Discovery Learning

discovery learning

Discovery Learning

Discovery Learning salah satu model pembelajaran K2013. Discovery Learning mudah diterapkan. Bagaimana menyusun langkah pembelajaran discovery learning ini? Mari kita diskusikan …

discovery learning
discovery learning

Discovery Learning merupakan sebuah model pembelajaran yang menyekenariokan proses belajar sedemikian rupa sehingga siswa menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan terkait topik (kompetensi dasar – KD) yang sedang dipelajari. Jadi, dalam discovery learning ada kata kunci yang bisa dicatat yaitu

  • siswa
  • pertanyaan-pertanyaan
  • skenario belajar
  • menemukan jawaban

Dalam model pembelajaran Discovery Learning siswa adalah subyek utama yang melakukan proses belajar. Siswalah yang (seharusnya) menggali pertanyaan-pertanyaan terkait kompetensi dasar dan harus dikumpulkan untuk mendukung akuisisi kompetensi tersebut. Pertanyaan-pertanyaan atau hal-hal yang (harus) dipertanyakan pada dasarnya adalah segala sesuatu terkait kompetensi dasar meliputi pengetahuan faktual, pengetahuan konseptual, pengetahuan prosedural dan bahkan pengetahuan metakognitif. Siswa ada yang sudah tahu hal apa yang harus dipertanyakan namun umumnya siswa belum tahu hal apa saja yang perlu dipertanyakan itu. Ini wajar saja, karena mereka baru ketemu dengan topik tersebut. Dalam konteks ini Guru lah yang harus berperan memberi PANDUAN dan ARAHAN.

Sebagai pembimbing dan fasilitator GURU seharusnya tahu apa yang para siswa harus pertanyakan. Dari sudut pandang Guru, hal-hal yang harus dipertanyakan siswa itu adalah apa yang tercantum dalam Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dan Tujuan Pembelajaran. Di sinilah pentingnya rumusan Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran dirancang dengan SISTEMATIS, LENGKAP dan RINCI oleh guru. Berbekal rumusan IPK dan Tujuan Pembelajaran guru dapat menyusun panduan bagi siswa mempertanyakan hal-hal yang perlu dipahami. Panduan ini dapat berupa lembar kerja diskusi yang dibagikan kepada semua siswa.

Skenario dalam Discovery Learning menyangkut kegiatan-kegiatan yang diatur sedemikian rupa sehingga siswa mampu membangun pengetahuan-pengetahuan secara kronologis dari yang mudah menuju yang sulit seperti urutan Indikator Pencapaian Kompetensi yang tidak meninggalkan struktur keilmuannya. Siswa secara bersama membangun pengetahuan-pengetahuan selangkah-demi selangkah di dalam memorinya. Setelah melakukan penalaran siswa akan mampu menemukan jawaban pertanyaan-pertanyaan sesuai kompetensi dasar seperti diuraikan di depan. Siswa akan memiliki pengalaman dalam dirinya bahwa dia menemukan pengetahuan-pengetahuan itu sendiri tanpa dijejali ceramah oleh guru. Inilah esensi discovery learning itu.

Sintak Discovery Learning

Model pembelajaran Discovery Learning dilaksanakan mengikuti urutan proses (sintak) sebagai berikut:

  • Pemberian rangsangan (Stimulation)
discovery learning 1
discovery learning 1

Tahapan ke 1 model pembelajaran Discovery Learning ialah pemberian rangsangan (stimulation). Guru mengajak siswa memfokuskan perhatian pada berbagai jenis fakta yang relefan dengan konteks KD yang dipelajari. Inilah sebabnya guru harus memahami pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif. Fakta-fakta ini ditunjukkan melalui tayangan gambar, video, animasi, model atau bahkan benda nyatanya. Guru meminta siswa mengamati fakta-fakta ini. Melalui langkah ini perhatian siswa terfokus tepat pada hal-hal terkait KD yang akan dipelajari.

  • Pernyataan/Identifikasi masalah (Problem Statement)
discovery learning 2
discovery learning 2

Tahapan ke 2 Discovery Learning ialah pernyataan/Identifikasi masalah (Problem Statement). Agar siswa kompeten pada KD yang dipelajari tersebut hal apa saja yang harus dipahami siswa.  Masalah (bagi siswa) dalam mempelajari KD tersebut sesungguhnya ya semua konten tersebut. Minta mereka membuat pertanyaan terkait KD. Pancing mereka agar bisa mengeksplore apa yang seharusnya dipelajari secara kronologis dan bertahap. Dari sudut pandang guru, aspek-aspek permasalahan (yang harus dipelajari siswa itu) sesungguhnya sudah ditulis pada indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran.

  • Pengumpulan data (Data Collection)
discovery learning 3
discovery learning 3

Tahapan ke 3 Discovery Learning ialah pengumpulan data (Data Collection). Untuk menjawab berbagai permasalahan yang sudah diidentifikasi, siswa dipersilahkan mengumpulkan data. Berbagai cara / metode dapat dilakukan seperti membaca buku lebih intens, membuat percobaan, melakukan praktikum, melakukan studi lapangan. Pada tahap ini siswa memiliki berbagai informasi lebih detail terkait permasalahan dalam mengakuisisi KD yang dipelajari.

  • Pembuktian (Data processing dan Verification)
discovery learning 4
discovery learning 4

Tahapan yang ke 4 Discovery Learning ialah Pembuktian (Data Processing and Verification). Setelah pengumpulan data oleh siswa yang di dampingi guru, siswa pasti telah memiliki materi untuk di aplikasikan terhadap masalah yang telah sedang dipelajari.  Agar Discovery Learning dapat berjalan lancar, maka harus ada pengolahan data tersebut untuk pembuktian terhadap Jawaban dari masalah yang dipelajari. Salah satu contoh dalam pembelajaran eksakta, kita bisa memakai berbagai rumus ataupun hukum serta teori dari suatu materi. Pada pembelajaran non eksakta, guru harus menyediakan pendapat-pendapat ataupun hasil penelitian dari ahli agar bisa dijadikan acuan untuk dasar pembentukan konsep dasar yang ada di pemikiran siswa. Pembuktian yang di lakukan oleh guru dapat membuat pemikiran siswa tentang konsep dasar materi menjadi lebih matang sehingga siswa memiliki pengetahuan dasar tentang KD yang sedang dipelajari.

  • Menarik simpulan/generalisasi (Generalization)
discovery learning 5
discovery learning 5

Tahapan ke 5 dari Discovery Learning adalah Menarik Simpulan/Generalisasi (Conclusion/Generalization). Pada tahapan ini guru berperan penting sebagai pengarah agar konsep dasar siswa tadi menuju ke arah yang sama yaitu mencapai Indeks Pencapaian Kompetensi. Guru harus bisa meyakinkan dan menjawab semua keraguan dari siswa. Generalisasi ini penting dalam discovery learning, karena pada tahapan ini seharusnya siswa sudah bisa mengerti mengenai KD yang dipelajari. Pada saat generalisasi ini dilakukan maka seharusnya Indeks Pencapaian Kompetensi telah terpenuhi atau setidaknya dapat dilanjutkan dengan metode pembelajaran lain.

Tujuan pembelajaran model Discovery Learning

Discovery Learning disarankan digunakan dalam proses pembelajaran K2013. Berdasarkan Pedoman Pembelajaran SMK tahun 2017, discovery learning memiliki tujuan:

  • Meningkatkan kesempatan peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran;
  • Peserta didik belajar menemukan pola dalam situasi konkrit maupun abstrak;
  • Peserta didik belajar merumuskan strategi tanya jawab yang tidak rancu dan memperoleh informasi yang bermanfaat dalam menemukan;
  • Membantu peserta didik membentuk cara kerja bersama yang efektif, saling membagi informasi serta mendengarkan dan menggunakan ide-ide orang lain;
  • Meningkatkan keterampilan konsep dan prinsip peserta didik yang lebih bermakna;
  • Dapat mentransfer keterampilan yang dibentuk dalam situasi belajar penemuan ke dalam aktivitas situasi belajar yang baru.

Merancang Langkah Pembelajaran Discovery Learning

Model pembelajaran Discovery Learning dapat berjalan dengan lancar apabila langkah-langkah pembelajaran direncanakan dengan baik. Untuk memudahkan merancang langkah pembelajaran discovery learning penulis membuat sketsa proses sebagai berikut:

discovery learning
discovery learning

Berdasarkan ilustrasi Konsep Merancang Langkah Pembelajaran Discovery Learning dapat dijelaskan sebagai berikut:

Sisi kiri gambar menunjukkan fase-fase sintak discovery learning dimulai dari pemberian rangsangan (stimulasi) sampai dengan fase menarik kesimpulan (generalisasi). Dibagian tengah dengan notasi D1-D5 penulis gambarkan konten materi atau proses yang harus dilakuka. Sisi sebelah kanan dengan notasi R1 s.d. R5 merupakan hasil rancangan berupa langkah-langkah yang perlu dikembangkan.

Tahap memberi rangsangan merupakan kegiatan guru dengan memperlihatkan fakta-fakta yang sudah diidentifikasi pada kegiatan analisis materi pembelajaran.

Tahap identifikasi masalah sasarannya adalah berbagai pengetahuan konseptual yang sudah disusun dengan lengkap pada tujuan pembelajaran. Rekan-rekan dapat mengarahkan identifikasi masalah yang dilakukan siswa mengarah pada berbagai pengetahuan yang tercantum dalam tujuan pembelajaran.

Tahap pengumpulan data sasarannya adalah data-data pengetahuan konseptual yang sudah dinyatakan dalam tujuan pembelajaran.

Langkah pembelajaran pada tahap pembuktian merupakan langkah membandingkan / menganalisis kesesuaian analisis data konseptual dengan hasil identifikasi masalah dan literatur.

Contoh Langkah Pembelajaran Discovery Learning

Untuk memudahkan penyusunan langkah pembelajaran dengan discovery learning dapat digunakan template dasar seperti diuraikan di bawah. Perlu dipahami bahwa template dasar ini tidak mutlak harus persis seperti yang ada. Template dasar ini hanya untuk memudahkan imaginasi guru agar dapat menuangkan rencana proses pembelajaran dengan discovery learning.

STIMULASI

  1. Guru meminta siswa untuk melihat tayangan berbagai jenis …..
  2. Siswa melihat bahan tayang yang disajikan oleh Guru.
  3. Guru menugaskan siswa membaca buku untuk mengidentifikasi berbagai jenis ….
  4. Siswa membaca buku berkaitan dengan berbagai jenis …..
  5. Siswa berdiskusi tentang berbagai jenis …..
  6. Siswa mengidentifikasi …………. dari hasil diskusi dan buku.
  7. Siswa menentukan …..

IDENTIFIKASI MASALAH

  1. Guru menugaskan siswa untuk menentukan masalah utama apa dalam …..
  2. Siswa mengidentifikasi masalah-masalah melalui contoh yang didemonstrasikan oleh guru mengenai …..
  3. Siswa membaca buku untuk mendapatkan informasi tentang …..
  4. Siswa mendiskusikan …..
  5. Berdasarkan hasil membaca buku dan diskusi siswa merumuskan hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam …..
  6. Guru meminta siswa untuk menentukan prosedur ……… melalui buku siswa dan hasil diskusi
  7. Siswa menggali informasi prosedur tentang ………
  8. Siswa mendiskusikan untuk menentukan prosedur ……
  9. Siswa menyampaikan pada kelompok lain dan menanggapinya berkaitan prosedur ……..

MENGUMPULKAN DATA

  1. Guru meminta siswa untuk mencoba melakukan …………… sebagai pembuktian rumusan masalah/hipotesis
  2. Siswa mencoba ……………. sebagai pembuktian rumusan masalah/hipotesis
  3. Siswa mencoba ………. seperti contoh Guru sebagai pembuktian rumusan masalah/hipotesis
  4. Siswa mencoba melakukan………. sesuai contoh guru sebagai pembuktian rumusan masalah/hipotesis

PEMBUKTIAN

  1. Guru menugaskan siswa untuk menilai hasil ……….. menggunakan format penilaian.
  2. Siswa menilai hasil …….. menggunakan format penilaian.
  3. Siswa menilai hasil …….. menggunakan format penilaian.
  4. Guru menugaskan siswa untuk ……..
  5. Siswa mengirim tugas via e-mail.
  6. Siswa berkomunikasi tentang …….

SIMPULAN

  1. Guru menugaskan siswa untuk menyajikan cara-cara serta kesimpulan ………
  2. Siswa membuat bahan presentasi tentang ……… dalam bentuk PPT.
  3. Siswa menyajikan tentang ………..
  4. Siswa lain memberikan tanggapan terhadap presentasi.
  5. Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru.
  6. Siswa memperbaiki hasil presentasi dan membuat simpulan ……..

 

Demikian diskusi seputar discovery learning. Semoga menginspirasi rekan-rekan meningkatkan mutu perencanaan pembelajaran.

Analisis KI KD IPK Tujuan dan Materi Pembelajaran Matematika

Analisis KI KD IPK Tujuan dan Materi Pembelajaran Matematika

Posting Analisis KI KD IPK Tujuan dan Materi Pembelajaran Matematika ini saya yakin belum sempurna. Analisis KI KD IPK Tujuan dan Materi Pembelajaran Matematika ini saya harapkan bisa menjadi bahan diskusi khususnya atas pertanyaan Ibu Gina. Analisis KI KD IPK Tujuan dan Materi Pembelajaran Matematika perlu dioptimalkan untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

Analisis KI Mata Pelajaran Matematika

KOMPETENSI INTI 3

(PENGETAHUAN)

KOMPETENSI INTI 4 

(KETERAMPILAN)

ANALISIS DAN REKOMENDASI KI

1

2

3

3.  Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kajian Matematika pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.. 4. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kajian Matematika` 

Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

KI-3 pengetahuan dan KI-4 keterampilan, adalah untuk program pendidikan 3 tahun. 

KI-3 dan KI-4 tersebut sesuai menjadi rujukan KD-KD mata pelajaran Teknik Audio Video (3 Tahun).

Analisis KD Mata Pelajaran Matematika

Penjabaran KI dan KD ke dalam IPK, Tujuan Pembelajaran, dan Materi Pembelajaran

Nah sementara sampai ini dulu … saya harus belajar matematika lagi … sebelum bisa melanjutkan postingan Analisis KI KD IPK Tujuan dan Materi Pembelajaran Matematika ini … kalau belum sesuai … mohon rekan-rekan yang lebih menguasai dapat memberikan penyempurnaannya ya … terima kasih.

Capaian SKL Pengetahuan Faktual Konseptual Prosedural Metakognitif Rendah

pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif rendah

Capaian SKL Pengetahuan Faktual Konseptual Prosedural Metakognitif Rendah

Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif merupakan salah satu indikator SKL dalam Rapor Mutu Sekolah. Berapa skor capaian SKL Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif di sekolah kita? Apakah capaian SKL Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif di sekolah rekan-rekan masih rendah? … maaf … alias belum bermutu tinggi? Apa yang menjadi penyebabnya? Mari kita diskusikan …

pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif
pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif

Memahami Pengetahuan Faktual Konseptual Prosedural Metakognitif

Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif merupakan salah satu indikator capaian Standar Kompetensi Lulusan Rapor Mutu Sekolah. Berdasarkan hasil diskusi dan kunjungan di beberapa pertemuan masih banyak dari kita belum memahami apa itu pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif. Untuk menambah wawasan kita berikut deskripsi pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif yang dimuat dalam dokumen indikator mutu dalam penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Deskripsi Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif pada jenjang SD

  • pengetahuan dasar berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, dan negara.
  • pengetahuan terminologi/istilah  yang  digunakan,  klasifikasi,  kategori,
  • prinsip, dan generalisasi berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya terkait dengan diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, dan negara.
  • pengetahuan tentang cara melakukan sesuatu atau kegiatan yang berke- naan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa dan negara.
  • pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri sendiri dan menggunakannya dalam mempelajari ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya terkait dengan diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa dan negara.

Deskripsi Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif pada jenjang SMP

  • pengetahuan teknis dan spesifik tingkat sederhana berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
  • pengetahuan terminologi/istilah dan klasifikasi, kategori, prinsip, general- isasi dan teori, yang digunakan terkait dengan pengetahuan teknis dan spesifik tingkat sederhana berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
  • pengetahuan tentang cara melakukan sesuatu atau kegiatan yang terkait dengan pengetahuan teknis, spesifik, algoritma, metode tingkat seder- hana berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
  • pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri sendiri dan menggunakannya dalam mempelajari pengetahuan teknis dan spesifik tingkat sederhana berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.

Deskripsi Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif pada jenjang SMA dan SMK

  • pengetahuan teknis dan spesifik, detail dan kompleks berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan inter- nasional.
  • pengetahuan terminologi/istilah dan klasifikasi, kategori, prinsip, general- isasi, teori, model, dan struktur yang digunakan terkait dengan pengetahuan teknis dan spesifik, detail dan kompleks berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan inter- nasional.
  • pengetahuan tentang cara melakukan sesuatu atau kegiatan yang terkait dengan pengetahuan teknis, spesifik, algoritma, metode, dan kriteria untuk menentukan prosedur yang sesuai berkenaan dengan ilmu penge- tahuan, teknologi, seni, dan budaya, terkait dengan masyarakat dan ling- kungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan inter- nasional.
  • pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri sendiri dan menggunakannya dalam  mempelajari  pengetahuan  teknis, detail, spesifik, kompleks, kontekstual dan kondisional berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan internasional.

Memahami Acuan Mutu Untuk Analisis Capaian SKL Pengetahuan Faktual Konseptual Prosedural Metakognitif

Capaian SKL Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif terbentuk oleh suatu sistem standar. Standar Nasional Pendidikan yang terdiri atas 8 (delapan) standar membentuk sistem input proses dan output yang digambarkan sebagai berikut:

acuan mutu skl pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif

Tampak pada gambar di atas bagian masukan (input) dibentuk oleh standar pengelolaan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana dan standar pembiayaan. Sistem standar masukan ini akan mendukung sistem proses yang terdiri dari standar proses, standar isi dan standar penilaian. Kompetensi Lulusan berada pada posisi keluaran dari sistem atau merupakan hasil.

Kompetensi lulusan berupa capaian pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif akan optimal jika standar proses, standar isi dan standar penilaian dilaksanakan secara penuh dan optimal sesuai ketentuan. Standar isi, standar proses dan standar penilaian akan bisa dijalankan secara penuh dan optimal apabila sistem standar masukan yaitu standar pengelolaan, standar PTK, standar sarana dan prasarana dan standar pembiayaan dipenuhi sesuai ketentuan.

Berdasar gambar dan uraian singkat di atas kompetensi lulusan berupa capaian pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif sebagai keluaran merupakan hasil langsung / dipengaruhi secara langsung oleh pelaksanaan standar proses, pelaksanaan standar isi dan pelaksanaan standar penilaian. Penting untuk dicatat, dalam konteks ini yang berpengaruh secara langsung kepada kompetensi lulusan berupa capaian pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif adalah pelaksanaan standar isi, standar proses dan standar penilaian oleh rekan-rekan pendidik.

Kemungkinan Penyebab Langsung Capaian SKL Pengetahuan Faktual Konseptual Prosedural Metakognitif Rendah

Berapa skor capaian SKL Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif di sekolah kita? Apakah capaian SKL Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif masih rendah? Maaf … jangan berpikir negatif … data dalam rapor mutu pendidikan yang dapat kita lihat rata-rata masih rendah. Tentu saja hal ini tidak sama antara satu sekolah dengan sekolah yang lain dan bahkan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Apakah kemungkinan penyebab capaian SKL Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif masih rendah?

Penyebab Langsung Capaian SKL Pengetahuan Faktual Konseptual Prosedural Metakognitif sesuai uraian di atas adalah hasil pelaksanaan standar isi, hasil pelaksanaan standar proses dan hasil pelaksanaan standar penilaian. Dengan bahasa sederhana dapat kita ungkapkan kompetensi peserta didik secara langsung dipengaruhi oleh apa yang diajarkan guru, bagaimana guru mengajarkan dan bagaimana guru menilai yang sudah diajarkan.

standar isi proses penilaian
standar isi proses penilaian
Solusi Meningkatkan Capaian SKL Pengetahuan Faktual Konseptual Prosedural Metakognitif Rendah

Untuk meningkatkan Capaian SKL Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif Rendah secara umum tentu meliputi seluruh standar. Namun kita sebagai guru dapat berpartisipasi meningkatkan capaian skl tersebut dengan memperbaiki dan menyempurnakan segala sesuatu terkait dengan pertanyaan (1) apa yang kita ajarkan (isi pembelajaran) (2) bagaimana kita mengajarkan (proses) dan (3) bagaimana kita menilai pembelajaran (penilaian)

Isi pembelajaran seharusnya terurai dengan lengkap dan sistematis di dalam KTSP yaitu Dokumen 1, Silabus / Dokumen 2 dan RPP / Dokumen 3. Dalam hal ini bukan saja keberadaan benda masing-masing dokumen namun juga proses dan prosedur penyusunan masing-masing dokumen. Agar isi pembelajaran dapat ditemukan dengan akurat maka kita perlu lakukan Analisis SKL KI KD dan Analisis Materi Pembelajaran.

Proses pembelajaran atau bagaimana kita mengajarkan merujuk aktifitas-aktifitas yang seharusnya kita lakukan sesuai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun melalui analisis yang benar sehingga bukn saja isi namun juga proses pembelajaran benar. Bagaimana kita mengajarkan dapat disusun rencananya dengan akurat dengan melakukan Analisis Penerapan Model Pembelajaran.

Bagaimana kita menilai merujuk pada perencanaan penilaian, proses dan prosedur penilaian yang benar dan tepat. Dan penilaian pembelajaran dapat disusun dengan akurat jika kita melakukan Analisis Penilaian Hasil Belajar.

Dengan langkah-langkah di atas Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif Indikator SKL Rapor Mutu Pendidikan dapat ditingkatkan.

Demikian diskusi kita Capaian SKL Pengetahuan Faktual Konseptual Prosedural Metakognitif Rendah … semoga menjadi perhatian kita.

 

Bacaan Sumber:

  1. Indikator Mutu Dalam Penjaminan Mutu Pendidikan, Kemdikbud, 2017
  2. How Help Teacher Succes, Glickman,
  3. Rapor Mutu Sekolah

Standar Proses & Peran Guru Kepala Sekolah dan Pengawas

Standar Proses & Peran Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas

Standar proses wajib dilaksanakan sekolah. Standar proses salah satu ‘soko guru’ mutu pendidikan. Standar proses menuntut peran guru, kepala sekolah, pengawas sekolah. Kepala sekolah bertanggung jawab terhadap keterlaksanaan standar proses di satuan pendidikan yang dipimpinnya. Guru adalah pihak yang mengimplementasikan komponen standar proses tersebut. Walaupun demikian, berdasarkan pengamatan di lapangan banyak pihak ‘tampak’ belum begitu memahami apa dan bagaimana pelaksanaan standar proses di sekolah. Mari kita diskusikan standar proses dan implementasinya dalam keseharian di sekolah kita.

Pengertian dan dasar hukum Standar Proses

Standar Proses merupakan kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan satuan pendidikan dasar menengah untuk mencapai kompetensi lulusan (Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, pasal 1). Kriteria menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia online https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/kriteria memiliki makna “ukuran yang menjadi dasar penilaian atau penetapan sesuatu”. Jadi dapat kita pahami bahwa Standar Proses adalah ukuran yang menjadi dasar penilaian pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai kompetensi lulusan.

Indikator Mutu Pelaksanaan Standar Proses

Standar Proses dilaksanakan oleh satuan pendidikan atau sekolah dalam berbagai bentuk kegiatan. Kegiatan-kegiatan berupa komponen kegiatan yang tersurat maupun tersirat dalam peraturan menteri.

standar-proses
standar-proses

Ukuran keterlaksanaan standar proses telah dirinci dalam indikator dan sub indikator mutu dalam penjaminan mutu pendidikan. Berikut adalah indikator dan sub indikator keterlaksanaan standar proses menurut Indikator Mutu Pendidikan yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2017, :

  1. Sekolah merencanakan proses pembelajaran sesuai ketentuan
  2. Perencanaan pembelajaran mengacu pada silabus yang telah dikembangkan
  3. Perencanaan pembelajaran mengarah pada pencapaian kompetensi
  4. Pendidik menyusun dokumen rencana dengan lengkap dan sistematis
  5. RPP mendapatkan evaluasi dari kepala sekolah dan pengawas sekolah
  6. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan tepat
  7. Membentuk rombongan belajar dengan jumlah siswa sesuai ketentuan
  8. Mengelola kelas sebelum memulai pembelajaran
  9. Pembelajaran Mendorong Siswa Mencari Tahu
  10. Pembelajaran menuju penguatan penggunaan pendekatan ilmiah
  11. Pembelajaran Berbasis Kompetensi
  12. Pembelajaran Terpadu
  13. Pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multidimensi
  14. Pembelajaran menuju keterampilan aplikatif
  15. Pemberdayaan siswa sebagai pembelajar sepanjang hayat
  16. Pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas.
  17. Mengakui atas perbedaan individual dan latar belakang budaya siswa.
  18. Menerapkan metode pembelajaran sesuai karakteristik siswa
  19. Memanfaatkan media pembelajaran dalam meningkatkan efisiensi dan efektivi- tas pembelajaran
  20. Pembelajaran Berbasis Aneka Sumber Belajar
  21. Mengelola kelas saat menutup pembelajaran
  22. Pengawasan dan penilaian otentik dilakukan dalam proses pembelajaran
  23. Melakukan penilaian otentik secara komprehensif
  24. Memanfaatkan hasil penilaian otentik
  25. Melakukan pemantauan proses pembelajaran
  26. Melakukan supervisi proses pembelajaran kepada guru
  27. Mengevaluasi proses pembelajaran
  28. Menindaklanjuti hasil pengawasan proses pembelajaran

Peran Guru dalam pelaksanaan Standar Proses

Standar proses diterapkan di satuan pendidikan dalam berbagai bentuk kegiatan yang terangkai menjadi suatu proses panjang menghasilkan mutu lulusan. Guru dan kepala sekolah memegang peran dalam rangka implementasi esensi standar proses. Kepala sekolah melalui fungsi manajerialnya melakukan pengelolaan implementasi standar proses sedangkan guru sebagai pendidik bertugas dan bertanggungjawab melaksanakan berbagai komponen standar proses dimana proses dan hasilnya seharusnya nampak dalam indikator-indikator mutu.

Peran-peran guru melaksanakan standar proses sebagai berikut :

  1. Guru merencanakan pembelajaran mengacu pada silabus yang telah dikembangkan
  2. Guru merencanakan pembelajaran mengarah pada pencapaian kompetensi
  3. Guru menyusun dokumen rencana dengan lengkap dan sistematis
  4. Guru mengelola kelas sebelum memulai pembelajaran
  5. Guru mendorong Siswa Mencari Tahu
  6. Guru menggunaan pendekatan ilmiah
  7. Guru melaksanakan pembelajaran Berbasis Kompetensi
  8. Guru melaksanakan pembelajaran Terpadu
  9. Guru melaksanakan pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multidimensi
  10. Guru melaksanakan pembelajaran yang menuju keterampilan aplikatif
  11. Guru membemberdayakan siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat
  12. Guru melaksanakan pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas.
  13. Guru mengakui perbedaan individual dan latar belakang budaya siswa.
  14. Guru menerapkan metode pembelajaran sesuai karakteristik siswa
  15. Guru memanfaatkan media pembelajaran dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran
  16. Guru menerapkan pembelajaran Berbasis Aneka Sumber Belajar
  17. Guru mengelola kelas saat menutup pembelajaran
  18. Guru melakukan penilaian otentik secara komprehensif
  19. Guru memanfaatkan hasil penilaian otentik
  20. Guru melakukan evaluasi diri atas proses pembelajaran yang dilakukan
Peran Kepala Sekolah dalam pelaksanaan Standar Proses

Standar proses yang komponen-komponennya dilaksanakan atau diperankan oleh guru tentu tidak terlepas dari peran-peran kepala sekolah dalam mengelola sekolah. Selain mengelola implementasi standar proses, kepala sekolah dituntut memiliki pengetahuan tentang bagaimana komponen standar proses seharusnya dilaksanakan.

Peran-peran kepala sekolah mengelola dan memfasilitasi pelaksanaan standar proses antara lain :

  1. Kepala Sekolah memimpin dan memfasilitasi kegiatan perencanaan pembelajaran mengacu pada silabus yang telah dikembangkan
  2. Kepala Sekolah memimpin dan memfasilitasi kegiatan perencanaan pembelajaran yang mengarah pada pencapaian kompetensi
  3. Kepala Sekolah memastikan Pendidik menyusun dokumen rencana dengan lengkap dan sistematis
  4. Kepala Sekolah mengevaluasi RPP yang disusun guru
  5. Kepala Sekolah melakukan pemantauan proses pembelajaran
  6. Kepala Sekolah melakukan supervisi proses pembelajaran kepada guru
  7. Kepala Sekolah mengevaluasi proses pembelajaran
  8. Kepala Sekolah menindaklanjuti hasil pengawasan proses pembelajaran
Peran Pengawas Mendampingi Sekolah Memenuhi Standar Proses

Pengawas sekolah juga memiliki peran yang tidak kalah penting dalam konteks mendampingi sekolah mencapai standar proses yang optimal. Agar sekolah binaan dapat mencapai pelaksanaan standar proses yang optimal tersebut, pengawas sekolah dapat berperan baik melalui fungsi supervisi akademik maupun supervisi manajerial.

Demikian diskusi kita tentang Standar Proses dan Peran Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas. Semoga bermanfaat.

 

Rujukan :

Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah

Indikator Mutu dalam Penjaminan Mutu Pendidikan, Kemdikbud

Standar Penilaian SMK/MAK 2018

Standar Penilaian SMK/MAK 2018

Standar penilaian adalah salah satu unsur S N P. Standar penilaian wajib dipahami guru. Standar penilaian menjadi referensi utama setiap sekolah dalam pelaksanaan penilaian.

Standar Penilaian SMK/MAK 2018 baru diterbitkan. Standar Penilaian SMK/MAK 2018 dirilis bersamaan dengan Standar Nasional Pendidikan SMK/MAK. Standar Penilaian SMK/MAK 2018 merupakan bagian atau lampiran dari Standar Nasional Pendidikan SMK/MAK akhir tahun 2018.

Standar Penilaian Pendidikan SMK/MAK 2018, yang selanjutnya disebut Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria minimal mengenai lingkup, tujuan, manfaat, prinsip, mekanisme, prosedur, dan instrumen Penilaian Hasil Belajar peserta didik yang digunakan sebagai dasar dalam Penilaian Hasil Belajar peserta didik.

standar penilaian smk 2018
standar penilaian smk 2018

Prinsip Penilaian Menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018

Standar Penilaian SMK/MAK 2018 yang terlampir di dalam Standar Nasional Pendidikan SMK/MAK 2018 telah menyatakan dengan jelas Prinsip, Tujuan dan Ruang lingkup Penilaian SMK/MAK.

Prinsip adalah hal pokok dan mendasar yang dianut atau diterapkan. Jadi, prinsip penilaian SMK/MAK 2018 ialah hal pokok dan mendasar yang seharusnya diterapkan pada pelaksanaan penilaian. Prinsip-prinsip penilaian menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018 meliputi hal-hal berikut:

  1. Sahih, berarti interpretasi hasil penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan peserta didik dalam kaitannya dengan kompetensi yang dinilai sebagaimana diamanatkan oleh Standar Kompetensi Lulusan dan turunannya;
  2. Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas dalam  pemberian  interpretasi,  tidak  dipengaruhi subjektivitas penilai,  dimulai  dari  pengembangan  instrumen penilaiannya sampai dengan analisis hasil penilaian;
  3. Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender;
  4. Terpadu, berarti penilaian mencakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terintegrasi dan merupakan komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran;
  5. Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan;
  6. Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian mencakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau dan menilai perkembangan kemampuan peserta didik;
  7. Sistematis, berarti  penilaian  dilakukan  secara  berencana  dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku sesuai tahapan pelaksanaan kurikulum;
  8. Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran Kriteria Pencapaian Kompetensi yang ditetapkan sesuai Standar Kompetensi Lulusan;
  9. Akuntabel, berarti hasil penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi mekanisme, prosedur, teknik, maupun hasilnya;
  10. Reliabel, berarti penilaian memberikan hasil yang dapat dipercaya, dan konsisten apabila proses penilaian dilakukan secara berulang dengan menggunakan instrumen setara yang terkalibrasi; dan
  11. Autentik, berarti penilaian didasarkan pada keahlian, materi, atau kompetensi yang dipelajari sesuai dengan norma dan konteks di tempat kerja.

Tujuan Penilaian Menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018

Standar Penilaian SMK/MAK 2018 , sebagai sebuah standar telah menetapkan bahwa  Penilaian Hasil Belajar peserta didik dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:

  1. mengetahui tingkat capaian hasil belajar/kompetensi peserta didik;
  2. mengetahui pertumbuhan dan perkembangan peserta didik;
  3. mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik;
  4. mengetahui efektivitas proses pembelajaran; dan
  5. mengetahui pencapaian kurikulum.

Ruang Lingkup Penilaian Menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018

Standar Penilaian SMK/MAK 2018 menyatakan bahwa  Ruang lingkup Penilaian Hasil Belajar peserta didik pada SMK/MAK meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

  1. Penilaian ranah sikap merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh informasi deskriptif mengenai perilaku peserta didik sesuai norma sosial dan program keahlian yang ditempuh.
  2. Penilaian ranah pengetahuan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi aspek pengetahuan peserta didik sesuai dengan mata pelajaran dan/atau program keahlian yang ditempuh.
  3. Penilaian ranah keterampilan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi aspek keterampilan dalam melakukan tugas tertentu sesuai dengan mata pelajaran dan/atau program keahlian yang ditempuh.
Mekanisme, Prosedur dan Instrumen Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik Menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018
A.  Mekanisme Penilaian

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh pendidik merupakan penilaian proses pembelajaran (assessment for learning), penilaian capaian pembelajaran (assessment of learning), dan penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning), yang dilakukan melalui mekanisme penilaian pembelajaran sebagai berikut:

  1. Pendidik menetapkan  lingkup  penilaian  meliputi  ranah  sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
  2. Pendidik menyusun  perencanaan  penilaian  dan  melaksanakan penilaian; dan
  3. Pendidik memanfaatkan  hasil  penilaian  untuk  pengambilan keputusan     berkaitan  dengan  peserta  didik,  perbaikan  proses pembelajaran, membuat pelaporan, dan kegunaan lain yang sesuai.
B.  Prosedur Penilaian

Penilaian Hasil Belajar oleh pendidik dilakukan melalui tahapan sebagai berikut:

  1. Perencanaan metode dan teknik penilaian oleh pendidik mengacu kepada Standar Kompetensi Lulusan dan turunannya;
  2. Penyusunan instrumen penilaian disesuaikan dengan perencanaan metode dan teknik penilaian serta ditelaah/divalidasi oleh sejawat pendidik mata pelajaran yang sama;
  3. Pelaksanaan kegiatan penilaian bersifat fleksibel, menggunakan strategi, bentuk, dan teknik yang sesuai;
  4. Pendidik memfasilitasi pelaksanaan penilaian mandiri oleh peserta didik pada setiap penyelesaian proses belajar pada setiap unit kompetensi. Hasil penilaian mandiri diverifikasi oleh pendidik untuk membantu memastikan kesesuaiannya;
  5. Analisis hasil penilaian untuk mengetahui level capaian kompetensi dan/atau ketuntasan  belajar,  kelebihan,  dan  kekurangan pembelajaran baik tingkat peserta didik maupun tingkat kelas;
  6. Pemanfaatan hasil analisis untuk merancang pembelajaran remedial, meningkatkan mutu pembelajaran dan lulusan; dan
  7. Pelaporan berbentuk profil pencapaian kompetensi peserta didik dan profil kelas serta angka dan/atau deskripsi capaian belajar.
C.  Bentuk dan Instrumen Penilaian

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh pendidik dilakukan dengan menggunakan  bentuk  pengamatan,  penugasan,  ulangan,  dan/atau bentuk lain yang sesuai. Instrumen penilaian terdiri atas tes dan nontes.

Mekanisme, Prosedur dan Instrumen Penilaian Hasil Belajar oleh Sekolah Menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018
A.  Mekanisme Penilaian

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh satuan pendidikan merupakan penilaian capaian hasil belajar (assessment of learning), yang dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut:

  1. Penilaian oleh satuan pendidikan meliputi ranah pengetahuan dan keterampilan;
  2. Penilaian Hasil Belajar dalam bentuk Ujian Sekolah/Madrasah diselenggarakan oleh satuan pendidikan terakreditasi pada akhir jenjang pendidikan;
  3. Penilaian Hasil Belajar dalam bentuk UPK dilaksanakan oleh satuan pendidikan terakreditasi di tempat uji kompetensi pada satuan pendidikan atau tempat lain yang ditunjuk pada akhir periode pembelajaran dalam bentuk semester dan/atau tingkat;
  4. Pelaporan hasil penilaian UPK dilakukan oleh satuan pendidikan terakreditasi bekerja sama dengan mitra dunia usaha/industri dan/atau lembaga sertifikasi  profesi  dalam  bentuk  paspor keterampilan dan/atau sertifikat paket kompetensi yang telah dicapai; dan
  5. Laporan hasil penilaian pendidikan pada akhir semester, akhir tahun, dan kelulusan peserta didik ditetapkan dalam rapat dewan pendidik satuan pendidikan.
B.  Prosedur Penilaian

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh satuan pendidikan dilakukan melalui tahapan sebagai berikut:

  1. Penilaian Hasil  Belajar  peserta  didik  oleh  satuan  pendidikan dilakukan                  mengacu  kepada  Standar  Kompetensi  Lulusan  dan turunannya;
  2. Penyusunan instrumen penilaian disesuaikan dengan perencanaan metode dan teknik penilaian serta ditelaah/divalidasi oleh tim yang ditunjuk oleh satuan pendidikan;
  3. Pelaksanaan kegiatan penilaian bersifat fleksibel, menggunakan strategi, bentuk, dan teknik yang sesuai;
  4. Analisis hasil  penilaian  untuk  mengetahui  daya  serap  materi pembelajaran pada tingkat peserta didik maupun tingkat kelas;
  5. Pemanfaatan hasil  analisis  untuk  meningkatkan  mutu  satuan pendidikan; dan
  6. Pelaporan berbentuk profil kelas, profil satuan pendidikan yang berupa angka dan/atau deskripsi.
C.  Bentuk dan Instrumen Penilaian

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh satuan pendidikan dilakukan dalam bentuk Ujian Sekolah/Madrasah, UPK,  RPL, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dan/atau bentuk lain yang sesuai. Instrumen penilaian terdiri atas tes dan nontes. Instrumen tes dapat berupa instrument tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik. Instrumen nontes dapat berupa kuesioner, lembar pengamatan, dan/atau bentuk lain yang sesuai.

Mekanisme, Prosedur dan Instrumen Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah Pusat Menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018
A.  Mekanisme Penilaian

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh Pemerintah Pusat merupakan penilaian capaian pembelajaran (assessment of learning), yang dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut:

  1. Penilaian oleh Pemerintah Pusat dapat meliputi ranah pengetahuan dan keterampilan;
  2. Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah Pusat dalam bentuk Ujian Nasional diselenggarakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan;
  3. Satuan pendidikan pelaksana  Ujian  Nasional  adalah  satuan pendidikan terakreditasi;
  4. Ujian Nasional diselenggarakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dan sebanyak-banyaknya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun; dan
  5. Pemerintah Pusat dapat menyelenggarakan Penilaian Hasil Belajar dalam bentuk lain  yang  hasilnya  dapat  digunakan  untuk peningkatan, pemerataan, dan penjaminan mutu pendidikan.
B.  Prosedur Penilaian

Prosedur Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah Pusat dilakukan melalui tahapan berikut:

  1. Perencanaan metode dan teknik penilaian oleh Pemerintah Pusat mengacu kepada Standar Kompetensi Lulusan dan turunannya serta harus memenuhi prinsip penilaian;
  2. Penyusunan instrumen penilaian disesuaikan dengan perencanaan metode dan teknik penilaian serta ditelaah dan divalidasi oleh tim yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat;
  3. Pelaksanaan kegiatan penilaian bersifat fleksibel, menggunakan strategi, bentuk, dan teknik yang sesuai dengan tujuan penilaian.
  4. Analisis hasil penilaian untuk mengetahui capaian peserta didik, satuan pendidikan, dan wilayah binaannya;
  5. Pemanfaatan hasil  analisis  digunakan  untuk  pemetaan  mutu program, dasar perumusan kebijakan, alat seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, pengendalian mutu pendidikan di wilayah binaannya,   serta pembinaan kepada satuan pendidikan dalam rangka peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, daerah, dan nasional;
  6. Pelaporan dapat berbentuk sertifikat, profil peserta didik, profil satuan pendidikan, dan profil daerah yang berupa angka dan/atau deskripsi;
C.  Bentuk dan Instrumen Penilaian

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh Pemerintah Pusat dilakukan dalam bentuk Ujian Nasional, UKK dan/atau bentuk lain yang sesuai. Instrumen penilaian berupa tes dan nontes. Tes dapat terdiri atas tes tertulis dan tes praktik. Instrumen nontes dapat berupa pertanyaan survei.

Mekanisme, Prosedur dan Instrumen Uji Kompetensi Keahlian Menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018
A.  Mekanisme Pengujian

Pengujian Kompetensi peserta didik oleh lembaga sertifikasi profesi dan atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri merupakan pengukuran capaian kompetensi berdasarkan skema okupasi dan atau skema kualifikasi. Hasil pengujian untuk memperoleh sertifikat kompetensi. Mekanisme pengujian dilakukan sesuai ketentuan lembaga sertifikasi profesi atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri.

B.  Prosedur Pengujian

Prosedur pengujian meliputi perencanaan, penyusunan instrumen, pelaksanaan kegiatan, analisis, dan penerbitan sertifikat kompetensi. Prosedur pengujian dilakukan sesuai ketentuan lembaga sertifikasi profesi atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri.

Prosedur pengujian hasil belajar kejuruan peserta didik dilakukan melalui tahapan berikut:

  1. Perencanaan metode dan teknik penilaian oleh lembaga sertifikasi profesi atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri mengacu kepada skema sertifikasi;
  2. Pembukaan pendaftaran untuk penetapan peserta uji kompetensi dilanjutkan dengan penilaian mandiri;
  3. Penyusunan materi uji kompetensi sesuai dengan skema sertifikasi kemasan okupasi atau kemasan kualifikasi dengan memperhatikan perencanaan metode dan teknik penilaian;
  4. Validasi materi uji kompetensi oleh tim yang ditunjuk oleh lembaga sertifikasi profesi atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri;
  5. Penunjukan asesor kompetensi sesuai dengan skema sertifikasi yang akan diujikan;
  6. Penetapan Tempat Uji Kompetensi yang telah terverifikasi;
  7. Penilaian mandiri peserta, bila sudah dilakukan selama proses pembeajaran, maka dapat digunakan dalam UKK
  8. Pelaksanaan kegiatan sertifikasi kompetensi menggunakan strategi, bentuk, dan teknik yang sesuai dengan tujuan sertifikasi kompetensi;
  9. Pelaporan hasil asesmen kepada lembaga sertifikasi untuk dirapatkan oleh tim yang ditunjuk;
  10. Penerbitan sertifikat kompetensi bagi peserta uji yang dinyatakan kompeten; dan
  11. Pemanfaatan hasil analisis sertifikasi kompetensi dapat digunakan untuk pemetaan mutu program, dan perumusan kebijakan satuan pendidikan.
C.      Bentuk dan Instrumen Penilaian

Penilaian pencapaian kompetensi peserta didik oleh asesor kompetensi dilakukan dalam bentuk sertifikasi kompetensi atau RPL. Instrumen penilaian terdiri atas tes dan nontes. Instrumen tes dapat berupa instrument tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik. Instrumen nontes dapat berupa lembar penilaian demonstrasi, lembar penilaian portofolio, kuesioner, lembar pengamatan, dan/atau bentuk lain yang sesuai.

Demikian Standar Penilaian SMK/MAK 2018 . Semoga bermanfaat .

Sumber: Permendikbud No. 34 Tahun 2018 Kemdikbud.

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

standar kompetensi lulusan skl smk 2018

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK adalah bagian SNP SMK/MAK 2018. Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK itu kriteria kemampuan lulusan SMK. Pahami Standar Kompetensi Lulusan (SKL) SMK/MAK agar kita tahu pasti apa peran kita untuk mewujudkannya.

Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK adalah kriteria minimal tentang kompetensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sesuai kebutuhan pengguna lulusan. Pengertian ini selaras dengan posisi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) SMK/MAK sebagai bagian dari SNP SMK/MAK dan pengertian umum Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK sesuai Permendikbud No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan.

area kompetensi standar kompetensi lulusan smk-mak 2018
area kompetensi standar kompetensi lulusan smk-mak 2018

Mengenali Formulasi Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018 dirumuskan sedikit berbeda dengan Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK sebelumnya. Rumusan Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018 dirinci ke dalam 9 (sembilan) area kompetensi meliputi :

  1. keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  2. kebangsaan dan cinta tanah air;
  3. karakter pribadi dan sosial;
  4. literasi;
  5. kesehatan jasmani dan rohani;
  6. kreativitas;
  7. estetika;
  8. kemampuan teknis; dan
  9. kewirausahaan.

Masing-masing area kompetensi kemudian dijabarkan ke dalam kompetensi-kompetensi lulusan SMK/MAK yang dicita-citakan.

Rumusan Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

 

No. Area Kompetensi Standar Kompetensi Lulusan 3 (tiga) Tahun
A.1. Keimanan    dan Ketakwaan kepada    Tuhan Yang Maha Esa

A.1.1 memiliki     pemahaman,     penghayatan,     dan kesadaran  dalam  mengamalkan  ajaran  agama yang dianut

A.1.2 memiliki     pemahaman,     penghayatan,     dan kesadaran dalam        berperilaku        yang menggambarkan akhlak mulia

A.1.3 memiliki     pemahaman,     penghayatan,     dan kesadaran dalam hidup berdasarkan nilai kasih dan sayang

A.2. Kebangsaan dan Cinta Tanah Air

A.2.1 meyakini    Pancasila    sebagai    dasar    Negara Kesatuan Republik Indonesia

A.2.2 memiliki  kesadaran  sejarah,  rasa  cinta,  rasa bangga, dan semangat berkorban untuk tanah air, bangsa, dan negara

A.2.3 menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang demokratis dan warga masyarakat global

A.2.4 bekerjasama dalam keberagaman suku, agama, ras, antargolongan, jender, dan bahasa dengan menjunjung hak asasi dan martabat manusia

A.2.5 memiliki     pemahaman,     penghayatan,     dan kesadaran untuk  patuh  terhadap  hukum dan norma sosial

A.2.6 memiliki      kebiasaan,      pemahaman,      dan kesadaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungan alam, kepedulian sosial dalam konteks pembangunan berkelanjutan

 

No. Area Kompetensi Standar Kompetensi Lulusan – 3 (tiga) Tahun
A.3. Karakter Pribadi dan Sosial

A.3.1 memiliki      kebiasaan,      pemahaman,      dan kesadaran untuk bersikap dan berperilaku jujur

A.3.2 memiliki  kemandirian    dan  bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas pekerjaannya

A.3.3 memiliki kemampuan berinteraksi dan bekerja dalam kelompok  secara  santun,  efektif,  dan produktif dalam     melaksanakan     tugas pekerjaannya

A.3.4 memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan situasi dan lingkungan kerja secara efektif

A.3.5 memiliki rasa ingin tahu untuk mengembangkan keahliannya secara berkelanjutan

A.3.6 memiliki     etos     kerja     yang     baik    dalam menjalankan tugas keahliannya

A.4. Kesehatan Jasmani dan Rohani

A.4.1 memiliki       pemahaman       dan       kesadaran berperilaku hidup bersih dan sehat untuk diri dan lingkungan kerja

A.4.2 memiliki kebugaran dan ketahanan jasmani dan rohani dalam menjalankan tugas keahliannya

A.4.3 menyadari  potensi dirinya,  tangguh  mengatasi tekanan pekerjaan, dapat bekerja produktif, dan bermanfaat bagi lingkungan kerja

A.5. Literasi A.5.1 memiliki  kemampuan  berkomunikasi  denganmenggunakan   Bahasa   Indonesia   yang   baik untuk melaksanakan pekerjaan sesuai keahliannya

A.5.2 memiliki   kemampuan   menggunakan   Bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya untuk menunjang pelaksanaaan      tugas      sesuai keahliannya

 

No.

Area Kompetensi

Standar Kompetensi Lulusan – 3 (tiga) Tahun

A.5.3 memiliki     pemahaman     matematika     dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya

A.5.4 memiliki pemahaman konsep dan prinsip sains dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya

A.5.5 memiliki   pemahaman   konsep   dan   prinsip pengetahuan sosial dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya

A.5.6 memiliki  kemampuan  menggunakan  teknologi dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya

A.5.7 memiliki   kemampuan   mengekspresikan   dan mencipta karya seni  budaya lokal dan nasional

A.6. Kreativitas

A.6.1 memiliki   kemampuan   untuk   mencari   dan menghasilkan gagasan, cara kerja, layanan, dan produk karya inovatif sesuai keahliannya

A.6.2 memiliki           kemampuan           bekerjasama menyelesaikan masalah dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya secara kreatif

A.7. Estetika A.7.1 memiliki          kemampuan          mengapresiasi, mengkritisi, dan menerapkan aspek estetika dalam menciptakan layanan dan/atau produk sesuai keahliannya
A.8. Kemampuan Teknis

A.8.1 memiliki   kemampuan   dasar   dalam   bidang keahlian   tertentu  sesuai   dengan   kebutuhan dunia kerja

A.8.2 memiliki  kemampuan  spesifik  dalam  program keahlian tertentu  sesuai   dengan   kebutuhan dunia kerja dan menerapkan kemampuannya sesuai prosedur/kaidah dibawah pengawasan

A.8.3 memiliki    pengalaman    dalam    menerapkan keahlian  spesifik  yang  relevan  dengan  dunia kerja

A.8.4 memiliki    kemampuan    menjalankan    tugas keahliannya dengan menerapkan prinsip keselamatan, kesehatan, dan keamanan lingkungan

 

No. Area Kompetensi Standar Kompetensi Lulusan – 3 (tiga) Tahun
A.9. Kewirausahaan

A.9.1 memiliki   kemampuan   mengidentifikasi   dan memanfaatkan peluang usaha dengan mendayagunakan  pengetahuan dan keterampilan dalam keahlian tertentu

A.9.2 memiliki  kemampuan  memperhitungkan  dan mengambil resiko dalam mengembangkan dan mengelola usaha

A.9.3 memiliki   keinginan   kuat   dan   kemampuan mengelola usaha    dengan   mendayagunakan pengetahuan dan keterampilan dalam keahlian tertentu

 

Fungsi Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

Standar kompetensi lulusan SMK/MAK merupakan acuan utama pengembangan standar isi, standar proses pembelajaran, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar biaya operasi.

Latar Belakang Pengembangan Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

Pengembangan Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018 seperti diuraikan dalam dokumen standar tersebut adalah dalam rangka mewujudkan amanat Pasal 31 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengamanatkan pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan 1 (satu) sistem pendidikan nasional untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Demikian sekilas Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018. Semoga bermanfaat buat kita.

 

Sumber:

Lampiran 1 Permendikbud No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan

KI KD SMK 2018 – Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Terbaru

kikd smk 2018

KI KD SMK 2018 – Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Terbaru

KI KD SMK 2018 – Kompetensi Inti Kompetensi Dasar acuan pembelajaran terbaru. KI KD SMK 2018 hasil revitalisasi SMK bidang kurikulum. KI KD SMK 2018 harus segera diacu oleh seluruh pendidik dalam merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran maupun penilaian pembelajaran.

kikd smk 2018
kikd smk 2018

KI KD SMK 2018 ditetapkan penggunaannya berdasarkan Perdirjen Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3). Perdirjen No.464 tahun 2018 ini dibuat untuk mewadahi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar 4 kompetensi keahlian baru dan sekaligus menggantikan peraturan sebelumnya, yaitu SK Dirjen Dikdasmen No. 330/D.D5/KEP/2017 tahun 2017.

KI KD SMK 2018 Perwujudan Revitalisasi SMK

KI KD SMK 2018 yang diluncurkan ini merupakan serangkaian pembaharuan sebagai jawaban tuntutan revitalisasi SMK. Rangkaian peraturan yang menegaskan pembaharuan pedoman pembelajaran SMK meliputi:

Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 06/D.D5/KK/2018 Tahun 2018 tentang Spektrum Keahlian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK);

Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 07/D.D5/KK/2018 Tahun 2018 tentang Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).

Perdirjen Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3).

KI KD SMK 2018 menggantikan KI KD SMK 2017

KI KD SMK 2018 sesuai sesuai Peraturan Direktur Jennderal Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3) menggantikan KI KD SMK 2017 yang selama ini menjadi acuan implementasi Kurikulum 2013 Revisi.

Dengan ditetapkannya Peraturan Direktur Jennderal Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018 ini maka keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Mengengah Nomor 330/D.D5/KEP/2017 tentang Kompetensi inti dan kompetensi dasar mata pelajaran nasional (A) muatan kewilayahan (B), Dasar bidang keahlian (Cl), Dasar program keahlian (C2), dan kompetensi keahlian (C3) dinyatakan tidak berlaku sejak penetapan Peraturan Direktur Jennderal Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018 tanggal 30 Agustus 2018.

Penjelasan Penting Lain terkait KI KD SMK 2018

KI KD SMK 2018 / Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar ini berlaku bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK). Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar sebagaimana dimaksud merupakan acuan dalam penyelenggaraan pembelajaran di SMK/MAK.

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar KI KD SMK 2018  dimaksud terdiri dari Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2) dan Kompetensi Keahlian (C3). Masing-masing unsur KI KD SMK 2018 dijelaskan sebagai berikut:

  1. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Muatan Nasional (A) adalah kompetensi inti dan kompetensi dasar dasar yang berlaku secara nasional.
  2. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Muatan Kewilayahan (B) adalah kompetensi inti dan kompetensi dasar yang bisa dikembangkan sesuai dengan wilayahnya.
  3. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Dasar Bidang Keahlian (C1), adalah kompetensi inti dan kompetensi dasar yang ruang lingkup dan kedalaman materi serta beban belajarnya berlaku sama untuk seluruh kompetensi keahlian yang berada di dalam satu bidang keahlian.
  4. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Program Keahlian (C2), adalah kompetensi inti dan kompetensi dasar yang ruang lingkup dan kedalaman materi serta beban belajarnya berlaku sama untuk seluruh kompetensi keahlian yang berada di dalam satu program keahlian.
  5. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Kompetensi Keahlian (C3), adalah kompetensi inti dan kompetensi dasar keahlian spesifik yang mewadahi kompetensi keahlian, berlaku khusus untuk kompetensi keahlian yang bersangkutan.

KI KD SMK 2018 yang berisi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3) adalah bagian integral dari struktur kurikulum SMK/MAK untuk masing-masing kompetensi keahlian.

Ketentuan Penyesuaian KI KD SMK 2018

Penyesuaian terhadap kebutuhan peningkatan kompetensi peserta didik dan pemenuhan tuntutan kompetensi di dunia kerja dan dunia industri (DU/DI) oleh masing- masing SMK/MAK atau kelompok SMK/MAK dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Penyesuaian dilakukan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dan institusi pasangan (dunia kerja/dunia industri) agar kompetensi yang dipelajari lebih sesuai (link and match) dengan kebutuhan dunia kerja;
  2. Penyesuaian yang dilakukan berupa penambahan kompetensi dasar dan atau materi pokok dalam satu mata pelajaran, tidak boleh mengurangi ruang lingkup, kedalaman, dan bobot kompetensi dasar dan materi pokok yang telah ada;
  3. Pelaksanaan penyesuaian kompetensi dasar dan materi pokok sebagaimana dimaksud dilaksanakan sesuai
    dengan ketentuan penyusunan kurikulum dan ketentuan penyusunan muatan lokal bersama dengan dunia usaha/ dunia industri atau sesuai dengan Standar Kompetensi Nasional Indonesia (SKKNI).
Link Unduhan KI KD SMK 2018 Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Terbaru

Perdirjen Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018

Link Batang Tubuh Perdirjen Dikdasmen No. 464 tahun 2018

Lampiran Perdirjen Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018

A. Muatan Nasional

Link KI KD mata pelajaran Muatan Nasional (A)

B. Muatan Kewilayahan

Link KIKD mata pelajaran Muatan Kewilayahan (B)

C. Muatan Peminatan Kejuruan Kejuruan (C1, C2 dan C3)

  1. KIKD SMK 2018 Konstruksi Gedung, Sanitasi dan Perawatan (4 tahun)
  2. KIKD SMK 2018 Konstruksi Jalan, Irigasi dan Jembatan (4 tahun)
  3. KIKD SMK 2018 Bisnis Konstruksi dan Properti
  4. KIKD SMK 2018 Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan
  5. KIKD SMK 2018 Teknik Geomatika
  6. KIKD SMK 2018 Informasi Geospasial (4 tahun)
  7. KIKD SMK 2018 Teknik Pembangkit Tenaga Listrik
  8. KIKD SMK 2018 Teknik Jaringan Tenaga Listrik
  9. KIKD SMK 2018 Teknik Instalasi Tenaga Listrik
  10. KIKD SMK 2018 Teknik Otomasi Industri (4 tahun)
  11. KIKD SMK 2018 Teknik Pendinginan dan Tata Udara
  12. KIKD SMK 2018 Teknik Tenaga Listrik (4 tahun)
  13. KIKD SMK 2018 Teknik Pemesinan
  14. KIKD SMK 2018 Teknik Pengelasan
  15. KIKD SMK 2018 Teknik Pengecoran Logam
  16. KIKD SMK 2018 Teknik Mekanik Industri
  17. KIKD SMK 2018 Teknik Perancangan dan Gambar Mesin
  18. KIKD SMK 2018 Teknik Fabrikasi Logam dan Manufaktur (4 tahun)
  19. KIKD SMK 2018 Airframe Power Plant
  20. KIKD SMK 2018 Aircraft Machining
  21. KIKD SMK 2018 Aircraft Sheet Metal Forming
  22. KIKD SMK 2018 Airframe Mechanic
  23. KIKD SMK 2018 Aircraft Electricity
  24. KIKD SMK 2018 Aviation Electronics
  25. KIKD SMK 2018 Electrical Avionics
  26. KIKD SMK 2018 Desain Grafika
  27. KIKD SMK 2018 Produksi Grafika
  28. KIKD SMK 2018 Teknik Instrumentasi Logam
  29. KIKD SMK 2018 Instrumentasi dan Otomatisasi Proses (4 tahun)
  30. KIKD SMK 2018 Teknik Pengendalian Produksi
  31. KIKD SMK 2018 Teknik Logistik
  32. KIKD SMK 2018 Teknik Pemintalan Serat Buatan
  33. KIKD SMK 2018 Teknik Pembuatan Benang (4 tahun)
  34. KIKD SMK 2018 Teknik Pembuatan Kain (4 tahun)
  35. KIKD SMK 2018 Teknik Penyempurnaan Tekstil (4 tahun)
  36. KIKD SMK 2018 Analisis Pengujian Laboratorium
  37. KIKD SMK 2018 Kimia Industri
  38. KIKD SMK 2018 Kimia Analisis (4 tahun)
  39. KIKD SMK 2018 Kimia Tekstil
  40. KIKD SMK 2018 Teknik Kendaraan Ringan Otomotif
  41. KIKD SMK 2018 Teknik dan Bisnis Sepeda Motor
  42. KIKD SMK 2018 Teknik Alat Berat
  43. KIKD SMK 2018 Teknik Bodi Otomotif
  44. KIKD SMK 2018 Teknik Ototronik
  45. KIKD SMK 2018 Teknik dan Manajemen Perawatan Otomotif (4 tahun)
  46. KIKD SMK 2018 Otomotif Daya dan Konversi Energi (4 tahun)
  47. KIKD SMK 2018 Teknik Konstruksi Kapal Baja
  48. KIKD SMK 2018 Konstruksi Kapal Non Baja
  49. KIKD SMK 2018 Teknik Pemesinan Kapal
  50. KIKD SMK 2018 Teknik Pengelasan Kapal
  51. KIKD SMK 2018 Teknik Kelistrikan Kapal
  52. KIKD SMK 2018 Desain dan Rancang Bangun Kapal
  53. KIKD SMK 2018 Interior Kapal
  54. KIKD SMK 2018 Teknik Audio Video
  55. KIKD SMK 2018 Teknik Elektronika Industri
  56. KIKD SMK 2018 Teknik Mekatronika (4 tahun)
  57. KIKD SMK 2018 Teknik Elektronika Daya dan Komunikasi (4 thaun)
  58. KIKD SMK 2018 Instrumentasi Medik (4 tahun)
  59. KIKD SMK 2018 Teknik Produksi Minyak dan Gas
  60. KIKD SMK 2018 Teknik Pemboran Minyak dan Gas
  61. KIKD SMK 2018 Teknik Pengolahan Minyak, Gas dan Petrokimia
  62. KIKD SMK 2018 Geologi Pertambangan (4 tahun)
  63. KIKD SMK 2018 Teknik Energi Surya, Hidro dan Angin
  64. KIKD SMK 2018 Teknik Energi Biomassa
  65. KIKD SMK 2018 Rekayasa Perangkat Lunak
  66. KIKD SMK 2018 Teknik Komputer dan Jaringan
  67. KIKD SMK 2018 Multimedia
  68. KIKD SMK 2018 Sistem Informatika, Jaringan dan Aplikasi (4 tahun)
  69. KIKD SMK 2018 Teknik Transmisi Telekomunikasi
  70. KIKD SMK 2018 Teknik Jaringan Akses Telekomunikasi
  71. KIKD SMK 2018 Asisten Keperawatan
  72. KIKD SMK 2018 Dental Asisten
  73. KIKD SMK 2018 Teknologi Laboratorium Medik
  74. KIKD SMK 2018 Farmasi Klinis Dan Komunitas
  75. KIKD SMK 2018 Farmasi Industri
  76. KIKD SMK 2018 Social Care/Keperawatan Sosial
  77. KIKD SMK 2018 Caregiver (4 tahun)
  78. KIKD SMK 2018 Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura
  79. KIKD SMK 2018 Agribisnis Tanaman Perkebunan
  80. KIKD SMK 2018 Pemuliaan dan Perbenihan Tanaman (4 tahun)
  81. KIKD SMK 2018 Lanskap dan Pertamanan
  82. KIKD SMK 2018 Produksi dan Pengelolaan Perkebunan (4 tahun)
  83. KIKD SMK 2018 Agribisnis Organik Ekologi (4 tahun)
  84. KIKD SMK 2018 Agribisnis Ternak Ruminansia
  85. KIKD SMK 2018 Agribisnis Ternak Unggas
  86. KIKD SMK 2018 Industri Peternakan (4 tahun)
  87. KIKD SMK 2018 Keperawatan Hewan
  88. KIKD SMK 2018 Kesehatan dan Reproduksi Hewan (4 tahun)
  89. KIKD SMK 2018 Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian
  90. KIKD SMK 2018 Pengawasan Mutu Hasil Pertanian
  91. KIKD SMK 2018 Agroindustri (4 tahun)
  92. KIKD SMK 2018 Alat Mesin Pertanian
  93. KIKD SMK 2018 Otomatisasi Pertanian (4 tahun)
  94. KIKD SMK 2018 Teknik Inventarisasi dan Pemetaan Hutan
  95. KIKD SMK 2018 Tehnik Konservasi Sumber Daya Hutan
  96. KIKD SMK 2018 Teknik Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan
  97. KIKD SMK 2018 Teknologi Produksi Hasil Hutan
  98. KIKD SMK 2018 Nautika Kapal Penangkap Ikan
  99. KIKD SMK 2018 Teknika Kapal Penangkap Ikan
  100. KIKD SMK 2018 Nautika Kapal Niaga
  101. KIKD SMK 2018 Teknika Kapal Niaga
  102. KIKD SMK 2018 Agribisnis Perikanan Air Tawar
  103. KIKD SMK 2018 Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut
  104. KIKD SMK 2018 Agribisnis Ikan Hias
  105. KIKD SMK 2018 Agribisnis Rumput Laut
  106. KIKD SMK 2018 Industri Perikanan Laut (4 tahun)
  107. KIKD SMK 2018 Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan
  108. KIKD SMK 2018 Bisnis Daring dan Pemasaran
  109. KIKD SMK 2018 Retail
  110. KIKD SMK 2018 Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran
  111. KIKD SMK 2018 Akuntansi dan Keuangan Lembaga
  112. KIKD SMK 2018 Perbankan dan Keuangan Mikro
  113. KIKD SMK 2018 Perbankan Syariah
  114. KIKD SMK 2018 Manajemen Logistik (4 tahun)
  115. KIKD SMK 2018 Usaha Perjalanan Wisata
  116. KIKD SMK 2018 Perhotelan
  117. KIKD SMK 2018 Wisata Bahari dan Ekowisata (4 tahun)
  118. KIKD SMK 2018 Hotel dan Restoran (4 tahun)
  119. KIKD SMK 2018 Tata Boga
  120. KIKD SMK 2018 Kecantikan Kulit dan Rambut
  121. KIKD SMK 2018 Spa dan Beauty Therapy (4 tahun)
  122. KIKD SMK 2018 Tata Busana
  123. KIKD SMK 2018 Desain Fesyen (4 tahun)
  124. KIKD SMK 2018 Seni Lukis
  125. KIKD SMK 2018 Seni Patung
  126. KIKD SMK 2018 Desain Komunikasi Visual
  127. KIKD SMK 2018 Desain Interior dan Teknik Furnitur (4 tahun)
  128. KIKD SMK 2018 Animasi
  129. KIKD SMK 2018 Kriya Kreatif Batik dan Tekstil
  130. KIKD SMK 2018 Kriya Kreatif Kulit dan Imitasi
  131. KIKD SMK 2018 Kriya Kreatif Keramik
  132. KIKD SMK 2018 Kriya Kreatif Logam dan Perhiasan
  133. KIKD SMK 2018 Kriya Kreatif Kayu Dan Rotan
  134. KIKD SMK 2018 Seni Musik Klasik
  135. KIKD SMK 2018 Seni Musik Populer
  136. KIKD SMK 2018 Seni Tari
  137. KIKD SMK 2018 Penataan Tari (4 tahun)
  138. KIKD SMK 2018 Seni Karawitan
  139. KIKD SMK 2018 Penataan Karawitan (4 tahun)
  140. KIKD SMK 2018 Seni Pedalangan
  141. KIKD SMK 2018 Pemeranan
  142. KIKD SMK 2018 Tata Artistik Teater
  143. KIKD SMK 2018 Produksi Dan Siaran Program Radio
  144. KIKD SMK 2018 Produksi dan Siaran Program Televisi
  145. KIKD SMK 2018 Produksi Film dan Program Televisi (4 tahun)
  146. KIKD SMK 2018 Produksi Film

 Sumber:

Peraturan Direktur Jenderal Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3)

Kata Kerja Operasional KKO

kata kerja operasional kko

Kata Kerja Operasional KKO

Kata Kerja Operasional KKO ialah kata yang menyatakan aktivitas. Kata Kerja Operasional KKO bagian teori taksonomi dalam pendidikan. Kata Kerja Operasional KKO digunakan untuk menyatakan dimensi proses pembelajaran dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran.

kata kerja operasional kko
kata kerja operasional kko

Kata Kerja Operasional KKO pada K2013 menggunakan Kata Kerja Operasional KKO Bloom-Anderson, Kata Kerja Operasional KKO Krathwohl, Kata Kerja Operasional KKO Simpson, Kata Kerja Operasional KKO Dave dan Kata Kerja Operasional KKO Dyers.

kata kerja operasional kko gtk kemdikbud 2019
kata kerja operasional kko gtk kemdikbud 2019

Kata Kerja Operasional KKO ini diperlukan untuk memahami kompetensi dasar, melakukan analisis dan pengembangan indikator pencapaian kompetensi, analisis dan pengembangan tujuan pembelajaran, analisis dan pengembangan kisi soal evaluasi. Dengan menggunakan kata kerja operasional, kemajuan proses pembelajaran sikap, pengetahuan dan keterampilan menjadi mudah diukur dan dievaluasi kemajuannya. Oleh karena itu, Kata Kerja Operasional KKO menjadi salah satu ‘alat utama’ pendidik dalam proses perencanaan pembelajaran.

Kata kerja operasional KKO KD Sikap Sosial Sptritual berdasar Taksonomi Bloom olahan Krathwohl

Kata Kerja Operasional KKO menjadi salah satu perlengkapan utama pendidik sejak pemberlakuan Kurikulum 2013 yang diterapkan untuk mengkaji kompetensi dasar, membuat indikator pencapaian kompetensi maupun tujuan pembelajaran. Pada Kurikulum 2013 kita memerlukan Kata Kerja Operasional KKO pengetahuan, Kata Kerja Operasional KKO keterampilan kongkret, Kata Kerja Operasional KKO keterampilan abstrak, Kata Kerja Operasional KKO sikap. Hal ini diperlukan pada saat melakukan analisis SKL KI KD dan analisis materi pembelajaran dalam rangka menyusun silabus dan RPP.
Kata Kerja Operasional KKO di atas mengikuti teori taksonomi yang diterapkan dalam Kurikulum 2013 yaitu Teori Taksonomi Bloom olahan Anderson untuk pengetahuan, Teori Taksonomi Simpson dan Dave untuk keterampilan konkret dan Teori Taksonomi Dyers untuk keterampilan abstrak serta Teori Taksonomi olahan Kratwhol untuk aspek sikap.

Kata Kerja Operasional KKO KD Sikap Spiritual-Sosial Taksonomi Krathwohl

Kata Kerja Operasional KKO selalu digunakan pada perencanaan pembelajaran. Kata Kerja Operasional KKO pada Kurikulum 2013 ranah sikap menggunakan taksonomi Krathwohl. Penggunaan Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran sikap spiritual maupun sikap sosial. Hal ini terutama diterapkan pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.

kata kerja operasional kko sikap
kata kerja operasional kko sikap

Deskripsi Dimensi Proses Acuan Kata Kerja Operasional KKO Sikap Spiritual-Sosial

Kata Kerja Operasional KKO yang akan kita gunakan untuk merepresentasikan aktifitas proses belajar sesungguhnya harus sesuai dan selaras dengan deskripsi dimensi prosesnya. Pengembangan sikap spiritual dan sikap sosial mengacu pada teori taksonomi Krathwohl.
Menurut teori taksonomi Krathwohl, yang dikutip dari modul Bimtek K2013 tentang Analisis SKL KI KD, kompetensi sikap peserta didik diperoleh melalui tahapan-tahapan (1) menerima (2) merespon (3) menghargai (4) mengorganisasikan (5) mengamalkan dengan isi deskripsi masing-masing tahapan adalah sebagai berikut:

Tingkatan Sikap

Deskripsi

Menerima (accepting) nilai Kesediaan menerima suatu nilai dan memberikan perhatian terhadap nilai tersebut.
Menanggapi (responding) nilai Kesediaan menjawab suatu nilai dan ada rasa puas dalam membicarakan nilai tersebut.
Menghargai (valuing) nilai Menganggap nilai tersebut baik, menyukai nilai tersebut, dan komitmen terhadap nilai tersebut.
Menghayati (organizing/ internalizing) nilai Memasukkan nilai tersebut sebagai bagian dari sistem nilai dirinya.
Mengamalkan (characterizing/ actualizing) nilai Mengembangkan nilai tersebut sebagai ciri dirinya dalam berpikir, berkata, berkomunikasi, dan bertindak (karakter).
Daftar Kata Kerja Operasional KKO KD Sikap Spiritual-Sosial Taksonomi Krathwohl

Kata Kerja Operasional KKO yang termasuk dalam dimensi proses pembentukan sikap sosial dan sikap spiritual adalah sebagai berikut:

A1

A2

A3

A4

A5

menerima merespon menghargai mengorganisasikan karakterisasi menurut nilai
mengikuti menyenangi mengasumsikan mengubah membiasakan
menganut menyambut meyakinkan menata mengubah perilaku
mematuhi mendukung memperjelas membangun berakhlak mulia
meminati maporkan menekankan membentuk pendapat melayani
memilih menyumbang memadukan membuktikan
menampilkan mengimani mengelola memecahkan
menyetujui merembuk
mengatakan menegoisasi
memilih menjawab mengasumsikan menganut mengubah prilaku
mempertanyakan membantu meyakini mengubah berakhlak mulia
mengajukan melengkapi menata mempengaruhi
memberi mengkompromikan meyakinkan mengklasifikasikan mendengarkan
menyenangi memperjelas mengkombinasikan mengkualifikasi
menyambut memprakarsai mempertahankan melayani
mendukung mengimani membangun menunjukkan
mendukung mengundang membentuk pendapat membuktikan
menyetujui menggabungkan memadukan memecahkan
menampilkan memperjelas mengelola
melaporkan mengusulkan menegosiasi
memilih menekankan merembuk
mengatakan menyumbang
memilah
menolak

Kata Kerja Operasional KKO KD Pengetahuan Taksonomi Bloom – Anderson

Kata Kerja Operasional KKO selalu digunakan pada perencanaan pembelajaran. Kata Kerja Operasional KKO KD pengetahuan Kurikulum 2013 mengacu pada taksonomi Bloom revisi Anderson. Penggunaan Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran.

kata kerja operasional kko bloom
kata kerja operasional kko bloom

Deskripsi Dimensi Proses Kata Kerja Operasional KKO Pengetahuan Taksonomi Bloom – Anderson

Kata Kerja Operasional KKO yang akan kita gunakan untuk merepresentasikan aktifitas proses belajar sesungguhnya bukanlah sekedar kata itu saja, namun harus pula cocok dengan deskripsi kemampuan yang direpresentasikannya. Jadi kita jangan hanya sekedar mencari kata itu saja namun harus sesuai pula dengan deskripsi masing-masing dimensi proses seperti yang dimaksud teori taksonomi terkait.

Menurut teori taksonomi Bloom olahan Anderson , pengetahuan diperoleh melalui tingkatan-tingkatan (1) mengingat (2) memahami (3) menerapkan (4) menganalisis (5) mengevaluasi dan (6) mengreasi.

Mengingat (C1) ialah kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, metodologi, prinsip dasar, dan informasi yang telah diterima sebelummya.
Memahami (C2) ialah kemampuan untuk memahami makna, menjelaskan dan menyatakan kembali gagasan.
Menerapkan (C3) ialah kemampuan untuk menggunakan materi yang sudah dipelajari dalam situasi baru.
Menganalisa (C4) ialah kemampuan untuk memisahkan materi menjadi komponen-komponen dan menunjukkan hubungan antara bagian-bagian tersebut.
Mengevaluasi (C5) ialah kemampuan menilai nilai material terhadap kriteria yang ada.
Mengreasi (C6) ialah kemampuan mengumpulkan gagasan terpisah untuk membentuk keseluruhan baru, membangun hubungan baru.

Daftar Kata Kerja Operasional KKO Pengetahuan Taksonomi Bloom olahan Anderson (2001)

Mengingat (C1)

Memahami
(C2)

Menerapkan (C3)

Menganalisa (C4)

Mengevaluasi (C5)

Mengkreasi (C6)

mendefinisikan memilih menerapkan menganalisa mempertimbangkan menyusun
mengidentifikasi mengulas contoh mendemonstrasikan menilai menguji merangkai
mendaftar memerankan mengkalkulasi memutuskan mengumpulkan
menamai mendemonstrasikan fungsi dari mempekerjakan menggolongkan Membandingkan terhadap kriteria menyampur
mengingat kembali menggeneralisasi membandingkan mengkritisi mengonstruksi
mengenali menjelaskan mengilustrasikan menyimpulkan mengestimasi membuat
merekam menentukan menginterpretasikan mengurai perbedaan mengevaluasi mendesain
mengaitkan membedakan antara mengoperasikan mengkorelasikan menghakimi mengembangkan
mengulang mengontrol mengkritisi mengukur memformulasikan
menggaris bawahi membedakan melatihkan Menarik kesimpulan mengukur tingkatan mengelola
References mendiskusikan menghubungkan memperdebatkan merevisi memodifikasi
menjelaskan mengacarakan mendeteksi menyekor mengorganisasikan
mengekspresikan membelanjakan memutuskan memilih sesuai kriteria merencanakan
menjelaskan dengan kalimat sendiri menggunakan mengembangkan menguatkan menyiapkan
memfungsikan mendiagramkan menilai memproduksi
mengidentifikasi menginisiasikan mengurai perbedaan-perbedaan mengetes mengusulkan
menginterprestasikan memprakarsai membedakan memprediksi
menemukan lokasi mengajukan menggambarkan merekonstruksi
Pick memulai menyimpulkan mempersiapkan
melaporkan memulakan mengestimasi mempersatukan
menyatakan kembali mengevaluasi mengatur
mereview mengeksplore merancang
mengenali melakukan eksperimen
memilih Mengidentifikasi rinci
menceritakan mengambil kesimpulan
menerjemahkan menginspeksi
merespon menginventarisir
melakukan latihan meperkirakan
menyimulasikan mempertanyakan
mengaitkan
menyelesaikan
mengetes
mendiagnosa

Kata Kerja Operasional KKO Keterampilan Konkret Taksonomi Simpson

Kata Kerja Operasional KKO keterampilan konkret merujuk pada taksonomi Simpson dan Dave. Penggunaan Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran.

kata kerja operasional kko konkret simpson
kata kerja operasional kko

Deskripsi Dimensi Proses Kata Kerja Operasional KKO Keterampilan Konkret Taksonomi Simpson

Kata Kerja Operasional KKO yang akan kita gunakan untuk merepresentasikan aktifitas proses belajar sesungguhnya bukanlah sekedar kata itu saja, namun harus pula cocok dengan deskripsi kemampuan yang direpresentasikannya. Seringkali kita mendapati suatu kata terdaftar dalam satu atau lebih dimensi proses pengetahuan maupun keterampilan. Oleh karena itu kita jangan hanya sekedar mencari kata itu saja namun harus pula diverifikasi dengan deskripsi masing-masing dimensi proses seperti yang dimaksud teori taksonomi terkait.
Menurut teori taksonomi Simpson , keterampilan diperoleh melalui tingkatan-tingkatan (P1) Persepsi, kesiapan, meniru (P2) membiasakan gerakan (mechanism) (P3) mahir (complex or overt response) (P4) menjadi gerakan alami (adaptation) (P5) menjadi tindakan orisinal (origination). Adapun deskripsi masing-masing tahapan adalah sebagai berikut:

No

Tingkat Taksonomi Simpson

Uraian

1.

Persepsi

Kesiapan

Meniru

Menunjukkan perhatian untuk melakukan suatu gerakan.

Menunjukkan kesiapan mental dan fisik untuk melakukan suatu gerakan.

Meniru gerakan secara terbimbing.

2.

Membiasakan gerakan    (mechanism) Melakukan gerakan mekanistik.

3.

Mahir (complex or overt response) Melakukan gerakan kompleks dan termodifikasi.

4.

Menjadi gerakan alami (adaptation) Menjadi gerakan alami yang diciptakan sendiri atas dasar gerakan yang sudah dikuasai sebelumnya.

5.

Menjadi tindakan orisinal (origination) Menjadi gerakan baru yang orisinal dan sukar ditiru oleh orang lain dan menjadi ciri khasnya.

Daftar Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Simpson

Persepsi, kesiapan, meniru
(P1)

Membiasakan gerakan (mekanisme)
(P2)

Menjadi Mahir (kompleks & termodifikasi)
(P3)

Menjadi gerakan alami (adaptasi)
(P4)

Menjadi
Tindakan
Orisinil ybs.
(P5)

meniru membuat mengoordinasikan mengatur merancang
menyalin melakukan memasang mengintegrasikan memformulasikan
mengikuti membentuk mendemonstrasikan menyelesaikan memodifikasi
mencoba melengkapi mendesain ulang
menemukan kerusakan (trouble-shoot)

Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Dave

Kata Kerja Operasional KKO selalu digunakan pada perencanaan pembelajaran. Kata Kerja Operasional KKO yang digunakan Kurikulum 2013 berasal dari taksonomi Bloom revisi Anderson. Penggunaan Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran.

kata kerja operasional kko
kata kerja operasional kko konkret dave

Kata kerja operasional KKO KD Keterampilan konkret berdasar Taksonomi Dave

Deskripsi Dimensi Proses Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Dave

Kata Kerja Operasional KKO yang akan kita gunakan untuk merepresentasikan aktifitas proses belajar sesungguhnya bukanlah sekedar kata itu saja, namun harus pula cocok dengan deskripsi kemampuan yang direpresentasikannya. Jadi kita jangan hanya sekedar mencari kata itu saja namun harus sesuai pula dengan deskripsi masing-masing dimensi proses seperti yang dimaksud teori taksonomi terkait.
Menurut teori taksonomi Dave , keterampilan diperoleh melalui tingkatan-tingkatan (1) imitasi (2) manipulasi (3) presisi (4) artikulasi (5) naturalisasi.
Deskripsi Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Dave

Deskripsi Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Dave

No

Tingkatan Taksonomi Dave

Uraian

1.

Imitasi Meniru kegiatan yang telah didemonstrasikan atau dijelaskan, meliputi tahap coba-coba hingga mencapai respon yang tepat.

2.

Manipulasi Melakukan suatu pekerjaan dengan sedikit percaya dan kemampuan melalui perintah dan berlatih.

3.

Presisi Melakukan suatu tugas atau aktivitas dengan keahlian dan kualitas yang tinggi dengan unjuk kerja yang cepat, halus, dan akurat serta efisien tanpa bantuan atau instruksi.

4.

Artikulasi Keterampilan berkembang dengan baik sehingga seseorang dapat mengubah pola gerakan sesuai dengan persyaratan khusus untuk dapat digunakan mengatasi situasi problem yang tidak sesuai SOP.

5.

Naturalisasi Melakukan unjuk kerja level tinggi secara alamiah, tanpa perlu berpikir lama dengan mengkreasi langkah kerja baru.

Daftar Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Dave

Imitasi (P1)

Manipulasi (P2)

Presisi (P3)

Artikulasi (P4)

Naturalisasi (P5)

menirukan membuat kembali mendemonstrasikan mengonstruksi mendesain
mengikuti membangun melengkapi menyelesaikan menspesifikasikan
mereplikasi melakukan memperagakan mengombinasikan mengelola
mengulang mengeksekusi menyempurnakan mengkoordinasikan menemukan
adhere mengimplementasikan mengkalibrasi mengintegrasikan mengelola proyek
mengendalikan mengadaptasikan menciptakan
 mengontrol mengembangkan
memformulasikan
memodifikasi
menguasai

Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Abstrak Taksonomi Dyers

Kata Kerja Operasional KKO keterampilan abstrak digunakan pada perencanaan pembelajaran. Kata Kerja Operasional KKO ini merujuk pada taksonomi Dyers. Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran. Otomatis juga memberi penjaminan mutu pendidikan.

kata kerja operasional kko
kata kerja operasional kko dyers

Deskripsi Dimensi Proses Kata Kerja Operasional KKO Keterampilan Abstrak Taksonomi Dyers

Kata Kerja Operasional KKO pada KI KD sering merepresentasikan aktifitas proses belajar yang tidak tampak atau bersifat abstrak.
Deskripsi keterampilan abstrak pada Kurikulum 2013 ditata sebagai berikut:

Kemampuan Belajar

Deskripsi

Mengamati Perhatian pada waktu mengamati suatu objek/ membaca suatu tulisan/mendengar suatu penjelasan, catatan yang dibuat tentang yang diamati, kesabaran, waktu (on task) yang digunakan untuk mengamati.
Menanya Jenis, kualitas, dan jumlah pertanyaan yang diajukan peserta didik (pertanyaan faktual, konseptual, operasional, dan hipotetik).
Mengumpulkan informasi / mencoba mengolah Jumlah dan kualitas sumber yang dikaji/digunakan, kelengkapan informasi, validitas informasi yang dikumpulkan, dan instrumen/alat yang digunakan untuk mengumpulkan data.
Menalar/ mengasosiasi/ mengolah informasi Mengembangkan interpretasi, argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan informasi dari dua fakta/konsep, interpretasi argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan lebih dari dua fakta/konsep/teori, mensintesis dan argumentasi serta kesimpulan keterkaitan antar berbagai jenis fakta-fakta/konsep/teori/pendapat; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi, dan kesimpulan yang menunjukkan hubungan fakta/konsep/teori dari dua sumber atau lebih yang tidak bertentangan; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi dan kesimpulan dari konsep/teori/pendapat yang berbeda dari berbagai jenis sumber.
Mengomunikasikan/ menyaji Menyajikan hasil kajian (dari mengamati sampai menalar) dalam bentuk tulisan, grafis, media elektronik, multi media dan lain-lain.
Mencipta (creating) Menghasilkan ide-ide, rancangan dan atau keputusan-keputusan baru.

Kata kerja operasional KKO Sikap – GTK Kemdikbud

Kata kerja operasional KKO Sikap – GTK Kemdikbud ialah daftar kata kerja operasional (KKO) yang tercantum dalam buku yang dirilis Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2018 yang berjudul Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi.

kko - kata kerja operasional sikap
kko – kata kerja operasional sikap

Kata kerja operasional KKO Pengetahuan – GTK Kemdikbud

kko - kata kerja operasional pengetahuan
kko – kata kerja operasional pengetahuan

Kata kerja operasional KKO Keterampilan – GTK Kemdikbud

kko - kata kerja operasional keterampilan
kko – kata kerja operasional keterampilan

Dengan daftar kata kerja operasional KKO sikap, pengetahuan dan keterampilan psikomotor – GTK kemdikbud diharapkan para pendidik mempunyai keseragaman interpretasi KD-KD khususnya dalam KI KD SMK Terbaru tahun 2018 sehingga mutu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan implementasinya semakin meningkat.

Memilih Kata kerja operasional KKO untuk Indikator / IPK dan Tujuan Pembelajaran

Kata kerja operasional KKO memang digunakan untuk menuliskan Indikator Pencapaian Kompetensi / IPK maupun Tujuan Pembelajaran. Bagaimana kiat kita memilih kata kerja operasional yang tepat? Jawaban pertanyaan ini sejujurnya belum pernah admin temukan pada buku-buku (kurang baca kayaknya) namun lebih pada pemaknaan dari kompetensi dasar yang bersangkutan terkait level/dimensi proses kognitif kompetensi dasar, jenis pengetahuan pada kompetensi dasar dan deskripsi indikator pencapaian kompetensi. Jadi hampir tidak bisa dipastikan ‘daftar tetap’ kata kerja operasional untuk suatu kompetensi dasar, namun ada beberapa kata kerja operasional yang bisa sering terpakai

dimensi proses mengidentifikasi

Mengidentifikasi beberapa kali admin temukan pada KD mapel tertentu khususnya sebelum revisi. Mengidentifikasi termasuk dalam dimensi proses kognitif C1 (mengingat) … lihat daftar kata kerja operasional Puspendik Kemdikbud tahun 2017.

deskripsi dimensi proses C1 mengingat adalah Mengambil pengetahuan dari memori jangka panjang.

Dalam dimensi proses ini kita hanya meminta siswa ingat atau mengambil ingatan dari memori jangka panjangnya dan tidak melakukan apa-apa.

Kata kerja operasional yang dipakai menyebutkan, menunjukkan, memilih, mengidentifikasi, mengungkapkan  kembali, menuliskan kembali, menyebutkan kembali.

dimensi proses memahami

Memahami C2 adalah dimensi proses yang meminta siswa Mengkonstruk makna dari materi pembelajaran, termasuk apa yang diucapkan, ditulis, dan digambar oleh guru.

Kata kerja operasional yang bisa dipakai meliputi menafsirkan, memparafrasekan, mengungkapkan dengan kata-kata sendiri, mencontohkan, memberi contoh, mengklasifikasikan, mengkelompok-kelompokkan, mengidentifikasi berdasarkan kategori tertentu, merangkum, meringkas, membuat ikhtisar, menyimpulkan, mengambil kesimpulan,
membandingkan, membedakan, menjelaskan, menguraikan, mendeskripsikan, menuliskan, mencontohkan, memberi contoh, merangkum, meringkas, membuat ikhtisar, menyimpulkan, mengambil kesimpulan, membandingkan, membedakan, menjelaskan, menguraikan, mendeskripsikan, menuliskan.

Kata kerja operasional yang mana bisa kita gunakan untuk membuat IPK ? Tentu saja kata kerja yang sesuai dengan jenis pengetahuan yang diminta pada KD yang akan dipelajari. Dan tentu saja jenis kata yang bisa dipakai bervariasi bergantung materi pembelajaran atau jenis pengetahuan rincian dalam KD tersebut

Demikianlah diskusi sekitar Kata Kerja Operasional KKO Sikap, KKO Pengetahuan dan KKO Keterampilan … semoga bermanfaat …

Sumber:

  1. Modul Bimtek Implementasi K2013, Kemdikbud, 2018
  2. https://www.apu.edu/live_data/files/333/blooms_taxonomy_action_verbs.pdf
  3. http://www.businessballs.com/bloomstaxonomyoflearningdomains.htm
  4. Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi, 2018 GTK Kemdikkbud.

Keterampilan Konkret – Keterampilan Abstrak

keterampilan konkret keterampilan abstrak

Keterampilan Konkret – Keterampilan Abstrak

Keterampilan konkret dan keterampilan abstrak merupakan kompetensi inti keterampilan K2013. Keterampilan konkret dan keterampilan abstrak masih membingungkan sebagian guru. Bagaimana sesungguhnya keterampilan konkret dan keterampilan abstrak ini? Bagaimana mengidentifikasinya? Jika sudah teridentifikasi bagaimana menentukan gradasinya? Mari kita diskusikan …

keterampilan konkret keterampilan abstrak
keterampilan konkret keterampilan abstrak

Pengertian Keterampilan Konkret dan Keterampilan Abstrak

Arti konkret / kongkrit / konkrit menurut https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/konkret ialah nyata; benar-benar ada (berwujud, dapat dilihat, diraba, dan sebagainya). Kata kongkret, kongkrit atau konkrit merupakan bentuk tidak baku dari konkret. Pada kamus yang sama, arti kata abstrak adalah tidak berwujud; tidak berbentuk;

Keterampilan konkret dapat diartikan sebagai keterampilan yang nyata dan dapat dilihat, dapat diraba, dapat didengar. Selain itu, keterampilan konkret juga seringkali memerlukan penggunaan peralatan untuk melakukan keterampilan yang dinyatakan itu.

Keterampilan abstrak dapat diartikan sebagai keterampilan yang tidak nyata dan tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, tidak dapat didengar. Selain itu, keterampilan abstrak juga tidak memerlukan penggunaan peralatan untuk melakukan keterampilan yang dinyatakan itu.

Keterampilan konkret dan keterampilan abstrak lebih lanjut dinyatakan bahwa keterampilan abstrak lebih bersifat mental skill, yang cenderung merujuk pada keterampilan menyaji, mengolah, menalar, dan  mencipta  dengan  dominan  pada  kemampuan  mental  keterampilan berpikir. Sedangkan keterampilan konkret lebih bersifat fisik motorik yang cenderung   merujuk   pada   kemampuan   menggunakan   alat,   dimulai   dari persepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerakan mahir, menjadi gerakan alami, menjadi tindakan orisinal. (sumber: Modul Pelatihan Kutikulum 2013

Gradasi Keterampilan Konkret dan Keterampilan Abstrak

Keterampilan Konkret dan Keterampilan Abstrak pada Kurikulum 2013 menerapkan gradasi dan atau taksonomi yang berbeda.

Keterampilan Abstrak

Keterampilan abstrak menurut Dyers memiliki gradasi yang ditata sebagai berikut: (1) mengamati (observing); (2) menanya (questioning); (3) mencoba (experimenting); (4) menalar (associating); (5) menyaji (communicating); dan (6) mencipta (creating)

Gradasi dan deskripsi keterampilan abstrak adalah sebagai berikut:

Keterampilan Abstrak

Kemampuan Belajar Deskripsi
Mengamati Perhatian pada waktu mengamati suatu objek/ membaca suatu tulisan/mendengar suatu penjelasan, catatan yang dibuat tentang yang diamati, kesabaran, waktu (on task) yang digunakan untuk mengamati.
Menanya Jenis, kualitas, dan jumlah pertanyaan yang diajukan peserta didik (pertanyaan faktual, konseptual, operasional, dan hipotetik).
Mengumpulkan informasi/ mencoba mengolah Jumlah dan kualitas sumber yang dikaji/digunakan, kelengkapan informasi, validitas informasi yang dikumpulkan, dan instrumen/alat yang digunakan untuk mengumpulkan data.

Menalar/ mengasosiasi/ mengolah informasi

Mengembangkan interpretasi, argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan informasi dari dua fakta/konsep, interpretasi argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan lebih dari dua fakta/konsep/teori, mensintesis dan argumentasi serta kesimpulan keterkaitan antar berbagai jenis fakta-fakta/konsep/teori/pendapat; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi, dan kesimpulan yang menunjukkan hubungan fakta/konsep/teori dari dua sumber atau lebih yang tidak bertentangan; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi dan kesimpulan dari konsep/teori/pendapat yang berbeda dari berbagai jenis sumber.
Mengomunikasikan / menyaji Menyajikan hasil kajian (dari mengamati sampai menalar) dalam bentuk tulisan, grafis, media elektronik, multi media dan lain-lain.
Mencipta (creating) Menghasilkan ide-ide, rancangan dan atau keputusan-keputusan baru.

(Sumber: Olahan Dyers dari modul Bimtek K2013)

Keterampilan Konkret

Keterampilan konkret menggunakan gradasi olahan Simpson dan Dave yang ditata seperti tampak pada tabel di bawah.

KETERAMPILAN KONKRET

 

 

No.

Simson
Dave

Tingkatan Taksonomi

Uraian
TingkatanTaksonomi
Uraian
 

1.

· Persepsi

· Kesiapan

· Meniru

· Menunjukkan perhatian untuk melakukan suatu gerakan.

· Menunjukkan kesiapan mental dan fisik untuk melakukan suatu gerakan.

· Meniru gerakan secara terbimbing.

Imitasi Meniru kegiatan yang telah didemonstrasikan atau dijelaskan, meliputi tahap coba-coba hingga mencapai respon yang tepat.
 2. Membiasakan gerakan (mechanism) Melakukan gerakan mekanistik. Manipulasi Melakukan suatu pekerjaan dengan sedikit percaya dan kemampuan melalui perintah dan berlatih.
 

3

Mahir(complex or overt response) Melakukan gerakan kompleks dan termodifikasi Presisi Melakukan suatu tugas atau aktivitas dengan keahlian dan kualitas yang tinggi dengan unjuk kerja yang cepat, halus, dan akurat serta efisien tanpa bantuan atau instruksi.
4 Menjadi gerakan alami (adaptation) Menjadi gerakan alami yang diciptakan sendiri atas dasar gerakan yang
sudah dikuasai sebelumnya.
Artikulasi Keterampilan berkembang dengan baik sehingga seseorang dapat mengubah pola gerakan sesuai dengan persyaratan khusus untuk dapat digunakan mengatasi situasi problem yang tidak sesuai SOP.
5 Menjadi tindakan orisinal (origination) Menjadi gerakan baru yang orisinal dan sukar ditiru oleh orang lain dan menjadi ciri khasnya. Naturalisasi Melakukan unjuk kerja level tinggi secara alamiah, tanpa perlu berpikir lama dengan mengkreasi langkah kerja baru.

Keterampilan kongkret / kongkrit / konkrit

Keterampilan kongkret / kongkrit / konkrit adalah penulisan tidak baku dari keterampilan konkret. Maksud dari keterampilan kongkret / kongkrit / konkrit adalah sama dengan keterampilan konkret. Silahkan kembali ke atas …

Contoh telaah keterampilan konkret dan keterampilan abstrak

Keterampilan konkret atau keterampilan abstrak pada kompetensi dasar Kurikulum 2013 harus kita identifikasi dan tentukan. Marilah kita coba menelaah KD keterampilan berikut :

Contoh 1

4.1 Mendemonstrasikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA, dalam bentuk poster dan kondisi riil di bengkel.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA, dalam bentuk poster dan kondisi riil di bengkel dilakukan dengan menggunakan peralatan dan perlengkapan tertentu yang sesuai. Jelas keterampilan ini mengunakan peralatan … karena itu dikategorikan keterampilan konkret.

Contoh 2

4.8 Mengelompokkan sistem kemagnetan berdasarkan prinsip rangkaian DC dan rangkaian AC

Mengelompokkan sistem kemagnetan berdasarkan prinsip rangkaian DC dan rangkaian AC termasuk pada gradasi menalar / mengasosiasi yaitu keterampilan abstrak. Keterampilan ini proses eksekusinya ada di dalam nalar kita, tidak tampak, tidak bisa dilihat, tidak juga menggunakan peralatan.

Contoh 3

4.11 Mengolah informasi tentang pekembangan kehidupan politik dan ekonomi Bangsa Indonesia pada masa Orde baru sampai dengan awal Reformasi, serta peranan mahasiswa dan pemuda dalam perubahan politik dan ketatanegaraan Indonesia

Mengolah informasi jelas menunjukkan bahwa keterampilan pada KD 4.11 di atas adalah keterampilan abstrak.

Sementara demikian dulu diskusi kita Keterampilan Konkret dan Keterampilan Abstrak … insyaAllah kita lengkapi lagi …

Sumber:

  1. Modul Bimtek Implementasi K2013 tahun 2018, Kemdikbud.

Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif

pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif

Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif

Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif adalah bentuk/dimensi pengetahuan pada Kurikulum 2013. Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif harus dikenali pendidik. Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif memandu guru menemukan materi pembelajaran. Mari kita diskusikan Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif

pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif
pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif dan dimensi proses kognitif

Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif ada di dalam setiap mata pelajaran di SD, SMP, SMA maupun SMK dan pada mata kuliah di perguruan tinggi. Karena itu rekan-rekan pendidik pada mata pelajaran apapun perlu dan harus mampu mengenali Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif yang tersirat di dalam kompetensi – kompetensi dasar. Pada berbagai kesempatan workshop, in house training maupun bimbingan teknis kami masih menemukan banyak rekan yang belum memahami Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif pada mata pelajaran yang di ampunya.

Manfaat Mengenali Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif

Mengenali dengan baik Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif merupakan perwujudan kompetensi profesional masing-masing guru. Setiap kita yang telah diberi amanat sebagai guru sudah sewajarnya dan menjadi keharusan memiliki kemampuan mengenali, memahami, memilah pengetahuan faktual pengetahuan konseptual, pengetahuan prosedural maupun pengetahuan metakognitif setiap KD pada mata pelajaran kita. Justru ketika kita tidak mampu  mengenali, memahami, memilah pengetahuan faktual pengetahuan konseptual, pengetahuan prosedural maupun pengetahuan metakognitif setiap KD pada mata pelajaran kita menjadi wajar jika masyarakat mempertanyakan profesionalitas kita sebagai pendidik.

Manfaat utama mengenali dengan baik Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif ialah memudahkan kita mendeskripsikan materi pembelajaran sesuai kompetensi dasar / KD yang dipelajari. Linier dengan hal tersebut, kemampuan guru mendiskripsikan Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif juga mendukung dan memudahkan guru membuat indikator pencapaian kompetensi, membuat tujuan pembelajaran. Mari kita kenali lebih dekat tentang Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif.

Pengetahuan Faktual

Pengetahuan  faktual ialah pengetahuan tentang fakta-fakta yang detail, spesifik dan elementer. Harap rekan-rekan baca dan diresapi … fakta-fakta yang detailspesifikelementer. Semua hal yang bisa ditangkap dengan panca indera adalah fakta-fakta namun biasanya kita tidak menyebutkannya secara detail, spesifik dan elementer. Seringkali kita menyebutkannya secara singkat saja dengan berprinsip asal yang diajak bicara sudah faham maksudnya.

pengetahuan faktual
pengetahuan faktual

Benda-benda dalam gambar di atas beserta deskripsinya itulah manifestasi dari pengetahuan faktual dalam contoh ini.

Contoh pengetahuan faktual

Pengetahuan faktual bisa berupa kejadian atau peristiwa yang dapat dilihat, didengar, dibaca, atau diraba. Bagaimana atau seperti apa contohnya pengetahuan faktual itu?

Coba rekan-rekan menoleh ke kanan. Apa saja yang terlihat? Coba ceritakan yang tampak oleh anda dengan rinci, detail. Itulah salah satu contoh pengetahuan faktual … detail, spesifik dan elementer.

Pengetahuan faktual juga saya ilustrasikan pada gambar di atas. Periksalah dengan teliti gambar spidol pada no 1 dan 2 di atas, deskripsikan dengan detil dan spesifik. Bandingkan dengan deskripsi yang saya buat !

Contoh lain pengetahuan faktual, cobalah rekan-rekan menyalakan sepeda motor. Setelah mesin sepeda motor menyala, dengarkan suaranya dengan cermat. Bagaimana suara mesin sepeda motor tersebut?

Pengetahuan Konseptual

Pengetahuan konseptual merupakan pengetahuan berbentuk klasifikasi, kategori, prinsip dan generalisasi.

pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif
pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif pensil

Berdasarkan gambar di atas, dapatkah rekan-rekan menemukan Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif?

pengetahuan konseptual
pengetahuan konseptual

Contoh Pengetahuan Konseptual

Contohnya fungsi kunci kontak pada mesin mobil, prinsip kerja starter, prinsip kerja lampu, prinsip kerja rem. Contoh lain: pengertian arsip dan dokumen, fungsi arsip dan dokumen.

Pengetahuan Prosedural / Operasional Dasar

Pengetahuan prosedural merupakan pengetahuan bagaimana melakukan sesuatu termasuk pengetahuan keterampilan, algoritma (urutan langkah- langkah logis pada penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis), teknik, dan metoda seperti langkah-langkah membongkar mesin, langkah- langkah mengganti lampu, langkah-langkah mengganti sepatu rem.

Contoh Pengetahuan Prosedural / Operasional Dasar

Contoh lain: Langkah-langkah menyusun arsip sistem alphabet dan geografik.

Berdasarkan gambar pensil, ballpoint, spidol di atas … dapatkah rekan-rekan menunjukkan pengetahuan prosedural / operasional dasar nya?

Pengetahuan Metakognitif

Pengetahuan metakognitif yaitu pengetahuan tentang kognisi (mengetahui dan memahami) yang merupakan tindakan atas dasar suatu pemahaman meliputi kesadaran dan pengendalian berpikir, serta penetapan keputusan tentang   sesuatu.

Flavell mendefinisikan metakognisi / metakognitif sebagai pengetahuan tentang kognisi dan kontrol kognisi. Sebagai contoh, seseorang terlibat dalam metakognisi (sifatnya pengetahuan metakognitif ) jika ia menyadari bahwa ia mengalami lebih banyak kesulitan dalam mempelajari A daripada B, atau jika itu menyerangnya ia harus mengecek ulang C sebelum menerimanya sebagai fakta. J. H. Flavell (1976, hal. 232) (https://en.wikipedia.org/wiki/Metacognition, diakses 05 Agustus 2018 pada jam 20:40 Wita).

Metakognisi juga melibatkan pemikiran tentang proses berpikir sendiri seperti keterampilan belajar, kemampuan ingatan, dan kemampuan untuk memantau pembelajaran. Konsep ini perlu secara eksplisit diajarkan bersama dengan instruksi konten. Pengetahuan metakognitif adalah tentang proses kognitif seseorang dan pemahaman tentang bagaimana mengatur proses-proses tersebut untuk memaksimalkan

pengetahuan metakognitif
pengetahuan metakognitif

pembelajaran. (https://en.wikipedia.org/wiki/Metacognition, diakses 05 Agustus 2018 pada jam 20:40 Wita).

Contoh Pengetahuan Metakognitif

Sebagai   contoh   memperbaiki   mesin   yang   rusak, membuat instalasi kelistrikan lampu, mengapa terjadi rem blong. Contoh lain: Apa yang terjadi jika penyimpanan arsip tidak tepat?

Berdasarkan gambar pensil, ballpoint, spidol di atas … dapatkah rekan-rekan menunjukkan pengetahuan metakognitif  nya?

Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif dalam Kompetensi Dasar KD

Contoh pada KD Mapel Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

3.1 Menerapkan teknik dasar salah satu aktifitas olahraga permainan bola besar untuk menghasilkan koordinasi gerak yang baik

4.1 Mempraktikan teknik dasar salah satu aktifitas olahraga permainan bola besar untuk menghasilkan koordinasi gerak yang baik

Pengetahuan Faktual Olahraga permainan bola besar (volly)

  • bola volly merk Molten warna putih garis biru no registrasi 123454321
  • net / jaring olah raga volly merk AAA, warna biru dongker, tali nilon
  • lapangan volly SMK Putra Utama Banjarmasin

Pengetahuan Konseptual Olahraga permainan bola besar (volly)

  • macam-macam teknik servis
  • peraturan permainan volly
  • macam-macam teknik smash

Pengetahuan Prosedural Olahraga permainan bola besar (volly)

  • cara melakukan servis bola bawah
  • cara melakukan servis bola atas
  • cara melakukan pukulan quick smash
  • cara menerima pukulan servis

Pengetahuan Metakognitif Olahraga permainan bola besar (volly)

  • melakukan permainan menyerang sesuai situasi permainan
  • melakukan permainan bertahan dari serangan lawan sesuai situasi permainan

Nah … ini sekedar contoh yang masih perlu didiskusikan bersama rekan-rekan ahlinya … bagi admin … contoh itu hanya kenangan permainan masa muda … mungkin banyak yang tidak pas … karena itu sambil dinanti pembahasan rekan-rekan ahli olahraga …

Demikianlah diskusi Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif … bagaimana sharing rekan-rekan?

Baca juga …

membuat soal hots

discovery learning

Penguatan Pendidikan Karakter PPK

penguatan pendidikan karakter ppk

PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER PPK

Penguatan Pendidikan Karakter PPK ??? Mengapa perlu Penguatan Pendidikan Karakter PPK ? Apa tujuan Penguatan Pendidikan Karakter PPK? Bagaimana menerapkan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Bagaimana menerapkan di kelas? Mungkin diantara kita masih ada yang memerlukan informasi terkait penguatan pendidikan karakter (PPK). Mari kita berdiskusi

Peraturan Rujukan Penguatan Pendidikan Karakter PPK

Penguatan Pendidikan Karakter PPK merupakan istilah yang mengemuka belakangan ini terutama sejak terbitnya Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter PPK yang menjadikan pendidikan karakter sebagai platform pendidikan nasional Indonesia. Penguatan Pendidikan Karakter PPK bertujuan untuk membekali peserta didik sebagai generasi emas tahun 2045. Pembekalan peserta didik dengan jiwa Pancasila dan karakter yang baik ini sangat berguna menghadapi dinamika perubahan kehidupan di masa depan.

penguatan pendidikan karakter ppk
penguatan pendidikan karakter ppk

Penguatan Pendidikan Karakter PPK yang diatur dengan Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017 tentang meliputi hal-hal berikut :

  • Dasar pertimbangan penetapan Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017
  • Definisi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)
  • Tujuan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)
  • Bagaimana melaksanakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)
  • Ruang lingkup penyelenggaraan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)
  • Prinsip-prinsip Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

Rujukan Kepala Sekolah dan Guru melaksanakan Penguatan Pendidikan Karakter PPK

Penguatan Pendidikan Karakter PPK menjadi kewajiban sekolah dan guru yang dilakukan melalui kegiatan intra kurikuler, ko kurikuler dan ekstra kurikuler. Hal ini dinyatakan pada BAB II pasal 6 Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017.

Penguatan Pendidikan Karakter PPK dapat dilakukan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Penyelenggaraan PPK di sekolah menjadi tanggung jawab Kepala Sekolah dan guru. Tanggung jawab ini dilaksanakan sebagai pemenuhan beban kerja guru dan kepala Satuan Pendidikan Formal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Penyelenggaraan Penguatan Pendidikan Karakter PPK  dalam kegiatan Intrakurikuler merupakan penguatan nilai-nilai  karakter melalui kegiatan-kegiatan:

  1. penguatan materi pembelajaran,
  2. metode pembelajaran sesuai dengan muatan kurikulum berdasarkan ketentuan peraturan perundang undangan.

Penyelenggaraan PPK dalam kegiatan Kokurikuler merupakan penguatan nilai-nilai karakter yang dilaksanakan untuk pendalaman dan/ atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler sesuai muatan kurikulum.

Penyelenggaraan PPK dalam Ekstrakurikuler merupakan penguatan nilai-nilai karakter dalam rangka perluasan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian,     kerja sama, dan kemandirian Peserta Didik secara optimal. Karena itu kegiatan ekstra kurikuler yang dapat dikembangkan bermacam-macam meliputi kegiatan krida, karya ilmiah, latihan olah bakat/ olah minat, dan kegiatan keagamaan, serta kegiatan penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan ketentuan  peraturan  perundang-undangan.

Penyelenggaraan PPK dalam Kegiatan keagamaan dapat dilaksanakan paling sedikit melalui pesantren kilat, ceramah keagamaan, katekisasi, retreat, dan/ atau baca  tulis Al Quran dan kitab suci lainnya.

Berdasarkan Perpres No. 87 tahun 2017 di atas, cukup jelas peran guru dalam penguatan pendidikan karakter (PPK) yaitu melalui penguatan materi pembelajaran dan metode pembelajaran seperti di uraikan di atas. Pada Kurikulum 2013 Penguatan Pendidikan Karakter PPK dilakukan melalui langkah pengintegrasian dalam proses pembelajaran. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) bukan sebagai program tambahan atau sisipan, melainkan sebagai cara mendidik dan belajar bagi seluruh pelaku pendidikan di satuan pendidikan.

Nilai-nilai Penguatan Pendidikan Karakter PPK

Dalam Perpres dijelaskan bahwa fokus PPK adalah nilai-nilai Pancasila. PPK dilaksanakan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter terutama meliputi nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggungjawab” (Pasal 3)

Penguatan Pendidikan Karakter PPK intra kurikuler Kurikulum 2013 SMK

Penguatan Pendidikan Karakter PPK intra kurikurikuler kemudian juga dikenal sebagai Penguatan Pendidikan Karakter PPK berbasis kelas. Bisa dipahami demikian karena penguatan pendidikan karakter ini dilakukan oleh guru melalui penguatan materi pembelajaran maupun metode pembelajaran sesuai dengan muatan kurikulum berdasarkan ketentuan peraturan perundang undangan.

Penguatan Pendidikan Karakter PPK berbasis kelas melalui penguatan materi pembelajaran dan penerapan metode pembelajaran yang sesuai dengan muatan kurikulum pada Kurikulum 2013 dilakukan sejak perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP. Hal ini sangat tepat mengingat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP adalah pedoman guru mengajar atau melaksanakan pembelajaran.

Perencanaan Silabus dan RPP Kurikulum 2013 yang berkualitas baik telah dilatihkan dalam Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum 2013 hingga tahun 2018 ini.  Langkah-langkah perencanaan silabus dan RPP Kurikulum 2013 meliputi kegiatan-kegiatan guru:

  1. Analisis SKL KI KD (Baca Sekarang)
  2. Analisis Materi Pembelajaran (Baca Sekarang)
  3. Analisis Penerapan Model Pembelajaran (Baca Sekarang)
  4. Analisis Penilaian Hasil Belajar (Baca Sekarang)

Penguatan Pendidikan Karakter PPK berbasis kelas dalam tahapan pengembangan Silabus dan RPP Kurikulum 2013 SMK pun sudah dilakukan pada masing-masing tahapan tersebut. Jika proses pengembangan silabus dan RPP SMK dilakukan melalui langkah-langkah di atas dapat diharapkan dihasilkan penguatan materi pembelajaran maupun metode pembelajaran sesuai dengan muatan kurikulum. Sebaliknya silabus dan RPP yang dikembangkan tanpa langkah-langkah tersebut dapat diduga lemah kualitasnya dan tidak mampu menginisiasi Penguatan Pendidikan Karakter PPK.

penguatan pendidikan karakter ppk
penguatan pendidikan karakter ppk

Sebagai penutup posting Penguatan Pendidikan Karakter PPK berikut admin mengajak rekan-rekan melaksanakan perencanaan dan pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran melalui 4 (empat) jenis analisis yang telah disebutkan di atas dengan cermat. Dengan demikian penguatan materi pembelajaran maupun metode pembelajaran sesuai dengan muatan kurikulum mampu mengangkat Penguatan Pendidikan Karakter PPK. Selamat bekerja !

Daftar Pustaka

Kemdikbud. 2017. Materi Umum Penguatan Pendidikan Karakter.
Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

Analisis Penilaian Hasil Belajar

analisis penilaian hasil belajar

Analisis Penilaian Hasil Belajar

Analisis Penilaian Hasil Belajar adalah penjabaran rencana penilaian. Analisis Penilaian Hasil Belajar memerlukan pemahaman pendidik terkait standar penilaian dan panduan penilaian hasil belajar. Analisis Penilaian Hasil Belajar menghasilkan rencana penilaian yang sesuai SKL, KD, indikator pencapaian kompetensi maupun materi pembelajaran.

analisis penilaian hasil belajar
analisis penilaian hasil belajar

Analisis Penilaian Hasil Belajar sering kurang mendapat perhatian yang serius. Analisis penilaian hasil belajar sesungguhnya  juga bagian yang sangat penting dalam RPP K2013 SMK. Coba rekan-rekan bayangkan, KI dan KD sudah direvisi, Indikator Pencapaian Kompetensi sudah optimal, Tujuan Pembelajaran sudah benar, materi pembelajaran sudah OK, proses pembelajaran OK, namun kompetensi siswa diukur dengan alat ukur yang tidak tepat … apa jadinya? Inilah alasannya mengapa kita perlu lakukan Analisis Penilaian Hasil Belajar.

analisis penilaian hasil belajar
analisis penilaian hasil belajar

Analisis Penilaian Hasil Belajar adalah aktivitas pendidik menjabarkan berbagai aspek penilaian hasil belajar yang sesuai untuk mengukur ketercapaian kompetensi dasar yang dipelajari siswa. Dalam konteks Bimtek Implementasi Kurikulum 2013 analisis Penilaian Hasil Belajar merupakan langkah analisis yang ke empat untuk mengisi format RPP.

Sebagai rencana penilaian, Analisis Penilaian Hasil Belajar memberi ruang bagi guru untuk mengevaluasi penguatan pendidikan karakter (PPK) yang sudah dilakukan.

Acuan Dasar Analisis Penilaian Hasil Belajar

Analisis Penilaian Hasil Belajar sebagai suatu aktivitas pendidik dalam menjabarkan aspek-aspek penilaian hasil belajar yang direncanakan, memerlukan pengetahuan terkait penilaian pembelajaran. Analisis Penilaian Hasil Belajar akan mengalami kendala dan terancam gagal jika kita selaku pendidik tidak memahami acuan dasar, pedoman dan panduan teknis Penilaian Hasil Belajar. Hal ini sangat masuk akal sebab bagaimana mungkin kita mampu melakukan analisis penilaian hasil belajar kalau kita sebagai pendidik tidak memiliki pemahaman dengan hal-hal terkait analisis penilaian hasil belajar.

Agar rekan-rekan pendidik SMK mudah dan sukses melakukan Analisis Penilaian Hasil Belajar, pedoman utama dan pengetahuan dasar analisis penilaian hasil belajar yang perlu dipahami adalah:

  1. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Menengah.
  2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
  3. Panduan Penilaian pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Revisi 2017

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Menengah pada dasarnya adalah peraturan transisi yang memberi arah dan kepastian terkait penilaian oleh penddik dan satuan pendidikan. Peraturan ini belum bersifat teknis sehingga perlu dilengkapi dengan petunjuk teknis atau panduan operasional bagi pendidik dan satuan pendidikan dalam bentuk Panduan Penilaian SMK. Namun demikian, regulasi ini mengamanatkan agar pendidik melakukan Analisis Penilaian Hasil Belajar

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016 adalah regulasi pemerintah tentang Standar Penilaian Pendidikan yang menetapkan kriteria mengenai lingkup penilaian, tujuan penilaian, manfaat penilaian, prinsip penilaian, mekanisme penilaian, prosedur penilaian, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik yang digunakan sebagai dasar dalam penilaian hasil belajar peserta didik pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Sebagai regulasi yang menstandarkan penilaian hasil belajar, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016 juga mengamanatkan agar pendidik melakukan Analisis Penilaian Hasil Belajar.

Panduan Penilaian pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Revisi 2017 (Panduan Penilaian SMK 2017) adalah pedoman praktis bagi pendidik dan satuan pendidikan seperti diungkapkan Direktur Jenderal Penddikan Dasar dan Menengah seperti kutipan berikut :

“Panduan ini disusun sebagai acuan praktis bagi para guru dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian hasil belajar peserta didik secara sahih, obyektif, sistematis dan komprehensif meliputi penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Panduan ini juga sekaligus merupakan pedoman praktis untuk mengolah dan membuat laporan hasil penilaian tersebut secara akuntabel dan informatif.

Panduan ini akan sangat bermanfaat bagi para guru karena menyajikan informasi praktis tentang penggunaan beragam teknik penilaian, dilengkapi contoh dan langkah-langkah pelaksanaan penilaian, pengolahan nilai hingga cara mengisi rapor.

Diharapkan dengan buku panduan ini para guru dapat melaksanakan tugasnya sehari-hari di kelas secara lebih profesional sehingga pada gilirannya mutu pendidikan kita dapat lebih terjaga dan terus meningkat.”

Dengan demikian, sangat jelas bagi kita bahwa kita sangat memerlukan pengetahuan dasar terkait penilaian sebelum melakukan analisis penilaian hasil belajar. Pengetahuan dasar analisis penilaian hasil belajar ada di dalam Panduan Penilaian SMK 2017.

Dengan uraian pengantar ini diharapkan rekan pendidik telah memahami mengenai lingkup penilaian, tujuan penilaian, manfaat penilaian, prinsip penilaian, mekanisme penilaian, prosedur penilaian dan instrumen penilaian dengan membaca secara mandiri Panduan Penilaian SMK 2017. Dengan begitu insya Allah rekan-rekan mudah dan sukses melakukan analisis penilaian hasil belajar.

Pengetahuan Penilaian Pendidikan untuk Analisis Penilaian Hasil Belajar

Kegiatan analisis penilaian hasil belajar jelas memerlukan pengetahuan tentang aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan penilaian hasil belajar dan cara melakukan analisis penilaian hasil belajar. Sebelum masuk pada cara melakukan analisis penilaian hasil belajar terlebih dahulu perlu dipahami Standar Penilaian Pendidikan dan petunjuk teknis tentang penilaian hasil belajar tersebut. Ringkasan pengetahuan tentang aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan penilaian hasil belajar yang sesuai Standar Penilaian khususnya di SMK dapat dibaca pada posting ……..

Analisis Penilaian Hasil Belajar menurut Prosedur Penilaian Pembelajaran dan Hasil Belajar (Oleh pendidik)

Analisis Penilaian Hasil Belajar oleh pendidik tidak lepas dari prosedur penilaian pendidikan yang sudah ditetapkan pemerintah. Berdasarkan Permendikbud No. 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian pasal 13 yang berbunyi Prosedur penilaian proses belajar dan hasil belajar oleh pendidik dilakukan dengan urutan:

  • Menetapkan tujuan penilaian dengan mengacu pada RPP yang telah disusun;
  • Menyusun kisi-kisi penilaian;
  • Membuat instrumen penilaian berikut pedoman penskoran;
  • Melakukan analisis kualitas instrumen;
  • Melakukan penilaian;
  • Mengolah, menganalisis, dan Menginterpretasikan hasil penilaian;
  • Melaporkan hasil penilaian; dan
  • Menindaklanjuti laporan hasil penilaian.

Penilaian yang sedang kita diskusikan adalah untuk mengetahui tingkat kompetensi siswa sesuai KD yang dipelajari yang sudah dianalisis pada Analisis SKL KI KD, Analisis Materi Pembelajaran, Analisis Penerapan Model Pembelajaran, oleh karena itu langkah selanjutnya adalah menyusun kisi-kisi.

Menyusun Kisi-kisi Penilaian dan Soal HOTS dalam Analisis Penilaian Hasil Belajar

Kegiatan Analisis Penilaian Hasil Belajar lazimnya identik dengan penyusunan kisi-kisi penilaian, penyusunan instrumen penilaian (soal), pedoman penskoran dan analisis kualitas instrumen. Oleh karena itu sebelum dipaparkan contoh terkait kisi-kisi penilaian saya menganjurkan untuk mengenal lebih jauh tentang penyusunan / pembuatan soal berkategori HOTS terlebih dahulu. Hal ini perlu dilakukan mengingat kita masih asing dengan soal-soal HOTS. Rekan-rekan dapat menggali lebih jauh terkail Soal HOTS pada posting saya yang lain di …..

Contoh Kisi-kisi Penilaian dalam Analisis Penilaian Hasil Belajar

KISI-KISI DAN SOAL

Bidang Keahlian        : Bisnis dan Manajemen

Program Keahlian      : Manajemen Perkantoran

Kompetensi Keahlian : Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran

Mata Pelajaran         : Teknologi Kantor

Kompetensi Dasar    : 3.10. Menganalisis informasi dari internet untuk menunjang pekerjaan kantor

: 4.10. Menggunakan informasi dari internet untuk menunjang pekerjaan kantor

 

  1. Penilaian Pengetahuan
Kompetensi Dasar IPK Materi Indikator Soal Bentuk Soal No Soal

3.10 Menganalisis informasi dari internet untuk menunjang pekerjaan kantor (C4)

1.  Menjelaskan pengertian data

 

 

2.  Membedakan data dengan informasi (C2)

 

3.  Menguraikan jenis-jenis data di tempat kerja (C2)

 

 

 

 

 

4.  Menerapkan prosedur pencarian informasi melalui internet (C3)

 

 

 

5.  Merinci agenda perjalanan dinas pimpinanberdasarkan informasi dari internet (C4)

·      Definisi Data dan Informasi

·      Jenis-jenis Data di tempat kerja

·      Kualifikasi/Persyaratan Informasi di tempat kerja

·      Internet Browsing dan Searching

 

1.  Siswa dapat menjelaskan pengertian data

 

2.  Siswa dapat membedakan data dengan informasi

 

3.  Disajikan berbagai data yang ada diperusahaan, siswa dapat menjelaskan jenis-jenis data sesuai kebutuhan di tempat kerja (C2)

 

4.  Disajikan data kegiatan pencarian informasi, siswa dapatmengurutkan prosedur pencarian informasi melalui internet (C3)

5.  Disediakan informasi hasil pencarian dari internet, siswa dapatmerinciagenda perjalanan dinas pimpinan

PG

 

 

 

Uraian

 

 

Uraian

 

 

 

 

PG/Uraian

 

 

 

Uraian

 

1

2

3

4

5

Instrumen Soal Pengetahuan

No Soal Kunci Jawaban Skor
1 Manakah pernyataan yang paling benar dari pilihan berikut :

a.   Data merupakan informasi yang diolah dari fakta

b.   Data merupakan fakta yang dioalah dari informasi

c.    Data merupakan bahan mentah yang diolah menjadi informasi

d.   Data merupakan bahan mentah yang diolah dari informasi

e.   Data merupakan informasi yang diolah menjadi fakta

Kunci Jawaban: C.

Data adalah bahan mentah yang diolah menjadi informasi (keterangan)

2 Jelaskan perbedaan data dengan informasi? Data merupakan bahan mentah yag belum diolah, sedangan Informasi merupakan hasil pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat tertentu

 

Skor 4 : Jika jawaban lenkap dan benar

Skor 3 : Jika jawaban benar tetapi tidak lengkap

Skor 2 :Jika jawaban lengkap tetapi tidaktepat

Skor 1 : Jika jawaban salah

3 Jelaskan lima jenis data yang ada di tempat kerja? Jenis-jenis data di tempat kerja terdiri dari :

1.   Data keuangan, adalah data-data terkait hal-hal seputar keuangan perusahaan

2.   Data administrasi umum, adalah data yang berhubungan dengan hal-hal rutin operasional kegiatan kantor

3.   Data kepegawaian, adalah data yang berhubungan dengan kegiatan sumber daya manusia (SDM) di perusahaan

4.   Data pemasaran, adalah data yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan pemasaran perusahaan

5.   Data produksi, adalah data yang berhubungan dengan kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk/jasa di perusahaan

Skor 4 : Jika jawaban lengkap (5 data) dan benar

Skor 3 : Jika jawaban lengkap (5 data) tetapi kurang tepat

Skor 2 : Jika jawaban benar tetapi kurang lengkap

Skor 1 : Jika jawaban tidak lengkap dan salah

4 Di bawah ini merupakan kegiatan-kegiatan dalam mencari informasi melalui internet.

1.    Buka aplikasi web browser pada komputer

2.    Masukan kata kunci pencarian informasi pada aplikasi web browser dengan berpedoman pada penulisan keyword pencarian dengan tepat

3.    Klik atau pilih salah satu halaman internet yang tersedia dengan tepat

4.    Format dan edit informasi yang diperoleh sesuai keperluan

5.    Salin informasi dari halaman internet yang dipilih ke dalam aplikasi pengolah kata atau aplikasi lainnya sesuai kebutuhan

 

Dari kegiatan-kegiatan di atas, prosedur/langkah mencari informasi melalui internet yang benaraddalah :

a.       (1); (2); (3); (5); (4)

b.      (1); (2); (3); (4); (5)

c.       (1); (3); (2); (4); (5)

d.      (1); (3); (3); (5); (4)

e.      (1); (2); (4); (5); (4)

 

Kunci Jawaban : A

 

a.       (1); (2); (3); (5); (4)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Atau dibuat dalam bentuk uraian

Untuk mendapatkan data dan informasi lewat internet sesuai dengan yang diminta, langkah/prosedur apa yang harus dilakukan?

 

 

 

Kunci Jawaban :

Langkah-langkah untuk mencari informasi lewat internet adalah :

1.    Buka aplikasi web browser pada komputer

2.    Masukan kata kunci pencarian informasi pada aplikasi web browser dengan berpedoman pada penulisan keyword pencarian dengan tepat

3.    Klik atau pilih salah satu halaman internet yang tersedia dengan tepat

4.    Salin informasi dari halaman internet yang dipilih ke dalam aplikasi pengolah kata atau aplikasi lainnya sesuai kebutuhan

5.    Format dan edit informasi yang diperoleh sesuai keperluan

 

 

Skor 4 : Jika jawaban lengkap, benar dan berurut (1-5)

Skor 3 : Jika jawaban lengkap, benar (1-5), tetapi tidak berurut

Skor 2 : Jika jawaban tidak lengkap, benar dan berurut

Skor 1 : Jika jawaban tidak lengkap dan salah

 

 

  1. Tiara bekerja sebagai seketaris pada PT EKA JAYA yang bergerak dalam bidang elektronik dan berkedudukan di Bandung. Ir. Zulkarnaen sebagai pimpinan perusahaan ingin mengetahui kondisi salah satu anak perusahaan yang dibinanya yaitu CV. Agung Jaya yang berkedudukan di Malang. Dia meminta Tiara untuk mendapatkan data dan informasi. Data yang diminta adalah jenis data yang ada di tempat/lingkungan kerja perusahaan yang menjadi binaanya. Selain itu, diminta mengagendakan kunjungan/perjalanan dinas dan mencari informasi tentang waktu, pesawat dan penginapan untuk melakukan pertemuan dengan perusahaan tersebut. Untuk mengerjakan semua permintaan tersebut, Tiara mencarinya lewat internet melalui aplikasi web browser.

Dari data yang diperoleh, buat rincian agenda perjalanan pimpinan dan salin ke dalam bentuk pengolah kata untuk dilaporkan kepada pimpinannya.

 

  1. Penilaian Keterampilan
Kompetensi Dasar Materi Bahasan Indikator Indikator Soal Bentuk Soal No Soal
4.10 Menggunakan informasi dari internet untuk menunjang pekerjaan kantor (C4) ·      Definisi Data dan Informasi

·      Jenis-jenis Data di tempat kerja

·      Kualifikasi /Persyaratan Informasi di tempat kerja

·      Internet Browsing dan Searching

 

1.       Memodifikasi sebuah informasi berdasarkan kualifikasi informasi di tempat kerja (P4)

2.       Membuat laporan dari informsi yang didapat lewat internet (P4)

1.    Siswa dapat memodifikasi sebuah informasi berdasarkan kualifikasi informasi di tempat kerja

2.    Disajikan data dan informasi dari internet, siswa dapat membuat laporan.

Tes Praktek

 

1

 

 

Soal Keterampilan :

Carilah informasi tiket pesawat dan hotel untuk keperluan perjalanan dinas pimpinan ke Surabaya selama 3 hari, pada tanggal 28-31 Maret 2017. Selain pimpinan, yang berangkatadalah manager pemasaran dan manajer produksi. Untuk keperluan pemberangkatan pimpinan beserta 2 orang stafnya, alokasi biaya yang digunakan sebesar Rp. 18.000.000.000.,-. Susunlah informasi dari internet tersebut kedalam aplikasi pengolah kata.

No Komponen/Sub Komponen Penilaian Indikator Skor
1 Persiapan Kerja
a. Penggunaan alat dan bahan Penggunaan alat dan bahan sesuai prosedur 91 – 100
Penggunaan alat dan bahan kurang sesuai prosedur 80 – 90
Penggunaan alat dan bahan tidak sesuai prosedur 70 – 79
b. Ketersediaan alat dan bahan Ketersediaan alat dan bahan lengkap 91 – 100
Ketersediaan alat dan bahan cukup lengkap 80 – 90
Ketersediaan alat dan bahan kurang lengkap 70 – 79
2 Proses dan Hasil Kerja  
a. Kemampuan menggunakan komputer Kemampuan menggunakan komputer tinggi 91 – 100
Kemampuan menggunakan komputer cukup 80 – 90
Kemampuan menggunakan komputer kurang 70 – 79
b. Kemampuan menggunakan search engine Kemampuan menggunakan search engine tinggi 91 – 100
Kemampuan menggunakan search engine cukup 80 – 90
Kemampuan menggunakan search engine kurang 70 – 79
c. Kelengkapan informasi Informasi yang dicari lengkap 91 – 100
Informasi yang dicari cukup lengkap 80 – 90
Informasi yang dicari kurang lengkap 70 – 79
d. Ketepatan informasi Infomasi yang dicari tepat 91 – 100
Infomasi yang dicari cukup tepat 80 – 90
Infomasi yang dicari kurang tepat 70 – 79
e. Hasil pencarian informasi Hasil pencarian informasi disusun rapih 91 – 100
Hasil pencarian informasi disusun cukup rapih 80 – 90
Hasil pencarian informasi disusun kurang rapih 70 – 79
3 Sikap kerja  
a. Keterampilan dalam bekerja Bekerja dengan terampil 91 -100
Bekerja dengan cukup terampil 80 – 90
Bekerja dengan kurang terampil 70 – 79
b. Kedisiplinan dalam bekerja Bekerja dengan disiplin 91 – 100
Bekerja dengan cukup disiplin 80 – 90
Bekerja dengan kurang disiplin 70 – 79
c. Tanggung jawab dalam bekerja Bertanggung jawab 91 – 100
Cukup bertanggung jawab 80 – 90
Kurang bertanggung jawab 70 – 79
d. Konsentrasi dalam bekerja Bekerja dengan konsentrasi 91 – 100
Bekerja dengan cukup konsentrasi 80 – 90
Bekerja dengan kurang konsentrasi 70 – 79
4 Waktu  
 Penyelesaian pekerjaan Selesai sebelum waktu berakhir 91 – 100
Selesai tepat waktu 80 – 90
Selesai setelah waktu berakhir 70 – 79

 

 

 

Pengolahan Nilai Keterampilan :

 

  Nilai Praktik(NP)
  Persiapan Proses dan Hasil Kerja Sikap Kerja Waktu ∑ NK
  1 2 3 5 6
Skor Perolehan
Skor Maksimal
Bobot 10% 60% 20% 10%
NK

 

Keterangan:

  • Skor Perolehan merupakan penjumlahan skor per komponen penilaian
  • Skor Maksimal merupakan skor maksimal per komponen penilaian
  • Bobot diisi dengan persentase setiap komponen. Besarnya persentase dari setiap komponen ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik kompetensi keahlian. Total bobot untuk komponen penilaian adalah 100
  • NK = Nilai Komponen merupakan perkalian dari skor perolehan dengan bobot dibagi skor maksimal

 

 

  • NP = Nilai Praktik merupakan penjumlahan dari NK

Aplikasi Penilaian Hasil Belajar SMK 2017

 


Sumber:

  1. Analisis Penilaian Hasil Belajar Modul Bimtek Implementasi K2013 Tahun 2017, Dit PSMK, Dirjen Dikdasmen, Kemdikbud
  2. Panduan Penilaian Hasil Belajar pada SMK 2017, Dit PSMK, Dirjen Dikdasmen, Kemdikbud

Analisis Materi Pembelajaran

analisis materi pembelajaran

Analisis Materi Pembelajaran

Analisis Materi Pembelajaran itu penting! Analisis Materi Pembelajaran kunci akurasi pembelajaran. Analisis Materi Pembelajaran tahapan perencanaan yang penting artinya untuk menghasilkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 yang lengkap secara materi dan memenuhi syarat secara pedagogik dan menjadi pintu masuk penguatan pendidikan karakter (ppk). Guru harus tahu dengan pasti dan menyadari pendidikan karakter peserta didik yang bisa dilakukan sesuai dengan materi pembelajaran. Bahkan, melalui Analisis Materi Pembelajaran yang cermat, guru juga bisa merencanakan pada materi pembelajaran mana yang bisa digunakan sebagai media penguatan literasi siswa. Karena itu, hasil akhir analisis materi pembelajaran bukan saja tepat secara materi namun juga memudahkan siswa menguasai kompetensi dasar. Mengapa begitu? Adakah ‘jurus-jurus’ jitu analisis materi pembelajaran ? Mari kita diskusikan bagaimana kita melakukan Analisis Materi Pembelajaran.

Pengetahuan Dasar Analisis Materi Pembelajaran

Analisis Materi Pembelajaran merupakan salah satu bentuk aktivitas perencanaan yang menuntut penerapan kompetensi pedagogik maupun kompetensi profesional guru. Kegiatan analisis materi pembelajaran ini memerlukan kompetensi guru yang terkait dengan hal-hal berikut:

  1. Pengetahuan konten materi ajar (konten knowledge)

Analisis Materi Pembelajaran jelas sekali menuntut pengetahuan guru terhadap mata pelajaran yang diampunya. Penguasaan materi ajar oleh guru pengampu memungkinkan guru mengidentifikasi hal-hal fundamental maupun pengetahuan dan keterampilan lain yang dibangun di atas fundamen tersebut. Kelemahan penguasaan materi jelas menjadi kendala analisis materi pembelajaran.

  1. Pengetahuan pedagogik materi ajar (paedagogic knowledge)

Analisis Materi Pembelajaran memerlukan pengetahuan dan keterampilan guru bagaimana mengajarkan materi ajar itu? Ini bukan tentang penguasaan kita tentang materi ajar tetapi bagaimana melatihkan kepada siswa.

Materi pembelajaran adalah isi rumusan Kompetensi Dasar (KD). Materi pembelajaran ialah pengalaman-pengalaman belajar yang seharusnya diinteraksikan di antara peserta didik dan lingkungan belajarnya untuk mencapai kemampuan dasar (baca kompetensi dasar) yaitu perubahan perilaku siswa sebagai hasil belajar dari mata pelajaran.

Sebagai unit kompetensi, satu Kompetensi Dasar (KD) (kemampuan melakukan sesuatu) tersusun dari beberapa sub kompetensi yang lebih sempit lingkupnya yang disebut Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK). Di dalam satu kompetensi dasar (KD) dapat terdiri dari beberapa indikator pencapaian kompetensi. Guru harus dapat menemukan indikator-indikator pencapaian kompetensi ini. Menemukan Indikator Pencapaian Kompetensi adalah salah satu langkah Analisis Materi Pembelajaran.

OK, kita sudah menemukan indikator-indikator pencapaian kompetensi, bagaimana kita bisa mengajarkan atau melatihkan kepada siswa. Dapatkah siswa bisa langsung menguasai dan menunjukkan indikator pencapaian kompetensi? Tentu tidak kan? Kita harus menguraikan tiap-tiap indikator tersebut menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih rinci agar dapat dikuasai siswa sedikit demi sedikit. Hal-hal rincian ini yang dijadikan tujuan pembelajaran. Semua inilah aktivitas-aktivitas Analisis Materi Pembelajaran. Nah sekarang perhatikan ilustrasi berikut :

analisis materi pembelajaran
analisis materi pembelajaran

Indikator pencapaian kompetensi merupakan rumusan kemampuan yang harus dilakukan atau ditampilkan oleh siswa untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar (KD). Diskusi tentang hal ini lihat posting saya yang lain di …  Indikator pencapaian kompetensi

Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasarkan KD dari KI pengetahuan dan KD dari KI keterampilan dengan mengaitkan dimensi sikap yang akan dikembangkan. Diskusi tujuan pembelajaran lebih rinci lihat posting saya yang lain di Tujuan pembelajaran

Analisis Materi Pembelajaran memerlukan Kata Kerja Operasional (KKO) dari taksonomi-taksonomi. Pada KD pengetahuan menggunakan taksonomi Bloom olahan Anderson, KD keterampilan untuk keterampilan kongkrit menggunakan taksonomi Simpson dan Dave, sedangkan keterampilan abstrak menggunakan taksonomi Dyer. Dimensi-dimensinya sudah kita analisis pada Analisis SKL KI KD. Diskusi lebih rinci dapat dilihat pada posting saya yang lain di Analisis SKL KI KD.

Analisis Materi Pembelajaran menuntut kita menentukan rujukan sumber bahan ajar. Materi ajar dapat berasal dari buku teks pelajaran dan buku panduan guru, sumber belajar lain berupa muatan lokal, materi kekinian, konteks pembelajaran dari lingkungan sekitar yang dikelompokkan menjadi materi untuk pembelajaran reguler, pengayaan, dan remedial (Permendikbud … )

Analisis Materi Pembelajaran juga mempertimbangkan hal-hal berikut.

  1. Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan.
  2. Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial dan spiritual peserta didik.
  3. Kebermanfaatan bagi peserta didik.
  4. Struktur keilmuan.
  5. Berbagai sumber belajar (referensi yang relevan dan termutakhir)
  6. Alokasi waktu.

Langkah-langkah Analisis Materi Pembelajaran

Analisis Materi Pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah seperti diuraikan berkut ini:

Pertama, siapkan Format Analisis Materi Pembelajaran seperti contoh berikut …

Tabel 1. Penjabaran KI dan KD ke dalam Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK), Tujuan Pembelajaran dan Materi Pembelajaran

Mata Pelajaran: ……………………………………………..

Analisis Materi Pembelajaran
KI Program Pendidikan 3 Tahun
1.
2.
3.
Kompetensi Dasar
IPK
Tujuan Pembelajaran (Integrasi nilai-nilai Karakter)
Materi Pembelajaran
3.2 3.2.1 a.
b.
3.2.2 a.
b.
3.2.3 a.
4.
Kompetensi Dasar
IPK
Tujuan Pembelajaran (Integrasi nilai-nilai Karakter)
Materi Pembelajaran
4.2 4.2.1 a.
4.2.2 a.

Kedua, isi Format Analisis Materi Pembelajaran di atas. Ikuti arahan berikut …

  1. Di samping angka 1. , 2. , 3. dan 4. Diisikan berturut-turut kompetensi inti spiritual, kompetensi inti sosial, kompetensi inti pengetahuan dan kompetensi inti keterampilan yang dapat diperoleh dari dokumen Kompetensi Inti Kompetensi Dasar KI KD SMK 2017. Kalau belum punya dokumen KI KD, DOWNLOAD dari posting saya yang lain … di sini Kompetensi Inti Kompetensi Dasar KI KD SMK 2017
  1. Di bawah kolom Kompetensi Dasar (ada 2) masing-masing diisikan KD Pengetahuan (atas) dan KD Keterampilan (bawah) yang berpasangan. Copy dari file dokumen KI KD ke form Analisis Materi Pembelajaran di atas.
  1. Pada kolom IPK KD Pengetahuan (atas) di samping angka 3.2.1 tuliskan Indikator pencapaian kompetensi pengetahuan ke 1. INGAT !!! Sebelum disusun dalam format Analisis Materi Pembelajaran ini Indikator pencapaian kompetensi SUDAH DIURUTKAN dengan prinsip:
  • Disusun dari yang paling MUDAH menuju yang paling SULIT
  • Disusun dari yang NYATA menuju yang ABSTRAK
  • Tetapi tetap MENGIKUTI Struktur keilmuannya
  1. Pada kolom tujuan pembelajaran, isikan tujuan pembelajaran ke 1, ke 2 dst untuk mendukung pencapaian IPK ke 1. Semakin banyak tujuan pembelajaran berarti pembelajaran akan semakin lengkap, makin sedikit tujuan pembelajaran berarti semakin minimalis pembelajaran ( Relakah anak , adik , keponakan rekan-rekan diberi pembelajaran TIDAK LENGKAP ?). Jangan lupa, rumusan tujuan pembelajaran juga mencantumkan pendidikan karakter yang dilakukan (ini amanat Perpres No. 87 tahun 2017)
  2. Pada kolom Materi Pembelajaran, isikan materi pembelajaran yang harus dibahas untuk mendukung pencapaian IPK 1, otomatis ini akan mendukung pencapaian KD karena IPK 1 sudah dianalisis dan ditentukan untuk mendukung KD. Lanjutkan pengisian kolom IPK , tujuan pembelajaran dan materi pembelajaran pada Kompetensi Dasar Pengetahuan sesuai KD pengetahuan Anda. Sampai tahap ini Analisis Materi Pembelajaran KD Pengetahuan selesai
  3. Analisis Materi Pembelajaran KD Keterampilan, prinsip pengisiannya sama dengan Analisis Materi Pembelajaran KD Pengetahuan. Namun demikian ada perbedaannya yaitu:
  • Kata Kerja Operasional (KKO) yang digunakan pada keterampilan diambil dari taksonomi Simpson , Dave atau Dyers sedangkan KD pengetahuan dari taksonomi Bloom / Anderson.
  • Rumusan IPK, Tujuan pembelajaran dan Materi pembelajaran menjurus pada bentuk aktivitas melakukan sesuatu.

Contoh Analisis Materi Pembelajaran

Analisis Materi Pembelajaran pada contoh berikut ini, admin kutipkan dari Modul Bimtek Implementasi Kurikulum 2013. Maksud saya adalah agar pembaca / rekan-rekan yang belum mengikuti bimtek implementasi Kurikulum 2013 juga bisa mempelajari dari rujukan utama diskusi kita  Analisis Materi Pembelajaran dari sumber asalnya.

Tabel 1. Penjabaran KI dan KD ke dalam Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK), Tujuan Pembelajaran dan Materi Pembelajaran

(Permendikbud ….)

Mata Pelajaran: Simulasi dan Komunikasi Digital

Analisis Materi Pembelajaran
KI Program Pendidikan 3 Tahun
1.       Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2.      Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasehat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3.      Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
Kompetensi Dasar IPK Tujuan Pembelajaran (Integrasi nilai-nilai Karakter) Materi Pembelajaran
3.3   Menerapkan pengetahuan pengelolaan informasi digital. 3.3.1 Menerangkan komunikasi daring asinkron. a.    Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat:

·   Mengelompokkan bentuk komunikasi daring asinkron sesuai karakteristik dengan bertanggungjawab.

·   Menjelaskan komunikasi daring asinkron sesuai prinsip dengan cermat

·   menjelaskan 2 jenis pengelolaan informasi digital melalui komunikasi daring online dengan santun

Konsep Komunikasi daring asinkron.
3.3.2 Menerangkan komunikasi daring sinkron.

b.   Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat:

·   menjelaskan terjadinya komunikasi daring sinkron sesuai prinsip dengan cermat.

·   menentukan kebutuhan pokok fasilitas yang diperlukan untuk pengelolaan informasi digital daring online secara mandiri.

Konsep Komunikasi daring sinkron
3.3.3 Menerapkan komunikasi daring asinkron dan komunikasi daring sinkron. c.    Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat melakukan carakomunikasi daring online sesuai prosedurdengan percaya diri. Teknik  Komunikasi daring asinkron dan komunikasi daring sinkron.
4.      Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang kerja. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.Menunjukkanketerampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempresepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Kompetensi Dasar IPK Tujuan Pembelajaran (Integrasi nilai-nilai Karakter) Materi Pembelajaran
4.3 Menyajikan hasil penerapan pengelolaan informasi digital melalui komunikasi daring online. 4.3.1 Mengikuti(Meniru) komunikasi daring asinkron dan sinkron berdasarkan contoh. d.   Disediakan peralatan komunikasi dan jaringan internet, peserta didik dapat melakukan komunikasi daring asinkron dan sinkron berdasarkan contoh dengan percaya diri ·   Mendemontrasikan Komunikasi daring asinkron dan sinkron
4.3.2 Mendemonstrasikan komunikasi daring asinkron dan sinkron berdasarkan tugas e.   Disediakan peralatan komunikasi dan jaringan internet, peserta didik dapat mendemonstrasikan komunikasi daring asinkron dan sinkron berdasarkan tugas sesuai prosedur dengan percaya diri
Hasil Analisis Materi Pembelajaran

Analisis Materi Pembelajaran seperti telah dijelaskan di atas dan diberikan cara pengisian maupun contoh Analisis Materi Pembelajaran memberikan hasil yang berguna bagi kita yaitu:

  1. Kompetensi Dasar Pengetahuan dan Keterampilan sudah terjabarkan kedalam Indikator Pencapaian Kompetensi, Tujuan Pembelajaran dan Materi pembelajaran yang sudah kita ‘bumbui’ dengan seni membelajarkan siswa (pengetahuan pedagogik), insya Allah … JOOSS
  2. Kompetensi Dasar , Indikator Pencapaian Kompetensi, Tujuan Pembelajaran dan Materi pembelajaran SUDAH TERURUT dengan penerapan prinsip-prinsip pedagogik.
  3. Kompetensi Dasar , Indikator Pencapaian Kompetensi, Tujuan Pembelajaran dan Materi pembelajaran SIAP dituangkan ke Analisis Penerapan Model Pembelajaran dengan pemaduan sintaksnya.
  4. Analisis Materi Pembelajaran telah mengintegrasikan penguatan pendidikan karakter (ppk).
Kelemahan pada Analisis Materi Pembelajaran

Analisis Materi Pembelajaran seperti tampak pada judul-judul kolomnya, mudah sekali. Karena kolom-kolom dalam format Analisis Materi Pembelajaran nampak mudah kita sering terjebak menerapkan konsep-konsep lama yang seharusnya sudah diganti. Beberapa kelemahan Analisis Materi Pembelajaran yang sering ditemukan antara lain:

  1. Rekan-rekan sering banyak yang tidak sempat atau belum menyempatkan membaca modul Analisis Materi Pembelajaran sehingga pengisian kolomnya banyak yang kurang tepat.
  2. Rumusan Indikator Pencapaian Kompetensi sering kurang tepat karena belum melakukan Analisis SKL KI KD sehingga tidak tahu level KKO yang mana dari taksonomi siapa yang digunakan.
  3. Kelemahan yang lain sering tampak pada perumusan Tujuan Pembelajaran. Banyak rekan yang rumusan tujuan pembelajarannya masih seperti yang lama.

Ok … demikianlah diskusi sekitar Analisis Materi Pembelajaran. Semoga bermanfaat dan jika ada kekurangan pada teks diskusi di atas dipersilahkan rekan-rekan memberikan sharing pengalamannya. Salam.

Analisis SKL KI KD

analisis skl ki kd

Analisis SKL KI KD

Analisis SKL KI KD itu apa sih? Mengapa perlu Analisis SKL KI KD ? Bagaimana cara melakukan Analisis SKL KI KD pada K2013 SMK Revisi 2017 ? Pertanyaan-pertanyaan terkait Analisis SKL KI KD itu mungkin menggelayuti banyak pendidik yang telah mengikuti Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum 2013 Revisi 2017.

analisis skl ki kd
analisis skl ki kd

Analisis SKL KI KD seperti ditunjukkan pada ilustrasi pertama (tabel 1) dan ilustrasi kedua (tabel 2) boleh jadi menimbulkan pertanyaan kita.

  1. Mengapa ada 2 bagian Analisis SKL KI KD ?
  2. Pada gambar 1, Analisis SKL KI KD apa yang kita lakukan?
  3. Analisis SKL KI KD apa yang kita lakukan pada ilustrasi yang ke 2 ?
  4. Mengapa pada ilustrasi Analisis SKL KI KD ke 2 beberapa kata dituliskan dengan warna? Apa maksudnya?
  5. Pada ilustrasi Analisis SKL KI KD ke 2 terdapat kode-kode C2, P1, P2 apa maksudnya?
  6. Apa yang dimaksud dimensi kognitif ?
  7. Apa yang dimaksud bentuk dimensi pengetahuan konseptual ?
  8. Mengapa memahami dinyatakan SESUAI dengan pengetahuan konseptual?
  9. Apa dasar kita menyetarakan C2 dengan P1?
  10. Apa yang harus dilakukan jika terjadi KESETARAAN atau KETIDAKSETARAAN ?
  11. Semua inikah yang dimaksud Analisis SKL KI KD ?

Mungkin pertanyaan-pertanyaan ini sudah terjawab tetapi tidak tertutup kemungkinan masih banyak yang belum terjawab. Pada kesempatan ini saya coba tuangkan bahan diskusi Analisis SKL KI KD ini.

Tujuan Analisis SKL KI KD

Analisis SKL KI KD sebagai titik awal perencanaan pembelajaran tentu memiliki maksud dan tujuan. Analisis SKL KI KD menjadi titik awal penguatan pendidikan karakter. Kita perlu memahami kerangka berpikir terkait analisis skl ki kd ini agar pembelajaran yang kita sajikan berjalan sesuai skema besar pencapaian Standar Kompetensi Lulusan Kurikulum 2013. Ok, mari berangkat dari cita-cita dan impian penerapan Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 diterapkan BUKAN SEKEDAR UPDATE PENGETAHUAN dan KETERAMPILAN SAJA. Kurikulum 2013 diterapkan untuk menyiapkan siswa agar memiliki kompetensi baik sikap spiritual, sikap sosial , pengetahuan dan keterampilan agar nantinya unggul dalam persaingan global abad 21 ini. Keunggulan ini ditunjang dengan pengembangan keterampilan abad 21 seperti critical thinking, creative thinking, collaborating dan communicating (4 C). Keunggulan-keunggulan ini sudah dicanangkan dan dirumuskan dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL).

Pada ranah operasional, pembentukan kompetensi lulusan dilakukan melalui pembelajaran yang dilakukan oleh guru di seluruh mata pelajaran. Dalam konteks ini, materi pembelajaran dan proses pembelajaran menjadi instrumen penting menuju tercapainya Standar Kompetensi Lulusan yang dicita-citakan. Materi pembelajaran yang TIDAK LINIER dengan Standar Kompetensi Lulusan yang diinginkan JELAS menjadi PENYEBAB tidak tercapainya kompetensi yang diinginkan. Demikian juga dengan proses pembelajaran. Terbentuknya kompetensi lulusan pada siswa tergantung juga dengan proses pembentukan kompetensi yang dilakukan pada proses pembelajaran. Proses pembelajaran dapat berjalan optimal jika guru memahami Kompetensi Dasar (KD), dan MENERAPKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK nya agar kompetensi dasar yang dirumuskan dalam kalimat-kalimat dapat diwujudkan pada diri siswa atau peserta didik.

Analisis SKL KI KD inilah wujud langkah guru meluruskan dan melinierkan perencanaan proses pembelajaran untuk pencapaian Standar Kompetensi Lulusan yang diinginkan.

Pengertian Analisis SKL KI KD

Analisis SKL KI KD wajib dipahami oleh setiap pendidik. Analisis SKL KI KD ialah kegiatan menguraikan keterkaitan SKL KI KD atas berbagai bagiannya, menelaah bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh berbagai informasi pedagogis yang berguna untuk membuat perencanaan pembelajaran yang benar.

Analisis SKL KI KD menjabarkan komponen SKL (Standar Kompetensi Lulusan), KI (Kompetensi Inti) dan KD (Kompetensi Dasar) baik KD Pengetahuan maupun KD Keterampilan. Selain aktifitas menjabarkan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, Analisis SKL KI KD juga menjabarkan hubungan dan keterkaitan antar komponen yang di analisis tersebut.

Jelas kiranya bahwa silabus dan RPP adalah dokumen yang diturunkan dari Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar KI KD, dan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar KI KD sendiri diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan SMK. Agar supaya silabus dan RPP SMK yang dikembangkan benar-benar akurat mengeksekusi keinginan Standar Kompetensi Lulusan SMK maka perlu ada jaminan linieritas Kompetensi Dasar KD terhadap SKL nya. Analisis SKL KI KD inilah penjamin linieritas silabus dan RPP SMK terhadap Standar Kompetensi Lulusan SKL.

Memahami Contoh Analisis SKL KI KD

Analisis SKL KI KD pada setiap mata pelajaran dilakukan mengikuti contoh dalam Bimtek Implementasi K2013. Pada posting ini contoh analisis skl ki kd admin sadurkan dari Modul Bimtek Implementasi Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Kejuruan tahun 2017.

Cobalah rekan-rekan pembaca amati tabel berikut ini.

Analisis SKL KI KD
KOMPETENSI INTI 3
KOMPETENSI INTI 4
ANALISIS DAN REKOMENDASI KI
(PENGETAHUAN)
(KETERAMPILAN)
1 2 3
3.     Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Desain Grafikapada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. 4.     Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Desain Grafika. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. KI-3 pengetahuan dan KI-4 keterampilan; adalah untuk program pendidikan 3 tahun
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.  
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan,gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. KI-3 dan KI-4 tersebut sesuai menjadi rujukan KD-KD mata pelajaran Dasar-dasar Kegrafikaan pada Kompetensi Keahlian Desain Grafika (3 Tahun)

 

 

Cara Analisis SKL KI KD

Analisis SKL KI KD dikerjakan secara berturut-turut seperti diuraikan di bawah.

  • Menentukan tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan dari Kompetensi Dasar Pengetahuan (Analisis KD 3)

Pada KD contoh di atas berbunyi … Memahami pola tata letakMemahami merupakan tingkat kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa yang menunjukkan tingkat dimensi kognitif dari taksonomi Bloom revisi. Sedangkan … pola tata letak … merujuk kepada … macam-macam bentuk tata letak yang bisa jadi berbeda satu dengan yang lain tetapi sama-sama dapat digolongkan sebagai pengaturan tata letak. Pengetahuan seperti ini disebut bentuk pengetahuan konseptual.

  • Menentukan rekomendasi kesesuaian tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan dari Kompetensi Dasar

Setelah tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan kita temukan, selanjutnya diperiksa apakah  tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan tersebut SESUAI dipasangkan ? Atas dasar apakah kita menyatakan sesuai atau tidak sesuai ? Lihat pada gambar di bawah ini ….

analisis skl ki kd
analisis skl ki kd

Berdasarkan skema di atas …. Memahami atau level C2 sesuai jika dipasangkan dengan bentuk pengetahuan konseptual … jadi pada KD contoh di atas … Memahami pola tata letak … SUDAH SESUAI.

  • Menentukan tingkat taksonomi dan bentuk taksonomi dari Kompetensi Dasar Keterampilan (Analisis KD 4)

Pada KD 4 contoh di atas berbunyi … Memilih pola tata letakMemilih (pola tata letak) adalah keterampilan kongkrit. Karena keterampilan kongkrit selanjutnya periksa dalam taksonomi Simpson dan Dave dan lihat … levelnya adalah P2 (manipulasi).  Disimpulkan, memilih adalah keterampilan kongkrit level P2 (manipulasi) . Rekan-rekan perlu melihat kata kerja operasional (KKO) pada taksonomi Simpson atau Dave ini untuk memastikan … memilih … itu pada level apa?

analisis skl ki kd
analisis skl ki kd
  • Menentukan KESETARAAN taksonomi KD Pengetahuan dan taksonomi KD Keterampilan  dan rekomendasi nya

Langkah Analisis SKL KI KD selanjutnya adalah menentukan kesetaraan KD Pengetahuan dengan KD Keterampilan. Seharusnya KD Pengetahuan TIDAK BOLEH lebih rendah dari KD Keterampilan. Mengapa demikian? Logikanya … untuk melakukan suatu keterampilan diperlukan pengetahuan-pengetahuan sebagai dasar dan pedoman kerja melakukan suatu keterampilan. Logis kan?

Sekarang, bagaimana kita memutuskan KD3 sudah SETARA dengan KD4 ?

Berdasarkan taksonomi Bloom olahan Anderson, taksonomi terklasifikasi menjadi 6 level dari C1 s.d. C6 dan jenjang SMA-SMK sekurang-kurangnya dimulai dari C2 (memahami). Taksonomi keterampilan memiliki 5 level mulai dari P1 s.d. P5 baik taksonomi Simpson maupun taksonomi Dave. Perhatikan ilustrasi berikut :

Analisis SKL KI KD
PENGETAHUAN
KETERAMPILAN KONGKRIT
KETERAMPILAN KONGKRIT
KETERAMPILAN ABSTRAK
TAKSONOMI BLOOM OLAHAN ANDERSON
TAKSONOMI DAVE
TAKSONOMI SIMPSON
TAKSONOMI DYERS
Mengkreasi
C6
Naturalisasi
P5
Menjadi tindakan orisinal Mencipta
Mengevaluasi
C5
Artikulasi
P4
Menjadi gerakan alami Mengomunikasikan
Menganalisis
C4
Presisi
P3
Mahir Mengasosiasi
Menerapkan
C3
Manipulasi
P2
Membiasakan gerakan Mengumpulkan informasi
Memahami
C2
Imitasi
P1
Persiapan, Kesiapan, Meniru Menanya
Mengingat
C1
      Mengamati

KD 3 Memahami (C2) setara dengan level keterampilan Imitasi (meniru) P1 … sedangkan … KD 4 Memilih … pada level … manipulasi P2 … oleh karena itu KD 3 DIREKOMENDASIKAN dinaikkan satu tingkat pada tingkat Menerapkan (C3). Ditingkatkan pada Indikator Pencapaian Kompetensi IPK, jadi biarkan bunyi KD 3 nya tetap.

Hasil Analisis SKL KI KD

Analisis SKL KI KD seperti tampak di atas, memberikan kita informasi penting terkait Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. Hasil analisis SKL KI KD penting ini antara lain:

  1. Kompetensi Dasar KD yang sudah dilinierisasi atau disesuaikan sehingga KD Pengetahuan dan KD Keterampilan cocok berpasangan. Ini berarti kita sudah mantap pada titik tolak yang benar untuk menjabarkan pasangan KD ke dalam Indikator Pencapaian Kompetensi.
  2. Seiring dengan itu ditemukan pula tingkat dimensi kognitif apakah berada pada C1 mengingat, C2 memahami, C3 menerapkan, C4 menganalisis, C5 mengevaluasi atau C6 mengkreasi. Hal ini memastikan kita mencari dan menggunakan Kata Kerja Operasional (KKO) yang tepat untuk digunakan dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran.
  3. Analisis SKL KI KD menemukan bentuk pengetahuan faktual, konseptual, prosedural ataupun meta kognitif dan jenis keterampilan kongkrit maupun abstrak dan dengan itu memudahkan kita memilih model pembelajaran yang tepat untuk digunakan.
  4. Pada tahap ini pula bisa kita bayangkan perolehan hasil belajar apakah pada Low Order Thinking Skills (LOTS) ataukah sudah berada pada Higher Order Thinking Skills (HOTS).
Latihan Analisis SKL KI KD

 

Penguatan Pendidikan Karakter PPK dalam Analisis SKL KI KD

……………………………………………….. maaf belum sempat di tuliskan ……………………………………………………..

Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 harus memperhatikan hal-hal penting di atas.

Demikianlah sharing tentang Analisis SKL KI KD … semoga menambah pemahaman kita bersama …

Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017

silabus dan rpp smk

Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017

RPP ialah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. RPP K13 Rev. 2017 adalah RPP Pembelajaran Keterampilan Abad 21. Karena itu, RPP bukan sekedar administrasi guru tetapi pedoman pelaksanaan pembelajaran. Ya … kini RPP adalah pedoman operasional guru pada saat melaksanakan pembelajaran K13 Revisi 2017. Sayangnya banyak dari kita masih berpikir dan bertindak dengan paradigma lama dan memperlakukan RPP tidak semestinya sehingga hal-hal berikut sering terjadi:

  • RPP hanyalah sekedar pelengkap administrasi guru, hanya berguna saat ditanya kepala sekolah atau pengawas sekolah, … ada RPP? … Ada!
  • RPP hanyalah sekedar pelengkap dokumen sekolah, hanya berguna saat ditanya asesor akreditasi sekolah, … ada RPP? … Ada!
  • Saya mengajar tidak pakai RPP juga bisa! Kenapa harus ribet-ribet bikin RPP?

RPP & Silabus

RPP
RPP

silabus
SILABUS

Bagaimanapun, admin masih percaya yang berpendirian seperti di atas hanya beberapa saja. Sebagian besar yang lain masih sependapat dengan saya bahwa RPP itu rencana pelaksanaan pembelajaran yang digunakan sebagai pedoman melaksanakan pembelajaran. Dan mungkin masih penasaran … RPP K13 atau RPP K2013 Revisi 2017 itu seperti apa? Bagaimana ciri-ciri RPP K13 yang benar atau ideal …?

Menyusun Silabus dan RPP SMK kewajiban guru. Menyusun Silabus dan RPP SMK salah satu tugas utama merencanakan pembelajaran. Menyusun Silabus dan RPP SMK banyak ditanyakan rekan pendidik dari berbagai mata pelajaran. Silabus dan RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 seharusnya di susun berdasarkan Spektrum Keahlian SMK 2016, Struktur Kurikulum SMK 2017 dan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar KI KD SMK 2017 yang telah diputuskan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

menyusun silabus dan rpp
menyusun silabus dan rpp
silabus dan rpp smk n5 2
Workshop menyusun silabus dan rpp di smk n5

Untuk menyusun Silabus dan RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 ini seharusnya pendidik menerapkan analisis SKL KI KD, analisis materi pembelajaran, analisis penerapan model pembelajaran dan perancahan pemaduan sintak model pembelajaran dengan tahapan pendekatan saintifik 5 M. Dengan ke 4 jenis analisis tersebut, sebagian besar unsur-unsur atau komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP telah teridentifikasi.

Di samping itu, menyusun Silabus dan RPP SMK dengan cermat ikut menginisiasi Pembelajaran Keterampilan Abad 21 yang telah diadopsi dalam Standar Kompetensi Lulusan SMK dan menjadi rujukan pengembangan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar SMK. Rekan-rekan pendidik, menurut saya, harusnya juga mengimplementasikannya dalam silabus dan RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017. Bahkan, bagi yang masih berbasis KTSP Kurikulum 2006 pun seharusnya memperbaiki silabus dan rpp dan proses pembelajarannya agar para siswa tetap mendapatkan Pembelajaran Keterampilan Abad 21.

Silabus dan RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 seharusnya telah mencirikan pembelajaran Keterampilan Abad 21 yang banyak dikenal dengan 4C yaitu Critical ThinkingCreative Thinking, Collaborating dan Communicating yang per

silabus rpp smk
silabus rpp smk

lu didukung pengembangan Literacy dan Life Skill. Kita tentu tidak ingin siswa atau peserta didik kita tersisih dari persaingan pada jamannya gara-gara silabus dan rpp smk persiapan pembelajaran kita yang belum di revisi. Oleh karena itu marilah kita Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 yang mendukung pengembangan Keterampilan Abad 21.

 

Dokumen dan Pengetahuan Dasar Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017

Menyusun silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 memerlukan dokumen dan pengetahuan dasar kurikulum. Dokumen-dokumen yang diperlukan pada kegiatan menyusun silabus dan rpp smk antara lain :

  • Struktur Kurikulum SMK Tahun 2017, bagi rekan-rekan yang belum memiliki silahkan mengunduh dulu di sini >> Struktur Kurikulum SMK Tahun 2017
  • Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KI KD) SMK Tahun 2017, silahkan mengunduh di sini >> Kompetensi Inti Kompetensi Dasar KI KD SMK 2017
  • Modul-modul Bimbingan Teknik Implementasi Kurikulum 2013 Revisi 2017 yang berisi pengetahuan dasar untuk implementasi Kurikulum 2013 Revisi 2017
  • Daftar Kata Kerja Operasional (KKO)

Beberapa pengetahuan dasar yang mendukung kegiatan Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 pernah atau sudah kita diskusikan dan dapat rekan-rekan temukan di blog ini, antara lain :

Langkah-langkah Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017

Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 diawali dengan melakukan kegiatan analisis-analisis untuk mendapatkan elemen-elemen silabus dan RPP SMK yang akurat. Analisis dan kajian untuk menyusun silabus dan RPP SMK adalah seperti terurai di bawah ini.

  1. Analisis SKL KI KD Silabus dan RPP SMK
  2. Analisis Materi Pembelajaran Silabus dan RPP SMK
  3. Analisis Penerapan Model Pembelajaran Silabus dan RPP SMK
  4. Analisis Penilaian Hasil Belajar SMK

Setelah melakukan 4 (empat) macam analisis tersebut pada dasarnya, semua elemen yang diperlukan untuk menyusun silabus dan rpp SMK sudah kita miliki. Langkah selanjutnya adalah mengisikan elemen-elemen silabus dan RPP hasil analisis ke dalam format-format silabus dan RPP SMK.

Analisis SKL KI KD untuk Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017

Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 di awali dengan Analisis SKL KI KD. Mengapa ini harus kita lakukan? Jelas kiranya bahwa silabus dan RPP adalah dokumen yang diturunkan dari Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar KI KD, dan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar KI KD sendiri diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan SMK. Agar supaya silabus dan RPP SMK yang dikembangkan benar-benar akurat mengeksekusi keinginan Standar Kompetensi Lulusan SMK maka perlu ada jaminan linieritas Kompetensi Dasar KD terhadap SKL nya. Analisis SKL KI KD inilah penjamin linieritas silabus dan RPP SMK terhadap Standar Kompetensi Lulusan SKL.

Contoh Analisis SKL KI KD Kurikulum 2013 SMK

Contoh Analisis SKL KI KD dalam posting ini admin sadurkan dari Modul Bimtek Implementasi Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Kejuruan.

Analisis SKL KI KD
KOMPETENSI INTI 3
KOMPETENSI INTI 4
ANALISIS DAN REKOMENDASI KI
(PENGETAHUAN)
(KETERAMPILAN)
1 2 3
3.     Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Desain Grafikapada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. 4.     Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Desain Grafika. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. KI-3 pengetahuan dan KI-4 keterampilan; adalah untuk program pendidikan 3 tahun
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.  
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan,gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. KI-3 dan KI-4 tersebut sesuai menjadi rujukan KD-KD mata pelajaran Dasar-dasar Kegrafikaan pada Kompetensi Keahlian Desain Grafika (3 Tahun)

 

Analisis SKL KI KD
KOMPETENSI DASAR PENGETAHUAN
KOMPETENSI DASAR KETERAMPILAN
Analisis KD-3
Rekomendasi KD-3
Analisis KD-4
Rekomendasi KD-4
Rekomendasi KD-KD pada Mapel
(KD-3)
(KD-4)
Tingkat Dimensi Kognitif dan Bentuk Dimensi Pengetahuan
Kesesuaian Dimensi Kognitif dengan Bentuk Pengetahuan
Bentuk Taksonomi dan Tingkat Taksonomi
Kesetaraan Taksonomi KD-dari KI-3 dg KD dari KI-4
·      Ketercapaian Dimensi Kognitif dan Bentuk Pengetahuan semua KD-3 dalam Mata Pelajaran  ·      Ketercapaian Taksonomi semua KD-4 dalam Mata Pelajaran
1 2 3 4 5 6 7
3.1      Memahami pola tata letak. 4.1      Memilih pola tata letak. Tingkat dimensi kognitif adalah Memahami(C2), dan pola tata letak …adalah bentuk dimensi pengetahuan Konseptual Memahami (C2), SESUAI dipasangkan dengan pola … (pengetahuan konseptual) Memilih adalah keterampilan konkret, tingkat Manipulasi (P2) KD-3 Memahami (C2) setara dengan meniru (P1), sedang kan KD-4 memilih (P2). Hal ini masih dalam batas kesetaraan, tetapi dire komendasikan KD-3 dinaikkan menjadi menerapkan (C3) KD-3 dari KD-KD pengetahuan mata pelajaranDasar-Dasar Kegrafikaan sudah memenuhi Dimensi Kognitif tuntutan KI-3 yaitu memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi. Sedangkan Bentuk Pengetahuan juga sudah terpenuhi yaitu konseptual, prosedural, dan  metakognitif.
Cara Analisis SKL KI KD Kurikulum 2013 SMK
  • Menentukan tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan dari Kompetensi Dasar Pengetahuan (Analisis KD 3)

Pada KD contoh di atas berbunyi … Memahami pola tata letakMemahami merupakan tingkat kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa yang menunjukkan tingkat dimensi kognitif dari taksonomi Bloom revisi. Sedangkan … pola tata letak … merujuk kepada … macam-macam bentuk tata letak yang bisa jadi berbeda satu dengan yang lain tetapi sama-sama dapat digolongkan sebagai pengaturan tata letak. Pengetahuan seperti ini disebut bentuk pengetahuan konseptual.

  • Menentukan rekomendasi kesesuaian tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan dari Kompetensi Dasar

Setelah tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan kita temukan, selanjutnya diperiksa apakah  tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan tersebut SESUAI dipasangkan ? Atas dasar apakah kita menyatakan sesuai atau tidak sesuai ? Lihat pada gambar di bawah ini ….

Berdasarkan skema di atas …. Memahami atau level C2 sesuai jika dipasangkan dengan bentuk pengetahuan konseptual … jadi pada KD contoh di atas … Memahami pola tata letakSUDAH SESUAI.

  • Menentukan tingkat taksonomi dan bentuk taksonomi dari Kompetensi Dasar Keterampilan (Analisis KD 4)

Pada KD 4 contoh di atas berbunyi … Memilih pola tata letakMemilih (pola tata letak) adalah keterampilan kongkrit. Karena keterampilan kongkrit selanjutnya periksa dalam taksonomi Simpson dan Dave dan lihat … levelnya adalah P2 (manipulasi).  Disimpulkan, memilih adalah keterampilan kongkrit level P2 (manipulasi) . Rekan-rekan perlu melihat kata kerja operasional (KKO) pada taksonomi Simpson atau Dave ini untuk memastikan … memilih … itu pada level apa?

analisis skl ki kd 4
analisis skl ki kd 4
  • Menentukan KESETARAAN taksonomi KD Pengetahuan dan taksonomi KD Keterampilan  dan rekomendasi nya

Langkah analisis SKL KI KD selanjutnya adalah menentukan kesetaraan KD Pengetahuan dengan KD Keterampilan. Seharusnya KD Pengetahuan TIDAK BOLEH lebih rendah dari KD Keterampilan. Mengapa demikian? Logikanya … untuk melakukan suatu keterampilan diperlukan pengetahuan-pengetahuan sebagai dasar dan pedoman kerja melakukan suatu keterampilan. Logis kan?

Sekarang, bagaimana kita memutuskan KD3 sudah SETARA dengan KD4 ?

Berdasarkan taksonomi Bloom olahan Anderson, taksonomi terklasifikasi menjadi 6 level dari C1 s.d. C6 dan jenjang SMA-SMK sekurang-kurangnya dimulai dari C2 (memahami). Taksonomi keterampilan memiliki 5 level mulai dari P1 s.d. P5 baik taksonomi Simpson maupun taksonomi Dave. Perhatikan ilustrasi berikut :

PENGETAHUAN
KETERAMPILAN KONGKRIT
KETERAMPILAN KONGKRIT
KETERAMPILAN ABSTRAK
TAKSONOMI BLOOM OLAHAN ANDERSON
TAKSONOMI DAVE
TAKSONOMI SIMPSON
TAKSONOMI DYERS
Mengkreasi
C6
Naturalisasi
P5
Menjadi tindakan orisinal Mencipta
Mengevaluasi
C5
Artikulasi
P4
Menjadi gerakan alami Mengomunikasikan
Menganalisis
C4
Presisi
P3
Mahir Mengasosiasi
Menerapkan
C3
Manipulasi
P2
Membiasakan gerakan Mengumpulkan informasi
Memahami
C2
Imitasi
P1
Persiapan, Kesiapan, Meniru Menanya
Mengingat
C1
      Mengamati

KD 3 Memahami (C2) setara dengan level keterampilan Imitasi (meniru) P1 … sedangkan … KD 4 Memilih … pada level … manipulasi P2 … oleh karena itu KD 3 DIREKOMENDASIKAN dinaikkan satu tingkat pada tingkat Menerapkan (C3). Ditingkatkan pada Indikator Pencapaian Kompetensi IPK, jadi biarkan bunyi KD 3 nya tetap.

Dengan langkah analisis SKL KI KD seperti tampak di atas, kita dapatkan Kompetensi Dasar KD yang sudah dilinierisasi atau disesuaikan sehingga KD Pengetahuan dan KD Keterampilan cocok berpasangan. Seiring dengan itu ditemukan pula tingkat dimensi kognitif C1 mengingat, C2 memahami, C3 menerapkan, C4 menganalisis, C5 mengevaluasi atau C6 mengkreasi. Bentuk-bentuk pengetahuan faktual, konseptual, prosedural maupun meta kognitif dan jenis keterampilan kongkrit maupun abstrak. Pada tahap ini pula bisa kita bayangkan perolehan hasil belajar apakah pada Low Order Thinking Skills (LOTS) ataukah sudah berada pada Higher Order Thinking Skills (HOTS). Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 harus memperhatikan hal-hal penting di atas.

Analisis Materi Pembelajaran untuk Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017

Langkah lanjutan Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 adalah melakukan Analisis Materi Pembelajaran. Kegiatan Analisis Materi Pembelajaran adalah penjabaran Kompetensi Dasar lebih lanjut yaitu penyusunan indikator pencapaian kompetensi, pengembangan tujuan pembelajaran dan penentuan materi pembelajaran.

Pada Analisis Materi Pembelajaran kali ini kita harus menggunakan sepasang KD yaitu KD Pengetahuan dan KD Keterampilan (bagi rekan guru PKn dan PABP ke empat unsur Kompetensi Dasar). Dalam konteks belajar Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 akan tidak menguntungkan jika saya gunakan pasangan KD kejuruan saya yaitu, Teknik Elektronika. Rekan-rekan dari mata pelajaran yang lain akan kurang maksimal menyerap inti posting saya yaitu cara menyusun Silabus dan RPP SMK.

OK, saya yakin, hampir semua kita memiliki kompetensi pengetahuan tentang sepeda roda 2 dan kompetensi keterampilan mengoperasikan sepeda roda 2. Agar pembaca yang berasal dari berbagai disiplin ilmu dapat mengikuti dan menyerap pembelajaran pada posting Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 maka saya sengaja gunakan pasangan kompetensi dasar buatan saya yaitu KD 3.1 Memahami sepeda roda 2 dan KD 4.1 Mengoperasikan sepeda roda 2. Setuju ya … yang penting cara Menyusun Silabus dan RPP SMK dapat sampai dengan optimal. Tujuan akhir saya adalah rekan-rekan khususnya yang belum mengikuti langsung workshop Bimtek Implementasi Kurikulum 2013 Revisi 2017 dapat menguasai cara menyusun silabus dan RPP SMK Abad 21.

KI Program Pendidikan 3 Tahun
1.    Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2.    Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasehat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3.    Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
Kompetensi Dasar IPK Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajaran
3.1 Memahami sepeda roda 2 menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 dengan santun Bagian-bagian utama Sepeda Roda 2
menjelaskan fungsi setiap bagian utama sepeda roda 2 Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi stang sepeda roda 2 dengan percaya diri 

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi roda sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi sistem pedal sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi sadel sepeda roda 2 dengan percaya diri

Sepeda Roda 2
menjelaskan cara mengoperasikan sepeda roda 2

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara menjaga keseimbangan di atas sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara mengayuh sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara mengarahkan sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara memarkir sepeda roda 2 dengan percaya diri

Cara mengoperasikan sepeda roda 2
4.    Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang kerja. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempresepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Kompetensi Dasar IPK Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajaran
4.1 Mengoperasikan sepeda roda 2 mengoperasikan sepeda roda 2 Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat duduk di atas sadel dengan seimbang berdasarkan contoh dengan percaya diri Praktek / latihan mengoperasikan sepeda roda 2
    Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat mengayuh pedal sepeda roda 2 dengan seimbang berdasarkan contoh dengan percaya diri  
    Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat mengarahkan gerakan sepeda roda 2 berdasarkan contoh dengan percaya diri  
    Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat memarkir sepeda roda 2 berdasarkan contoh dengan percaya diri  

 

Demikianlah format dan hasil Analisis Materi Pembelajaran untuk cara menyusun Silabus dan RPP SMK.

Analisis Penerapan Model Pembelajaran untuk Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017

Langkah berikutnya Menyusun Silabus dan RPP SMK adalah melakukan Analisis Penerapan Model Pembelajaran. Rekan-rekan dapat membaca dulu posting model pembelajaran SMK (baca model pembelajaran SMK). Berdasarkan sifat KD 3.1 memahami sepeda roda 2 dan KD 4.1 mengoperasikan sepeda roda 2 dan bentuk pengetahuan faktual dan konseptual maka model pembelajaran yang sesuai adalah model pembelajaran penemuan (discovery).

Analisis-penerapan-model-pembelajaran-silabus-dan-rpp
No. Kompetensi Dasar Analisis KD Model Pembelajaran
  3.1 memahami sepeda roda 2 KD-3.1 menitikberatkan pada pembentukan pengetahuan konseptual dan prosedural Model Pembelajaran Discovery Learning
4.1 mengoperasikan sepeda roda 2 KD-4.1 Pernyataan pada taksonomi keterampilan kongkret pada gradasi presisi.

Matriks Perancah Pemaduan Sintak Model Pembelajaran Discovery Learning dan Proses Berpikir Ilmiah (Saintifik) pada Mapel xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx 

  1. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, operasional lanjut, dan metakognitif secara multidisiplin sesuai dengan bidang dan lingkup kajian xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
  2. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan lingkup kajian xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx. Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

  Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri,     kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang    dipelajarinya  di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik secara mandiri.

 Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadika ngerak  alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang  dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik secara mandiri.

 

Pemaduan Sintak Model Pembelajaran dan Proses Berpikir Scientific
Silabus dan RPP
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
Tujuan Pembelajaran
Sintaksis model Discovery Learning
Proses Berpikir Ilmiah
Mengamati
Menanya
Mengumpulkan Informasi
Mengasosiasi
Mengomunikasikan
3.1 memahami sepeda roda 2 menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 

menjelaskan fungsi setiap bagian utama sepeda roda 2

 

·

 

 

 

 

 

 

 

menjelaskan cara mengoperasikan sepeda roda 2

Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 dengan santun 

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi stang sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi roda sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi sistem pedal sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi sadel sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara menjaga keseimbangan di atas sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara mengayuh sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara mengarahkan sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara memarkir sepeda roda 2 dengan percaya diri

Pemberian stimulus terhadap siswa. Guru meminta siswa untuk melihat berbagai jenis sepeda roda 2 melalui bahan tayangan. 

Siswa melihat bahan tayang yang disajikan oleh Guru.

Guru meminta siswa membaca buku untuk meng identifikasi berbagai bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama

Siswa membaca buku berkaitan dengan berbagai jenis sepeda roda 2, bagian-bagian utama sepeda roda 2 dan cara mengoperasikan sepeda roda 2

       
      2. Identifikasi Masalah   Guru meminta siswa dalam kelompok untuk mendiskusikan dan menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2. 

Siswa bersama kelompoknya mendiskusikan dan menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

     
4.1 mengoperasikan sepeda roda 2 Mengoperasikan sepeda roda 2 • Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat duduk di atas sadel dengan seimbang berdasarkan contoh dengan percaya diri 

• Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat mengayuh pedal sepeda roda 2 dengan seimbang berdasarkan contoh dengan percaya diri

• Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat mengarahkan gerakan sepeda roda 2 berdasarkan contoh dengan percaya diri

• Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat memarkir sepeda roda 2 berdasarkan contoh dengan percaya diri

3. Pengumpulan Data    

Guru meminta siswa dalam kelompok untuk mengakses internet atau intranet dan melengkapi bahan diskusi kelompok terkait menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

Siswa dalam kelompok mengakses internet atau intranet dan melengkapi bahan diskusi kelompok terkait menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

Guru meminta siswa memperhatikan demonstrasi cara menjaga keseimbangan, – cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

Guru meminta siswa mencoba melakukan cara menjaga keseimbangan, – cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

Siswa secara bergiliran mencoba melakukan cara menjaga keseimbangan, – cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

   
      4. Pembuktian      

Guru meminta siswa dalam kelompok untuk membuat kesimpulan bersama tentang terkait · bagian-bagian utama sepeda roda 2, · fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

Siswa bersama sama dalam kelompok menyimpulkan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

 
      5. Menarik kesimpulan/ generalisasi        

Guru meminta siswa untuk menyajikan 1. bagian-bagian utama sepeda roda 2, 2. fungsi setiap bagian utama tersebut dan 3. cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

Siswa membuat bahan presentasi tentang bagian-bagian utama sepeda roda 2, · fungsi setiap bagian utama tersebut dan · cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.dalam bentuk PPT.

Siswa menyajikan tentang bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan · cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

Siswa lain memberikan tanggapan terhadap presentasi.

Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru.

Guru memberikan klarifikasi dan penguatan hasil diskusi siswa.

Siswa memperbaiki hasil presentasi dan membuat simpulan

Analisis Penilaian Pembelajaran untuk Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017

Silabus dan RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 perlu dan harus dilengkapi dengan rencana penilaian pembelajaran yang akan digunakan. Berikut adalah format dan contoh Analisis Penilaian Pembelajaran yang hasilnya dapat digunakan untuk mengisi Format Silabus dan RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017.

Penilaian Pengetahuan

Kompetensi Dasar
Indikator (IPK)
Materi
Indikator Soal
Bentuk Tes
Butir Soal
3.1 memahami sepeda roda 2 1. menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 

 

2.   menjelaskan fungsi setiap bagian utama sepeda roda 2

 

 

 

 

 

 

 

3. menjelaskan cara mengoperasikan sepeda roda 2

 

Bagian-bagian utama sepeda roda 2 1.  Peserta didik dapat menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 

 

2.  Peserta didik dapat menjelaskan fungsi stang sepeda roda 2

3.  Peserta didik dapat menjelaskan fungsi roda sepeda roda 2

4.  Peserta didik dapat menjelaskan fungsi sistem pedal sepeda roda 2

5.  Peserta didik dapat menjelaskan fungsi sadel sepeda roda 2

 

6.  Peserta didik dapat menjelaskan cara menjaga keseimbangan di atas sepeda roda 2

7.  Peserta didik dapat menjelaskan cara mengayuh sepeda roda 2

8.  Peserta didik dapat menjelaskan cara mengarahkan sepeda roda 2

9.  Peserta didik dapat menjelaskan cara memarkir sepeda roda 2

Tes tulis 1.  Jelaskan bagian utama sepeda roda 2 

 

2.  Jelaskan fungsi stang sepeda roda 2

 

3.  Jelaskan fungsi roda sepeda roda 2

 

4.  Jelaskan fungsi sistem pedal sepeda roda 2

 

5.  Jelaskan fungsi sadel sepeda roda 2

 

6.  Jelaskan cara menjaga keseimbangan di atas sepeda roda 2

 

7.  Jelaskan cara mengayuh sepeda roda 2

 

8.  Jelaskan cara mengarahkan sepeda roda 2

 

9.  Jelaskan cara memarkir sepeda roda 2

 

Kunci Jawaban Soal:

1.    bagian utama sepeda roda 2

a.     stang

b.     sadel

c.     roda depan dan belakang

d.     pedal dan gir

2.    fungsi stang sepeda roda 2 untuk menentukan arah gerakan sepeda ke depan, ke kiri dank ke kanan

3.    fungsi roda sepeda roda 2 untuk memindahkan posisi keseluruhan badan sepeda pada arah horisontal

4.    fungsi sistem pedal dan gir sepeda roda 2 untuk memutar poros roda belakang menggunakan tenaga kaki pengendara

5.    fungsi sadel sepeda roda 2 untuk tempat duduk pengendara

6.    cara menjaga keseimbangan di atas sepeda roda 2 :

a.     duduk mapan di atas sadel

b.     tangan kanan memegang pegangan stang kanan dan tangan kiri memegang pegangan stang kiri

c.     kedua kaki lurus menumpu di atas tanah masing-masing membentuk sudut 60-70 derajat dengan permukaan tanah

7.    cara mengayuh sepeda roda 2

a.     duduk mapan di atas sadel

b.     kedua tangan memegang pegangan stang kiri dan kanan arah lurus ke depan

c.     kaki kiri menumpu di tanah, kaki kanan menumpu di atas pedal kanan pada posisi jam 11

d.     kaki kanan menjejak pedal ke depan, ketika sepeda bergerak ke depan , kaki kiri diangkat dan naik di pedal kiri

e.     ketika pedal kiri posisi jam 12 menuju posisi jam 11, kaki kiri menjejak pedal kiri ke depan, demikian seterusnya

8.    cara mengarahkan sepeda roda 2

a.     kedua tangan lurus memegang pegangan stang kiri dan kanan arah lurus ke depan

b.     untuk belok kiri, pedal tidak digenjot, tangan kiri sedikit ditarik ke belakang, tangan kanan sedikit ke depan

c.     untuk belok kanan, pedal tidak digenjot, tangan kanan sedikit ditarik ke belakang, tangan kiri sedikit ke depan

9.    cara memarkir sepeda roda 2

a.     kedua tangan memegang pegangan stang, kedua kaki menumpu di tanah

b.     pindahkan tangan kanan memegang sadel,

c.     turunkan standar miring sepeda menggunakan kaki kanan

d.     miringkan badang sepeda kekiri sampai standar menumpu di atas tanah dengan sempurna

 

Penskoran Jawaban dan Pengolahan Nilai

Nilai 4 : jika Jawaban sesuai kunci jawaban dan ada pengembangan

Nilai 3 : jika jawaban sesuai kunci jawaban

Nilai 2 : jika jawaban kurang sesuai dengan kunci jawaban

Nilai 1 : jika jawaban tidak sesuai dengan kunci jawaban

  Contoh Pengolahan Nilai
IPK
No Soal
Skor Penilaian 1
Nilai
1.
1
1
Nilai perolehan KD pegetahuan : rerata dari nilai IPK 

(…./14) * 100 = …..

2.
2
1
 
 
3
1
 
4
1
 
5
1
3.
6
2
 
7
2
 
8
2
 
9
2
     
Jumlah
14

Penilaian Keterampilan

Sampai dengan langkah ini, analisis-analisis untuk menyusun Silabus dan RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 telah mencukupi. Langkah menyusun Silabus dan RPP SMK selanjutnya adalah memasukkan elemen-elemen silabus dan RPP SMK K2013 ke dalam format-format sesuai panduan.

Menyusun Silabus SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 Hasil Analisis

Langkah menyusun Silabus SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 telah mencapai ujung akhirnya. Langkah penutup selanjutnya adalah memasukkan komponen-komponen silabus ke dalam format silabus. Berikut adalah contoh silabus SMK hasil analisis / susunan kita yang menggunakan Format Silabus SMK sesuai Modul Pedoman Pengembangan KTSP Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Perhatikan setiap elemen. Tampak bahwa masing-masing elemen isiannya bisa kita dapatkan dari hasil analisis di atas.

Bagaimana pendapat rekan-rekan? Apakah menyusun Silabus SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 masih asing dan terasa sulit? Tidak juga kan?

Silabus SMK
Nama Sekolah SMK DUNIA PENDIDIKAN BANJARMASIN
Kelas/Semester X / 1
Kompetensi Keahlian Nama Kommpetensi Keahlian
Mata Pelajaran Nama Mata Pelajaran
Durasi Pembelajaran 12 jp
Deskripsi KI  
3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
4. Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang kerja. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempresepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Silabus
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Materi Pembalajaran Kegiatan Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar

3.1 memahami sepeda roda 2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.1 Mengoperasikan sepeda roda 2

1. menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 

 

2. menjelaskan fungsi setiap bagian utama sepeda roda 2

 

3. menjelaskan cara mengoperasikan sepeda roda 2

 

 

 

 

4. mengoperasikan sepeda roda 2

Bagian-bagian utama Sepeda Roda 2 

 

Fungsi setiap bagian utama Sepeda Roda 2

 

 

Cara pengoperasian Sepeda Roda 2

 

 

 

 

Praktek / latihan mengoperasikan sepeda roda 2

Mengamati: 

  • sepeda roda 2
  • gambar sepeda roda,
  • gbr bagian-bagian utama sepeda roda 2,
  • video pengoperasian sepeda roda 2

Menanya:

  • membaca buku sepeda roda 2,
  • diskusi terkait bagian-bagian utama, fungsi tiap bagian dan cara pengoperasian sepeda roda 2

Mengumpulkan informasi / mencoba / eksperimen:

  • membaca buku sepeda roda 2
  • mengakses informasi sepeda roda 2 di internet
  • mengakses video belajar sepeda roda 2 di Youtube
  • berlatih mengoperasikan sepeda roda 2 secara bergiliran

Mengasosiasi / menalar :

  • mendiskusikan hasil mengamati, menanya dan mengumpulkan informasi sepeda roda 2
  • kesimpulan kelompok

Mengomunikasikan:

  • presentasi kelompok
  • tanya jawab dan klarifikasi
  • penguatan
  • mengunggah hasil diskusi ke media blog komunitas
Tes Tertulis 

 

 

 

 

Tes Kinerja

 

12 jp

Buku Teks Sepeda Roda 2

Video Pembelajaran Pengoperasian Sepeda Roda 2

http://www.waroengpit.com/2015/02/struktur-komponen-sepeda.html

Zara belajar naik sepeda roda 2 (YOUTUBE) https://www.youtube.com/watch?v=pEWlZpyVEIo

https://id.wikipedia.org/wiki/Sepeda

 

Agar silabus SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 yang kita susun akurat dan tepat maka sangat dianjurkan agar praktek penyusunan silabus mengikuti langkah-langkah menyusun Silabus SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 seperti dicontohkan di atas.

Menyusun RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 Hasil Analisis

Menyusun RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 sesungguhnya telah banyak diuraikan oleh rekan pendidik maupun para ahli lainnya. Menyusun RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 juga memerlukan hasil analisis yang sama dengan menyusun silabus.

Berikut adalah contoh RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) hasil susunan kita yang menggunakan Format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP sesuai Modul Panduan Pengembangan RPP dalam Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum 2013 Revisi 2017 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Akhirnya rekan-rekan bisa Menyusun RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 yang teliti, lengkap dan akurat sesuai dengan harapan dan panduan. Dengan begitu, misi pembelajaran Pendidikan Abad 21 bagi siswa bisa kita penuhi. Perhatikan setiap elemen, masing-masing elemen kita dapatkan dari hasil analisis di atas.


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

  • Nama Sekolah            :  SMK DUNIA PENDIDIKAN BANJARMASIN
  • Mata Pelajaran           :   XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
  • Komp. Keahlian         :   XXXXXXXXXXXXXXXX
  • Kelas/Semester          :   X / 1
  • Tahun Pelajaran         :   2017/2018
  • Alokasi Waktu            :   12 x 45 menit

A. Kompetensi Inti (KI)

KI.3 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.

KI.4  Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang kerja. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempresepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator

3.1 Memahami sepeda roda 2 (C2)

4.1 Mengoperasikan sepeda roda 2 (P2)

C. Indikator Pencapaian Kompetensi 

3.1.1 menjelaskan bagian utama sepeda roda 2

3.1.2 menjelaskan fungsi setiap bagian utama sepeda roda 2

3.1.2 menjelaskan cara mengoperasikan sepeda roda 2

4.1.1 mengoperasikan sepeda roda 2 

D. Tujuan Pembelajaran 

  1. Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 dengan santun
  2. Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi stang sepeda roda 2 dengan percaya diri
  3. Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi roda sepeda roda 2 dengan percaya diri
  4. Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi sistem pedal sepeda roda 2 dengan percaya diri
  5. Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi sadel sepeda roda 2 dengan percaya diri
  6. Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara menjaga keseimbangan di atas sepeda roda 2 dengan percaya diri
  7. Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara mengayuh sepeda roda 2 dengan percaya diri
  8. Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara mengarahkan sepeda roda 2 dengan percaya diri
  9. Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara memarkir sepeda roda 2 dengan percaya diri
  10. Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat duduk di atas sadel dengan seimbang berdasarkan contoh dengan percaya diri
  11. Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat mengayuh pedal sepeda roda 2 dengan seimbang berdasarkan contoh dengan percaya diri
  12. Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat mengarahkan gerakan sepeda roda 2 berdasarkan contoh dengan percaya diri
  13. Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat memarkir sepeda roda 2 berdasarkan contoh dengan percaya diri

E. Materi Pembelajaran 

  1. Bagian utama sepeda roda 2
  2. Fungsi setiap bagian utama sepeda roda 2
  3. Cara pengoperasian sepeda roda 2
  4. Praktek/latihan mengoperasikan sepeda roda 2

F. Model dan Metode Pembelajaran 

     Model             :   Discovery Learning

     Metode           :    Ceramah, Diskusi, Demonstrasi, Eksperimen/latihan , Tanya jawab

G. Kegiatan Pembelajaran

KEGIATAN
AKTIFITAS GURU DAN SISWA
DURASI
KEGIATAN PENDAHULUAN Pengkondisian 1 Guru mengucapkan salam dan mengontrol kebersihan lingkungan tempat belajar dan kesiapan siswa untuk memulai pembelajaran
40 menit
2 Siswa merespon  salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kesiapan mereka.
3 Guru meminta ketua kelas memimpin berdo’a, dilanjutkan pemeriksaan kehadiran
4 Mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan
5 Mendiskusikan kompetensi yang telah dipelajari dan dikembangkan sebelumnya terkait dengan kompetensi yang akan dipelajari.
6 Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya bagi kehidupan dan atau menyampaikan tujuan pembelajaran
7 Menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan.
8 Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan.
KEGIATAN INTI Mengamati 9 Guru meminta siswa untuk mengamati berbagai jenis sepeda roda 2 melalui bahan tayangan.
45 menit
10 Siswa mengamati bahan tayang yang disajikan guru.
11 Guru meminta siswa membaca buku teks untuk mengidentifikasi berbagai bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama
12 Siswa membaca buku berkaitan dengan berbagai jenis sepeda roda 2, bagian-bagian utama sepeda roda 2 dan cara mengoperasikan sepeda roda 2
   
KEGIATAN INTI Menanya 13 Guru meminta siswa dalam kelompok untuk mendiskusikan dan menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
60 menit
14 Siswa bersama kelompoknya mendiskusikan dan menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
15 Guru meminta siswa dalam kelompok untuk mengakses internet atau intranet dan melengkapi bahan diskusi kelompok terkait menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
16 Siswa dalam kelompok mengakses internet atau intranet dan melengkapi bahan diskusi kelompok terkait menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2
   
KEGIATAN INTI Mengumpulkan informasi 17 Siswa dalam kelompok mengakses internet atau intranet dan melengkapi bahan diskusi kelompok terkait menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
180 menit
18 Guru meminta siswa memperhatikan demonstrasi cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
19 Guru meminta siswa mencoba melakukan cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
20 4.      Siswa secara bergiliran mencoba melakukan cara menjaga keseimbangan, – cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
   
KEGIATAN INTI Mengasosiasi 21 Guru meminta siswa dalam kelompok untuk membuat kesimpulan bersama tentang terkait bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
65 menit
22 Siswa bersama sama dalam kelompok menyimpulkan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2
KEGIATAN INTI Mengomu-nikasikan 23 Guru meminta siswa untuk menyajikan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
100 menit
24 Siswa membuat bahan presentasi tentang bagian-bagian utama sepeda roda 2,  fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.dalam bentuk PPT.
25
Siswa menyajikan tentang bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 termasuk cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
26
Siswa lain memberikan tanggapan terhadap presentasi.
27
Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru.
28
Guru memberikan klarifikasi dan penguatan hasil diskusi siswa.
29
Siswa memperbaiki hasil presentasi dan membuat simpulan
   
KEGIATAN PENUTUP
Evaluasi dan Refleksi
30
Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran dan melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan
50 menit
31
Guru meminta siswa mengerjakan soal evaluasi pembelajaran.
32
Siswa mengerjakan / menyelesaikan evaluasi pembelajaran
33
Guru menyampaikan rencana kegiatan selanjutnya
34
Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran
35
Guru dan siswa bersama-sama mengakhiri pembelajaran dengan menutup salam.
   
   

H. Media, Alat/Bahan, dan Sumber Belajar

  1. Media :   file presentasi, unit sepeda roda 2 konvensional, internet, blog komunitas kelas
  2. Alat     :   LCD Proyektor, laptop/PC, unit sepeda roda 2 konvensional
  3. Bahan :   –
  4. Sumber Belajar :
  • Buku Teks “Pengoperasian & Perbaikan Sepeda Roda 2”
  • Video Pembelajaran Pengoperasian Sepeda Roda 2
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Sepeda
  • http://www.waroengpit.com/2015/02/struktur-komponen-sepeda.html
  • Zara belajar naik sepeda roda 2 (YOUTUBE) https://www.youtube.com/watch?v=pEWlZpyVEIo 

I. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan 

  1. Instrumen dan Teknik Penilaian

Penilaian Pengetahuan

Kompetensi Dasar
Indikator (IPK)
Materi
Indikator Soal
Bentuk Tes
Butir Soal
3.1 memahami sepeda roda 2 1. menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 

 

2.   menjelaskan fungsi setiap bagian utama sepeda roda 2

 

 

 

 

 

 

 

3. menjelaskan cara mengoperasikan sepeda roda 2

 

Bagian-bagian utama sepeda roda 2 1.  Peserta didik dapat menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 

 

2.  Peserta didik dapat menjelaskan fungsi stang sepeda roda 2

3.  Peserta didik dapat menjelaskan fungsi roda sepeda roda 2

4.  Peserta didik dapat menjelaskan fungsi sistem pedal sepeda roda 2

5.  Peserta didik dapat menjelaskan fungsi sadel sepeda roda 2

 

6.  Peserta didik dapat menjelaskan cara menjaga keseimbangan di atas sepeda roda 2

7.  Peserta didik dapat menjelaskan cara mengayuh sepeda roda 2

8.  Peserta didik dapat menjelaskan cara mengarahkan sepeda roda 2

9.  Peserta didik dapat menjelaskan cara memarkir sepeda roda 2

Tes tulis 1.  Jelaskan bagian utama sepeda roda 2 

 

2.  Jelaskan fungsi stang sepeda roda 2

 

3.  Jelaskan fungsi roda sepeda roda 2

 

4.  Jelaskan fungsi sistem pedal sepeda roda 2

 

5.  Jelaskan fungsi sadel sepeda roda 2

 

6.  Jelaskan cara menjaga keseimbangan di atas sepeda roda 2

 

7.  Jelaskan cara mengayuh sepeda roda 2

 

8.  Jelaskan cara mengarahkan sepeda roda 2

 

9.  Jelaskan cara memarkir sepeda roda 2

 

Kunci Jawaban Soal:

1.    bagian utama sepeda roda 2

a.     stang

b.     sadel

c.     roda depan dan belakang

d.     pedal dan gir

2.    fungsi stang sepeda roda 2 untuk menentukan arah gerakan sepeda ke depan, ke kiri dank ke kanan

3.    fungsi roda sepeda roda 2 untuk memindahkan posisi keseluruhan badan sepeda pada arah horisontal

4.    fungsi sistem pedal dan gir sepeda roda 2 untuk memutar poros roda belakang menggunakan tenaga kaki pengendara

5.    fungsi sadel sepeda roda 2 untuk tempat duduk pengendara

6.    cara menjaga keseimbangan di atas sepeda roda 2 :

a.     duduk mapan di atas sadel

b.     tangan kanan memegang pegangan stang kanan dan tangan kiri memegang pegangan stang kiri

c.     kedua kaki lurus menumpu di atas tanah masing-masing membentuk sudut 60-70 derajat dengan permukaan tanah

7.    cara mengayuh sepeda roda 2

a.     duduk mapan di atas sadel

b.     kedua tangan memegang pegangan stang kiri dan kanan arah lurus ke depan

c.     kaki kiri menumpu di tanah, kaki kanan menumpu di atas pedal kanan pada posisi jam 11

d.     kaki kanan menjejak pedal ke depan, ketika sepeda bergerak ke depan , kaki kiri diangkat dan naik di pedal kiri

e.     ketika pedal kiri posisi jam 12 menuju posisi jam 11, kaki kiri menjejak pedal kiri ke depan, demikian seterusnya

8.    cara mengarahkan sepeda roda 2

a.     kedua tangan lurus memegang pegangan stang kiri dan kanan arah lurus ke depan

b.     untuk belok kiri, pedal tidak digenjot, tangan kiri sedikit ditarik ke belakang, tangan kanan sedikit ke depan

c.     untuk belok kanan, pedal tidak digenjot, tangan kanan sedikit ditarik ke belakang, tangan kiri sedikit ke depan

9.    cara memarkir sepeda roda 2

a.     kedua tangan memegang pegangan stang, kedua kaki menumpu di tanah

b.     pindahkan tangan kanan memegang sadel,

c.     turunkan standar miring sepeda menggunakan kaki kanan

d.     miringkan badang sepeda kekiri sampai standar menumpu di atas tanah dengan sempurna

 

Penskoran Jawaban dan Pengolahan Nilai

Nilai 4 : jika Jawaban sesuai kunci jawaban dan ada pengembangan

Nilai 3 : jika jawaban sesuai kunci jawaban

Nilai 2 : jika jawaban kurang sesuai dengan kunci jawaban

Nilai 1 : jika jawaban tidak sesuai dengan kunci jawaban

  Contoh Pengolahan Nilai
IPK
No Soal
Skor Penilaian 1
Nilai
1.
1
1
Nilai perolehan KD pegetahuan : rerata dari nilai IPK 

(…./14) * 100 = …..

2.
2
1
 
 
3
1
 
4
1
 
5
1
3.
6
2
 
7
2
 
8
2
 
9
2
     
Jumlah
14

Penilaian Keterampilan

Kompetensi Dasar

Indikator (IPK)

Materi

Indikator Soal

Bentuk Soal

Butir Soal

4.1 Mengoperasikan sepeda roda 2 Mengoperasikan sepeda roda 2 Praktek / Berlatih mengoperasikan sepeda roda 2 Peserta didik dapat duduk di atas sadel dengan seimbang Penilaian Kinerja
  1. Duduklah di atas sadel sepeda dengan seimbang sesuai langkah-langkah standar
  Peserta didik dapat mengayuh pedal sepeda roda 2 dengan seimbang Penilaian Kinerja
  1. Kayuhlah sepeda dengan seimbang sesuai langkah-langkah standar
      Peserta didik dapat mengarahkan gerakan sepeda roda 2 Penilaian Kinerja
  1. Arahkan gerakan  sepeda dengan seimbang ke depan, ke kiri dan ke kanan sesuai langkah-langkah standar
      Peserta didik dapat memarkir sepeda roda 2 Penilaian Kinerja
  1. Parkirkan  sepeda dengan stabil sesuai langkah-langkah standar

 

 

Rubrik Penilaian Keterampilan

IPK

Kategori

1

2

3

4

Mengoperasikan sepeda roda 2 

 

Duduk seimbang di atas sadel, belum bisa memarkir, belum bisa mengayuh, belum bisa mengarahkan Duduk seimbang di atas sadel, bisa memarkir, belum bisa mengayuh, belum bisa mengarahkan Duduk seimbang di atas sadel, bisa memarkir, bisa mengayuh, belum bisa mengarahkan Duduk seimbang di atas sadel, bisa memarkir, bisa mengayuh, bisa mengarahkan

2. Analisis Hasil Penilaian (lihat di atas)

  • Hasil penilaian diolah dan disimpulkan peserta didik yang sudah memenuhi KKM dan yang belum memenuhi KKM
  • Bagi peserta didik yang sudah memenuhi KKM dapat menambah pengerjaan tugas pengayaan.
  • Bagi peserta didik yang belum memenuhi KKM agar mempelajari kembali tugas-tugas yang sudah diberikan, dan bila sudah siap dapat meminta untuk mengerjakan kembali soal evaluasi.

Banjarmasin,  1 Juli 2017

Mengetahui,                                                                                                                      Guru Pengajar,

Kepala SMK Banjarmasin

 

( ………………………………… )                                                                                              (  ENDARTA     )


Demikianlah diskusi Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 . Semoga diskusi ini dapat menginspirasi kita semua dan silabus dan RPP rekan-rekan dapat ditingkatkan. Mari sharingkan silabus dan RPP SMK rekan-rekan dipersilahkan …

Model Pembelajaran di SMK

model pembelajaran di smk

Model Pembelajaran di SMK

Model Pembelajaran di SMK itu penting. Model Pembelajaran di SMK berisi pola pelaksanaan proses pembelajaran. Model Pembelajaran di SMK mengarah pada pembentukan Kompetensi Abad 21 yang ingin dicapai dengan tetap mementingkan kompetensi kerja bagi peserta didik SMK. Seperti kita ketahui bersama bahwa salah satu tujuan pendidikan di SMK ialah untuk bekerja. Tenaga kerja unggul di era global ini adalah tenaga kerja yang menguasai Kompetensi Abad 21 seperti critical thinking, creative thinking, collaborating, communicating di samping life skill dan literacy. Dalam rangka meraih kompetensi abad 21 inilah beberapa model pembelajaran sangat direkomendasikan oleh Direktorat P SMK. Model-model Pembelajaran di SMK ini telah di kaji dan dinyatakan sesuai digunakan di SMK.

model pembelajaran di smk
model pembelajaran di smk

Model Pembelajaran di SMK sangat strategis efeknya. Pendidik SMK wajib menerapkan model pembelajaran di SMK ini. Mari kita diskusikan model-model pembelajaran di SMK ini untuk memudahkan kita mengimplementasikannya.

Pengertian Model Pembelajaran

Model Pembelajaran adalah pola proses pembelajaran. Ya, model pembelajaran ialah suatu pola yang dijadikan acuan dalam melaksanakan proses pembelajaran. Model pembelajaran di SMK, sebagai sebuah pola melaksanakan proses pembelajaran diperlukan agar semua pendidik / guru dapat melaksanakan proses pembelajaran yang serupa agar bersama-sama terarah pada satu hasil akhir pembelajaran yang telah ditentukan. Dalam hal ini menuju keterampilan yang ingin di dorong adalah keterampilan kerja dan Keterampilan abad 21.

Model Pembelajaran terbentuk dari 2 (dua) kata yaitu model pembelajaran. Model, menurut KamusBahasaIndonesia.org memiliki pengertian [n] (1) pola (contoh, acuan, ragam, dsb) dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan: rumahnya dibuat seperti — rumah adat; (Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/model) sedangkan pembelajaran memiliki arti [n] proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar (Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/pembelajaran)
Berdasarkan referensi di atas, Model Pembelajaran penulis dapat artikan sebagai pola / acuan / pedoman bagaimana proses, cara atau langkah-langkah siswa belajar agar mencapai kompetensi sesuai tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

Model Pembelajaran adalah kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pembelajaran yang disusun secara sistematis untuk mencapai tujuan belajar yang menyangkut sintaksis, sistem sosial, prinsip reaksi dan sistem pendukung (Joice&Wells).

Sedangkan menurut “Arends dalam Trianto”, mengatakan “model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas”.

Model Pembelajaran di SMK sebagai pola proses pembelajaran memiliki sintak tertentu. Masing-masing pendidik yang akan menerapkan model pembelajaran di SMK terlebih dahulu perlu memahami sintak masing-masing model pembelajaran.

Model pembelajaran SMK yang dianjurkan oleh Direktorat Pembinaan SMK ialah:

  • model pembelajaran penemuan (discovery)
  • model pembelajaran inquiry
  • model pembelajaran berbasis masalah
  • model pembelajaran berbasis karya
  • model pembelajaran training berbasis produksi
  • model pembelajaran berbasis pabrik

Sintak Model Pembelajaran SMK

Model Pembelajaran untuk SMK dalam berbagai sumber dokumen kurikulum 2013 sering dikaitkan dengan kata sintak atau sintaks. Tentunya anda pernah membaca atau mendengar sendiri sintak model pembelajaran. Jujur saja, saya mengakui, kosa kata “sintak” terasa asing buat saya (hmm..). Setelah saya coba mencari arti kata “sintak” atau “sintak model” di beberapa kamus bahasa ternyata tidak ditemukan. Pada kamus bahasa yang bisa kita temukan adalah kata “sintaksis”, (1) pengaturan dan hubungan kata dng kata atau dng satuan lain yg lebih besar

Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/sintaks/mirip
KamusBahasaIndonesia.org

‘Sintak’ dalam istilah ‘sintak model pembelajaran’, mungkin diambil dari bahasa Inggris dari kata “syntax” yang artinya a system or orderly arrangement yang artinya suatu sistem atau susunan yang teratur. 

Jadi, sintak model pembelajaran pada kurikulum 2013 adalah suatu sistem atau susunan yang teratur. Sistem artinya terdiri atas beberapa bagian atau langkah yang berhubungan satu kepada yang lain yang susunannya atau urut-urutannya teratur. Karena itu sintak model pembelajaran menurut logika saya perlu dilakukan dengan urut dan teratur.

Model Pembelajaran di SMK

Model Pembelajaran di SMK sekali lagi adalah pola proses pembelajaran di SMK. Model Pembelajaran di SMK yang dianjurkan (diwajibkan) pada implementasi Kurikulum 2013 menggunakan 3 (tiga) model pembelajaran utama (Permendikbud No. 103 Tahun 2014). Model Pembelajaran ini diharapkan dapat membentuk perilaku saintifik, perilaku sosial serta mengembangkan rasa keingintahuan. Ketiga model pembelajaran tersebut adalah: model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning), model Pembelajaran Berbasis Projek (Project Based Learning), dan model Pembelajaran Melalui Penyingkapan/Penemuan (Discovery/Inquiry Learning). Di samping model pembelajaran di atas dapat juga dikembangkan model pembelajaran Production Based Education/Production Based Trainning (PBE/PBT) sesuai dengan karakteristik pendidikan menengah kejuruan SMK.

Model Pembelajaran di SMK perlu dinyatakan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP. Implementasi penerapan Model Pembelajaran di SMK tersirat dan tersurat dalam aktifitas pembelajaran yang merupakan interaksi pendidik dan peserta didik. Pendidik di SMK harus memilih model pembelajaran yang sesuai untuk diterapkan. Kata ‘sesuai’ ini tentunya merujuk pada sifat Kompetensi Inti Kompetensi Dasar KI KD yang akan disampaikan dan bukan sesuai keinginan kita. Dalam hal ini, model pembelajaran yang dipilih mempertimbangkan juga bentuk-bentuk pengetahuan dan keterampilan yang tersirat dalam pernyataan Kompetensi Dasar.

 

Model Pembelajaran SMK Penyingkapan / Penemuan (Discovery/Inquiry Learning)

Model Pembelajaran SMK Penyingkapan / Penemuan (Discovery/Inquiry Learning). Model Pembelajaran SMK Discovery digunakan apabila kompetensi dasar KD yang akan dipelajari cenderung meminta peserta didik untuk mempelajari konsep-konsep. Efek yang akan diperoleh siswa nanti adalah pengalaman belajar seolah dia telah ‘menemukan’. Dalam konteks ini, kita sebagai guru harus mengikuti urutan tertentu sedemikian hingga siswa akan mengalami sendiri pengalaman belajar ‘seolah-olah’ siswa itu sendirilah yang ‘menemukan’.

Sintak model pembelajaran (SMK) Discovery Learning

  • Pemberian rangsangan (Stimulation)
  • Pernyataan/Identifikasi masalah (Problem Statement)
  • Pengumpulan data (Data Collection)
  • Pembuktian (Data processing dan Verification)
  • Menarik simpulan/generalisasi (Generalization)

Contoh terapan model pembelajaran Discovery Learning

Model pembelajaran Discovery Learning dapat saya contohkan seperti uraian di bawah. Sebagai ilustrasi saya coba memberikan contoh tentang fenomena Hukum Ohm. Hukum Ohm dalam ilmu kelistrikan atau elektronika adalah pengetahuan dasar yang sangat penting. Terapan dari Hukum Ohm ini akan selalu dipakai pada pengetahuan kelistrikan dan elektronik yang lebih tinggi, karena itulah sangat penting bagi guru menorehkan pengalaman ‘nyata’ kepada siswa.

Hukum ohm melibatkan fenomena / fakta dimana kuat arus (I), besar potensial atau tegangan (V) dan hambatan atau resistansi (R) berkaitan satu dengan yang lain. Hukum ohm ini sering dinyatakan dengan kalimat “kuat arus berbanding lurus dengan tegangan dan berbanding terbalik dengan hambatan”. Secara matematis hubungan ketiganya dituliskan : I = V : R  dapat ditulis V = I x R dan juga dapat dinyatakan R = V : I . Siswa akan saya ajak belajar dengan model pembelajaran Penyingkapan / Penemuan (Discovery/Inquiry Learning). Ok,

Model pembelajaran Discovery Learning akan dapat kita desain untuk mengarahkan siswa agar dapat menemukan hubungan atau korelasi I, V dan R berdasarkan analisa dan eksperimen.

Model Pembelajaran (SMK) Berbasis Masalah (Problem Based Learning)

Model pembelajaran Problem Based Learning dari Bransford and Stein (dalam Jamie Kirkley, 2003:3) ini juga sangat sesuai digunakan sebagai model pembelajaran SMK. Adapun sintak model pembelajaran SMK ini terdiri atas :

  1. Mengidentifikasi masalah;
  2. Menetapkan masalah melalui berpikir tentang masalah dan menyeleksi informasi-informasi yang relevan;
  3. Mengembangkan solusi melalui pengidentifikasian alternatif-alternatif, tukar-pikiran dan mengecek perbedaan pandang;
  4. Melakukan tindakan strategis, dan
  5. Melihat ulang dan mengevaluasi pengaruh-pengaruh dari solusi yang dilakukan.

Sintak model pembelajaran Problem Solving Learning Jenis Trouble Shooting (David H. Jonassen, 2011:93) terdiri atas:

  1. Merumuskan uraian masalah
  2. Mengembangkan kemungkinan penyebab
  3. Mengetes penyebab atau proses diagnosis
  4. Mengevaluasi.
Model Pembelajaran (SMK) Berbasis Projek (Project Based Learning)

Sintak/tahapan model pembelajaran (SMK) Project Based Learning, meliputi:

  1. Penentuan pertanyaan mendasar (Start with the Essential Question);
  2. Mendesain perencanaan proyek;
  3. Menyusun jadwal (Create a Schedule);
  4. Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the Progress of the Project);
  5. Menguji hasil (Assess the Outcome), dan
  6. Mengevaluasi pengalaman (Evaluate the Experience).
Model Pembelajaran (SMK) Production Based Education/Production Based Trainning (PBE/PBT)

Sintaks/tahapan model pembelajaran Production Based Trainning meliputi:

  1. Merencanakan produk;
  2. Melaksanakan proses produksi;
  3. Mengevaluasi produk (melakukan kendali mutu), dan
  4. Mengembangkan rencana pemasaran.

(G. Y. Jenkins, Hospitality 2005).

Memilih Model Pembelajaran di SMK

Model Pembelajaran memang harus digunakan, walaupun demikian pendidik tidak selayaknya menggunakan model pembelajaran sembarangan. Penggunaan model pembelajaran yang tepat sudah tentu berimplikasi pada efektifitas proses pembelajaran. Karena itu jelaslah kita harus tepat memilih model pembelajaran.

Model pembelajaran dipilih dengan mempertimbangkan Kompetensi Dasar dan atau materi pembelajaran. Model pembelajaran tertentu hanya tepat digunakan untuk materi pembelajaran tertentu. Sebaliknya materi pembelajaran tertentu akan dapat berhasil maksimal jika menggunakan model pembelajaran tertentu pula.

Jika rumusan KD mengarah pada penguasaan konsep dan prinsip sangat tepat menggunakan model pembelajaran Inquiry atau model pembelajaran Discovery Learning. Kedua model pembelajaran tersebut membentuk kemampuan pengungkapan terhadap konsep-konsep pada suatu bahan kajian.

Jika Kompetensi Dasar (KD dari KI-3 dan KD dari KI-4) pada kelompok mata pelajaran Kompetensi Keahlian (C3) cenderung membentuk kemampuan solusi-solusi teknologi dan rekayasa atau hasil karya, dapat menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning, model pembelajaran Production Based Trainning, model pembelajaran Project Based Learning dan model pembelajaran Teaching Factory.

Model pembelajaran di SMK dapat dengan tepat kita pilih manakala kita memahami dengan baik apa dan bagaimana model pembelajaran di smk. Diskusi singkat di bawah mengajak kita memahami model pembelajaran di SMK.

Proses Pembelajaran dengan model pembelajaran Kurikulum 2013

Model pembelajaran di SMK pada kurikulum 2013 mengacu pada proses berpikir ilmiah (saintifik) dilakukan dengan tahapan 5 M yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengomunikasikan.

  1. Mengamati, merupakan kemampuan awal peserta dalam mengumpulkan informasi dengan tujuan untuk dapat mengidentifikasi masalah, yang kegiatan belajarnya dapat dilakukan dengan menanya, mengamati, dan atau menalar terhadap objek yang dipelajarinya. Mengamati dapat dilakukan melalui indera penglihat (membaca, menyimak), pembau, pendengar, pengecap dan peraba dengan ataupun tanpa alat bantu. Alternatif kegiatan mengamati antara lain melalui observasi lingkungan, mengamati gambar, video, tabel dan grafik data, menganalisis peta, membaca berbagai informasi yang tersedia di media masa dan internet maupun sumber lain.
  2. Menanya, bertujuan membentuk kemampuan siswa untuk dapat merumuskan masalah dan atau merumuskan hipotesis, yang kegiatan belajarnya dapat dilakukan dari mengamati (membaca buku, shop manual), menanya dalam kegiatan diskusi, atau menanya pada diri sendiri maupun langsung pada orang lain (guru, nara sumber, siswa lainnya) dengan bimbingan guru yang mendorong motivasi siswa untuk tetap aktif dan gembira hingga siswa dapat mandiri dan menjadi kebiasaan. Dalam kegiatan menanya, siswa membuat pertanyaan secara individu atau kelompok tentang apa yang belum diketahuinya baik yang berkenaan dengan suatu objek, peristiwa, atau suatu proses tertentu.
  3. Mengumpulkan data, bertujuan membentuk kemampuan siswa untuk dapat menguji rumusan masalah dan atau hipotesis, yang kegiatan belajarnya dapat dilakukan melalui proses menanya (wawancara, menyebarkan kuesioner), mengamati data skunder, melakukan uji coba (eksperimen), observasi lapangan dan lain-lain dalam kaitan mengumpulkan informasi sesuai dengan tuntutan rumusan masalah.
  4. Mengasosiasi, bertujuan membentuk kemampuan siswa untuk dapat menyimpulkan hasil kajian rumusan masalah dan atau hipotesis, yang kegiatan belajarnya mengolah data dalam bentuk serangkaian aktivitas fisik dan pikiran dengan bantuan peralatan tertentu. Bentuk kegiatan mengolah data antara lain melakukan klasifikasi, pengurutan (sorting), menghitung, membagi, dan menyusun data dalam bentuk yang lebih informatif, serta menentukan sumber data sehingga lebih bermakna. Kegiatan siswa dalam mengolah data misalnya membuat tabel, grafik, bagan, peta konsep, menghitung, dan pemodelan. Selanjutnya siswa menganalisis data untuk membandingkan ataupun menentukan hubungan antara data yang telah diolahnya dengan teori yang ada sehingga dapat ditarik simpulan dan atau ditemukannya prinsip dan konsep penting yang bermakna dalam menambah skema kognitif, meluaskan pengalaman, dan wawasan pengetahuannya.
  5. Mengomunikasikan, bertujuan membentuk kemampuan siswa untuk dapat memformulasikan dan mempertanggungjawabkan pembuktian rumusan masalah dan atau hipotesis, yang kegiatan belajarnya mendeskripsikan dan menyampaikan hasil temuannya dari kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan dan mengolah data, serta mengasosiasi yang ditujukan kepada orang lain baik secara lisan maupun tulisan dalam bentuk diagram, bagan, gambar, dan sejenisnya dengan bantuan perangkat teknologi sederhana dan atau teknologi informasi dan komunikasi.
Penentuan Model Pembelajaran di SMK

Model pembelajaran di SMK dipilih dan ditentukan dengan memperhatikan rambu-rambu. Rambu-rambu penentuan model pembelajaran di SMK berbentuk penyingkapan/penemuan:

  1. Pernyataan KD di KI-3 dan KD di KI-4 mengarah kepencarian atau penemuan;
  2. Pernyataan KD di KI-3 lebih menitikberatkan pada pemahaman pengetahuan faktual, konseptual, procedural, dan dimungkinkan sampai metakognitif;
  3. Pernyataan KD di KI-4 pada taksonomi mengolah dan menalar

Rambu-rambu penemuan model pembelajaran di SMK yang menghasilkan karya (Problem Based Learning dan Project Based Learning):

  1. Pernyataan KD dari KI-3 dan KD di KI-4 mengarah pada hasil karya berbentuk jasa atau produk;
  2. Pernyataan KD di KI-3 pada bentuk pengetahuan metakognitif;
  3. Pernyataan KD di KI-4 pada taksonomi menyaji dan mencipta, dan
  4. Pernyataan KD di KI-3 dan KD di KI-4 yang memerlukan persyaratan penguasaan pengetahuan konseptual dan prosedural.

Demikianlah diskusi sekitar Model Pembelajaran di SMK. Semoga menambah pemahaman dan mutu implementasi proses pembelajaran SMK dan mendorong pencapaian Keterampilan Abad 21 peserta didik kita.

LITERASI

literasi

Pengertian Literasi

Literasi dini, literasi dasar, literasi kepustakaan, literasi media, literasi teknologi dan literasi visual merupakan jenis literasi yang membangun literasi informasi. Melalui penguasaan literasi-literasi tersebut seorang siswa diyakini akan dapat mengembangkan berbagai kompetensinya untuk eksis dan memenangkan persaingan di era digital abad 2 ini.

Literasi secara tradisional dipahami sebagai kemampuan untuk membaca, menulis dan aritmatika (https://en.wikipedia.org/wiki/Literacy, 2016; September 28 ; 0928). Ini adalah pemahaman lama terkait literasi. Ketika seseorang sudah mempunyai kemampuan membaca, menulis dan berhitung dikatakan orang itu mempunyai kemampuan literasi. ‘Melek’ baca tulis dan hitungan. Seiring perkembangan budaya dan standar kehidupan yang meningkat pengertian literasi di atas menjadi usang.

Pengertian literasi modern adalah kemampuan untuk membaca, menulis dan aritmatika (berhitung), menggunakan bahasa, angka-angka, gambar/ilustrasi, komputer dan elemen dasar lain untuk memahami, berkomunikasi, menguatkan (penggunaan) pengetahuan bermanfaat dan penggunaan sistem simbol budaya yang dominan.

Literasi, menurut UNESCO, ialah kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, menginterpretasi, mengkreasi, mengomunikasikan dan menghitung menggunakan bahan tercetak dan tertulis berkaitan dengan konteks yang bervariasi. Literasi melibatkan satu kesatuan rangkaian belajar dalam memungkinkan individu untuk mencapai tujuan mereka, untuk mengembangkan pengetahuan dan potensi mereka, dan untuk berpartisipasi penuh dalam komunitas mereka dan masyarakat yang lebih luas. (https://en.wikipedia.org/wiki/Literacy, 2016; September 28 ; 0928)

Di abad 21 ini, pengertian literasi lebih dari sekadar bisa membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Kemampuan ini disebut sebagai literasi informasi.

literasi-informasi
literasi-informasi

Komponen Literasi

Ferguson (www.bibliotech.us/pdfs/ InfoLit.pdf) menjabarkan bahwa komponen literasi informasi terdiri atas literasi dini, literasi dasar, literasi kepustakaan, literasi media, literasi teknologi, dan literasi visual.

Literasi Dini

Literasi Dini [Early Literacy (Clay, 2001)], yaitu kemampuan untuk menyimak, memahami bahasa lisan, dan berkomunikasi melalui gambar dan tutur yang dibentuk oleh pengalamannya berinteraksi dengan lingkungan sosialnya di rumah. Pengalaman peserta didik dalam berkomunikasi dengan bahasa ibu menjadi fondasi perkembangan literasi dasar.

Literasi Dasar (Basic Literacy)

Literasi Dasar (Basic Literacy), yaitu kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung (counting) berkaitan dengan kemampuan analisis untuk memperhitungkan (calculating), mempersepsikan informasi (perceiving), mengomunikasikan, serta menggambarkan informasi (drawing) berdasarkan pemahaman dan pengambilan kesimpulan pribadi.

Literasi Perpustakaan (Library Literacy)

Literasi Perpustakaan (Library Literacy), antara lain, memberikan pemahaman cara membedakan bacaan fiksi dan nonfiksi, memanfaatkan koleksi referensi dan periodikal, memahami Dewey Decimal System sebagai klasifikasi pengetahuan yang memudahkan dalam menggunakan perpustakaan, memahami penggunaan katalog dan pengindeks-an, hingga memiliki pengetahuan dalam memahami informasi ketika sedang menyelesaikan sebuah tulisan, penelitian, pekerjaan, atau mengatasi masalah.

Literasi Media (Media Literacy)

Literasi Media (Media Literacy), yaitu kemampuan untuk mengetahui berbagai bentuk media yang berbeda, seperti media cetak, media elektronik (media radio, media televisi), media digital (media internet), dan memahami tujuan penggunaannya.

literasi media
literasi media

Selama berabad-abad, literasi disebut kemampuan untuk membaca dan menulis. Dewasa ini, kita mendapatkan sebagian besar informasi melalui sistem berkat teknologi media. Kemampuan untuk membaca berbagai jenis media telah menjadi keterampilan penting di abad ke-21. Literasi media adalah kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan membuat media. Dengan literasi media yang baik orang lebih mampu memahami pesan yang kompleks yang kita terima dari televisi, radio, internet, surat kabar, majalah, buku, billboard, video game, musik, dan semua bentuk media lainnya. Keterampilan literasi media termasuk dalam standar pendidikan dari setiap negara dalam bahasa, ilmu sosial, kesehatan, ilmu pengetahuan, dan mata pelajaran lain. Banyak pendidik telah menemukan bahwa literasi media adalah cara yang efektif dan menarik untuk menerapkan keterampilan berpikir kritis untuk berbagai masalah.

Keterampilan literasi media dapat membantu remaja dan orang dewasa:

– Mengembangkan kemampuan berpikir kritis
– Memahami bagaimana pesan media membentuk budaya dan masyarakat kita
– Mengidentifikasi strategi pemasaran target
– Mengenali pembuat media yang ingin kita percaya atau lakukan
– Memberi nama teknik persuasi yang digunakan
– Mengenali bias, plintiran, informasi yang salah, dan kebohongan
– Menemukan bagian dari cerita yang tidak diberitahu
– Mengevaluasi pesan media berdasarkan pengalaman kita sendiri, keterampilan, keyakinan, dan nilai-nilai
– Membuat dan mendistribusikan pesan-pesan media kita sendiri
– Mengadvokasi keadilan Media

Literasi Teknologi (Technology Literacy)

Pengertian Literasi Teknologi

Literasi Teknologi (Technology Literacy), yaitu kemampuan memahami kelengkapan yang mengikuti teknologi seperti peranti keras (hardware), peranti lunak (software), serta etika dan etiket dalam memanfaatkan teknologi. Berikutnya, kemampuan dalam memahami teknologi untuk mencetak, mempresentasikan, dan mengakses internet. Dalam praktiknya, juga pemahaman menggunakan komputer (Computer Literacy) yang di dalamnya mencakup menghidupkan dan mematikan komputer, menyimpan dan mengelola data, serta mengoperasikan program perangkat lunak. Sejalan dengan membanjirnya informasi karena perkembangan teknologi saat ini, diperlukan pemahaman yang baik dalam mengelola informasi yang dibutuhkan masyarakat.

literasi teknologi
literasi teknologi

Kalau kita refleksikan masa yang lalu, sampai awal 1990-an, kebanyakan PC masih berukuran besar dengan memori sangat terbatas, kebanyakan ponsel juga terlalu besar untuk dimasukkan dalam kantong. Film yang tersedia pada DVD sampai 1997. Google pun belum lahir sampai tahun 1998. Tidak ada MySpace hingga tahun 2003, dan YouTube meluncurkan dua tahun setelah itu.

Seiring kemajuan teknologi, definisi literasi  teknologi  pun mengalami perubahan. Pada tahun 1980, keterampilan penggunaan teknologi menuntut agar kita mengetahui bagaimana kode memprogram. Penggunaan komputer pada waktu itu mengharuskan kita membuat program. Pada tahun 1995 an, kita dituntut untuk mengetahui bagaimana bekerja dengan alat dasar seperti pengolah kata dan spreadsheet. Mungkin kita ingat … Wordstar … Lotus … DBASE dan sebagainya.

Sekarang definisi literasi teknologi jauh lebih kaya dan lebih kompleks karena ada informasi lebih yang tersedia daripada sebelumnya. Alat-alat untuk menemukan, menggunakan dan menciptakan informasi yang cepat menjadi lebih beragam dan canggih.

Departemen Pendidikan Colorado (CDE) mendefinisikan literasi  teknologi sebagai kemampuan untuk bertanggung jawab menggunakan teknologi tepat guna untuk:

  • Menyampaikan / mengomunikasikan
  • Menyelesaikan masalah
  • Mengakses, mengelola, mengintegrasikan, mengevaluasi, desain dan membuat informasi untuk meningkatkan pembelajaran di semua bidang subjek
  • Memperoleh pengetahuan seumur hidup dan keterampilan dalam abad ke-21
Jenis Teknologi pada Literasi Teknologi

Penggunaan teknologi merupakan bagian integral yang fungsional dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini sebagian besar jalur pendidikan dan profesional memerlukan penggunaan teknologi untuk berkomunikasi, memecahkan masalah atau penelitian lengkap. Siswa yang mencapai literasi teknologi memiliki waktu lebih cepat mencapai tujuan pendidikan dan masuk ke dalam karir pilihan mereka.

Untuk mengantarkan para siswa mencapai literasi teknologi, sudah barang tentu para guru / pendidik juga seharusnya memiliki keterampilan atau literasi teknologi. Berikut adalah variasi aktifitas penggunaan teknologi masa kini untuk mendorong literasi teknologi bagi kita semua, antara lain:

  1. membaca situs Web;
  2. menggunakan mesin pencari;
  3. menggunakan pencarian peta;
  4. mengakses video, podcast, dan feed;
  5. mengevaluasi sumber Web;
  6. meneliti di Internet;
  7. e-mail, chatting, SMS, microblogging;
  8. menggunakan situs sosial;
  9. mengunjungi dunia maya;
  10. blogging dan menggunakan wiki; dan
  11. menggunakan papan pesan, newsgroup, dan VOIP (Skype).

Dengan memahami bagaimana mengevaluasi informasi baru ini dan bagaimana menggunakan alat-alat baru untuk membuat, komunikasi cukup beralasan efektif, siswa dapat memanfaatkan kekuatan teknologi baru dan terinspirasi untuk belajar.

Literasi Visual (Visual Literacy)

Informasi visual ada di mana-mana di sekitar kita. Televisi, layar komputer, tanda-tanda, simbol, dalam buku-buku, majalah, film-film, dan bahkan bahasa tubuh memberikan pesan-pesan visual. Kita semua harus mampu menginterpretasikan makna yang terkandung dalam pesan visual untuk memberikan respon yang cerdas. Dalam konteks pendidikan informasi visual juga sangat banyak. Oleh karena itu guru maupun siswa perlu menguasai literasi visual untuk mendapatkan manfaat yang optimal.

literasi visual
literasi visual

Literasi Visual (Visual Literacy), adalah pemahaman tingkat lanjut antara literasi media dan literasi teknologi, yang mengembangkan kemampuan dan kebutuhan belajar dengan memanfaatkan materi visual dan audio- visual secara kritis dan bermartabat. Tafsir terhadap materi visual yang setiap hari membanjiri kita, baik dalam bentuk cetak maupun noncetak, perlu dikelola dengan baik. Bagaimanapun di dalamnya banyak manipulasi dan hiburan yang benar-benar perlu disaring berdasarkan etika dan kepatutan.

Bagian-bagian Literasi Visual

Literasi visual dapat dibagi dalam 3 (tiga) bagian, yaitu:

  1. berfikir visual (visual thinking)
  2. komunikasi visual (visual communication)
  3. belajar visual (visual learning)

Berpikir visual  (visual thinking)

Berpikir visual adalah kemampuan untuk mengubah pikiran, gagasan, dan informasi ke semua jenis gambar, grafik, atau gambar lain yang membantu mengomunikasikan informasi yang terkait.

Komunikasi visual (visual communication)

Komunikasi visual adalah ketika gambar, grafik, dan gambar lainnya digunakan untuk mengekspresikan ide-ide dan untuk mengajar orang. Agar tercipta komunikasi visual yang efektif, penerima harus mampu membangun makna dari melihat gambar visual yang diberikan.

Belajar visual (visual learning)

Visual belajar adalah proses belajar dari gambar dan media. Belajar Visual meliputi pembangunan pengetahuan oleh siswa sebagai akibat dari melihat gambar visual yang diberikan.

Gambar Visual

Sebuah gambar visual dapat merepresentasikan sebuah kata

Sebuah gambar visual dapat merepresentasikan sebuah kata dan suatu konsep

Sebuah gambar visual dapat merepresentasikan sebuah kata, suatu konsep dan jenis hubungan (relasi )

Sebuah gambar visual dapat merepresentasikan sebuah kata, suatu konsep, hubungan (relasi ) dan suatu proses

Sebuah gambar visual dapat merepresentasikan sebuah kata, suatu konsep, hubungan (relasi ), suatu proses dan suatu struktur (susunan)

Sebuah gambar visual dapat merepresentasikan sebuah kata, suatu konsep, hubungan (relasi ), suatu proses, suatu struktur (susunan) dan suatu fakta

Sebuah gambar visual dapat mewakili sebuah kata, konsep, hubungan, proses, struktur, fakta dan biasanya menyerupai apa yang diwakilinya.

Dalam proses pembelajaran, gambar visual dapat membantu belajar karena lebih konkrit dari pada kata-kata abstrak. Hasil penelitian menunjukkan pada kita bahwa, belajar / pembelajaran akan optimal ketika siswa dapat :

  • mendengar,
  • melihat dan
  • membaca

terhadap konten yang sama.

Persepsi

Persepsi adalah proses pengumpulan informasi melalui indera kita, mengorganisasikannya dan membuat kesimpulan sementara terkait pesan yang dikirimkan. Gambar visual masing-masing membawa pesan yang bervariasi.

Persepsi dari semua orang terhadap suatu gambar visual tidak akan sama persis ketika mereka melihatnya. Persepsi berbeda dari individu ke individu karena berbagai perbedaan pribadi, sosial-ekonomi, dan budaya.

Perbedaan persepsi terhadap gambar visual dapat terjadi karena adanya filter penyaring. Filter penyaring ini dapat terbentuk berdasarkan usia, jenis kelamin, ras, dan pengalaman masa lalu. Semua ini adalah contoh dari filter persepsi pribadi.

Gerakan Literasi Sekolah

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan suatu usaha atau kegiatan yang bersifat partisipatif dengan melibatkan warga sekolah (peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, Komite Sekolah, orang tua/wali murid peserta didik), akademisi, penerbit, media massa, masyarakat (tokoh masyarakat yang dapat merepresentasikan keteladanan, dunia usaha, dll.), dan pemangku kepentingan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) diluncurkan, diantaranya, untuk menjawab kualitas kemampuan membaca peserta didik yang rendah berdasarkan hasil Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) dan Programme for International Student Assessment (PISA).

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) terutama dimaksudkan untuk menginternalisasikan nilai-nilai budi pekerti melalui isi teks yang dibaca peserta didik.

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah gerakan sosial dengan dukungan kolaboratif berbagai elemen. Upaya yang ditempuh untuk mewujudkannya berupa pembiasaan membaca peserta didik. Pembiasaan ini dilakukan dengan kegiatan 15 menit membaca (guru, membacakan buku dan warga sekolah membaca dalam hati, yang disesuaikan dengan konteks atau target sekolah). Ketika pembiasaan membaca terbentuk, selanjutnya akan diarahkan ke tahap pengembangan, dan pembelajaran (disertai tagihan berdasarkan Kurikulum 2013). Variasi kegiatan dapat berupa perpaduan pengembangan keterampilan reseptif maupun produktif.

Tujuan Gerakan Literasi Sekolah

Tujuan Umum

Menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam gerakan literasi sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Tujuan Khusus

a. Menumbuhkembangkan budaya literasi membaca dan menulis siswa di sekolah.
b. Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat.
c. Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan (Senge, 1990).
d. Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca.

 

Sumber:

  1. Diadopsi dari Bahan Diklat Kurikulum 2013 (Literasi)
  2. Chapter 1 Education for All Global Monitoring Report 2006 ( UNESCO)
  3. What is media literacy, https://medialiteracyproject.org/learn/media-literacy/
  4. Visual Literacy, http://www.educ.kent.edu/community/VLO/intro/index.html

 

Struktur Kurikulum SMK 2017

struktur kurikulum

Struktur Kurikulum

Struktur Kurikulum pondasi sistem pendidikan. Struktur Kurikulum berisi susunan mata pelajaran. Struktur Kurikulum SMK resmi dirilis berdasar SK Dirjen Dikdasmen. Struktur Kurikulum SMK 2017 memuat Muatan Umum yang terdiri dari Muatan Nasional dan Muatan Kewilayahan yang dikembangkan sesuai kebutuhan wilayah dan Muatan Peminatan Kejuruan yang terdiri dari Dasar Bidang Keahlian, Dasar Program Keahlian, dan Kompetensi Keahlian.

A. Muatan Nasional
B. Muatan Kewilayahan
C. Muatan Peminatan Kejuruan

Struktur Kurikulum merupakan susunan / bangunan berbagai mata pelajaran yang diperlukan untuk membentuk satu kompetensi tertentu yang disusun menurut pengelompokan, urutan dan intensitas tertentu. Struktur Kurikulum SMK yang merupakan Struktur Kurikulum SMK Terbaru diilustrasikan seperti gambar di atas.

silabus dan rpp smk k2013
HOTS ….. MENYUSUN SILABUS DAN RPP K2013 REVISI 2017 ….. KLIK GAMBAR DIATAS

SK Dirjen Dikdasmen No. 130/D/KEP/KR/2017 tentang Struktur Kurikulum SMK 2017

Struktur Kurikulum SMK 2017 merupakan Struktur Kurikulum SMK terbaru. Struktur Kurikulum SMK ini ditetapkan penggunaannya melalui SK Dirjen Dikdasmen No. 130/D/KEP/KR/2017 tentang Struktur Kurikulum SMK 2017. Struktur Kurikulum SMK 2017 wajib digunakan sebagai acuan penyelenggaraan pendidikan kejuruan sejak tanggal penetapannya pada tanggal 10 Februari 2017. SK Dirjen Dikdasmen ini merupakan jawaban tentang perbincangan beberapa waktu yang lalu terkait Struktur Kurikulum SMK 2017 draft maupun hasil uji publik yang sudah cukup lama beredar.

struktur kurikulum
struktur kurikulum

Struktur Kurikulum SMK 2017 ini diterbitkan mengingat bahwa struktur kurikulum pendidikan menengah kejuruan yang saat ini berlaku sudah tidak sesuai dengan tuntutan perkembangan, ilmu pengetahuan, teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Struktur Kurikulum SMK 2017 untuk Pendidikan Menengah Kejuruan ini memuat Muatan Umum yang terdiri dari Muatan Nasional dan Muatan Kewilayahan yang dikembangkan sesuai kebutuhan wilayah dan Muatan Peminatan Kejuruan yang terdiri dari Dasar Bidang Keahlian, Dasar Program Keahlian, dan Kompetensi Keahlian sebagaimana terlampir dalam keputusan ini.

Struktur Kurikulum SMK 2017 tersebut dinyatakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pembelajaran di SMK/MAK. Hal ini jelas memberi pesan kepada seluruh warga SMK untuk segera mengupdate dokumen-dokumen yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran yang digunakan saat ini.

SK Dirjen Dikdasmen No. 130/D/KEP/KR/2017 tentang Struktur Kurikulum SMK 2017 ini juga menyebutkan bahwa perangkat pembelajaran meliputi beberapa jenis perangkat akan ditetapkan oleh Direktur Pembinaan SMK. Perangkat pembelajaran dimaksud meliputi:

  1. Kompetensi Dasar tiap Mata Pelajaran;
  2. Silabus;
  3. Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
  4. Kelompok Kompetensi yang akan dilakukan sertifikasi

Download Kompetensi Inti Kompetensi Dasar KI KD Suplemen Struktur Kurikulum SMK 2017

struktur kurikulum
ki kd struktur kurikulum smk 2017

Acuan Penetapan Struktur Kurikulum SMK 2017

Struktur Kurikulum SMK 2017 yang ditetapkan dengan SK Dirjen Dikdasmen No. 130/D/KEP/KR/2017 tentang Struktur Kurikulum SMK 2017 ini mengacu pada beberapa Undang-undang dan Peraturan Menteri yang saat ini berlaku sebagai payung hukum penyelenggaraan pendidikan, pembelajaran dan penilaian yaitu:

kurikulum-smk-terbaru
kurikulum-smk-terbaru
  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan
  5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah ;
  6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 953);
  7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 21 tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 954);
  8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 955);
  9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 897);
  10. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 4678/D/KEP/MK/2016 Tahun 2016 tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan;

Struktur Kurikulum SMK 2017 dan Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan

Struktur Kurikulum SMK 2017 yang ditetapkan dengan SK Dirjen Dikdasmen No. 130/D/KEP/KR/2017 memiliki perbedaan yang bagi saya sangat penting bagi seorang alumni SMK. Mungkin sebagian pembaca menganggap perbedaan struktur kurikulum SMK 2017 ini tidak seberapa. Itu sah-sah saja bagi anda, tetapi sebagai alumni sekolah kejuruan saya merasakan hal yang sangat penting. Perbedaan yang saya anggap sangat penting adalah adanya Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan.

kewirausahaan smk
kewirausahaan smk

Struktur Kurikulum SMK 2017 yang mendesain ulang mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan kemudian menggabung sekaligus memasukkannya ke dalam  mata pelajaran peminatan kejuruan merupakan satu terobosan yang berani. Saya yakin perubahan ini telah melalui diskusi yang alot karena ‘mengubah’ struktur kurikulum tidaklah mudah. Struktur Kurikulum SMK 2017 tidak seutuhnya mengubah struktur kurikulum 2013 yang sudah ditetapkan secara nasional, namun hanya menajamkan pembelajaran kejuruan dan pembelajaran kewirausahaan.

Kompetensi kewirausahaan bagi siswa SMK menurut saya wajib bahkan seharusnya otomatis mereka memiliki jiwa kewirausahaan dengan berbekal berbagai keterampilan yang dipelajari pada mata pelajaran kejuruan. Namun fakta yang ada hingga saat ini banyak alumni SMK yang belum mampu mewujudkan kompetensi kewirausahaan berbasis pada keterampilan-keterampilan yang sudah dipelajari hingga berdampak masih banyaknya siswa SMK yang menganggur.

Jiwa dan semangat kewirausahaan dengan memanfaatkan keterampilan kejuruan harus ditumbuhkembangkan bersama-sama. Karena itulah Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan dalam Struktur Kurikulum SMK 2017 ini sangat tepat. Dengan prinsip-prinsip ini seharusnya tidak ada lagi pelajaran kewirausahaan di SMK tetapi materi atau keterampilan yang di angkat sebagai bidang berwirausaha adalah jenis keterampilan lain dan bukan keterampilan kejuruan yang dipelajarinya. Jadi Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan dalam Struktur Kurikulum SMK 2017 harus menjadi titik tolak revolusi pembelajaran kewirausahaan yang linier dengan keterampilan kejuruan setiap siswa SMK.

Contoh Mapel dan Alokasi waktu pada Struktur Kurikulum SMK 2017 Teknologi Rekayasa

MATA PELAJARAN
ALOKASI WAKTU
A. Muatan Nasional
1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
318
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
212
3.
Bahasa Indonesia
354
4.
Matematika
424
5.
Sejarah Indonesia
108
6.
Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya
352
B. Muatan Kewilayahan
1.
Seni Budaya
108
2.
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
144
Jumlah A dan B
2.020
C. Muatan Peminatan Kejuruan
C1. Dasar Bidang Keahlian
1.
Simulasi dan Komunikasi Digital
108
2.
Fisika
108
3.
Kimia
108
C2. Dasar Program Keahlian
1.
Kerja Bengkel dan Gambar Teknik
180
2.
Dasar Listrik dan Elektronika
180
3.
Dasar Pemrograman
108
C3. Kompetensi Keahlian
1.
Pemrograman, Mikroprosesor dan Mikrokontroler
144
2.
Penerapan Rangkaian Elektronika
456
3.
Perencanaan dan Instalasi Sistem Audio Video
420
4.
Penerapan Sistem Radio dan Televisi
456
5.
Perawatan dan Perbaikan Peralatan Audio dan Video
238
6.
Produk Kreatif dan Kewirausahaan
350
Jumlah C (C1, C2, dan C3)
2.856
Total
4.876

Struktur Kurikulum SMK 2017 Teknologi & Rekayasa Teknik Audio Video

MATA PELAJARAN
KELAS
X XI XII
1 2 1 2 1 2
A. Muatan Nasional
1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
3
3
3
3
3
3
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
2
2
2
2
2
2
3.
Bahasa Indonesia
4
4
3
3
3
3
4.
Matematika
4
4
4
4
4
4
5.
Sejarah Indonesia
3
3
6.
Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya
3
3
3
3
4
4
B. Muatan Kewilayahan
1.
Seni Budaya
3
3
2.
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
2
2
2
2
Jumlah A dan B
24
24
17
17
16
16

C. Muatan Peminatan Kejuruan

C1. Dasar Bidang Keahlian
1.
Simulasi dan Komunikasi Digital
3
3
2.
Fisika
3
3
3.
Kimia
3
3
C2. Dasar Program Keahlian
1.
Kerja Bengkel dan Gambar Teknik
5
5
2.
Dasar Listrik dan Elektronika
5
5
3.
Dasar Pemrograman
3
3

C3. Kompetensi Keahlian

1.
Mikroprosesor dan Mikrokontroler
4
4
2.
Penerapan Rangkaian Elektronika
7
7
6
6
3.
Perencanaan dan Instalasi Sistem Audio Video
6
6
6
6
4.
Penerapan Sistem Radio dan Televisi
7
7
6
6
5.
Perawatan dan Perbaikan Peralatan Audio dan Video
7
7
6.
Produk Kreatif dan Kewirausahaan
5
5
5
5
Jumlah C (C1, C2, dan C3)
22
22
29
29
30
30
Total
46
46
46
46
46
46

Struktur Kurikulum SMK 2017 Teknologi & Rekayasa | Teknik Elektronika Industri

MATA PELAJARAN
KELAS
X XI XII
1 2 1 2 1 2
A. Muatan Nasional
1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
3
3
3
3
3
3
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
2
2
2
2
2
2
3.
Bahasa Indonesia
4
4
3
3
3
3
4.
Matematika
4
4
4
4
4
4
5.
Sejarah Indonesia
3
3
6.
Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya
3
3
3
3
4
4
B. Muatan Kewilayahan
1.
Seni Budaya
3
3
2.
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
2
2
2
2
Jumlah A dan B
24
24
17
17
16
16

C. Muatan Peminatan Kejuruan

C1. Dasar Bidang Keahlian
1.
Simulasi dan Komunikasi Digital
3
3
2.
Fisika
3
3
3.
Kimia
3
3
C2. Dasar Program Keahlian
1.
Kerja Bengkel dan Gambar Teknik
5
5
2.
Dasar Listrik dan Elektronika
5
5
3.
Dasar Pemrograman
3
3

C3. Kompetensi Keahlian

1.
Mikroprosesor dan Mikrokontroler
7
7
2.
Penerapan Rangkaian Elektronika
6
6
6
6
3.
Sistem Pengendali Elektronik
7
7
6
6
4.
Pengendali Sistem Robotik
4
4
6
6
5.
Pembuatan , Perbaikan dan Pemeliharaan Peralatan Elektronika
7
7
6.
Produk Kreatif dan Kewirausahaan
5
5
5
5
Jumlah C (C1, C2, dan C3)
22
22
29
29
30
30
Total
46
46
46
46
46
46

Struktur Kurikulum SMK 2017 Bisnis dan Manajemen | Bisnis Daring dan Pemasaran

MATA PELAJARAN
KELAS
X XI XII
1 2 1 2 1 2
A. Muatan Nasional
1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
3
3
3
3
3
3
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
2
2
2
2
2
2
3.
Bahasa Indonesia
4
4
3
3
3
3
4.
Matematika
4
4
4
4
4
4
5.
Sejarah Indonesia
3
3
6.
Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya
3
3
3
3
4
4
B. Muatan Kewilayahan
1.
Seni Budaya
3
3
2.
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
2
2
2
2
Jumlah A dan B
24
24
17
17
16
16
C. Muatan Peminatan Kejuruan
C1. Dasar Bidang Keahlian
1.
Simulasi dan Komunikasi Digital
3
3
2.
Ekonomi Bisnis
2
2
3.
Administrasi Umum
2
2
4.
IPA
2
2
C2. Dasar Program Keahlian
1.
Marketing
4
4
2.
Perencanaan Bisnis
4
4
3.
Komunikasi Bisnis
5
5
C3. Kompetensi Keahlian
1.
Penataan Produk
4
4
6
6
2.
Bisnis Online
7
7
7
7
3.
Pengelolaan Bisnis Ritel
6
6
6
6
4.
Administrasi Transaksi
7
7
6
6
5.
Produk Kreatif dan Kewirausahaan
5
5
5
5
Jumlah C (C1, C2, dan C3)
22
22
29
29
30
30
Total
46
46
46
46
46
46

Struktur Kurikulum SMK 2017 Bisnis dan Manajemen | Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran

MATA PELAJARAN
KELAS
X XI XII
1 2 1 2 1 2
A. Muatan Nasional
1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
3
3
3
3
3
3
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
2
2
2
2
2
2
3.
Bahasa Indonesia
4
4
3
3
3
3
4.
Matematika
4
4
4
4
4
4
5.
Sejarah Indonesia
3
3
6.
Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya
3
3
3
3
4
4
B. Muatan Kewilayahan
1.
Seni Budaya
3
3
2.
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
2
2
2
2
Jumlah A dan B
24
24
17
17
16
16
C. Muatan Peminatan Kejuruan
C1. Dasar Bidang Keahlian
1.
Simulasi dan Komunikasi Digital
3
3
2.
Ekonomi Bisnis
2
2
3.
Administrasi Umum
2
2
4.
IPA
2
2
C2. Dasar Program Keahlian
1.
Teknologi Perkantoran
4
4
2.
Korespondensi
5
5
3.
Kearsipan
4
4
C3. Kompetensi Keahlian
1.
Otomatisasi Tata Kelola Kepegawaian
6
6
7
7
2.
Otomatisasi Tata Kelola Keuangan
6
6
6
6
3.
Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana
6
6
6
6
4.
Otomatisasi Tata Kelola Humas dan Keprotokolan
6
6
6
6
5.
Produk Kreatif dan Kewirausahaan
5
5
5
5
Jumlah C (C1, C2, dan C3)
22
22
29
29
30
30
Total
46
46
46
46
46
46

Struktur Kurikulum SMK 2017 Bisnis dan Manajemen | Akuntansi dan Keuangan Lembaga

MATA PELAJARAN
KELAS
X XI XII
1 2 1 2 1 2
A. Muatan Nasional
1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
3
3
3
3
3
3
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
2
2
2
2
2
2
3.
Bahasa Indonesia
4
4
3
3
3
3
4.
Matematika
4
4
4
4
4
4
5.
Sejarah Indonesia
3
3
6.
Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya
3
3
3
3
4
4
B. Muatan Kewilayahan
1.
Seni Budaya
3
3
2.
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
2
2
2
2
Jumlah A dan B
24
24
17
17
16
16
C. Muatan Peminatan Kejuruan
C1. Dasar Bidang Keahlian
1.
Simulasi dan Komunikasi Digital
3
3
2.
Ekonomi Bisnis
2
2
3.
Administrasi Umum
2
2
4.
IPA
2
2
C2. Dasar Program Keahlian
1.
Etika Profesi
4
4
2.
Aplikasi Pengolah Angka/Spreadsheet
5
5
3.
Akuntansi Dasar
5
5
4.
Perbankan Dasar
4
4
C3. Kompetensi Keahlian
1.
Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur
6
6
7
7
2.
Praktikum Akuntansi Lembaga/Instansi Pemerintah
4
4
4
4
3.
Akuntansi Keuangan
6
6
6
6
4.
Komputer Akuntansi
5
5
5
5
5.
Administrasi Pajak
3
3
3
3
5.
Produk Kreatif dan Kewirausahaan
5
5
5
5
Jumlah C (C1, C2, dan C3)
22
22
29
29
30
30
Total
46
46
46
46
46
46

Struktur Kurikulum SMK 2017 adalah Struktur Kurikulum 2013 SMK Revisi 2016

Struktur Kurikulum SMK 2017 adalah Struktur Kurikulum 2013 SMK Revisi 2016 . Mengapa saya katakan demikian? Sejak pertengahan tahun 2105 telah dilakukan berbagai diskusi dan kegiatan penyusunan draft Revisi Kurikulum 2013. Dalam kegiatan Diklat Instruktur Propinsi Kurikulum 2013 di VEDC Malang, salah satu Instruktur Nasional Kurikulum 2013 juga sudah menginformasikan telah diperolehnya Draft Revisi Kurikulum 2013 dan sudah dilakukan uji publik. Ini telah mengindikasikan adanya revisi terhada Kurikulum 2013 SMK.

Namun, hingga tahun 2016 berakhir, berita tentang Kurikulum 2013 SMK Revisi belum ada kepastian sampai terbitnya Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 4678/D/KEP/MK/2016 Tahun 2016 tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan yang menata terlebih dahulu sebaran (spektrum) bidang keahlian, program keahlian dan paket keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan (SMK/MAK)

Adanya rencana Kurikulum 2013 Revisi juga menghembuskan isu dan atau istilah yang lain tentang Kurikulum SMK yaitu istilah Kurikulum Nasional, Kurikulum Terbaru, Kurikulum 2013 Revisi 2016. Di samping itu kita juga sama-sama tahu di tahun 2016 telah diterbitkan Spektrum SMK yang baru. Spektrum SMK yang baru dan final itu telah mengisyaratkan adanya perubahan-perubahan. Akhirnya Struktur Kurikulum SMK 2017 berlaku sebagai Struktur Kurikulum 2013 SMK Revisi 2016.

Struktur Kurikulum SMK 2017 adalah Struktur Kurikulum SMK Terbaru

Struktur Kurikulum SMK 2017 adalah Struktur Kurikulum SMK Terbaru. Sejak diberlakukan mulai tahun 2013 belum pernah ada lagi struktur kurikulum yang ditetapkan. Mengingat banyaknya tantangan ke depan bagi lulusan SMK sangat tepat adanya langkah penataan ulang Kurikulum 20013 ini.

Struktur Kurikulum SMK 2017 mengucapkan terima kasih kepada www.google.co.id atas penayangan snippet posting Struktur Kurikulum SMK 2017 yang mendapat tempat penayangan spesial.

kurikulum smk terbaru
kurikulum smk terbaru

.

Download Struktur Kurikulum SMK 2017

Struktur Kurikulum SMK 2017 yang ditetapkan dengan SK Dirjen Dikdasmen No. 130/D/KEP/KR/2017 dapat di download di sini …

Salinan SK Dirjen Struktur Kurikulum SMK No 130 ( https://drive.google.com/file/d/0BxuiQ-cxi2TYRVhxUVhwekFVcms/view )
Salinan Lamp SK Dirjen Struktur Kurikulum SMK No 130 ( https://drive.google.com/file/d/0BxuiQ-cxi2TYMGwyd0U1VFNFa3c/view )

struktur kurikulum saat ini struktur kurikulum smk 2018

Kompetensi Inti – Kompetensi Dasar (KI-KD) Struktur Kurikulum SMK 2017

Kompetensi Inti (KI) menurut Permendikbud No. 24 Tahun 2016 yang dibedakan dalam 4 (empat) jenis kompetensi inti, sesungguhnya adalah kompetensi generik untuk menekankan pentingnya keseimbangan fungsi sebagai manusia Indonesia seutuhnya.

Kompetensi Inti (KI) pada Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Kejuruan SMK merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan yang harus dimiliki seorang peserta didik sekolah menengah kejuruan SMK pada setiap tingkat kelas.
Kompetensi Inti (KI) sebagaimana dimaksud di atas terdiri atas:
a. Kompetensi Inti (KI) sikap spiritual;
b. Kompetensi Inti (KI) sikap sosial;
c. Kompetensi Inti (KI) pengetahuan; dan
d. Kompetensi Inti (KI) keterampilan.

Kompetensi Inti (KI) selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan Kompetensi dan ruang lingkup materi yang bersifat spesifik untuk setiap mata pelajaran.

Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Berdasarkan Permendikbud No. 24 2016

Kompetensi Inti yang tercantum dalam Permendikbud No. 24 Tahun 2016 untuk Sekolah Menengah Kejuruan SMK terdiri atas kompetensi inti mata pelajaran – mata pelajaran sebagai berikut:

  1. Bahasa Indonesia
  2. Matematika
  3. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
  4. Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
  5. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
  6. Sejarah Indonesia
  7. Bahasa Inggris
  8. Seni Budaya
  9. Prakarya dan Kewirausahaan

Kompetensi Inti untuk mata pelajaran kelompok C yang merupakan ciri khas SMK pada permendikbud No. 24 Tahun 2016 belum tercantum. Karena itulah Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Revisi 2017 tidak lama lagi tentu akan di rilis.

Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Bahasa Indonesia Klas X

  • Kompetensi Inti 1 Sikap Spiritual, yaitu “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”.
  • Kompetensi Inti 2 Sikap Sosial, yaitu “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”.
  • Kompetensi Inti 3 Pengetahuan, yaitu “Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
  • Kompetensi Inti 4 Keterampilan, yaitu “Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan”.

Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Matematika Klas X

  • Kompetensi Inti 1 Sikap Spiritual, yaitu “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”.
  • Kompetensi Inti 2 Sikap Sosial, yaitu “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”.
  • Kompetensi Inti 3 Pengetahuan, yaitu “Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah”.
  • Kompetensi Inti 4 Keterampilan, yaitu “Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan”.

Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Revisi 2017

Kompetensi Inti KI SMK (Revisi 2017) berdasarkan Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017), rumusan Kompetensi Inti SMK Revisi menggunakan format :

Format Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

KOMPETENSI INTI 1 (SIKAP SPIRITUAL) KOMPETENSI INTI 2 (SIKAP SOSIAL)
1.  Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2.  Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN)

KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)

3.   Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kajian_____________ ___________ (diisi nama Mapel: PA-BP atau PPKn)pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. 4.   Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kajian _______________ _____________ _______________________(diisi nama Mapel: PA-BP atau PPKn).

Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Format Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Mata Pelajaran Kelompok A dan B selain PA-BP dan PPKn untuk Program Pendidikan 3 Tahun

Rumusan kompetensi inti sikap spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”.

Rumusan kompetensi inti sikap sosial yaitu, “Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)
3.   Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kajian/kerja ______ ___________________________(diisi Nama Mapel) pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. 4.   Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kajian/kerja _________ _________________ ___________________(diisi Nama Mapel).

Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Format Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Mata Pelajaran Kejuruan Program Pendidikan 3 Tahun

Rumusan kompetensi inti sikap spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”.

Rumusan kompetensi inti sikap sosial yaitu, “Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)
3.    Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja ________________________(diisi Kompetensi Keahlian)pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. 4.    Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja ______________________________ ____________________ (diisi Kompetensi Keahlian). Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Pembelajaran berpusat pada siswa K 2006 dan K 2013

pembelajaran-berpusat-pada-siswa

Pembelajaran Berpusat pada Siswa

Pembelajaran berpusat pada siswa itu cara pandang pendidikan. Pembelajaran berpusat pada siswa dianjurkan K 2006 dan K 2013. Pembelajaran berpusat pada siswa yang dilakukan dengan benar, memberi kesempatan yang benar-benar sama pada siswa untuk berprestasi walaupun mereka berbeda karakteristiknya berbeda satu dengan yang lain. Pendidikan di Indonesia sudah jelas memilih pandangan pembelajaran berpusat pada siswa ini. Marilah kita diskusikan bersama.

Pengertian pembelajaran berpusat pada siswa

Pembelajaran berpusat pada siswa atau pembelajaran berpusat pada peserta didik dalam bahasa Indonesia dapat kita definisikan berdasarkan kata-kata pembentuknya. Pembelajaran adalah proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar, berpusat/ber·pu·sat/ v berpangkal atau berpokok di (pada, kepada), siswa/sis·wa/ n murid (terutama pada tingkat sekolah dasar dan menengah). Jadi, pembelajaran berpusat pada siswa ialah proses, cara, perbuatan menjadikan siswa (aktif) belajar dengan mempertimbangkan hal-hal / sifat-sifat / karakteristik yang ada pada diri siswa yang akan belajar itu. Karakteristik setiap siswa digunakan sebagai dasar dalam perancangan proses pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan penilaian pembelajaran.

Pembelajaran berpusat pada siswa mengacu pada berbagai macam program pendidikan, pengalaman belajar, pendekatan instruksional, dan dukungan strategi akademik yang dimaksudkan untuk mengatasi kebutuhan belajar, minat, aspirasi, atau latar belakang budaya yang berbeda dari individu siswa dan kelompok siswa. Untuk mencapai tujuan ini, sekolah-sekolah, guru, pembimbing, dan spesialis pendidikan lainnya dapat menggunakan berbagai macam metode pendidikan, dari memodifikasi tugas dan strategi pembelajaran di kelas untuk sepenuhnya mendesain ulang cara-cara di mana siswa dikelompokkan dan diajarkan di sekolah (http://edglossary.org/student-centered-learning/, diakses 10-02-2017 pukul 23:48 Wita diterjemahkan translate.google.com).

pembelajaran berpusat pada siswa
pembelajaran berpusat pada siswa

Jadi, pengertian pembelajaran berpusat pada siswa dapat didefinisikan sebagai serangkaian usaha guru dan sekolah menjadikan siswa (aktif) belajar melalui penyediaan proses-proses, cara-cara, kegiatan-kegiatan pemberian pengalaman, penerapan-penerapan pendekatan pedagogik dan dukungan strategi akademis untuk memenuhi kebutuhan belajar yang berbeda pada diri siswa sebagai akibat adanya perbedaan karakteristik siswa / peserta didik.

Pembelajaran berpusat pada siswa berlaku sejak KTSP 2006

Pembelajaran berpusat pada siswa sesungguhnya sudah dianjurkan sejak pemberlakuan atau penerapan Kurikulum 2006. Sayangnya … pada saat itu kebanyakan kita belum sadar atau ‘belum mau’ menyadarinya.  Berikut kutipan salah satu prinsip penyusunan KTSP yang menunjukkan bahwa prinsip pembelajaran berpusat pada siswa telah digunakan.

Prinsip 1 Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Peserta didik memiliki posisi sentral, berarti segala kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik. (Sumber: MK01 Teknik Penyusunan KTSP dan Silabus SMK, Dit PSMK, 2008)

Betul kan?

Jadi, sebetulnya tidak benar alasan jika pembelajaran berpusat pada siswa hanya berlaku atau diterapkan pada pembelajaran Kurikulum 2013. Berdasarkan uraian di atas, pembelajaran berpusat pada siswa seharusnya juga diterapkan pada pembelajaran yang menggunakan Kurikulum 2006.

Pembelajaran berpusat pada siswa diterapkan pada pembelajaran Kurikulum 2006 maupun pembelajaran Kurikulum 2013, karena itu logikanya pembelajaran berpusat pada siswa seharusnya diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia.

pembelajaran_berpusat_pada_siswa1
pembelajaran_berpusat_pada_siswa1

Pembelajaran berpusat pada siswa Kurikulum 2013

Pembelajaran Berpusat Pada Siswa  (Student Centred Learning) merupakan pendekatan pembelajaran Kurikulum 2013 seperti tertuang secara jelas dalam Permendikbud No. 81A tentang Implementasi Kurikulum 2013. Pada dokumen regulasi tersebut Pembelajaran Berpusat Pada Siswa  (Student Centred Learning) sebagai ciri Pembelajaran Kurikulum 2013.

Pembelajaran berpusat pada siswa pada kurikulum 2013 disebutkan dalam prinsip penyusunan RPP pada Permendikbud no. 65 tahun 2013 tentang STANDAR PROSES pada huruf c yang berbunyi “Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi,   minat,   kreativitas,   inisiatif,   inspirasi,   inovasi   dan kemandirian”. Prinsip lain yang terkait dengan siswa tersebut pada huruf a. Yang berbunyi “Perbedaan individual peserta didik antara lain   kemampuan awal, tingkat  intelektual,   bakat,   potensi,   minat,   motivasi   belajar, kemampuan     sosial,   emosi,   gaya   belajar,   kebutuhan   khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik”.

Pembelajaran berpusat pada siswa pada kurikulum 2013 kembali disebutkan dalam prinsip penyusunan RPP pada Permendikbud no. 22 tahun 2016 tentang STANDAR PROSES pada huruf c yang berbunyi “Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi,   minat,   kreativitas,   inisiatif,   inspirasi,   inovasi   dan kemandirian”. Hal ini tentu menegaskan kembali agar kita semua mengerti bahwa pendidikan Indonesia benar-benar telah beralih kiblat dari pandangan pembelajaran berpusat pada guru di masa yang lalu memasuki pandangan pembelajaran berpusat pada siswa.

Berdasarkan uraian-uraian di atas sekali lagi admin mengajak rekan-rekan pembaca khususnya para pendidik untuk mengubah mindset, meyakini dan menjalankan pembelajaran berpusat pada siswa baik bagi sekolah yang menjalankan kurikulum KTSP 2006 maupun yang memang telah menjalankan kurikulum 2013 (KTSP 2013).

Perbedaan Karakteristik Siswa dalam Pembelajaran Berpusat Pada Siswa

Apa yang dimaksud dengan perbedaan karakteristik siswa atau peserta didik? Ingatkah rekan-rekan dengan kompetensi 1 dari Standar Kompetensi Guru? Apa hubungannya Kompetensi ke 1 dengan perbedaan karakteristik peserta didik / siswa? Apa pula hubungannya dengan pembelajaran berpusat pada siswa?

Setiap rombongan belajar terdiri atas sejumlah siswa yang sudah barang tentu berbeda antara siswa yang satu dengan siswa yang lain.

Pembelajaran berpusat pada siswa secara konsep adalah solusi dalam rangka menjawab kekurangan-kekurangan dalam proses pembelajaran yang timbul akibat perbedaan-perbedaan karakteristik siswa. Penerapan pembelajaran berpusat pada siswa sebenarnya bermaksud untuk memastikan semua siswa memiliki ‘kesempatan yang sama’ meningkatkan kompetensinya. Pengertian ‘kesempatan yang sama’ yang dimaksudkan dalam hal ini bukan sekedar dalam konteks waktu tetapi  lebih dari pada itu yaitu hampir di seluruh perbedaan karakteristik siswa.

ka.rak.te.ris.tik menurut http://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/karakteristik memiliki pengertian  mempunyai sifat khas sesuai dengan perwatakan tertentu. Setiap siswa sudah bisa dipastikan membawa sifat-sifat tertentu yang ada dalam dirinya yang dapat berasal dari diri siswa itu sendiri maupun yang dibawanya dari lingkungannya.

Perbedaan karakteristik siswa meliputi banyak faktor. Faktor-faktor ini bisa berasal dari dalam diri siswa sendiri maupun faktor yang berasal dari lingkungan siswa. Faktor karakteristik siswa yang berasal dari dalam diri siswa antara lain seperti fisik, kecerdasan, bakat, kemampuan awal, motivasi, perhatian, persepsi, retensi, gaya belajar. Faktor yang berasal dari lingkungan siswa seperti bahasa, sosial-ekonomi, moral, sosial budaya dan lain-lain. Perbedaan karakteristik siswa seperti ini berpotensi menjadi hambatan dan kendala dalam pendidikan. Kendala-kendala seperti inilah yang akan dieliminir dengan penerapan pembelajaran berpusat pada siswa.

Pembelajaran berpusat pada siswa mengharuskan sekolah dan guru mencatat dan menggunakan informasi tentang karakteristik peserta didik untuk membantu proses pembelajaran. Sayangnya, unsur-unsur karakteristik siswa tidak seluruhnya dapat diidentifikasi hanya dengan pandangan mata. Beberapa karakteristik siswa harus diidentifikasi dengan cermat dan teliti dengan alat atau instrumen. Karena itu, kompetensi pedagogik guru yang pertama dituntut oleh Standar Kompetensi Guru yang tertuang dalam Permendiknas No. 16 Tahun 2007 ialah :

  1. Memahami karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosial-emosional, moral, spiritual, dan latar belakang sosial-budaya.
  2. Mengidentifikasi potensi peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.
  3. Mengidentifikasi bekal-ajar awal peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.
  4. Mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.

Berdasarkan uraian di atas jelas kiranya pembelajaran berpusat pada siswa dapat dilaksanakan dengan benar jika perbedaan karakteristik siswa dicatat dan diidentifikasi oleh guru dengan benar. Tanpa didasari identifikasi perbedaan karakteristik siswa penerapan pembelajaran berpusat pada siswa tidak berdasar pada kebutuhan belajar siswa.

Identifikasi Karakteristik Siswa untuk Pembelajaran Berpusat Pada Siswa

Pembelajaran Berpusat Pada Siswa menempatkan siswa dalam posisi sentral. Hal ini berarti perbedaan-perbedaan karakteristik siswa, potensi, bekal ajar dan bahkan kesulitan belajar siswapun harus menjadi dasar pertimbangan dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran maupun penilaian pembelajaran. Sebagai contoh, satu sekolah di Kalimantan Selatan memiliki siswa yang berasal dari berbagai suku yang tinggal di sekitar sekolah tersebut dan berada pada satu rombongan belajar / kelas. Setelah dilakukan identifikasi perbedaan karakteristik siswa pada rombel tersebut diperoleh data karakteristik siswa sebagai berikut:

No Nama L/P Skor IQ Gaya Belajar 1 Gaya Belajar 2 Bekal Ajar Bahasa Ibu Fisik
1 Agus L 83 Visual Numerical Expressiveness Written 25 Jawa Normal
2 Ridwan L 67 Auditory Language Visual Language 10 Banjar Minus
3 Febri P 90 Auditory Numerical Visual Numerical 20 Jawa Normal
4 Noto L 70 Kinesthetic Visual Numerical 15 Jawa minus
5 Dewi P 90 Social-Individual Visual Numerical 35 Banjar Normal
6 Citra P 85 Social-Individual Auditory Language 25 Banjar Normal
7 Murhan L 90 Social-Group Auditory Numerical 35 Banjar Normal
8 Firli L 80 Social-Group Kinesthetic 20 Banjar Normal
9 Rita P 80 Social-Group Social-Individual 20 Banjar Normal
10 Zaenab P 80 Visual Numerical Social-Individual 30 Banjar Normal
11 Kasman L 85 Visual Numerical Social-Group 30 Batak Normal
12 Rina P 85 Visual Numerical Auditory Language 30 Banjar Normal
13 Ardi L 83 Visual Numerical Auditory Language 30 Jawa Normal
14 Wira L 110 Auditory Language Social-Group 40 Banjar minus
15 Cici P 78 Auditory Numerical Social-Group 35 Jawa Normal
16 Marwan L 70 Kinesthetic Social-Group 15 Jawa Normal

Pada pembelajaran berpusat pada siswa hasil identifikasi perbedaan karakteristik siswa seperti tampak pada tabel di atas sangat berguna. Sekali lagi, pembelajaran berpusat pada siswa menempatkan siswa sebagai sentral sehingga perbedaan karakteristik siswa harus digunakan sebagai salah satu dasar perancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan penilaian pembelajaran. Dengan memiliki data seperti ditunjukkan pada tabel di atas kita bisa mengetahui jenis-jenis kebutuhan belajar siswa dengan lebih akurat, bukan sekedar asal menyediakan kegiatan belajar.

Kebutuhan Belajar Siswa dalam Pembelajaran Berpusat Pada Siswa

Pembelajaran berpusat pada siswa  (Student Centred Learning) menjadi pendekatan wajib bagi seluruh sekolah baik yang melaksanakan kurikulum 2013 maupun kurikulum 2006. Hasil identifikasi perbedaan karakteristik siswa memberikan informasi kepada guru bentuk-bentuk kebutuhan belajar siswa. Informasi ini harus digunakan untuk memberi ruang bagi siswa untuk belajar menurut ketertarikan, kemampuan pribadi, gaya belajar dan faktor karakteristik siswa lainnya.

Jenis Gaya Belajar Gaya Belajar 1 Gaya Belajar 2
Visual Numerical 31% 19%
Visual Language 0% 6%
Social-Individual 13% 13%
Social-Group 19% 25%
Kinesthetic 13% 6%
Expressiveness Written 0% 6%
Expressiveness Oral 0% 0%
Auditory Numerical 13% 6%
Auditory Language 13% 19%

Berdasarkan contoh Tabel Identifikasi perbedaan karakteristik siswa seperti tampak pada tabel di atas dapat kita temukan data-data yang dapat kita ringkas sebagai berikut:

  1. Siswa secara natural berbeda-beda satu dengan yang lainnya baik dalam ketertarikannya terhadap suatu bahan ajar, kemampuan intelektual masing-masing maupun dalam gaya belajar yang disukainya (lihat tabel contoh perbedaan karakteristik siswa di atas). Guru pada batas tertentu mempunyai kemampuan dan kemungkinan memanipulasi memotivasi dan mendorong belajar siswa mencapai kemampuan optimal.
  2. Sebagian besar siswa memiliki skor intelegesi mendekati batas kemampuan rata-rata dan hanya beberapa memiliki skor intelegesi melebihi rata-rata. Ini memberi sinyal kepada guru bahwa siswa memerlukan waktu yang cukup untuk menyerap bahan ajar.
  3. 31% siswa merasa nyaman belajar dengan gaya belajar Visual Numerical pada gaya belajar utama yang disukainya dan 19% siswa lainnya juga menyukai gaya belajar Visual Numerical meskipun itu adalah gaya belajar kedua yang disukainya. Siswa-siswa dengan gaya belajar Visual Numerical membutuhkan bahan ajar dalam bentuk visual dan lebih spesifik mereka lebih menyukai angka atau bilangan yang dituliskan dibanding dengan hanya disebutkan. Jadi sangat dianjurkan guru membuat lebih banyak media berupa gambar-gambar untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa-siswa dengan gaya belajar ini.
  4. 19 % siswa menyukai belajar berkelompok dan 25 % lainnya menyukai belajar dengan berkelompok pada gaya belajar pilihan keduanya. Dengan demikian dapat dikatakan 40 % memiliki kebutuhan belajar berbentuk interaksi sosial berkelompok.
  5. 13 % sampai dengan 26 % siswa merasa nyaman belajar sendiri dan seterusnya.

Cukup jelas kiranya dalam pembelajaran berpusat pada siswa, kebutuhan belajar apa yang diperlukan siswa-siswa pada contoh di atas. Guru selanjutnya dapat mempersiapkan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Dengan demikian satu elemen pembelajaran berpusat pada siswa dapat dipenuhi.

Strategi Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran Berpusat Pada Siswa (Student Centred Learning)

Pembelajaran berpusat pada siswa (Student Centred Learning) yang merupakan ciri pembelajaran kurikulum 2013 yang menerapkan pendekatan saintifik juga melibatkan siswa dalam proses belajarnya dan perlu mengikuti prinsip kerja kelompok atau pembelajaran kooperatif (cooperative learning). Ada beberapa rekan yang bertanya … benarkah pembelajaran kurikulum 2013 perlu menggunakan pembelajaran kooperatif (cooperative learning) karena mereka tidak menemukan panduan tentang hal itu? Setelah membuka ulang beberapa dokumen pendukung pembelajaran kurikulum 2013 memang benar istilah pembelajaran kooperatif (cooperative learning) tidak muncul di dalam dokumen kurikulum 2013 dengan istilah persis seperti itu … pembelajaran kooperatif (cooperative learning). Namun demikian terdapat beberapa paragraf yang menurut pemahaman saya mengindikasikan perlunya pembelajaran kooperatif (cooperative learning) dalam implementasi kurikulum 2013.

Strategi Pembelajaran Kooperatif perlu dilakukan pada pembelajaran berpusat pada siswa. Coba pembaca lihat kembali tabel hasil identifikasi perbedaan karakteristik siswa di atas. Siswa-siswa yang memiliki gaya belajar social-group mereka akan berhasil membangun kompetensi dalam diri mereka berkat interaksi antar siswa. Inilah kebutuhan belajar mereka. Karena itulah perlu sekali penerapan strategi pembelajaran kooperatif dalam pembelajaran berpusat pada siswa. Di samping membangun pengetahuan dan kompetensi dalam diri siswa, interaksi antar siswa juga berfungsi sebagai media menumbuhkembangkan kompetensi sosial. Kurikulum 2013 mengharapkan tumbuh dan berkembangnya kompetensi sosial ini melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yang terjadi dalam strategi pembelajaran kooperatif. Pada Kurikulum 2006 strategi pembelajaran ini menciptakan efek menyenangkan / tidak membosankan.

Strategi pembelajaran kooperatif (cooperatif learning) yang dapat digunakan banyak macamnya. Pembelajaran kooperatif (cooperatif learning) yang saya kenalkan di sini dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran berpusat pada siswa yang diadopsi dari Program Master Trainer Pedagogy Program kerjasama Kemdikbud dengan ITE Singapore. Jenis strategi pembelajaran kooperatif  (cooperatif learning) tersebut adalah:

  1. Jig Saw
  2. Numbered Heads Together
  3. Reciprocal Learning
  4. Think-Pair-Share
  5. Circle of Knowledge
  6. Send-a-Problem
  7. TAPPS
  8. PMI
  9. Taking sides

Dasar-dasar Merancang Pembelajaran Berpusat Pada Siswa

Pembelajaran Berpusat Pada Siswa (Student Centred Learning) merupakan pembelajaran kurikulum 2013 yang menempatkan siswa sebagai subyek untuk belajar, artinya siswa sendirilah yang melakukan langkah-langkah (secara aktif) dalam rangka belajar yang telah dirancang secara cermat oleh guru. Saat itu guru aktif memfasilitasi dan membimbing agar siswa mampu melakukan langkah-langkah belajarnya. Karena itu guru perlu lebih cermat lagi merencanakan kegiatan-kegiatan siswa ini dalam rpp (rencana pelaksanaan pembelajaran). Berbagai jenis konten/materi pembelajaran perlu disusun sedemikian rupa sehingga memudahkan siswa mengkonstruksi pemahaman terhadap konten/materi pembelajaran.

Secara garis besar, merancang pembelajaran berpusat pada siswa terdiri atas langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Merancang Aktifitas-aktifitas Belajar Berpusat pada Siswa yang Sesuai
  2. Memilih Strategi Pembelajaran Kooperatif yang tepat
  3. Memilih Strategi Penilaian Formatif yang sesuai
  4. Merancang Aktifitas-aktifitas Belajar Berpusat pada Siswa yang Sesuai

Pembelajaran Berpusat Pada Siswa menuntut siswa untuk aktif belajar melalui aktifitas-aktifitas dalam rangka meraih sub-sub kompetensi yang membentuk kompetensi utama secara utuh. Oleh karena itu, guru harus secara cermat menyiapkan kegiatan-kegiatan dan aktifitas-aktifitas yang sesuai dengan tujuan akhir pembelajaran. Penyusunan aktifitas belajar berpusat pada siswa ini harus memperhatikan karakteristik-karakteristik siswa pada umumnya. Begitu juga dengan pendekatan cara belajar siswa juga merupakan pertimbangan yang pantas diterapkan.

Memilih Strategi Pembelajaran Kooperatif yang tepat pada pembelajaran berpusat pada Siswa

Siswa berbeda satu dengan yang lain termasuk diantaranya dalam cara belajar mereka. Banyak diantara mereka merasa nyaman dan enak belajar ketika siswa belajar secara berkelompok. Oleh karena itu, aktifitas-aktifitas belajar berpusat pada siswa perlu mengimplementasikan pembelajaran kooperatif / pembelajaran ber kelompok.

Memilih Strategi Penilaian Formatif yang sesuai pada pembelajaran berpusat pada Siswa

Pembelajaran Berpusat Pada Siswa sarat dengan aktifitas-aktifitas belajar siswa. Dalam prosesnya banyak inisiatif, kerja sama, toleransi dan berbagai keterampilan sosial lainnya yang harus menjadi perhatian guru sebagai hasil dari interaksi antara siswa dengan siswa, antara siswa dengan guru maupun siswa dengan sumber belajar lainnya. Hal-hal inilah yang mendasari perlunya memilih strategi penilaian formatif yang tepat untuk mendapatkan penilaian autentik sesuai proses pembelajaran berpusat pada siswa.

Kita lanjutkan lagi nanti …

Mengomunikasikan

mengomunikasikan

Pengertian Mengomunikasikan

Mengomunikasikan adalah kompetensi penting hidup di abad 21. Mengomunikasikan telah diadopsi dalam pembelajaran Kurikulum 2013. Mengomunikasikan menjadi satu tahapan esensial pembelajaran. Merujuk pada situs http://kbbi.web.id/komunikasi memberi arti mengomunikasikan /me·ngo·mu·ni·ka·si·kan/ adalah mengirim lewat saluran komunikasi; menyebarkan melalui saluran komunikasi. Cukup jelas kiranya bahwa mengomunikasikan adalah kegiatan aktif mengirimkan isi pesan melalui saluran komunikasi.

mengomunikasikan
mengomunikasikan

Melihat arti penting keterampilan mengomunikasikan pada era pasar bebas ini maka sudah seharusnya kita memberikan dukungan dan bimbingan kepada para siswa. Bagi siswa keterampilan mengomunikasikan menjadi salah satu kunci sukses mereka di abad 21 ini.

Mengomunikasikan pada Kurikulum 2013

Mengomunikasikan telah diadopsi di dalam Kurikulum 2013 sebagai salah satu elemen Standar Kompetensi Lulusan. Permendikbud 20 tahun 2016 menetapkan Standar Kompetensi Lulusan jenjang SMA sebagai berikut:

“” Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif melalui pendekatan ilmiah sebagai pengembangan dari yang dipelajari di satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri. “”

Selanjutnya, keterampilan mengomunikasikan diterjemahkan di dalam kompetensi inti keterampilan yang tertuang dalam Permendikbud 21 tahun 2016 yang berbunyi:

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara:

  • efektif,
  • kreatif,
  • produktif,
  • kritis,
  • mandiri,
  • kolaboratif,
  • komunikatif, dan
  • solutif,

dalam ranah konkret dan abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Keterampilan mengomunikasikan diimplementasikan di dalam standar proses Permendikbud no 22 Tahun 2016. Pelaksanaan pembelajaran mengomunikasikan di implementasikan di dalam Permendikbud 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran. Dalam pembelajaran mengomunikasikan adalah tahap ke 5 dari urutan logis pendekatan saintifik yang terdiri dari mengamati menanya mengumpulkan informasi mengasosiasikan.

Mengomunikasikan dalam Pendekatan Saintifik

Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik pada proses pembelajarannya seperti tertuang dalam lampiran Permendikbud No. 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pendekatan saintifik , ditetapkan secara jelas dalam Permendikbud No. 103 Tahun 2014 Tentang Pembelajaran. Pada pasal 2 ayat 7. Pada ayat 8 dinyatakan bahwa Pendekatan saintifik/pendekatan berbasis proses keilmuan sebagaimana dimaksud pada ayat (7) merupakan pengorganisasian pengalaman belajar dengan urutan logis meliputi proses pembelajaran:

  1. mengamati;
  2. menanya;
  3. mengumpulkan informasi/mencoba;
  4. menalar/mengasosiasi; dan
  5. mengomunikasikan
Deskripsi kegiatan mengomunikasikan

Mengomunikasikan merupakan tahap ke 5 pada pendekatan saintifik setelah mengamati menanya mengumpulkan informasi mengasosiasi. Deskripsi kegiatan yang dapat dilakukan meliputi:

  • menyajikan laporan dalam bentuk bagan, diagram, atau grafik;
  • menyusun laporan tertulis;
  • menyajikan laporan meliputi proses, hasil, dan kesimpulan secara lisan
  • menyajikan laporan meliputi proses, hasil, dan kesimpulan secara elektronik
  • menyajikan laporan dalam bentuk bagan, diagram, atau grafik di blog sekolah / blog kolaborasi
  • menyajikan laporan dalam bentuk video di youtube.com
Bentuk Hasil Mengomunikasikan

menyajikan hasil kajian (dari mengamati sampai menalar) dalam bentuk tulisan, grafis, media elektronik, multimedia dan lain-lain. Dalam rangka mengiplementasikan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, proses pembuatan dan penyajian dapat digunakan laptop/pc dalam bentuk tayangan power poin maupun berbentuk blog atau website.