh Pengetahuan Metakognitif

Sebagai   contoh   memperbaiki   mesin   yang   rusak, membuat instalasi kelistrikan lampu, mengapa terjadi rem blong. Contoh lain: Apa yang terjadi jika penyimpanan arsip tidak tepat?

Berdasarkan gambar pensil, ballpoint, spidol di atas … dapatkah rekan-rekan menunjukkan pengetahuan metakognitif  nya?

Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif dalam Kompetensi Dasar KD

Contoh pada KD Mapel Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

3.1 Menerapkan teknik dasar salah satu aktifitas olahraga permainan bola besar untuk menghasilkan koordinasi gerak yang baik

4.1 Mempraktikan teknik dasar salah satu aktifitas olahraga permainan bola besar untuk menghasilkan koordinasi gerak yang baik

Pengetahuan Faktual Olahraga permainan bola besar (volly)

  • bola volly merk Molten warna putih garis biru no registrasi 123454321
  • net / jaring olah raga volly merk AAA, warna biru dongker, tali nilon
  • lapangan volly SMK Putra Utama Banjarmasin

Pengetahuan Konseptual Olahraga permainan bola besar (volly)

  • macam-macam teknik servis
  • peraturan permainan volly
  • macam-macam teknik smash

Pengetahuan Prosedural Olahraga permainan bola besar (volly)

  • cara melakukan servis bola bawah
  • cara melakukan servis bola atas
  • cara melakukan pukulan quick smash
  • cara menerima pukulan servis

Pengetahuan Metakognitif Olahraga permainan bola besar (volly)

  • melakukan permainan menyerang sesuai situasi permainan
  • melakukan permainan bertahan dari serangan lawan sesuai situasi permainan

Nah … ini sekedar contoh yang masih perlu didiskusikan bersama rekan-rekan ahlinya … bagi admin … contoh itu hanya kenangan permainan masa muda … mungkin banyak yang tidak pas … karena itu sambil dinanti pembahasan rekan-rekan ahli olahraga …

Demikianlah diskusi Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif … bagaimana sharing rekan-rekan?

Baca juga …

membuat soal hots
discovery learning

Struktur Kurikulum SMK 2018

struktur kurikulum smk 2018

Struktur Kurikulum SMK 2018 telah ditetapkan. Struktur Kurikulum SMK 2018 yang menjadi acuan dalam penyelenggaraan pembelajaran di SMK/ MAK kembali disempurnakan. Struktur Kurikulum SMK 2018 ditetapkan dengan Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor: 07/D.D5/Kk/2018 Tentang Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/ Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).

Apa Dasar Pertimbangan Penetapan Struktur Kurikulum SMK 2018?

Struktur Kurikulum SMK 2018 ditetapkan dan diterbitkan dengan dasar pertimbangan logis:

Pertama, bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 SMK/MAK penetapan jenis program pendidikan pada Sekolah Menengah Kejuruan / Madrasah Aliyah Kejuruan dalam bentuk bidang / program / kompetensi keahlian mempertimbangkan Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan yang diatur oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;

Kedua, bahwa telah ditetapkan Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 06/D.D5/KK/2018 tentang Spektrum Keahlian SMK/MAK yang berakibat pada perubahan Struktur Kurikulum SMK/MAK yang saat ini berlaku;

Ketiga, bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud di atas, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah tentang Struktur Kurikulum SMK/MAK;

Peraturan yang Mendasari

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586) sebagaimana
telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 4496) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5105) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5157);

5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia;

6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2014 tentang Pedoman Pendirian, Perubahan, dan Penutupan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;

7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2014 tentang Kurikulum
2013 SMK/MAK;

8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1868);

9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 953);
10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 21 tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan
Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 954);

11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan
Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 955);

12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 897);

13. Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 06/D.D5/KK/2018 2018 Tahun 2018 tentang Spektrum Keahlian SMK/MAK.

Isi Penetapan Pemberlakuan Struktur Kurikulum

KESATU : bahwa Struktur Kurikulum SMK 2018 memuat Muatan Nasional, Muatan Kewilayahan, dan Muatan Peminatan Kejuruan yang terdiri atas Dasar Bidang Keahlian, Dasar Program Keahlian, dan Kompetensi Keahlian serta alokasi waktu untuk tiap mata pelajaran sebagaimana pada lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari peraturan ini.
KEDUA : bahwa Struktur Kurikulum sebagaimana dimaksud merupakan acuan dalam penyelenggaraan pembelajaran di SMK / MAK;
KETIGA : SK Penetapan ini mengatur bahwa, Perangkat pembelajaran lainnya yang meliputi antara lain:
1. Kompetensi Dasar tiap mata pelajaran;
2. Contoh Silabus;
3. Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP); dan
4. Kelompok kompetensi yang dapat dilakukan sertifikasi kompetensi; akan diatur oleh Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

KEEMPAT : Dengan ditetapkannya peraturan ini maka keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 130/D/KEP/KR/2017 tentang Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah Kejuruan dinyatakan tidak berlaku.
KELIMA : Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Perubahan dalam Struktur Kurikulum BARU

Struktur Kurikulum SMK 2018 yang telah ditetapkan pemberlakuannya membawa beberapa perubahan (sejauh pengamatan admin) antara lain :

  1. Pengurangan jumlah jam mata pelajaran Bahasa Indonesia dari berjumlah total 354 jam (2017) menjadi 320 jam (2018) atau berkurang 1 jam pelajaran pada klas XII pada semester 1 (satu) dan semester 2 (dua).
  2. Terdapat perubahan nama mata pelajaran dan atau pengurangan / penambahan jam belajar pada kompetensi keahlian (bisa berbeda antar kompetensi keahlian).
  3. Penambahan jumlah jam mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan dari total 350 jam (2017) bertambah menjadi 524 jam (2018). Jumlah jam antar kompetensi keahlian bisa berbeda satu dengan yang lain.
  4. Perubahan nama mata pelajaran pada beberapa kompetensi keahlian dan distribusi jam pembelajarannya. Hal ini tidak / belum tentu terjadi pada setiap kompetensi keahlian.

Contoh Struktur Kurikulum SMK 2018 pada Kompetensi Keahlian Teknik Audio Video.

MATA PELAJARANKELAS
XXIXII
121212
A. Muatan Nasional
1Pendidikan Agama dan Budi Pekerti333333
2Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan222222
3Bahasa Indonesia443322
4Matematika444444
5Sejarah Indonesia33
6Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya*)333344
Jumlah A191915151515
B. Muatan Kewilayahan
1Seni Budaya33
2Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan2222
Jumlah B5522
C. Muatan Peminatan Kejuruan
C1. Dasar Bidang Keahlian
1Simulasi dan Komunikasi Digital33
2Fisika33
3Kimia33
C2. Dasar Program Keahlian
1Kerja Bengkel dan Gambar Teknik44
2Dasar Listrik dan Elektronika55
3Teknik Pemrograman, Mikroprosesor dan
Mikrokontroler
44
C3. Kompetensi Keahlian
1Pemrograman, Mikroprosesor dan Mikrokontroler44
2Penerapan Rangkaian Elektronika7766
3Perencanaan dan Instalasi Sistem Audio Video6666
4Penerapan Sistem Radio dan Televisi7766
5Perawatan dan Perbaikan Peralatan Audio dan Video77
6Produk Kreatif dan Kewirausahaan7788
Jumlah C222231313333
Total464648484848
Produk Kreatif dan Kewirausahaan

Struktur Kurikulum SMK 2018 yang telah ditetapkan menunjukkan perubahan yang signifikan yaitu pada peningkatan jumlah jam belajar pada mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan. Tentu saja ini memiliki maksud dan tujuan tertentu. Sayangnya perubahan yang signifikan ini tidak disertai dengan alasan dan atau penjelasan yang tercantum dalam konsideran Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor: 07/D.D5/Kk/2018 Tentang Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/ Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) ini.

Asumsi admin, Struktur Kurikulum SMK 2018 dengan jumlah jam Produk Kreatif dan Kewirausahaan yang meningkat signifikan bermaksud mendorong agar pembelajaran yang menghasilkan produk-produk kreatif dan meningkatkan sikap dan keterampilan berwira usaha. Pada akhirnya, diharapkan lulusan SMK selain untuk memiliki keterampilan kerja yang mumpuni juga diharapkan agar lulusan SMK mampu menghasilkan produk-produk kreatif dan berwirausaha dari produk kreatifnya tersebut. Hal ini harus menjadi perhatian rekan-rekan pendidik khususnya pengampu mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan.

Silahkan download  Struktur Kurikulum SMK 2018 di tautan ini … Download Struktur Kurikulum SMK 2018 

Penguatan Pendidikan Karakter PPK

penguatan pendidikan karakter ppk

Penguatan Pendidikan Karakter PPK ??? Mengapa perlu Penguatan Pendidikan Karakter PPK ? Apa tujuan Penguatan Pendidikan Karakter PPK? Bagaimana menerapkan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Bagaimana menerapkan di kelas? Mungkin diantara kita masih ada yang memerlukan informasi terkait penguatan pendidikan karakter (PPK). Mari kita berdiskusi

Peraturan Rujukan

Penguatan Pendidikan Karakter PPK merupakan istilah yang mengemuka belakangan ini terutama sejak terbitnya Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter PPK yang menjadikan pendidikan karakter sebagai platform pendidikan nasional Indonesia. Penguatan Pendidikan Karakter PPK bertujuan untuk membekali peserta didik sebagai generasi emas tahun 2045. Pembekalan peserta didik dengan jiwa Pancasila dan karakter yang baik ini sangat berguna menghadapi dinamika perubahan kehidupan di masa depan.

penguatan pendidikan karakter ppk
penguatan pendidikan karakter ppk

Penguatan Pendidikan Karakter PPK yang diatur dengan Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017 tentang meliputi hal-hal berikut :

  • Dasar pertimbangan penetapan Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017
  • Definisi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)
  • Tujuan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)
  • Bagaimana melaksanakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)
  • Ruang lingkup penyelenggaraan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)
  • Prinsip-prinsip Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

Rujukan Kepala Sekolah dan Guru melaksanakan Penguatan Pendidikan Karakter PPK

Penguatan Pendidikan Karakter PPK menjadi kewajiban sekolah dan guru yang dilakukan melalui kegiatan intra kurikuler, ko kurikuler dan ekstra kurikuler. Hal ini dinyatakan pada BAB II pasal 6 Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017.

Penguatan Pendidikan Karakter PPK dapat dilakukan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Penyelenggaraan PPK di sekolah menjadi tanggung jawab Kepala Sekolah dan guru. Tanggung jawab ini dilaksanakan sebagai pemenuhan beban kerja guru dan kepala Satuan Pendidikan Formal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Penyelenggaraan Penguatan Pendidikan Karakter PPK  dalam kegiatan Intrakurikuler merupakan penguatan nilai-nilai  karakter melalui kegiatan-kegiatan:

  1. penguatan materi pembelajaran,
  2. metode pembelajaran sesuai dengan muatan kurikulum berdasarkan ketentuan peraturan perundang undangan.

Penyelenggaraan PPK dalam kegiatan Kokurikuler merupakan penguatan nilai-nilai karakter yang dilaksanakan untuk pendalaman dan/ atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler sesuai muatan kurikulum.

Penyelenggaraan PPK dalam Ekstrakurikuler merupakan penguatan nilai-nilai karakter dalam rangka perluasan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian,     kerja sama, dan kemandirian Peserta Didik secara optimal. Karena itu kegiatan ekstra kurikuler yang dapat dikembangkan bermacam-macam meliputi kegiatan krida, karya ilmiah, latihan olah bakat/ olah minat, dan kegiatan keagamaan, serta kegiatan penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan ketentuan  peraturan  perundang-undangan.

Penyelenggaraan PPK dalam Kegiatan keagamaan dapat dilaksanakan paling sedikit melalui pesantren kilat, ceramah keagamaan, katekisasi, retreat, dan/ atau baca  tulis Al Quran dan kitab suci lainnya.

Berdasarkan Perpres No. 87 tahun 2017 di atas, cukup jelas peran guru dalam penguatan pendidikan karakter (PPK) yaitu melalui penguatan materi pembelajaran dan metode pembelajaran seperti di uraikan di atas. Pada Kurikulum 2013 Penguatan Pendidikan Karakter PPK dilakukan melalui langkah pengintegrasian dalam proses pembelajaran. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) bukan sebagai program tambahan atau sisipan, melainkan sebagai cara mendidik dan belajar bagi seluruh pelaku pendidikan di satuan pendidikan.

Nilai-nilai Karakter PPK

Dalam Perpres dijelaskan bahwa fokus PPK adalah nilai-nilai Pancasila. PPK dilaksanakan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter terutama meliputi nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggungjawab” (Pasal 3)

Penguatan Pendidikan Karakter PPK intra kurikuler Kurikulum 2013 SMK

Penguatan Pendidikan Karakter PPK intra kurikurikuler kemudian juga dikenal sebagai Penguatan Pendidikan Karakter PPK berbasis kelas. Bisa dipahami demikian karena penguatan pendidikan karakter ini dilakukan oleh guru melalui penguatan materi pembelajaran maupun metode pembelajaran sesuai dengan muatan kurikulum berdasarkan ketentuan peraturan perundang undangan.

Penguatan Pendidikan Karakter PPK berbasis kelas melalui penguatan materi pembelajaran dan penerapan metode pembelajaran yang sesuai dengan muatan kurikulum pada Kurikulum 2013 dilakukan sejak perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP. Hal ini sangat tepat mengingat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP adalah pedoman guru mengajar atau melaksanakan pembelajaran.

Perencanaan Silabus dan RPP Kurikulum 2013 yang berkualitas baik telah dilatihkan dalam Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum 2013 hingga tahun 2018 ini.  Langkah-langkah perencanaan silabus dan RPP Kurikulum 2013 meliputi kegiatan-kegiatan guru:

  1. Analisis SKL KI KD (Baca Sekarang)
  2. Analisis Materi Pembelajaran (Baca Sekarang)
  3. Analisis Penerapan Model Pembelajaran (Baca Sekarang)
  4. Analisis Penilaian Hasil Belajar (Baca Sekarang)

Penguatan Pendidikan Karakter PPK berbasis kelas dalam tahapan pengembangan Silabus dan RPP Kurikulum 2013 SMK pun sudah dilakukan pada masing-masing tahapan tersebut. Jika proses pengembangan silabus dan RPP SMK dilakukan melalui langkah-langkah di atas dapat diharapkan dihasilkan penguatan materi pembelajaran maupun metode pembelajaran sesuai dengan muatan kurikulum. Sebaliknya silabus dan RPP yang dikembangkan tanpa langkah-langkah tersebut dapat diduga lemah kualitasnya dan tidak mampu menginisiasi Penguatan Pendidikan Karakter PPK.

Sebagai penutup posting Penguatan Pendidikan Karakter PPK berikut admin mengajak rekan-rekan melaksanakan perencanaan dan pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran melalui 4 (empat) jenis analisis yang telah disebutkan di atas dengan cermat. Dengan demikian penguatan materi pembelajaran maupun metode pembelajaran sesuai dengan muatan kurikulum mampu mengangkat Penguatan Pendidikan Karakter PPK. Selamat bekerja !

Daftar Pustaka

Kemdikbud. 2017. Materi Umum Penguatan Pendidikan Karakter.
Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

Analisis Penilaian Hasil Belajar

analisis penilaian hasil belajar

Analisis Penilaian Hasil Belajar

Analisis Penilaian Hasil Belajar adalah penjabaran rencana penilaian. Analisis Penilaian Hasil Belajar memerlukan pemahaman pendidik terkait standar penilaian dan panduan penilaian hasil belajar. Analisis Penilaian Hasil Belajar menghasilkan rencana penilaian yang sesuai SKL, KD, indikator pencapaian kompetensi maupun materi pembelajaran.

analisis penilaian hasil belajar
analisis penilaian hasil belajar

Analisis Penilaian Hasil Belajar sering kurang mendapat perhatian yang serius. Analisis penilaian hasil belajar sesungguhnya  juga bagian yang sangat penting dalam RPP K2013 SMK. Coba rekan-rekan bayangkan, KI dan KD sudah direvisi, Indikator Pencapaian Kompetensi sudah optimal, Tujuan Pembelajaran sudah benar, materi pembelajaran sudah OK, proses pembelajaran OK, namun kompetensi siswa diukur dengan alat ukur yang tidak tepat … apa jadinya? Inilah alasannya mengapa kita perlu lakukan Analisis Penilaian Hasil Belajar.

analisis penilaian hasil belajar
analisis penilaian hasil belajar

Analisis Penilaian Hasil Belajar adalah aktivitas pendidik menjabarkan berbagai aspek penilaian hasil belajar yang sesuai untuk mengukur ketercapaian kompetensi dasar yang dipelajari siswa. Dalam konteks Bimtek Implementasi Kurikulum 2013 analisis Penilaian Hasil Belajar merupakan langkah analisis yang ke empat untuk mengisi format RPP.

Sebagai rencana penilaian, Analisis Penilaian Hasil Belajar memberi ruang bagi guru untuk mengevaluasi penguatan pendidikan karakter (PPK) yang sudah dilakukan.

Acuan Dasar Analisis Penilaian Hasil Belajar

Analisis Penilaian Hasil Belajar sebagai suatu aktivitas pendidik dalam menjabarkan aspek-aspek penilaian hasil belajar yang direncanakan, memerlukan pengetahuan terkait penilaian pembelajaran. Analisis Penilaian Hasil Belajar akan mengalami kendala dan terancam gagal jika kita selaku pendidik tidak memahami acuan dasar, pedoman dan panduan teknis Penilaian Hasil Belajar. Hal ini sangat masuk akal sebab bagaimana mungkin kita mampu melakukan analisis penilaian hasil belajar kalau kita sebagai pendidik tidak memiliki pemahaman dengan hal-hal terkait analisis penilaian hasil belajar.

Agar rekan-rekan pendidik SMK mudah dan sukses melakukan Analisis Penilaian Hasil Belajar, pedoman utama dan pengetahuan dasar analisis penilaian hasil belajar yang perlu dipahami adalah:

  1. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Menengah.
  2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
  3. Panduan Penilaian pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Revisi 2017

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Menengah pada dasarnya adalah peraturan transisi yang memberi arah dan kepastian terkait penilaian oleh penddik dan satuan pendidikan. Peraturan ini belum bersifat teknis sehingga perlu dilengkapi dengan petunjuk teknis atau panduan operasional bagi pendidik dan satuan pendidikan dalam bentuk Panduan Penilaian SMK. Namun demikian, regulasi ini mengamanatkan agar pendidik melakukan Analisis Penilaian Hasil Belajar

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016 adalah regulasi pemerintah tentang Standar Penilaian Pendidikan yang menetapkan kriteria mengenai lingkup penilaian, tujuan penilaian, manfaat penilaian, prinsip penilaian, mekanisme penilaian, prosedur penilaian, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik yang digunakan sebagai dasar dalam penilaian hasil belajar peserta didik pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Sebagai regulasi yang menstandarkan penilaian hasil belajar, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016 juga mengamanatkan agar pendidik melakukan Analisis Penilaian Hasil Belajar.

Panduan Penilaian pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Revisi 2017 (Panduan Penilaian SMK 2017) adalah pedoman praktis bagi pendidik dan satuan pendidikan seperti diungkapkan Direktur Jenderal Penddikan Dasar dan Menengah seperti kutipan berikut :

“Panduan ini disusun sebagai acuan praktis bagi para guru dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian hasil belajar peserta didik secara sahih, obyektif, sistematis dan komprehensif meliputi penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Panduan ini juga sekaligus merupakan pedoman praktis untuk mengolah dan membuat laporan hasil penilaian tersebut secara akuntabel dan informatif.

Panduan ini akan sangat bermanfaat bagi para guru karena menyajikan informasi praktis tentang penggunaan beragam teknik penilaian, dilengkapi contoh dan langkah-langkah pelaksanaan penilaian, pengolahan nilai hingga cara mengisi rapor.

Diharapkan dengan buku panduan ini para guru dapat melaksanakan tugasnya sehari-hari di kelas secara lebih profesional sehingga pada gilirannya mutu pendidikan kita dapat lebih terjaga dan terus meningkat.”

Dengan demikian, sangat jelas bagi kita bahwa kita sangat memerlukan pengetahuan dasar terkait penilaian sebelum melakukan analisis penilaian hasil belajar. Pengetahuan dasar analisis penilaian hasil belajar ada di dalam Panduan Penilaian SMK 2017.

Dengan uraian pengantar ini diharapkan rekan pendidik telah memahami mengenai lingkup penilaian, tujuan penilaian, manfaat penilaian, prinsip penilaian, mekanisme penilaian, prosedur penilaian dan instrumen penilaian dengan membaca secara mandiri Panduan Penilaian SMK 2017. Dengan begitu insya Allah rekan-rekan mudah dan sukses melakukan analisis penilaian hasil belajar.

Pengetahuan Penilaian Pendidikan untuk Analisis Penilaian Hasil Belajar

Kegiatan analisis penilaian hasil belajar jelas memerlukan pengetahuan tentang aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan penilaian hasil belajar dan cara melakukan analisis penilaian hasil belajar. Sebelum masuk pada cara melakukan analisis penilaian hasil belajar terlebih dahulu perlu dipahami Standar Penilaian Pendidikan dan petunjuk teknis tentang penilaian hasil belajar tersebut. Ringkasan pengetahuan tentang aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan penilaian hasil belajar yang sesuai Standar Penilaian khususnya di SMK dapat dibaca pada posting ……..

Analisis Penilaian Hasil Belajar menurut Prosedur Penilaian Pembelajaran dan Hasil Belajar (Oleh pendidik)

Analisis Penilaian Hasil Belajar oleh pendidik tidak lepas dari prosedur penilaian pendidikan yang sudah ditetapkan pemerintah. Berdasarkan Permendikbud No. 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian pasal 13 yang berbunyi Prosedur penilaian proses belajar dan hasil belajar oleh pendidik dilakukan dengan urutan:

  • Menetapkan tujuan penilaian dengan mengacu pada RPP yang telah disusun;
  • Menyusun kisi-kisi penilaian;
  • Membuat instrumen penilaian berikut pedoman penskoran;
  • Melakukan analisis kualitas instrumen;
  • Melakukan penilaian;
  • Mengolah, menganalisis, dan Menginterpretasikan hasil penilaian;
  • Melaporkan hasil penilaian; dan
  • Menindaklanjuti laporan hasil penilaian.

Penilaian yang sedang kita diskusikan adalah untuk mengetahui tingkat kompetensi siswa sesuai KD yang dipelajari yang sudah dianalisis pada Analisis SKL KI KD, Analisis Materi Pembelajaran, Analisis Penerapan Model Pembelajaran, oleh karena itu langkah selanjutnya adalah menyusun kisi-kisi.

Menyusun Kisi-kisi Penilaian dan Soal HOTS dalam Analisis Penilaian Hasil Belajar

Kegiatan Analisis Penilaian Hasil Belajar lazimnya identik dengan penyusunan kisi-kisi penilaian, penyusunan instrumen penilaian (soal), pedoman penskoran dan analisis kualitas instrumen. Oleh karena itu sebelum dipaparkan contoh terkait kisi-kisi penilaian saya menganjurkan untuk mengenal lebih jauh tentang penyusunan / pembuatan soal berkategori HOTS terlebih dahulu. Hal ini perlu dilakukan mengingat kita masih asing dengan soal-soal HOTS. Rekan-rekan dapat menggali lebih jauh terkail Soal HOTS pada posting saya yang lain di …..

Contoh Kisi-kisi Penilaian dalam Analisis Penilaian Hasil Belajar

KISI-KISI DAN SOAL

Bidang Keahlian        : Bisnis dan Manajemen

Program Keahlian      : Manajemen Perkantoran

Kompetensi Keahlian : Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran

Mata Pelajaran         : Teknologi Kantor

Kompetensi Dasar    : 3.10. Menganalisis informasi dari internet untuk menunjang pekerjaan kantor

: 4.10. Menggunakan informasi dari internet untuk menunjang pekerjaan kantor

 

  1. Penilaian Pengetahuan
Kompetensi DasarIPKMateriIndikator SoalBentuk SoalNo Soal

3.10 Menganalisis informasi dari internet untuk menunjang pekerjaan kantor (C4)

1.  Menjelaskan pengertian data

 

 

2.  Membedakan data dengan informasi (C2)

 

3.  Menguraikan jenis-jenis data di tempat kerja (C2)

 

 

 

 

 

4.  Menerapkan prosedur pencarian informasi melalui internet (C3)

 

 

 

5.  Merinci agenda perjalanan dinas pimpinanberdasarkan informasi dari internet (C4)

·      Definisi Data dan Informasi

·      Jenis-jenis Data di tempat kerja

·      Kualifikasi/Persyaratan Informasi di tempat kerja

·      Internet Browsing dan Searching

 

1.  Siswa dapat menjelaskan pengertian data

 

2.  Siswa dapat membedakan data dengan informasi

 

3.  Disajikan berbagai data yang ada diperusahaan, siswa dapat menjelaskan jenis-jenis data sesuai kebutuhan di tempat kerja (C2)

 

4.  Disajikan data kegiatan pencarian informasi, siswa dapatmengurutkan prosedur pencarian informasi melalui internet (C3)

5.  Disediakan informasi hasil pencarian dari internet, siswa dapatmerinciagenda perjalanan dinas pimpinan

PG

 

 

 

Uraian

 

 

Uraian

 

 

 

 

PG/Uraian

 

 

 

Uraian

 

1

2

3

4

5

Instrumen Soal Pengetahuan

NoSoalKunci Jawaban Skor
1Manakah pernyataan yang paling benar dari pilihan berikut :

a.   Data merupakan informasi yang diolah dari fakta

b.   Data merupakan fakta yang dioalah dari informasi

c.    Data merupakan bahan mentah yang diolah menjadi informasi

d.   Data merupakan bahan mentah yang diolah dari informasi

e.   Data merupakan informasi yang diolah menjadi fakta

Kunci Jawaban: C.

Data adalah bahan mentah yang diolah menjadi informasi (keterangan)

2Jelaskan perbedaan data dengan informasi?Data merupakan bahan mentah yag belum diolah, sedangan Informasi merupakan hasil pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat tertentu

 

Skor 4 : Jika jawaban lenkap dan benar

Skor 3 : Jika jawaban benar tetapi tidak lengkap

Skor 2 :Jika jawaban lengkap tetapi tidaktepat

Skor 1 : Jika jawaban salah

3Jelaskan lima jenis data yang ada di tempat kerja?Jenis-jenis data di tempat kerja terdiri dari :

1.   Data keuangan, adalah data-data terkait hal-hal seputar keuangan perusahaan

2.   Data administrasi umum, adalah data yang berhubungan dengan hal-hal rutin operasional kegiatan kantor

3.   Data kepegawaian, adalah data yang berhubungan dengan kegiatan sumber daya manusia (SDM) di perusahaan

4.   Data pemasaran, adalah data yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan pemasaran perusahaan

5.   Data produksi, adalah data yang berhubungan dengan kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk/jasa di perusahaan

Skor 4 : Jika jawaban lengkap (5 data) dan benar

Skor 3 : Jika jawaban lengkap (5 data) tetapi kurang tepat

Skor 2 : Jika jawaban benar tetapi kurang lengkap

Skor 1 : Jika jawaban tidak lengkap dan salah

4Di bawah ini merupakan kegiatan-kegiatan dalam mencari informasi melalui internet.

1.    Buka aplikasi web browser pada komputer

2.    Masukan kata kunci pencarian informasi pada aplikasi web browser dengan berpedoman pada penulisan keyword pencarian dengan tepat

3.    Klik atau pilih salah satu halaman internet yang tersedia dengan tepat

4.    Format dan edit informasi yang diperoleh sesuai keperluan

5.    Salin informasi dari halaman internet yang dipilih ke dalam aplikasi pengolah kata atau aplikasi lainnya sesuai kebutuhan

 

Dari kegiatan-kegiatan di atas, prosedur/langkah mencari informasi melalui internet yang benaraddalah :

a.       (1); (2); (3); (5); (4)

b.      (1); (2); (3); (4); (5)

c.       (1); (3); (2); (4); (5)

d.      (1); (3); (3); (5); (4)

e.      (1); (2); (4); (5); (4)

 

Kunci Jawaban : A

 

a.       (1); (2); (3); (5); (4)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Atau dibuat dalam bentuk uraian

Untuk mendapatkan data dan informasi lewat internet sesuai dengan yang diminta, langkah/prosedur apa yang harus dilakukan?

 

 

 

Kunci Jawaban :

Langkah-langkah untuk mencari informasi lewat internet adalah :

1.    Buka aplikasi web browser pada komputer

2.    Masukan kata kunci pencarian informasi pada aplikasi web browser dengan berpedoman pada penulisan keyword pencarian dengan tepat

3.    Klik atau pilih salah satu halaman internet yang tersedia dengan tepat

4.    Salin informasi dari halaman internet yang dipilih ke dalam aplikasi pengolah kata atau aplikasi lainnya sesuai kebutuhan

5.    Format dan edit informasi yang diperoleh sesuai keperluan

 

 

Skor 4 : Jika jawaban lengkap, benar dan berurut (1-5)

Skor 3 : Jika jawaban lengkap, benar (1-5), tetapi tidak berurut

Skor 2 : Jika jawaban tidak lengkap, benar dan berurut

Skor 1 : Jika jawaban tidak lengkap dan salah

 

 

  1. Tiara bekerja sebagai seketaris pada PT EKA JAYA yang bergerak dalam bidang elektronik dan berkedudukan di Bandung. Ir. Zulkarnaen sebagai pimpinan perusahaan ingin mengetahui kondisi salah satu anak perusahaan yang dibinanya yaitu CV. Agung Jaya yang berkedudukan di Malang. Dia meminta Tiara untuk mendapatkan data dan informasi. Data yang diminta adalah jenis data yang ada di tempat/lingkungan kerja perusahaan yang menjadi binaanya. Selain itu, diminta mengagendakan kunjungan/perjalanan dinas dan mencari informasi tentang waktu, pesawat dan penginapan untuk melakukan pertemuan dengan perusahaan tersebut. Untuk mengerjakan semua permintaan tersebut, Tiara mencarinya lewat internet melalui aplikasi web browser.

Dari data yang diperoleh, buat rincian agenda perjalanan pimpinan dan salin ke dalam bentuk pengolah kata untuk dilaporkan kepada pimpinannya.

 

  1. Penilaian Keterampilan
Kompetensi DasarMateri BahasanIndikatorIndikator SoalBentuk SoalNo Soal
4.10 Menggunakan informasi dari internet untuk menunjang pekerjaan kantor (C4)·      Definisi Data dan Informasi

·      Jenis-jenis Data di tempat kerja

·      Kualifikasi /Persyaratan Informasi di tempat kerja

·      Internet Browsing dan Searching

 

1.       Memodifikasi sebuah informasi berdasarkan kualifikasi informasi di tempat kerja (P4)

2.       Membuat laporan dari informsi yang didapat lewat internet (P4)

1.    Siswa dapat memodifikasi sebuah informasi berdasarkan kualifikasi informasi di tempat kerja

2.    Disajikan data dan informasi dari internet, siswa dapat membuat laporan.

Tes Praktek

 

1

 

 

Soal Keterampilan :

Carilah informasi tiket pesawat dan hotel untuk keperluan perjalanan dinas pimpinan ke Surabaya selama 3 hari, pada tanggal 28-31 Maret 2017. Selain pimpinan, yang berangkatadalah manager pemasaran dan manajer produksi. Untuk keperluan pemberangkatan pimpinan beserta 2 orang stafnya, alokasi biaya yang digunakan sebesar Rp. 18.000.000.000.,-. Susunlah informasi dari internet tersebut kedalam aplikasi pengolah kata.

NoKomponen/Sub Komponen PenilaianIndikatorSkor
1Persiapan Kerja
a. Penggunaan alat dan bahanPenggunaan alat dan bahan sesuai prosedur91 – 100
Penggunaan alat dan bahan kurang sesuai prosedur80 – 90
Penggunaan alat dan bahan tidak sesuai prosedur70 – 79
b. Ketersediaan alat dan bahanKetersediaan alat dan bahan lengkap91 – 100
Ketersediaan alat dan bahan cukup lengkap80 – 90
Ketersediaan alat dan bahan kurang lengkap70 – 79
2Proses dan Hasil Kerja 
a. Kemampuan menggunakan komputerKemampuan menggunakan komputer tinggi91 – 100
Kemampuan menggunakan komputer cukup80 – 90
Kemampuan menggunakan komputer kurang70 – 79
b. Kemampuan menggunakan search engineKemampuan menggunakan search engine tinggi91 – 100
Kemampuan menggunakan search engine cukup80 – 90
Kemampuan menggunakan search engine kurang70 – 79
c. Kelengkapan informasiInformasi yang dicari lengkap91 – 100
Informasi yang dicari cukup lengkap80 – 90
Informasi yang dicari kurang lengkap70 – 79
d. Ketepatan informasiInfomasi yang dicari tepat91 – 100
Infomasi yang dicari cukup tepat80 – 90
Infomasi yang dicari kurang tepat70 – 79
e. Hasil pencarian informasiHasil pencarian informasi disusun rapih91 – 100
Hasil pencarian informasi disusun cukup rapih80 – 90
Hasil pencarian informasi disusun kurang rapih70 – 79
3Sikap kerja  
a. Keterampilan dalam bekerjaBekerja dengan terampil91 -100
Bekerja dengan cukup terampil80 – 90
Bekerja dengan kurang terampil70 – 79
b. Kedisiplinan dalam bekerjaBekerja dengan disiplin91 – 100
Bekerja dengan cukup disiplin80 – 90
Bekerja dengan kurang disiplin70 – 79
c. Tanggung jawab dalam bekerjaBertanggung jawab91 – 100
Cukup bertanggung jawab80 – 90
Kurang bertanggung jawab70 – 79
d. Konsentrasi dalam bekerjaBekerja dengan konsentrasi91 – 100
Bekerja dengan cukup konsentrasi80 – 90
Bekerja dengan kurang konsentrasi70 – 79
4Waktu 
 Penyelesaian pekerjaanSelesai sebelum waktu berakhir91 – 100
Selesai tepat waktu80 – 90
Selesai setelah waktu berakhir70 – 79

 

 

 

Pengolahan Nilai Keterampilan :

 

 Nilai Praktik(NP)
 Persiapan Proses dan Hasil Kerja Sikap Kerja Waktu∑ NK
 12356
Skor Perolehan
Skor Maksimal
Bobot10%60%20%10%
NK

 

Keterangan:

  • Skor Perolehan merupakan penjumlahan skor per komponen penilaian
  • Skor Maksimal merupakan skor maksimal per komponen penilaian
  • Bobot diisi dengan persentase setiap komponen. Besarnya persentase dari setiap komponen ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik kompetensi keahlian. Total bobot untuk komponen penilaian adalah 100
  • NK = Nilai Komponen merupakan perkalian dari skor perolehan dengan bobot dibagi skor maksimal

 

 

  • NP = Nilai Praktik merupakan penjumlahan dari NK

Aplikasi Penilaian Hasil Belajar SMK 2017

 


Sumber:

  1. Analisis Penilaian Hasil Belajar Modul Bimtek Implementasi K2013 Tahun 2017, Dit PSMK, Dirjen Dikdasmen, Kemdikbud
  2. Panduan Penilaian Hasil Belajar pada SMK 2017, Dit PSMK, Dirjen Dikdasmen, Kemdikbud

Analisis Penerapan Model Pembelajaran

analisis penerapan model pembelajaran

Analisis Penerapan Model Pembelajaran

Analisis Penerapan Model Pembelajaran langkah mempelajari K13. Analisis Penerapan Model Pembelajaran membingungkan??? Mari diskusi Analisis Penerapan Model Pembelajaran di sini.
Analisis Penerapan Model Pembelajaran ialah kegiatan guru menelaah, memilih dan memadukan model pembelajaran Kurikulum 2013 dengan komponen-komponen kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran menjadi serangkaian kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan sintak model pembelajaran yang digunakan.

analisis penerapan model pembelajaran
analisis penerapan model pembelajaran

Analisis Penerapan Model Pembelajaran memandu guru menyusun langkah-langkah proses pembelajaran. Analisis penerapan model pembelajaran perlu dilakukan untuk mendukung keberhasilan PERUBAHAN MINDSET pendidik dalam mengimplementasikan proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 yang berbeda dengan proses pembelajaran yang selama ini dilakukan. Perubahan proses pembelajaran ini diperlukan sehubungan dengan perubahan Standar Kompetensi Lulusan yang dicita-citakan dan didukung dengan Standar Proses yang diberlakukan.

Analisis Penerapan Model Pembelajaran memberi ruang bagi guru merencanakan penguatan pendidikan karakter (PPK) melalui pemilihan model pembelajaran. Nilai karakter yang dikuatkan tergantung pada model pembelajaran yang digunakan karena masing-masing model pembelajaran memiliki keunggulan dan kekhususan. Penerapan model-model pembelajaran yang dilaksanakan dengan benar mampu membentuk keterampilan abad 21 seperti critical thinking, creative thinking, collaborating dan communicating yang pada akhirnya membantu peserta didik memiliki Kecakapan Berfikir Tingkat Tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Pengetahuan Awal Analisis Penerapan Model Pembelajaran

Analisis Penerapan Model Pembelajaran merupakan kegiatan guru dalam menelaah, memilih dan memadukan model pembelajaran Kurikulum 2013 menjadi serangkaian aktivitas pembelajaran. Terkait dengan pengertian di atas maka sebelum melakukan Analisis Penerapan Model Pembelajaran guru memerlukan pemahaman-pemahaman yang terkait dengan langkah-langkah dalam analisis penerapan model pembelajaran. Pengetahuan terkait analisis penerapan model pembelajaran ini antara lain :

  • Jenis-jenis model pembelajaran untuk SMK beserta sintaknya. Rekan-rekan dapat membaca diposting saya yang lain Model Pembelajaran di SMK
  • Tahapan belajar siswa yang di sebut 5 M, terdiri dari mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengomunikasikan. Rekan-rekan yang memerlukan bacaan dapat mengakses posting saya yang lain mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengomunikasikan
  • Strategi pelibatan siswa dalam pembelajaran kooperatif seperti jigsaw, number head together, gallery walk dan lain-lain.

Format Penentuan dan Pemaduan Sintak pada Analisis Penerapan Model Pembelajaran

Analisis Penerapan Model Pembelajaran dilakukan dalam 2 (dua) tahap. Tahap yang pertama adalah menentukan model pembelajaran yang sesuai untuk kompetensi dasar yang bersangkutan. Model pembelajaran tidak boleh dipilih sekehendak guru, tetapi harus memperhatikan sifat dan kecenderungan kompetensi dasar. Mari cermati penjelasan contoh di bawah ini. Analisis yang dicetak warna merah dan biru merupakan hasil analisis KD. Karena pertimbangan tersebut maka Analisis Penerapan Model Pembelajaran menyimpulkan bahwa Model Pembelajaran yang sesuai sifat KD adalah Discovery Learning.

Penjelasan untuk kotak dengan warna Penjelasan untuk kotak dengan warna MERAH, BIRU, KUNING, UNGU, JINGGA diuraikan pada langkah-langkah pembelajaran (di bawah) yang merupakan implementasi prinsip-prinsip pedagogis tertulis. Inilah yang diharapkan dalam Analisis Penerapan Model Pembelajaran.

Implementasi Strategi Pembelajaran Kooperatif dalam Analisis Penerapan Model Pembelajaran

Analisis Penerapan Model Pembelajaran , selain menentukan model pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi dasar juga meminta kita menentukan dan memilih strategi pembelajaran kooperatif yang cocok untuk diterapkan. Penerapan strategi pembelajaran kooperatif akan memberi dampak positif dalam pengembangan kompetensi sosial siswa. Penerapan strategi pembelajaran kooperatif menstimulasi interaksi antar siswa.

Strategi pembelajaran kooperatif yang dirancang dalam Analisis Penerapan Model Pembelajaran merupakan desain implementasi yang nantinya dituangkan dalam format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Strategi pembelajaran kooperatif yang banyak dikenal dan diterapkan antara lain:

  • Showdown
  • Jigsaw
  • 3 corners
  • Gallery walk
  • Opinion line
  • Circle of knowledge
  • Number heads together
  • Send a problem

Strategi pembelajaran kooperatif menguatkan sifat-sifat dan sikap-sikap sosial dalam diri siswa. Di samping itu, penerapan strategi pembelajaran kooperatif memberi efek variasi interaksi di dalam pembelajaran sehingga mengurangi atau mengeliminir kejenuhan. Oleh karena itu semenjak dalam Analisis Penerapan Model Pembelajaran sebaiknya strategi-strategi ini sudah direncanakan.

Perencanaan Langkah-langkah pembelajaran dalam Analisis Penerapan Model Pembelajaran

Analisis Penerapan Model Pembelajaran diikuti dengan merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang nantinya harus diungkapkan secara tertulis dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP. Perumusan langkah-langkah pembelajaran ini perlu memperhatikan hal-hal yang memang harus terimplementasikan dalam pembelajaran.

Contoh susunan langkah pembelajaran berikut mengambil contoh kompetensi dasar tentang mengoperasikan sepeda roda 2. Masing-masing teks berwarna di bawah ini merupakan langkah-langkah pembelajaran yang penempatannya berada pada posisi sesuai tabel di atas.

  1. Interaksi pemberian stimulus pada kegiatan siswa mengamati
  • Guru meminta siswa untuk mengamati berbagai jenis sepeda roda 2 melalui bahan tayangan.
  • Siswa mengamati bahan tayang yang disajikan guru.
  • Guru meminta siswa membaca buku teks untuk mengidentifikasi berbagai bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama
  • Siswa membaca buku berkaitan dengan berbagai jenis sepeda roda 2, bagian-bagian utama sepeda roda 2 dan cara mengoperasikan sepeda roda 2
  • Interaksi membimbing siswa mengidentifikasi masalah pada kegiatan siswa menanya
      

     

    • Guru meminta siswa dalam kelompok untuk mendiskusikan dan menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
    • Siswa bersama kelompoknya mendiskusikan dan menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
    • Guru meminta siswa dalam kelompok untuk mengakses internet atau intranet dan melengkapi bahan diskusi kelompok terkait menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
    • Siswa dalam kelompok mengakses internet atau intranet dan melengkapi bahan diskusi kelompok terkait menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2
  • Interaksi membimbing siswa mengumpulkan data / mencoba / eksperimen pada kegiatan siswa mengumpulkan informasi
      

     

    • Siswa dalam kelompok mengakses internet atau intranet dan melengkapi bahan diskusi kelompok terkait menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
    • Guru meminta siswa memperhatikan demonstrasi cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
    • Guru meminta siswa mencoba melakukan cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2. 4.
    • Siswa secara bergiliran mencoba melakukan cara menjaga keseimbangan, – cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
  • Interaksi membimbing siswa melakukan pembuktian pada kegiatan siswa menalar / mengasosiasi
      

     

    • Guru meminta siswa dalam kelompok untuk membuat rumusan bersama tentang bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
    • Siswa bersama sama dalam kelompok membuat rumusan bersama tentang bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2
  • Interaksi membimbing dan memfasilitasi siswa menarik kesimpulan / generalisasi dan mengomunikasikannya

      

     

    • Guru meminta siswa untuk menyajikan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
    • Siswa membuat bahan presentasi tentang bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.dalam bentuk PPT.
    • Siswa menyajikan tentang bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 termasuk cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
    • Siswa lain memberikan tanggapan terhadap presentasi.
    • Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru.
    • Guru memberikan klarifikasi dan penguatan hasil diskusi siswa.
    • Siswa memperbaiki hasil presentasi dan membuat simpulan

Demikianlah diskusi sekitar Analisis Penerapan Model Pembelajaran . Mudah-mudahan bermanfaat dan menambah pemahaman kita.

Analisis Materi Pembelajaran

analisis materi pembelajaran

Analisis Materi Pembelajaran

Analisis Materi Pembelajaran itu penting! Analisis Materi Pembelajaran kunci akurasi pembelajaran. Analisis Materi Pembelajaran tahapan perencanaan yang penting artinya untuk menghasilkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 yang lengkap secara materi dan memenuhi syarat secara pedagogik dan menjadi pintu masuk penguatan pendidikan karakter (ppk). Guru harus tahu dengan pasti dan menyadari pendidikan karakter peserta didik yang bisa dilakukan sesuai dengan materi pembelajaran. Bahkan, melalui Analisis Materi Pembelajaran yang cermat, guru juga bisa merencanakan pada materi pembelajaran mana yang bisa digunakan sebagai media penguatan literasi siswa. Karena itu, hasil akhir analisis materi pembelajaran bukan saja tepat secara materi namun juga memudahkan siswa menguasai kompetensi dasar. Mengapa begitu? Adakah ‘jurus-jurus’ jitu analisis materi pembelajaran ? Mari kita diskusikan bagaimana kita melakukan Analisis Materi Pembelajaran.

Pengetahuan Dasar Analisis Materi Pembelajaran

Analisis Materi dalam KD merupakan salah satu bentuk aktivitas perencanaan yang menuntut penerapan kompetensi pedagogik maupun kompetensi profesional guru. Kegiatan analisis materi pembelajaran ini memerlukan kompetensi guru yang terkait dengan hal-hal berikut:

  1. Pengetahuan konten materi ajar (konten knowledge)

Analisis Materi Pembelajaran jelas sekali menuntut pengetahuan guru terhadap mata pelajaran yang diampunya. Penguasaan materi ajar oleh guru pengampu memungkinkan guru mengidentifikasi hal-hal fundamental maupun pengetahuan dan keterampilan lain yang dibangun di atas fundamen tersebut. Kelemahan penguasaan materi jelas menjadi kendala analisis materi pembelajaran.

  1. Pengetahuan pedagogik materi ajar (paedagogic knowledge)

Analisis Materi Pembelajaran memerlukan pengetahuan dan keterampilan guru bagaimana mengajarkan materi ajar itu? Ini bukan tentang penguasaan kita tentang materi ajar tetapi bagaimana melatihkan kepada siswa.

Materi pembelajaran adalah isi rumusan Kompetensi Dasar (KD). Materi pembelajaran ialah pengalaman-pengalaman belajar yang seharusnya diinteraksikan di antara peserta didik dan lingkungan belajarnya untuk mencapai kemampuan dasar (baca kompetensi dasar) yaitu perubahan perilaku siswa sebagai hasil belajar dari mata pelajaran.

Sebagai unit kompetensi, satu Kompetensi Dasar (KD) (kemampuan melakukan sesuatu) tersusun dari beberapa sub kompetensi yang lebih sempit lingkupnya yang disebut Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK). Di dalam satu kompetensi dasar (KD) dapat terdiri dari beberapa indikator pencapaian kompetensi. Guru harus dapat menemukan indikator-indikator pencapaian kompetensi ini.

OK, kita sudah menemukan indikator-indikator pencapaian kompetensi, bagaimana kita bisa mengajarkan atau melatihkan kepada siswa. Dapatkah siswa bisa langsung menguasai dan menunjukkan indikator pencapaian kompetensi? Tentu tidak kan? Kita harus menguraikan tiap-tiap indikator tersebut menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih rinci agar dapat dikuasai siswa sedikit demi sedikit. Hal-hal rincian ini yang dijadikan tujuan pembelajaran. Semua inilah aktivitas-aktivitas Analisis Materi Pembelajaran. Nah sekarang perhatikan ilustrasi berikut :

analisis materi pembelajaran
analisis materi pembelajaran

Indikator pencapaian kompetensi merupakan rumusan kemampuan yang harus dilakukan atau ditampilkan oleh siswa untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar (KD). Diskusi tentang hal ini lihat posting saya yang lain di …  Indikator pencapaian kompetensi

Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasarkan KD dari KI pengetahuan dan KD dari KI keterampilan dengan mengaitkan dimensi sikap yang akan dikembangkan. Diskusi tujuan pembelajaran lebih rinci lihat posting saya yang lain di Tujuan pembelajaran

Ketika menganalisis kita memerlukan Kata Kerja Operasional (KKO) dari taksonomi-taksonomi. Pada KD pengetahuan menggunakan taksonomi Bloom olahan Anderson, KD keterampilan untuk keterampilan kongkrit menggunakan taksonomi Simpson dan Dave, sedangkan keterampilan abstrak menggunakan taksonomi Dyer. Dimensi-dimensinya sudah kita analisis pada Analisis SKL KI KD. Diskusi lebih rinci dapat dilihat pada posting saya yang lain di Analisis SKL KI KD.

Analisis Materi Pembelajaran menuntut kita menentukan rujukan sumber bahan ajar. Materi ajar dapat berasal dari buku teks pelajaran dan buku panduan guru, sumber belajar lain berupa muatan lokal, materi kekinian, konteks pembelajaran dari lingkungan sekitar yang dikelompokkan menjadi materi untuk pembelajaran reguler, pengayaan, dan remedial (Permendikbud … )

Analisis Materi juga mempertimbangkan hal-hal berikut.

  1. Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan.
  2. Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial dan spiritual peserta didik.
  3. Kebermanfaatan bagi peserta didik.
  4. Struktur keilmuan.
  5. Berbagai sumber belajar (referensi yang relevan dan termutakhir)
  6. Alokasi waktu.

Langkah-langkah Analisis Materi

Analisis Materi Pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah seperti diuraikan berkut ini:

Pertama, siapkan Format Analisis Materi Pembelajaran seperti contoh berikut …

Tabel 1. Penjabaran KI dan KD ke dalam Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK), Tujuan Pembelajaran dan Materi Pembelajaran

Mata Pelajaran: ……………………………………………..

KI Program Pendidikan 3 Tahun
1.
2.
3.
Kompetensi Dasar
IPK
Tujuan Pembelajaran (Integrasi nilai-nilai Karakter)
Materi Pembelajaran
3.23.2.1a. 
b.
3.2.2a. 
b.
3.2.3a. 
4.
Kompetensi Dasar
IPK
Tujuan Pembelajaran (Integrasi nilai-nilai Karakter)
Materi Pembelajaran
4.24.2.1a. 
4.2.2a. 

Kedua, isi Format Analisis Materi Pembelajaran di atas. Ikuti arahan berikut …

  1. Di samping angka 1. , 2. , 3. dan 4. Diisikan berturut-turut kompetensi inti spiritual, kompetensi inti sosial, kompetensi inti pengetahuan dan kompetensi inti keterampilan yang dapat diperoleh dari dokumen Kompetensi Inti Kompetensi Dasar KI KD SMK 2017. Kalau belum punya dokumen KI KD, DOWNLOAD dari posting saya yang lain … di sini Kompetensi Inti Kompetensi Dasar KI KD SMK 2017
  2. Di bawah kolom Kompetensi Dasar (ada 2) masing-masing diisikan KD Pengetahuan (atas) dan KD Keterampilan (bawah) yang berpasangan. Copy dari file dokumen KI KD ke form Analisis Materi Pembelajaran di atas.
  3. Pada kolom IPK KD Pengetahuan (atas) di samping angka 3.2.1 tuliskan Indikator pencapaian kompetensi pengetahuan ke 1. INGAT !!! Sebelum disusun dalam format Analisis Materi Pembelajaran ini Indikator pencapaian kompetensi SUDAH DIURUTKAN dengan prinsip:
  • Disusun dari yang paling MUDAH menuju yang paling SULIT
  • Disusun dari yang NYATA menuju yang ABSTRAK
  • Tetapi tetap MENGIKUTI Struktur keilmuannya
  1. Pada kolom tujuan pembelajaran, isikan tujuan pembelajaran ke 1, ke 2 dst untuk mendukung pencapaian IPK ke 1. Semakin banyak tujuan pembelajaran berarti pembelajaran akan semakin lengkap, makin sedikit tujuan pembelajaran berarti semakin minimalis pembelajaran ( Relakah anak , adik , keponakan rekan-rekan diberi pembelajaran TIDAK LENGKAP ?). Jangan lupa, rumusan tujuan pembelajaran juga mencantumkan pendidikan karakter yang dilakukan (ini amanat Perpres No. 87 tahun 2017)
  2. Pada kolom Materi Pembelajaran, isikan materi pembelajaran yang harus dibahas untuk mendukung pencapaian IPK 1, otomatis ini akan mendukung pencapaian KD karena IPK 1 sudah dianalisis dan ditentukan untuk mendukung KD. Lanjutkan pengisian kolom IPK , tujuan pembelajaran dan materi pembelajaran pada Kompetensi Dasar Pengetahuan sesuai KD pengetahuan Anda. Sampai tahap ini Pemetaan Materi Pembelajaran KD Pengetahuan selesai
  3. Pemetaan Materi Pembelajaran KD Keterampilan, prinsip pengisiannya sama dengan Analisis Materi KD Pengetahuan. Namun demikian ada perbedaannya yaitu:
  • Kata Kerja Operasional (KKO) yang digunakan pada keterampilan diambil dari taksonomi Simpson , Dave atau Dyers sedangkan KD pengetahuan dari taksonomi Bloom / Anderson.
  • Rumusan IPK, Tujuan pembelajaran dan Materi pembelajaran menjurus pada bentuk aktivitas melakukan sesuatu.

Contoh Analisis Materi

Pada contoh berikut ini, admin kutipkan dari Modul Bimtek Implementasi Kurikulum 2013. Maksud saya adalah agar pembaca / rekan-rekan yang belum mengikuti bimtek implementasi Kurikulum 2013 juga bisa mempelajari dari rujukan utama diskusi kita dari sumber asalnya.

Tabel 1. Penjabaran KI dan KD ke dalam Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK), Tujuan Pembelajaran dan Materi Pembelajaran

(Permendikbud ….)

Mata Pelajaran: Simulasi dan Komunikasi Digital

KI Program Pendidikan 3 Tahun
1.       Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2.      Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasehat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3.      Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
Kompetensi DasarIPKTujuan Pembelajaran (Integrasi nilai-nilai Karakter)Materi Pembelajaran
3.3   Menerapkan pengetahuan pengelolaan informasi digital.3.3.1 Menerangkan komunikasi daring asinkron.a.    Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat:

 

·   Mengelompokkan bentuk komunikasi daring asinkron sesuai karakteristik dengan bertanggungjawab.

·   Menjelaskan komunikasi daring asinkron sesuai prinsip dengan cermat

·   menjelaskan 2 jenis pengelolaan informasi digital melalui komunikasi daring online dengan santun

Konsep Komunikasi daring asinkron.
 3.3.2 Menerangkan komunikasi daring sinkron.

b.   Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat:

·   menjelaskan terjadinya komunikasi daring sinkron sesuai prinsip dengan cermat.

·   menentukan kebutuhan pokok fasilitas yang diperlukan untuk pengelolaan informasi digital daring online secara mandiri.

Konsep Komunikasi daring sinkron
 3.3.3 Menerapkan komunikasi daring asinkron dan komunikasi daring sinkron.c.    Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat melakukan carakomunikasi daring online sesuai prosedurdengan percaya diri.Teknik  Komunikasi daring asinkron dan komunikasi daring sinkron.
4.      Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang kerja. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.Menunjukkanketerampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempresepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Kompetensi DasarIPKTujuan Pembelajaran (Integrasi nilai-nilai Karakter)Materi Pembelajaran
4.3 Menyajikan hasil penerapan pengelolaan informasi digital melalui komunikasi daring online.4.3.1 Mengikuti(Meniru) komunikasi daring asinkron dan sinkron berdasarkan contoh.d.   Disediakan peralatan komunikasi dan jaringan internet, peserta didik dapat melakukan komunikasi daring asinkron dan sinkron berdasarkan contoh dengan percaya diri·   Mendemontrasikan Komunikasi daring asinkron dan sinkron
 4.3.2 Mendemonstrasikan komunikasi daring asinkron dan sinkron berdasarkan tugase.   Disediakan peralatan komunikasi dan jaringan internet, peserta didik dapat mendemonstrasikan komunikasi daring asinkron dan sinkron berdasarkan tugas sesuai prosedur dengan percaya diri 
Hasil Analisis

Analisis Materi Pembelajaran seperti telah dijelaskan di atas dan diberikan cara pengisian maupun contoh Analisis Materi Pembelajaran memberikan hasil yang berguna bagi kita yaitu:

  1. Kompetensi Dasar Pengetahuan dan Keterampilan sudah terjabarkan kedalam Indikator Pencapaian Kompetensi, Tujuan Pembelajaran dan Materi pembelajaran yang sudah kita ‘bumbui’ dengan seni membelajarkan siswa (pengetahuan pedagogik), insya Allah … JOOSS
  2. Kompetensi Dasar , Indikator Pencapaian Kompetensi, Tujuan Pembelajaran dan Materi pembelajaran SUDAH TERURUT dengan penerapan prinsip-prinsip pedagogik.
  3. Kompetensi Dasar , Indikator Pencapaian Kompetensi, Tujuan Pembelajaran dan Materi pembelajaran SIAP dituangkan ke Analisis Penerapan Model Pembelajaran dengan pemaduan sintaksnya.
  4. Analisis Materi Pembelajaran telah mengintegrasikan penguatan pendidikan karakter (ppk).
Kelemahan pada pelaksanaan analisis

Analisis Materi Pembelajaran seperti tampak pada judul-judul kolomnya, mudah sekali. Karena kolom-kolom dalam format Analisis Materi Pembelajaran nampak mudah kita sering terjebak menerapkan konsep-konsep lama yang seharusnya sudah diganti. Beberapa kelemahan Analisis Materi Pembelajaran yang sering ditemukan antara lain:

  1. Rekan-rekan sering banyak yang tidak sempat atau belum menyempatkan membaca modul Analisis Materi Pembelajaran sehingga pengisian kolomnya banyak yang kurang tepat.
  2. Rumusan Indikator Pencapaian Kompetensi sering kurang tepat karena belum melakukan Analisis SKL KI KD sehingga tidak tahu level KKO yang mana dari taksonomi siapa yang digunakan.
  3. Kelemahan yang lain sering tampak pada perumusan Tujuan Pembelajaran. Banyak rekan yang rumusan tujuan pembelajarannya masih seperti yang lama.

Ok … demikianlah diskusi sekitar Analisis Materi Pembelajaran. Semoga bermanfaat dan jika ada kekurangan pada teks diskusi di atas dipersilahkan rekan-rekan memberikan sharing pengalamannya. Salam.

Analisis SKL KI KD

analisis skl ki kd

Analisis SKL KI KD

Analisis SKL KI KD itu apa sih? Mengapa perlu Analisis SKL KI KD ? Bagaimana cara melakukan Analisis SKL KI KD pada K2013 SMK Revisi 2017 ? Pertanyaan-pertanyaan terkait Analisis SKL KI KD itu mungkin menggelayuti banyak pendidik yang telah mengikuti Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum 2013 Revisi 2017.

analisis skl ki kd
analisis skl ki kd

Analisis SKL KI KD seperti ditunjukkan pada ilustrasi pertama (tabel 1) dan ilustrasi kedua (tabel 2) boleh jadi menimbulkan pertanyaan kita.

  1. Mengapa ada 2 bagian Analisis SKL KI KD ?
  2. Pada gambar 1, Analisis SKL KI KD apa yang kita lakukan?
  3. Analisis SKL KI KD apa yang kita lakukan pada ilustrasi yang ke 2 ?
  4. Mengapa pada ilustrasi Analisis SKL KI KD ke 2 beberapa kata dituliskan dengan warna? Apa maksudnya?
  5. Pada ilustrasi Analisis SKL KI KD ke 2 terdapat kode-kode C2, P1, P2 apa maksudnya?
  6. Apa yang dimaksud dimensi kognitif ?
  7. Apa yang dimaksud bentuk dimensi pengetahuan konseptual ?
  8. Mengapa memahami dinyatakan SESUAI dengan pengetahuan konseptual?
  9. Apa dasar kita menyetarakan C2 dengan P1?
  10. Apa yang harus dilakukan jika terjadi KESETARAAN atau KETIDAKSETARAAN ?
  11. Semua inikah yang dimaksud Analisis SKL KI KD ?

Mungkin pertanyaan-pertanyaan ini sudah terjawab tetapi tidak tertutup kemungkinan masih banyak yang belum terjawab. Pada kesempatan ini saya coba tuangkan bahan diskusi Analisis SKL KI KD ini.

Tujuan Analisis SKL KI KD

Analisis SKL KI KD sebagai titik awal perencanaan pembelajaran tentu memiliki maksud dan tujuan. Analisis SKL KI KD menjadi titik awal penguatan pendidikan karakter. Kita perlu memahami kerangka berpikir terkait analisis skl ki kd ini agar pembelajaran yang kita sajikan berjalan sesuai skema besar pencapaian Standar Kompetensi Lulusan Kurikulum 2013. Ok, mari berangkat dari cita-cita dan impian penerapan Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 diterapkan BUKAN SEKEDAR UPDATE PENGETAHUAN dan KETERAMPILAN SAJA. Kurikulum 2013 diterapkan untuk menyiapkan siswa agar memiliki kompetensi baik sikap spiritual, sikap sosial , pengetahuan dan keterampilan agar nantinya unggul dalam persaingan global abad 21 ini. Keunggulan ini ditunjang dengan pengembangan keterampilan abad 21 seperti critical thinking, creative thinking, collaborating dan communicating (4 C). Keunggulan-keunggulan ini sudah dicanangkan dan dirumuskan dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL).

Pada ranah operasional, pembentukan kompetensi lulusan dilakukan melalui pembelajaran yang dilakukan oleh guru di seluruh mata pelajaran. Dalam konteks ini, materi pembelajaran dan proses pembelajaran menjadi instrumen penting menuju tercapainya Standar Kompetensi Lulusan yang dicita-citakan. Materi pembelajaran yang TIDAK LINIER dengan Standar Kompetensi Lulusan yang diinginkan JELAS menjadi PENYEBAB tidak tercapainya kompetensi yang diinginkan. Demikian juga dengan proses pembelajaran. Terbentuknya kompetensi lulusan pada siswa tergantung juga dengan proses pembentukan kompetensi yang dilakukan pada proses pembelajaran. Proses pembelajaran dapat berjalan optimal jika guru memahami Kompetensi Dasar (KD), dan MENERAPKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK nya agar kompetensi dasar yang dirumuskan dalam kalimat-kalimat dapat diwujudkan pada diri siswa atau peserta didik.

Analisis SKL KI KD inilah wujud langkah guru meluruskan dan melinierkan perencanaan proses pembelajaran untuk pencapaian Standar Kompetensi Lulusan yang diinginkan.

Pengertian Analisis SKL KI KD

Analisis SKL KI KD wajib dipahami oleh setiap pendidik. Analisis SKL KI KD ialah kegiatan menguraikan keterkaitan SKL KI KD atas berbagai bagiannya, menelaah bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh berbagai informasi pedagogis yang berguna untuk membuat perencanaan pembelajaran yang benar.

Analisis SKL KI KD menjabarkan komponen SKL (Standar Kompetensi Lulusan), KI (Kompetensi Inti) dan KD (Kompetensi Dasar) baik KD Pengetahuan maupun KD Keterampilan. Selain aktifitas menjabarkan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, Analisis SKL KI KD juga menjabarkan hubungan dan keterkaitan antar komponen yang di analisis tersebut.

Jelas kiranya bahwa silabus dan RPP adalah dokumen yang diturunkan dari Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar KI KD, dan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar KI KD sendiri diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan SMK. Agar supaya silabus dan RPP SMK yang dikembangkan benar-benar akurat mengeksekusi keinginan Standar Kompetensi Lulusan SMK maka perlu ada jaminan linieritas Kompetensi Dasar KD terhadap SKL nya. Analisis SKL KI KD inilah penjamin linieritas silabus dan RPP SMK terhadap Standar Kompetensi Lulusan SKL.

Memahami Contoh Analisis SKL KI KD

Analisis SKL KI KD pada setiap mata pelajaran dilakukan mengikuti contoh dalam Bimtek Implementasi K2013. Pada posting ini contoh analisis skl ki kd admin sadurkan dari Modul Bimtek Implementasi Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Kejuruan tahun 2017.

Cobalah rekan-rekan pembaca amati tabel berikut ini.

Analisis SKL KI KD
KOMPETENSI INTI 3
KOMPETENSI INTI 4
ANALISIS DAN REKOMENDASI KI
(PENGETAHUAN)
(KETERAMPILAN)
123
3.     Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Desain Grafikapada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.4.     Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Desain Grafika. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.KI-3 pengetahuan dan KI-4 keterampilan; adalah untuk program pendidikan 3 tahun
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. 
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan,gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.KI-3 dan KI-4 tersebut sesuai menjadi rujukan KD-KD mata pelajaran Dasar-dasar Kegrafikaan pada Kompetensi Keahlian Desain Grafika (3 Tahun)

 

 

Cara Analisis SKL KI KD

Analisis SKL KI KD dikerjakan secara berturut-turut seperti diuraikan di bawah.

  • Menentukan tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan dari Kompetensi Dasar Pengetahuan (Analisis KD 3)

Pada KD contoh di atas berbunyi … Memahami pola tata letakMemahami merupakan tingkat kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa yang menunjukkan tingkat dimensi kognitif dari taksonomi Bloom revisi. Sedangkan … pola tata letak … merujuk kepada … macam-macam bentuk tata letak yang bisa jadi berbeda satu dengan yang lain tetapi sama-sama dapat digolongkan sebagai pengaturan tata letak. Pengetahuan seperti ini disebut bentuk pengetahuan konseptual.

  • Menentukan rekomendasi kesesuaian tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan dari Kompetensi Dasar

Setelah tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan kita temukan, selanjutnya diperiksa apakah  tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan tersebut SESUAI dipasangkan ? Atas dasar apakah kita menyatakan sesuai atau tidak sesuai ? Lihat pada gambar di bawah ini ….

analisis skl ki kd
analisis skl ki kd

Berdasarkan skema di atas …. Memahami atau level C2 sesuai jika dipasangkan dengan bentuk pengetahuan konseptual … jadi pada KD contoh di atas … Memahami pola tata letak … SUDAH SESUAI.

  • Menentukan tingkat taksonomi dan bentuk taksonomi dari Kompetensi Dasar Keterampilan (Analisis KD 4)

Pada KD 4 contoh di atas berbunyi … Memilih pola tata letakMemilih (pola tata letak) adalah keterampilan kongkrit. Karena keterampilan kongkrit selanjutnya periksa dalam taksonomi Simpson dan Dave dan lihat … levelnya adalah P2 (manipulasi).  Disimpulkan, memilih adalah keterampilan kongkrit level P2 (manipulasi) . Rekan-rekan perlu melihat kata kerja operasional (KKO) pada taksonomi Simpson atau Dave ini untuk memastikan … memilih … itu pada level apa?

analisis skl ki kd
analisis skl ki kd

  • Menentukan KESETARAAN taksonomi KD Pengetahuan dan taksonomi KD Keterampilan  dan rekomendasi nya

Langkah Analisis SKL KI KD selanjutnya adalah menentukan kesetaraan KD Pengetahuan dengan KD Keterampilan. Seharusnya KD Pengetahuan TIDAK BOLEH lebih rendah dari KD Keterampilan. Mengapa demikian? Logikanya … untuk melakukan suatu keterampilan diperlukan pengetahuan-pengetahuan sebagai dasar dan pedoman kerja melakukan suatu keterampilan. Logis kan?

Sekarang, bagaimana kita memutuskan KD3 sudah SETARA dengan KD4 ?

Berdasarkan taksonomi Bloom olahan Anderson, taksonomi terklasifikasi menjadi 6 level dari C1 s.d. C6 dan jenjang SMA-SMK sekurang-kurangnya dimulai dari C2 (memahami). Taksonomi keterampilan memiliki 5 level mulai dari P1 s.d. P5 baik taksonomi Simpson maupun taksonomi Dave. Perhatikan ilustrasi berikut :

Analisis SKL KI KD
PENGETAHUAN
KETERAMPILAN KONGKRIT
KETERAMPILAN KONGKRIT
KETERAMPILAN ABSTRAK
TAKSONOMI BLOOM OLAHAN ANDERSON
TAKSONOMI DAVE
TAKSONOMI SIMPSON
TAKSONOMI DYERS
Mengkreasi
C6
Naturalisasi
P5
Menjadi tindakan orisinalMencipta
Mengevaluasi
C5
Artikulasi
P4
Menjadi gerakan alamiMengomunikasikan
Menganalisis
C4
Presisi
P3
MahirMengasosiasi
Menerapkan
C3
Manipulasi
P2
Membiasakan gerakanMengumpulkan informasi
Memahami
C2
Imitasi
P1
Persiapan, Kesiapan, MeniruMenanya
Mengingat
C1
   Mengamati

KD 3 Memahami (C2) setara dengan level keterampilan Imitasi (meniru) P1 … sedangkan … KD 4 Memilih … pada level … manipulasi P2 … oleh karena itu KD 3 DIREKOMENDASIKAN dinaikkan satu tingkat pada tingkat Menerapkan (C3). Ditingkatkan pada Indikator Pencapaian Kompetensi IPK, jadi biarkan bunyi KD 3 nya tetap.

Hasil Analisis SKL KI KD

Analisis SKL KI KD seperti tampak di atas, memberikan kita informasi penting terkait Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. Hasil analisis SKL KI KD penting ini antara lain:

  1. Kompetensi Dasar KD yang sudah dilinierisasi atau disesuaikan sehingga KD Pengetahuan dan KD Keterampilan cocok berpasangan. Ini berarti kita sudah mantap pada titik tolak yang benar untuk menjabarkan pasangan KD ke dalam Indikator Pencapaian Kompetensi.
  2. Seiring dengan itu ditemukan pula tingkat dimensi kognitif apakah berada pada C1 mengingat, C2 memahami, C3 menerapkan, C4 menganalisis, C5 mengevaluasi atau C6 mengkreasi. Hal ini memastikan kita mencari dan menggunakan Kata Kerja Operasional (KKO) yang tepat untuk digunakan dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran.
  3. Analisis SKL KI KD menemukan bentuk pengetahuan faktual, konseptual, prosedural ataupun meta kognitif dan jenis keterampilan kongkrit maupun abstrak dan dengan itu memudahkan kita memilih model pembelajaran yang tepat untuk digunakan.
  4. Pada tahap ini pula bisa kita bayangkan perolehan hasil belajar apakah pada Low Order Thinking Skills (LOTS) ataukah sudah berada pada Higher Order Thinking Skills (HOTS).
Latihan Analisis SKL KI KD

 

Penguatan Pendidikan Karakter PPK dalam Analisis SKL KI KD

……………………………………………….. maaf belum sempat di tuliskan ……………………………………………………..

Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 harus memperhatikan hal-hal penting di atas.

Demikianlah sharing tentang Analisis SKL KI KD … semoga menambah pemahaman kita bersama …

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK

indikator pencapaian kompetensi ipk

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK komponen RPP yang krusial. Indikator Pencapaian Kompetensi IPK menjamin akurasi pembelajaran. Indikator Pencapaian Kompetensi IPK harus dirumuskan dengan kata kerja operasional KKO yang tepat. 

Indikator artinya penunjuk atau tanda-tanda yang tampak, pencapaian artinya telah dikuasai , kompetensi artinya kemampuan melakukan sesuatu. Jadi, Indikator Pencapaian Kompetensi IPK ialah tanda-tanda yang (seharusnya) tampak pada seseorang yang telah menguasai suatu kemampuan melakukan sesuatu

Pengertian Indikator Pencapaian Kompetensi

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK adalah komponen RPP esensial. Indikator Pencapaian Kompetensi IPK menjadi penanda bahwa kompetensi yang dipelajari sudah dikuasai. Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang spesifik dapat diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Indikator pencapaian kompetensi IPK merupakan rumusan kemampuan yang harus dilakukan atau ditampilkan oleh siswa untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar (KD).

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2014, pada ayat (4) huruf b dinyatakan bahwa indikator pencapaian kompetensi adalah:
a. kemampuan yang dapat diobservasi untuk disimpulkan sebagai pemenuhan Kompetensi Dasar pada Kompetensi Inti 1 dan Kompetensi Inti 2, dan
b. kemampuan yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk disimpulkan sebagai pemenuhan Kompetensi Dasar pada Kompetensi Inti 3 dan Kompetensi Inti 4

Merujuk pada definisi di atas, semakin jelas bahwa indikator pencapaian kompetensi IPK merupakan tolok ukur ketercapaian suatu KD. Oleh karena itu maka indikator pencapaian kompetensi juga menjadi acuan penilaian mata pelajaran.

indikator pencapaian kompetensi ipk
indikator pencapaian kompetensi ipk

Fungsi Indikator Pencapaian Kompetensi IPK

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK, seperti disinggung di atas, menjadi tolok ukur ketercapaian suatu kompetensi dasar.  Indikator Pencapaian Kompetensi menjabarkan Kompetensi Dasar ke dalam unit-unit kompetensi yang lebih rinci (kecil). Ketika peserta didik sudah mampu melakukan seluruh / semua unit kompetensi yang lebih rinci ini, peserta didik berarti telah menguasai kompetensi dasar yang dipelajari. Dengan kata lain dapat dinyatakan unit kompetensi yang lebih rinci ini merupakan sub kompetensi dasar. Penguasaan peserta didik terhadap sub kompetensi dasar keberhasilannya diindikasikan oleh Indikator Pencapaian Kompetensi IPK. Di sinilah maksud dari fungsi indikator pencapaian kompetensi sebagai tolok ukur keberhasilan penguasaan kompetensi dasar.

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK, selain berfungsi sebagai penanda dikuasainya sebuah kompetensi dasar juga berfungsi sebagai acuan penentuan tujuan pembelajaran. Setiap indikator pencapaian kompetensi yang kita nyatakan sebagai tolok ukur penguasaan kompetensi dasar sudah tentu terdiri dari sejumlah pengetahuan dan sejumlah elemen keterampilan penyusun. Ketika peserta didik sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan elementer masing-masing indikator pencapaian kompetensi maka dapat diharapkan peserta didik mampu menunjukkan performa telah memiliki indikator pencapaian kompetensi.

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK, juga berfungsi sebagai acuan penentuan materi pembelajaran. Hal ini berkaitan dengan fungsi indikator pencapaian kompetensi sebagai tolok ukur penguasaan kompetensi dasar. Ketika kita sudah mengidentifikasi indikator-indikator pencapaian kompetensi dari suatu kompetensi dasar (KD) maka otomatis tersirat juga di sana materi-materi pembelajaran yang seharusnya dikuasai peserta didik.

Fungsi indikator pencapaian kompetensi selanjutnya ialah sebagai acuan penyusunan instrumen penilaian pembelajaran atau dalam pembuatan soal-soal evaluasi. Mengapa soal-soal evaluasi harus mengacu pada indikator pencapaian kompetensi? Jawabannya … baru saja kita diskusikan di 3 paragraf di atas. Indikator pencapaian kompetensi adalah tolok ukur tercapainya kompetensi dasar oleh peserta didik. Jadi, jelas sekali, ketika soal-soal evaluasi sudah dibuat mengacu pada indikator pencapaian kompetensi (yang esensial) dan peserta didik mampu mengerjakannya dengan benar maka peserta didik yang bersangkutan sudah menguasai kompetensi dasar.

Sebuah kompetensi dasar atau KD boleh jadi mempunyai beberapa sub kompetensi yang merupakan unsur-unsur kompetensi dasar. Unit kompetensi inilah yang seharusnya diidentifikasi dengan cermat oleh guru pada proses perencanaan pembelajaran yaitu analisis materi pembelajaran. Sebaiknya proses identifikasi indikator pencapaian kompetensi dilakukan dengan teliti sehingga kita dapatkan unit kompetensi unsur esensial dari setiap kompetensi dasar.

Secara normatif, membuat indikator pencapaian kompetensi itu relatif mudah, namun menemukan indikator pencapaian kompetensi yang esensial bagi kompetensi dasar tersebut perlu pemikiran. Keberhasilan identifikasi unit kompetensi unsur yang esensial ini diindikasikan dengan indikator pencapaian kompetensi IPK. Karena itu indikator pencapaian kompetensi secara otomatis berfungsi sebagai pengarah bagaimana proses pembelajaran akan dilaksanakan.

Rekan-rekan tentunya pernah membaca sendiri atau bahkan mengalami sendiri penerapan prinsip-prinsip berikut:

  • belajar dari hal yang mudah menuju yang lebih sulit.
  • belajar dari yang nyata menuju yang abstrak (tidak nyata)
  • belajar dengan memperhatikan struktur keilmuan

Mengingat prinsip-prinsip dasar tersebut maka dalam proses analisis, Indikator Pencapaian Kompetensi IPK perlu disusun dengan memperhatikan prinsip di atas. Untuk itu, pada saat analisis, Indikator Pencapaian Kompetensi IPK disusun urutannya dengan memperhatikan prinsip dasar di atas. Jika hal ini kita lakukan maka otomatis proses pembelajaran yang kita lakukan juga mengikuti urutan yang kita buat. Dan hasilnya adalah benar-benar Indikator Pencapaian Kompetensi IPK berfungsi sebagai pemberi arah pelaksanaan pembelajaran.

Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK merupakan penanda perilaku pengetahuan (KD dari KI-3) dan perilaku keterampilan (KD dari KI-4) yang dapat diukur dan atau diobservasi sedangkan perilaku sikap spiritual dari KI-1 dan sikap sosial dari KI-2 tidak diturunkan ke dalam KD dan juga tidak memiliki indikator pencapaian kompetensi IPK pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP, tetapi perilaku sikap spiritual dan sikap sosial harus dikaitkan pada perumusan tujuan pembelajaran.

Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK memerlukan pengetahuan guru tentang kompetensi dasar. Pada kurikulum 2013 kompetensi dasar ada dalam  3 ranah, yaitu kompetensi dasar pengetahuan, kompetensi dasar keterampilan dan kompetensi dasar sikap spiritual dan sosial. Guru yang tidak menguasai kompetensi profesionalnya dengan baik mustahil dapat mengembangkan indikator pencapaian kompetensi ipk.

Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK juga memerlukan pengetahuan guru tentang taxonomi beserta kata kerja operasional (KKO) yang sesuai untuk digunakan. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK adalah menentukan sub kompetensi tertentu sesuai kompetensi dasar yang DAPAT MEWAKILI sejumlah kompetensi-kompetensi rinci/detail. Karena itu dalam merumuskan indikator pencapaian kompetensi kita tidak dapat asal pilih kata kerja operasional begitu saja. Penting bagi kita untuk melakukan kroscek apakah kata kerja operasional yang kita pilih dapat mewakili beberapa kompetensi rinci. Apabila sebuah kata kerja operasional (KKO) dapat mewakili beberapa kata kerja operasional detail atau spesifik maka kata kerja operasional tersebut dapat dipastikan sebagai kata kerja operasional indikator pencapaian kompetensi ipk.

Rumusan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK menggunakan dimensi proses kognitif (dari memahami sampai dengan mengevaluasi dan dimungkinkan sampai kreasi untuk kelas XII jika ketercapaian hasil belajar siswa di atas rata-rata) dan dimensi pengetahuan (faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif) yang sesuai dengan KD, namun tidak menutup kemungkinan perumusan indikator dimulai dari serendah-rendahnya C2 sampai setara dengan KD hasil analisis dan rekomendasi. 

Tabel Hubungan Dimensi Proses Kognitif dan Bentuk Pengetahuan

No

Perkembangan Berfikir Taksonomi Bloom Rivised Anderson (Cognitive Process Dimension)
Bentuk Pengetahuan (Knowledge Dimension)
Keterangan
1.
Mengingat (C1)Pengetahuan FaktualLower Order Thinking Skills (LOT’s)
2.
Menginterprestasi prinsip (Memahami/C2)Pengetahuan Konseptual
3.
Menerapkan (C3)Pengetahuan prosedural
4.
Menganalisis (C4) Mengevaluasi (C5) dan Mengkreasi(C6)Pengetahuan MetakognitifHigher Order Thinking Skills (HOT’s)

Tabel di atas menunjukkan pada kita bahwa Dimensi Proses Kognitif berkaitan dengan Dimensi Pengetahuan dan sudah pasti membawa dampak perolehan belajar. Sebagai contoh, dimensi proses Mengingat pada level C1 akan berkaitan dengan pengetahuan-pengetahuan faktual. Pada level C2 yaitu memahami, dimensi pengetahuannya adalah pengetahuan tentang konsep-konsep, dan seterusnya. Semua ini akan mengarahkan kita pada pengembangan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK.

Kata Kerja Operasional pada Indikator Pencapaian Kompetensi IPK

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dikembangkan berdasar pada kompetensi dasar menggunakan kata kerja operasional (KKO). Pada pengembangan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dimensi proses kognitif jenjang SMA dan SMK dimulai dari memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan mengkreasi. Pada setiap tingkatan atau dimensi proses ini dapat digunakan kata kerja yang semakna dengan kata kerja pada tingkatan dimensi proses kognitif (KKO). Kata-kata kerja yang merepresentasikan tingkatan atau dimensi proses kognitif ini cukup variatif. Kata-kata kerja ini disebut dengan Kata Kerja Operasional. Kata kerja operasional ialah kata kerja yang menunjukkan satu kegiatan tertentu yang dapat diukur atau diobservasi.

Berikut ini adalah Kata Kerja Operasional dari Taxonomi Bloom olahan Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001)

Sumber: http://www.apu.edu/live_data/files/333/blooms_taxonomy_action_verbs.pdf

Langkah-langkah merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dirumuskan melalui langkah-langkah sebagai berikut:

  • tentukan kedudukan KD dari KI-3 dan KD dari KI-4 berdasarkan gradasinya dan tuntutan KI;
  • tentukan dimensi pengetahuan (faktual, konseptual, prosedural, metakognitif);
  • tentukan bentuk keterampilan, apakah keterampilan abstrak atau keterampilan konkret;
  • untuk keterampilan kongkret pada kelas X menggunakan kata kerja operasional sampai tingkat membiasakan/manipulasi. Sedangkan untuk kelas XI minimai sampai pada tingkat mahir/presisi. Selanjutnya untuk kelas XII minimal sampai pada tingkat ‘menjadi gerakan mahir/presisihingga alami/artikulasi serta kelas XIII orisinal/naturalisasi pada taksonomi psikomotor Simpson atau Dave, dan
  • rumusan IPK pada setiap KD dari KI-3 dan pada KD dari KI-4 minimal memiliki 2 (dua) indikator.

Contoh Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dari suatu kompetensi dasar harus diidentifikasi dengan benar. Sebelum merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK terlebih dahulu kita lakukan analisis SKL KI KD.

Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi KD Pengetahuan

Dari kolom 3 kita dapatkan tingkat dimensi kognitif dari KD 3.1 Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA adalah Menerapkan (C3) dari taksonomi Bloom olahan Anderson. Indikator Pencapaian Kompetensi KD Pengetahuan dirumuskan menggunakan kata kerja operasional (KKO) pada tingkatan C3 (menerapkan) seperti : mengidentikasi, mengklasifikasi, mengemukakan, mengurutkan dll.

Masih dari kolom 3 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA … adalah bentuk / dimensi pengetahuan prosedural. Berdasar pada konteks ini, maka kata kerja operasional yang sesuai konteks Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA yang berisi pengetahuan-pengetahuan prosedural adalah mengidentikasi, mengklasifikasi, mengemukakan, mengurutkan. 

Contoh indikator pencapaian kompetensi yang sesuai untuk dirumuskan dalam konteks ini antara lain :

  1. mengidentifikasi persyaratan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA
  2. mengidentifikasi peralatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA
  3. mengidentifikasi prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA
  4. mengklasifikasi peralatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA
  5. mengurutkan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA
Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi KD Keterampilan

Dari kolom 5 kita dapatkan bentuk taksonomi KD 4.1 adalah keterampilan kongkret pada level Manipulasi (P2) dari taksonomi Simpson. Kata Kerja Operasional yang relefan …. ah… sudah jam 00.05 … besok lagikita lanjutkan …

Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK  adalah kemampuan-kemampuan yang dapat diukur/diobservasi  sebagai pemenuhan Kompetensi Dasar pada Kompetensi Inti 1 dan Kompetensi Inti 2, dan kemampuan yang dapat diukur dan/atau diobservasi sebagai pemenuhan Kompetensi Dasar pada Kompetensi Inti 3 dan Kompetensi Inti 4 ( Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2014, pada ayat (4) huruf b )

Tujuan pembelajaran adalah pernyataan yang menggambarkan proses dan hasil belajar yang ingin dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. Perhatikan contoh tujuan pembelajaran berikut : “Setelah berdiskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi masing-masing komponen penguat depan audio universal dengan percaya diri”. Tujuan pembelajaran ini dicapai melalui proses berdiskusi dan menggali informasi dan hasil belajar nya berupa kemampuan menjelaskanMenjelaskan merupakan kata kerja operasional yang dapat di ukur dan merupakan kemampuan Cognitive level 2 (C2). Lihat tabel di atas.

Persamaan Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran

  1. Indikator Pencapaian Kompetensi dan tujuan pembelajaran sama-sama dirumuskan berdasarkan kompetensi dasar (KD);
  2. Indikator Pencapaian Kompetensi dan tujuan pembelajaran sama-sama menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur atau diobservasi ketercapaiannya.

Perbedaan Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dan tujuan pembelajaran memang berbeda. Indikator Pencapaian Kompetensi IPK itu menjadi penanda apakah suatu kompetensi dasar telah dikuasai siswa. Dalam hal ini indikator pencapaian kompetensi jika telah dipenuhi  maka siswa telah memiliki satu bagian kompetensi dasar (KD). Dengan kata lain dapat saya katakan, jika kompetensi secara penuh adalah Kompetensi Dasar, maka kompetensi yang kemampuannya ditunjukkan indikator pencapaian kompetensi adalah sub kompetensi dasar atau bagian dari kompetensi dasar. Karena itu … pada saat kita memilih Kata Kerja Operasional untuk membuat Indikator Pencapaian Kompetensi … pertimbangkan dan cek kembali … benarkah indikator pencapaian kompetensi yang rekan-rekan buat dengan kata kerja operasional yang rekan-rekan pilih itu … merupakan sub kompetensi dari KD?

Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan ha­sil belajar yang diharapkan dicapai oleh siswa atau peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. Proses atau hasil belajar siswa ini bersifat spesifik (satu tingkah laku spesifik). Ingatlah dengan panduan pengembangan tujuan pembelajaran yang dapat di singkat dengan ABCDS yang maksudnya:

A = audience dalam hal ini siswa atau peserta didik

B = behaviour yaitu tingkah laku yang diharapkan

C = Criteria ialah kondisi yang harus disediakan

D = Degree yaitu tingkatan tingkah laku yang dilakukan dan

S = single behaviour yaitu satu tingkah laku spesifik.

Berdasarkan uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa indikator pencapaian kompetensi ipk dan tujuan pembelajaran memang berbeda.

Mengurutkan Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran

Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran perlu diurutkan penulisannya di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP. Mungkin Anda bertanya-tanya … mengapa indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran perlu diurutkan penulisannya di dalam RPP. Pada saat membuat persiapan proses pembelajaran indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran harus kita susun dengan cermat. Ada beberapa alasan mengapa hal tersebut harus kita lakukan.

Indikator Pencapaian Kompetensi seperti disinggung di atas, adalah sub kompetensi dasar atau bagian yang lebih kecil dari kompetensi dasar. Jadi, indikator pencapaian kompetensi itu, adalah kompetensi-kompetensi pokok yang menandai seorang siswa menguasai kompetensi yang lebih luas cakupannya. Secara alamiah, kita, lebih mudah belajar secara berjenjang dari yang mudah menuju yang sulit, dari yang kasat mata menuju yang bersifat abstrak, dari yang sederhana menuju yang lebih kompleks. Bukankah umumnya kita seperti itu? Jadi penting bagi kita menyusun dan mengurutkan indikator pencapaian kompetensi berdasarkan gradasi kesulitannya.

Mengurutkan Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran juga dilakukan berdasarkan pada struktur atau susunan yang logis secara keilmuannya. Hal ini cukup jelas kiranya. Suatu kompetensi dapat dikuasai siswa karena berlatih sedikit demi sedikit menerapkan ilmu-ilmu dasar yang sudah dikuasai sebelumnya. Ada bahan ajar yang perlu dikuasai lebih dulu sebelum ia mempelajari kompetensi terapan ilmu dasar tersebut. Karena itu, penyusunan urutan indikator pencapaian kompetensi perlu memperhatikan struktur keilmuan yang bersangkutan.

Contoh pada mata pelajaran Matematika

3.3 Mendeskripsikan dan menyatakan relasi dan fugsi dengan menggunakan berbagai representasi (kata-kata, tabel, grafik, diagram, dan persamaan).

4.3 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan relasi dan fungsi dengan menggunakan berbagai representasi

Analisis KD

Mata Pelajaran: Matematika

Berdasarkan hasil analisis pada tabel di atas … Direkomendasikan KD 3.3 dinaikkan ke tingkat C4 (menganalisis)

Jadi kata kerja operasional (KKO) yang dipakai untuk membuat IPK diambil dari KKO tingkat (C4) menganalisis khususnya ketika kita nanti membuat instrumen untuk mengukur kompetensi siswa lulus / belum lulus pada KD 3.3 tersebut. Untuk penilaian proses (dalam proses pembelajaran) BOLEH menggunakan IPK dengan KKO setingkat C2 , C3 atau C4

3.3 Mendeskripsikan dan menyatakan relasi dan fugsi dengan menggunakan berbagai representasi (kata-kata, tabel, grafik, diagram, dan persamaan).

3.3.1 Mendefinisikan pengertian relasi (C2 –> boleh)
3.3.2 Menyatakan suatu relasi yang terkait dalam kehidupan sehari-hari (C2 -> boleh)
3.3.3 Membuat bentuk penyajian relasi dengan menggunakan berbagai representasi (lebih cocok untuk IPK KD keterampilan)
3.3.4 Mendefinisikan pengertian fungsi (C2 -> boleh)
3.3.5 Membedakan antara fungsi dan bukan fungsi (C2 -> boleh)
3.3.6 Membuat bentuk penyajian fungsi dengan menggunakan himpunan pasangan berurutan, diagram panah, dan persamaan fungsi (lebih cocok untuk IPK KD keterampilan)
3.3.7 Membuat bentuk penyajian fungsi dengan menggunakan tabel dan grafik fungsi. (lebih cocok IPK KD keterampilan)

Saya menyarankan agar dibuatkan IPK pada level C3 (menerapkan) sebagai jembatan proses mencapai C4 (menganalisis)

4.3 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan relasi dan fungsi dengan menggunakan berbagai representasi

4.3.1 Menentukan penyelesaikan masalah yang berkaitan dengan relasi dengan menggunakan berbagai representasi (lebih cocok untuk IPK KD pengetahuan C3)

4.3.2 Menentukan penyelesaikan masalah yang berkaitan dengan fungsi dengan menggunakan himpunan pasangan berurutan, diagram panah dan persamaan fungsi (lebih cocok untuk IPK KD pengetahuan C3)

4.3.3 Menentukan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan fungsi dengan menggunakan tabel dan grafik fungsi (lebih cocok untuk IPK KD pengetahuan C3)

Saran saya :

4.3.1 Membuat penyelesaikan masalah relasi dengan representasi berbentuk tabel

4.3.2 Membuat penyelesaikan masalah fungsi dengan representasi menggunakan himpunan pasangan berurutan

Dan seterusnya …. bagaimana menurut bp/ibu Yusni …

Contoh pada mata pelajaran Fisika

Jawaban pertanyaan / comment dari pak Rizki Nailulauthor ….

KD >> menerapkan hukum-hukum yang berhubungan dengan fluida
KD >> memecahkan masalah dalam teknologi dan rekayasa yang berkaitan pada hukum-hukum fluida.

sudah diperbaiki / direvisi menjadi sbb:

3.8 Menerapkan hukum-hukum yang berkaitan dengan fluida statis dan dinamis

4.8 Melakukan percobaan sederhana yang berkaitan dengan hukum-hukum fluida statis dan dinamis

Dalam konteks menerapkan hukum-hukum yang berkaitan dengan fluida statis dan dinamis terdapat hukum-hukum dan beberapa pengertian yang penting (esensial) seperti ….

  1. Fluida Statis dan Tekanan Hidrostatis
  2. Gaya Archimedes
  3. Benda Mengapung, melayang dan tenggelam
  4. Hukum Pascal
  5. Pompa Hidrolik
  6. Hubungan Hukum Pascal dan Tekanan Hidrostatis
  7. Tegangan Permukaan
  8. Viskositas dan Hukum Stokes
  9. Hukum Kontinuitas dan Hukum Bernouli
  10. Penerapan Hukum Bernouli

Menerapkan termasuk dimensi C3 sehingga kata kerja operasional (KKO) yang seharusnya digunakan sebagai IPK (kunci/utama) antara lain :

A. Merujuk KKO Panduan Penilaian SMK 2018

mendemonstrasikan
memperagakan
menuliskan penjelasan
membuatkan penafsiran
mengoperasikan
mempraktikkan
merancang persiapan
menyusun jadwal
membuat sketsa
menyelesaikan masalah
menggunakan

Pilih kata kerja operasional pada daftar di atas YANG SESUAI dengan hukum-hukum dan materi esensial ….

Contoh IPK KD pengetahuan terkait hukum Archimedes :

  1. menuliskan penjelasan fluida statis > C3
  2. menuliskan penjelasan fluida dinamis > C3
  3. membuat sketsa penerapan hukum Archimedes > C3
  4. menghitung gaya apung benda yang dicelup ke dalam air > C3 (menghitung … KKO Puspendik)

Contoh IPK KD keterampilan terkait hukum Archimedes :

  1. mendemonstrasikan percobaan hukum Archimedes (keterampilan kongkrit P2)
  2. memodifikasi percobaan hukum Archimedes (keterampilan kongkrit P2)

Indikator soal evaluasi seyogyanya dibuat setelah Indikator Pencapaian Kompetensi ditentukan dengan lengkap dan akurat. Soal evaluasi untuk mengukur ketercapaian pemahaman dalam proses pembelajaran dapat menggunakan C1, C2 tetapi untuk mengukur penguasaan KD tersebut seyogyanya menggunakan Indikator Pencapaian Kompetensi setara KD (C3)

Demikian menurut hemat saya pak Rizki …. silahkan didiskusikan …

Contoh Pada Administrasi Perkantoran / Kearsipan

KD 3.3 Menerapkan prosedur penggunaan alat kearsipan
KD 4,3 Menggunakan peralatan kearsipan

KD 3.3 adalah C3 dan prosedur penggunaan alat kearsipan adalah pengetahuan prosedural

Alat kearsipan ada bermacam-macam seperti Filing Cabinet, Guide, Folder , Label, Rak Penyortir , Kartu Index, Laci kartu index dll.

IPK KD 3.3 dibuat menggunakan KKO C3 … tapi untuk membantu … boleh dibuat mulai dari C2 …

Lihat daftar KKO di atas (pada jawaban pak Rizki) … pilih dan gunakan yang bisa diterapkan untuk ranah pengetahuan …. Contoh ….

  1. menuliskan penjelasan bentuk, bahan, fungsi dan manfaat peralatan kearsipan (C3)
  2. menuliskan penjelasan urutan langkah kerja menggunakan filing cabinet (C3) … bisa dituliskan satu per satu tiap jenis peralatan
  3. merancang persiapan penggunaan Filing Cabinet, Guide, Folder , Label, Rak Penyortir , Kartu Index, Laci kartu index

KD 4.3 adalah keterampilan kongkrit … P2

IPK KD 4.3 dibuat menggunakan KKO dari taksonomi Simson / Dave level P2 …

  1. membuat guide arsip
  2. memperagakan penggunaan folder
  3. membuat label arsip
  4. membuat kartu indeks
  5. melaksanakan penempatan kartu indeks pada laci kartu indeks

Kurang lebih seperti itu pak Siagian …

Maaf saya bukan ahlinya Kearsipan … mungkin ada yang tidak pas … silahkan didiskusikan …

Demikianlah diskusi pengembangan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK … semoga berguna …