Indikator Pencapaian Kompetensi IPK

indikator pencapaian kompetensi ipk

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK komponen RPP yang krusial. Indikator Pencapaian Kompetensi IPK menjamin akurasi pembelajaran. Indikator Pencapaian Kompetensi IPK harus dirumuskan dengan kata kerja operasional KKO yang tepat. 

Indikator artinya penunjuk atau tanda-tanda yang tampak, pencapaian artinya telah dikuasai , kompetensi artinya kemampuan melakukan sesuatu. Jadi, Indikator Pencapaian Kompetensi IPK ialah tanda-tanda yang (seharusnya) tampak pada seseorang yang telah menguasai suatu kemampuan melakukan sesuatu

Pengertian Indikator Pencapaian Kompetensi IPK

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK adalah komponen RPP esensial. Indikator Pencapaian Kompetensi IPK menjadi penanda bahwa kompetensi yang dipelajari sudah dikuasai. Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang spesifik dapat diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Indikator pencapaian kompetensi IPK merupakan rumusan kemampuan yang harus dilakukan atau ditampilkan oleh siswa untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar (KD).

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2014, pada ayat (4) huruf b dinyatakan bahwa indikator pencapaian kompetensi adalah:
a. kemampuan yang dapat diobservasi untuk disimpulkan sebagai pemenuhan Kompetensi Dasar pada Kompetensi Inti 1 dan Kompetensi Inti 2, dan
b. kemampuan yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk disimpulkan sebagai pemenuhan Kompetensi Dasar pada Kompetensi Inti 3 dan Kompetensi Inti 4

Merujuk pada definisi di atas, semakin jelas bahwa indikator pencapaian kompetensi IPK merupakan tolok ukur ketercapaian suatu KD. Oleh karena itu maka indikator pencapaian kompetensi juga menjadi acuan penilaian mata pelajaran.

indikator pencapaian kompetensi ipk
indikator pencapaian kompetensi ipk

Fungsi Indikator Pencapaian Kompetensi IPK

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK, seperti disinggung di atas, menjadi tolok ukur ketercapaian suatu kompetensi dasar.  Indikator Pencapaian Kompetensi menjabarkan Kompetensi Dasar ke dalam unit-unit kompetensi yang lebih rinci (kecil). Ketika peserta didik sudah mampu melakukan seluruh / semua unit kompetensi yang lebih rinci ini, peserta didik berarti telah menguasai kompetensi dasar yang dipelajari. Dengan kata lain dapat dinyatakan unit kompetensi yang lebih rinci ini merupakan sub kompetensi dasar. Penguasaan peserta didik terhadap sub kompetensi dasar keberhasilannya diindikasikan oleh Indikator Pencapaian Kompetensi IPK. Di sinilah maksud dari fungsi indikator pencapaian kompetensi sebagai tolok ukur keberhasilan penguasaan kompetensi dasar.

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK, selain berfungsi sebagai penanda dikuasainya sebuah kompetensi dasar juga berfungsi sebagai acuan penentuan tujuan pembelajaran. Setiap indikator pencapaian kompetensi yang kita nyatakan sebagai tolok ukur penguasaan kompetensi dasar sudah tentu terdiri dari sejumlah pengetahuan dan sejumlah elemen keterampilan penyusun. Ketika peserta didik sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan elementer masing-masing indikator pencapaian kompetensi maka dapat diharapkan peserta didik mampu menunjukkan performa telah memiliki indikator pencapaian kompetensi.

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK, juga berfungsi sebagai acuan penentuan materi pembelajaran. Hal ini berkaitan dengan fungsi indikator pencapaian kompetensi sebagai tolok ukur penguasaan kompetensi dasar. Ketika kita sudah mengidentifikasi indikator-indikator pencapaian kompetensi dari suatu kompetensi dasar (KD) maka otomatis tersirat juga di sana materi-materi pembelajaran yang seharusnya dikuasai peserta didik.

Fungsi indikator pencapaian kompetensi selanjutnya ialah sebagai acuan penyusunan instrumen penilaian pembelajaran atau dalam pembuatan soal-soal evaluasi. Mengapa soal-soal evaluasi harus mengacu pada indikator pencapaian kompetensi? Jawabannya … baru saja kita diskusikan di 3 paragraf di atas. Indikator pencapaian kompetensi adalah tolok ukur tercapainya kompetensi dasar oleh peserta didik. Jadi, jelas sekali, ketika soal-soal evaluasi sudah dibuat mengacu pada indikator pencapaian kompetensi (yang esensial) dan peserta didik mampu mengerjakannya dengan benar maka peserta didik yang bersangkutan sudah menguasai kompetensi dasar.

Sebuah kompetensi dasar atau KD boleh jadi mempunyai beberapa sub kompetensi yang merupakan unsur-unsur kompetensi dasar. Unit kompetensi inilah yang seharusnya diidentifikasi dengan cermat oleh guru pada proses perencanaan pembelajaran yaitu analisis materi pembelajaran. Sebaiknya proses identifikasi indikator pencapaian kompetensi dilakukan dengan teliti sehingga kita dapatkan unit kompetensi unsur esensial dari setiap kompetensi dasar.

Secara normatif, membuat indikator pencapaian kompetensi itu relatif mudah, namun menemukan indikator pencapaian kompetensi yang esensial bagi kompetensi dasar tersebut perlu pemikiran. Keberhasilan identifikasi unit kompetensi unsur yang esensial ini diindikasikan dengan indikator pencapaian kompetensi IPK. Karena itu indikator pencapaian kompetensi secara otomatis berfungsi sebagai pengarah bagaimana proses pembelajaran akan dilaksanakan.

Rekan-rekan tentunya pernah membaca sendiri atau bahkan mengalami sendiri penerapan prinsip-prinsip berikut:

  • belajar dari hal yang mudah menuju yang lebih sulit.
  • belajar dari yang nyata menuju yang abstrak (tidak nyata)
  • belajar dengan memperhatikan struktur keilmuan

Mengingat prinsip-prinsip dasar tersebut maka dalam proses analisis, Indikator Pencapaian Kompetensi IPK perlu disusun dengan memperhatikan prinsip di atas. Untuk itu, pada saat analisis, Indikator Pencapaian Kompetensi IPK disusun urutannya dengan memperhatikan prinsip dasar di atas. Jika hal ini kita lakukan maka otomatis proses pembelajaran yang kita lakukan juga mengikuti urutan yang kita buat. Dan hasilnya adalah benar-benar Indikator Pencapaian Kompetensi IPK berfungsi sebagai pemberi arah pelaksanaan pembelajaran.

Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK merupakan penanda perilaku pengetahuan (KD dari KI-3) dan perilaku keterampilan (KD dari KI-4) yang dapat diukur dan atau diobservasi sedangkan perilaku sikap spiritual dari KI-1 dan sikap sosial dari KI-2 tidak diturunkan ke dalam KD dan juga tidak memiliki indikator pencapaian kompetensi IPK pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP, tetapi perilaku sikap spiritual dan sikap sosial harus dikaitkan pada perumusan tujuan pembelajaran.

Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK memerlukan pengetahuan guru tentang kompetensi dasar. Pada kurikulum 2013 kompetensi dasar ada dalam  3 ranah, yaitu kompetensi dasar pengetahuan, kompetensi dasar keterampilan dan kompetensi dasar sikap spiritual dan sosial. Guru yang tidak menguasai kompetensi profesionalnya dengan baik mustahil dapat mengembangkan indikator pencapaian kompetensi ipk.

Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK juga memerlukan pengetahuan guru tentang taxonomi beserta kata kerja operasional (KKO) yang sesuai untuk digunakan. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK adalah menentukan sub kompetensi tertentu sesuai kompetensi dasar yang DAPAT MEWAKILI sejumlah kompetensi-kompetensi rinci/detail. Karena itu dalam merumuskan indikator pencapaian kompetensi kita tidak dapat asal pilih kata kerja operasional begitu saja. Penting bagi kita untuk melakukan kroscek apakah kata kerja operasional yang kita pilih dapat mewakili beberapa kompetensi rinci. Apabila sebuah kata kerja operasional (KKO) dapat mewakili beberapa kata kerja operasional detail atau spesifik maka kata kerja operasional tersebut dapat dipastikan sebagai kata kerja operasional indikator pencapaian kompetensi ipk.

Rumusan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK menggunakan dimensi proses kognitif (dari memahami sampai dengan mengevaluasi dan dimungkinkan sampai kreasi untuk kelas XII jika ketercapaian hasil belajar siswa di atas rata-rata) dan dimensi pengetahuan (faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif) yang sesuai dengan KD, namun tidak menutup kemungkinan perumusan indikator dimulai dari serendah-rendahnya C2 sampai setara dengan KD hasil analisis dan rekomendasi. 

Tabel Hubungan Dimensi Proses Kognitif dan Bentuk Pengetahuan

No

Perkembangan Berfikir Taksonomi Bloom Rivised Anderson (Cognitive Process Dimension)
Bentuk Pengetahuan (Knowledge Dimension)
Keterangan
1.
Mengingat (C1) Pengetahuan Faktual Lower Order Thinking Skills (LOT’s)
2.
Menginterprestasi prinsip (Memahami/C2) Pengetahuan Konseptual
3.
Menerapkan (C3) Pengetahuan prosedural
4.
Menganalisis (C4) Mengevaluasi (C5) dan Mengkreasi(C6) Pengetahuan Metakognitif Higher Order Thinking Skills (HOT’s)

Tabel di atas menunjukkan pada kita bahwa Dimensi Proses Kognitif berkaitan dengan Dimensi Pengetahuan dan sudah pasti membawa dampak perolehan belajar. Sebagai contoh, dimensi proses Mengingat pada level C1 akan berkaitan dengan pengetahuan-pengetahuan faktual. Pada level C2 yaitu memahami, dimensi pengetahuannya adalah pengetahuan tentang konsep-konsep, dan seterusnya. Semua ini akan mengarahkan kita pada pengembangan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK.

Kata Kerja Operasional pada Indikator Pencapaian Kompetensi IPK

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dikembangkan berdasar pada kompetensi dasar menggunakan kata kerja operasional (KKO). Pada pengembangan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dimensi proses kognitif jenjang SMA dan SMK dimulai dari memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan mengkreasi. Pada setiap tingkatan atau dimensi proses ini dapat digunakan kata kerja yang semakna dengan kata kerja pada tingkatan dimensi proses kognitif (KKO). Kata-kata kerja yang merepresentasikan tingkatan atau dimensi proses kognitif ini cukup variatif. Kata-kata kerja ini disebut dengan Kata Kerja Operasional. Kata kerja operasional ialah kata kerja yang menunjukkan satu kegiatan tertentu yang dapat diukur atau diobservasi.

Berikut ini adalah Kata Kerja Operasional dari Taxonomi Bloom olahan Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001)

KKO INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI IPK
Definisi
I.  Mengingat
II.  Memahami
III.  Menerapkan
IV.  Menganalisa
V.  Mengevaluasi
VI.  Mengkreasi
Bloom’s
Definition
Exhibit  memory  of  previously  learned  material  by  recalling  facts, terms,  basic  concepts,  and  answers. Demonstrate    understanding  of  facts  and  ideas  by  organizing,  comparing,  translating,  interpreting,  giving  descriptions,  and  stating  main  ideas. Solve  problems  to  new  situations  by  applying  acquired  knowledge,  facts,  techniques  and  rules  in  a  different  way. Examine  and  break  information  into  parts  by  identifying motives  or  causes.    Make  inferences  and  find  evidence  to  support  generalizations. Present  and  defend  opinions  by  making  judgments  about  information,  validity  of  ideas,  or  quality  of  work  based  on  a  set  of  criteria. Compile  information  together  in  a  different  way  by  combining  elements  in  a  new  pattern  or  proposing  alternative  solutions.
KKO
memilih nama
mengklasifikasi
menerapkan
menganalisa
menyetujui
mengadaptasi
mendefinisikan membandingkan membangun mengasumsikan mengapresiasi mencipta
menemukan membedakan memilih mengkategorisasi menilai mengubah
How mendemonstrasikan mengkonstruksi mengklasifikasi memberi hadiah Choose
memberi label menjelaskan mengembangkan membandingkan memilih Combine
membuat daftar memperluas melakukan eksperimen dengan menyimpulkan membandingkan Compile
menjodohkan mengilustrasikan mengidentifikasi memandang perbedaan Conclude Compose
menamai Infer mewawancara menemukan Criteria Construct
mengabaikan menginterpretasikan Make use of Dissect mengkritisi Create
mengingat kembali Outline memodelkan membedakan memutuskan Delete
menghubungkan Relate mengorganisasikan membagi Deduct Design
memilih nama Rephrase merencanakan menyelesaikan Defend Develop
menunjukkan Show memilih memfungsikan memutuskan Discuss
mengeja merangkum menyelesaikan Inference menyanggah Elaborate
menceritakan menerjemahkan Utilize memeriksa mengestimasi Estimate
What mendaftar mengevaluasi Formulate
When Motive menjelaskan Happen
Where menyimpulkan hubungan Importance Imagine
Which menyederhanakan Influence Improve
Who menyurvei menginterpretasikan Invent
Why memasang bagian ke dalam memutuskan Make up
menguji untuk menghakimi Maximize
menyimpulkan tema menandai Minimize
mengukur Modify
memiliki opini Original
Perceive Originate
memprioritaskan Plan
membuktikan Predict
merata-ratakan Propose
merekomendasikan Solution
Rule on Solve
memilih Suppose
mendukung Test
menghargai Theory

Sumber: http://www.apu.edu/live_data/files/333/blooms_taxonomy_action_verbs.pdf

Langkah-langkah merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dirumuskan melalui langkah-langkah sebagai berikut:

  • tentukan kedudukan KD dari KI-3 dan KD dari KI-4 berdasarkan gradasinya dan tuntutan KI;
  • tentukan dimensi pengetahuan (faktual, konseptual, prosedural, metakognitif);
  • tentukan bentuk keterampilan, apakah keterampilan abstrak atau keterampilan konkret;
  • untuk keterampilan kongkret pada kelas X menggunakan kata kerja operasional sampai tingkat membiasakan/manipulasi. Sedangkan untuk kelas XI minimai sampai pada tingkat mahir/presisi. Selanjutnya untuk kelas XII minimal sampai pada tingkat ‘menjadi gerakan mahir/presisihingga alami/artikulasi serta kelas XIII orisinal/naturalisasi pada taksonomi psikomotor Simpson atau Dave, dan
  • rumusan IPK pada setiap KD dari KI-3 dan pada KD dari KI-4 minimal memiliki 2 (dua) indikator.

Contoh Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dari suatu kompetensi dasar harus diidentifikasi dengan benar. Sebelum merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK terlebih dahulu kita lakukan analisis SKL KI KD. Berdasarkan analisis ini barulah kita dapat melakukan analisis mengidentifikasi indikator pencapaian kompetensi tersebut.

Analisis SKL KI KD untuk merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi

KOMPETENSI DASAR PENGETAHUAN
KOMPETENSI DASAR KETERAMPILAN
Analisis KD-3
Rekomendasi KD-3
Analisis KD-4
Rekomendasi KD-4
Rekomendasi KD-KD pada Mapel
(KD-3)
(KD-4)
Tingkat Dimensi Kognitif dan Bentuk Dimensi Pengetahuan
Kesesuaian Dimensi Kognitif dengan Bentuk Pengetahuan
Bentuk Taksonomi dan Tingkat Taksonomi
Kesetaraan Taksonomi KD-dari KI-3 dg KD dari KI-4
1 2 3 4 5 6 7
3.1 Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA 4.1 Mendemonstrasikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA, dalam bentuk poster dan kondisi riil di bengkel. Tingkat dimensi kognitif adalah Menerapkan(C3), dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA … adalah bentuk dimensi pengetahuan Prosedural Menerapkan(C3), SESUAI dipasangkan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA … (pengetahuan prosedural) Mendemonstrasikan adalah keterampilan konkret, tingkat Manipulasi (P2) taksonomi Dave KD-3 Menerapkan (C3) setara dengan meniru (P2), sedang kan KD-4 Mendemonstrasikan (P2).

Dalam hal ini KD-3 SETARA dengan KD 4

Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi KD Pengetahuan

Dari kolom 3 kita dapatkan tingkat dimensi kognitif dari KD 3.1 Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA adalah Menerapkan (C3) dari taksonomi Bloom olahan Anderson. Indikator Pencapaian Kompetensi KD Pengetahuan dirumuskan menggunakan kata kerja operasional (KKO) pada tingkatan C3 (menerapkan) seperti : mengidentikasi, mengklasifikasi, mengemukakan, mengurutkan dll.

Masih dari kolom 3 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA … adalah bentuk / dimensi pengetahuan prosedural. Berdasar pada konteks ini, maka kata kerja operasional yang sesuai konteks Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA yang berisi pengetahuan-pengetahuan prosedural adalah mengidentikasi, mengklasifikasi, mengemukakan, mengurutkan. 

Contoh indikator pencapaian kompetensi yang sesuai untuk dirumuskan dalam konteks ini antara lain :

  1. mengidentifikasi persyaratan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA
  2. mengidentifikasi peralatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA
  3. mengidentifikasi prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA
  4. mengklasifikasi peralatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA
  5. mengurutkan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA
Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi KD Keterampilan

Dari kolom 5 kita dapatkan bentuk taksonomi KD 4.1 adalah keterampilan kongkret pada level Manipulasi (P2) dari taksonomi Simpson. Kata Kerja Operasional yang relefan …. ah… sudah jam 00.05 … besok lagikita lanjutkan …

Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK  adalah kemampuan-kemampuan yang dapat diukur/diobservasi  sebagai pemenuhan Kompetensi Dasar pada Kompetensi Inti 1 dan Kompetensi Inti 2, dan kemampuan yang dapat diukur dan/atau diobservasi sebagai pemenuhan Kompetensi Dasar pada Kompetensi Inti 3 dan Kompetensi Inti 4 ( Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2014, pada ayat (4) huruf b )

Tujuan pembelajaran adalah pernyataan yang menggambarkan proses dan hasil belajar yang ingin dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. Perhatikan contoh tujuan pembelajaran berikut : “Setelah berdiskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi masing-masing komponen penguat depan audio universal dengan percaya diri”. Tujuan pembelajaran ini dicapai melalui proses berdiskusi dan menggali informasi dan hasil belajar nya berupa kemampuan menjelaskanMenjelaskan merupakan kata kerja operasional yang dapat di ukur dan merupakan kemampuan Cognitive level 2 (C2). Lihat tabel di atas.

Persamaan Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran

  1. Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dan tujuan pembelajaran sama-sama dirumuskan berdasarkan kompetensi dasar (KD);
  2. Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dan tujuan pembelajaran sama-sama menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur atau diobservasi ketercapaiannya.

Perbedaan Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dan tujuan pembelajaran memang berbeda. Indikator Pencapaian Kompetensi IPK itu menjadi penanda apakah suatu kompetensi dasar telah dikuasai siswa. Dalam hal ini indikator pencapaian kompetensi jika telah dipenuhi  maka siswa telah memiliki satu bagian kompetensi dasar (KD). Dengan kata lain dapat saya katakan, jika kompetensi secara penuh adalah Kompetensi Dasar, maka kompetensi yang kemampuannya ditunjukkan indikator pencapaian kompetensi adalah sub kompetensi dasar atau bagian dari kompetensi dasar. Karena itu … pada saat kita memilih Kata Kerja Operasional untuk membuat Indikator Pencapaian Kompetensi … pertimbangkan dan cek kembali … benarkah indikator pencapaian kompetensi yang rekan-rekan buat dengan kata kerja operasional yang rekan-rekan pilih itu … merupakan sub kompetensi dari KD?

Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan ha­sil belajar yang diharapkan dicapai oleh siswa atau peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. Proses atau hasil belajar siswa ini bersifat spesifik (satu tingkah laku spesifik). Ingatlah dengan panduan pengembangan tujuan pembelajaran yang dapat di singkat dengan ABCDS yang maksudnya:

A = audience dalam hal ini siswa atau peserta didik

B = behaviour yaitu tingkah laku yang diharapkan

C = Criteria ialah kondisi yang harus disediakan

D = Degree yaitu tingkatan tingkah laku yang dilakukan dan

S = single behaviour yaitu satu tingkah laku spesifik.

Berdasarkan uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa indikator pencapaian kompetensi ipk dan tujuan pembelajaran memang berbeda.

Mengurutkan Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran

Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran perlu diurutkan penulisannya di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP. Mungkin Anda bertanya-tanya … mengapa indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran perlu diurutkan penulisannya di dalam RPP. Pada saat membuat persiapan proses pembelajaran indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran harus kita susun dengan cermat. Ada beberapa alasan mengapa hal tersebut harus kita lakukan.

Indikator Pencapaian Kompetensi seperti disinggung di atas, adalah sub kompetensi dasar atau bagian yang lebih kecil dari kompetensi dasar. Jadi, indikator pencapaian kompetensi itu, adalah kompetensi-kompetensi pokok yang menandai seorang siswa menguasai kompetensi yang lebih luas cakupannya. Secara alamiah, kita, lebih mudah belajar secara berjenjang dari yang mudah menuju yang sulit, dari yang kasat mata menuju yang bersifat abstrak, dari yang sederhana menuju yang lebih kompleks. Bukankah umumnya kita seperti itu? Jadi penting bagi kita menyusun dan mengurutkan indikator pencapaian kompetensi berdasarkan gradasi kesulitannya.

Mengurutkan Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran juga dilakukan berdasarkan pada struktur atau susunan yang logis secara keilmuannya. Hal ini cukup jelas kiranya. Suatu kompetensi dapat dikuasai siswa karena berlatih sedikit demi sedikit menerapkan ilmu-ilmu dasar yang sudah dikuasai sebelumnya. Ada bahan ajar yang perlu dikuasai lebih dulu sebelum ia mempelajari kompetensi terapan ilmu dasar tersebut. Karena itu, penyusunan urutan indikator pencapaian kompetensi perlu memperhatikan struktur keilmuan yang bersangkutan.

 

Lahir dan dibesarkan di Yogyakarta
Belajar Teknik Elektronika di STM Pembangunan Yogyakarta
Belajar menjadi pendidik di IKIP Yogyakarta
Dibakar semangat mentor Pak (Alm.) Mustaghfirin (Orientasi Mahasiswa Baru 1982)
Pernah belajar di Universitas Gadjahmada Yogyakarta
Pernah mengikuti Master Trainer Pedagogy Program 2012 kerjasama Kemdikbud dengan ITE Singapore ( semacam diklat guru kejuruan Standar ITE Singapore )
Mengikuti Diklat Instruktur Kurikulum 2013 s.d. Penyegaran 2018
Mengabdi untuk kemajuan dunia pendidikan Indonesia.

48 thoughts on “Indikator Pencapaian Kompetensi IPK”

  1. assalamualaikum pak, mohon maaf sebelumnya ini saya hendak mempelajari hingga menyusun indikator tetapi saya tidak bisa menyimpan panduan ini, mengingat saya tidak selalu online…bagaimana solusinya pak…trimakasih sebelumnya…

      1. oh iya trimakasih pak..saya hendak bertanya lagi..dalam penyusunan indikator tersebut misalkan kd berada pada ranah kognitif ‘menganalisis” atau c4,maka indikatornya harus c1-c4 atau boleh melebihi itu seperti c5 dan c6 ?

        1. Pak Suryani … kalau KD3 pada level C4 atau ‘menganalisis’ menurut pemahaman saya … Indikator Pencapaian Kompetensi IPK SEYOGYANYA juga pada level C4 dengan menggunakan kata kerja operasional KKO yang setara dengan KKO dari KD … dan dipilih yang merupakan KUNCI … (biasanya ini menjadi SUB KOMPETENSI dari KD ybs). Indikator yang KUNCI ini kemudian dirinci lebih lanjut dalam penulisan TUJUAN PEMBELAJARAN.
          Apakah KKO yang level C1, C2, C3 bisa menjadi indikator pencapaian kompetensi untuk KD berlevel C4? hemat saya seharusnya TIDAK. Kemungkinan yg C1, C2, C3 itu lebih tepat sebagai TUJUAN PEMBELAJARAN saja atau sebagai rincian dari indikator indikator …
          CONTOH (contoh ini bisa relatif tergantung posisi awalnya tapi perhatikan KKO dan sifat URGENSI nya atau KUNCI nya) :

          KD 3.5 Menganalisis pergi ke Jakarta dengan pesawat udara komersial

          Indikator Pencapaian Kompetensi

          3.5.1 memerinci langkah-langkah pergi ke Jakarta dengan pesawat udara komersial (memerinci itu C4 sebetulnya mirip dengan menjelaskan C2 tapi menjelaskan dengan rinci)
          3.5.2 menelaah pembelian tiket pesawat udara komersial (membeli tiket pesawat ada beberapa cara dan prosedur)
          3.5.3 membagankan langkah-langkah check-in di bandara kota keberangkatan dan kedatangan

          Nah … pak Suryani bisa coba telaah dan lanjutkan contoh saya di atas … jika IPK nya sudah dipilih dan lengkap (dlm contoh ini … dapat dipercaya untuk modal pengetahuan pergi ke Jakarta dengan pesawat komersial … maka selanjutnya IPK dapat dirinci sbg TUJUAN PEMBELAJARAN …
          Silahkan sharin pak Suryani ….

    1. terima kasih bu Sri Rahmiwati … kunjungannya … ada sejumlah posting an yang cocok untuk dibaca teman-teman … untuk menambah dan menguatkan pemahaman kurikulum … mudahan berguna …

  2. Asl. Wr. Wb. Ada yg ingin saya tanyakan pak Endarta, berkaitan dgn spektrum SMK tahun 2016, terdr dr 9 Bidang Keahlian apakah ini sdh resmi kita laksanakan di satuan pendidikan, karena ada yg melaksanakan ada yg tidak, bolehkah demikian? Mohon penjelasannya ya pak… trima kasih pak…

    1. wa alaikum salam bu Fitri … tentang Spektrum SMK tahun 2016 menurut sepengetahuan saya ya sudah resmi diterapkan … seperti dinyatakan SK Dirjen No. 4678/D/KEP/MK/2016. SK inilah yang menjadi rujukan penyelenggaraan program pendidikan di SMK. Tentunya sekolah harus menyesuaikan nomenklatur program pendidikan yang diselenggarakan. Mungkin perubahan ini tidak serta merta tetapi bertahap. Maksud saya … dimulai dari klas X … jadi klas X tahun pelajaran 2017-2018 sudah memakai program yang baru sementara klas XI dan XII masih pakai yang lama (diselesaikan programnya).
      Mungkin … yang bu Fitri temui ‘belum’menggunakan … kasusnya seperti itu … tetapi kalau PPDB tahun depan untuk tahun pelajaran 2018-2019 seharusnya sudah menerapkan SK Dirjen yang baru itu dan bahkan peserta didik klas XI pun … sudah yang baru … demikian bu Fitri …

      1. Maaf pak yang saya maksud satuan pendidikan pelaksana k13 sdh dimulai TP 2016/2017 dan SK nya ada 25%-35% yg sdh melaksanakan KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR : 374/KEP/D/KR/2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH NOMOR 305/KEP/D/KR/2016 TENTANG PENETAPAN SATUAN PENDIDIKAN PELAKSANA KURIKULUM 2013, Nah klu TP 2017/2018 tentu sdh tahun kedua. Kemudian ada SURAT EDARAN DIREKTUR PEMBINAAN SMK TENTANG PELAKSANAAN KURIKULUM PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN Nomor : 4540/D5.3/TU/2017 Tanggal : 22 Juni 2017 yang menyatakan kls XI dan XII boleh merubah menyeluruh dengan catatan menyesuaikan mapelnya. Jd saya berkesimpulan bahwa berdasarkan SK No 374 satuan pendidikan tsb tentu pelaksana k13 sdh tahun kedua kecuali kls XII krn KTSP 2006. Gitu lho pak gimana menurut Bpk, mohon penjelasannya ya pak spy nggak galau…. hmmm tks pak.

        1. ooo yang itu ya … ya saya setuju itu bagi yang sudah melaksanakan K13 … versi 2016 ke bawah … dan saya setuju dg PSMK kalau yang klas XI XII bisa sekaligus diubah ke struktur yang revisi 2017 … Tapi kalau perubahan seluruhnya itu membuat pembagian jam menjadi kritis bagi rekan2 guru … baiknya ya disesuaikan kemudian saja … mungkin ini pertimbangan masing2 sekolah

  3. Assalamualaikum. Pak mau tanya. Bagaimana cara mengisi tiap kolom aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan pada ipk. Mohon penjelasan dan contohnya pak. Terimakasih

  4. Ass pak, dan selamat malam ada yg mau saya tanyakan saya kebetulan saya ini baru jadi guru dan bukan basic guru kebetulan saya ngajar mata pelajaran dasar2 budidaya tanaman dan saya cari di internet tentang rpp dan silabus nya dan akhirnya saya internet tentang bikinnya dan sampai lah saya pada blog bpk, saya masih kurang paham cara bikin IPK sebagai contoh saya punya KD 3.1 menganalisis agribisnis tanaman dan KD 4.1 mengolah hasil analisis data perkembangan agribisnis tanaman. Yg saya tau cuma KD 3.1 masuk C4 menurut taksonomi bloom, sudah tdk tau gimana lagi, mohon bantuannya terima kasih kalau bisa minta kontak WA nya pak biar mudah bertanya2

    1. wa alaikum salam pak Eko …
      setelah tahu itu C4 selanjutnya pak Eko melihat ke Daftar Kata Kerja Operasional (KKO) pada tingkatan C4 itu dan pilih kata yang bisa mewakili … yang membuat kita percaya siswa itu sudah memiliki kompetensi … misalnya … mengkategorisasi …
      pertanyaannya mengkategorisasi apa? nah ini dalam konteks agribisnis tanaman … ada gak siswa itu harus bisa mengkategorisasi atau mengklasifikasi tanaman? kalau ada … pak Eko bisa membuat IPK 1 = mengkategorisasi jenis tanaman agribisnis
      Selanjutnya … IPK 2 … lihat lagi daftar KKO … kata apa lagi yang bisa digunakan pada tingkatan C4 itu … misalnya membedakan
      contoh : IPK 2 = membedakan struktur batang tanaman buah kecil dan struktur tanaman buah besar (maaf ini contoh saja – karena saya tidak ahli tanaman)
      Nah … itu contoh sederhana … semoga membantu pak Eko … trims

  5. Terimakasih ilmunya pak….mohon maaf pak, penjelasan2 bpk ini tdk bsa dsimpan pak (tanda PLUS nya tdk muncul), jika berkenan mohon dikirim pnjelasan atw materi2 bpk ini ke email saya…terimakasih

  6. assalamualaikum Pa Endarta. Saya casminih dari Cianjur. Guru Bahasa Indonesia. Penjelasan tentang IPK sangat saya perlukan. Kalau berkenan, bisakah Bapak mengirimkan uraian tentang penyusunan IPK via email?

  7. Selamat pagi pak. Saya guru bahasa arab SMA. Saya sdh beberapa kali belajar membuat IPK. Tapi sampai saat ini saya masih bingung. Saya mengajar bahasa arab peminatan. Ada hal yang membingungkan saya.
    Susunan KD3 dan KD4 sbb:
    Kelas X
    3.1 Mendemonstrasikan …. – 4.1 Menggunakan …
    3.2 Mengemukakan …. – 4.2 Menjelaskan …
    3.3 Mengemukakan ….. – 4.3 Menggunakan teks sederhana …
    3.4 Menunjukkan …. – 4.4 Menggunakan teks sederhana terkait …
    3.5 Menggambarkan …. – 4.5 Menjelaskan teks sederhana terkait …
    3.6 Membedakan …. – 4.6 Menggunakan teks sederhana terkait …
    3.7 Menyatakan kembali ungkapan … – 4.7 Menjelaskan teks sederhana terkait …

    Dalam pelajaran bahasa arab ada 4 keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Sedangkan untuk menunjang keterampilan itu ada beberapa pengetahuan yang harus dikuasai seperti kosakata dan tata bahasa.

    Pertanyaan saya :
    1. Apakah 4 keterampilan itu saya kembangkan indikatornya pada KD 3 atau 4?

    1. selamat malam pak Alfian … maaf terlambat sedikit … boleh jadi (menurut saya sangat mungkin) diantara indikator pencapaian kompetensi yang harus bapak buat … memuat unsur menyimak, berbicara, membaca, dan menulis yang disesuaikan dengan konteks masing-masing KD dan menggunakan KKO yang tepat dan cocok konteksnya dengan materi pembelajaran.
      ini ada contoh untuk KD 3.2 dan 4.2 mudah-mudahan menginspirasi bapak untuk memahami IPK dari pendekatan bimtek K2013 SMA
      IPK untuk KD 3.2. adalah ;
      3.2.1 Mengidentifikasi bunyi huruf-huruf hijaiyyah
      3.2.2 Menandai kata/kalimat yang didengar
      3.2.3 Melengkapi kalimat/teks rumpang
      3.2.4 Menyempurnakan kalimat dengan kata yang tepat
      3.2.5 Menjodohkan kalimat tanya dengan jawabannya
      3.2.6 Mengemukakan percakapan (al-hiwar) tentang jati diri

      IPK untuk KD 4.2. adalah
      4.2.1 Melafalkan huruf-huruf hijaiyyah
      4.2.2 Menyusun huruf menjadi kata yang benar dan kata acak menjadi
      kalimat yang benar secara lisan dan tulis
      4.2.3 Membuat kalimat tanya yang tepat untuk jawaban tertentu
      4.2.4 Mencocokkan gambar
      4.2.5 Menjelaskan cara mengenalkan jati diri
      4.2.6 Menerapkan ujaran untuk memperkenalkan diri sendiri/orang lain
      dalam bentuk wawancara tentang jati diri
      4.2.7 Mengisi formulir identitas berdasarkan data hasil wawancara
      4.2.8 Membuat dialog tentang jati diri secara tertulis

  8. Wah bagus sekali penjelasan nya pak. Mohon maaf pak, kalau boleh saya minta di kirim ke email saya pak?
    Terimakasih banyak sebelumnya pak

  9. terimakasih penjelasannya, sangat membantu dalam memahaminya. klo diijinkan mohon dikirimkan filenya, karena banyak teman-teman yang belum paham juga
    terimaksih sebelumnya

  10. Selamat malam Pak.. mohon maaf sebelumnya.. saya baca tulisan-tulisan bapak bagus bagus… sangat membantu saya untuk memahami pembuatan RPP… saya masih PPL Pak.. jadi sangat kurang tau tentang pmbuatan RPP.. mohon bantuannya Pak… saya ngajar PAI.. di KD 1 itu KKOnya “Meyakini” termasuk A3.. lalu yg menjadi kendala bagaimana cara menentukan KKO untuk indikator pencapaian kompetenai (IPK)?

    1. selamat sore … mas Ahmad Ruzbihan Syirozi … kalau sudah diketahui termasik di A3 … IPK dapat dibuat dg memakai kata kerja operasional KKO dari taksonomi Krathwohl pada level A3 itu … yang cocok dan sesuai dengan KD terkait …. KKO nya antara lain …. mengasumsikan
      meyakini
      melengkapi
      meyakinkan
      memperjelas
      memprakarsai
      mengimani
      mengundang
      menggabungkan
      memperjelas
      mengusulkan
      menekankan
      menyumbang
      Misalnya pada KD “Meyakini bahwa pergaulan bebas dan zina adalah dilarang agama” dapat dibuat IPK … memperjelas sikap agama terhadap pergaulan bebas atau … memperjelas sikap agama terhadap perbuatan zina …

      1. Berarti IPKnya harus A3 juga yah Pak? Tdk bileh C dan P? Dan tidak boleh dibawah A3 atau di atas A3 yah pak?

        Terimakasih banyak pak atas jawaban dan penjelasannya…sangat membantu saya pak…

        1. iya mas … IPK menurut pendapat saya sebaiknya setara dengan taksonomi KD nya … sehingga jika IPK ini dijadikan dasar membuat penilaian maka instrumen penilaiannya juga setara KD nya … ini berarti kita menilai ketuntasan / penguasaan KD tsb. Jika kita membuat IPK di bawah taksonomi KD nya kemudian kita pakai sebagai pengukur keberhasilan KD tsb maka sesungguhnya kita membuat instrumen di bawah KD … ini berarti kita mengukur KD dengan instrumen evaluasi yang levelnya di bawah KD …

  11. assalaamualaikum bapak…mhn pencerahannya bpk…klo KD nya pd level C3, apakah untuk pembelajaran berbasis HOTS tetap harus dirumuskan IPK nya jg minimal pd level C4 bpk?

    1. wa alaikum salam bu Aminah … kita merujuk pada Modul Bimtek Implementasi K2013 … jika KD nya level C3 dan sudah setara dengan KD keterampilannya maka sebaiknya IPK nya tetap pada C3 … tapi jika KD keterampilan sudah satu tingkat lebih tinggi sehingga perlu KD pengetahuan C4 (direkomendasikan KD pengetahuan dinaikkan satu level) maka IPK KD pengetahuan tersebut perlu dibuat pada level C4 … intinya adalah kesetaraan KD Pengetahuan terhadap KD Keterampilan …

  12. Bapak Endarta , mohon saya diparingi materi IPK Panjenengan .
    Membaca materi panjenenganmemang lebih mudah saya memahaminya .
    Terimakasih sebelumnya.Semoga Allah swt membalas kebaikann panjenengan.swn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.