Menanya

menanya

Menanya

Menanya itu apa maksudnya? Apakah menanya masih banyak kendala? Siapa seharusnya menanya? Menanya adalah bagian aktifitas 5M. Faktanya, siswa masih sulit menanya. Dunia pendidikan kita khususnya jenjang dasar dan menengah belum terbiasa dengan aktifitas menanya. Apa sebenarnya arti dan maksud aktifitas menanya ini?

menanya
menanya

Pengertian Menanya

Menanya dari asal kata ‘tanya’. Menanya bermakna mengajukan pertanyaan atau bertanya ( http://kbbi.web.id/tanya di akses 17-08-2017 : 23:15). Menanya memiliki arti yang lebih luas. Dalam pandangan pembelajaran berpusat pada siswa, yang di anut Kurikulum 2013, menanya seharusnya merupakan kegiatan yang dilakukan siswa. Oleh karena itu menanya dapat diartikan sebagai kegiatan aktif siswa mempertanyakan fakta, konsep, prosedur sesuai kompetensi inti kompetensi dasar yang dipelajari.

Menanya memang tahapan aktifitas belajar sesuai Kurikulum 2013. Menanya adalah kegiatan aktif siswa untuk menggali apa saja terkait topik belajar. Kegiatan menanya melatih siswa mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat. Menanya adalah salah satu cara mengembangkan keterampilan critical thinking, creative thinking. Ya … menanya adalah elemen dasar keterampilan Abad 21.

Siapa yang harus menanya ?

Menanya dapat dilakukan siswa maupun guru. Pada pembelajaran berpusat pada siswa, siswalah yang seharusnya aktif belajar. Oleh karena itu siswalah yang seharusnya menanya. Namun, fakta di lapangan belum demikian. Sebagian besar guru tentu selalu menyediakan waktu jika ada siswa yang ingin bertanya walaupun ada juga yang kurang menyediakan waktu untuk siswa bertanya. Namun banyak guru mengatakan bahwa sangat sedikit siswa yang bertanya atau menanya ketika diberikan kesempatan. Bagaimana di kelas Anda?

Menanya, bagi sebagian (boleh jadi kebanyakan ) siswa, bukan sesuatu yang mudah dilakukan walaupun guru sudah mengatakannya secara langsung ….

Bagi yang belum jelas, silahkan bertanya …!” … atau …

Sekarang saatnya … ayo siapa yang mau bertanya?”

atau yang lebih tajam lagi …

Kalau tidak ada yang bertanya … Bapak/Ibu yang akan bertanya !

Walaupun sudah dibuka kesempatan untuk menanya, dibantu kata-kata untuk memulai menanya, tetapi tidak berhasil juga membuat siswa bertanya atau mengajukan pertanyaan. Pernahkah Anda mengalami hal itu?

Jadi … bagaimana membuat siswa mampu menanya …?

Ada sejumlah cara membuat / mengkondisikan agar siswa mampu menanya. Dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip pembelajaran Kurikulum 2013 guru mempunyai ruang membimbing dan memfasilitasi siswa agar mampu menanya.

Siswa harus menanya apa ?

Menanya sudah cukup jelas adalah aktifitas siswa. Namun pertanyaan “siswa harus menanya apa?” juga menjadi penting sebab ketika diminta bertanya siswa jarang menanya. Dalam hal ini menjadi tugas guru untuk membantu siswa menanya. Dalam konteks pembelajaran, kita (pendidik / guru) lah yang dipandang menguasai pada mata pelajaran yang bersangkutan. Setidaknya demikianlah menurut Standar Kompetensi Pendidik. Jadi, guru memfasilitasi siswa agar mampu menanya.

Seharusnya siswa menanya tentang konten / materi kompetensi dasar yang sedang dipelajari. Siswa seharusnya menanya fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip ataupun prosedur-prosedur. Sebagai contoh, pada kompetensi dasar 3.2 Memahami sepeda roda 2 (ini hanya KD contoh saja … saya berpikir kita semua memiliki kompetensi yang sama pada KD ini). Beberapa hal yang bisa menjadi bahan siswa menanya antara lain:

  • pengertian sepeda roda 2
  • bagian-bagian utama sepeda roda 2
  • fungsi masing-masing bagian utama sepeda roda 2
  • cara kerja sepeda roda 2
  • cara mengoperasikan sepeda roda 2
  • cara merawat sepeda roda 2
  • cara memperbaiki kerusakan sepeda roda 2
  • dan sebagainya

Dengan contoh sederhana ini, jelas bagi kita seharusnya siswa menanya apa? Sekali lagi … tugas kita sebagai guru membantu dan memfasilitasi mereka bisa menanya . Bagaimana caranya?

Menanya dalam pendekatan Saintifik

Merujuk pada arti menanya secara bahasa dan berbagai prinsip pembelajaran kurikulum 2013 di atas maka kegiatan tersebut seharusnya mempunyai banyak variasi jenis kegiatan bukan hanya berupa siswa bertanya kepada guru atau siswa mengajukan pertanyaan kepada guru.  Secara normatif, bentuk kegiatan yang bisa dilakukan adalah guru membuka kesempatan secara luas kepada peserta didik untuk bertanya mengenai fakta, konsep, prinsip atau prosedur yang sudah  disimak, dibaca atau dilihat. Namun fakta bahwa siswa belum mampu mempertanyakan, karena itu perlu menjadi perhatian serius.

menanya atau mengajukan pertanyaan: baik pertanyaan tentang hasil pengamatan objek yang konkrit sampai kepada yang abstrak berkenaan dengan fakta, konsep, prosedur, atau pun hal lain yang lebih abstrak perlu mendapat bimbingan guru. Siswa harus dilatih agar bisa menanya hal-hal yang bersifat faktual sampai kepada pertanyaan yang bersifat hipotetik. Dari situasi di mana peserta didik dilatih menggunakan pertanyaan dari guru, masih memerlukan bantuan guru untuk mengajukan pertanyaan sampai ke tingkat di mana peserta didik mampu mengajukan pertanyaan secara mandiri. (Permendikbud No. 81a Th. 2013).

menanya
menanya
Menyiapkan Kegiatan Menanya

Menanya adalah tahapan penting dalam pembelajaran Kurikulum 2013. Melalui kegiatan menanya, siswa berlatih tentang kepekaannya terhadap masalah yang dihadapi. Sebagai guru, kita wajib menyiapkan langkah-langkah untuk memfasilitasi kegiatan menanya.

Apa yang harus kita lakukan untuk memfasilitasi tahapan menanya….?

Lihat kembali pada kalimat terakhir “Pengertian Menanya” di atas. Menanya dapat diartikan kegiatan aktif siswa mempertanyakan fakta, konsep, prosedur sesuai topik yang dipelajari.

Nah … jelas bahwa dalam kegiatan menanya, siswa diharapkan mampu menanya terkait fakta, konsep, prosedur terkait kompetensi dasar yang dipelajari. Untuk itu kita sebagai guru seharusnyalah telah lebih dahulu mengidentifikasi fakta, konsep, prosedur tersebut. Lazimnya ini kita lakukan pada kegiatan analisis silabus atau dalam workshop kurikulum 2013 kita lakukan pada Analisis Materi Pembelajaran, tepatnya pada pengembangan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK.

Hasil dari kegiatan analisis tersebut adalah fakta, konsep, prosedur yang sesuai dengan kompetensi dasar yang akan diajarkan. Fakta, konsep, prosedur inilah yang perlu kita sampaikan sebagai bahan memfasilitasi dan memberi bimbingan pada tahapan mengamati.

Contoh kegiatan menanya

Pada kegiatan ini, siswa dibimbing dan difasilitasi untuk bisa mengajukan pertanyaan atau menemukan hal-hal yang perlu dipertanyakan. Siswa perlu diperjelas dan dibimbing agar mempunyai kemampuan mencari dan menemukan penjelasan tambahan fakta, konsep, prinsip atau prosedur tentang dan atau konten yang terkait dengan hal yang sedang dipelajari.

Menanya perlu mengimplementasikan prinsip pembelajaran Kurikulum 2013 dengan mengombinasikan berbagai prinsip pembelajaran Kurikulum 2013.  Langkah-langkah pembelajaran pada tahapan menanya dapat berbentuk seperti di bawah:

  1. Guru meminta siswa membentuk kelompok kerja, jika belum dibentuk pada tahap mengamati (prinsip kooperatif – kolaboratif)
  2. Siswa membentuk kelompok kerja / kelompok diskusi.
  3. Guru memberi contoh daftar pertanyaan terkait hal yang diamati sesuai kompetensi dasar (membimbing & memfasilitasi)
  4. Guru meminta siswa berdiskusi terkait topik yang baru saja di amati (prinsip aneka sumber belajar, siapa saja adalah guru siapa saja adalah siswa)
  5. Siswa dalam kelompok berdiskusi melengkapi daftar pertanyaan yang sesuai dengan topik (prinsip mencari tahu, prinsip kooperatif, kolaboratif)
  6. Siswa dalam kelompok membaca buku teks melengkapi daftar pertanyaan yang sesuai dengan topik (prinsip mencari tahu)
  7. Siswa dalam kelompok mengakses internet melengkapi daftar pertanyaan yang sesuai dengan topik (prinsip pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi)

Kegiatan mempertanyakan konten dapat berbentuk:

(1) membuat pertanyaan yang relefan dengan materi pembelajaran

(2) mengajukan pertanyaan yang sudah dibuat kepada guru, teman dalam kelompok atau sumber belajar lainnya. (3) melakukan tanya jawab

(4) melakukan diskusi tentang informasi yang relefan dengan topik pembelajaran yang belum diketahui

(5) menanyakan informasi tambahan yang ingin diketahui atau

(6) menanyakan informasi yang sudah diketahui sebagai klarifikasi.

Contoh menanya lainnya
  1. Siswa menanyakan penjelasan tambahan terhadap informasi yang didapat dari proses mengamati
  2. Siswa mencari penjelasan tambahan sendiri berdasarkan informasi hasil-hasil kegiatan mengamati
  3. Siswa menanyakan fenomena-fenomena yang tidak diketahuinya dalam langkah mengamati obyek
  4. Siswa mengklarifikasi informasi yang didapatnya dari tahap mengamati.
  5. Siswa melakukan tanya jawab sesuai topik dengan guru.
  6. Siswa melakukan tanya jawab sesuai topik dengan siswa lainnya.
  7. Siswa berdiskusi sesuai topik secara berkelompok.
  8. Siswa mengakses internet mencari penjelasan lebih lengkap sesuai topik
Hasil Kegiatan menanya
  1. Jenis-jenis pertanyaan faktual, konseptual, prosedural, prinsip, proses, hipotesis yang diajukan siswa
  2. Jumlah pertanyaan faktual, konseptual, prosedural, prinsip, proses, hipotesis yang diajukan siswa
  3. Kualitas pertanyaan faktual, konseptual, prosedural, prinsip, proses, hipotesis yang diajukan siswa
  4. Daftar pertanyaan faktual, konseptual, prosedural, prinsip, proses, hipotesis dan jawaban

Demikianlah kegiatan menanya pada pembelajaran kurikulum 2013 yang menggunakan pendekatan saintifik.

Lahir dan dibesarkan di Yogyakarta
Belajar Teknik Elektronika di STM Pembangunan Yogyakarta
Belajar menjadi pendidik di IKIP Yogyakarta
Dibakar semangat mentor Pak (Alm.) Mustaghfirin (Orientasi Mahasiswa Baru 1982)
Pernah belajar di Universitas Gadjahmada Yogyakarta
Pernah mengikuti Master Trainer Pedagogy Program 2012 kerjasama Kemdikbud dengan ITE Singapore ( semacam diklat guru kejuruan Standar ITE Singapore )
Mengikuti Diklat Instruktur Kurikulum 2013 s.d. Penyegaran 2018
Mengabdi untuk kemajuan dunia pendidikan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.