Mengamati

mengamati

Mengamati

Mengamati tahap awal kegiatan 5M. Mengamati bisa bermacam-macam caranya. Mengamati merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 atau Kurtilas atau K13.

Pengertian Mengamati

Mengamati berarti memperhatikan dengan teliti. Mengamati bukan hanya dengan penglihatan, mengamati dapat dilakukan dengan berbagai cara. Mendengar juga mengamati, menyimak juga mengamati, melihat juga mengamati, menonton juga mengamati. Mengamati juga bisa dengan meraba, mengecap dsb. Ya .. mengamati bisa berarti memperhatikan dengan teliti.

Mengamati merupakan awal pendekatan saintifik. Mengamati dalam konteks pendekatan saintifik pada pembelajaran Kurikulum 2013 memiliki makna yang luas. Pada pendekatan saintifik ini, mengamati merupakan tahap awal dari serangkaian tahapan pembelajaran berpusat pada siswa yang terdiri dari mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengomunikasikan.

mengamati
mengamati

Mengamati menurut Permendikbud No. 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran, adalah mencermati dengan indra (membaca, mendengar, menyimak, melihat, menonton, dan sebagainya) dengan atau tanpa alat. Berdasarkan pengertian dan diskripsi tersebut pada dokumen, pengertiannya menjadi sangat luas. Hal ini memberikan ruang yang cukup kepada guru untuk mengimplementasikan kegiatan mengamati dalam proses pembelajaran.

Mengamati, dilakukan oleh siswa dengan difasilitasi dan dibimbing oleh guru dalam bentuk melihat, menyimak, mendengar, membaca, membau, meraba menggunakan panca indera dengan atau tanpa bantuan alat. Kegiatan-kegiatan ini dapat dilakukan secara individual maupun dalam kerja kelompok. Menurut hemat kami, tahapan dalam pendekatan-pendekatan saintifik ini lebih baik dilakukan siswa dalam kelompok. Mengapa demikian? Lihat laman prinsip pembelajaran. Bukankah kita bertugas mengimplementasikannya?!

Tujuan Mengamati

Mengamati seharusnya dilakukan siswa. Biarkan siswa (beri kesempatan) menemukan sendiri fakta, konsep, prinsip, proses atau prosedur terkait kompetensi yang sedang dipelajari. Tujuan dari kegiatan mengamati adalah:

  1. melatih kompetensi siswa dalam hal kesungguhan,
  2. melatih kompetensi siswa terkait ketelitian,
  3. melatih kompetensi siswa mencari informasi.

Kegiatan mengamati mengarahkan siswa untuk:

  1. memiliki kompetensi mengidentifikasi pengetahuan-pengetahuan faktual,
  2. memiliki kompetensi mengidentifikasi pengetahuan-pengetahuan konseptual dan,
  3. memiliki kompetensi mengidentifikasi pengetahuan-pengetahuan prosedural yang ada pada suatu kompetensi dasar.

Cara Mengamati

Mengamati suatu fenomena dapat dilakukan tanpa menggunakan alat maupun dapat menggunakan alat tergantung dan bahkan harus menggunakan alat bantu. Penggunaan alat bantu untuk kegiatan mengamati lebih didasarkan pada sifat fenomena yang akan diamati.

Mengamati Tanpa Alat

Mengamati dapat dilakukan dengan alat maupun tanpa alat. Mengamati tanpa alat (bantu) berarti kegiatan siswa mengamati hanya mengandalkan panca indera yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecap dan peraba. Dalam berbagai kompetensi, pengamatan tanpa menggunakan alat juga merupakan kemampuan yang sangat penting. Karena itulah, penting bagi guru menskenariokan agar siswa berlatih walaupun tanpa alat.

Mengamati fakta-fakta, konsep-konsep dan proses atau prosedur seperti ditunjukkan pada contoh di atas dapat dilakukan tanpa menggunakan alat bantu. Umumnya obyek kegiatan mengamati tanpa menggunakan alat berupa fakta-fakta nyata yang dapat diidentifikasi dengan panca indera.

Mengamati dengan melihat

Mengamati dapat dilakukan dengan indera penglihatan. Siswa difasilitasi untuk melihat media pembelajaran yang disiapkan guru. Beberapa contoh kegiatan dengan melihat antara lain:

  • siswa melihat benda nyata/model
  • siswa membaca konten buku, handout, lembar kerja
  • siswa melihat gambar, foto, tabel, grafik
  • siswa melihat papan tampilan
  • siswa membaca buletin,
  • siswa membaca papan tulis interaktif
  • siswa melihat transparansi overhead
  • siswa melihat konten tayangan Slide, film strips
  • siswa melihat konten Video dan Film
  • siswa melihat konten Televisi (hidup)
  • siswa melihat konten tayangan software komputer
  • siswa melihat konten Web
Mengamati dengan mendengar

Pengamatan dapat dilakukan dengan indera pendengaran. Siswa difasilitasi untuk mendengarkan suara dari media pembelajaran yang disiapkan guru. Beberapa contoh kegiatan antara lain:

  • siswa mendengarkan cerita
  • siswa mendengarkan instrumen musik
  • siswa mendengarkan pembacaan puisi
  • siswa mendengarkan pembacaan ayat-ayat Kitab Suci
  • siswa mendengarkan radio
  • siswa mendengarkan rekaman sandiwara, rekaman percakapan
  • siswa mendengarkan suara mesin mobil
  • siswa mendengarkan kualitas suara audio
  • siswa mendengarkan paparan laporan
  • siswa mendengarkan tape recorder
Mengamati dengan meraba

Mengamati dapat pula dilakukan dengan indera peraba. Siswa dapat difasilitasi untuk meraba media pembelajaran yang disiapkan guru berupa tekstur suatu permukaan. Beberapa contoh kegiatan antara lain:

  • siswa meraba permukaan benda yang berbeda gradasi teksturnya
  • siswa meraba untuk merasakan suhu benda
  • siswa meraba untuk merasakan ketegangan
  • siswa meraba untuk merasakan getaran mesin
Mengamati dengan membau

Pengamatan dapat pula dilakukan dengan indera penciuman. Siswa dapat difasilitasi dengan mencium bau media pembelajaran yang disiapkan guru berupa macam-macam bau dari suatu bahan. Beberapa contoh kegiatan antara lain:

  • siswa mencium bau bahan masakan
  • siswa mencium aneka bau bunga
  • siswa mencium bau hasil pembakaran normal
  • siswa mencium bau hasil pembakaran tidak normal
Mengamati Menggunakan Alat

Dalam berbagai kompetensi, kegiatan pengamatan kadang justru harus menggunakan alat bantu. Penggunaan alat bantu sangat diperlukan pada kegiatan ini. Pertimbangan seperti ukuran yang terlalu kecil, terlalu jauh, obyek berbentuk abstrak dan sebagainya. Untuk itu tidak kalah penting juga agar siswa dilatih cara menggunakan alat bantu.

Mengamati benda dari jarak jauh

  • Mengamati benda yang berada di tempat yang jauh perlu menggunakan peralatan.

Mengamati benda berukuran kecil

  • Mengamati benda yang ukurannya sangat kecil perlu menggunakan peralatan.

Mengamati gejala tidak nampak

Mengamati fenomena yang tidak kasat mata, seperti gejala kelistrikan, perlu menggunakan peralatan yang sesuai. Contoh :

  • mengamati tegangan listrik pada ujung-ujung suatu penghantar
  • mengamati kuat arus yang mengalir pada duatu penghantar
  • mengamati bentuk gelombang listrik pada suatu rangkaian listrik
  • mengamati perioda gelombang listrik arus bolak-balik

Mengamati benda bersuhu tinggi

 

Mengamati benda yang berbahaya

 

Memfasilitasi Kegiatan Mengamati

Mengamati sekilas nampak kegiatan yang sederhana. Dalam konteks pembelajaran, untuk mengantarkan siswa memiliki kompetensi melalui kegiatan mengamati tentu tidak sesederhana itu. Tahapan pembelajaran mengamati harus difasilitasi dan dibimbing oleh guru agar kegiatan mengamati berlangsung dengan benar. Sudah barang tentu untuk membimbing dan memfasilitasi kegiatan siswa ini perlu persiapan-persiapan. Membiarkan siswa mengamati secara bebas tanpa pedoman dan panduan tidak akan menghasilkan kompetensi yang optimal.

Kegiatan mengamati, perlu dibimbing dan difasilitasi oleh guru. Mengapa ? Haruskah?

Persiapan memfasilitasi mengamati

1. Menemukan kompetensi kunci

Analisis / Pemetaan Kompetensi. Kegiatan siswa mengamati diharapkan menghasilkan pengetahuan-pengetahuan faktual, konseptual, pengetahuan proses dan prosedural. Agar guru lancar pada saat memfasilitasi dan membimbing aktifitas siswa mengamati, guru terlebih dahulu harus melakukan analisis / pemetaan kompetensi.

Ilustrasi berikut adalah contoh analisis / pemetaan kompetensi. KD yang digunakan sebagai contoh adalah Kompetensi Dasar pada mata pelajaran Perekayasaan Sistem Audio pada paket keahlian Teknik Audio Video. Pembuatan gambaran pemetaan dilakukan menggunakan Aplikasi XMIND yang dapat diperoleh secara gratis. Pengoperasiannya pun terhitung sederhana.

mengamati
mengamati

Dengan penggambaran peta seperti contoh di atas, lebih mudah bagi kita untuk menyusun dan menentukan jenis-jenis fakta, konsep, proses atau prosedur. Kegiatan mengamati jenis-jenis fakta, konsep, proses atau prosedur di atas dapat dilakukan tanpa menggunakan alat bantu maupun dengan menggunakan alat bantu, tentu saja tergantung jenis konten mata pelajaran. Dengan melakukan analisis terhadap suatu kompetensi dasar maka hal ini akan sangat memudahkan kita menyusun skenario pembelajaran pada tahap mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengomunikasikan.

Langkah Pembelajaran pada tahap mengamati

Sintak model pembelajaran pada tahapan ini dapat disusun sedemikian rupa agar fasilitasi dan bimbingan guru terlaksana dengan hasil optimal. Paparan sintak model pembelajaran berikut memberikan contoh penerapan kegiatan pengamatan.

  1. Guru menayangkan gambar/foto peralatan elektronik yang menggunakan sistim penguat audio seperti – amplifier, – tape/audio mobil, – televisi, – handphone, – laptop, – komputer personal
  2. Guru meminta peserta didik mencermati dengan seksama tayangan gambar/foto yang ditayangkan guru dan penjelasan yang terkait dengan masing-masing gambar contoh benda.
  3. Guru menayangkan gambar rangkaian penguat audio dengan transistor seperti – penguat transistor satu tingkat common emitor, common colector dan common base. – penguat dua tingkat dengan kopling resistif, kapasitif, induktif dan kopling langsung. – penguat depan universal dengan kopling langsung
  4. Peserta didik mencermati dengan seksama tayangan gambar-gambar skema penguat depan audio terkait bentuk rangkaian, jumlah komponen, sambungan antara tingkat 1 dan tingkat berikutnya, posisi komponen resistor terhadap catu daya, posisi komponen resistor terhadap transistor.
  5. Guru meminta peserta didik berkumpul sesuai kelompok yang sudah dibentuk dan menempati tempat duduk sesuai kesepakatan kemudian membaca materi pokok penguat depan universal lebih dalam.
  6. Peserta didik berkumpul dengan teman satu kelompok dan menempati tempat duduknya dan membaca materi pokok penguat depan universal lebih dalam.
  7. Guru meminta peserta didik dalam kelompok-kelompok untuk mendiskusikan tentang fungsi masing-masing komponen penguat depan universal audio
  8. Peserta didik berdiskusi tentang fungsi masing-masing komponen penguat depan universal audio dan menuliskan hasil diskusinya pada Lembar Kerja yang disediakan (LK-1A)
  9. Peserta didik berdiskusi tentang bagian rangkaian dc penguat depan universal audio dan menuliskan hasil diskusinya pada Lembar Kerja yang disediakan (LK-1B)
  10. Peserta didik berdiskusi tentang komponen pembentuk rangkaian umpan balik penguat depan universal audio dan menuliskan hasil diskusinya pada Lembar Kerja yang disediakan (LK-1C)
  11. Guru bersama peserta didik mendiskusikan hasil diskusi kelompok tentang fungsi masing-masing komponen, rangkaian dc dan komponen pembentuk rangkaian umpan balik penguat depan universal audio.

Mengamati pada pembelajaran kurikulum 2013 adalah kegiatan yang seharusnya dilakukan siswa. Walaupun ini adalah kegiatan siswa, bukan berarti guru tidak berperan. Mengamati memerlukan peran aktif guru sebagai fasilitator. Pada dasarnya, kompetensi dasar yang sedang mulai dipelajari adalah materi yang baru. Sangat logis jika siswa belum mengetahui apa yang harus diamati. Karena itulah peran guru menjadi sangat penting dalam tahap ini. Ada banyak cara bagi guru untuk memfasilitasi kegiatan ini.

Di samping menyediakan berbagai jenis media pembelajaran, guru sebaiknya menyediakan lembar kerja siswa. Petunjuk kerja yang relefan juga perlu diberikan kepada siswa. Dengan demikian kegiatan siswa menjadi terarah sesuai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP.

Contoh mengamati
  1. Siswa difasilitasi untuk membaca sumber dari buku siswa
  2. Siswa difasilitasi mendengarkan pembacaan puisi atau narasi dari radio
  3. Siswa difasilitasi melihat tayangan video perakitan komputer
  4. Siswa difasilitasi melihat demonstrasi perbaikan sepeda motor
Hasil Kegiatan mengamati
  1. Perhatian siswa pada saat melakukan kegiatan
  2. Bentuk catatan yang dibuat pada waktu melakukankegiatan.
  3. Kesabaran siswa yang terbentuk selama melakukan kegiatan.
  4. Jangka waktu yang digunakan siswa melakukan langkah mengamati.

Lahir dan dibesarkan di Yogyakarta
Belajar Teknik Elektronika di STM Pembangunan Yogyakarta
Belajar menjadi pendidik di IKIP Yogyakarta
Dibakar semangat mentor Pak (Alm.) Mustaghfirin (Orientasi Mahasiswa Baru 1982)
Pernah belajar di Universitas Gadjahmada Yogyakarta
Pernah mengikuti Master Trainer Pedagogy Program 2012 kerjasama Kemdikbud dengan ITE Singapore ( semacam diklat guru kejuruan Standar ITE Singapore )
Mengikuti Diklat Instruktur Kurikulum 2013 s.d. Penyegaran 2018
Mengabdi untuk kemajuan dunia pendidikan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.