Analisis Materi Pembelajaran

analisis materi pembelajaran

Analisis Materi Pembelajaran

Analisis Materi Pembelajaran itu penting! Analisis Materi Pembelajaran kunci akurasi pembelajaran. Analisis Materi Pembelajaran tahapan perencanaan yang penting artinya untuk menghasilkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 yang lengkap secara materi dan memenuhi syarat secara pedagogik dan menjadi pintu masuk penguatan pendidikan karakter (ppk). Guru harus tahu dengan pasti dan menyadari pendidikan karakter peserta didik yang bisa dilakukan sesuai dengan materi pembelajaran. Bahkan, melalui Analisis Materi Pembelajaran yang cermat, guru juga bisa merencanakan pada materi pembelajaran mana yang bisa digunakan sebagai media penguatan literasi siswa. Karena itu, hasil akhir analisis materi pembelajaran bukan saja tepat secara materi namun juga memudahkan siswa menguasai kompetensi dasar. Mengapa begitu? Adakah ‘jurus-jurus’ jitu analisis materi pembelajaran ? Mari kita diskusikan bagaimana kita melakukan Analisis Materi Pembelajaran.

Pengetahuan Dasar Analisis Materi Pembelajaran

Analisis Materi Pembelajaran merupakan salah satu bentuk aktivitas perencanaan yang menuntut penerapan kompetensi pedagogik maupun kompetensi profesional guru. Kegiatan analisis materi pembelajaran ini memerlukan kompetensi guru yang terkait dengan hal-hal berikut:

  1. Pengetahuan konten materi ajar (konten knowledge)

Analisis Materi Pembelajaran jelas sekali menuntut pengetahuan guru terhadap mata pelajaran yang diampunya. Penguasaan materi ajar oleh guru pengampu memungkinkan guru mengidentifikasi hal-hal fundamental maupun pengetahuan dan keterampilan lain yang dibangun di atas fundamen tersebut. Kelemahan penguasaan materi jelas menjadi kendala analisis materi pembelajaran.

  1. Pengetahuan pedagogik materi ajar (paedagogic knowledge)

Analisis Materi Pembelajaran memerlukan pengetahuan dan keterampilan guru bagaimana mengajarkan materi ajar itu? Ini bukan tentang penguasaan kita tentang materi ajar tetapi bagaimana melatihkan kepada siswa.

Materi pembelajaran adalah isi rumusan Kompetensi Dasar (KD). Materi pembelajaran ialah pengalaman-pengalaman belajar yang seharusnya diinteraksikan di antara peserta didik dan lingkungan belajarnya untuk mencapai kemampuan dasar (baca kompetensi dasar) yaitu perubahan perilaku siswa sebagai hasil belajar dari mata pelajaran.

Sebagai unit kompetensi, satu Kompetensi Dasar (KD) (kemampuan melakukan sesuatu) tersusun dari beberapa sub kompetensi yang lebih sempit lingkupnya yang disebut Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK). Di dalam satu kompetensi dasar (KD) dapat terdiri dari beberapa indikator pencapaian kompetensi. Guru harus dapat menemukan indikator-indikator pencapaian kompetensi ini. Menemukan Indikator Pencapaian Kompetensi adalah salah satu langkah Analisis Materi Pembelajaran.

OK, kita sudah menemukan indikator-indikator pencapaian kompetensi, bagaimana kita bisa mengajarkan atau melatihkan kepada siswa. Dapatkah siswa bisa langsung menguasai dan menunjukkan indikator pencapaian kompetensi? Tentu tidak kan? Kita harus menguraikan tiap-tiap indikator tersebut menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih rinci agar dapat dikuasai siswa sedikit demi sedikit. Hal-hal rincian ini yang dijadikan tujuan pembelajaran. Semua inilah aktivitas-aktivitas Analisis Materi Pembelajaran. Nah sekarang perhatikan ilustrasi berikut :

analisis materi pembelajaran
analisis materi pembelajaran

Indikator pencapaian kompetensi merupakan rumusan kemampuan yang harus dilakukan atau ditampilkan oleh siswa untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar (KD). Diskusi tentang hal ini lihat posting saya yang lain di …  Indikator pencapaian kompetensi

Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasarkan KD dari KI pengetahuan dan KD dari KI keterampilan dengan mengaitkan dimensi sikap yang akan dikembangkan. Diskusi tujuan pembelajaran lebih rinci lihat posting saya yang lain di Tujuan pembelajaran

Analisis Materi Pembelajaran memerlukan Kata Kerja Operasional (KKO) dari taksonomi-taksonomi. Pada KD pengetahuan menggunakan taksonomi Bloom olahan Anderson, KD keterampilan untuk keterampilan kongkrit menggunakan taksonomi Simpson dan Dave, sedangkan keterampilan abstrak menggunakan taksonomi Dyer. Dimensi-dimensinya sudah kita analisis pada Analisis SKL KI KD. Diskusi lebih rinci dapat dilihat pada posting saya yang lain di Analisis SKL KI KD.

Analisis Materi Pembelajaran menuntut kita menentukan rujukan sumber bahan ajar. Materi ajar dapat berasal dari buku teks pelajaran dan buku panduan guru, sumber belajar lain berupa muatan lokal, materi kekinian, konteks pembelajaran dari lingkungan sekitar yang dikelompokkan menjadi materi untuk pembelajaran reguler, pengayaan, dan remedial (Permendikbud … )

Analisis Materi Pembelajaran juga mempertimbangkan hal-hal berikut.

  1. Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan.
  2. Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial dan spiritual peserta didik.
  3. Kebermanfaatan bagi peserta didik.
  4. Struktur keilmuan.
  5. Berbagai sumber belajar (referensi yang relevan dan termutakhir)
  6. Alokasi waktu.

Langkah-langkah Analisis Materi Pembelajaran

Analisis Materi Pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah seperti diuraikan berkut ini:

Pertama, siapkan Format Analisis Materi Pembelajaran seperti contoh berikut …

Tabel 1. Penjabaran KI dan KD ke dalam Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK), Tujuan Pembelajaran dan Materi Pembelajaran

Mata Pelajaran: ……………………………………………..

Analisis Materi Pembelajaran
KI Program Pendidikan 3 Tahun
1.
2.
3.
Kompetensi Dasar
IPK
Tujuan Pembelajaran (Integrasi nilai-nilai Karakter)
Materi Pembelajaran
3.2 3.2.1 a.
b.
3.2.2 a.
b.
3.2.3 a.
4.
Kompetensi Dasar
IPK
Tujuan Pembelajaran (Integrasi nilai-nilai Karakter)
Materi Pembelajaran
4.2 4.2.1 a.
4.2.2 a.

Kedua, isi Format Analisis Materi Pembelajaran di atas. Ikuti arahan berikut …

  1. Di samping angka 1. , 2. , 3. dan 4. Diisikan berturut-turut kompetensi inti spiritual, kompetensi inti sosial, kompetensi inti pengetahuan dan kompetensi inti keterampilan yang dapat diperoleh dari dokumen Kompetensi Inti Kompetensi Dasar KI KD SMK 2017. Kalau belum punya dokumen KI KD, DOWNLOAD dari posting saya yang lain … di sini Kompetensi Inti Kompetensi Dasar KI KD SMK 2017
  1. Di bawah kolom Kompetensi Dasar (ada 2) masing-masing diisikan KD Pengetahuan (atas) dan KD Keterampilan (bawah) yang berpasangan. Copy dari file dokumen KI KD ke form Analisis Materi Pembelajaran di atas.
  1. Pada kolom IPK KD Pengetahuan (atas) di samping angka 3.2.1 tuliskan Indikator pencapaian kompetensi pengetahuan ke 1. INGAT !!! Sebelum disusun dalam format Analisis Materi Pembelajaran ini Indikator pencapaian kompetensi SUDAH DIURUTKAN dengan prinsip:
  • Disusun dari yang paling MUDAH menuju yang paling SULIT
  • Disusun dari yang NYATA menuju yang ABSTRAK
  • Tetapi tetap MENGIKUTI Struktur keilmuannya
  1. Pada kolom tujuan pembelajaran, isikan tujuan pembelajaran ke 1, ke 2 dst untuk mendukung pencapaian IPK ke 1. Semakin banyak tujuan pembelajaran berarti pembelajaran akan semakin lengkap, makin sedikit tujuan pembelajaran berarti semakin minimalis pembelajaran ( Relakah anak , adik , keponakan rekan-rekan diberi pembelajaran TIDAK LENGKAP ?). Jangan lupa, rumusan tujuan pembelajaran juga mencantumkan pendidikan karakter yang dilakukan (ini amanat Perpres No. 87 tahun 2017)
  2. Pada kolom Materi Pembelajaran, isikan materi pembelajaran yang harus dibahas untuk mendukung pencapaian IPK 1, otomatis ini akan mendukung pencapaian KD karena IPK 1 sudah dianalisis dan ditentukan untuk mendukung KD. Lanjutkan pengisian kolom IPK , tujuan pembelajaran dan materi pembelajaran pada Kompetensi Dasar Pengetahuan sesuai KD pengetahuan Anda. Sampai tahap ini Analisis Materi Pembelajaran KD Pengetahuan selesai
  3. Analisis Materi Pembelajaran KD Keterampilan, prinsip pengisiannya sama dengan Analisis Materi Pembelajaran KD Pengetahuan. Namun demikian ada perbedaannya yaitu:
  • Kata Kerja Operasional (KKO) yang digunakan pada keterampilan diambil dari taksonomi Simpson , Dave atau Dyers sedangkan KD pengetahuan dari taksonomi Bloom / Anderson.
  • Rumusan IPK, Tujuan pembelajaran dan Materi pembelajaran menjurus pada bentuk aktivitas melakukan sesuatu.

Contoh Analisis Materi Pembelajaran

Analisis Materi Pembelajaran pada contoh berikut ini, admin kutipkan dari Modul Bimtek Implementasi Kurikulum 2013. Maksud saya adalah agar pembaca / rekan-rekan yang belum mengikuti bimtek implementasi Kurikulum 2013 juga bisa mempelajari dari rujukan utama diskusi kita  Analisis Materi Pembelajaran dari sumber asalnya.

Tabel 1. Penjabaran KI dan KD ke dalam Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK), Tujuan Pembelajaran dan Materi Pembelajaran

(Permendikbud ….)

Mata Pelajaran: Simulasi dan Komunikasi Digital

Analisis Materi Pembelajaran
KI Program Pendidikan 3 Tahun
1.       Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2.      Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasehat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3.      Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
Kompetensi Dasar IPK Tujuan Pembelajaran (Integrasi nilai-nilai Karakter) Materi Pembelajaran
3.3   Menerapkan pengetahuan pengelolaan informasi digital. 3.3.1 Menerangkan komunikasi daring asinkron. a.    Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat:

·   Mengelompokkan bentuk komunikasi daring asinkron sesuai karakteristik dengan bertanggungjawab.

·   Menjelaskan komunikasi daring asinkron sesuai prinsip dengan cermat

·   menjelaskan 2 jenis pengelolaan informasi digital melalui komunikasi daring online dengan santun

Konsep Komunikasi daring asinkron.
3.3.2 Menerangkan komunikasi daring sinkron.

b.   Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat:

·   menjelaskan terjadinya komunikasi daring sinkron sesuai prinsip dengan cermat.

·   menentukan kebutuhan pokok fasilitas yang diperlukan untuk pengelolaan informasi digital daring online secara mandiri.

Konsep Komunikasi daring sinkron
3.3.3 Menerapkan komunikasi daring asinkron dan komunikasi daring sinkron. c.    Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat melakukan carakomunikasi daring online sesuai prosedurdengan percaya diri. Teknik  Komunikasi daring asinkron dan komunikasi daring sinkron.
4.      Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang kerja. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.Menunjukkanketerampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempresepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Kompetensi Dasar IPK Tujuan Pembelajaran (Integrasi nilai-nilai Karakter) Materi Pembelajaran
4.3 Menyajikan hasil penerapan pengelolaan informasi digital melalui komunikasi daring online. 4.3.1 Mengikuti(Meniru) komunikasi daring asinkron dan sinkron berdasarkan contoh. d.   Disediakan peralatan komunikasi dan jaringan internet, peserta didik dapat melakukan komunikasi daring asinkron dan sinkron berdasarkan contoh dengan percaya diri ·   Mendemontrasikan Komunikasi daring asinkron dan sinkron
4.3.2 Mendemonstrasikan komunikasi daring asinkron dan sinkron berdasarkan tugas e.   Disediakan peralatan komunikasi dan jaringan internet, peserta didik dapat mendemonstrasikan komunikasi daring asinkron dan sinkron berdasarkan tugas sesuai prosedur dengan percaya diri
Hasil Analisis Materi Pembelajaran

Analisis Materi Pembelajaran seperti telah dijelaskan di atas dan diberikan cara pengisian maupun contoh Analisis Materi Pembelajaran memberikan hasil yang berguna bagi kita yaitu:

  1. Kompetensi Dasar Pengetahuan dan Keterampilan sudah terjabarkan kedalam Indikator Pencapaian Kompetensi, Tujuan Pembelajaran dan Materi pembelajaran yang sudah kita ‘bumbui’ dengan seni membelajarkan siswa (pengetahuan pedagogik), insya Allah … JOOSS
  2. Kompetensi Dasar , Indikator Pencapaian Kompetensi, Tujuan Pembelajaran dan Materi pembelajaran SUDAH TERURUT dengan penerapan prinsip-prinsip pedagogik.
  3. Kompetensi Dasar , Indikator Pencapaian Kompetensi, Tujuan Pembelajaran dan Materi pembelajaran SIAP dituangkan ke Analisis Penerapan Model Pembelajaran dengan pemaduan sintaksnya.
  4. Analisis Materi Pembelajaran telah mengintegrasikan penguatan pendidikan karakter (ppk).
Kelemahan pada Analisis Materi Pembelajaran

Analisis Materi Pembelajaran seperti tampak pada judul-judul kolomnya, mudah sekali. Karena kolom-kolom dalam format Analisis Materi Pembelajaran nampak mudah kita sering terjebak menerapkan konsep-konsep lama yang seharusnya sudah diganti. Beberapa kelemahan Analisis Materi Pembelajaran yang sering ditemukan antara lain:

  1. Rekan-rekan sering banyak yang tidak sempat atau belum menyempatkan membaca modul Analisis Materi Pembelajaran sehingga pengisian kolomnya banyak yang kurang tepat.
  2. Rumusan Indikator Pencapaian Kompetensi sering kurang tepat karena belum melakukan Analisis SKL KI KD sehingga tidak tahu level KKO yang mana dari taksonomi siapa yang digunakan.
  3. Kelemahan yang lain sering tampak pada perumusan Tujuan Pembelajaran. Banyak rekan yang rumusan tujuan pembelajarannya masih seperti yang lama.

Ok … demikianlah diskusi sekitar Analisis Materi Pembelajaran. Semoga bermanfaat dan jika ada kekurangan pada teks diskusi di atas dipersilahkan rekan-rekan memberikan sharing pengalamannya. Salam.

Analisis SKL KI KD

analisis skl ki kd

Analisis SKL KI KD

Analisis SKL KI KD itu apa sih? Mengapa perlu Analisis SKL KI KD ? Bagaimana cara melakukan Analisis SKL KI KD pada K2013 SMK Revisi 2017 ? Pertanyaan-pertanyaan terkait Analisis SKL KI KD itu mungkin menggelayuti banyak pendidik yang telah mengikuti Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum 2013 Revisi 2017.

analisis skl ki kd
analisis skl ki kd

Analisis SKL KI KD seperti ditunjukkan pada ilustrasi pertama (tabel 1) dan ilustrasi kedua (tabel 2) boleh jadi menimbulkan pertanyaan kita.

  1. Mengapa ada 2 bagian Analisis SKL KI KD ?
  2. Pada gambar 1, Analisis SKL KI KD apa yang kita lakukan?
  3. Analisis SKL KI KD apa yang kita lakukan pada ilustrasi yang ke 2 ?
  4. Mengapa pada ilustrasi Analisis SKL KI KD ke 2 beberapa kata dituliskan dengan warna? Apa maksudnya?
  5. Pada ilustrasi Analisis SKL KI KD ke 2 terdapat kode-kode C2, P1, P2 apa maksudnya?
  6. Apa yang dimaksud dimensi kognitif ?
  7. Apa yang dimaksud bentuk dimensi pengetahuan konseptual ?
  8. Mengapa memahami dinyatakan SESUAI dengan pengetahuan konseptual?
  9. Apa dasar kita menyetarakan C2 dengan P1?
  10. Apa yang harus dilakukan jika terjadi KESETARAAN atau KETIDAKSETARAAN ?
  11. Semua inikah yang dimaksud Analisis SKL KI KD ?

Mungkin pertanyaan-pertanyaan ini sudah terjawab tetapi tidak tertutup kemungkinan masih banyak yang belum terjawab. Pada kesempatan ini saya coba tuangkan bahan diskusi Analisis SKL KI KD ini.

Tujuan Analisis SKL KI KD

Analisis SKL KI KD sebagai titik awal perencanaan pembelajaran tentu memiliki maksud dan tujuan. Analisis SKL KI KD menjadi titik awal penguatan pendidikan karakter. Kita perlu memahami kerangka berpikir terkait analisis skl ki kd ini agar pembelajaran yang kita sajikan berjalan sesuai skema besar pencapaian Standar Kompetensi Lulusan Kurikulum 2013. Ok, mari berangkat dari cita-cita dan impian penerapan Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 diterapkan BUKAN SEKEDAR UPDATE PENGETAHUAN dan KETERAMPILAN SAJA. Kurikulum 2013 diterapkan untuk menyiapkan siswa agar memiliki kompetensi baik sikap spiritual, sikap sosial , pengetahuan dan keterampilan agar nantinya unggul dalam persaingan global abad 21 ini. Keunggulan ini ditunjang dengan pengembangan keterampilan abad 21 seperti critical thinking, creative thinking, collaborating dan communicating (4 C). Keunggulan-keunggulan ini sudah dicanangkan dan dirumuskan dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL).

Pada ranah operasional, pembentukan kompetensi lulusan dilakukan melalui pembelajaran yang dilakukan oleh guru di seluruh mata pelajaran. Dalam konteks ini, materi pembelajaran dan proses pembelajaran menjadi instrumen penting menuju tercapainya Standar Kompetensi Lulusan yang dicita-citakan. Materi pembelajaran yang TIDAK LINIER dengan Standar Kompetensi Lulusan yang diinginkan JELAS menjadi PENYEBAB tidak tercapainya kompetensi yang diinginkan. Demikian juga dengan proses pembelajaran. Terbentuknya kompetensi lulusan pada siswa tergantung juga dengan proses pembentukan kompetensi yang dilakukan pada proses pembelajaran. Proses pembelajaran dapat berjalan optimal jika guru memahami Kompetensi Dasar (KD), dan MENERAPKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK nya agar kompetensi dasar yang dirumuskan dalam kalimat-kalimat dapat diwujudkan pada diri siswa atau peserta didik.

Analisis SKL KI KD inilah wujud langkah guru meluruskan dan melinierkan perencanaan proses pembelajaran untuk pencapaian Standar Kompetensi Lulusan yang diinginkan.

Pengertian Analisis SKL KI KD

Analisis SKL KI KD wajib dipahami oleh setiap pendidik. Analisis SKL KI KD ialah kegiatan menguraikan keterkaitan SKL KI KD atas berbagai bagiannya, menelaah bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh berbagai informasi pedagogis yang berguna untuk membuat perencanaan pembelajaran yang benar.

Analisis SKL KI KD menjabarkan komponen SKL (Standar Kompetensi Lulusan), KI (Kompetensi Inti) dan KD (Kompetensi Dasar) baik KD Pengetahuan maupun KD Keterampilan. Selain aktifitas menjabarkan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, Analisis SKL KI KD juga menjabarkan hubungan dan keterkaitan antar komponen yang di analisis tersebut.

Jelas kiranya bahwa silabus dan RPP adalah dokumen yang diturunkan dari Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar KI KD, dan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar KI KD sendiri diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan SMK. Agar supaya silabus dan RPP SMK yang dikembangkan benar-benar akurat mengeksekusi keinginan Standar Kompetensi Lulusan SMK maka perlu ada jaminan linieritas Kompetensi Dasar KD terhadap SKL nya. Analisis SKL KI KD inilah penjamin linieritas silabus dan RPP SMK terhadap Standar Kompetensi Lulusan SKL.

Memahami Contoh Analisis SKL KI KD

Analisis SKL KI KD pada setiap mata pelajaran dilakukan mengikuti contoh dalam Bimtek Implementasi K2013. Pada posting ini contoh analisis skl ki kd admin sadurkan dari Modul Bimtek Implementasi Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Kejuruan tahun 2017.

Cobalah rekan-rekan pembaca amati tabel berikut ini.

Analisis SKL KI KD
KOMPETENSI INTI 3
KOMPETENSI INTI 4
ANALISIS DAN REKOMENDASI KI
(PENGETAHUAN)
(KETERAMPILAN)
1 2 3
3.     Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Desain Grafikapada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. 4.     Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Desain Grafika. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. KI-3 pengetahuan dan KI-4 keterampilan; adalah untuk program pendidikan 3 tahun
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.  
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan,gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. KI-3 dan KI-4 tersebut sesuai menjadi rujukan KD-KD mata pelajaran Dasar-dasar Kegrafikaan pada Kompetensi Keahlian Desain Grafika (3 Tahun)

 

 

Cara Analisis SKL KI KD

Analisis SKL KI KD dikerjakan secara berturut-turut seperti diuraikan di bawah.

  • Menentukan tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan dari Kompetensi Dasar Pengetahuan (Analisis KD 3)

Pada KD contoh di atas berbunyi … Memahami pola tata letakMemahami merupakan tingkat kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa yang menunjukkan tingkat dimensi kognitif dari taksonomi Bloom revisi. Sedangkan … pola tata letak … merujuk kepada … macam-macam bentuk tata letak yang bisa jadi berbeda satu dengan yang lain tetapi sama-sama dapat digolongkan sebagai pengaturan tata letak. Pengetahuan seperti ini disebut bentuk pengetahuan konseptual.

  • Menentukan rekomendasi kesesuaian tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan dari Kompetensi Dasar

Setelah tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan kita temukan, selanjutnya diperiksa apakah  tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan tersebut SESUAI dipasangkan ? Atas dasar apakah kita menyatakan sesuai atau tidak sesuai ? Lihat pada gambar di bawah ini ….

analisis skl ki kd
analisis skl ki kd

Berdasarkan skema di atas …. Memahami atau level C2 sesuai jika dipasangkan dengan bentuk pengetahuan konseptual … jadi pada KD contoh di atas … Memahami pola tata letak … SUDAH SESUAI.

  • Menentukan tingkat taksonomi dan bentuk taksonomi dari Kompetensi Dasar Keterampilan (Analisis KD 4)

Pada KD 4 contoh di atas berbunyi … Memilih pola tata letakMemilih (pola tata letak) adalah keterampilan kongkrit. Karena keterampilan kongkrit selanjutnya periksa dalam taksonomi Simpson dan Dave dan lihat … levelnya adalah P2 (manipulasi).  Disimpulkan, memilih adalah keterampilan kongkrit level P2 (manipulasi) . Rekan-rekan perlu melihat kata kerja operasional (KKO) pada taksonomi Simpson atau Dave ini untuk memastikan … memilih … itu pada level apa?

analisis skl ki kd
analisis skl ki kd
  • Menentukan KESETARAAN taksonomi KD Pengetahuan dan taksonomi KD Keterampilan  dan rekomendasi nya

Langkah Analisis SKL KI KD selanjutnya adalah menentukan kesetaraan KD Pengetahuan dengan KD Keterampilan. Seharusnya KD Pengetahuan TIDAK BOLEH lebih rendah dari KD Keterampilan. Mengapa demikian? Logikanya … untuk melakukan suatu keterampilan diperlukan pengetahuan-pengetahuan sebagai dasar dan pedoman kerja melakukan suatu keterampilan. Logis kan?

Sekarang, bagaimana kita memutuskan KD3 sudah SETARA dengan KD4 ?

Berdasarkan taksonomi Bloom olahan Anderson, taksonomi terklasifikasi menjadi 6 level dari C1 s.d. C6 dan jenjang SMA-SMK sekurang-kurangnya dimulai dari C2 (memahami). Taksonomi keterampilan memiliki 5 level mulai dari P1 s.d. P5 baik taksonomi Simpson maupun taksonomi Dave. Perhatikan ilustrasi berikut :

Analisis SKL KI KD
PENGETAHUAN
KETERAMPILAN KONGKRIT
KETERAMPILAN KONGKRIT
KETERAMPILAN ABSTRAK
TAKSONOMI BLOOM OLAHAN ANDERSON
TAKSONOMI DAVE
TAKSONOMI SIMPSON
TAKSONOMI DYERS
Mengkreasi
C6
Naturalisasi
P5
Menjadi tindakan orisinal Mencipta
Mengevaluasi
C5
Artikulasi
P4
Menjadi gerakan alami Mengomunikasikan
Menganalisis
C4
Presisi
P3
Mahir Mengasosiasi
Menerapkan
C3
Manipulasi
P2
Membiasakan gerakan Mengumpulkan informasi
Memahami
C2
Imitasi
P1
Persiapan, Kesiapan, Meniru Menanya
Mengingat
C1
      Mengamati

KD 3 Memahami (C2) setara dengan level keterampilan Imitasi (meniru) P1 … sedangkan … KD 4 Memilih … pada level … manipulasi P2 … oleh karena itu KD 3 DIREKOMENDASIKAN dinaikkan satu tingkat pada tingkat Menerapkan (C3). Ditingkatkan pada Indikator Pencapaian Kompetensi IPK, jadi biarkan bunyi KD 3 nya tetap.

Hasil Analisis SKL KI KD

Analisis SKL KI KD seperti tampak di atas, memberikan kita informasi penting terkait Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. Hasil analisis SKL KI KD penting ini antara lain:

  1. Kompetensi Dasar KD yang sudah dilinierisasi atau disesuaikan sehingga KD Pengetahuan dan KD Keterampilan cocok berpasangan. Ini berarti kita sudah mantap pada titik tolak yang benar untuk menjabarkan pasangan KD ke dalam Indikator Pencapaian Kompetensi.
  2. Seiring dengan itu ditemukan pula tingkat dimensi kognitif apakah berada pada C1 mengingat, C2 memahami, C3 menerapkan, C4 menganalisis, C5 mengevaluasi atau C6 mengkreasi. Hal ini memastikan kita mencari dan menggunakan Kata Kerja Operasional (KKO) yang tepat untuk digunakan dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran.
  3. Analisis SKL KI KD menemukan bentuk pengetahuan faktual, konseptual, prosedural ataupun meta kognitif dan jenis keterampilan kongkrit maupun abstrak dan dengan itu memudahkan kita memilih model pembelajaran yang tepat untuk digunakan.
  4. Pada tahap ini pula bisa kita bayangkan perolehan hasil belajar apakah pada Low Order Thinking Skills (LOTS) ataukah sudah berada pada Higher Order Thinking Skills (HOTS).
Latihan Analisis SKL KI KD

 

Penguatan Pendidikan Karakter PPK dalam Analisis SKL KI KD

……………………………………………….. maaf belum sempat di tuliskan ……………………………………………………..

Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 harus memperhatikan hal-hal penting di atas.

Demikianlah sharing tentang Analisis SKL KI KD … semoga menambah pemahaman kita bersama …

Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017

silabus dan rpp smk

Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017

RPP ialah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. RPP K13 Rev. 2017 adalah RPP Pembelajaran Keterampilan Abad 21. Karena itu, RPP bukan sekedar administrasi guru tetapi pedoman pelaksanaan pembelajaran. Ya … kini RPP adalah pedoman operasional guru pada saat melaksanakan pembelajaran K13 Revisi 2017. Sayangnya banyak dari kita masih berpikir dan bertindak dengan paradigma lama dan memperlakukan RPP tidak semestinya sehingga hal-hal berikut sering terjadi:

  • RPP hanyalah sekedar pelengkap administrasi guru, hanya berguna saat ditanya kepala sekolah atau pengawas sekolah, … ada RPP? … Ada!
  • RPP hanyalah sekedar pelengkap dokumen sekolah, hanya berguna saat ditanya asesor akreditasi sekolah, … ada RPP? … Ada!
  • Saya mengajar tidak pakai RPP juga bisa! Kenapa harus ribet-ribet bikin RPP?

RPP & Silabus

RPP
RPP

silabus
SILABUS

Bagaimanapun, admin masih percaya yang berpendirian seperti di atas hanya beberapa saja. Sebagian besar yang lain masih sependapat dengan saya bahwa RPP itu rencana pelaksanaan pembelajaran yang digunakan sebagai pedoman melaksanakan pembelajaran. Dan mungkin masih penasaran … RPP K13 atau RPP K2013 Revisi 2017 itu seperti apa? Bagaimana ciri-ciri RPP K13 yang benar atau ideal …?

Menyusun Silabus dan RPP SMK kewajiban guru. Menyusun Silabus dan RPP SMK salah satu tugas utama merencanakan pembelajaran. Menyusun Silabus dan RPP SMK banyak ditanyakan rekan pendidik dari berbagai mata pelajaran. Silabus dan RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 seharusnya di susun berdasarkan Spektrum Keahlian SMK 2016, Struktur Kurikulum SMK 2017 dan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar KI KD SMK 2017 yang telah diputuskan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

menyusun silabus dan rpp
menyusun silabus dan rpp
silabus dan rpp smk n5 2
Workshop menyusun silabus dan rpp di smk n5

Untuk menyusun Silabus dan RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 ini seharusnya pendidik menerapkan analisis SKL KI KD, analisis materi pembelajaran, analisis penerapan model pembelajaran dan perancahan pemaduan sintak model pembelajaran dengan tahapan pendekatan saintifik 5 M. Dengan ke 4 jenis analisis tersebut, sebagian besar unsur-unsur atau komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP telah teridentifikasi.

Di samping itu, menyusun Silabus dan RPP SMK dengan cermat ikut menginisiasi Pembelajaran Keterampilan Abad 21 yang telah diadopsi dalam Standar Kompetensi Lulusan SMK dan menjadi rujukan pengembangan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar SMK. Rekan-rekan pendidik, menurut saya, harusnya juga mengimplementasikannya dalam silabus dan RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017. Bahkan, bagi yang masih berbasis KTSP Kurikulum 2006 pun seharusnya memperbaiki silabus dan rpp dan proses pembelajarannya agar para siswa tetap mendapatkan Pembelajaran Keterampilan Abad 21.

Silabus dan RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 seharusnya telah mencirikan pembelajaran Keterampilan Abad 21 yang banyak dikenal dengan 4C yaitu Critical ThinkingCreative Thinking, Collaborating dan Communicating yang per

silabus rpp smk
silabus rpp smk

lu didukung pengembangan Literacy dan Life Skill. Kita tentu tidak ingin siswa atau peserta didik kita tersisih dari persaingan pada jamannya gara-gara silabus dan rpp smk persiapan pembelajaran kita yang belum di revisi. Oleh karena itu marilah kita Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 yang mendukung pengembangan Keterampilan Abad 21.

 

Dokumen dan Pengetahuan Dasar Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017

Menyusun silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 memerlukan dokumen dan pengetahuan dasar kurikulum. Dokumen-dokumen yang diperlukan pada kegiatan menyusun silabus dan rpp smk antara lain :

  • Struktur Kurikulum SMK Tahun 2017, bagi rekan-rekan yang belum memiliki silahkan mengunduh dulu di sini >> Struktur Kurikulum SMK Tahun 2017
  • Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KI KD) SMK Tahun 2017, silahkan mengunduh di sini >> Kompetensi Inti Kompetensi Dasar KI KD SMK 2017
  • Modul-modul Bimbingan Teknik Implementasi Kurikulum 2013 Revisi 2017 yang berisi pengetahuan dasar untuk implementasi Kurikulum 2013 Revisi 2017
  • Daftar Kata Kerja Operasional (KKO)

Beberapa pengetahuan dasar yang mendukung kegiatan Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 pernah atau sudah kita diskusikan dan dapat rekan-rekan temukan di blog ini, antara lain :

Langkah-langkah Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017

Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 diawali dengan melakukan kegiatan analisis-analisis untuk mendapatkan elemen-elemen silabus dan RPP SMK yang akurat. Analisis dan kajian untuk menyusun silabus dan RPP SMK adalah seperti terurai di bawah ini.

  1. Analisis SKL KI KD Silabus dan RPP SMK
  2. Analisis Materi Pembelajaran Silabus dan RPP SMK
  3. Analisis Penerapan Model Pembelajaran Silabus dan RPP SMK
  4. Analisis Penilaian Hasil Belajar SMK

Setelah melakukan 4 (empat) macam analisis tersebut pada dasarnya, semua elemen yang diperlukan untuk menyusun silabus dan rpp SMK sudah kita miliki. Langkah selanjutnya adalah mengisikan elemen-elemen silabus dan RPP hasil analisis ke dalam format-format silabus dan RPP SMK.

Analisis SKL KI KD untuk Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017

Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 di awali dengan Analisis SKL KI KD. Mengapa ini harus kita lakukan? Jelas kiranya bahwa silabus dan RPP adalah dokumen yang diturunkan dari Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar KI KD, dan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar KI KD sendiri diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan SMK. Agar supaya silabus dan RPP SMK yang dikembangkan benar-benar akurat mengeksekusi keinginan Standar Kompetensi Lulusan SMK maka perlu ada jaminan linieritas Kompetensi Dasar KD terhadap SKL nya. Analisis SKL KI KD inilah penjamin linieritas silabus dan RPP SMK terhadap Standar Kompetensi Lulusan SKL.

Contoh Analisis SKL KI KD Kurikulum 2013 SMK

Contoh Analisis SKL KI KD dalam posting ini admin sadurkan dari Modul Bimtek Implementasi Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Kejuruan.

Analisis SKL KI KD
KOMPETENSI INTI 3
KOMPETENSI INTI 4
ANALISIS DAN REKOMENDASI KI
(PENGETAHUAN)
(KETERAMPILAN)
1 2 3
3.     Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Desain Grafikapada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. 4.     Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Desain Grafika. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. KI-3 pengetahuan dan KI-4 keterampilan; adalah untuk program pendidikan 3 tahun
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.  
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan,gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. KI-3 dan KI-4 tersebut sesuai menjadi rujukan KD-KD mata pelajaran Dasar-dasar Kegrafikaan pada Kompetensi Keahlian Desain Grafika (3 Tahun)

 

Analisis SKL KI KD
KOMPETENSI DASAR PENGETAHUAN
KOMPETENSI DASAR KETERAMPILAN
Analisis KD-3
Rekomendasi KD-3
Analisis KD-4
Rekomendasi KD-4
Rekomendasi KD-KD pada Mapel
(KD-3)
(KD-4)
Tingkat Dimensi Kognitif dan Bentuk Dimensi Pengetahuan
Kesesuaian Dimensi Kognitif dengan Bentuk Pengetahuan
Bentuk Taksonomi dan Tingkat Taksonomi
Kesetaraan Taksonomi KD-dari KI-3 dg KD dari KI-4
·      Ketercapaian Dimensi Kognitif dan Bentuk Pengetahuan semua KD-3 dalam Mata Pelajaran  ·      Ketercapaian Taksonomi semua KD-4 dalam Mata Pelajaran
1 2 3 4 5 6 7
3.1      Memahami pola tata letak. 4.1      Memilih pola tata letak. Tingkat dimensi kognitif adalah Memahami(C2), dan pola tata letak …adalah bentuk dimensi pengetahuan Konseptual Memahami (C2), SESUAI dipasangkan dengan pola … (pengetahuan konseptual) Memilih adalah keterampilan konkret, tingkat Manipulasi (P2) KD-3 Memahami (C2) setara dengan meniru (P1), sedang kan KD-4 memilih (P2). Hal ini masih dalam batas kesetaraan, tetapi dire komendasikan KD-3 dinaikkan menjadi menerapkan (C3) KD-3 dari KD-KD pengetahuan mata pelajaranDasar-Dasar Kegrafikaan sudah memenuhi Dimensi Kognitif tuntutan KI-3 yaitu memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi. Sedangkan Bentuk Pengetahuan juga sudah terpenuhi yaitu konseptual, prosedural, dan  metakognitif.
Cara Analisis SKL KI KD Kurikulum 2013 SMK
  • Menentukan tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan dari Kompetensi Dasar Pengetahuan (Analisis KD 3)

Pada KD contoh di atas berbunyi … Memahami pola tata letakMemahami merupakan tingkat kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa yang menunjukkan tingkat dimensi kognitif dari taksonomi Bloom revisi. Sedangkan … pola tata letak … merujuk kepada … macam-macam bentuk tata letak yang bisa jadi berbeda satu dengan yang lain tetapi sama-sama dapat digolongkan sebagai pengaturan tata letak. Pengetahuan seperti ini disebut bentuk pengetahuan konseptual.

  • Menentukan rekomendasi kesesuaian tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan dari Kompetensi Dasar

Setelah tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan kita temukan, selanjutnya diperiksa apakah  tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan tersebut SESUAI dipasangkan ? Atas dasar apakah kita menyatakan sesuai atau tidak sesuai ? Lihat pada gambar di bawah ini ….

Berdasarkan skema di atas …. Memahami atau level C2 sesuai jika dipasangkan dengan bentuk pengetahuan konseptual … jadi pada KD contoh di atas … Memahami pola tata letakSUDAH SESUAI.

  • Menentukan tingkat taksonomi dan bentuk taksonomi dari Kompetensi Dasar Keterampilan (Analisis KD 4)

Pada KD 4 contoh di atas berbunyi … Memilih pola tata letakMemilih (pola tata letak) adalah keterampilan kongkrit. Karena keterampilan kongkrit selanjutnya periksa dalam taksonomi Simpson dan Dave dan lihat … levelnya adalah P2 (manipulasi).  Disimpulkan, memilih adalah keterampilan kongkrit level P2 (manipulasi) . Rekan-rekan perlu melihat kata kerja operasional (KKO) pada taksonomi Simpson atau Dave ini untuk memastikan … memilih … itu pada level apa?

analisis skl ki kd 4
analisis skl ki kd 4
  • Menentukan KESETARAAN taksonomi KD Pengetahuan dan taksonomi KD Keterampilan  dan rekomendasi nya

Langkah analisis SKL KI KD selanjutnya adalah menentukan kesetaraan KD Pengetahuan dengan KD Keterampilan. Seharusnya KD Pengetahuan TIDAK BOLEH lebih rendah dari KD Keterampilan. Mengapa demikian? Logikanya … untuk melakukan suatu keterampilan diperlukan pengetahuan-pengetahuan sebagai dasar dan pedoman kerja melakukan suatu keterampilan. Logis kan?

Sekarang, bagaimana kita memutuskan KD3 sudah SETARA dengan KD4 ?

Berdasarkan taksonomi Bloom olahan Anderson, taksonomi terklasifikasi menjadi 6 level dari C1 s.d. C6 dan jenjang SMA-SMK sekurang-kurangnya dimulai dari C2 (memahami). Taksonomi keterampilan memiliki 5 level mulai dari P1 s.d. P5 baik taksonomi Simpson maupun taksonomi Dave. Perhatikan ilustrasi berikut :

PENGETAHUAN
KETERAMPILAN KONGKRIT
KETERAMPILAN KONGKRIT
KETERAMPILAN ABSTRAK
TAKSONOMI BLOOM OLAHAN ANDERSON
TAKSONOMI DAVE
TAKSONOMI SIMPSON
TAKSONOMI DYERS
Mengkreasi
C6
Naturalisasi
P5
Menjadi tindakan orisinal Mencipta
Mengevaluasi
C5
Artikulasi
P4
Menjadi gerakan alami Mengomunikasikan
Menganalisis
C4
Presisi
P3
Mahir Mengasosiasi
Menerapkan
C3
Manipulasi
P2
Membiasakan gerakan Mengumpulkan informasi
Memahami
C2
Imitasi
P1
Persiapan, Kesiapan, Meniru Menanya
Mengingat
C1
      Mengamati

KD 3 Memahami (C2) setara dengan level keterampilan Imitasi (meniru) P1 … sedangkan … KD 4 Memilih … pada level … manipulasi P2 … oleh karena itu KD 3 DIREKOMENDASIKAN dinaikkan satu tingkat pada tingkat Menerapkan (C3). Ditingkatkan pada Indikator Pencapaian Kompetensi IPK, jadi biarkan bunyi KD 3 nya tetap.

Dengan langkah analisis SKL KI KD seperti tampak di atas, kita dapatkan Kompetensi Dasar KD yang sudah dilinierisasi atau disesuaikan sehingga KD Pengetahuan dan KD Keterampilan cocok berpasangan. Seiring dengan itu ditemukan pula tingkat dimensi kognitif C1 mengingat, C2 memahami, C3 menerapkan, C4 menganalisis, C5 mengevaluasi atau C6 mengkreasi. Bentuk-bentuk pengetahuan faktual, konseptual, prosedural maupun meta kognitif dan jenis keterampilan kongkrit maupun abstrak. Pada tahap ini pula bisa kita bayangkan perolehan hasil belajar apakah pada Low Order Thinking Skills (LOTS) ataukah sudah berada pada Higher Order Thinking Skills (HOTS). Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 harus memperhatikan hal-hal penting di atas.

Analisis Materi Pembelajaran untuk Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017

Langkah lanjutan Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 adalah melakukan Analisis Materi Pembelajaran. Kegiatan Analisis Materi Pembelajaran adalah penjabaran Kompetensi Dasar lebih lanjut yaitu penyusunan indikator pencapaian kompetensi, pengembangan tujuan pembelajaran dan penentuan materi pembelajaran.

Pada Analisis Materi Pembelajaran kali ini kita harus menggunakan sepasang KD yaitu KD Pengetahuan dan KD Keterampilan (bagi rekan guru PKn dan PABP ke empat unsur Kompetensi Dasar). Dalam konteks belajar Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 akan tidak menguntungkan jika saya gunakan pasangan KD kejuruan saya yaitu, Teknik Elektronika. Rekan-rekan dari mata pelajaran yang lain akan kurang maksimal menyerap inti posting saya yaitu cara menyusun Silabus dan RPP SMK.

OK, saya yakin, hampir semua kita memiliki kompetensi pengetahuan tentang sepeda roda 2 dan kompetensi keterampilan mengoperasikan sepeda roda 2. Agar pembaca yang berasal dari berbagai disiplin ilmu dapat mengikuti dan menyerap pembelajaran pada posting Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 maka saya sengaja gunakan pasangan kompetensi dasar buatan saya yaitu KD 3.1 Memahami sepeda roda 2 dan KD 4.1 Mengoperasikan sepeda roda 2. Setuju ya … yang penting cara Menyusun Silabus dan RPP SMK dapat sampai dengan optimal. Tujuan akhir saya adalah rekan-rekan khususnya yang belum mengikuti langsung workshop Bimtek Implementasi Kurikulum 2013 Revisi 2017 dapat menguasai cara menyusun silabus dan RPP SMK Abad 21.

KI Program Pendidikan 3 Tahun
1.    Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2.    Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasehat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3.    Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
Kompetensi Dasar IPK Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajaran
3.1 Memahami sepeda roda 2 menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 dengan santun Bagian-bagian utama Sepeda Roda 2
menjelaskan fungsi setiap bagian utama sepeda roda 2 Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi stang sepeda roda 2 dengan percaya diri 

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi roda sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi sistem pedal sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi sadel sepeda roda 2 dengan percaya diri

Sepeda Roda 2
menjelaskan cara mengoperasikan sepeda roda 2

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara menjaga keseimbangan di atas sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara mengayuh sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara mengarahkan sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara memarkir sepeda roda 2 dengan percaya diri

Cara mengoperasikan sepeda roda 2
4.    Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang kerja. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempresepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Kompetensi Dasar IPK Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajaran
4.1 Mengoperasikan sepeda roda 2 mengoperasikan sepeda roda 2 Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat duduk di atas sadel dengan seimbang berdasarkan contoh dengan percaya diri Praktek / latihan mengoperasikan sepeda roda 2
    Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat mengayuh pedal sepeda roda 2 dengan seimbang berdasarkan contoh dengan percaya diri  
    Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat mengarahkan gerakan sepeda roda 2 berdasarkan contoh dengan percaya diri  
    Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat memarkir sepeda roda 2 berdasarkan contoh dengan percaya diri  

 

Demikianlah format dan hasil Analisis Materi Pembelajaran untuk cara menyusun Silabus dan RPP SMK.

Analisis Penerapan Model Pembelajaran untuk Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017

Langkah berikutnya Menyusun Silabus dan RPP SMK adalah melakukan Analisis Penerapan Model Pembelajaran. Rekan-rekan dapat membaca dulu posting model pembelajaran SMK (baca model pembelajaran SMK). Berdasarkan sifat KD 3.1 memahami sepeda roda 2 dan KD 4.1 mengoperasikan sepeda roda 2 dan bentuk pengetahuan faktual dan konseptual maka model pembelajaran yang sesuai adalah model pembelajaran penemuan (discovery).

Analisis-penerapan-model-pembelajaran-silabus-dan-rpp
No. Kompetensi Dasar Analisis KD Model Pembelajaran
  3.1 memahami sepeda roda 2 KD-3.1 menitikberatkan pada pembentukan pengetahuan konseptual dan prosedural Model Pembelajaran Discovery Learning
4.1 mengoperasikan sepeda roda 2 KD-4.1 Pernyataan pada taksonomi keterampilan kongkret pada gradasi presisi.

Matriks Perancah Pemaduan Sintak Model Pembelajaran Discovery Learning dan Proses Berpikir Ilmiah (Saintifik) pada Mapel xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx 

  1. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, operasional lanjut, dan metakognitif secara multidisiplin sesuai dengan bidang dan lingkup kajian xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
  2. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan lingkup kajian xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx. Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

  Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri,     kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang    dipelajarinya  di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik secara mandiri.

 Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadika ngerak  alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang  dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik secara mandiri.

 

Pemaduan Sintak Model Pembelajaran dan Proses Berpikir Scientific
Silabus dan RPP
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
Tujuan Pembelajaran
Sintaksis model Discovery Learning
Proses Berpikir Ilmiah
Mengamati
Menanya
Mengumpulkan Informasi
Mengasosiasi
Mengomunikasikan
3.1 memahami sepeda roda 2 menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 

menjelaskan fungsi setiap bagian utama sepeda roda 2

 

·

 

 

 

 

 

 

 

menjelaskan cara mengoperasikan sepeda roda 2

Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 dengan santun 

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi stang sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi roda sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi sistem pedal sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi sadel sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara menjaga keseimbangan di atas sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara mengayuh sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara mengarahkan sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara memarkir sepeda roda 2 dengan percaya diri

Pemberian stimulus terhadap siswa. Guru meminta siswa untuk melihat berbagai jenis sepeda roda 2 melalui bahan tayangan. 

Siswa melihat bahan tayang yang disajikan oleh Guru.

Guru meminta siswa membaca buku untuk meng identifikasi berbagai bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama

Siswa membaca buku berkaitan dengan berbagai jenis sepeda roda 2, bagian-bagian utama sepeda roda 2 dan cara mengoperasikan sepeda roda 2

       
      2. Identifikasi Masalah   Guru meminta siswa dalam kelompok untuk mendiskusikan dan menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2. 

Siswa bersama kelompoknya mendiskusikan dan menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

     
4.1 mengoperasikan sepeda roda 2 Mengoperasikan sepeda roda 2 • Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat duduk di atas sadel dengan seimbang berdasarkan contoh dengan percaya diri 

• Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat mengayuh pedal sepeda roda 2 dengan seimbang berdasarkan contoh dengan percaya diri

• Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat mengarahkan gerakan sepeda roda 2 berdasarkan contoh dengan percaya diri

• Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat memarkir sepeda roda 2 berdasarkan contoh dengan percaya diri

3. Pengumpulan Data    

Guru meminta siswa dalam kelompok untuk mengakses internet atau intranet dan melengkapi bahan diskusi kelompok terkait menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

Siswa dalam kelompok mengakses internet atau intranet dan melengkapi bahan diskusi kelompok terkait menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

Guru meminta siswa memperhatikan demonstrasi cara menjaga keseimbangan, – cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

Guru meminta siswa mencoba melakukan cara menjaga keseimbangan, – cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

Siswa secara bergiliran mencoba melakukan cara menjaga keseimbangan, – cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

   
      4. Pembuktian      

Guru meminta siswa dalam kelompok untuk membuat kesimpulan bersama tentang terkait · bagian-bagian utama sepeda roda 2, · fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

Siswa bersama sama dalam kelompok menyimpulkan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

 
      5. Menarik kesimpulan/ generalisasi        

Guru meminta siswa untuk menyajikan 1. bagian-bagian utama sepeda roda 2, 2. fungsi setiap bagian utama tersebut dan 3. cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

Siswa membuat bahan presentasi tentang bagian-bagian utama sepeda roda 2, · fungsi setiap bagian utama tersebut dan · cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.dalam bentuk PPT.

Siswa menyajikan tentang bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan · cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

Siswa lain memberikan tanggapan terhadap presentasi.

Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru.

Guru memberikan klarifikasi dan penguatan hasil diskusi siswa.

Siswa memperbaiki hasil presentasi dan membuat simpulan

Analisis Penilaian Pembelajaran untuk Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017

Silabus dan RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 perlu dan harus dilengkapi dengan rencana penilaian pembelajaran yang akan digunakan. Berikut adalah format dan contoh Analisis Penilaian Pembelajaran yang hasilnya dapat digunakan untuk mengisi Format Silabus dan RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017.

Penilaian Pengetahuan

Kompetensi Dasar
Indikator (IPK)
Materi
Indikator Soal
Bentuk Tes
Butir Soal
3.1 memahami sepeda roda 2 1. menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 

 

2.   menjelaskan fungsi setiap bagian utama sepeda roda 2

 

 

 

 

 

 

 

3. menjelaskan cara mengoperasikan sepeda roda 2

 

Bagian-bagian utama sepeda roda 2 1.  Peserta didik dapat menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 

 

2.  Peserta didik dapat menjelaskan fungsi stang sepeda roda 2

3.  Peserta didik dapat menjelaskan fungsi roda sepeda roda 2

4.  Peserta didik dapat menjelaskan fungsi sistem pedal sepeda roda 2

5.  Peserta didik dapat menjelaskan fungsi sadel sepeda roda 2

 

6.  Peserta didik dapat menjelaskan cara menjaga keseimbangan di atas sepeda roda 2

7.  Peserta didik dapat menjelaskan cara mengayuh sepeda roda 2

8.  Peserta didik dapat menjelaskan cara mengarahkan sepeda roda 2

9.  Peserta didik dapat menjelaskan cara memarkir sepeda roda 2

Tes tulis 1.  Jelaskan bagian utama sepeda roda 2 

 

2.  Jelaskan fungsi stang sepeda roda 2

 

3.  Jelaskan fungsi roda sepeda roda 2

 

4.  Jelaskan fungsi sistem pedal sepeda roda 2

 

5.  Jelaskan fungsi sadel sepeda roda 2

 

6.  Jelaskan cara menjaga keseimbangan di atas sepeda roda 2

 

7.  Jelaskan cara mengayuh sepeda roda 2

 

8.  Jelaskan cara mengarahkan sepeda roda 2

 

9.  Jelaskan cara memarkir sepeda roda 2

 

Kunci Jawaban Soal:

1.    bagian utama sepeda roda 2

a.     stang

b.     sadel

c.     roda depan dan belakang

d.     pedal dan gir

2.    fungsi stang sepeda roda 2 untuk menentukan arah gerakan sepeda ke depan, ke kiri dank ke kanan

3.    fungsi roda sepeda roda 2 untuk memindahkan posisi keseluruhan badan sepeda pada arah horisontal

4.    fungsi sistem pedal dan gir sepeda roda 2 untuk memutar poros roda belakang menggunakan tenaga kaki pengendara

5.    fungsi sadel sepeda roda 2 untuk tempat duduk pengendara

6.    cara menjaga keseimbangan di atas sepeda roda 2 :

a.     duduk mapan di atas sadel

b.     tangan kanan memegang pegangan stang kanan dan tangan kiri memegang pegangan stang kiri

c.     kedua kaki lurus menumpu di atas tanah masing-masing membentuk sudut 60-70 derajat dengan permukaan tanah

7.    cara mengayuh sepeda roda 2

a.     duduk mapan di atas sadel

b.     kedua tangan memegang pegangan stang kiri dan kanan arah lurus ke depan

c.     kaki kiri menumpu di tanah, kaki kanan menumpu di atas pedal kanan pada posisi jam 11

d.     kaki kanan menjejak pedal ke depan, ketika sepeda bergerak ke depan , kaki kiri diangkat dan naik di pedal kiri

e.     ketika pedal kiri posisi jam 12 menuju posisi jam 11, kaki kiri menjejak pedal kiri ke depan, demikian seterusnya

8.    cara mengarahkan sepeda roda 2

a.     kedua tangan lurus memegang pegangan stang kiri dan kanan arah lurus ke depan

b.     untuk belok kiri, pedal tidak digenjot, tangan kiri sedikit ditarik ke belakang, tangan kanan sedikit ke depan

c.     untuk belok kanan, pedal tidak digenjot, tangan kanan sedikit ditarik ke belakang, tangan kiri sedikit ke depan

9.    cara memarkir sepeda roda 2

a.     kedua tangan memegang pegangan stang, kedua kaki menumpu di tanah

b.     pindahkan tangan kanan memegang sadel,

c.     turunkan standar miring sepeda menggunakan kaki kanan

d.     miringkan badang sepeda kekiri sampai standar menumpu di atas tanah dengan sempurna

 

Penskoran Jawaban dan Pengolahan Nilai

Nilai 4 : jika Jawaban sesuai kunci jawaban dan ada pengembangan

Nilai 3 : jika jawaban sesuai kunci jawaban

Nilai 2 : jika jawaban kurang sesuai dengan kunci jawaban

Nilai 1 : jika jawaban tidak sesuai dengan kunci jawaban

  Contoh Pengolahan Nilai
IPK
No Soal
Skor Penilaian 1
Nilai
1.
1
1
Nilai perolehan KD pegetahuan : rerata dari nilai IPK 

(…./14) * 100 = …..

2.
2
1
 
 
3
1
 
4
1
 
5
1
3.
6
2
 
7
2
 
8
2
 
9
2
     
Jumlah
14

Penilaian Keterampilan

Sampai dengan langkah ini, analisis-analisis untuk menyusun Silabus dan RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 telah mencukupi. Langkah menyusun Silabus dan RPP SMK selanjutnya adalah memasukkan elemen-elemen silabus dan RPP SMK K2013 ke dalam format-format sesuai panduan.

Menyusun Silabus SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 Hasil Analisis

Langkah menyusun Silabus SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 telah mencapai ujung akhirnya. Langkah penutup selanjutnya adalah memasukkan komponen-komponen silabus ke dalam format silabus. Berikut adalah contoh silabus SMK hasil analisis / susunan kita yang menggunakan Format Silabus SMK sesuai Modul Pedoman Pengembangan KTSP Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Perhatikan setiap elemen. Tampak bahwa masing-masing elemen isiannya bisa kita dapatkan dari hasil analisis di atas.

Bagaimana pendapat rekan-rekan? Apakah menyusun Silabus SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 masih asing dan terasa sulit? Tidak juga kan?

Silabus SMK
Nama Sekolah SMK DUNIA PENDIDIKAN BANJARMASIN
Kelas/Semester X / 1
Kompetensi Keahlian Nama Kommpetensi Keahlian
Mata Pelajaran Nama Mata Pelajaran
Durasi Pembelajaran 12 jp
Deskripsi KI  
3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
4. Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang kerja. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempresepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Silabus
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Materi Pembalajaran Kegiatan Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar

3.1 memahami sepeda roda 2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.1 Mengoperasikan sepeda roda 2

1. menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 

 

2. menjelaskan fungsi setiap bagian utama sepeda roda 2

 

3. menjelaskan cara mengoperasikan sepeda roda 2

 

 

 

 

4. mengoperasikan sepeda roda 2

Bagian-bagian utama Sepeda Roda 2 

 

Fungsi setiap bagian utama Sepeda Roda 2

 

 

Cara pengoperasian Sepeda Roda 2

 

 

 

 

Praktek / latihan mengoperasikan sepeda roda 2

Mengamati: 

  • sepeda roda 2
  • gambar sepeda roda,
  • gbr bagian-bagian utama sepeda roda 2,
  • video pengoperasian sepeda roda 2

Menanya:

  • membaca buku sepeda roda 2,
  • diskusi terkait bagian-bagian utama, fungsi tiap bagian dan cara pengoperasian sepeda roda 2

Mengumpulkan informasi / mencoba / eksperimen:

  • membaca buku sepeda roda 2
  • mengakses informasi sepeda roda 2 di internet
  • mengakses video belajar sepeda roda 2 di Youtube
  • berlatih mengoperasikan sepeda roda 2 secara bergiliran

Mengasosiasi / menalar :

  • mendiskusikan hasil mengamati, menanya dan mengumpulkan informasi sepeda roda 2
  • kesimpulan kelompok

Mengomunikasikan:

  • presentasi kelompok
  • tanya jawab dan klarifikasi
  • penguatan
  • mengunggah hasil diskusi ke media blog komunitas
Tes Tertulis 

 

 

 

 

Tes Kinerja

 

12 jp

Buku Teks Sepeda Roda 2

Video Pembelajaran Pengoperasian Sepeda Roda 2

http://www.waroengpit.com/2015/02/struktur-komponen-sepeda.html

Zara belajar naik sepeda roda 2 (YOUTUBE) https://www.youtube.com/watch?v=pEWlZpyVEIo

https://id.wikipedia.org/wiki/Sepeda

 

Agar silabus SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 yang kita susun akurat dan tepat maka sangat dianjurkan agar praktek penyusunan silabus mengikuti langkah-langkah menyusun Silabus SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 seperti dicontohkan di atas.

Menyusun RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 Hasil Analisis

Menyusun RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 sesungguhnya telah banyak diuraikan oleh rekan pendidik maupun para ahli lainnya. Menyusun RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 juga memerlukan hasil analisis yang sama dengan menyusun silabus.

Berikut adalah contoh RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) hasil susunan kita yang menggunakan Format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP sesuai Modul Panduan Pengembangan RPP dalam Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum 2013 Revisi 2017 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Akhirnya rekan-rekan bisa Menyusun RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 yang teliti, lengkap dan akurat sesuai dengan harapan dan panduan. Dengan begitu, misi pembelajaran Pendidikan Abad 21 bagi siswa bisa kita penuhi. Perhatikan setiap elemen, masing-masing elemen kita dapatkan dari hasil analisis di atas.


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

  • Nama Sekolah            :  SMK DUNIA PENDIDIKAN BANJARMASIN
  • Mata Pelajaran           :   XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
  • Komp. Keahlian         :   XXXXXXXXXXXXXXXX
  • Kelas/Semester          :   X / 1
  • Tahun Pelajaran         :   2017/2018
  • Alokasi Waktu            :   12 x 45 menit

A. Kompetensi Inti (KI)

KI.3 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.

KI.4  Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang kerja. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempresepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator

3.1 Memahami sepeda roda 2 (C2)

4.1 Mengoperasikan sepeda roda 2 (P2)

C. Indikator Pencapaian Kompetensi 

3.1.1 menjelaskan bagian utama sepeda roda 2

3.1.2 menjelaskan fungsi setiap bagian utama sepeda roda 2

3.1.2 menjelaskan cara mengoperasikan sepeda roda 2

4.1.1 mengoperasikan sepeda roda 2 

D. Tujuan Pembelajaran 

  1. Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 dengan santun
  2. Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi stang sepeda roda 2 dengan percaya diri
  3. Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi roda sepeda roda 2 dengan percaya diri
  4. Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi sistem pedal sepeda roda 2 dengan percaya diri
  5. Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi sadel sepeda roda 2 dengan percaya diri
  6. Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara menjaga keseimbangan di atas sepeda roda 2 dengan percaya diri
  7. Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara mengayuh sepeda roda 2 dengan percaya diri
  8. Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara mengarahkan sepeda roda 2 dengan percaya diri
  9. Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara memarkir sepeda roda 2 dengan percaya diri
  10. Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat duduk di atas sadel dengan seimbang berdasarkan contoh dengan percaya diri
  11. Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat mengayuh pedal sepeda roda 2 dengan seimbang berdasarkan contoh dengan percaya diri
  12. Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat mengarahkan gerakan sepeda roda 2 berdasarkan contoh dengan percaya diri
  13. Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat memarkir sepeda roda 2 berdasarkan contoh dengan percaya diri

E. Materi Pembelajaran 

  1. Bagian utama sepeda roda 2
  2. Fungsi setiap bagian utama sepeda roda 2
  3. Cara pengoperasian sepeda roda 2
  4. Praktek/latihan mengoperasikan sepeda roda 2

F. Model dan Metode Pembelajaran 

     Model             :   Discovery Learning

     Metode           :    Ceramah, Diskusi, Demonstrasi, Eksperimen/latihan , Tanya jawab

G. Kegiatan Pembelajaran

KEGIATAN
AKTIFITAS GURU DAN SISWA
DURASI
KEGIATAN PENDAHULUAN Pengkondisian 1 Guru mengucapkan salam dan mengontrol kebersihan lingkungan tempat belajar dan kesiapan siswa untuk memulai pembelajaran
40 menit
2 Siswa merespon  salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kesiapan mereka.
3 Guru meminta ketua kelas memimpin berdo’a, dilanjutkan pemeriksaan kehadiran
4 Mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan
5 Mendiskusikan kompetensi yang telah dipelajari dan dikembangkan sebelumnya terkait dengan kompetensi yang akan dipelajari.
6 Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya bagi kehidupan dan atau menyampaikan tujuan pembelajaran
7 Menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan.
8 Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan.
KEGIATAN INTI Mengamati 9 Guru meminta siswa untuk mengamati berbagai jenis sepeda roda 2 melalui bahan tayangan.
45 menit
10 Siswa mengamati bahan tayang yang disajikan guru.
11 Guru meminta siswa membaca buku teks untuk mengidentifikasi berbagai bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama
12 Siswa membaca buku berkaitan dengan berbagai jenis sepeda roda 2, bagian-bagian utama sepeda roda 2 dan cara mengoperasikan sepeda roda 2
   
KEGIATAN INTI Menanya 13 Guru meminta siswa dalam kelompok untuk mendiskusikan dan menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
60 menit
14 Siswa bersama kelompoknya mendiskusikan dan menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
15 Guru meminta siswa dalam kelompok untuk mengakses internet atau intranet dan melengkapi bahan diskusi kelompok terkait menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
16 Siswa dalam kelompok mengakses internet atau intranet dan melengkapi bahan diskusi kelompok terkait menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2
   
KEGIATAN INTI Mengumpulkan informasi 17 Siswa dalam kelompok mengakses internet atau intranet dan melengkapi bahan diskusi kelompok terkait menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
180 menit
18 Guru meminta siswa memperhatikan demonstrasi cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
19 Guru meminta siswa mencoba melakukan cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
20 4.      Siswa secara bergiliran mencoba melakukan cara menjaga keseimbangan, – cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
   
KEGIATAN INTI Mengasosiasi 21 Guru meminta siswa dalam kelompok untuk membuat kesimpulan bersama tentang terkait bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
65 menit
22 Siswa bersama sama dalam kelompok menyimpulkan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2
KEGIATAN INTI Mengomu-nikasikan 23 Guru meminta siswa untuk menyajikan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
100 menit
24 Siswa membuat bahan presentasi tentang bagian-bagian utama sepeda roda 2,  fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.dalam bentuk PPT.
25
Siswa menyajikan tentang bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 termasuk cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
26
Siswa lain memberikan tanggapan terhadap presentasi.
27
Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru.
28
Guru memberikan klarifikasi dan penguatan hasil diskusi siswa.
29
Siswa memperbaiki hasil presentasi dan membuat simpulan
   
KEGIATAN PENUTUP
Evaluasi dan Refleksi
30
Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran dan melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan
50 menit
31
Guru meminta siswa mengerjakan soal evaluasi pembelajaran.
32
Siswa mengerjakan / menyelesaikan evaluasi pembelajaran
33
Guru menyampaikan rencana kegiatan selanjutnya
34
Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran
35
Guru dan siswa bersama-sama mengakhiri pembelajaran dengan menutup salam.
   
   

H. Media, Alat/Bahan, dan Sumber Belajar

  1. Media :   file presentasi, unit sepeda roda 2 konvensional, internet, blog komunitas kelas
  2. Alat     :   LCD Proyektor, laptop/PC, unit sepeda roda 2 konvensional
  3. Bahan :   –
  4. Sumber Belajar :
  • Buku Teks “Pengoperasian & Perbaikan Sepeda Roda 2”
  • Video Pembelajaran Pengoperasian Sepeda Roda 2
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Sepeda
  • http://www.waroengpit.com/2015/02/struktur-komponen-sepeda.html
  • Zara belajar naik sepeda roda 2 (YOUTUBE) https://www.youtube.com/watch?v=pEWlZpyVEIo 

I. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan 

  1. Instrumen dan Teknik Penilaian

Penilaian Pengetahuan

Kompetensi Dasar
Indikator (IPK)
Materi
Indikator Soal
Bentuk Tes
Butir Soal
3.1 memahami sepeda roda 2 1. menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 

 

2.   menjelaskan fungsi setiap bagian utama sepeda roda 2

 

 

 

 

 

 

 

3. menjelaskan cara mengoperasikan sepeda roda 2

 

Bagian-bagian utama sepeda roda 2 1.  Peserta didik dapat menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 

 

2.  Peserta didik dapat menjelaskan fungsi stang sepeda roda 2

3.  Peserta didik dapat menjelaskan fungsi roda sepeda roda 2

4.  Peserta didik dapat menjelaskan fungsi sistem pedal sepeda roda 2

5.  Peserta didik dapat menjelaskan fungsi sadel sepeda roda 2

 

6.  Peserta didik dapat menjelaskan cara menjaga keseimbangan di atas sepeda roda 2

7.  Peserta didik dapat menjelaskan cara mengayuh sepeda roda 2

8.  Peserta didik dapat menjelaskan cara mengarahkan sepeda roda 2

9.  Peserta didik dapat menjelaskan cara memarkir sepeda roda 2

Tes tulis 1.  Jelaskan bagian utama sepeda roda 2 

 

2.  Jelaskan fungsi stang sepeda roda 2

 

3.  Jelaskan fungsi roda sepeda roda 2

 

4.  Jelaskan fungsi sistem pedal sepeda roda 2

 

5.  Jelaskan fungsi sadel sepeda roda 2

 

6.  Jelaskan cara menjaga keseimbangan di atas sepeda roda 2

 

7.  Jelaskan cara mengayuh sepeda roda 2

 

8.  Jelaskan cara mengarahkan sepeda roda 2

 

9.  Jelaskan cara memarkir sepeda roda 2

 

Kunci Jawaban Soal:

1.    bagian utama sepeda roda 2

a.     stang

b.     sadel

c.     roda depan dan belakang

d.     pedal dan gir

2.    fungsi stang sepeda roda 2 untuk menentukan arah gerakan sepeda ke depan, ke kiri dank ke kanan

3.    fungsi roda sepeda roda 2 untuk memindahkan posisi keseluruhan badan sepeda pada arah horisontal

4.    fungsi sistem pedal dan gir sepeda roda 2 untuk memutar poros roda belakang menggunakan tenaga kaki pengendara

5.    fungsi sadel sepeda roda 2 untuk tempat duduk pengendara

6.    cara menjaga keseimbangan di atas sepeda roda 2 :

a.     duduk mapan di atas sadel

b.     tangan kanan memegang pegangan stang kanan dan tangan kiri memegang pegangan stang kiri

c.     kedua kaki lurus menumpu di atas tanah masing-masing membentuk sudut 60-70 derajat dengan permukaan tanah

7.    cara mengayuh sepeda roda 2

a.     duduk mapan di atas sadel

b.     kedua tangan memegang pegangan stang kiri dan kanan arah lurus ke depan

c.     kaki kiri menumpu di tanah, kaki kanan menumpu di atas pedal kanan pada posisi jam 11

d.     kaki kanan menjejak pedal ke depan, ketika sepeda bergerak ke depan , kaki kiri diangkat dan naik di pedal kiri

e.     ketika pedal kiri posisi jam 12 menuju posisi jam 11, kaki kiri menjejak pedal kiri ke depan, demikian seterusnya

8.    cara mengarahkan sepeda roda 2

a.     kedua tangan lurus memegang pegangan stang kiri dan kanan arah lurus ke depan

b.     untuk belok kiri, pedal tidak digenjot, tangan kiri sedikit ditarik ke belakang, tangan kanan sedikit ke depan

c.     untuk belok kanan, pedal tidak digenjot, tangan kanan sedikit ditarik ke belakang, tangan kiri sedikit ke depan

9.    cara memarkir sepeda roda 2

a.     kedua tangan memegang pegangan stang, kedua kaki menumpu di tanah

b.     pindahkan tangan kanan memegang sadel,

c.     turunkan standar miring sepeda menggunakan kaki kanan

d.     miringkan badang sepeda kekiri sampai standar menumpu di atas tanah dengan sempurna

 

Penskoran Jawaban dan Pengolahan Nilai

Nilai 4 : jika Jawaban sesuai kunci jawaban dan ada pengembangan

Nilai 3 : jika jawaban sesuai kunci jawaban

Nilai 2 : jika jawaban kurang sesuai dengan kunci jawaban

Nilai 1 : jika jawaban tidak sesuai dengan kunci jawaban

  Contoh Pengolahan Nilai
IPK
No Soal
Skor Penilaian 1
Nilai
1.
1
1
Nilai perolehan KD pegetahuan : rerata dari nilai IPK 

(…./14) * 100 = …..

2.
2
1
 
 
3
1
 
4
1
 
5
1
3.
6
2
 
7
2
 
8
2
 
9
2
     
Jumlah
14

Penilaian Keterampilan

Kompetensi Dasar

Indikator (IPK)

Materi

Indikator Soal

Bentuk Soal

Butir Soal

4.1 Mengoperasikan sepeda roda 2 Mengoperasikan sepeda roda 2 Praktek / Berlatih mengoperasikan sepeda roda 2 Peserta didik dapat duduk di atas sadel dengan seimbang Penilaian Kinerja
  1. Duduklah di atas sadel sepeda dengan seimbang sesuai langkah-langkah standar
  Peserta didik dapat mengayuh pedal sepeda roda 2 dengan seimbang Penilaian Kinerja
  1. Kayuhlah sepeda dengan seimbang sesuai langkah-langkah standar
      Peserta didik dapat mengarahkan gerakan sepeda roda 2 Penilaian Kinerja
  1. Arahkan gerakan  sepeda dengan seimbang ke depan, ke kiri dan ke kanan sesuai langkah-langkah standar
      Peserta didik dapat memarkir sepeda roda 2 Penilaian Kinerja
  1. Parkirkan  sepeda dengan stabil sesuai langkah-langkah standar

 

 

Rubrik Penilaian Keterampilan

IPK

Kategori

1

2

3

4

Mengoperasikan sepeda roda 2 

 

Duduk seimbang di atas sadel, belum bisa memarkir, belum bisa mengayuh, belum bisa mengarahkan Duduk seimbang di atas sadel, bisa memarkir, belum bisa mengayuh, belum bisa mengarahkan Duduk seimbang di atas sadel, bisa memarkir, bisa mengayuh, belum bisa mengarahkan Duduk seimbang di atas sadel, bisa memarkir, bisa mengayuh, bisa mengarahkan

2. Analisis Hasil Penilaian (lihat di atas)

  • Hasil penilaian diolah dan disimpulkan peserta didik yang sudah memenuhi KKM dan yang belum memenuhi KKM
  • Bagi peserta didik yang sudah memenuhi KKM dapat menambah pengerjaan tugas pengayaan.
  • Bagi peserta didik yang belum memenuhi KKM agar mempelajari kembali tugas-tugas yang sudah diberikan, dan bila sudah siap dapat meminta untuk mengerjakan kembali soal evaluasi.

Banjarmasin,  1 Juli 2017

Mengetahui,                                                                                                                      Guru Pengajar,

Kepala SMK Banjarmasin

 

( ………………………………… )                                                                                              (  ENDARTA     )


Demikianlah diskusi Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 . Semoga diskusi ini dapat menginspirasi kita semua dan silabus dan RPP rekan-rekan dapat ditingkatkan. Mari sharingkan silabus dan RPP SMK rekan-rekan dipersilahkan …

Model Pembelajaran di SMK

model pembelajaran di smk

Model Pembelajaran di SMK

Model Pembelajaran di SMK itu penting. Model Pembelajaran di SMK berisi pola pelaksanaan proses pembelajaran. Model Pembelajaran di SMK mengarah pada pembentukan Kompetensi Abad 21 yang ingin dicapai dengan tetap mementingkan kompetensi kerja bagi peserta didik SMK. Seperti kita ketahui bersama bahwa salah satu tujuan pendidikan di SMK ialah untuk bekerja. Tenaga kerja unggul di era global ini adalah tenaga kerja yang menguasai Kompetensi Abad 21 seperti critical thinking, creative thinking, collaborating, communicating di samping life skill dan literacy. Dalam rangka meraih kompetensi abad 21 inilah beberapa model pembelajaran sangat direkomendasikan oleh Direktorat P SMK. Model-model Pembelajaran di SMK ini telah di kaji dan dinyatakan sesuai digunakan di SMK.

model pembelajaran di smk
model pembelajaran di smk

Model Pembelajaran di SMK sangat strategis efeknya. Pendidik SMK wajib menerapkan model pembelajaran di SMK ini. Mari kita diskusikan model-model pembelajaran di SMK ini untuk memudahkan kita mengimplementasikannya.

Pengertian Model Pembelajaran

Model Pembelajaran adalah pola proses pembelajaran. Ya, model pembelajaran ialah suatu pola yang dijadikan acuan dalam melaksanakan proses pembelajaran. Model pembelajaran di SMK, sebagai sebuah pola melaksanakan proses pembelajaran diperlukan agar semua pendidik / guru dapat melaksanakan proses pembelajaran yang serupa agar bersama-sama terarah pada satu hasil akhir pembelajaran yang telah ditentukan. Dalam hal ini menuju keterampilan yang ingin di dorong adalah keterampilan kerja dan Keterampilan abad 21.

Model Pembelajaran terbentuk dari 2 (dua) kata yaitu model pembelajaran. Model, menurut KamusBahasaIndonesia.org memiliki pengertian [n] (1) pola (contoh, acuan, ragam, dsb) dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan: rumahnya dibuat seperti — rumah adat; (Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/model) sedangkan pembelajaran memiliki arti [n] proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar (Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/pembelajaran)
Berdasarkan referensi di atas, Model Pembelajaran penulis dapat artikan sebagai pola / acuan / pedoman bagaimana proses, cara atau langkah-langkah siswa belajar agar mencapai kompetensi sesuai tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

Model Pembelajaran adalah kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pembelajaran yang disusun secara sistematis untuk mencapai tujuan belajar yang menyangkut sintaksis, sistem sosial, prinsip reaksi dan sistem pendukung (Joice&Wells).

Sedangkan menurut “Arends dalam Trianto”, mengatakan “model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas”.

Model Pembelajaran di SMK sebagai pola proses pembelajaran memiliki sintak tertentu. Masing-masing pendidik yang akan menerapkan model pembelajaran di SMK terlebih dahulu perlu memahami sintak masing-masing model pembelajaran.

Model pembelajaran SMK yang dianjurkan oleh Direktorat Pembinaan SMK ialah:

  • model pembelajaran penemuan (discovery)
  • model pembelajaran inquiry
  • model pembelajaran berbasis masalah
  • model pembelajaran berbasis karya
  • model pembelajaran training berbasis produksi
  • model pembelajaran berbasis pabrik

Sintak Model Pembelajaran SMK

Model Pembelajaran untuk SMK dalam berbagai sumber dokumen kurikulum 2013 sering dikaitkan dengan kata sintak atau sintaks. Tentunya anda pernah membaca atau mendengar sendiri sintak model pembelajaran. Jujur saja, saya mengakui, kosa kata “sintak” terasa asing buat saya (hmm..). Setelah saya coba mencari arti kata “sintak” atau “sintak model” di beberapa kamus bahasa ternyata tidak ditemukan. Pada kamus bahasa yang bisa kita temukan adalah kata “sintaksis”, (1) pengaturan dan hubungan kata dng kata atau dng satuan lain yg lebih besar

Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/sintaks/mirip
KamusBahasaIndonesia.org

‘Sintak’ dalam istilah ‘sintak model pembelajaran’, mungkin diambil dari bahasa Inggris dari kata “syntax” yang artinya a system or orderly arrangement yang artinya suatu sistem atau susunan yang teratur. 

Jadi, sintak model pembelajaran pada kurikulum 2013 adalah suatu sistem atau susunan yang teratur. Sistem artinya terdiri atas beberapa bagian atau langkah yang berhubungan satu kepada yang lain yang susunannya atau urut-urutannya teratur. Karena itu sintak model pembelajaran menurut logika saya perlu dilakukan dengan urut dan teratur.

Model Pembelajaran di SMK

Model Pembelajaran di SMK sekali lagi adalah pola proses pembelajaran di SMK. Model Pembelajaran di SMK yang dianjurkan (diwajibkan) pada implementasi Kurikulum 2013 menggunakan 3 (tiga) model pembelajaran utama (Permendikbud No. 103 Tahun 2014). Model Pembelajaran ini diharapkan dapat membentuk perilaku saintifik, perilaku sosial serta mengembangkan rasa keingintahuan. Ketiga model pembelajaran tersebut adalah: model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning), model Pembelajaran Berbasis Projek (Project Based Learning), dan model Pembelajaran Melalui Penyingkapan/Penemuan (Discovery/Inquiry Learning). Di samping model pembelajaran di atas dapat juga dikembangkan model pembelajaran Production Based Education/Production Based Trainning (PBE/PBT) sesuai dengan karakteristik pendidikan menengah kejuruan SMK.

Model Pembelajaran di SMK perlu dinyatakan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP. Implementasi penerapan Model Pembelajaran di SMK tersirat dan tersurat dalam aktifitas pembelajaran yang merupakan interaksi pendidik dan peserta didik. Pendidik di SMK harus memilih model pembelajaran yang sesuai untuk diterapkan. Kata ‘sesuai’ ini tentunya merujuk pada sifat Kompetensi Inti Kompetensi Dasar KI KD yang akan disampaikan dan bukan sesuai keinginan kita. Dalam hal ini, model pembelajaran yang dipilih mempertimbangkan juga bentuk-bentuk pengetahuan dan keterampilan yang tersirat dalam pernyataan Kompetensi Dasar.

 

Model Pembelajaran SMK Penyingkapan / Penemuan (Discovery/Inquiry Learning)

Model Pembelajaran SMK Penyingkapan / Penemuan (Discovery/Inquiry Learning). Model Pembelajaran SMK Discovery digunakan apabila kompetensi dasar KD yang akan dipelajari cenderung meminta peserta didik untuk mempelajari konsep-konsep. Efek yang akan diperoleh siswa nanti adalah pengalaman belajar seolah dia telah ‘menemukan’. Dalam konteks ini, kita sebagai guru harus mengikuti urutan tertentu sedemikian hingga siswa akan mengalami sendiri pengalaman belajar ‘seolah-olah’ siswa itu sendirilah yang ‘menemukan’.

Sintak model pembelajaran (SMK) Discovery Learning

  • Pemberian rangsangan (Stimulation)
  • Pernyataan/Identifikasi masalah (Problem Statement)
  • Pengumpulan data (Data Collection)
  • Pembuktian (Data processing dan Verification)
  • Menarik simpulan/generalisasi (Generalization)

Contoh terapan model pembelajaran Discovery Learning

Model pembelajaran Discovery Learning dapat saya contohkan seperti uraian di bawah. Sebagai ilustrasi saya coba memberikan contoh tentang fenomena Hukum Ohm. Hukum Ohm dalam ilmu kelistrikan atau elektronika adalah pengetahuan dasar yang sangat penting. Terapan dari Hukum Ohm ini akan selalu dipakai pada pengetahuan kelistrikan dan elektronik yang lebih tinggi, karena itulah sangat penting bagi guru menorehkan pengalaman ‘nyata’ kepada siswa.

Hukum ohm melibatkan fenomena / fakta dimana kuat arus (I), besar potensial atau tegangan (V) dan hambatan atau resistansi (R) berkaitan satu dengan yang lain. Hukum ohm ini sering dinyatakan dengan kalimat “kuat arus berbanding lurus dengan tegangan dan berbanding terbalik dengan hambatan”. Secara matematis hubungan ketiganya dituliskan : I = V : R  dapat ditulis V = I x R dan juga dapat dinyatakan R = V : I . Siswa akan saya ajak belajar dengan model pembelajaran Penyingkapan / Penemuan (Discovery/Inquiry Learning). Ok,

Model pembelajaran Discovery Learning akan dapat kita desain untuk mengarahkan siswa agar dapat menemukan hubungan atau korelasi I, V dan R berdasarkan analisa dan eksperimen.

Model Pembelajaran (SMK) Berbasis Masalah (Problem Based Learning)

Model pembelajaran Problem Based Learning dari Bransford and Stein (dalam Jamie Kirkley, 2003:3) ini juga sangat sesuai digunakan sebagai model pembelajaran SMK. Adapun sintak model pembelajaran SMK ini terdiri atas :

  1. Mengidentifikasi masalah;
  2. Menetapkan masalah melalui berpikir tentang masalah dan menyeleksi informasi-informasi yang relevan;
  3. Mengembangkan solusi melalui pengidentifikasian alternatif-alternatif, tukar-pikiran dan mengecek perbedaan pandang;
  4. Melakukan tindakan strategis, dan
  5. Melihat ulang dan mengevaluasi pengaruh-pengaruh dari solusi yang dilakukan.

Sintak model pembelajaran Problem Solving Learning Jenis Trouble Shooting (David H. Jonassen, 2011:93) terdiri atas:

  1. Merumuskan uraian masalah
  2. Mengembangkan kemungkinan penyebab
  3. Mengetes penyebab atau proses diagnosis
  4. Mengevaluasi.
Model Pembelajaran (SMK) Berbasis Projek (Project Based Learning)

Sintak/tahapan model pembelajaran (SMK) Project Based Learning, meliputi:

  1. Penentuan pertanyaan mendasar (Start with the Essential Question);
  2. Mendesain perencanaan proyek;
  3. Menyusun jadwal (Create a Schedule);
  4. Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the Progress of the Project);
  5. Menguji hasil (Assess the Outcome), dan
  6. Mengevaluasi pengalaman (Evaluate the Experience).
Model Pembelajaran (SMK) Production Based Education/Production Based Trainning (PBE/PBT)

Sintaks/tahapan model pembelajaran Production Based Trainning meliputi:

  1. Merencanakan produk;
  2. Melaksanakan proses produksi;
  3. Mengevaluasi produk (melakukan kendali mutu), dan
  4. Mengembangkan rencana pemasaran.

(G. Y. Jenkins, Hospitality 2005).

Memilih Model Pembelajaran di SMK

Model Pembelajaran memang harus digunakan, walaupun demikian pendidik tidak selayaknya menggunakan model pembelajaran sembarangan. Penggunaan model pembelajaran yang tepat sudah tentu berimplikasi pada efektifitas proses pembelajaran. Karena itu jelaslah kita harus tepat memilih model pembelajaran.

Model pembelajaran dipilih dengan mempertimbangkan Kompetensi Dasar dan atau materi pembelajaran. Model pembelajaran tertentu hanya tepat digunakan untuk materi pembelajaran tertentu. Sebaliknya materi pembelajaran tertentu akan dapat berhasil maksimal jika menggunakan model pembelajaran tertentu pula.

Jika rumusan KD mengarah pada penguasaan konsep dan prinsip sangat tepat menggunakan model pembelajaran Inquiry atau model pembelajaran Discovery Learning. Kedua model pembelajaran tersebut membentuk kemampuan pengungkapan terhadap konsep-konsep pada suatu bahan kajian.

Jika Kompetensi Dasar (KD dari KI-3 dan KD dari KI-4) pada kelompok mata pelajaran Kompetensi Keahlian (C3) cenderung membentuk kemampuan solusi-solusi teknologi dan rekayasa atau hasil karya, dapat menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning, model pembelajaran Production Based Trainning, model pembelajaran Project Based Learning dan model pembelajaran Teaching Factory.

Model pembelajaran di SMK dapat dengan tepat kita pilih manakala kita memahami dengan baik apa dan bagaimana model pembelajaran di smk. Diskusi singkat di bawah mengajak kita memahami model pembelajaran di SMK.

Proses Pembelajaran dengan model pembelajaran Kurikulum 2013

Model pembelajaran di SMK pada kurikulum 2013 mengacu pada proses berpikir ilmiah (saintifik) dilakukan dengan tahapan 5 M yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengomunikasikan.

  1. Mengamati, merupakan kemampuan awal peserta dalam mengumpulkan informasi dengan tujuan untuk dapat mengidentifikasi masalah, yang kegiatan belajarnya dapat dilakukan dengan menanya, mengamati, dan atau menalar terhadap objek yang dipelajarinya. Mengamati dapat dilakukan melalui indera penglihat (membaca, menyimak), pembau, pendengar, pengecap dan peraba dengan ataupun tanpa alat bantu. Alternatif kegiatan mengamati antara lain melalui observasi lingkungan, mengamati gambar, video, tabel dan grafik data, menganalisis peta, membaca berbagai informasi yang tersedia di media masa dan internet maupun sumber lain.
  2. Menanya, bertujuan membentuk kemampuan siswa untuk dapat merumuskan masalah dan atau merumuskan hipotesis, yang kegiatan belajarnya dapat dilakukan dari mengamati (membaca buku, shop manual), menanya dalam kegiatan diskusi, atau menanya pada diri sendiri maupun langsung pada orang lain (guru, nara sumber, siswa lainnya) dengan bimbingan guru yang mendorong motivasi siswa untuk tetap aktif dan gembira hingga siswa dapat mandiri dan menjadi kebiasaan. Dalam kegiatan menanya, siswa membuat pertanyaan secara individu atau kelompok tentang apa yang belum diketahuinya baik yang berkenaan dengan suatu objek, peristiwa, atau suatu proses tertentu.
  3. Mengumpulkan data, bertujuan membentuk kemampuan siswa untuk dapat menguji rumusan masalah dan atau hipotesis, yang kegiatan belajarnya dapat dilakukan melalui proses menanya (wawancara, menyebarkan kuesioner), mengamati data skunder, melakukan uji coba (eksperimen), observasi lapangan dan lain-lain dalam kaitan mengumpulkan informasi sesuai dengan tuntutan rumusan masalah.
  4. Mengasosiasi, bertujuan membentuk kemampuan siswa untuk dapat menyimpulkan hasil kajian rumusan masalah dan atau hipotesis, yang kegiatan belajarnya mengolah data dalam bentuk serangkaian aktivitas fisik dan pikiran dengan bantuan peralatan tertentu. Bentuk kegiatan mengolah data antara lain melakukan klasifikasi, pengurutan (sorting), menghitung, membagi, dan menyusun data dalam bentuk yang lebih informatif, serta menentukan sumber data sehingga lebih bermakna. Kegiatan siswa dalam mengolah data misalnya membuat tabel, grafik, bagan, peta konsep, menghitung, dan pemodelan. Selanjutnya siswa menganalisis data untuk membandingkan ataupun menentukan hubungan antara data yang telah diolahnya dengan teori yang ada sehingga dapat ditarik simpulan dan atau ditemukannya prinsip dan konsep penting yang bermakna dalam menambah skema kognitif, meluaskan pengalaman, dan wawasan pengetahuannya.
  5. Mengomunikasikan, bertujuan membentuk kemampuan siswa untuk dapat memformulasikan dan mempertanggungjawabkan pembuktian rumusan masalah dan atau hipotesis, yang kegiatan belajarnya mendeskripsikan dan menyampaikan hasil temuannya dari kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan dan mengolah data, serta mengasosiasi yang ditujukan kepada orang lain baik secara lisan maupun tulisan dalam bentuk diagram, bagan, gambar, dan sejenisnya dengan bantuan perangkat teknologi sederhana dan atau teknologi informasi dan komunikasi.
Penentuan Model Pembelajaran di SMK

Model pembelajaran di SMK dipilih dan ditentukan dengan memperhatikan rambu-rambu. Rambu-rambu penentuan model pembelajaran di SMK berbentuk penyingkapan/penemuan:

  1. Pernyataan KD di KI-3 dan KD di KI-4 mengarah kepencarian atau penemuan;
  2. Pernyataan KD di KI-3 lebih menitikberatkan pada pemahaman pengetahuan faktual, konseptual, procedural, dan dimungkinkan sampai metakognitif;
  3. Pernyataan KD di KI-4 pada taksonomi mengolah dan menalar

Rambu-rambu penemuan model pembelajaran di SMK yang menghasilkan karya (Problem Based Learning dan Project Based Learning):

  1. Pernyataan KD dari KI-3 dan KD di KI-4 mengarah pada hasil karya berbentuk jasa atau produk;
  2. Pernyataan KD di KI-3 pada bentuk pengetahuan metakognitif;
  3. Pernyataan KD di KI-4 pada taksonomi menyaji dan mencipta, dan
  4. Pernyataan KD di KI-3 dan KD di KI-4 yang memerlukan persyaratan penguasaan pengetahuan konseptual dan prosedural.

Demikianlah diskusi sekitar Model Pembelajaran di SMK. Semoga menambah pemahaman dan mutu implementasi proses pembelajaran SMK dan mendorong pencapaian Keterampilan Abad 21 peserta didik kita.

Proses Pembelajaran

proses pembelajaran

Proses Pembelajaran

Proses pembelajaran media pembelajaran HOTS siswa. Proses pembelajaran juga media pendidikan karakter. Proses pembelajaran memang terdiri dari pembuka, inti, penutup. Ya proses pembelajaran menjadi muara serangkaian perencanaan pembelajaran. Proses pembelajaran Kurikulum 2013 hendaknya menerapkan prinsip pembelajaran, pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran, media pembelajaran, model pembelajaran  Kurikulum 2013 untuk mengantarkan peserta didik menguasai keterampilan kerja dan keterampilan abad 21.

Proses Pembelajaran di SMK sangat penting! Proses Pembelajaran di SMK menentukan mutu sekolah. Proses pembelajaran menjadi komponen yang krusial sebab pada tahap ‘proses pembelajaran‘ inilah terjadinya pembelajaran langsung (direct learning) dan pembelajaran tidak langsung (indirect learning). Di dalam proses pembelajaran sebagian besar kualifikasi lulusan akan ditentukan. Terlebih di tengah persaingan global menyiapkan generasi penerus unggul yang memiliki Keterampilan Abad 21 yang dikenal dengan 4C. Keterampilan Abad 21 dimaksud adalah critical thinking, creative thinking, collaborating & communicating di samping life skill dan literacy yang harus terus didorong. Proses pembelajaran, menjadi mesin utama membangun  critical thinking, creative thinking, collaborating & communicating di samping life skill dan literacy . Inilah salah satu alasan mengapa RPP yang dibuat pendidik yang seharusnya menggambarkan rencana proses pembelajaran yang rinci perlu dibina dan dipantau dan di supervisi kepala sekolah dan pengawas sekolah.

proses pembelajaran
proses pembelajaran

Berdiskusi tentang proses pembelajaran, menurut hemat saya tidak bisa dilepaskan dengan rencana proses pembelajaran di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP. Di samping itu, proses pembelajaran tidak dapat dilepaskan dari:

Pengertian Proses Pembelajaran

Proses Pembelajaran seperti kita lihat, terbentuk dari 2 (dua) kata yaitu proses dan pembelajaran. Merujuk pada http://kbbi.web.id/proses,  proses/pro·ses/ /prosés/ n 1 runtunan perubahan (peristiwa) dalam perkembangan sesuatu: — kemajuan sosial berjalan terus; — kimia, reaksi kimia; —penyakit2 rangkaian tindakan, pembuatan, atau pengolahan yang menghasilkan produk; . Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas, Pasal 1 Butir 20). Jadi, proses pembelajaran dapat diartikan sebagai serangkaian tindakan/interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

proses_pembelajaran
proses_pembelajaran

Proses Pembelajaran di SMK ialah proses pembelajaran yang spesifik dan khusus bagi SMK. Proses Pembelajaran di SMK bersifat spesifik karena memang tujuan pendidikan SMK berbeda dengan SMA.Walaupun proses pembelajaran di SMK bersifat spesifik namun tetap mengedepankan prinsip-prinsip pembelajaran Kurikulum 2013. Proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dengan tahapan 5M. Proses pembelajaran juga terbagi dalam 3 (tiga) sesi yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.

Proses Pembelajaran di SMK dimaksudkan untuk memfasilitasi peserta didik untuk menguasai Keterampilan Abad 21 yaitu membangun  critical thinking, creative, collaborative & communication di samping life skill dan literasi . Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, telah memandu seluruh pendidik SMK untuk menerapkan model pembelajaran yang telah dikaji cocok  untuk digunakan di SMK. Model pembelajaran yang dimaksud adalah Model pembelajaran Discovery Learning, Model pembelajaran Inquiry Learning Terbimbing dan Sains, Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) / model pembelajaran Problem Solving Learning Jenis Trouble Shooting, Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL), Model pembelajaran Production Based Training/Production Based Education and Training dan Model pembelajaran Teaching Factory.

Model Pembelajaran pada Proses Pembelajaran SMK

Proses Pembelajaran sebagai ‘mesin utama’ pemroses kompetensi peserta didik perlu menerapkan ‘sistem kerja’ yang tepat untuk menghasilkan kompetensi Keterampilan Abad 21, khususnya di SMK. Sistem kerja mesin pemroses kompetensi Keterampilan Abad 21 yang saya maksudkan di sini adalah penerapan model pembelajaran. Proses pembelajaran dimana aktifitas di dalamnya disesuaikan mengikuti suatu  model pembelajaran akan mengkodisikan pendidik dan peserta didik mengikuti sistem itu untuk mencapai hasil yang optimal.

model pembelajaran smk
model pembelajaran smk

Proses Pembelajaran di SMK direkomendasikan menerapkan model-model pembelajaran :

  1. Model pembelajaran Discovery Learning yaitu model belajar ‘seolah-olah’ menemukan atau sering disebut berbasis penemuan.
  2. Model pembelajaran Inquiry Learning Terbimbing dan Sains
  3. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) / model pembelajaran Problem Solving Learning Jenis Trouble Shooting
  4. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL)
  5. Model pembelajaran Production Based Training/Production Based Education and Training
  6. Model pembelajaran Teaching Factory

Proses Pembelajaran dengan menerapkan model-model pembelajaran di atas sangat direkomendasikan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan untuk mendorong tumbuhnya keterampilan abad 21 pada diri peserta didik SMK. Tidakkah rekan-rekan pendidik tergerak hati melakukannya untuk keunggulan generasi penerus di masa datang? SEMANGAT !!! Mari kita tingkatkan Proses Pembelajaran di SMK.

proses pembelajaran
proses pembelajaran

Tahapan Proses Pembelajaran

Proses Pembelajaran pada sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013 terdiri atas tahapan belajar yang sama yang sering disebut 5M. Istilah 5M merupakan kependekan dari mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi mengomunikasikan. Tahapan-tahapan proses pembelajaran ini harus dilalui peserta didik untuk membangun pengetahuan, keterampilan dan sikap. Tahapan proses pembelajaran ini seluruhnya berada dalam aktifitas kegiatan inti .

  1. Mengamati, yaitu kegiatan siswa mengidentifikasi melalui indera penglihat (membaca, menyimak), pembau, pendengar, pengecap dan peraba pada waktu mengamati suatu objek dengan ataupun tanpa alat bantu. Alternatif kegiatan mengamati antara lain observasi lingkungan, mengamati gambar, video, tabel dan grafik data, menganalisis peta, membaca berbagai informasi yang tersedia di media masa dan internet maupun sumber lain. Bentuk hasil belajar dari kegiatan mengamati adalah siswa dapat mengidentifikasi masalah.
  2. Menanya, yaitu kegiatan siswa mengungkapkan apa yang ingin diketahuinya baik yang berkenaan dengan suatu objek, peristiwa, suatu proses tertentu. Dalam kegiatan menanya, siswa membuat pertanyaan secara individu atau kelompok tentang apa yang belum diketahuinya. Siswa dapat mengajukan pertanyaan kepada guru, narasumber, siswa lainnya dan atau kepada diri sendiri dengan bimbingan guru hingga siswa dapat mandiri dan menjadi kebiasaan. Pertanyaan dapat diajukan secara lisan dan tulisan serta harus dapat membangkitkan motivasi siswa untuk tetap aktif dan gembira. Bentuknya dapat berupa kalimat pertanyaan dan kalimat hipotesis. Hasil belajar dari kegiatan menanya adalah siswa dapat merumuskan masalah dan merumuskan hipotesis.
  3. Mengumpulkan data, yaitu kegiatan siswa mencari informasi sebagai bahan untuk dianalisis dan disimpulkan. Kegiatan mengumpulkan data dapat dilakukan dengan cara membaca buku, mengumpulkan data sekunder, observasi lapangan, uji coba (eksperimen), wawancara, menyebarkan kuesioner, dan lain-lain. Hasil belajar dari kegiatan mengumpulkan data adalah siswa dapat menguji hipotesis.
  4. Mengasosiasi, yaitu kegiatan siswa mengolah data dalam bentuk serangkaian aktivitas fisik dan pikiran dengan bantuan peralatan tertentu. Bentuk kegiatan mengolah data antara lain melakukan klasifikasi, pengurutan (sorting), menghitung, membagi, dan menyusun data dalam bentuk yang lebih informatif, serta menentukan sumber data sehingga lebih bermakna. Kegiatan siswa dalam mengolah data misalnya membuat tabel, grafik, bagan, peta konsep, menghitung, dan pemodelan. Selanjutnya siswa menganalisis data untuk membandingkan ataupun menentukan hubungan antara data yang telah diolahnya dengan teori yang ada sehingga dapat ditarik simpulan dan atau ditemukannya prinsip dan konsep penting yang bermakna dalam menambah skema kognitif, meluaskan pengalaman, dan wawasan pengetahuannya. Hasil belajar dari kegiatan menalar/mengasosiasi adalah siswa dapat menyimpulkan hasil kajian dari hipotesis.
  5. Mengomunikasikan, yaitu kegiatan siswa mendeskripsikan dan menyampaikan hasil temuannya dari kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan dan mengolah data, serta mengasosiasi yang ditujukan kepada orang lain baik secara lisan maupun tulisan dalam bentuk diagram, bagan, gambar, dan sejenisnya dengan bantuan perangkat teknologi sederhana dan atau teknologi informasi dan komunikasi. Hasil belajar dari kegiatan mengomunikasikan adalah siswa dapat memformulasikan dan mempertanggungjawabkan proses dan hasil pembuktian hipotesis.

Demikianlah tahapan-tahapan proses pembelajaran di smk dengan pendekatan saintifik.

Perencanaan Proses Pembelajaran

Proses Pembelajaran pada tahap pelaksanaan di kelas atau bengkel ataupun di laboratorium pada dasarnya merupakan ajang utama pembelajaran dan pendidikan sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan. Mengingat begitu banyaknya tumpuan harapan dalam pelaksanaan proses pembelajaran, maka sudah sangat tepat jika proses pembelajaran direncanakan dengan sebaik-baiknya dan secermat-cermatnya. Pendidik, sesuai dengan Standar Kompetensi Pendidik dan integritasnya seharusnya membuat rencana pelaksanaan pembelajaran yang menerapkan pendekatan saintifik dengan tahapan 5M, menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran, menggunakan model pembelajaran, menerapkan strategi pembelajaran yang menyenangkan, menggunakan media pembelajaran berbasis TIK dan unsur-unsur terkait lainnya. Proses Pembelajaran dengan kompleksitas seperti ini perlu perencanaan yang cermat.

Setiap langkah proses pembelajaran merupakan perpaduan dari indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, tahapan sintak model pembelajaran dan tahapan 5 M. Pemaduan tahapan pendekatan saintifik dan sintak model pembelajaran dapat dilakukan dengan model matrik perancah sehingga setiap langkah proses pembelajaran dapat didentifikasi dengan baik. Melalui pemetaan seperti ini proses pembelajaran terencana dengan baik. Contoh lengkap perencanaan pembelajaran termasuk proses pembelajaran dapat di lihat pada menyusun silabus dan rpp.

Aktifitas Proses Pembelajaran

Proses Pembelajaran yang diharapkan oleh pemerintah sesungguhnya telah dinyatakan secara jelas dalam standar proses. Tabel berikut menunjukkan seluruh aktifitas proses pembelajaran.

KEGIATAN PENDAHULUAN a. menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
b. memberi motivasi belajar siswa secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari, dengan memberikan contoh dan perbandingan lokal, nasional dan internasional;
c. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
d. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai; dan
e. menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.
KEGIATAN INTI a. aktifitas mengamati  Diisi aktifitas pendidik dan peserta didik sesuai tabel perancah
b. aktifitas menanya  Diisi aktifitas pendidik dan peserta didik sesuai tabel perancah
c. aktifitas mengumpulkan informasi  Diisi aktifitas pendidik dan peserta didik sesuai tabel perancah
d. aktifitas mengasosiasi  Diisi aktifitas pendidik dan peserta didik sesuai tabel perancah
e. aktifitas mengomunikasikan  Diisi aktifitas pendidik dan peserta didik sesuai tabel perancah
PENUTUP – REFLEKSI a. seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan manfaat langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung;
b. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
c. melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, baik tugas individual maupun kelompok; dan
d. menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.

Demikianlah diskusi seputar Proses Pembelajaran di SMK.

Silabus SMK 2017

silabus kurikulum 2013 smk 2017

Silabus SMK 2017

Silabus SMK 2017 dokumen turunan KI KD SMK 2017. Silabus SMK 2017 tentunya juga ditunggu rekan pendidik. Akankah Silabus SMK 2017  juga dirilis oleh PSMK ? Pada tahun-tahun sebelumnya, setiap kali terjadi perubahan kurikulum, silabus juga dirilis Direktorat PSMK. Apakah di tahun ini PSMK juga merilis Silabus SMK 2017  juga ?

silabus smk 2017
silabus_smk_2017

Silabus SMK 2017 sesungguhnya sudah dapat di susun oleh masing-masing pendidik pengampu mata pelajaran. Begitupun untuk silabus smk 2017 ini. Beberapa tahun terakhir, ribuan pendidik sudah memperoleh pelatihan kurikulum 2013 yang memungkinkan para pendidik memliki kompetensi menyusun sendiri silabus smk 2017. Jenis-jenis kegiatan analisis yang mampu dilakukan yaitu:

  • Analisis Keterkaitan SKL-KI-KD
  • Analisis Materi Pembelajaran
  • Analisis Penerapan Model Pembelajaran
  • Analisis Penilaian

Pengertian Silabus SMK 2017

Silabus SMK 2017  merupakan elemen dari perencanaan pembelajaran pada suatu kelompok kompetensi atau mata pelajaran. Silabus berfungsi sebagai acuan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan pelaksanaan pembelajaran. Silabus SMK 2017, sesuai penjelasan dalam Modul Panduan Penyusunan KTSP (Kurikulum 2013) Penyegaran Instruktur Tahun 2017, seyogyanya memuat rumusan kompetensi Bidang Keahlian masing-masing mata pelajaran yang mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK), materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber / bahan / alat belajar. Silabus menjadi acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran.

Prinsip-prinsip Pengembangan Silabus SMK 2017

Silabus SMK 2017  seyogyanya disusun para pendidik atau pengampu mata pelajaran. Hal ini sesuai dengan Standar Kompetensi Pendidik / Guru pada kompetensi profesionalnya. Kompetensi pendidik / guru saat ini juga sudah cukup memadai dengan diberikannya bimbingan teknis dan pelatihan pedagogis dalam rangka implementasi Kurikulum 2013.

Silabus SMK 2017 hendaknya dikembangkan dengan mengacu prinsip-prinsip pengembangan silabus, seperti :

  1. Ilmiah
  2. Relevan
  3. Sistematis
  4. Konsisten
  5. Memadai
  6. Aktual dan kontekstual
  7. Fleksibel
  8. Menyeluruh

Langkah-langkah Pengembangan Silabus SMK 2017

Silabus SMK 2017 hendaknya dikembangkan dengan tahapan seperti pada bagan di bawah:

silabus smk 2017
pengembangan silabus smk 2017

Silabus SMK 2017 (perhatikan kotak gambar bagian bawah) terdiri atas komponen-komponen :

  • Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
  • Indikator / Indikator Pencapaian Kompetensi
  • Materi Pembelajaran
  • Penilaian
  • Kegiatan Pembelajaran
  • Alokasi Waktu
  • Sumber Belajar
Komponen Silabus SMK 2017

Komponen Silabus SMK 2017 berisi tentang hal-hal sebagai berikut:

  • Nama SMK/MAK;
  • Kompetensi Keahlian:
  • Nama Mata Pelajaran;
  • Kelas;
  • Alokasi waktu;
  • Deskripsi Kompetensi Inti;
  • Deskripsi Kompetensi Dasar;
  • Indikator Pencapaian Kompetensi;
  • Materi Pembelajaran, dan
  • Kegiatan Pembelajaran
  • Penilaian
  • Alokasi waktu
  • Sumber Belajar.
Format Silabus SMK 2017 

Nama Sekolah                             : diisi dengan nama SMK

Kelas/Semester                           : diisi dengan kelas dan semester berapa mata pelajaran tersebut diberikan

Kompetensi Keahlian                : diisi dengan nama kompetensi keahlian sesuai dengan keputusan Dirjen Dikdasmen                                                             Nomor 4678/D/KEP/MK/2016

Mata Pelajaran                            : diisi dengan mata pelajaran yang tertuang pada struktur kurikulum

Durasi Pembelajaran                 : diisi dengan Jumlah jam yang tertuang pada struktur kurikulum

Deskripsi KI                                 : Diisi dengan rumusan kompetensi inti untuk program pendidikan 3 atau 4 tahun

 

…………………Deskripsi Ki3………………

…………………Deskripsi Ki4………………

Contoh Silabus SMK 2017 

Silabus SMK 2017 yang banyak ditunggu rekan-rekan pendidik hingga saat ini tidak/belum diterbitkan Direktorat PSMK. Mungkin, kita (sekolah dan pendidik) di dorong untuk membuat sendiri Silabus SMK 2017 . Hal ini memang sesuai dengan Standar Kompetensi Pendidik, karena itu bagaimanapun penyusunan Silabus SMK 2017 tetap menjadi bagian tanggung jawab kita.

Silabus SMK 2017 hasil Analisis

Silabus SMK 2017, seperti saya sampaikan di awal posting ini dapat disusun setelah kita melakukan beberapa analisis. Contoh analisis selengkapnya dapat dibaca pada posting menyusun Silabus SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 . Setelah menyelesaikan semua analisis kita dapat mengisikan hasil analisis pada format Silabus SMK 2017 seperti contoh di bawah ini.

Contoh Silabus SMK 2017 hasil analisis ini menggunakan format yang tertera pada modul Bimtek Implementasi Kurikulum 2013 SMK.

Contoh Silabus SMK 2017 dari PSMK

Silabus SMK
Nama Sekolah SMK DUNIA PENDIDIKAN BANJARMASIN
Kelas/Semester X / 1
Kompetensi Keahlian Semua Bidang Keahlian
Mata Pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital
Durasi Pembelajaran 108 Jam Pelajaran (JP)
   
Kompetensi Inti (KI)

KI-3 (Pengetahuan)

Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kajian Simulasi dan Komunikasi Digital pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional..

KI-4 (Keterampilan)

Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang kerja.

Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempresepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Demikianlah diskusi Silabus SMK 2017 , semoga bermanfaat.

Sumber :

PEDOMAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN 
PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN 
DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2017

Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, Silabus dan RPP SMK Terbaru Revisi 2017

kompetensi inti kompetensi dasar silabus dan rpp smk 2017

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KI KD) Silabus dan RPP SMK Terbaru Revisi 2017

Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar (KI KD) Silabus dan RPP Kurikulum 2013 SMK dokumen penting  SMK. Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar KI-KD Kurikulum 2013 SMK Revisi 2017 sudah resmi dirilis (DOWNLOAD) sedangkan contoh Silabus dan RPP Kurikulum 2013 SMK hingga 24 Juli 2017 masih dikembangkan (?). Ketersediaan dokumen Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar KI-KD, Silabus dan RPP Kurikulum 2013 SMK wajib dan sangat mendesak mengingat tahun pelajaran baru sebentar lagi akan berjalan.

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar KI KD Silabus dan RPP SMK Terbaru Revisi 2017
kompetensi inti  kompetensi dasar silabus  rpp
kompetensi inti kompetensi dasar KI KD smk 2017
kompetensi inti kompetensi dasar KI KD smk 2017

Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, Silabus dan RPP Kurikulum 2013 SMK berdasarkan Keputusan Dirjen Dikdasmen NOMOR : 130/D/KEP/KR/2017 Tentang STRUKTUR KURIKULUM PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN akan segera ditetapkan menyusul keputusan tersebut. Karena itulah hingga posting ini ditulis begitu banyak pembaca blog yang telah menantikan dokumen-dokumen Kompetensi Dasar, Silabus dan RPP Kurikulum 2013 SMK Terbaru Revisi 2017.

 

 

silabus dan rpp smk k2013
Contoh menyusun silabus dan rpp smk k2013 revisi 2017 (KLIK di GBR di atas)

Kompetensi Inti (KI) Kurikulum 2013 SMK

Kompetensi Inti (KI) menurut Permendikbud No. 24 Tahun 2016 yang dibedakan dalam 4 (empat) jenis kompetensi inti, sesungguhnya adalah kompetensi generik untuk menekankan pentingnya keseimbangan fungsi sebagai manusia Indonesia seutuhnya.

Kompetensi Inti (KI) pada Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Kejuruan SMK merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan yang harus dimiliki seorang peserta didik sekolah menengah kejuruan SMK pada setiap tingkat kelas.
Kompetensi Inti (KI) sebagaimana dimaksud di atas terdiri atas:
a. Kompetensi Inti (KI) sikap spiritual;
b. Kompetensi Inti (KI) sikap sosial;
c. Kompetensi Inti (KI) pengetahuan; dan
d. Kompetensi Inti (KI) keterampilan.

Kompetensi Inti (KI) selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan Kompetensi Dasar dan ruang lingkup materi yang bersifat spesifik untuk setiap mata pelajaran. Selain untuk pengembangan Kompetensi Dasar (KD) Kompetensi Inti juga merupakan rujukan pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran RPP.

Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Revisi Berdasarkan Permendikbud No. 24 2016 Kurikulum 2013 

Kompetensi Inti (KI) Kurikulum 2013 SMK telah diperbaiki pada 7 Juni 2016 dengan penerbitan Permendikbud No. 24 tahun 2016. Perbaikan kompetensi inti ini terbit mempertimbangkan bahwa berdasarkan perkembangan dan kebutuhan pendidikan saat ini diperlukan perbaikan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang mengakomodasikan prinsip-prinsip untuk memperkuat proses pembelajaran.

Kompetensi Inti (KI) SMK Terbaru Revisi Kurikulum 2013 yang telah diperbaiki ini seperti tercantum dalam Lampiran Permendikbud No. 24 Tahun 2016 terdiri atas kompetensi intikompetensi inti dan kompetensi dasar-kompetensi dasar mata pelajaran sebagai berikut:

  1. Bahasa Indonesia
  2. Matematika
  3. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
  4. Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
  5. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
  6. Sejarah Indonesia
  7. Bahasa Inggris
  8. Seni Budaya
  9. Prakarya dan Kewirausahaan

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KI KD) untuk mata pelajaran kelompok C yang merupakan ciri khas SMK pada permendikbud No. 24 Tahun 2016 belum tercantum. Karena itulah Rumusan Kompetensi Inti (KI) Kompetensi Dasar (KD) SMK Revisi 2017  di rilis revisi terbarunya.

Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Bahasa Indonesia Klas X

  • Kompetensi Inti 1 Sikap Spiritual, yaitu “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”.
  • Kompetensi Inti 2 Sikap Sosial, yaitu “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”.
  • Kompetensi Inti 3 Pengetahuan, yaitu “Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
  • Kompetensi Inti 4 Keterampilan, yaitu “Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan”.

Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Matematika Klas X

  • Kompetensi Inti 1 Sikap Spiritual, yaitu “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”.
  • Kompetensi Inti 2 Sikap Sosial, yaitu “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”.
  • Kompetensi Inti 3 Pengetahuan, yaitu “Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah”.
  • Kompetensi Inti 4 Keterampilan, yaitu “Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan”.

Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Terbaru Revisi 2017

Kompetensi Inti KI SMK Terbaru Revisi 2017 berdasarkan Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017) secara generik menggunakan format tertentu. Rumusan Kompetensi Inti SMK Terbaru Revisi 2017 menggunakan format-format seperti contoh berikut:

Format Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Terbaru Revisi 2017 Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

KOMPETENSI INTI 1 (SIKAP SPIRITUAL) KOMPETENSI INTI 2 (SIKAP SOSIAL)
1.  Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2.  Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)
3.   Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kajian_____________ ___________ (diisi nama Mapel: PA-BP atau PPKn)pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. 4.   Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kajian _______________ _____________ _______________________(diisi nama Mapel: PA-BP atau PPKn).

Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Format Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Terbaru Revisi 2017 Mata Pelajaran Kelompok A dan B selain PA-BP dan PPKn untuk Program Pendidikan 3 Tahun

Rumusan kompetensi inti sikap spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”.

Rumusan kompetensi inti sikap sosial yaitu, “Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)
3.   Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kajian/kerja ______ ___________________________(diisi Nama Mapel) pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. 4.   Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kajian/kerja _________ _________________ ___________________(diisi Nama Mapel).

Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Format

Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Terbaru Revisi 2017 Mata Pelajaran Kejuruan Program Pendidikan 3 Tahun

Rumusan kompetensi inti sikap spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”.

Rumusan kompetensi inti sikap sosial yaitu, “Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)
3.    Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja ________________________(diisi Kompetensi Keahlian)pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. 4.    Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja ______________________________ ____________________ (diisi Kompetensi Keahlian). Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Kompetensi Inti (KI) SMK Terbaru Revisi 2017 Teknik Audio Video
KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)
3.    Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Audio Video pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. 4.    Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Teknik Audio Video .

Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Kompetensi Inti (KI) SMK Terbaru Revisi 2017 Teknik Komputer Jaringan
KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)
3.    Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Komputer Jaringan pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. 4.    Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Teknik Komputer Jaringan .

Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Kompetensi Inti (KI) SMK Terbaru Revisi 2017 Bisnis Daring dan Pemasaran
KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)
3.    Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Bisnis Daring dan Pemasaran  pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. 4.    Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Bisnis Daring dan Pemasaran .

Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Back to top

Kompetensi Dasar (KD) SMK Terbaru Revisi 2016-2017

Kompetensi dasar (KD) merupakan kemampuan dan materi pembelajaran minimal yang harus dicapai peserta didik untuk suatu mata pelajaran pada masing-masing satuan pendidikan yang mengacu pada kompetensi inti. Kompetensi dasar pada kurikulum 2013 berisi kemampuan dan materi pembelajaran untuk suatu mata pelajaran pada masing-masing satuan pendidikan yang mengacu pada kompetensi inti. Pengertian kompetensi dasar ini merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016.

Kompetensi dasar (KD) SMK Terbaru Revisi 2016 yang saat ini (Juni 2017) masih berlaku dan digunakan adalah kompetensi dasar pada mata pelajaran kelompok A dan B, yaitu :

  1. Kompetensi Dasar SMK Terbaru Revisi 2016 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
  2. Kompetensi Dasar SMK Terbaru Revisi 2016 Mata Pelajaran Matematika
  3. Kompetensi Dasar SMK Terbaru Revisi 2016 Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
  4. Kompetensi Dasar SMK Terbaru Revisi 2016 Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
  5. Kompetensi Dasar SMK Terbaru Revisi 2016 Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
  6. Kompetensi Dasar SMK Terbaru Revisi 2016 Mata Pelajaran Sejarah Indonesia
  7. Kompetensi Dasar SMK Terbaru Revisi 2016 Mata Pelajaran Bahasa Inggris
  8. Kompetensi Dasar SMK Terbaru Revisi 2016 Mata Pelajaran Seni Budaya
  9. Kompetensi Dasar SMK Terbaru Revisi 2016 Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan

Kompetensi dasar (KD) SMK Terbaru Revisi 2017 yang dirilis (Juli 2017) khususnya adalah Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KI-KD) SMK Terbaru Revisi 2017 pada mata pelajaran kelompok C yaitu mata pelajaran kelompok kejuruan.

Download Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KI-KD) SMK Terbaru Revisi 2017

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar, Silabus dan RPP SMK Terbaru Revisi 2017 Kurikulum 2013 atau sering di cari dengan kata kunci ki kd kurikulum 2013 smk revisi 2017 sudah dirilis resmi oleh Direktorat PSMK. Seluruh ki kd kurikulum 2013 smk revisi 2017 telah dapat di download di posting ini pada link-link di bawah.

DOWNLOAD KI KD (Kompetensi Inti –Kompetensi Dasar) SMK Terbaru Revisi 2017

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KI-KD) SMK FINAL

1. Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa

1.1 Program Keahlian Teknologi Konstruksi dan Properti

1.1.1 Konstruksi Gedung Sanitasi dan Perawatan
1.1.2 Konstruksi Jalan, Irigasi dan Jembatan
1.1.3 Bisnis Konstruksi dan Properti
1.1.4 Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

1.2 Program Keahlian Teknik Geomatika dan Geospasial

1.2.1 Teknik Geomatika
1.2.2 Informasi Geospasial

1.3 Program Keahlian Teknik Ketenagalistrikan

1.3.1 Teknik Pembangkit Tenaga Listrik
1.3.2 Teknik Jaringan Tenaga Listrik
1.3.3 Teknik Instalasi Tenaga Listrik
1.3.4 Teknik Otomasi Industri
1.3.5 Teknik Pendinginan dan Tata Udara
1.3.6 Teknik Tenaga Listrik

1.4 Program Keahlian Teknik Mesin

1.4.1 Teknik Pemesinan
1.4.2 Teknik Pengelasan
1.4.3 Teknik Pengecoran Logam
1.4.4 Teknik Mekanik Industri
1.4.5 Teknik Perancangan dan Gambar Mesin
1.4.6 Teknik Fabrikasi Logam dan Manufaktur

1.5 Program Keahlian Teknologi Pesawat Udara

1.5.1 Airframe Power Plant
1.5.2 Aircraft Machining
1.5.3 Aircraft Sheet Metal Forming
1.5.4 Airframe Mechanic
1.5.5 Aircraft Electricity
1.5.6 Aviation Electronics
1.5.7 Electrical Avionics

1.6 Program Keahlian Teknik Grafika

1.6.1 Desain Grafika
1.6.2 Produksi Grafika

1.7 Program Keahlian Teknik Instrumentasi Industri

1.7.1 Teknik Instrumentasi Logam
1.7.2 Instrumentasi dan Otomatisasi Proses

1.8 Program Keahlian Teknik Industri

1.8.1 Teknik Pengendalian Produksi
1.8.2 Teknik Tata Kelola Logistik

1.9 Program Keahlian Teknologi Tekstil

1.9.1 Teknik Pemintalan Serat Buatan
1.9.2 Teknik Pembuatan Benang
1.9.3 Teknik Pembuatan Kain
1.9.4 Teknik Penyempurnaan Tekstil

1.10 Program Keahlian Teknik Kimia

1.10.1 Analisis Pengujian Laboratorium
1.10.2 Kimia Industri
1.10.3 Kimia Analisis
1.10.4 Kimia Tekstil

1.11 Program Keahlian Teknik Otomotif

1.11.1 Teknik Kendaraan Ringan Otomotif
1.11.2 Teknik dan Bisnis Sepeda Motor
1.11.3 Teknik Alat Berat
1.11.4 Teknik Bodi Otomotif
1.11.5 Teknik Ototronik
1.11.6 Teknik dan Manajemen Perawatan Otomotif
1.11.7 Otomotif Daya dan Konversi Energi

1.12 Program Keahlian Teknik Perkapalan

1.12.1 Konstruksi Kapal Baja
1.12.2 Konstruksi Kapal Non Baja
1.12.3 Teknik Pemesinan Kapal
1.12.4 Teknik Pengelasan Kapal
1.12.5 Teknik Kelistrikan Kapal
1.12.6 Desain dan Rancang Bangun Kapal
1.12.7 Interior Kapal

1.13 Program Keahlian Teknik Elektronika

1.13.1 Teknik Audio Video
1.13.2 Teknik Elektronika Industri
1.13.3 Teknik Mekatronika
1.13.4 Teknik Elektronika Daya dan Komunikasi
1.13.5 Instrumentasi Medik

2. Bidang Keahlian Energi dan Pertambangan

2.1 Program Keahlian Teknik Perminyakan

2.1.1 Teknik Produksi Minyak dan Gas
2.1.2 Teknik Pemboran Minyak dan Gas
2.1.3 Teknik Pengolahan Minyak, Gas dan Petrokimia

2.2 Program Keahlian Geologi Pertambangan

2.2.1 Geologi Pertambangan

2.3 Program Keahlian Teknik Energi Terbarukan

2.3.1 Teknik Energi Surya, Hidro, dan Angin
2.3.2 Teknik Energi Biomassa

3. Bidang Keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi

3.1 Program Keahlian Teknik Komputer dan Informatika

3.1.1 Rekayasa Perangkat Lunak
3.1.2 Teknik Komputer dan Jaringan
3.1.3 Multimedia
3.1.4 Sistem Informatika, Jaringan dan Aplikasi

3.2 Program Keahlian Teknik Telekomunikasi

3.2.1 Teknik Transmisi Telekomunikasi
3.2.2 Teknik Jaringan Akses Telekomunikasi

4. Bidang Keahlian Kesehatan dan Pekerjaan Sosial

4.1 Program Keahlian Keperawatan

4.1.1 Asisten Keperawatan

4.2 Program Keahlian Kesehatan Gigi

4.2.1 Dental Asisten

4.3 Program Keahlian Teknologi Laboratorium Medik

4.3.1 Teknologi Laboratorium Medik

4.4 Program Keahlian Farmasi

4.4.1 Farmasi Klinis dan Komunitas
4.4.2 Farmasi Industri

4.5 Program Keahlian Pekerjaan Sosial

4.5.1 Social Care (Keperawatan Sosial)
4.5.2 Caregiver

5. Bidang Keahlian Agribisnis dan Agroteknologi

5.1 Program Keahlian Agribisnis Tanaman

5.1.1 Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura
5.1.2 Agribisnis Tanaman Perkebunan
5.1.3 Pemuliaan dan Perbenihan Tanaman
5.1.4 Lanskap dan Pertamanan
5.1.5 Produksi dan Pengelolaan Perkebunan
5.1.6 Agribisnis Organik Ekologi

5.2 Program Keahlian Agribisnis Ternak

5.2.1 Agribisnis Ternak Ruminansia
5.2.2 Agribisnis Ternak Unggas
5.2.3 Industri Peternakan

5.3 Program Keahlian Kesehatan Hewan

5.3.1 Keperawatan Hewan
5.3.2 Kesehatan dan Reproduksi Hewan

5.4 Program Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian

5.4.1 Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian
5.4.2 Pengawasan Mutu Hasil Pertanian
5.4.3 Agroindustri

5.5 Program Keahlian Teknik Pertanian

5.5.1 Alat Mesin Pertanian
5.5.2 Otomatisasi Pertanian

5.6 Program Keahlian Kehutanan

5.6.1 Teknik Inventarisasi dan Pemetaan Hutan
5.6.2 Teknik Konservasi Sumber Daya Hutan
5.6.3 Teknik Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan
5.6.4 Teknologi Produksi Hasil Hutan

6. Bidang Keahlian Kemaritiman

6.1 Program Keahlian Pelayaran Kapal Penangkap Ikan

6.1.1 Nautika Kapal Penangkap Ikan
6.1.2 Teknika Kapal Penangkap Ikan

6.2 Program Keahlian Pelayaran Kapal Niaga

6.2.1 Nautika Kapal Niaga
6.2.2 Teknika Kapal Niaga

6.3 Program Keahlian Perikanan

6.3.1 Agribisnis Perikanan Air Tawar
6.3.2 Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut
6.3.3 Agribisnis Ikan Hias
6.3.4 Agribisnis Rumput Laut
6.3.5 Industri Perikanan Laut

6.4 Program Keahlian Pengolahan Hasil Perikanan

6.4.1 Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan

7. Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen

7.1 Program Keahlian Bisnis dan Pemasaran

7.1.1 Bisnis Daring dan Pemasaran

7.2 Program Keahlian Manajemen Perkantoran

7.2.1 Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran

7.3 Program Keahlian Akuntansi dan Keuangan

7.3.1 Akuntansi dan Keuangan Lembaga
7.3.2 Perbankan dan Keuangan Mikro
7.3.3 Perbankan Syariah

8. Bidang Keahlian Pariwisata

8.1 Program Keahlian Perhotelan dan Jasa Pariwisata

8.1.1 Usaha Perjalanan Wisata
8.1.2 Perhotelan
8.1.3 Wisata Bahari dan Ekowisata

8.2 Program Keahlian Kuliner

8.2.1 Tata Boga

8.3 Program Keahlian Tata Kecantikan

8.3.1 Tata Kecantikan Kulit dan Rambut
8.3.2 Spa dan Beauty Therapy

8.4 Program Keahlian Tata Busana

8.4.1 Tata Busana
8.4.2 Desain Fesyen

9. Bidang Keahlian Seni dan Industri Kreatif

9.1 Program Keahlian Seni Rupa

9.1.1 Seni Lukis
9.1.2 Seni Patung
9.1.3 Desain Komunikasi Visual
9.1.4 Desain Interior dan Teknik Furnitur
9.1.5 Animasi

9.2 Program Keahlian Desain dan Produk Kreatif Kriya

9.2.1 Kriya Kreatif Batik dan Tekstil
9.2.2 Kriya Kreatif Kulit dan Imitasi
9.2.3 Kriya Kreatif Keramik
9.2.4 Kriya Kreatif Logam dan Perhiasan
9.2.5 Kriya Kreatif Kayu dan Rotan

9.3 Program Keahlian Seni Musik

9.3.1 Seni Musik Klasik
9.3.2 Seni Musik Populer

9.4 Program Keahlian Seni Tari

9.4.1 Seni Tari
9.4.2 Penataan Tari

9.5 Program Keahlian Seni Karawitan

9.5.1 Seni Karawitan
9.5.2 Penataan Karawitan

9.6 Program Keahlian Seni Pedalangan

9.6.1 Seni Pedalangan

9.7 Program Keahlian Seni Teater

9.7.1 Pemeranan
9.7.2 Tata Artistik Teater

9.8 Program Keahlian Seni Broadcasting dan Film

9.8.1 Produksi dan Siaran Program Radio
9.8.2 Produksi dan Siaran Program Televisi
9.8.3 Produksi Film dan Program Televisi

Back to top

Silabus SMK Terbaru Revisi 2017

Silabus adalah elemen dari sistem kurikulum. Silabus, menurut Permendikbud No. 60 tahun 2014 tentang Kurikulum SMK, merupakan rencana pembelajaran pada suatu mata pelajaran yang mencakup Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

silabus
silabus

Pengertian Silabus

Silabus adalah bagian dari perencanaan pembelajaran pada suatu kelompok kompetensi atau mata pelajaran sebagai acuan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan pelaksanaan pembelajaran. Silabus memuat rumusan kompetensi bidang keahlian masing-masing mata pelajaran yang mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK), materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

Silabus SMK merupakan acuan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk setiap bahan kajian mata pelajaran di SMK. Walaupun hingga saat ini Direktorat Pembinaan SMK belum mengeluarkan silabus contoh kepada rekan pendidik di SMK, namun sesungguhnya Silabus SMK Terbaru Revisi 2017 dapat disusun sendiri oleh rekan-rekan pendidik SMK.

Prinsip-prinsip Pengembangan Silabus

  1. Ilmiah

Keseluruhan materi dan kegiatan pebelajaran yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.

  1. Relevan

Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus masing-masing mata pelajaran sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, spiritual peserta didik, dan level 2 dan 3 KKNI.

  1. Sistematis

Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam pencapaian kompetensi inti sikap spiritual (KI-1), sikap sosial (KI-2), pengetahuan (KI-3), dan ketrampilan (KI-4). (Lihat Tabel 1, Tabel 2, Tabel 3, Tabel 4, Tabel 5 di atas).

  1. Konsisten

Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian.

  1. Memadai

Cakupan IPK, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian memadai untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar dan KI.

  1. Aktual dan kontekstual

Cakupan IPK, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi di dunia kerja.

  1. Fleksibel

Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi variasi peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.

  1. Menyeluruh

Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi dimensi sikap spiritual, sosial, pengetahuan, dan ketrampilan (kognitif, afektif, dan psikomotor).

Langkah-langkah Pengembangan Silabus

Silabus seyogyanya dikembangkan mengikuti langkah-langkah pengembangan silabus seperti disajikan pada diagram alir berikut. Diagram Alir Pengembangan  Silabus Mata Pelajaran.

silabus smk 2017
pengembangan silabus
Silabus Hasil Pengembangan

Silabus hasil pengembangan yang diturunkan dari kompetensi dasar dapat dilihat di bawah ini. Contoh silabus ini menggunakan pasangan kompetensi dasar ‘virtual’ saja. Pertimbangan saya, agar silabus contoh pengembangan ini mudah dipahami oleh rekan-rekan sebab hampir semua kita memiliki ‘kompetensi dasar sepeda roda 2’. Uraian selengkapnya langkah pengembangan silabus contoh ini dapat di baca di menyusun silabus dan RPP SMK berdasar KI KD Kurikulum 2013 Revisi 2017

Silabus SMK
Nama Sekolah SMK DUNIA PENDIDIKAN BANJARMASIN
Kelas/Semester X / 1
Kompetensi Keahlian Nama Kommpetensi Keahlian
Mata Pelajaran Nama Mata Pelajaran
Durasi Pembelajaran 12 jam x 45 menit
Deskripsi KI
3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
4. Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang kerja. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempresepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Silabus
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Materi Pembalajaran Kegiatan Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar

3.1 memahami sepeda roda 2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.1 Mengoperasikan sepeda roda 2

1. menjelaskan bagian utama sepeda roda 2

 

2. menjelaskan fungsi setiap bagian utama sepeda roda 2

 

3. menjelaskan cara mengoperasikan sepeda roda 2

 

 

 

 

4. mengoperasikan sepeda roda 2

Bagian-bagian utama Sepeda Roda 2

 

Fungsi setiap bagian utama Sepeda Roda 2

 

 

Cara pengoperasian Sepeda Roda 2

 

 

 

 

Praktek / latihan mengoperasikan sepeda roda 2

Mengamati:

  • sepeda roda 2
  • gambar sepeda roda,
  • gbr bagian-bagian utama sepeda roda 2,
  • video pengoperasian sepeda roda 2

Menanya:

  • membaca buku sepeda roda 2,
  • diskusi terkait bagian-bagian utama, fungsi tiap bagian dan cara pengoperasian sepeda roda 2

Mengumpulkan informasi / mencoba / eksperimen:

  • membaca buku sepeda roda 2
  • mengakses informasi sepeda roda 2 di internet
  • mengakses video belajar sepeda roda 2 di Youtube
  • berlatih mengoperasikan sepeda roda 2 secara bergiliran

Mengasosiasi / menalar :

  • mendiskusikan hasil mengamati, menanya dan mengumpulkan informasi sepeda roda 2
  • kesimpulan kelompok

Mengomunikasikan:

  • presentasi kelompok
  • tanya jawab dan klarifikasi
  • penguatan
  • mengunggah hasil diskusi ke media blog komunitas
Tes Tertulis

 

 

 

 

Tes Kinerja

 

12 jam

Buku Teks Sepeda Roda 2

Video Pembelajaran Pengoperasian Sepeda Roda 2

http://www.waroengpit.com/2015/02/struktur-komponen-sepeda.html

Zara belajar naik sepeda roda 2 (YOUTUBE) https://www.youtube.com/watch?v=pEWlZpyVEIo

https://id.wikipedia.org/wiki/Sepeda

 

Back to top

RPP SMK Terbaru Revisi 2017

RPP SMK Terbaru Revisi 2017 merujuk kepada RPP di jenjang SMK  hasil Revisi Terbaru pada tahun 2017.  Hemat saya, RPP SMK Terbaru Revisi 2017 tidak akan lepas dari panduan penyusunan RPP bagi guru SMK berdasarkan dokumen pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 tahun 2017.  Uraian terkait RPP SMK Terbaru Revisi 2017 di bawah ini merujuk pada bahan diklat Penyegaran Instruktur Nasional / Instruktur Propinsi Kurikulum 2013 tahun 2017 yang diselenggarakan bulan April 2017 yang lalu.

RPP
RPP

Konsep RPP SMK Terbaru Revisi 2017

RPP SMK Terbaru Revisi 2017 tetap merupakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) seperti konsep sebelumnya yang merupakan rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih, yang dilaksanakan di kelas teori, kelas praktik dan/atau dunia kerja. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD).

RPP SMK Terbaru Revisi 2017 seharusnya menerapkan prinsip-prinsip pedagogis secara tertulis untuk direalisasikan dalam kegiatan pembelajaran, sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang efektif dalam mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Dan tidak kalah pentingnya juga perlu diingat bahwa RPP disusun agar proses pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Prinsip Penyusunan RPP SMK Terbaru Revisi 2017

Penyusunan RPP SMK Terbaru Revisi 2017 harus juga memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:

(a) Perbedaan individual peserta didik antara lain kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik;

(b) partisipasi aktif peserta didik;

(c) berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian;

(d) pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan;

(e) pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi;

(f) penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar; (g) mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya;

(h) penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi;

(i) pembelajaran mata pelajaran umum harus mendukung pencapaian kompetensi keahlian kejuruan.

Format dan Komponen RPP SMK Terbaru Revisi 2017

RPP SMK Terbaru Revisi 2017 sesuai dengan Panduan Penyusunan RPP Kurikulum 2013 Revisi Terbaru disusun dengan menggunakan format seperti tampak pada ilustrasi di bawah.

rpp smk terbaru revisi 2017
rpp smk terbaru revisi 2017

Komponen RPP yang seharusnya tercantum dalam RPP meliputi:

  • Bagian Identitas RPP

Identitas Sekolah

Kompetensi Keahlian

Mata Pelajaran

Kelas/Semester

Tahun Pelajaran

Alokasi waktu

  • Kompetensi Inti
  • Kompetensi Dasar
  • Indikator Pencapaian Kompetensi
  • Tujuan Pembelajaran
  • Materi Pembelajaran
  • Model dan Metode Pembelajaran
  • Kegiatan Pembelajaran
  • Media, Alat dan Sumber Belajar
  • Penilaian Pembelajaran
Rambu-rambu Penyusunan RPP SMK Terbaru Revisi 2017

No.

Komponen

Keterangan

1.

Identitas Sekolah

Kompetensi Keahlian

Mata Pelajaran

Kelas/Semester

Tahun Pelajaran

Diisi nama satuan pendidikan.

Diisi dengan Kompetensi Keahlian tempat; mata pelajaran tersebut diajarkan

Diisi nama Mata Pelajaran, seperti tertera pada Struktur Kurikulum

Diisi kelas dan semester; ganjil/genap.

Diisi dengan tahun pelajaran yang sedang berlangsung

2.

Alokasi waktu Diisi jumlah jam pelajaran hasil analisis program semester.

3.

Kompetensi Inti

Disalin dari Kompetensi Inti yang tertuang pada Lampiran Permendikbud Nomor ……. tentang Kurikulum SMK 2013 untuk KI pengetahuan dan KI keterampilan.

4.

Kompetensi Dasar

KD disalin dari Lampiran Permendikbud Nomor ……. tentang Kurikulum SMK dan SK Dirjen Nomor ……….tentang Mata Pelajaran dan Kompetensi Dasar Program Keahlian (C2) dan Kompetensi Keahlian (C3) SMK/MAK.

Rumusan KD dituliskan untuk KD dari pengetahuan dan KD dari keterampilan.

5.

Indikator Pencapaian Kompetensi Dirumuskan sesuai kaidah pengembangan IPK KD

Contoh IPK KD Pengetahuan
3.2   Menerapkan pengetahuan pengelolaan informasi digital melalui pemanfaatan perangkat lunak pengolah informasi
Berdasarkan dimensi pengetahuan dan proses kognitif, maka IPK dari KD pengetahuan di atas sebagai berikut:

  • Menjelaskan simbul yang digunakan pada komunikasi daring online;
  • Menjelaskan pengertian komunikasi daring online;
  • Mendeskripsikan jenis-jenis komunikasi daring online;
  • Menentukan teknik komunikasi daring online yang akan digunakan sesuai jenis alat yang disediakan

Contoh IPK KD Keterampilan
4.2 Menyajikan hasil pengelolaan informasi digital melalui komunikasi daring online..
Berdasarkan KD 4.2 tersebut, kata “menyajikan” adalah dimensi keterampilan konkret pada gradasi minimal P1 = level keterampilan konkret imitasi.
Berdasarkan analisis tersebut, maka IPK nya adalah:

Melakukan komunikasi daring asinkron dan sinkron berdasarkan contoh.

Mendemonstrasikan komunikasi daring asinkron dan sinkron berdasarkan tugas

6.

Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran dikembangkan sesuai rumusan tujuan pembelajaran.

Berdasarkan IPK di atas, maka rumusan tujuan pembelajarannya yaitu:

  • Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan pengertian komunikasi daring online sesuai dengan buku teks secara santun.
  • Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan 4 simbul yang digunakan pada pengelolaan informasi digital daring online sesuai dengan buku teks secara santun.
  • Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan 2 jenis pengelolaan informasi digital melalui komunikasi daring online dengan santun.
  • Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menentukan kebutuhan pokok fasilitas yang diperlukan untuk pengelolaan informasi digital daring online secara mandiri.
  • Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan cara melakukan komunikasi daring online dengan percaya diri.
  • Disediakan peralatan komunikasi dan jaringan internet, peserta didik dapat melakukan komunikasi daring asinkron dan sinkron berdasarkan contoh dengan percaya diri.
  • Disediakan peralatan komunikasi dan jaringan internet, peserta didik dapat mendemonstrasikan komunikasi daring asinkron dan sinkron berdasarkan tugas sesuai prosedur dengan percaya diri.

7.

Materi Pembelajaran Materi Pembelajaran dikembangkan sesuai rumusan materi pembelajaran

Berdasarkancontoh tujuan pembelajaran diatas maka materi pembelajarannya adalah:

  • Pengertian komunikasi daring online
  • Simbol pada digital daring online
  • Jenis komunikasi daring online
  • Kebutuhan pokok fasilitas komunikasi daring online
  • Cara melakukan komunikasi daring online

Materi yang dikembangkan termasuk materi pengayaan (dapat dikembangkan berdasarkan buku siswa, referensi lain), materi yang terintegrasi dengan muatan lokal, dan materi yang diintegrasikan pada kegiatan ekstrakurikuler.

8.

Model dan Metode Pembelajaran

Diisi dengan model pembelajaran yang sesuai dengan KD dan IPK (lihat konsep Pemahaman Proses Pembelajaran: Tabel Perancah Pemaduan Sintaksis Model Pembelajaran dan  pendekatan (proses berfikir dan bertindak sainitifik ).

9.

Kegiatan Pembelajaran

Diisi mengacu sintaks model pembelajaran yang ditetapkan.

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran diorganisasikan menjadi kegiatan yang terdiri atas:

  • Kegiatan Pendahuluan

Pada kegiatan pendahuluan guru:

  1. Mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan.
  2. Mendiskusikan kompetensi yang telah dipelajari dan dikembangkan sebelumnya terkait dengan kompetensi yang akan dipelajari.
  3. Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya bagi kehidupan.
  4. Menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan.
  5. Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan
  • Kegiatan Inti

Diisi dengan kegiatan siswa dan guru, dapat mengikuti urutan sintaks model belajar yang dipadukan dengan  pendekatan (proses berfikir dan bertindak) sainitifik  (hasil analisis pemaduan model tugas sesi 3).

Kegiatan 5M tersebut tidak harus terjadi sekaligus pada satu kali pertemuan, tetapi disesuaikan dengan karakteristik materi yang sedang dibahas.

Catatan: sintaksis (langkah-langkah) model pembelajaran dan langkah  pendekatan (proses berfikir dan bertindak) sainitifik  (5M) dapat menggunakan hasil penataan dari format perancah.

  • Kegiatan Penutup

Kegiatan penutup meliputi antara lain:

  1. membuat rangkuman/simpulan pelajaran.
  2. refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.
  3. merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk tugas kelompok/ perseorangan (jika diperlukan).
  4. menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

11.

Media, Alat, dan Sumber Belajar

Diisi dengan:

  • Sarana, alat bantu dan bahan yang digunakan pada proses pembelajaran di setiap RPP.
  • Sumber belajar dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan untuk setiap pertemuan sesuai dengan tuntutan KD.
  • Sumber belajar ditulis sesuai ketentuan penulisan literatur/referensi.

Contoh:

KD

Media/Alat , Bahan, dan Sumber Belajar

KD 3.2 menerapkan pengetahuan pengelolaan informasi digital melalui komunikasi daring
KD 4.2
Menyajikan hasil pengelolaan informasi digital melalui komunikasi daring online..
Media:
LCD ProjectorAlat/bahan:
Fasilitas komunikasi daring dan jaringan internet
Sumber belajar: buku teks pembelajaran, buku referensi lain

11

Penilaian (KD 3 dan KD 4)
  • Diisi dengan hasil analisis teknik dan instrumen penilaian (hasil pembelajaran sesi sebelumnya).

Contoh:

KD

Teknik Penilaian

Instrumen

KD 3.2 menerapkan pengetahuan pengelolaan informasi digital melalui komunikasi daring
  • Tes Tertulis
  • Penugasan
  • Soal tes tertulis
  • Lembar tugas dan
  • Lembar penilaian tugas
KD 4.2
Menyajikan hasil pengelolaan informasi digital melalui komunikasi daring online..
  • Tes praktik/ unjuk kerja
  •  Lembar soal praktik dan Lembar observasi unjuk kerja
  • Diisi dengan program remedial dan pengayaan.
Peniaian  Sikap Dibuatkan jurnal harian tentang kejadian istimewa yang dilakukan oleh siswa pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung.
Contoh: Jurnal Penilaian Sikap:
Hari/Tanggal:
No.

Nama

Uraian Kejadian Istimewa

Rencana Tindakan/Pembinaan

Langkah Pengembangan RPP SMK Terbaru Revisi 2017

RPP SMK Terbaru Revisi 2017 / RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017 dikembangkan / dirancang dengan di dahului beberapa analisis-analisis. Analisis-analisis ini akan menghasilkan elemen-elemen yang digunakan di dalam RPP SMK Terbaru Revisi 2017 seperti indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, proses pembelajaran, model pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran dan penilaian pembelajaran. Jadi, sesungguhnya analisis-analisis yang dilakukan itu sebenarnya adalah menyiapkan isian-isian yang akan dimasukkan ke dalam format RPP sehingga tersusunlah RPP SMK Terbaru Revisi 2017 yang berciri RPP Keterampilan Abad 21 atau RPP Abad 21.

Analisis SKL KI KD RPP SMK Terbaru Revisi 2017

 

Analisis Materi Pembelajaran RPP SMK Terbaru Revisi 2017

 

Analisis Penerapan Model Pembelajaran RPP SMK Terbaru Revisi 2017

 

Analisis Penilaian Pembelajaran RPP SMK Terbaru Revisi 2017

 

RPP SMK Terbaru Revisi 2017 RPP Keterampilan Abad 21

RPP SMK Terbaru Revisi 2017  atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan hasil Analisis SKL KI KD, Analisis Materi Pembelajaran, Analisis Penerapan Model Pembelajaran dan Analisis Penilaian Pembelajaran yang lakukan dengan cermat dan konsisten pada dasarnya telah mengimplementasikan dasar-dasar RPP yang bermutu tinggi. RPP SMK Terbaru Revisi 2017 seperti ini bisa disebut RPP Keterampilan Abad 21 atau RPP Abad 21.

RPP SMK Terbaru Revisi 2017 yang didesain dengan cermat dan konsisten dengan 4 (empat) macam analisis itu otomatis telah mengimplementasikan pembelajaran Keterampilan Abad 21 yang dikenal 4C. Keterampilan Abad 21 tersebut ialah Critical Thinking, Creatif Thinking, Collaborating dan Communicating. Hal ini didukung dengan penerapan model pembelajaran yang menerapkan discovery learning, inquiry learning, problem based learning, problem solving learning, project based learning, production based training.

Back to top

LITERASI

literasi

Pengertian Literasi

Literasi dini, literasi dasar, literasi kepustakaan, literasi media, literasi teknologi dan literasi visual merupakan jenis literasi yang membangun literasi informasi. Melalui penguasaan literasi-literasi tersebut seorang siswa diyakini akan dapat mengembangkan berbagai kompetensinya untuk eksis dan memenangkan persaingan di era digital abad 2 ini.

Literasi secara tradisional dipahami sebagai kemampuan untuk membaca, menulis dan aritmatika (https://en.wikipedia.org/wiki/Literacy, 2016; September 28 ; 0928). Ini adalah pemahaman lama terkait literasi. Ketika seseorang sudah mempunyai kemampuan membaca, menulis dan berhitung dikatakan orang itu mempunyai kemampuan literasi. ‘Melek’ baca tulis dan hitungan. Seiring perkembangan budaya dan standar kehidupan yang meningkat pengertian literasi di atas menjadi usang.

Pengertian literasi modern adalah kemampuan untuk membaca, menulis dan aritmatika (berhitung), menggunakan bahasa, angka-angka, gambar/ilustrasi, komputer dan elemen dasar lain untuk memahami, berkomunikasi, menguatkan (penggunaan) pengetahuan bermanfaat dan penggunaan sistem simbol budaya yang dominan.

Literasi, menurut UNESCO, ialah kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, menginterpretasi, mengkreasi, mengomunikasikan dan menghitung menggunakan bahan tercetak dan tertulis berkaitan dengan konteks yang bervariasi. Literasi melibatkan satu kesatuan rangkaian belajar dalam memungkinkan individu untuk mencapai tujuan mereka, untuk mengembangkan pengetahuan dan potensi mereka, dan untuk berpartisipasi penuh dalam komunitas mereka dan masyarakat yang lebih luas. (https://en.wikipedia.org/wiki/Literacy, 2016; September 28 ; 0928)

Di abad 21 ini, pengertian literasi lebih dari sekadar bisa membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Kemampuan ini disebut sebagai literasi informasi.

literasi-informasi
literasi-informasi

Komponen Literasi

Ferguson (www.bibliotech.us/pdfs/ InfoLit.pdf) menjabarkan bahwa komponen literasi informasi terdiri atas literasi dini, literasi dasar, literasi kepustakaan, literasi media, literasi teknologi, dan literasi visual.

Literasi Dini

Literasi Dini [Early Literacy (Clay, 2001)], yaitu kemampuan untuk menyimak, memahami bahasa lisan, dan berkomunikasi melalui gambar dan tutur yang dibentuk oleh pengalamannya berinteraksi dengan lingkungan sosialnya di rumah. Pengalaman peserta didik dalam berkomunikasi dengan bahasa ibu menjadi fondasi perkembangan literasi dasar.

Literasi Dasar (Basic Literacy)

Literasi Dasar (Basic Literacy), yaitu kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung (counting) berkaitan dengan kemampuan analisis untuk memperhitungkan (calculating), mempersepsikan informasi (perceiving), mengomunikasikan, serta menggambarkan informasi (drawing) berdasarkan pemahaman dan pengambilan kesimpulan pribadi.

Literasi Perpustakaan (Library Literacy)

Literasi Perpustakaan (Library Literacy), antara lain, memberikan pemahaman cara membedakan bacaan fiksi dan nonfiksi, memanfaatkan koleksi referensi dan periodikal, memahami Dewey Decimal System sebagai klasifikasi pengetahuan yang memudahkan dalam menggunakan perpustakaan, memahami penggunaan katalog dan pengindeks-an, hingga memiliki pengetahuan dalam memahami informasi ketika sedang menyelesaikan sebuah tulisan, penelitian, pekerjaan, atau mengatasi masalah.

Literasi Media (Media Literacy)

Literasi Media (Media Literacy), yaitu kemampuan untuk mengetahui berbagai bentuk media yang berbeda, seperti media cetak, media elektronik (media radio, media televisi), media digital (media internet), dan memahami tujuan penggunaannya.

literasi media
literasi media

Selama berabad-abad, literasi disebut kemampuan untuk membaca dan menulis. Dewasa ini, kita mendapatkan sebagian besar informasi melalui sistem berkat teknologi media. Kemampuan untuk membaca berbagai jenis media telah menjadi keterampilan penting di abad ke-21. Literasi media adalah kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan membuat media. Dengan literasi media yang baik orang lebih mampu memahami pesan yang kompleks yang kita terima dari televisi, radio, internet, surat kabar, majalah, buku, billboard, video game, musik, dan semua bentuk media lainnya. Keterampilan literasi media termasuk dalam standar pendidikan dari setiap negara dalam bahasa, ilmu sosial, kesehatan, ilmu pengetahuan, dan mata pelajaran lain. Banyak pendidik telah menemukan bahwa literasi media adalah cara yang efektif dan menarik untuk menerapkan keterampilan berpikir kritis untuk berbagai masalah.

Keterampilan literasi media dapat membantu remaja dan orang dewasa:

– Mengembangkan kemampuan berpikir kritis
– Memahami bagaimana pesan media membentuk budaya dan masyarakat kita
– Mengidentifikasi strategi pemasaran target
– Mengenali pembuat media yang ingin kita percaya atau lakukan
– Memberi nama teknik persuasi yang digunakan
– Mengenali bias, plintiran, informasi yang salah, dan kebohongan
– Menemukan bagian dari cerita yang tidak diberitahu
– Mengevaluasi pesan media berdasarkan pengalaman kita sendiri, keterampilan, keyakinan, dan nilai-nilai
– Membuat dan mendistribusikan pesan-pesan media kita sendiri
– Mengadvokasi keadilan Media

Literasi Teknologi (Technology Literacy)

Pengertian Literasi Teknologi

Literasi Teknologi (Technology Literacy), yaitu kemampuan memahami kelengkapan yang mengikuti teknologi seperti peranti keras (hardware), peranti lunak (software), serta etika dan etiket dalam memanfaatkan teknologi. Berikutnya, kemampuan dalam memahami teknologi untuk mencetak, mempresentasikan, dan mengakses internet. Dalam praktiknya, juga pemahaman menggunakan komputer (Computer Literacy) yang di dalamnya mencakup menghidupkan dan mematikan komputer, menyimpan dan mengelola data, serta mengoperasikan program perangkat lunak. Sejalan dengan membanjirnya informasi karena perkembangan teknologi saat ini, diperlukan pemahaman yang baik dalam mengelola informasi yang dibutuhkan masyarakat.

literasi teknologi
literasi teknologi

Kalau kita refleksikan masa yang lalu, sampai awal 1990-an, kebanyakan PC masih berukuran besar dengan memori sangat terbatas, kebanyakan ponsel juga terlalu besar untuk dimasukkan dalam kantong. Film yang tersedia pada DVD sampai 1997. Google pun belum lahir sampai tahun 1998. Tidak ada MySpace hingga tahun 2003, dan YouTube meluncurkan dua tahun setelah itu.

Seiring kemajuan teknologi, definisi literasi  teknologi  pun mengalami perubahan. Pada tahun 1980, keterampilan penggunaan teknologi menuntut agar kita mengetahui bagaimana kode memprogram. Penggunaan komputer pada waktu itu mengharuskan kita membuat program. Pada tahun 1995 an, kita dituntut untuk mengetahui bagaimana bekerja dengan alat dasar seperti pengolah kata dan spreadsheet. Mungkin kita ingat … Wordstar … Lotus … DBASE dan sebagainya.

Sekarang definisi literasi teknologi jauh lebih kaya dan lebih kompleks karena ada informasi lebih yang tersedia daripada sebelumnya. Alat-alat untuk menemukan, menggunakan dan menciptakan informasi yang cepat menjadi lebih beragam dan canggih.

Departemen Pendidikan Colorado (CDE) mendefinisikan literasi  teknologi sebagai kemampuan untuk bertanggung jawab menggunakan teknologi tepat guna untuk:

  • Menyampaikan / mengomunikasikan
  • Menyelesaikan masalah
  • Mengakses, mengelola, mengintegrasikan, mengevaluasi, desain dan membuat informasi untuk meningkatkan pembelajaran di semua bidang subjek
  • Memperoleh pengetahuan seumur hidup dan keterampilan dalam abad ke-21
Jenis Teknologi pada Literasi Teknologi

Penggunaan teknologi merupakan bagian integral yang fungsional dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini sebagian besar jalur pendidikan dan profesional memerlukan penggunaan teknologi untuk berkomunikasi, memecahkan masalah atau penelitian lengkap. Siswa yang mencapai literasi teknologi memiliki waktu lebih cepat mencapai tujuan pendidikan dan masuk ke dalam karir pilihan mereka.

Untuk mengantarkan para siswa mencapai literasi teknologi, sudah barang tentu para guru / pendidik juga seharusnya memiliki keterampilan atau literasi teknologi. Berikut adalah variasi aktifitas penggunaan teknologi masa kini untuk mendorong literasi teknologi bagi kita semua, antara lain:

  1. membaca situs Web;
  2. menggunakan mesin pencari;
  3. menggunakan pencarian peta;
  4. mengakses video, podcast, dan feed;
  5. mengevaluasi sumber Web;
  6. meneliti di Internet;
  7. e-mail, chatting, SMS, microblogging;
  8. menggunakan situs sosial;
  9. mengunjungi dunia maya;
  10. blogging dan menggunakan wiki; dan
  11. menggunakan papan pesan, newsgroup, dan VOIP (Skype).

Dengan memahami bagaimana mengevaluasi informasi baru ini dan bagaimana menggunakan alat-alat baru untuk membuat, komunikasi cukup beralasan efektif, siswa dapat memanfaatkan kekuatan teknologi baru dan terinspirasi untuk belajar.

Literasi Visual (Visual Literacy)

Informasi visual ada di mana-mana di sekitar kita. Televisi, layar komputer, tanda-tanda, simbol, dalam buku-buku, majalah, film-film, dan bahkan bahasa tubuh memberikan pesan-pesan visual. Kita semua harus mampu menginterpretasikan makna yang terkandung dalam pesan visual untuk memberikan respon yang cerdas. Dalam konteks pendidikan informasi visual juga sangat banyak. Oleh karena itu guru maupun siswa perlu menguasai literasi visual untuk mendapatkan manfaat yang optimal.

literasi visual
literasi visual

Literasi Visual (Visual Literacy), adalah pemahaman tingkat lanjut antara literasi media dan literasi teknologi, yang mengembangkan kemampuan dan kebutuhan belajar dengan memanfaatkan materi visual dan audio- visual secara kritis dan bermartabat. Tafsir terhadap materi visual yang setiap hari membanjiri kita, baik dalam bentuk cetak maupun noncetak, perlu dikelola dengan baik. Bagaimanapun di dalamnya banyak manipulasi dan hiburan yang benar-benar perlu disaring berdasarkan etika dan kepatutan.

Bagian-bagian Literasi Visual

Literasi visual dapat dibagi dalam 3 (tiga) bagian, yaitu:

  1. berfikir visual (visual thinking)
  2. komunikasi visual (visual communication)
  3. belajar visual (visual learning)

Berpikir visual  (visual thinking)

Berpikir visual adalah kemampuan untuk mengubah pikiran, gagasan, dan informasi ke semua jenis gambar, grafik, atau gambar lain yang membantu mengomunikasikan informasi yang terkait.

Komunikasi visual (visual communication)

Komunikasi visual adalah ketika gambar, grafik, dan gambar lainnya digunakan untuk mengekspresikan ide-ide dan untuk mengajar orang. Agar tercipta komunikasi visual yang efektif, penerima harus mampu membangun makna dari melihat gambar visual yang diberikan.

Belajar visual (visual learning)

Visual belajar adalah proses belajar dari gambar dan media. Belajar Visual meliputi pembangunan pengetahuan oleh siswa sebagai akibat dari melihat gambar visual yang diberikan.

Gambar Visual

Sebuah gambar visual dapat merepresentasikan sebuah kata

Sebuah gambar visual dapat merepresentasikan sebuah kata dan suatu konsep

Sebuah gambar visual dapat merepresentasikan sebuah kata, suatu konsep dan jenis hubungan (relasi )

Sebuah gambar visual dapat merepresentasikan sebuah kata, suatu konsep, hubungan (relasi ) dan suatu proses

Sebuah gambar visual dapat merepresentasikan sebuah kata, suatu konsep, hubungan (relasi ), suatu proses dan suatu struktur (susunan)

Sebuah gambar visual dapat merepresentasikan sebuah kata, suatu konsep, hubungan (relasi ), suatu proses, suatu struktur (susunan) dan suatu fakta

Sebuah gambar visual dapat mewakili sebuah kata, konsep, hubungan, proses, struktur, fakta dan biasanya menyerupai apa yang diwakilinya.

Dalam proses pembelajaran, gambar visual dapat membantu belajar karena lebih konkrit dari pada kata-kata abstrak. Hasil penelitian menunjukkan pada kita bahwa, belajar / pembelajaran akan optimal ketika siswa dapat :

  • mendengar,
  • melihat dan
  • membaca

terhadap konten yang sama.

Persepsi

Persepsi adalah proses pengumpulan informasi melalui indera kita, mengorganisasikannya dan membuat kesimpulan sementara terkait pesan yang dikirimkan. Gambar visual masing-masing membawa pesan yang bervariasi.

Persepsi dari semua orang terhadap suatu gambar visual tidak akan sama persis ketika mereka melihatnya. Persepsi berbeda dari individu ke individu karena berbagai perbedaan pribadi, sosial-ekonomi, dan budaya.

Perbedaan persepsi terhadap gambar visual dapat terjadi karena adanya filter penyaring. Filter penyaring ini dapat terbentuk berdasarkan usia, jenis kelamin, ras, dan pengalaman masa lalu. Semua ini adalah contoh dari filter persepsi pribadi.

Gerakan Literasi Sekolah

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan suatu usaha atau kegiatan yang bersifat partisipatif dengan melibatkan warga sekolah (peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, Komite Sekolah, orang tua/wali murid peserta didik), akademisi, penerbit, media massa, masyarakat (tokoh masyarakat yang dapat merepresentasikan keteladanan, dunia usaha, dll.), dan pemangku kepentingan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) diluncurkan, diantaranya, untuk menjawab kualitas kemampuan membaca peserta didik yang rendah berdasarkan hasil Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) dan Programme for International Student Assessment (PISA).

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) terutama dimaksudkan untuk menginternalisasikan nilai-nilai budi pekerti melalui isi teks yang dibaca peserta didik.

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah gerakan sosial dengan dukungan kolaboratif berbagai elemen. Upaya yang ditempuh untuk mewujudkannya berupa pembiasaan membaca peserta didik. Pembiasaan ini dilakukan dengan kegiatan 15 menit membaca (guru, membacakan buku dan warga sekolah membaca dalam hati, yang disesuaikan dengan konteks atau target sekolah). Ketika pembiasaan membaca terbentuk, selanjutnya akan diarahkan ke tahap pengembangan, dan pembelajaran (disertai tagihan berdasarkan Kurikulum 2013). Variasi kegiatan dapat berupa perpaduan pengembangan keterampilan reseptif maupun produktif.

Tujuan Gerakan Literasi Sekolah

Tujuan Umum

Menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam gerakan literasi sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Tujuan Khusus

a. Menumbuhkembangkan budaya literasi membaca dan menulis siswa di sekolah.
b. Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat.
c. Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan (Senge, 1990).
d. Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca.

 

Sumber:

  1. Diadopsi dari Bahan Diklat Kurikulum 2013 (Literasi)
  2. Chapter 1 Education for All Global Monitoring Report 2006 ( UNESCO)
  3. What is media literacy, https://medialiteracyproject.org/learn/media-literacy/
  4. Visual Literacy, http://www.educ.kent.edu/community/VLO/intro/index.html

 

Struktur Kurikulum SMK 2017

struktur kurikulum

Struktur Kurikulum

Struktur Kurikulum pondasi sistem pendidikan. Struktur Kurikulum berisi susunan mata pelajaran. Struktur Kurikulum SMK resmi dirilis berdasar SK Dirjen Dikdasmen. Struktur Kurikulum SMK 2017 memuat Muatan Umum yang terdiri dari Muatan Nasional dan Muatan Kewilayahan yang dikembangkan sesuai kebutuhan wilayah dan Muatan Peminatan Kejuruan yang terdiri dari Dasar Bidang Keahlian, Dasar Program Keahlian, dan Kompetensi Keahlian.

A. Muatan Nasional
B. Muatan Kewilayahan
C. Muatan Peminatan Kejuruan

Struktur Kurikulum merupakan susunan / bangunan berbagai mata pelajaran yang diperlukan untuk membentuk satu kompetensi tertentu yang disusun menurut pengelompokan, urutan dan intensitas tertentu. Struktur Kurikulum SMK yang merupakan Struktur Kurikulum SMK Terbaru diilustrasikan seperti gambar di atas.

silabus dan rpp smk k2013
HOTS ….. MENYUSUN SILABUS DAN RPP K2013 REVISI 2017 ….. KLIK GAMBAR DIATAS

SK Dirjen Dikdasmen No. 130/D/KEP/KR/2017 tentang Struktur Kurikulum SMK 2017

Struktur Kurikulum SMK 2017 merupakan Struktur Kurikulum SMK terbaru. Struktur Kurikulum SMK ini ditetapkan penggunaannya melalui SK Dirjen Dikdasmen No. 130/D/KEP/KR/2017 tentang Struktur Kurikulum SMK 2017. Struktur Kurikulum SMK 2017 wajib digunakan sebagai acuan penyelenggaraan pendidikan kejuruan sejak tanggal penetapannya pada tanggal 10 Februari 2017. SK Dirjen Dikdasmen ini merupakan jawaban tentang perbincangan beberapa waktu yang lalu terkait Struktur Kurikulum SMK 2017 draft maupun hasil uji publik yang sudah cukup lama beredar.

struktur kurikulum
struktur kurikulum

Struktur Kurikulum SMK 2017 ini diterbitkan mengingat bahwa struktur kurikulum pendidikan menengah kejuruan yang saat ini berlaku sudah tidak sesuai dengan tuntutan perkembangan, ilmu pengetahuan, teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Struktur Kurikulum SMK 2017 untuk Pendidikan Menengah Kejuruan ini memuat Muatan Umum yang terdiri dari Muatan Nasional dan Muatan Kewilayahan yang dikembangkan sesuai kebutuhan wilayah dan Muatan Peminatan Kejuruan yang terdiri dari Dasar Bidang Keahlian, Dasar Program Keahlian, dan Kompetensi Keahlian sebagaimana terlampir dalam keputusan ini.

Struktur Kurikulum SMK 2017 tersebut dinyatakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pembelajaran di SMK/MAK. Hal ini jelas memberi pesan kepada seluruh warga SMK untuk segera mengupdate dokumen-dokumen yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran yang digunakan saat ini.

SK Dirjen Dikdasmen No. 130/D/KEP/KR/2017 tentang Struktur Kurikulum SMK 2017 ini juga menyebutkan bahwa perangkat pembelajaran meliputi beberapa jenis perangkat akan ditetapkan oleh Direktur Pembinaan SMK. Perangkat pembelajaran dimaksud meliputi:

  1. Kompetensi Dasar tiap Mata Pelajaran;
  2. Silabus;
  3. Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
  4. Kelompok Kompetensi yang akan dilakukan sertifikasi

Download Kompetensi Inti Kompetensi Dasar KI KD Suplemen Struktur Kurikulum SMK 2017

struktur kurikulum
ki kd struktur kurikulum smk 2017

Acuan Penetapan Struktur Kurikulum SMK 2017

Struktur Kurikulum SMK 2017 yang ditetapkan dengan SK Dirjen Dikdasmen No. 130/D/KEP/KR/2017 tentang Struktur Kurikulum SMK 2017 ini mengacu pada beberapa Undang-undang dan Peraturan Menteri yang saat ini berlaku sebagai payung hukum penyelenggaraan pendidikan, pembelajaran dan penilaian yaitu:

kurikulum-smk-terbaru
kurikulum-smk-terbaru
  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan
  5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah ;
  6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 953);
  7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 21 tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 954);
  8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 955);
  9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 897);
  10. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 4678/D/KEP/MK/2016 Tahun 2016 tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan;

Struktur Kurikulum SMK 2017 dan Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan

Struktur Kurikulum SMK 2017 yang ditetapkan dengan SK Dirjen Dikdasmen No. 130/D/KEP/KR/2017 memiliki perbedaan yang bagi saya sangat penting bagi seorang alumni SMK. Mungkin sebagian pembaca menganggap perbedaan struktur kurikulum SMK 2017 ini tidak seberapa. Itu sah-sah saja bagi anda, tetapi sebagai alumni sekolah kejuruan saya merasakan hal yang sangat penting. Perbedaan yang saya anggap sangat penting adalah adanya Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan.

kewirausahaan smk
kewirausahaan smk

Struktur Kurikulum SMK 2017 yang mendesain ulang mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan kemudian menggabung sekaligus memasukkannya ke dalam  mata pelajaran peminatan kejuruan merupakan satu terobosan yang berani. Saya yakin perubahan ini telah melalui diskusi yang alot karena ‘mengubah’ struktur kurikulum tidaklah mudah. Struktur Kurikulum SMK 2017 tidak seutuhnya mengubah struktur kurikulum 2013 yang sudah ditetapkan secara nasional, namun hanya menajamkan pembelajaran kejuruan dan pembelajaran kewirausahaan.

Kompetensi kewirausahaan bagi siswa SMK menurut saya wajib bahkan seharusnya otomatis mereka memiliki jiwa kewirausahaan dengan berbekal berbagai keterampilan yang dipelajari pada mata pelajaran kejuruan. Namun fakta yang ada hingga saat ini banyak alumni SMK yang belum mampu mewujudkan kompetensi kewirausahaan berbasis pada keterampilan-keterampilan yang sudah dipelajari hingga berdampak masih banyaknya siswa SMK yang menganggur.

Jiwa dan semangat kewirausahaan dengan memanfaatkan keterampilan kejuruan harus ditumbuhkembangkan bersama-sama. Karena itulah Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan dalam Struktur Kurikulum SMK 2017 ini sangat tepat. Dengan prinsip-prinsip ini seharusnya tidak ada lagi pelajaran kewirausahaan di SMK tetapi materi atau keterampilan yang di angkat sebagai bidang berwirausaha adalah jenis keterampilan lain dan bukan keterampilan kejuruan yang dipelajarinya. Jadi Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan dalam Struktur Kurikulum SMK 2017 harus menjadi titik tolak revolusi pembelajaran kewirausahaan yang linier dengan keterampilan kejuruan setiap siswa SMK.

Contoh Mapel dan Alokasi waktu pada Struktur Kurikulum SMK 2017 Teknologi Rekayasa

MATA PELAJARAN
ALOKASI WAKTU
A. Muatan Nasional
1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
318
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
212
3.
Bahasa Indonesia
354
4.
Matematika
424
5.
Sejarah Indonesia
108
6.
Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya
352
B. Muatan Kewilayahan
1.
Seni Budaya
108
2.
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
144
Jumlah A dan B
2.020
C. Muatan Peminatan Kejuruan
C1. Dasar Bidang Keahlian
1.
Simulasi dan Komunikasi Digital
108
2.
Fisika
108
3.
Kimia
108
C2. Dasar Program Keahlian
1.
Kerja Bengkel dan Gambar Teknik
180
2.
Dasar Listrik dan Elektronika
180
3.
Dasar Pemrograman
108
C3. Kompetensi Keahlian
1.
Pemrograman, Mikroprosesor dan Mikrokontroler
144
2.
Penerapan Rangkaian Elektronika
456
3.
Perencanaan dan Instalasi Sistem Audio Video
420
4.
Penerapan Sistem Radio dan Televisi
456
5.
Perawatan dan Perbaikan Peralatan Audio dan Video
238
6.
Produk Kreatif dan Kewirausahaan
350
Jumlah C (C1, C2, dan C3)
2.856
Total
4.876

Struktur Kurikulum SMK 2017 Teknologi & Rekayasa Teknik Audio Video

MATA PELAJARAN
KELAS
X XI XII
1 2 1 2 1 2
A. Muatan Nasional
1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
3
3
3
3
3
3
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
2
2
2
2
2
2
3.
Bahasa Indonesia
4
4
3
3
3
3
4.
Matematika
4
4
4
4
4
4
5.
Sejarah Indonesia
3
3
6.
Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya
3
3
3
3
4
4
B. Muatan Kewilayahan
1.
Seni Budaya
3
3
2.
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
2
2
2
2
Jumlah A dan B
24
24
17
17
16
16

C. Muatan Peminatan Kejuruan

C1. Dasar Bidang Keahlian
1.
Simulasi dan Komunikasi Digital
3
3
2.
Fisika
3
3
3.
Kimia
3
3
C2. Dasar Program Keahlian
1.
Kerja Bengkel dan Gambar Teknik
5
5
2.
Dasar Listrik dan Elektronika
5
5
3.
Dasar Pemrograman
3
3

C3. Kompetensi Keahlian

1.
Mikroprosesor dan Mikrokontroler
4
4
2.
Penerapan Rangkaian Elektronika
7
7
6
6
3.
Perencanaan dan Instalasi Sistem Audio Video
6
6
6
6
4.
Penerapan Sistem Radio dan Televisi
7
7
6
6
5.
Perawatan dan Perbaikan Peralatan Audio dan Video
7
7
6.
Produk Kreatif dan Kewirausahaan
5
5
5
5
Jumlah C (C1, C2, dan C3)
22
22
29
29
30
30
Total
46
46
46
46
46
46

Struktur Kurikulum SMK 2017 Teknologi & Rekayasa | Teknik Elektronika Industri

MATA PELAJARAN
KELAS
X XI XII
1 2 1 2 1 2
A. Muatan Nasional
1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
3
3
3
3
3
3
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
2
2
2
2
2
2
3.
Bahasa Indonesia
4
4
3
3
3
3
4.
Matematika
4
4
4
4
4
4
5.
Sejarah Indonesia
3
3
6.
Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya
3
3
3
3
4
4
B. Muatan Kewilayahan
1.
Seni Budaya
3
3
2.
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
2
2
2
2
Jumlah A dan B
24
24
17
17
16
16

C. Muatan Peminatan Kejuruan

C1. Dasar Bidang Keahlian
1.
Simulasi dan Komunikasi Digital
3
3
2.
Fisika
3
3
3.
Kimia
3
3
C2. Dasar Program Keahlian
1.
Kerja Bengkel dan Gambar Teknik
5
5
2.
Dasar Listrik dan Elektronika
5
5
3.
Dasar Pemrograman
3
3

C3. Kompetensi Keahlian

1.
Mikroprosesor dan Mikrokontroler
7
7
2.
Penerapan Rangkaian Elektronika
6
6
6
6
3.
Sistem Pengendali Elektronik
7
7
6
6
4.
Pengendali Sistem Robotik
4
4
6
6
5.
Pembuatan , Perbaikan dan Pemeliharaan Peralatan Elektronika
7
7
6.
Produk Kreatif dan Kewirausahaan
5
5
5
5
Jumlah C (C1, C2, dan C3)
22
22
29
29
30
30
Total
46
46
46
46
46
46

Struktur Kurikulum SMK 2017 Bisnis dan Manajemen | Bisnis Daring dan Pemasaran

MATA PELAJARAN
KELAS
X XI XII
1 2 1 2 1 2
A. Muatan Nasional
1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
3
3
3
3
3
3
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
2
2
2
2
2
2
3.
Bahasa Indonesia
4
4
3
3
3
3
4.
Matematika
4
4
4
4
4
4
5.
Sejarah Indonesia
3
3
6.
Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya
3
3
3
3
4
4
B. Muatan Kewilayahan
1.
Seni Budaya
3
3
2.
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
2
2
2
2
Jumlah A dan B
24
24
17
17
16
16
C. Muatan Peminatan Kejuruan
C1. Dasar Bidang Keahlian
1.
Simulasi dan Komunikasi Digital
3
3
2.
Ekonomi Bisnis
2
2
3.
Administrasi Umum
2
2
4.
IPA
2
2
C2. Dasar Program Keahlian
1.
Marketing
4
4
2.
Perencanaan Bisnis
4
4
3.
Komunikasi Bisnis
5
5
C3. Kompetensi Keahlian
1.
Penataan Produk
4
4
6
6
2.
Bisnis Online
7
7
7
7
3.
Pengelolaan Bisnis Ritel
6
6
6
6
4.
Administrasi Transaksi
7
7
6
6
5.
Produk Kreatif dan Kewirausahaan
5
5
5
5
Jumlah C (C1, C2, dan C3)
22
22
29
29
30
30
Total
46
46
46
46
46
46

Struktur Kurikulum SMK 2017 Bisnis dan Manajemen | Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran

MATA PELAJARAN
KELAS
X XI XII
1 2 1 2 1 2
A. Muatan Nasional
1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
3
3
3
3
3
3
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
2
2
2
2
2
2
3.
Bahasa Indonesia
4
4
3
3
3
3
4.
Matematika
4
4
4
4
4
4
5.
Sejarah Indonesia
3
3
6.
Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya
3
3
3
3
4
4
B. Muatan Kewilayahan
1.
Seni Budaya
3
3
2.
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
2
2
2
2
Jumlah A dan B
24
24
17
17
16
16
C. Muatan Peminatan Kejuruan
C1. Dasar Bidang Keahlian
1.
Simulasi dan Komunikasi Digital
3
3
2.
Ekonomi Bisnis
2
2
3.
Administrasi Umum
2
2
4.
IPA
2
2
C2. Dasar Program Keahlian
1.
Teknologi Perkantoran
4
4
2.
Korespondensi
5
5
3.
Kearsipan
4
4
C3. Kompetensi Keahlian
1.
Otomatisasi Tata Kelola Kepegawaian
6
6
7
7
2.
Otomatisasi Tata Kelola Keuangan
6
6
6
6
3.
Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana
6
6
6
6
4.
Otomatisasi Tata Kelola Humas dan Keprotokolan
6
6
6
6
5.
Produk Kreatif dan Kewirausahaan
5
5
5
5
Jumlah C (C1, C2, dan C3)
22
22
29
29
30
30
Total
46
46
46
46
46
46

Struktur Kurikulum SMK 2017 Bisnis dan Manajemen | Akuntansi dan Keuangan Lembaga

MATA PELAJARAN
KELAS
X XI XII
1 2 1 2 1 2
A. Muatan Nasional
1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
3
3
3
3
3
3
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
2
2
2
2
2
2
3.
Bahasa Indonesia
4
4
3
3
3
3
4.
Matematika
4
4
4
4
4
4
5.
Sejarah Indonesia
3
3
6.
Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya
3
3
3
3
4
4
B. Muatan Kewilayahan
1.
Seni Budaya
3
3
2.
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
2
2
2
2
Jumlah A dan B
24
24
17
17
16
16
C. Muatan Peminatan Kejuruan
C1. Dasar Bidang Keahlian
1.
Simulasi dan Komunikasi Digital
3
3
2.
Ekonomi Bisnis
2
2
3.
Administrasi Umum
2
2
4.
IPA
2
2
C2. Dasar Program Keahlian
1.
Etika Profesi
4
4
2.
Aplikasi Pengolah Angka/Spreadsheet
5
5
3.
Akuntansi Dasar
5
5
4.
Perbankan Dasar
4
4
C3. Kompetensi Keahlian
1.
Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur
6
6
7
7
2.
Praktikum Akuntansi Lembaga/Instansi Pemerintah
4
4
4
4
3.
Akuntansi Keuangan
6
6
6
6
4.
Komputer Akuntansi
5
5
5
5
5.
Administrasi Pajak
3
3
3
3
5.
Produk Kreatif dan Kewirausahaan
5
5
5
5
Jumlah C (C1, C2, dan C3)
22
22
29
29
30
30
Total
46
46
46
46
46
46

Struktur Kurikulum SMK 2017 adalah Struktur Kurikulum 2013 SMK Revisi 2016

Struktur Kurikulum SMK 2017 adalah Struktur Kurikulum 2013 SMK Revisi 2016 . Mengapa saya katakan demikian? Sejak pertengahan tahun 2105 telah dilakukan berbagai diskusi dan kegiatan penyusunan draft Revisi Kurikulum 2013. Dalam kegiatan Diklat Instruktur Propinsi Kurikulum 2013 di VEDC Malang, salah satu Instruktur Nasional Kurikulum 2013 juga sudah menginformasikan telah diperolehnya Draft Revisi Kurikulum 2013 dan sudah dilakukan uji publik. Ini telah mengindikasikan adanya revisi terhada Kurikulum 2013 SMK.

Namun, hingga tahun 2016 berakhir, berita tentang Kurikulum 2013 SMK Revisi belum ada kepastian sampai terbitnya Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 4678/D/KEP/MK/2016 Tahun 2016 tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan yang menata terlebih dahulu sebaran (spektrum) bidang keahlian, program keahlian dan paket keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan (SMK/MAK)

Adanya rencana Kurikulum 2013 Revisi juga menghembuskan isu dan atau istilah yang lain tentang Kurikulum SMK yaitu istilah Kurikulum Nasional, Kurikulum Terbaru, Kurikulum 2013 Revisi 2016. Di samping itu kita juga sama-sama tahu di tahun 2016 telah diterbitkan Spektrum SMK yang baru. Spektrum SMK yang baru dan final itu telah mengisyaratkan adanya perubahan-perubahan. Akhirnya Struktur Kurikulum SMK 2017 berlaku sebagai Struktur Kurikulum 2013 SMK Revisi 2016.

Struktur Kurikulum SMK 2017 adalah Struktur Kurikulum SMK Terbaru

Struktur Kurikulum SMK 2017 adalah Struktur Kurikulum SMK Terbaru. Sejak diberlakukan mulai tahun 2013 belum pernah ada lagi struktur kurikulum yang ditetapkan. Mengingat banyaknya tantangan ke depan bagi lulusan SMK sangat tepat adanya langkah penataan ulang Kurikulum 20013 ini.

Struktur Kurikulum SMK 2017 mengucapkan terima kasih kepada www.google.co.id atas penayangan snippet posting Struktur Kurikulum SMK 2017 yang mendapat tempat penayangan spesial.

kurikulum smk terbaru
kurikulum smk terbaru

.

Download Struktur Kurikulum SMK 2017

Struktur Kurikulum SMK 2017 yang ditetapkan dengan SK Dirjen Dikdasmen No. 130/D/KEP/KR/2017 dapat di download di sini …

Salinan SK Dirjen Struktur Kurikulum SMK No 130 ( https://drive.google.com/file/d/0BxuiQ-cxi2TYRVhxUVhwekFVcms/view )
Salinan Lamp SK Dirjen Struktur Kurikulum SMK No 130 ( https://drive.google.com/file/d/0BxuiQ-cxi2TYMGwyd0U1VFNFa3c/view )

struktur kurikulum saat ini struktur kurikulum smk 2018

Kompetensi Inti – Kompetensi Dasar (KI-KD) Struktur Kurikulum SMK 2017

Kompetensi Inti (KI) menurut Permendikbud No. 24 Tahun 2016 yang dibedakan dalam 4 (empat) jenis kompetensi inti, sesungguhnya adalah kompetensi generik untuk menekankan pentingnya keseimbangan fungsi sebagai manusia Indonesia seutuhnya.

Kompetensi Inti (KI) pada Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Kejuruan SMK merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan yang harus dimiliki seorang peserta didik sekolah menengah kejuruan SMK pada setiap tingkat kelas.
Kompetensi Inti (KI) sebagaimana dimaksud di atas terdiri atas:
a. Kompetensi Inti (KI) sikap spiritual;
b. Kompetensi Inti (KI) sikap sosial;
c. Kompetensi Inti (KI) pengetahuan; dan
d. Kompetensi Inti (KI) keterampilan.

Kompetensi Inti (KI) selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan Kompetensi dan ruang lingkup materi yang bersifat spesifik untuk setiap mata pelajaran.

Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Berdasarkan Permendikbud No. 24 2016

Kompetensi Inti yang tercantum dalam Permendikbud No. 24 Tahun 2016 untuk Sekolah Menengah Kejuruan SMK terdiri atas kompetensi inti mata pelajaran – mata pelajaran sebagai berikut:

  1. Bahasa Indonesia
  2. Matematika
  3. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
  4. Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
  5. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
  6. Sejarah Indonesia
  7. Bahasa Inggris
  8. Seni Budaya
  9. Prakarya dan Kewirausahaan

Kompetensi Inti untuk mata pelajaran kelompok C yang merupakan ciri khas SMK pada permendikbud No. 24 Tahun 2016 belum tercantum. Karena itulah Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Revisi 2017 tidak lama lagi tentu akan di rilis.

Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Bahasa Indonesia Klas X

  • Kompetensi Inti 1 Sikap Spiritual, yaitu “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”.
  • Kompetensi Inti 2 Sikap Sosial, yaitu “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”.
  • Kompetensi Inti 3 Pengetahuan, yaitu “Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
  • Kompetensi Inti 4 Keterampilan, yaitu “Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan”.

Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Matematika Klas X

  • Kompetensi Inti 1 Sikap Spiritual, yaitu “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”.
  • Kompetensi Inti 2 Sikap Sosial, yaitu “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”.
  • Kompetensi Inti 3 Pengetahuan, yaitu “Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah”.
  • Kompetensi Inti 4 Keterampilan, yaitu “Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan”.

Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Revisi 2017

Kompetensi Inti KI SMK (Revisi 2017) berdasarkan Pedoman Penataan Ulang Spektrum Keahlian PMK (Edisi 2017), rumusan Kompetensi Inti SMK Revisi menggunakan format :

Format Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

KOMPETENSI INTI 1 (SIKAP SPIRITUAL) KOMPETENSI INTI 2 (SIKAP SOSIAL)
1.  Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2.  Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN)

KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)

3.   Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kajian_____________ ___________ (diisi nama Mapel: PA-BP atau PPKn)pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. 4.   Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kajian _______________ _____________ _______________________(diisi nama Mapel: PA-BP atau PPKn).

Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Format Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Mata Pelajaran Kelompok A dan B selain PA-BP dan PPKn untuk Program Pendidikan 3 Tahun

Rumusan kompetensi inti sikap spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”.

Rumusan kompetensi inti sikap sosial yaitu, “Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)
3.   Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kajian/kerja ______ ___________________________(diisi Nama Mapel) pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. 4.   Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kajian/kerja _________ _________________ ___________________(diisi Nama Mapel).

Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Format Rumusan Kompetensi Inti (KI) SMK Mata Pelajaran Kejuruan Program Pendidikan 3 Tahun

Rumusan kompetensi inti sikap spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”.

Rumusan kompetensi inti sikap sosial yaitu, “Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”.

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)
3.    Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja ________________________(diisi Kompetensi Keahlian)pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. 4.    Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja ______________________________ ____________________ (diisi Kompetensi Keahlian). Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Pembelajaran berpusat pada siswa K 2006 dan K 2013

pembelajaran-berpusat-pada-siswa

Pembelajaran Berpusat pada Siswa

Pembelajaran berpusat pada siswa itu cara pandang pendidikan. Pembelajaran berpusat pada siswa dianjurkan K 2006 dan K 2013. Pembelajaran berpusat pada siswa yang dilakukan dengan benar, memberi kesempatan yang benar-benar sama pada siswa untuk berprestasi walaupun mereka berbeda karakteristiknya berbeda satu dengan yang lain. Pendidikan di Indonesia sudah jelas memilih pandangan pembelajaran berpusat pada siswa ini. Marilah kita diskusikan bersama.

Pengertian pembelajaran berpusat pada siswa

Pembelajaran berpusat pada siswa atau pembelajaran berpusat pada peserta didik dalam bahasa Indonesia dapat kita definisikan berdasarkan kata-kata pembentuknya. Pembelajaran adalah proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar, berpusat/ber·pu·sat/ v berpangkal atau berpokok di (pada, kepada), siswa/sis·wa/ n murid (terutama pada tingkat sekolah dasar dan menengah). Jadi, pembelajaran berpusat pada siswa ialah proses, cara, perbuatan menjadikan siswa (aktif) belajar dengan mempertimbangkan hal-hal / sifat-sifat / karakteristik yang ada pada diri siswa yang akan belajar itu. Karakteristik setiap siswa digunakan sebagai dasar dalam perancangan proses pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan penilaian pembelajaran.

Pembelajaran berpusat pada siswa mengacu pada berbagai macam program pendidikan, pengalaman belajar, pendekatan instruksional, dan dukungan strategi akademik yang dimaksudkan untuk mengatasi kebutuhan belajar, minat, aspirasi, atau latar belakang budaya yang berbeda dari individu siswa dan kelompok siswa. Untuk mencapai tujuan ini, sekolah-sekolah, guru, pembimbing, dan spesialis pendidikan lainnya dapat menggunakan berbagai macam metode pendidikan, dari memodifikasi tugas dan strategi pembelajaran di kelas untuk sepenuhnya mendesain ulang cara-cara di mana siswa dikelompokkan dan diajarkan di sekolah (http://edglossary.org/student-centered-learning/, diakses 10-02-2017 pukul 23:48 Wita diterjemahkan translate.google.com).

pembelajaran berpusat pada siswa
pembelajaran berpusat pada siswa

Jadi, pengertian pembelajaran berpusat pada siswa dapat didefinisikan sebagai serangkaian usaha guru dan sekolah menjadikan siswa (aktif) belajar melalui penyediaan proses-proses, cara-cara, kegiatan-kegiatan pemberian pengalaman, penerapan-penerapan pendekatan pedagogik dan dukungan strategi akademis untuk memenuhi kebutuhan belajar yang berbeda pada diri siswa sebagai akibat adanya perbedaan karakteristik siswa / peserta didik.

Pembelajaran berpusat pada siswa berlaku sejak KTSP 2006

Pembelajaran berpusat pada siswa sesungguhnya sudah dianjurkan sejak pemberlakuan atau penerapan Kurikulum 2006. Sayangnya … pada saat itu kebanyakan kita belum sadar atau ‘belum mau’ menyadarinya.  Berikut kutipan salah satu prinsip penyusunan KTSP yang menunjukkan bahwa prinsip pembelajaran berpusat pada siswa telah digunakan.

Prinsip 1 Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Peserta didik memiliki posisi sentral, berarti segala kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik. (Sumber: MK01 Teknik Penyusunan KTSP dan Silabus SMK, Dit PSMK, 2008)

Betul kan?

Jadi, sebetulnya tidak benar alasan jika pembelajaran berpusat pada siswa hanya berlaku atau diterapkan pada pembelajaran Kurikulum 2013. Berdasarkan uraian di atas, pembelajaran berpusat pada siswa seharusnya juga diterapkan pada pembelajaran yang menggunakan Kurikulum 2006.

Pembelajaran berpusat pada siswa diterapkan pada pembelajaran Kurikulum 2006 maupun pembelajaran Kurikulum 2013, karena itu logikanya pembelajaran berpusat pada siswa seharusnya diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia.

pembelajaran_berpusat_pada_siswa1
pembelajaran_berpusat_pada_siswa1

Pembelajaran berpusat pada siswa Kurikulum 2013

Pembelajaran Berpusat Pada Siswa  (Student Centred Learning) merupakan pendekatan pembelajaran Kurikulum 2013 seperti tertuang secara jelas dalam Permendikbud No. 81A tentang Implementasi Kurikulum 2013. Pada dokumen regulasi tersebut Pembelajaran Berpusat Pada Siswa  (Student Centred Learning) sebagai ciri Pembelajaran Kurikulum 2013.

Pembelajaran berpusat pada siswa pada kurikulum 2013 disebutkan dalam prinsip penyusunan RPP pada Permendikbud no. 65 tahun 2013 tentang STANDAR PROSES pada huruf c yang berbunyi “Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi,   minat,   kreativitas,   inisiatif,   inspirasi,   inovasi   dan kemandirian”. Prinsip lain yang terkait dengan siswa tersebut pada huruf a. Yang berbunyi “Perbedaan individual peserta didik antara lain   kemampuan awal, tingkat  intelektual,   bakat,   potensi,   minat,   motivasi   belajar, kemampuan     sosial,   emosi,   gaya   belajar,   kebutuhan   khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik”.

Pembelajaran berpusat pada siswa pada kurikulum 2013 kembali disebutkan dalam prinsip penyusunan RPP pada Permendikbud no. 22 tahun 2016 tentang STANDAR PROSES pada huruf c yang berbunyi “Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi,   minat,   kreativitas,   inisiatif,   inspirasi,   inovasi   dan kemandirian”. Hal ini tentu menegaskan kembali agar kita semua mengerti bahwa pendidikan Indonesia benar-benar telah beralih kiblat dari pandangan pembelajaran berpusat pada guru di masa yang lalu memasuki pandangan pembelajaran berpusat pada siswa.

Berdasarkan uraian-uraian di atas sekali lagi admin mengajak rekan-rekan pembaca khususnya para pendidik untuk mengubah mindset, meyakini dan menjalankan pembelajaran berpusat pada siswa baik bagi sekolah yang menjalankan kurikulum KTSP 2006 maupun yang memang telah menjalankan kurikulum 2013 (KTSP 2013).

Perbedaan Karakteristik Siswa dalam Pembelajaran Berpusat Pada Siswa

Apa yang dimaksud dengan perbedaan karakteristik siswa atau peserta didik? Ingatkah rekan-rekan dengan kompetensi 1 dari Standar Kompetensi Guru? Apa hubungannya Kompetensi ke 1 dengan perbedaan karakteristik peserta didik / siswa? Apa pula hubungannya dengan pembelajaran berpusat pada siswa?

Setiap rombongan belajar terdiri atas sejumlah siswa yang sudah barang tentu berbeda antara siswa yang satu dengan siswa yang lain.

Pembelajaran berpusat pada siswa secara konsep adalah solusi dalam rangka menjawab kekurangan-kekurangan dalam proses pembelajaran yang timbul akibat perbedaan-perbedaan karakteristik siswa. Penerapan pembelajaran berpusat pada siswa sebenarnya bermaksud untuk memastikan semua siswa memiliki ‘kesempatan yang sama’ meningkatkan kompetensinya. Pengertian ‘kesempatan yang sama’ yang dimaksudkan dalam hal ini bukan sekedar dalam konteks waktu tetapi  lebih dari pada itu yaitu hampir di seluruh perbedaan karakteristik siswa.

ka.rak.te.ris.tik menurut http://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/karakteristik memiliki pengertian  mempunyai sifat khas sesuai dengan perwatakan tertentu. Setiap siswa sudah bisa dipastikan membawa sifat-sifat tertentu yang ada dalam dirinya yang dapat berasal dari diri siswa itu sendiri maupun yang dibawanya dari lingkungannya.

Perbedaan karakteristik siswa meliputi banyak faktor. Faktor-faktor ini bisa berasal dari dalam diri siswa sendiri maupun faktor yang berasal dari lingkungan siswa. Faktor karakteristik siswa yang berasal dari dalam diri siswa antara lain seperti fisik, kecerdasan, bakat, kemampuan awal, motivasi, perhatian, persepsi, retensi, gaya belajar. Faktor yang berasal dari lingkungan siswa seperti bahasa, sosial-ekonomi, moral, sosial budaya dan lain-lain. Perbedaan karakteristik siswa seperti ini berpotensi menjadi hambatan dan kendala dalam pendidikan. Kendala-kendala seperti inilah yang akan dieliminir dengan penerapan pembelajaran berpusat pada siswa.

Pembelajaran berpusat pada siswa mengharuskan sekolah dan guru mencatat dan menggunakan informasi tentang karakteristik peserta didik untuk membantu proses pembelajaran. Sayangnya, unsur-unsur karakteristik siswa tidak seluruhnya dapat diidentifikasi hanya dengan pandangan mata. Beberapa karakteristik siswa harus diidentifikasi dengan cermat dan teliti dengan alat atau instrumen. Karena itu, kompetensi pedagogik guru yang pertama dituntut oleh Standar Kompetensi Guru yang tertuang dalam Permendiknas No. 16 Tahun 2007 ialah :

  1. Memahami karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosial-emosional, moral, spiritual, dan latar belakang sosial-budaya.
  2. Mengidentifikasi potensi peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.
  3. Mengidentifikasi bekal-ajar awal peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.
  4. Mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.

Berdasarkan uraian di atas jelas kiranya pembelajaran berpusat pada siswa dapat dilaksanakan dengan benar jika perbedaan karakteristik siswa dicatat dan diidentifikasi oleh guru dengan benar. Tanpa didasari identifikasi perbedaan karakteristik siswa penerapan pembelajaran berpusat pada siswa tidak berdasar pada kebutuhan belajar siswa.

Identifikasi Karakteristik Siswa untuk Pembelajaran Berpusat Pada Siswa

Pembelajaran Berpusat Pada Siswa menempatkan siswa dalam posisi sentral. Hal ini berarti perbedaan-perbedaan karakteristik siswa, potensi, bekal ajar dan bahkan kesulitan belajar siswapun harus menjadi dasar pertimbangan dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran maupun penilaian pembelajaran. Sebagai contoh, satu sekolah di Kalimantan Selatan memiliki siswa yang berasal dari berbagai suku yang tinggal di sekitar sekolah tersebut dan berada pada satu rombongan belajar / kelas. Setelah dilakukan identifikasi perbedaan karakteristik siswa pada rombel tersebut diperoleh data karakteristik siswa sebagai berikut:

No Nama L/P Skor IQ Gaya Belajar 1 Gaya Belajar 2 Bekal Ajar Bahasa Ibu Fisik
1 Agus L 83 Visual Numerical Expressiveness Written 25 Jawa Normal
2 Ridwan L 67 Auditory Language Visual Language 10 Banjar Minus
3 Febri P 90 Auditory Numerical Visual Numerical 20 Jawa Normal
4 Noto L 70 Kinesthetic Visual Numerical 15 Jawa minus
5 Dewi P 90 Social-Individual Visual Numerical 35 Banjar Normal
6 Citra P 85 Social-Individual Auditory Language 25 Banjar Normal
7 Murhan L 90 Social-Group Auditory Numerical 35 Banjar Normal
8 Firli L 80 Social-Group Kinesthetic 20 Banjar Normal
9 Rita P 80 Social-Group Social-Individual 20 Banjar Normal
10 Zaenab P 80 Visual Numerical Social-Individual 30 Banjar Normal
11 Kasman L 85 Visual Numerical Social-Group 30 Batak Normal
12 Rina P 85 Visual Numerical Auditory Language 30 Banjar Normal
13 Ardi L 83 Visual Numerical Auditory Language 30 Jawa Normal
14 Wira L 110 Auditory Language Social-Group 40 Banjar minus
15 Cici P 78 Auditory Numerical Social-Group 35 Jawa Normal
16 Marwan L 70 Kinesthetic Social-Group 15 Jawa Normal

Pada pembelajaran berpusat pada siswa hasil identifikasi perbedaan karakteristik siswa seperti tampak pada tabel di atas sangat berguna. Sekali lagi, pembelajaran berpusat pada siswa menempatkan siswa sebagai sentral sehingga perbedaan karakteristik siswa harus digunakan sebagai salah satu dasar perancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan penilaian pembelajaran. Dengan memiliki data seperti ditunjukkan pada tabel di atas kita bisa mengetahui jenis-jenis kebutuhan belajar siswa dengan lebih akurat, bukan sekedar asal menyediakan kegiatan belajar.

Kebutuhan Belajar Siswa dalam Pembelajaran Berpusat Pada Siswa

Pembelajaran berpusat pada siswa  (Student Centred Learning) menjadi pendekatan wajib bagi seluruh sekolah baik yang melaksanakan kurikulum 2013 maupun kurikulum 2006. Hasil identifikasi perbedaan karakteristik siswa memberikan informasi kepada guru bentuk-bentuk kebutuhan belajar siswa. Informasi ini harus digunakan untuk memberi ruang bagi siswa untuk belajar menurut ketertarikan, kemampuan pribadi, gaya belajar dan faktor karakteristik siswa lainnya.

Jenis Gaya Belajar Gaya Belajar 1 Gaya Belajar 2
Visual Numerical 31% 19%
Visual Language 0% 6%
Social-Individual 13% 13%
Social-Group 19% 25%
Kinesthetic 13% 6%
Expressiveness Written 0% 6%
Expressiveness Oral 0% 0%
Auditory Numerical 13% 6%
Auditory Language 13% 19%

Berdasarkan contoh Tabel Identifikasi perbedaan karakteristik siswa seperti tampak pada tabel di atas dapat kita temukan data-data yang dapat kita ringkas sebagai berikut:

  1. Siswa secara natural berbeda-beda satu dengan yang lainnya baik dalam ketertarikannya terhadap suatu bahan ajar, kemampuan intelektual masing-masing maupun dalam gaya belajar yang disukainya (lihat tabel contoh perbedaan karakteristik siswa di atas). Guru pada batas tertentu mempunyai kemampuan dan kemungkinan memanipulasi memotivasi dan mendorong belajar siswa mencapai kemampuan optimal.
  2. Sebagian besar siswa memiliki skor intelegesi mendekati batas kemampuan rata-rata dan hanya beberapa memiliki skor intelegesi melebihi rata-rata. Ini memberi sinyal kepada guru bahwa siswa memerlukan waktu yang cukup untuk menyerap bahan ajar.
  3. 31% siswa merasa nyaman belajar dengan gaya belajar Visual Numerical pada gaya belajar utama yang disukainya dan 19% siswa lainnya juga menyukai gaya belajar Visual Numerical meskipun itu adalah gaya belajar kedua yang disukainya. Siswa-siswa dengan gaya belajar Visual Numerical membutuhkan bahan ajar dalam bentuk visual dan lebih spesifik mereka lebih menyukai angka atau bilangan yang dituliskan dibanding dengan hanya disebutkan. Jadi sangat dianjurkan guru membuat lebih banyak media berupa gambar-gambar untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa-siswa dengan gaya belajar ini.
  4. 19 % siswa menyukai belajar berkelompok dan 25 % lainnya menyukai belajar dengan berkelompok pada gaya belajar pilihan keduanya. Dengan demikian dapat dikatakan 40 % memiliki kebutuhan belajar berbentuk interaksi sosial berkelompok.
  5. 13 % sampai dengan 26 % siswa merasa nyaman belajar sendiri dan seterusnya.

Cukup jelas kiranya dalam pembelajaran berpusat pada siswa, kebutuhan belajar apa yang diperlukan siswa-siswa pada contoh di atas. Guru selanjutnya dapat mempersiapkan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Dengan demikian satu elemen pembelajaran berpusat pada siswa dapat dipenuhi.

Strategi Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran Berpusat Pada Siswa (Student Centred Learning)

Pembelajaran berpusat pada siswa (Student Centred Learning) yang merupakan ciri pembelajaran kurikulum 2013 yang menerapkan pendekatan saintifik juga melibatkan siswa dalam proses belajarnya dan perlu mengikuti prinsip kerja kelompok atau pembelajaran kooperatif (cooperative learning). Ada beberapa rekan yang bertanya … benarkah pembelajaran kurikulum 2013 perlu menggunakan pembelajaran kooperatif (cooperative learning) karena mereka tidak menemukan panduan tentang hal itu? Setelah membuka ulang beberapa dokumen pendukung pembelajaran kurikulum 2013 memang benar istilah pembelajaran kooperatif (cooperative learning) tidak muncul di dalam dokumen kurikulum 2013 dengan istilah persis seperti itu … pembelajaran kooperatif (cooperative learning). Namun demikian terdapat beberapa paragraf yang menurut pemahaman saya mengindikasikan perlunya pembelajaran kooperatif (cooperative learning) dalam implementasi kurikulum 2013.

Strategi Pembelajaran Kooperatif perlu dilakukan pada pembelajaran berpusat pada siswa. Coba pembaca lihat kembali tabel hasil identifikasi perbedaan karakteristik siswa di atas. Siswa-siswa yang memiliki gaya belajar social-group mereka akan berhasil membangun kompetensi dalam diri mereka berkat interaksi antar siswa. Inilah kebutuhan belajar mereka. Karena itulah perlu sekali penerapan strategi pembelajaran kooperatif dalam pembelajaran berpusat pada siswa. Di samping membangun pengetahuan dan kompetensi dalam diri siswa, interaksi antar siswa juga berfungsi sebagai media menumbuhkembangkan kompetensi sosial. Kurikulum 2013 mengharapkan tumbuh dan berkembangnya kompetensi sosial ini melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yang terjadi dalam strategi pembelajaran kooperatif. Pada Kurikulum 2006 strategi pembelajaran ini menciptakan efek menyenangkan / tidak membosankan.

Strategi pembelajaran kooperatif (cooperatif learning) yang dapat digunakan banyak macamnya. Pembelajaran kooperatif (cooperatif learning) yang saya kenalkan di sini dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran berpusat pada siswa yang diadopsi dari Program Master Trainer Pedagogy Program kerjasama Kemdikbud dengan ITE Singapore. Jenis strategi pembelajaran kooperatif  (cooperatif learning) tersebut adalah:

  1. Jig Saw
  2. Numbered Heads Together
  3. Reciprocal Learning
  4. Think-Pair-Share
  5. Circle of Knowledge
  6. Send-a-Problem
  7. TAPPS
  8. PMI
  9. Taking sides

Dasar-dasar Merancang Pembelajaran Berpusat Pada Siswa

Pembelajaran Berpusat Pada Siswa (Student Centred Learning) merupakan pembelajaran kurikulum 2013 yang menempatkan siswa sebagai subyek untuk belajar, artinya siswa sendirilah yang melakukan langkah-langkah (secara aktif) dalam rangka belajar yang telah dirancang secara cermat oleh guru. Saat itu guru aktif memfasilitasi dan membimbing agar siswa mampu melakukan langkah-langkah belajarnya. Karena itu guru perlu lebih cermat lagi merencanakan kegiatan-kegiatan siswa ini dalam rpp (rencana pelaksanaan pembelajaran). Berbagai jenis konten/materi pembelajaran perlu disusun sedemikian rupa sehingga memudahkan siswa mengkonstruksi pemahaman terhadap konten/materi pembelajaran.

Secara garis besar, merancang pembelajaran berpusat pada siswa terdiri atas langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Merancang Aktifitas-aktifitas Belajar Berpusat pada Siswa yang Sesuai
  2. Memilih Strategi Pembelajaran Kooperatif yang tepat
  3. Memilih Strategi Penilaian Formatif yang sesuai
  4. Merancang Aktifitas-aktifitas Belajar Berpusat pada Siswa yang Sesuai

Pembelajaran Berpusat Pada Siswa menuntut siswa untuk aktif belajar melalui aktifitas-aktifitas dalam rangka meraih sub-sub kompetensi yang membentuk kompetensi utama secara utuh. Oleh karena itu, guru harus secara cermat menyiapkan kegiatan-kegiatan dan aktifitas-aktifitas yang sesuai dengan tujuan akhir pembelajaran. Penyusunan aktifitas belajar berpusat pada siswa ini harus memperhatikan karakteristik-karakteristik siswa pada umumnya. Begitu juga dengan pendekatan cara belajar siswa juga merupakan pertimbangan yang pantas diterapkan.

Memilih Strategi Pembelajaran Kooperatif yang tepat pada pembelajaran berpusat pada Siswa

Siswa berbeda satu dengan yang lain termasuk diantaranya dalam cara belajar mereka. Banyak diantara mereka merasa nyaman dan enak belajar ketika siswa belajar secara berkelompok. Oleh karena itu, aktifitas-aktifitas belajar berpusat pada siswa perlu mengimplementasikan pembelajaran kooperatif / pembelajaran ber kelompok.

Memilih Strategi Penilaian Formatif yang sesuai pada pembelajaran berpusat pada Siswa

Pembelajaran Berpusat Pada Siswa sarat dengan aktifitas-aktifitas belajar siswa. Dalam prosesnya banyak inisiatif, kerja sama, toleransi dan berbagai keterampilan sosial lainnya yang harus menjadi perhatian guru sebagai hasil dari interaksi antara siswa dengan siswa, antara siswa dengan guru maupun siswa dengan sumber belajar lainnya. Hal-hal inilah yang mendasari perlunya memilih strategi penilaian formatif yang tepat untuk mendapatkan penilaian autentik sesuai proses pembelajaran berpusat pada siswa.

Kita lanjutkan lagi nanti …

Peminatan dan pengalaman peminatan saya (TRUE STORY)

peminatan

Pengertian minat dan peminatan

Peminatan tidak saya temukan dalam kamus Bahasa Indonesia. Peminatan berasal dari kata minat berarti kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Minat juga diartikan sebagai gairah. Minat juga bisa berarti keinginan. Pengertian tentang minat ini bisa kita dapatkan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia online http://kbbi.web.id/minat. Kata minat yang memperoleh imbuhan pe menjadi peminat yang berarti orang yg menaruh minat pd sesuatu. Namun peminatan tidak ditemukan dalam kamus Bahasa Indonesia tersebut. Begitulah faktanya.

Peminatan kemungkinan merupakan kata bentukan dari kata dasar minat yang mendapat pe yaitu pe + minat >>> peminat yang menurut kamus yang sama berarti “orang yang menaruh minat pada sesuatu”. Kemudian (mungkin – maaf hanya asumsi saya) dari kata ‘peminat’ diberi imbuhan di akhir kata menjadi ‘peminatan’ yang maksudnya proses menjadikan orang berminat ( aneh??)

Peminatan akhirnya saya maknai suatu proses yang dilakukan pihak eksternal untuk membuat seseorang berminat terhadap sesuatu. Peminatan memiliki konotasi sebagai usaha-usaha yang dilakukan oleh pihak-pihak di luar diri siswa dengan maksud memberi ruang kepada siswa untuk menyukai sesuatu.

Peminatan menjadi topik penting pada proses pendidikan seseorang. Minat dan peminatan menjadi salah satu elemen penting yang ikut mempengaruhi keberhasilan siswa dalam belajar dan bahkan dalam karirnya. Pengaruh minat dan peminatan dapat anda buktikan sendiri menurut pengalaman yang anda miliki. Coba anda renungkan …

Peminatan dan pengalaman peminatan saya

Peminatan memang penting! Tetapi pengalaman pribadi peminatan saya apa juga penting? Mungkin itu muncul di benak anda. Apa urgensinya mengungkap pengalaman pribadi peminatan saya di sini? Bagi saya, posting peminatan dan pengalaman peminatan pribadi saya sangat berkaitan. Ya tentunya buat saya. O ya … begini alasan saya menuliskan peminatan dan pengalaman pribadi peminatan saya …

Tadi pagi, korwas mengajak saya menjadi tim pembicara terkait minat dan peminatan. Tapi akhirnya batal/dibatalkan (he he .. entahlah …). tidak masalah . Walaupun ‘dibatalkan’ menjadi tim pembicara minat dan peminatan tapi saya terlanjur ingat pengalaman pribadi minat dan peminatan saya. Ya itu terjadi sudah puluhan tahun, tapi saya masih ingat. Bahkan efek dari minat dan peminatan saya pada masa itu dan pengaruhnya dalam kehidupan yang saya lalui terkait minat dan peminatan sangat membekas. Jadi, berbicara soal minat dan peminatan saya punya bukti nyata yang original. Bukti nyata yang mengkorelasikan minat dan peminatan siswa dengan kesuksesasn hasil belajar. Kaya curhat ya … . Bukan curhat tetapi itu asli ‘true story’. Nanti saya ingin share kepada pembaca semua semoga bermanfaat untuk lingkungan kita.

Peminatan dan capaian hasil belajar (true story)

Peminatan dalam pendidikan perlu dipromosikan karena peminatan yang sesuai sangat membantu mencapai keberhasilan. Pada kesempatan ini izinkan saya menceritakan pengalaman sekitar peminatan pada proses belajar saya dulu. Walaupun ini pengalaman pribadi saya akan menceritakan dengan jujur apa adanya. Saya berharap cerita peminatan saya ini bisa menginspirasi siswa lulusan SMP agar bisa memilih minat dan peminatan nya dengan tepat. Selain itu saya juga berharap, cerita saya ini bisa menjadi ‘raw model’ tentang minat dan peminatan. Mungkin pengalaman anda juga.

Cerita sekitar peminatan yang mendorong pemilihan peminatan saya

Saya berasal dari keluarga sederhana. Bapak lulusan ST (bukan gelar ya..?) Sekolah Teknik. Setingkat SMP sedangkan simak (panggilan sayang kami untuk Ibu) hanyalah lulusan SD. Mulai tahun pelajaran 1974 – 1977 duduk di jenjang SMP.  Di SMP Negeri 6 Yogyakarta pada saat itu tersedia pelajaran keterampilan yang dapat kita pilih jenisnya. Ada bidang bahasa, bidang kesenian daerah (karawitan), seni lukis, olah raga, IPA dan mungkin masih ada yang lain lagi, tapi saya lupa. Mungkin keterampilan-keterampilan itu maksudnya mengenalkan peminatan nanti di jenjang SMA atau STM.

Di klas 1 saya merasa senang dan ingin bisa memainkan alat musik daerah (gamelan). Kebetulan saya juga suka mendengarkan cerita wayang kulit melalui radio RRI waktu itu. Jadi saya milih ikut keterampilan karawitan (gamelan). Karena banyak yang berminat sepanjang caturwulan saya tidak pernah kebagian kesempatan. Tiap minggu hanya menonton saja. Akhirnya di caturwulan berikutnya saya pilih yang lain yaitu seni lukis.

Di bidang seni lukis ini sempat belajar dasar-dasar menggambar. Tapi saya merasa gambaran atau lukisan saya tidak bagus. Saya tidak menemukan rasa senang di bidang itu. Alhasil … nihil. Saya tidak menemukan keterampilan yang membuat saya PeDe. Keterampilan yang ingin saya tekuni di hari depan. Saya tidak mengenal apa itu jurusan (istilah waktu itu) di tingkat SMA atau STM (sekarang SMK). Ya … saya tidak mengenal apa itu peminatan dari guru maupun BP di SMP. NOOOLLL.

Di rumah, ada keluarga jauh yang kost dan sedang kuliah. Saat itu sewaktu saya main dekat tempat beliau kost saya melihat beliau memegang sesuatu dan ditekan-tekan terus timbul bunyi lagu KoesPlus. Belakangan setelah belajar, saya baru tahu … ternyata beliau memainkan “tape recorder”. Saya heran … dan kagum … kok benda begitu … ditekan-tekan bisa mengeluarkan bunyi nyanyian Koesplus. Diam-diam saya merekam dalam ingatan. Tapi tetap belum tahu apa itu? Tapi saya ingin bisa seperti itu.

Di kampung juga ada teman. Umurnya sedikit lebih tua sekolahnya di ST. Ternyata dia bisa membuat radio. Dan bahkan membuat pemancar radio. Bisa menyiarkan musik, lagu-lagu seperti RRI yang saya kenal. Saya jadi terobsesi untuk bisa semua itu. Bisa membuat alat strom ikan (hehe dilarang ya) membuat amplifier, membuat radio, membuat tape recorder, membuat pemancar radio dan lain-lain. Kalau rusak bisa memperbaiki sendiri. Saya ingin jadi ahli di bidang elektronika. Saya merasa yakin sekali inilah minat dan peminatan saya.

Ketika tiba saatnya mendaftar ke jenjang SMA atau STM, saya di beri uang bapak Rp. 10.000,-. Pendaftaran saat itu perlu Rp. 2.000,- per sekolah. Saya pakai untuk mendaftar di 3 STM dan 2 SMA (kaya beli ontok). Rinciannya :

  • STM Negeri 1 Yogyakarta (3 tahun) jurusan Elektronika               (diterima)
  • STM Negeri 2 Yogyakarta (3 tahun) jurusan Elektronika              (diterima)
  • STM Pembangunan Yogyakarta (4 tahun) jurusan Elektronika   (diterima)
  • SMA Negeri 2 Yogyakarta jurusan IPA                                               (diterima)
  • SMA Negeri 4 Yogyakarta jurusan IPA                                               (tdk dilihat)

Akhirnya saya pilih STM Pembangunan Yogyakarta (4 tahun) di jurusan Elektronika Komunikasi karena waktu itu sangat populer dan terkenal lulusannya cepat kerja dan jenjangnya sedikit diatas STM 3 tahun.

Di STM pembangunan ini saya merasa senang sekali terlebih di jurusan yang memang saya minati Elektronika Komunikasi … ya sesuai minat dan peminatan saya. Tanpa ada suruhan guru atau siapa saya minta dibelikan buku elektronika kepada paman yang bekerja di Jakarta. Beliau memberi 3 buah buku elektronika yang langsung jadi buku bacaan saya. Tanpa disuruh guru juga saya mendaftar sebagai anggota perpustakaan daerah dan meminjam buku-buku terkait elektronika walaupun hanya bisa melihat gambar-gambarnya. Tanpa disuruh guru saya membuat dan merakit sendiri rangkaian-rangkaian elektronik dan belanja komponen sendiri. Sampai banyak hafal berapa harganya. Sayapun merakit sendiri pemancar radio untuk komunikasi. Wow … keren waktu itu. Callsign saya waktu itu YD2CNK.

Ok. Saya singkat saja ceritanya. Saya benar-benar menemukan minat dan peminatan saya karena kagum melihat benda elektronik di tetangga. Saya juga termotivasi dan terobsesi melihat keterampilan teman di kampung yang pinter elektronika. Guru-guru di SMP tidak pernah menjelaskan apa itu jurusan listrik, elektronika, mesin otomotif, bangunan, kimia, pemetaan dll. Tidak ada. Saya benar-benar termotivasi apa yang saya lihat di rumah tetangga (tape recorder itu) dan kemampuan teman di kampung.

Korelasi kesesuaian minat dan peminatan dengan prestasi belajar

Kesesuaian minat dan peminatan saya ternyata berkorelasi dengan capaian hasil belajar saya di STM pembangunan Yogyakarta tersebut. Sekali lagi cerita ini persis apa adanya tanpa maksud untuk menonjolkan diri sendiri atau ingin dipuji. Tidak ada artinya sekarang. Mungkin dulu iya … pingin dipuji teman cewek yang menarik hati saya … hehehe …

Minat dan peminatan saya yang kuat dalam bidang elektronika ternyata mendorong saya untuk belajar dengan rajin dan ingin meraih hasil optimal khususnya keahlian elektronika. Sepanjang tahun mendapatkan beasiswa yang saya belanjakan untuk membeli peralatan elektronika solder, multi meter, komponen-komponen.

Alhamdulillah … di akhir pendidikan saya mendapatkan nilai terbaik. Peringkat 1 di kelas elektronika itu di tahun 1982. Bonus tambahannya adalah saya diterima sebagai mahasiswa di IKIP Negeri Karangmalang Yogyakarta yang sekarang Universitas Negeri Yogyakarta TANPA TES atau istilah waktu itu jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK). Ya tentu saja saya gembira dan mungkin besar kepala untuk beberapa waktu.

Kesesuaian minat dan peminatan saya menghasilkan capaian belajar dan kompetensi yang terbilang lumayan. Pada tahun 1992, tahun ke empat saya bertugas sebagai guru di STM Negeri Banjarmasin, saya berhasil menjuarai Lomba Kompetensi antar Teknisi di Kalimantan Selatan. Ya … juara 1 Tingkat propinsi Kalimantan Selatan dan diterbangkan ke Jakarta mengikuti Lomba Kompetensi di Tingkat Nasional. Di tingkat Nasional mendapatkan peringkat ke 5 … ya Juara Harapan II begitu sebutannya dan diberikan Piagam Penghargaan dari Menteri Tenaga Kerja pada waktu itu.

peminatan
peminatan

Ok … rasanya cukup beralasan kalau saya menyebutkan bahwa kesesuaian minat dan peminatan saya berkorelasi dengan prestasi/capaian belajar. Dalam konteks ini saya tidak punya dasar keilmuan untuk memberikan analisis bahwa minat dan peminatan yang sesuai memberi dorongan yang kuat untuk belajar. Buah yang dapat dipetik ternyata juga berkorelasi dengan capaian belajar tersebut. Rasanya cukuplah cerita minat dan peminatan saya. Inilah kenang-kenangan Piagam penghargaan dari Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia di kala itu.

Literasi Media Literasi Teknologi Literasi Visual

literasi

Pengertian Literasi Media Literasi Teknologi Literasi Visual

Literasi Media Literasi Teknologi Literasi Visual merupakan jenis-jenis literasi informasi. Literasi Media Literasi Teknologi Literasi Visual menjadi jenis literasi lanjutan yang didasari literasi dini, literasi dasar dan literasi perpustakaan.

Literasi secara tradisional dipahami sebagai kemampuan untuk membaca, menulis dan aritmatika (https://en.wikipedia.org/wiki/Literacy, 2016; September 28 ; 0928). Ini adalah pemahaman lama terkait literasi. Ketika seseorang sudah mempunyai kemampuan membaca, menulis dan berhitung dikatakan orang itu mempunyai kemampuan literasi. ‘Melek’ baca tulis dan hitungan. Seiring perkembangan budaya dan standar kehidupan yang meningkat pengertian literasi di atas menjadi usang.

Pengertian literasi modern adalah kemampuan untuk membaca, menulis dan aritmatika (berhitung), menggunakan bahasa, angka-angka, gambar/ilustrasi, komputer dan elemen dasar lain untuk memahami, berkomunikasi, menguatkan (penggunaan) pengetahuan bermanfaat dan penggunaan sistem simbol budaya yang dominan.

Literasi, menurut UNESCO, ialah kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, menginterpretasi, mengkreasi, mengomunikasikan dan menghitung menggunakan materi tercetak dan tertulis berkaitan dengan konteks yang bervariasi. Literasi melibatkan satu kesatuan rangkaian belajar dalam memungkinkan individu untuk mencapai tujuan mereka, untuk mengembangkan pengetahuan dan potensi mereka, dan untuk berpartisipasi penuh dalam komunitas mereka dan masyarakat yang lebih luas. (https://en.wikipedia.org/wiki/Literacy, 2016; September 28 ; 0928)

Di abad 21 ini, pengertian literasi lebih dari sekadar bisa membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Kemampuan ini disebut sebagai literasi informasi.

literasi-media-literasi-teknologi-literasi-visual
literasi-media-literasi-teknologi-literasi-visual

Komponen Literasi

Ferguson (www.bibliotech.us/pdfs/ InfoLit.pdf) menjabarkan bahwa komponen literasi informasi terdiri atas literasi dini, literasi dasar, literasi perpustakaan, literasi media, literasi teknologi, dan literasi visual.

Literasi Dini

Literasi Dini [Early Literacy (Clay, 2001)], yaitu kemampuan untuk menyimak, memahami bahasa lisan, dan berkomunikasi melalui gambar dan tutur yang dibentuk oleh pengalamannya berinteraksi dengan lingkungan sosialnya di rumah. Pengalaman peserta didik dalam berkomunikasi dengan bahasa ibu menjadi fondasi perkembangan literasi dasar.

Literasi Dasar (Basic Literacy)

Literasi Dasar (Basic Literacy), yaitu kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung (counting) berkaitan dengan kemampuan analisis untuk memperhitungkan (calculating), mempersepsikan informasi (perceiving), mengomunikasikan, serta menggambarkan informasi (drawing) berdasarkan pemahaman dan pengambilan kesimpulan pribadi.

 

Literasi Perpustakaan (Library Literacy)

Literasi Perpustakaan (Library Literacy), antara lain, memberikan pemahaman cara membedakan bacaan fiksi dan nonfiksi, memanfaatkan koleksi referensi dan periodikal, memahami Dewey Decimal System sebagai klasifikasi pengetahuan yang memudahkan dalam menggunakan perpustakaan, memahami penggunaan katalog dan pengindeks-an, hingga memiliki pengetahuan dalam memahami informasi ketika sedang menyelesaikan sebuah tulisan, penelitian, pekerjaan, atau mengatasi masalah.

Literasi Media (Media Literacy)

Literasi Media (Media Literacy), yaitu kemampuan untuk mengetahui berbagai bentuk media yang berbeda, seperti media cetak, media elektronik (media radio, media televisi), media digital (media internet), dan memahami tujuan penggunaannya.

literasi media
literasi media

Selama berabad-abad, literasi disebut kemampuan untuk membaca dan menulis. Dewasa ini, kita mendapatkan sebagian besar informasi melalui sistem berkat teknologi media. Kemampuan untuk membaca berbagai jenis media telah menjadi keterampilan penting di abad ke-21. Literasi media adalah kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan membuat media. Dengan literasi media yang baik orang lebih mampu memahami pesan yang kompleks yang kita terima dari televisi, radio, internet, surat kabar, majalah, buku, billboard, video game, musik, dan semua bentuk media lainnya. Keterampilan literasi media termasuk dalam standar pendidikan dari setiap negara dalam bahasa, ilmu sosial, kesehatan, ilmu pengetahuan, dan mata pelajaran lain. Banyak pendidik telah menemukan bahwa literasi media adalah cara yang efektif dan menarik untuk menerapkan keterampilan berpikir kritis untuk berbagai masalah.

Keterampilan literasi media dapat membantu remaja dan orang dewasa:

– Mengembangkan kemampuan berpikir kritis
– Memahami bagaimana pesan media membentuk budaya dan masyarakat kita
– Mengidentifikasi strategi pemasaran target
– Mengenali pembuat media yang ingin kita percaya atau lakukan
– Memberi nama teknik persuasi yang digunakan
– Mengenali bias, plintiran, informasi yang salah, dan kebohongan
– Menemukan bagian dari cerita yang tidak diberitahu
– Mengevaluasi pesan media berdasarkan pengalaman kita sendiri, keterampilan, keyakinan, dan nilai-nilai
– Membuat dan mendistribusikan pesan-pesan media kita sendiri
– Mengadvokasi keadilan Media

Literasi Teknologi (Technology Literacy)

Pengertian Literasi Teknologi

Literasi Teknologi (Technology Literacy), yaitu kemampuan memahami kelengkapan yang mengikuti teknologi seperti peranti keras (hardware), peranti lunak (software), serta etika dan etiket dalam memanfaatkan teknologi. Berikutnya, kemampuan dalam memahami teknologi untuk mencetak, mempresentasikan, dan mengakses internet. Dalam praktiknya, juga pemahaman menggunakan komputer (Computer Literacy) yang di dalamnya mencakup menghidupkan dan mematikan komputer, menyimpan dan mengelola data, serta mengoperasikan program perangkat lunak. Sejalan dengan membanjirnya informasi karena perkembangan teknologi saat ini, diperlukan pemahaman yang baik dalam mengelola informasi yang dibutuhkan masyarakat.

literasi teknologi
literasi teknologi

Kalau kita refleksikan masa yang lalu, sampai awal 1990-an, kebanyakan PC masih berukuran besar dengan memori sangat terbatas, kebanyakan ponsel juga terlalu besar untuk dimasukkan dalam kantong. Film yang tersedia pada DVD sampai 1997. Google pun belum lahir sampai tahun 1998. Tidak ada MySpace hingga tahun 2003, dan YouTube meluncurkan dua tahun setelah itu.

Seiring kemajuan teknologi, definisi literasi  teknologi  pun mengalami perubahan. Pada tahun 1980, keterampilan penggunaan teknologi menuntut agar kita mengetahui bagaimana kode memprogram. Penggunaan komputer pada waktu itu mengharuskan kita membuat program. Pada tahun 1995 an, kita dituntut untuk mengetahui bagaimana bekerja dengan alat dasar seperti pengolah kata dan spreadsheet. Mungkin kita ingat … Wordstar … Lotus … DBASE dan sebagainya.

Sekarang definisi literasi teknologi jauh lebih kaya dan lebih kompleks karena ada informasi lebih yang tersedia daripada sebelumnya. Alat-alat untuk menemukan, menggunakan dan menciptakan informasi yang cepat menjadi lebih beragam dan canggih.

Departemen Pendidikan Colorado (CDE) mendefinisikan literasi  teknologi sebagai kemampuan untuk bertanggung jawab menggunakan teknologi tepat guna untuk:

  • Menyampaikan / mengomunikasikan
  • Menyelesaikan masalah
  • Mengakses, mengelola, mengintegrasikan, mengevaluasi, desain dan membuat informasi untuk meningkatkan pembelajaran di semua bidang subjek
  • Memperoleh pengetahuan seumur hidup dan keterampilan dalam abad ke-21
Jenis Teknologi pada Literasi Teknologi

Penggunaan teknologi merupakan bagian integral yang fungsional dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini sebagian besar jalur pendidikan dan profesional memerlukan penggunaan teknologi untuk berkomunikasi, memecahkan masalah atau penelitian lengkap. Siswa yang mencapai literasi teknologi memiliki waktu lebih cepat mencapai tujuan pendidikan dan masuk ke dalam karir pilihan mereka.

Untuk mengantarkan para siswa mencapai literasi teknologi, sudah barang tentu para guru / pendidik juga seharusnya memiliki keterampilan atau literasi teknologi. Berikut adalah variasi aktifitas penggunaan teknologi masa kini untuk mendorong literasi teknologi bagi kita semua, antara lain:

  1. membaca situs Web;
  2. menggunakan mesin pencari;
  3. menggunakan pencarian peta;
  4. mengakses video, podcast, dan feed;
  5. mengevaluasi sumber Web;
  6. meneliti di Internet;
  7. e-mail, chatting, SMS, microblogging;
  8. menggunakan situs sosial;
  9. mengunjungi dunia maya;
  10. blogging dan menggunakan wiki; dan
  11. menggunakan papan pesan, newsgroup, dan VOIP (Skype).

Dengan memahami bagaimana mengevaluasi informasi baru ini dan bagaimana menggunakan alat-alat baru untuk membuat, komunikasi cukup beralasan efektif, siswa dapat memanfaatkan kekuatan teknologi baru dan terinspirasi untuk belajar.

Literasi Visual (Visual Literacy)

Informasi visual ada di mana-mana di sekitar kita. Televisi, layar komputer, tanda-tanda, simbol, dalam buku-buku, majalah, film-film, dan bahkan bahasa tubuh memberikan pesan-pesan visual. Kita semua harus mampu menginterpretasikan makna yang terkandung dalam pesan visual untuk memberikan respon yang cerdas. Dalam konteks pendidikan informasi visual juga sangat banyak. Oleh karena itu guru maupun siswa perlu menguasai literasi visual untuk mendapatkan manfaat yang optimal.

literasi visual
literasi visual

Literasi Visual (Visual Literacy), adalah pemahaman tingkat lanjut antara literasi media dan literasi teknologi, yang mengembangkan kemampuan dan kebutuhan belajar dengan memanfaatkan materi visual dan audio- visual secara kritis dan bermartabat. Tafsir terhadap materi visual yang setiap hari membanjiri kita, baik dalam bentuk cetak maupun noncetak, perlu dikelola dengan baik. Bagaimanapun di dalamnya banyak manipulasi dan hiburan yang benar-benar perlu disaring berdasarkan etika dan kepatutan.

Bagian-bagian Literasi Visual

Literasi visual dapat dibagi dalam 3 (tiga) bagian, yaitu:

  1. berfikir visual (visual thinking)
  2. komunikasi visual (visual communication)
  3. belajar visual (visual learning)

Berpikir visual  (visual thinking)

Berpikir visual adalah kemampuan untuk mengubah pikiran, gagasan, dan informasi ke semua jenis gambar, grafik, atau gambar lain yang membantu mengomunikasikan informasi yang terkait.

Komunikasi visual (visual communication)

Komunikasi visual adalah ketika gambar, grafik, dan gambar lainnya digunakan untuk mengekspresikan ide-ide dan untuk mengajar orang. Agar tercipta komunikasi visual yang efektif, penerima harus mampu membangun makna dari melihat gambar visual yang diberikan.

Belajar visual (visual learning)

Visual belajar adalah proses belajar dari gambar dan media. Belajar Visual meliputi pembangunan pengetahuan oleh siswa sebagai akibat dari melihat gambar visual yang diberikan.

Gambar Visual

Sebuah gambar visual dapat merepresentasikan sebuah kata

Sebuah gambar visual dapat merepresentasikan sebuah kata dan suatu konsep

Sebuah gambar visual dapat merepresentasikan sebuah kata, suatu konsep dan jenis hubungan (relasi )

Sebuah gambar visual dapat merepresentasikan sebuah kata, suatu konsep, hubungan (relasi ) dan suatu proses

Sebuah gambar visual dapat merepresentasikan sebuah kata, suatu konsep, hubungan (relasi ), suatu proses dan suatu struktur (susunan)

Sebuah gambar visual dapat merepresentasikan sebuah kata, suatu konsep, hubungan (relasi ), suatu proses, suatu struktur (susunan) dan suatu fakta

Sebuah gambar visual dapat mewakili sebuah kata, konsep, hubungan, proses, struktur, fakta dan biasanya menyerupai apa yang diwakilinya.

Dalam proses pembelajaran, gambar visual dapat membantu belajar karena lebih konkrit dari pada kata-kata abstrak. Hasil penelitian menunjukkan pada kita bahwa, belajar / pembelajaran akan optimal ketika siswa dapat :

  • mendengar,
  • melihat dan
  • membaca

terhadap konten yang sama.

Persepsi

Persepsi adalah proses pengumpulan informasi melalui indera kita, mengorganisasikannya dan membuat kesimpulan sementara terkait pesan yang dikirimkan. Gambar visual masing-masing membawa pesan yang bervariasi.

Persepsi dari semua orang terhadap suatu gambar visual tidak akan sama persis ketika mereka melihatnya. Persepsi berbeda dari individu ke individu karena berbagai perbedaan pribadi, sosial-ekonomi, dan budaya.

Perbedaan persepsi terhadap gambar visual dapat terjadi karena adanya filter penyaring. Filter penyaring ini dapat terbentuk berdasarkan usia, jenis kelamin, ras, dan pengalaman masa lalu. Semua ini adalah contoh dari filter persepsi pribadi.

Dampak Kelemahan Literasi Media Literasi Teknologi Literasi Visual

 

Gerakan Literasi Sekolah

 

Sumber:

  1. Diadopsi dari Bahan Diklat Kurikulum 2013 (Literasi)
  2. Chapter 1 Education for All Global Monitoring Report 2006 ( UNESCO)
  3. What is media literacy, https://medialiteracyproject.org/learn/media-literacy/
  4. Visual Literacy, http://www.educ.kent.edu/community/VLO/intro/index.html

 

Literasi Media Literasi Teknologi Literasi Visual

Cara Menggunakan PAINT

Cara Menggunakan PAINT

Cara Menggunakan PAINT sengaja saya pilih untuk judul posting kali ini. Cara Menggunakan PAINT menurut pemikiran saya penting untuk diketahui dan dikuasai banyak pihak yang sering memproses gambar. Dengan menguasai cara menggunakan PAINT maka kita mempunyai banyak peluang untuk membuat media pembelajaran denga aplikasi yang terbilang sederhana. Media sangat diperlukan dalam pembelajaran kurikulum 2013 yang bermutu.

[wpic color=”blue” visible=”1″ width=”1450″ height=”550″ speed=”1000″ auto=”” ]

kompetensi inti kompetensi dasar silabus dan rpp smk 2017
kompetensi inti kompetensi dasar silabus dan rpp smk 2017

/!
literasi
literasi

/!
kurikulum-2013
kurikulum-2013

[/wpic]

Bagi seorang guru, menguasai Cara Menggunakan PAINT merupakan satu titik tolak penting melaksanakan pembelajaran berbasis TIK. Mengapa ? Ya … dengan fitur sederhana dari windows ini … anda akan dengan mudah membuat obyek media (media object) yang penting dalam pembelajaran. Dengan menguasai Cara Menggunakan PAINT anda bisa :

  • membuat poster / infographic
  • memotong gambar
  • mengedit konten gambar
  • mengubah ukuran gambar
  • memutar posisi gambar
  • menghapus sebagian
  • menambah coretan
  • menambah teks keterangan
  • menambah/membuat garis lurus, garis bebas, ellips, persegi, segi 4, 5, 6 , bintang
  • menambah tanda panah, menambah ‘callout’
  • dan masih banyak lagi menurut kemampuan imaginasi kita.

Mengenal Fitur Cara Menggunakan PAINT

Paint adalah aplikasi bawaan windows yang merupakan salah satu fitur khusus untuk memanipulasi gambar atau foto. Paint terbilang sederhana pengoperasiannya namun sudah cukup memadai bagi seorang guru untuk membuat media obyek sendiri. Dengan kemampuan membuat media obyek sendiri Anda tidak perlu melanggar hak cipta atas karya orang lain. Anda bahkan dapat menginspirasi siswa dalam konteks menghargai karya orang lain, tidak merampas begitu saja hak orang atas karya intelektualnya. Menu PAINT cukup sederhana dan tidak rumit. Mari kita coba mengenalinya dan segera menguasai Cara Menggunakan PAINT.

Menu File PAINT

Cara Menguasai PAINT yang pertama adalah mengenali menu perintah yang menjadi antarmuka antara software dengan kita sebagai operator. Menu PAINT yang pertama adalah menu File. Menu ini pada umumnya memiliki fungsi-fungsi generik yang serupa dengan menu aplikasi lainnya.

cara menggunakan paint
cara menggunakan paint

Tampak pada screenshoot di samping, menu File dari PAINT terdiri atas:

  1. New  untuk membuat file baru.
  2. Open untuk membuka file yang ada.
  3. Save untuk menyimpan file yang sedang di edit dengan nama yang sama.
  4. Save as untuk menyimpan file dengan nama baru.
  5. Print untuk mencetak
  6. From Scanner or camera untuk mengambil gambar melalui scanner atau kamera.
  7. Send in email untuk mengirimkan gambar yang di edit via email
  8. Set as desktop background untuk menggunakan gambar yang diedit sebagai background desktop komputer anda.
  9. Properties untuk mengubah properti dari gambar yang sedang diedit
  10. About Paint untuk mengetahui informasi Paint
  11. Exit untuk keluar dari aplikasi.

Menu Home PAINT

Menu Home pada PAINT menjadi menu utama aplikasi / software PAINT. Pada menu inilah terlihat semua peralatan dan aset yang bisa digunakan oleh user untuk tujuan manipulasi gambar. Perhatikan screenshoot berikut:

 

Pada menu Home PAINT tampak semua ikon dan perintah yang di kelompokkan sebagai berikut:

  1. grup Clip Board yang terdiri cut, copy dan paste untuk memotong, menyalin dan merekatkan data yang tersimpan dalam memori komputer.
  2. grup Image , terdiri tombol perintah select memilih area gambar, crop untuk memotong, resize untuk mengubah ukuran dan rotate untuk memutar posisi gambar.
  3. grup Tools , pensil, pewarna, huruf, penghapus, pengambil warna, kaca pembesar dan brushes , macam-macam ukuran sikat pewarna
  4. grup shapes, menyimpan sejumlah bentuk-bentuk dasar untuk digunakan atau dimodifikasi sesuai keinginan. Di samping bentuk-bentuk dasar tersedia tombol pemilih warna garis luar dan pemilih warna isi. Warna dipilih melalui grup colors.
Menu View PAINT

Menu View terdiri atas tiga grup yaitu Zoom, show or hide dan menu display.

 

Mengomunikasikan

mengomunikasikan

Pengertian Mengomunikasikan

Mengomunikasikan adalah kompetensi penting hidup di abad 21. Mengomunikasikan telah diadopsi dalam pembelajaran Kurikulum 2013. Mengomunikasikan menjadi satu tahapan esensial pembelajaran. Merujuk pada situs http://kbbi.web.id/komunikasi memberi arti mengomunikasikan /me·ngo·mu·ni·ka·si·kan/ adalah mengirim lewat saluran komunikasi; menyebarkan melalui saluran komunikasi. Cukup jelas kiranya bahwa mengomunikasikan adalah kegiatan aktif mengirimkan isi pesan melalui saluran komunikasi.

mengomunikasikan
mengomunikasikan

Melihat arti penting keterampilan mengomunikasikan pada era pasar bebas ini maka sudah seharusnya kita memberikan dukungan dan bimbingan kepada para siswa. Bagi siswa keterampilan mengomunikasikan menjadi salah satu kunci sukses mereka di abad 21 ini.

Mengomunikasikan pada Kurikulum 2013

Mengomunikasikan telah diadopsi di dalam Kurikulum 2013 sebagai salah satu elemen Standar Kompetensi Lulusan. Permendikbud 20 tahun 2016 menetapkan Standar Kompetensi Lulusan jenjang SMA sebagai berikut:

“” Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif melalui pendekatan ilmiah sebagai pengembangan dari yang dipelajari di satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri. “”

Selanjutnya, keterampilan mengomunikasikan diterjemahkan di dalam kompetensi inti keterampilan yang tertuang dalam Permendikbud 21 tahun 2016 yang berbunyi:

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara:

  • efektif,
  • kreatif,
  • produktif,
  • kritis,
  • mandiri,
  • kolaboratif,
  • komunikatif, dan
  • solutif,

dalam ranah konkret dan abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Keterampilan mengomunikasikan diimplementasikan di dalam standar proses Permendikbud no 22 Tahun 2016. Pelaksanaan pembelajaran mengomunikasikan di implementasikan di dalam Permendikbud 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran. Dalam pembelajaran mengomunikasikan adalah tahap ke 5 dari urutan logis pendekatan saintifik yang terdiri dari mengamati menanya mengumpulkan informasi mengasosiasikan.

Mengomunikasikan dalam Pendekatan Saintifik

Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik pada proses pembelajarannya seperti tertuang dalam lampiran Permendikbud No. 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pendekatan saintifik , ditetapkan secara jelas dalam Permendikbud No. 103 Tahun 2014 Tentang Pembelajaran. Pada pasal 2 ayat 7. Pada ayat 8 dinyatakan bahwa Pendekatan saintifik/pendekatan berbasis proses keilmuan sebagaimana dimaksud pada ayat (7) merupakan pengorganisasian pengalaman belajar dengan urutan logis meliputi proses pembelajaran:

  1. mengamati;
  2. menanya;
  3. mengumpulkan informasi/mencoba;
  4. menalar/mengasosiasi; dan
  5. mengomunikasikan
Deskripsi kegiatan mengomunikasikan

Mengomunikasikan merupakan tahap ke 5 pada pendekatan saintifik setelah mengamati menanya mengumpulkan informasi mengasosiasi. Deskripsi kegiatan yang dapat dilakukan meliputi:

  • menyajikan laporan dalam bentuk bagan, diagram, atau grafik;
  • menyusun laporan tertulis;
  • menyajikan laporan meliputi proses, hasil, dan kesimpulan secara lisan
  • menyajikan laporan meliputi proses, hasil, dan kesimpulan secara elektronik
  • menyajikan laporan dalam bentuk bagan, diagram, atau grafik di blog sekolah / blog kolaborasi
  • menyajikan laporan dalam bentuk video di youtube.com
Bentuk Hasil Mengomunikasikan

menyajikan hasil kajian (dari mengamati sampai menalar) dalam bentuk tulisan, grafis, media elektronik, multimedia dan lain-lain. Dalam rangka mengiplementasikan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, proses pembuatan dan penyajian dapat digunakan laptop/pc dalam bentuk tayangan power poin maupun berbentuk blog atau website.

 

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK

indikator pencapaian kompetensi ipk

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK komponen RPP yang krusial. Indikator Pencapaian Kompetensi IPK menjamin akurasi pembelajaran. Indikator Pencapaian Kompetensi IPK harus dirumuskan dengan kata kerja operasional KKO yang tepat. 

Indikator artinya penunjuk atau tanda-tanda yang tampak, pencapaian artinya telah dikuasai , kompetensi artinya kemampuan melakukan sesuatu. Jadi, Indikator Pencapaian Kompetensi IPK ialah tanda-tanda yang (seharusnya) tampak pada seseorang yang telah menguasai suatu kemampuan melakukan sesuatu

Pengertian Indikator Pencapaian Kompetensi IPK

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK adalah komponen RPP esensial. Indikator Pencapaian Kompetensi IPK menjadi penanda bahwa kompetensi yang dipelajari sudah dikuasai. Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang spesifik dapat diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Indikator pencapaian kompetensi IPK merupakan rumusan kemampuan yang harus dilakukan atau ditampilkan oleh siswa untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar (KD).

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2014, pada ayat (4) huruf b dinyatakan bahwa indikator pencapaian kompetensi adalah:
a. kemampuan yang dapat diobservasi untuk disimpulkan sebagai pemenuhan Kompetensi Dasar pada Kompetensi Inti 1 dan Kompetensi Inti 2, dan
b. kemampuan yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk disimpulkan sebagai pemenuhan Kompetensi Dasar pada Kompetensi Inti 3 dan Kompetensi Inti 4

Merujuk pada definisi di atas, semakin jelas bahwa indikator pencapaian kompetensi IPK merupakan tolok ukur ketercapaian suatu KD. Oleh karena itu maka indikator pencapaian kompetensi juga menjadi acuan penilaian mata pelajaran.

indikator pencapaian kompetensi ipk
indikator pencapaian kompetensi ipk

Fungsi Indikator Pencapaian Kompetensi IPK

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK, seperti disinggung di atas, menjadi tolok ukur ketercapaian suatu kompetensi dasar.  Indikator Pencapaian Kompetensi menjabarkan Kompetensi Dasar ke dalam unit-unit kompetensi yang lebih rinci (kecil). Ketika peserta didik sudah mampu melakukan seluruh / semua unit kompetensi yang lebih rinci ini, peserta didik berarti telah menguasai kompetensi dasar yang dipelajari. Dengan kata lain dapat dinyatakan unit kompetensi yang lebih rinci ini merupakan sub kompetensi dasar. Penguasaan peserta didik terhadap sub kompetensi dasar keberhasilannya diindikasikan oleh Indikator Pencapaian Kompetensi IPK. Di sinilah maksud dari fungsi indikator pencapaian kompetensi sebagai tolok ukur keberhasilan penguasaan kompetensi dasar.

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK, selain berfungsi sebagai penanda dikuasainya sebuah kompetensi dasar juga berfungsi sebagai acuan penentuan tujuan pembelajaran. Setiap indikator pencapaian kompetensi yang kita nyatakan sebagai tolok ukur penguasaan kompetensi dasar sudah tentu terdiri dari sejumlah pengetahuan dan sejumlah elemen keterampilan penyusun. Ketika peserta didik sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan elementer masing-masing indikator pencapaian kompetensi maka dapat diharapkan peserta didik mampu menunjukkan performa telah memiliki indikator pencapaian kompetensi.

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK, juga berfungsi sebagai acuan penentuan materi pembelajaran. Hal ini berkaitan dengan fungsi indikator pencapaian kompetensi sebagai tolok ukur penguasaan kompetensi dasar. Ketika kita sudah mengidentifikasi indikator-indikator pencapaian kompetensi dari suatu kompetensi dasar (KD) maka otomatis tersirat juga di sana materi-materi pembelajaran yang seharusnya dikuasai peserta didik.

Fungsi indikator pencapaian kompetensi selanjutnya ialah sebagai acuan penyusunan instrumen penilaian pembelajaran atau dalam pembuatan soal-soal evaluasi. Mengapa soal-soal evaluasi harus mengacu pada indikator pencapaian kompetensi? Jawabannya … baru saja kita diskusikan di 3 paragraf di atas. Indikator pencapaian kompetensi adalah tolok ukur tercapainya kompetensi dasar oleh peserta didik. Jadi, jelas sekali, ketika soal-soal evaluasi sudah dibuat mengacu pada indikator pencapaian kompetensi (yang esensial) dan peserta didik mampu mengerjakannya dengan benar maka peserta didik yang bersangkutan sudah menguasai kompetensi dasar.

Sebuah kompetensi dasar atau KD boleh jadi mempunyai beberapa sub kompetensi yang merupakan unsur-unsur kompetensi dasar. Unit kompetensi inilah yang seharusnya diidentifikasi dengan cermat oleh guru pada proses perencanaan pembelajaran yaitu analisis materi pembelajaran. Sebaiknya proses identifikasi indikator pencapaian kompetensi dilakukan dengan teliti sehingga kita dapatkan unit kompetensi unsur esensial dari setiap kompetensi dasar.

Secara normatif, membuat indikator pencapaian kompetensi itu relatif mudah, namun menemukan indikator pencapaian kompetensi yang esensial bagi kompetensi dasar tersebut perlu pemikiran. Keberhasilan identifikasi unit kompetensi unsur yang esensial ini diindikasikan dengan indikator pencapaian kompetensi IPK. Karena itu indikator pencapaian kompetensi secara otomatis berfungsi sebagai pengarah bagaimana proses pembelajaran akan dilaksanakan.

Rekan-rekan tentunya pernah membaca sendiri atau bahkan mengalami sendiri penerapan prinsip-prinsip berikut:

  • belajar dari hal yang mudah menuju yang lebih sulit.
  • belajar dari yang nyata menuju yang abstrak (tidak nyata)
  • belajar dengan memperhatikan struktur keilmuan

Mengingat prinsip-prinsip dasar tersebut maka dalam proses analisis, Indikator Pencapaian Kompetensi IPK perlu disusun dengan memperhatikan prinsip di atas. Untuk itu, pada saat analisis, Indikator Pencapaian Kompetensi IPK disusun urutannya dengan memperhatikan prinsip dasar di atas. Jika hal ini kita lakukan maka otomatis proses pembelajaran yang kita lakukan juga mengikuti urutan yang kita buat. Dan hasilnya adalah benar-benar Indikator Pencapaian Kompetensi IPK berfungsi sebagai pemberi arah pelaksanaan pembelajaran.

Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK merupakan penanda perilaku pengetahuan (KD dari KI-3) dan perilaku keterampilan (KD dari KI-4) yang dapat diukur dan atau diobservasi sedangkan perilaku sikap spiritual dari KI-1 dan sikap sosial dari KI-2 tidak diturunkan ke dalam KD dan juga tidak memiliki indikator pencapaian kompetensi IPK pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP, tetapi perilaku sikap spiritual dan sikap sosial harus dikaitkan pada perumusan tujuan pembelajaran.

Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK memerlukan pengetahuan guru tentang kompetensi dasar. Pada kurikulum 2013 kompetensi dasar ada dalam  3 ranah, yaitu kompetensi dasar pengetahuan, kompetensi dasar keterampilan dan kompetensi dasar sikap spiritual dan sosial. Guru yang tidak menguasai kompetensi profesionalnya dengan baik mustahil dapat mengembangkan indikator pencapaian kompetensi ipk.

Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK juga memerlukan pengetahuan guru tentang taxonomi beserta kata kerja operasional (KKO) yang sesuai untuk digunakan. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK adalah menentukan sub kompetensi tertentu sesuai kompetensi dasar yang DAPAT MEWAKILI sejumlah kompetensi-kompetensi rinci/detail. Karena itu dalam merumuskan indikator pencapaian kompetensi kita tidak dapat asal pilih kata kerja operasional begitu saja. Penting bagi kita untuk melakukan kroscek apakah kata kerja operasional yang kita pilih dapat mewakili beberapa kompetensi rinci. Apabila sebuah kata kerja operasional (KKO) dapat mewakili beberapa kata kerja operasional detail atau spesifik maka kata kerja operasional tersebut dapat dipastikan sebagai kata kerja operasional indikator pencapaian kompetensi ipk.

Rumusan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK menggunakan dimensi proses kognitif (dari memahami sampai dengan mengevaluasi dan dimungkinkan sampai kreasi untuk kelas XII jika ketercapaian hasil belajar siswa di atas rata-rata) dan dimensi pengetahuan (faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif) yang sesuai dengan KD, namun tidak menutup kemungkinan perumusan indikator dimulai dari serendah-rendahnya C2 sampai setara dengan KD hasil analisis dan rekomendasi. 

Tabel Hubungan Dimensi Proses Kognitif dan Bentuk Pengetahuan

No

Perkembangan Berfikir Taksonomi Bloom Rivised Anderson (Cognitive Process Dimension)
Bentuk Pengetahuan (Knowledge Dimension)
Keterangan
1.
Mengingat (C1) Pengetahuan Faktual Lower Order Thinking Skills (LOT’s)
2.
Menginterprestasi prinsip (Memahami/C2) Pengetahuan Konseptual
3.
Menerapkan (C3) Pengetahuan prosedural
4.
Menganalisis (C4) Mengevaluasi (C5) dan Mengkreasi(C6) Pengetahuan Metakognitif Higher Order Thinking Skills (HOT’s)

Tabel di atas menunjukkan pada kita bahwa Dimensi Proses Kognitif berkaitan dengan Dimensi Pengetahuan dan sudah pasti membawa dampak perolehan belajar. Sebagai contoh, dimensi proses Mengingat pada level C1 akan berkaitan dengan pengetahuan-pengetahuan faktual. Pada level C2 yaitu memahami, dimensi pengetahuannya adalah pengetahuan tentang konsep-konsep, dan seterusnya. Semua ini akan mengarahkan kita pada pengembangan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK.

Kata Kerja Operasional pada Indikator Pencapaian Kompetensi IPK

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dikembangkan berdasar pada kompetensi dasar menggunakan kata kerja operasional (KKO). Pada pengembangan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dimensi proses kognitif jenjang SMA dan SMK dimulai dari memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan mengkreasi. Pada setiap tingkatan atau dimensi proses ini dapat digunakan kata kerja yang semakna dengan kata kerja pada tingkatan dimensi proses kognitif (KKO). Kata-kata kerja yang merepresentasikan tingkatan atau dimensi proses kognitif ini cukup variatif. Kata-kata kerja ini disebut dengan Kata Kerja Operasional. Kata kerja operasional ialah kata kerja yang menunjukkan satu kegiatan tertentu yang dapat diukur atau diobservasi.

Berikut ini adalah Kata Kerja Operasional dari Taxonomi Bloom olahan Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001)

Sumber: http://www.apu.edu/live_data/files/333/blooms_taxonomy_action_verbs.pdf

Langkah-langkah merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dirumuskan melalui langkah-langkah sebagai berikut:

  • tentukan kedudukan KD dari KI-3 dan KD dari KI-4 berdasarkan gradasinya dan tuntutan KI;
  • tentukan dimensi pengetahuan (faktual, konseptual, prosedural, metakognitif);
  • tentukan bentuk keterampilan, apakah keterampilan abstrak atau keterampilan konkret;
  • untuk keterampilan kongkret pada kelas X menggunakan kata kerja operasional sampai tingkat membiasakan/manipulasi. Sedangkan untuk kelas XI minimai sampai pada tingkat mahir/presisi. Selanjutnya untuk kelas XII minimal sampai pada tingkat ‘menjadi gerakan mahir/presisihingga alami/artikulasi serta kelas XIII orisinal/naturalisasi pada taksonomi psikomotor Simpson atau Dave, dan
  • rumusan IPK pada setiap KD dari KI-3 dan pada KD dari KI-4 minimal memiliki 2 (dua) indikator.

Contoh Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dari suatu kompetensi dasar harus diidentifikasi dengan benar. Sebelum merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK terlebih dahulu kita lakukan analisis SKL KI KD. Berdasarkan analisis ini barulah kita dapat melakukan analisis mengidentifikasi indikator pencapaian kompetensi tersebut.

Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi KD Pengetahuan

Dari kolom 3 kita dapatkan tingkat dimensi kognitif dari KD 3.1 Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA adalah Menerapkan (C3) dari taksonomi Bloom olahan Anderson. Indikator Pencapaian Kompetensi KD Pengetahuan dirumuskan menggunakan kata kerja operasional (KKO) pada tingkatan C3 (menerapkan) seperti : mengidentikasi, mengklasifikasi, mengemukakan, mengurutkan dll.

Masih dari kolom 3 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA … adalah bentuk / dimensi pengetahuan prosedural. Berdasar pada konteks ini, maka kata kerja operasional yang sesuai konteks Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA yang berisi pengetahuan-pengetahuan prosedural adalah mengidentikasi, mengklasifikasi, mengemukakan, mengurutkan. 

Contoh indikator pencapaian kompetensi yang sesuai untuk dirumuskan dalam konteks ini antara lain :

  1. mengidentifikasi persyaratan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA
  2. mengidentifikasi peralatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA
  3. mengidentifikasi prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA
  4. mengklasifikasi peralatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA
  5. mengurutkan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA
Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi KD Keterampilan

Dari kolom 5 kita dapatkan bentuk taksonomi KD 4.1 adalah keterampilan kongkret pada level Manipulasi (P2) dari taksonomi Simpson. Kata Kerja Operasional yang relefan …. ah… sudah jam 00.05 … besok lagikita lanjutkan …

Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK  adalah kemampuan-kemampuan yang dapat diukur/diobservasi  sebagai pemenuhan Kompetensi Dasar pada Kompetensi Inti 1 dan Kompetensi Inti 2, dan kemampuan yang dapat diukur dan/atau diobservasi sebagai pemenuhan Kompetensi Dasar pada Kompetensi Inti 3 dan Kompetensi Inti 4 ( Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2014, pada ayat (4) huruf b )

Tujuan pembelajaran adalah pernyataan yang menggambarkan proses dan hasil belajar yang ingin dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. Perhatikan contoh tujuan pembelajaran berikut : “Setelah berdiskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi masing-masing komponen penguat depan audio universal dengan percaya diri”. Tujuan pembelajaran ini dicapai melalui proses berdiskusi dan menggali informasi dan hasil belajar nya berupa kemampuan menjelaskanMenjelaskan merupakan kata kerja operasional yang dapat di ukur dan merupakan kemampuan Cognitive level 2 (C2). Lihat tabel di atas.

Persamaan Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran

  1. Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dan tujuan pembelajaran sama-sama dirumuskan berdasarkan kompetensi dasar (KD);
  2. Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dan tujuan pembelajaran sama-sama menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur atau diobservasi ketercapaiannya.

Perbedaan Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dan tujuan pembelajaran memang berbeda. Indikator Pencapaian Kompetensi IPK itu menjadi penanda apakah suatu kompetensi dasar telah dikuasai siswa. Dalam hal ini indikator pencapaian kompetensi jika telah dipenuhi  maka siswa telah memiliki satu bagian kompetensi dasar (KD). Dengan kata lain dapat saya katakan, jika kompetensi secara penuh adalah Kompetensi Dasar, maka kompetensi yang kemampuannya ditunjukkan indikator pencapaian kompetensi adalah sub kompetensi dasar atau bagian dari kompetensi dasar. Karena itu … pada saat kita memilih Kata Kerja Operasional untuk membuat Indikator Pencapaian Kompetensi … pertimbangkan dan cek kembali … benarkah indikator pencapaian kompetensi yang rekan-rekan buat dengan kata kerja operasional yang rekan-rekan pilih itu … merupakan sub kompetensi dari KD?

Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan ha­sil belajar yang diharapkan dicapai oleh siswa atau peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. Proses atau hasil belajar siswa ini bersifat spesifik (satu tingkah laku spesifik). Ingatlah dengan panduan pengembangan tujuan pembelajaran yang dapat di singkat dengan ABCDS yang maksudnya:

A = audience dalam hal ini siswa atau peserta didik

B = behaviour yaitu tingkah laku yang diharapkan

C = Criteria ialah kondisi yang harus disediakan

D = Degree yaitu tingkatan tingkah laku yang dilakukan dan

S = single behaviour yaitu satu tingkah laku spesifik.

Berdasarkan uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa indikator pencapaian kompetensi ipk dan tujuan pembelajaran memang berbeda.

Mengurutkan Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran

Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran perlu diurutkan penulisannya di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP. Mungkin Anda bertanya-tanya … mengapa indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran perlu diurutkan penulisannya di dalam RPP. Pada saat membuat persiapan proses pembelajaran indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran harus kita susun dengan cermat. Ada beberapa alasan mengapa hal tersebut harus kita lakukan.

Indikator Pencapaian Kompetensi seperti disinggung di atas, adalah sub kompetensi dasar atau bagian yang lebih kecil dari kompetensi dasar. Jadi, indikator pencapaian kompetensi itu, adalah kompetensi-kompetensi pokok yang menandai seorang siswa menguasai kompetensi yang lebih luas cakupannya. Secara alamiah, kita, lebih mudah belajar secara berjenjang dari yang mudah menuju yang sulit, dari yang kasat mata menuju yang bersifat abstrak, dari yang sederhana menuju yang lebih kompleks. Bukankah umumnya kita seperti itu? Jadi penting bagi kita menyusun dan mengurutkan indikator pencapaian kompetensi berdasarkan gradasi kesulitannya.

Mengurutkan Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran juga dilakukan berdasarkan pada struktur atau susunan yang logis secara keilmuannya. Hal ini cukup jelas kiranya. Suatu kompetensi dapat dikuasai siswa karena berlatih sedikit demi sedikit menerapkan ilmu-ilmu dasar yang sudah dikuasai sebelumnya. Ada bahan ajar yang perlu dikuasai lebih dulu sebelum ia mempelajari kompetensi terapan ilmu dasar tersebut. Karena itu, penyusunan urutan indikator pencapaian kompetensi perlu memperhatikan struktur keilmuan yang bersangkutan.

Contoh Indikator Pencapaian Kompetensi Matematika

 

3.3 Mendeskripsikan dan menyatakan relasi dan fugsi dengan menggunakan berbagai representasi (kata-kata, tabel, grafik, diagram, dan persamaan).

4.3 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan relasi dan fungsi dengan menggunakan berbagai representasi

Analisis KD

Mata Pelajaran: Matematika

Berdasarkan hasil analisis pada tabel di atas … Direkomendasikan KD 3.3 dinaikkan ke tingkat C4 (menganalisis)

Jadi kata kerja operasional (KKO) yang dipakai untuk membuat IPK diambil dari KKO tingkat (C4) menganalisis khususnya ketika kita nanti membuat instrumen untuk mengukur kompetensi siswa lulus / belum lulus pada KD 3.3 tersebut. Untuk penilaian proses (dalam proses pembelajaran) BOLEH menggunakan IPK dengan KKO setingkat C2 , C3 atau C4

3.3 Mendeskripsikan dan menyatakan relasi dan fugsi dengan menggunakan berbagai representasi (kata-kata, tabel, grafik, diagram, dan persamaan).

3.3.1 Mendefinisikan pengertian relasi (C2 –> boleh)
3.3.2 Menyatakan suatu relasi yang terkait dalam kehidupan sehari-hari (C2 -> boleh)
3.3.3 Membuat bentuk penyajian relasi dengan menggunakan berbagai representasi (lebih cocok untuk IPK KD keterampilan)
3.3.4 Mendefinisikan pengertian fungsi (C2 -> boleh)
3.3.5 Membedakan antara fungsi dan bukan fungsi (C2 -> boleh)
3.3.6 Membuat bentuk penyajian fungsi dengan menggunakan himpunan pasangan berurutan, diagram panah, dan persamaan fungsi (lebih cocok untuk IPK KD keterampilan)
3.3.7 Membuat bentuk penyajian fungsi dengan menggunakan tabel dan grafik fungsi. (lebih cocok IPK KD keterampilan)

Saya menyarankan agar dibuatkan IPK pada level C3 (menerapkan) sebagai jembatan proses mencapai C4 (menganalisis)

4.3 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan relasi dan fungsi dengan menggunakan berbagai representasi

4.3.1 Menentukan penyelesaikan masalah yang berkaitan dengan relasi dengan menggunakan berbagai representasi (lebih cocok untuk IPK KD pengetahuan C3)

4.3.2 Menentukan penyelesaikan masalah yang berkaitan dengan fungsi dengan menggunakan himpunan pasangan berurutan, diagram panah dan persamaan fungsi (lebih cocok untuk IPK KD pengetahuan C3)

4.3.3 Menentukan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan fungsi dengan menggunakan tabel dan grafik fungsi (lebih cocok untuk IPK KD pengetahuan C3)

Saran saya :

4.3.1 Membuat penyelesaikan masalah relasi dengan representasi berbentuk tabel

4.3.2 Membuat penyelesaikan masalah fungsi dengan representasi menggunakan himpunan pasangan berurutan

Dan seterusnya …. bagaimana menurut bp/ibu Yusni …

Contoh Indikator Pencapaian Kompetensi Fisika

Jawaban pertanyaan / comment dari pak Rizki Nailulauthor ….

KD >> menerapkan hukum-hukum yang berhubungan dengan fluida
KD >> memecahkan masalah dalam teknologi dan rekayasa yang berkaitan pada hukum-hukum fluida.

sudah diperbaiki / direvisi menjadi sbb:

3.8 Menerapkan hukum-hukum yang berkaitan dengan fluida statis dan dinamis

4.8 Melakukan percobaan sederhana yang berkaitan dengan hukum-hukum fluida statis dan dinamis

Dalam konteks menerapkan hukum-hukum yang berkaitan dengan fluida statis dan dinamis terdapat hukum-hukum dan beberapa pengertian yang penting (esensial) seperti ….

  1. Fluida Statis dan Tekanan Hidrostatis
  2. Gaya Archimedes
  3. Benda Mengapung, melayang dan tenggelam
  4. Hukum Pascal
  5. Pompa Hidrolik
  6. Hubungan Hukum Pascal dan Tekanan Hidrostatis
  7. Tegangan Permukaan
  8. Viskositas dan Hukum Stokes
  9. Hukum Kontinuitas dan Hukum Bernouli
  10. Penerapan Hukum Bernouli

Menerapkan termasuk dimensi C3 sehingga kata kerja operasional (KKO) yang seharusnya digunakan sebagai IPK (kunci/utama) antara lain :

A. Merujuk KKO Panduan Penilaian SMK 2018

mendemonstrasikan
memperagakan
menuliskan penjelasan
membuatkan penafsiran
mengoperasikan
mempraktikkan
merancang persiapan
menyusun jadwal
membuat sketsa
menyelesaikan masalah
menggunakan

Pilih kata kerja operasional pada daftar di atas YANG SESUAI dengan hukum-hukum dan materi esensial ….

Contoh IPK KD pengetahuan terkait hukum Archimedes :

  1. menuliskan penjelasan fluida statis > C3
  2. menuliskan penjelasan fluida dinamis > C3
  3. membuat sketsa penerapan hukum Archimedes > C3
  4. menghitung gaya apung benda yang dicelup ke dalam air > C3 (menghitung … KKO Puspendik)

Contoh IPK KD keterampilan terkait hukum Archimedes :

  1. mendemonstrasikan percobaan hukum Archimedes (keterampilan kongkrit P2)
  2. memodifikasi percobaan hukum Archimedes (keterampilan kongkrit P2)

Indikator soal evaluasi seyogyanya dibuat setelah Indikator Pencapaian Kompetensi ditentukan dengan lengkap dan akurat. Soal evaluasi untuk mengukur ketercapaian pemahaman dalam proses pembelajaran dapat menggunakan C1, C2 tetapi untuk mengukur penguasaan KD tersebut seyogyanya menggunakan Indikator Pencapaian Kompetensi setara KD (C3)

Demikian menurut hemat saya pak Rizki …. silahkan didiskusikan …

Contoh Indikator Pencapaian Kompetensi Administrasi Perkantoran / Kearsipan

KD 3.3 Menerapkan prosedur penggunaan alat kearsipan
KD 4,3 Menggunakan peralatan kearsipan

KD 3.3 adalah C3 dan prosedur penggunaan alat kearsipan adalah pengetahuan prosedural

Alat kearsipan ada bermacam-macam seperti Filing Cabinet, Guide, Folder , Label, Rak Penyortir , Kartu Index, Laci kartu index dll.

IPK KD 3.3 dibuat menggunakan KKO C3 … tapi untuk membantu … boleh dibuat mulai dari C2 …

Lihat daftar KKO di atas (pada jawaban pak Rizki) … pilih dan gunakan yang bisa diterapkan untuk ranah pengetahuan …. Contoh ….

  1. menuliskan penjelasan bentuk, bahan, fungsi dan manfaat peralatan kearsipan (C3)
  2. menuliskan penjelasan urutan langkah kerja menggunakan filing cabinet (C3) … bisa dituliskan satu per satu tiap jenis peralatan
  3. merancang persiapan penggunaan Filing Cabinet, Guide, Folder , Label, Rak Penyortir , Kartu Index, Laci kartu index

KD 4.3 adalah keterampilan kongkrit … P2

IPK KD 4.3 dibuat menggunakan KKO dari taksonomi Simson / Dave level P2 …

  1. membuat guide arsip
  2. memperagakan penggunaan folder
  3. membuat label arsip
  4. membuat kartu indeks
  5. melaksanakan penempatan kartu indeks pada laci kartu indeks

Kurang lebih seperti itu pak Siagian …

Maaf saya bukan ahlinya Kearsipan … mungkin ada yang tidak pas … silahkan didiskusikan …

 

Demikianlah diskusi pengembangan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK … semoga berguna …

Tujuan Pembelajaran

tujuan pembelajaran

Tujuan Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran merupakan komponen RPP. Tujuan Pembelajaran RPP K2013 meliputi tujuan pembelajaran KD pengetahuan dan tujuan pembelajaran KD keterampilan. Pada RPP mata pelajaran PA BP dan PKn tujuan pembelajaran KD sikap spiritual dan tujuan pembelajaran KD sikap sosial juga perlu dinyatakan secara eksplisit.

tujuan pembelajaran
tujuan pembelajaran

Tujuan Pembelajaran pada sebuah RPP menjadi ‘kompas’ kompetensi apa saja yang ingin dicapai dalam pembelajaran tersebut. Tujuan pembelajaran membimbing kita mengembangkan kegiatan dan aktifitas yang perlu dilaksanakan untuk mencapai tujuan tersebut. Oleh karena itu, perumusan tujuan pembelajaran harus dilakukan dengan cermat dan tidak asal asalan.

Pengertian Tujuan Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran bagian penting RPP. Tujuan pembelajaran menyatakan tujuan dilakukannya pembelajaran. Tujuan Pembelajaran adalah pernyataan tentang tingkah laku apa yang harus dimiliki siswa setelah proses pembelajaran. Tujuan pembelajaran umumnya merujuk kepada kompetensi sasaran yang akan dipelajari. Mendefinisikan tujuan pembelajaran adalah sesuatu yang rumit karena faktanya pendidik menggunakan berbagai istilah yang berbeda. Pada masa yang lalu, tujuan dari suatu pembelajaran dikenal dengan Tujuan Instruksional Umum (TIU) dan Tujuan Instruksional Khusus (TIK). Dewasa ini dalam kamus pendidikan di Indonesia istilah yang digunakan tujuan pembelajaran.

tujuan pembelajaran
tujuan pembelajaran

Tujuan pembelajaran perlu dinyatakan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran RPP agar memberi panduan kepada guru dan siswa dalam proses belajar. Mengetahui tujuan pembelajaran memberi kontrol kepada guru dan siswa sehingga proses belajar mengarah pada kompetensi yang ingin dicapai. Oleh karena itu, pernyataan tujuan pembelajaran perlu dikembangkan dengan cermat.

Tujuan pembelajaran pada dasarnya adalah perwujudan dari tujuan pendidikan nasional. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan tujuan pendidikan yaitu:

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban  bangsa  yang  bermartabat  dalam  rangka  mencerdaskan  kehidupan  bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa  kepada  Tuhan  Yang  Maha  Esa,  berakhlak  mulia,  sehat,  berilmu,  cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

tujuan pembelajaran
Keterkaitan kompetensi SKL, Kompetensi Inti (KI), Mata Pelajaran dan Kompetensi Dasar (KD)

 

Tujuan pembelajaran dalam skala makro dewasa ini kita kenal dengan Standar Kompetensi Lulusan yang dirumuskan dalam Permendikbud No. 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah. Standar Kompetensi Lulusan ini selanjutnya dikelompokkan menjadi 4 (empat) kompetensi inti di setiap jenjang pendidikan. Kompetensi Inti selanjutnya diimplementasikan ke dalam setiap mata pelajaran pada setiap jenjang dan menjadi dasar pengembangan materi pembelajaran pada mata pelajaran. Sebagai perwujudan akhir maka di setiap mata pelajaran kita kenal kompetensi dasar yang dapat terdiri atas KD Sikap Spiritual, KD Sikap Sosial, KD Pengetahuan dan KD Keterampilan.

Kompetensi-kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa di turunkan dari setiap kompetensi dasar di dalam masing-masing mata pelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tujuan pembelajaran adalah unit kompetensi terkecil yang harus dikuasai siswa dalam rangka mencapai Standar Kompetensi Lulusan.

Fungsi Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran seharusnya tercantum dalam setiap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP yang wajib dibuat oleh setiap guru di setiap mata pelajaran dan jenjang pendidikan. Rumusan Tujuan pembelajaran ini berfungsi sebagai pemandu arah / pengarah jalannya pembelajaran dalam rangka menguasai suatu kompetensi. Tujuan pembelajaran pada ranah sikap mengarahkan proses belajar menguasai kompetensi dasar sikap, tujuan pembelajaran pada ranah pengetahuan mengarahkan proses belajar menguasai kompetensi dasar pengetahuan dan tujuan pembelajaran pada ranah keterampilan mengarahkan proses belajar menguasai kompetensi dasar keterampilan. Inilah fungsi penting tujuan pembelajaran.

Tujuan pembelajaran menentukan materi pembelajaran. Inilah sebabnya tujuan pembelajaran miliki fungsi yang sangat strategis dalam pembelajaran. Kita bisa mengatakan tujuan pembelajaran memiliki keterkaitan dengan materi pembelajaran, evaluasi proses pembelajaran, strategi pembelajaran.

Tingkatan Tujuan Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran atau hasil belajar yang ingin dicapai dirumuskan dalam tiga kelompok ranah taksonomi meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Klasifikasi perilaku hasil belajar atau tujuan pembelajaran yang digunakan pada Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut:

Tujuan Pembelajaran Ranah Sikap

Tujuan Pembelajaran atau hasil belajar ranah sikap dalam Kurikulum 2013 menggunakan olahan Krathwohl, dimana pembentukan sikap peserta didik ditata secara hirarkhis mulai dari menerima (accepting), merespon/menanggapi(responding), menghargai (valuing), menghayati (organizing/internalizing), dan mengamalkan (characterizing/actualizing). Berdasar taxonomi olahan Krathwohl, tujuan pembelajaran dapat dibuat bertingkat-tingkat yaitu :

  • Tingkatan menerima (accepting),
  • Tingkatan merespon/menanggapi(responding),
  • Tingkatan menghargai (valuing),
  • Tingkatan menghayati (organizing/internalizing), dan
  • Tingkatan mengamalkan (characterizing/actualizing)
Tujuan Pembelajaran Ranah Pengetahuan

Tujuan Pembelajaran atau hasil belajar ranah pengetahuan pada Kurikulum 2013 menggunakan taksonomi Bloom olahan Anderson, dimana perkembangan kemampuan mental intelektual peserta didik dimulai dari C1 yakni:(1) mengingat (remember), peserta didik mengingat kembali pengetahuan dari memorinya; (2) C2 yakni memahami (understand), merupakan kemampuan mengonstruksi makna dari pesan pembelajaran baik secara lisan, tulisan maupun grafik; (3) C3 yakni menerapkan (apply); merupakan penggunaan prosedur dalam situasi yang diberikan atau situasi baru;(4) C4 yakni menganalisis (analyse); merupakan penguraian materi ke dalam bagian-bagian dan bagaimana bagian-bagian tersebut saling berhubungan satu sama lainnya dalam keseluruhan struktur;(5) C5 yakni mengevaluasi (evaluate); merupakan kemampuan membuat keputusan berdasarkan kriteria dan standar;dan (6) C6 yakni mengkreasi (create); merupakan kemampuan menempatkan elemen-elemen secara bersamaan ke dalam bentuk modifikasi atau mengorganisasikan elemen-elemen ke dalam pola baru (struktur baru).

tujuan pembelajaran
tujuan pembelajaran

Berdasar taxonomi Bloom olahan Krathwohl, tujuan pembelajaran ranah pengetahuan dapat dibuat bertingkat-tingkat yaitu :

  • Tingkatan (1) C1 yakni mengingat (remember),
  • Tingkatan (2) C2 yakni memahami (understand),
  • Tingkatan (3) C3 yakni menerapkan (apply);
  • Tingkatan (4) C4 yakni menganalisis (analyse);
  • Tingkatan (5) C5 yakni mengevaluasi (evaluate);
  • Tingkatan (6) C6 yakni mengkreasi (create);
Tujuan Pembelajaran Ranah Keterampilan

Tujuan Pembelajaran atau hasil belajar ranah keterampilan pada Kurikulum 2013 yang mengarah pada pembentukan keterampilan abstrak menggunakan gradasi dari Dyers yang ditata sebagai berikut: (1) mengamati (observing);(2) menanya (questioning);(3) mencoba (experimenting);(4) menalar (associating); (5) menyaji (communicating); dan (6) mencipta (creating). Berdasar taxonomi olahan Dyers, tujuan pembelajaran ranah keterampilan dapat dibuat bertingkat-tingkat yaitu :

Tujuan Pembelajaran atau hasil belajar ranah keterampilan yang mengarah pada pembentukan keterampilan kongkret. Taksonomi menggunakan gradasi olahan Simpson dengan tingkatan: persepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerakan, mahir, menjadi gerakan alami, dan menjadi gerakan orisinal. Berdasar taxonomi olahan Simpson, tujuan pembelajaran ranah keterampilan kongkrit dapat dibuat bertingkat-tingkat yaitu :

  • Tingkatan (1) persepsi, kesiapan, meniru,
  • Tingkatan (2) membiasakan gerakan,
  • Tingkatan (3) mahir,
  • Tingkatan (4) menjadi gerakan alami,
  • Tingkatan (5) menjadi gerakan orisinal
Perumusan Tujuan Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran pada Kurikulum 2013 pada dasarnya sama dengan rumusan tujuan pada umumnya. Mengingat terdapat perubahan yang signifikan pada prinsip pembelajaran maka rumusan tujuan perlu mengimplementasikan prinsip-prinsip pembelajaran kurikulum 2013.

Setelah membuat Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dari setiap KD dilanjutkan dengan membuat rumusan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran merupakan jabaran lebih rinci dari indikator (IPK). Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasarkan KD dari KI pengetahuan dan KD dari KI keterampilan dengan mengaitkan dimensi sikap yang akan dikembangkan. Perumusannya menggunakan Kata Kerja Operasional  (KKO) yang dapat diamati dan atau diukur, mencakup ranah sikap, ranah pengetahuan, dan ranah keterampilan.

Rumusan tujuan pembelajaran mengandung komponen Audience, Behaviour, Condition dan Degree (ABCD), yaitu:

  1. Audience adalah peserta didik;
  2. Behaviour merupakan perubahan perilaku peserta didik yang diharapkan dicapai setelah mengikuti pembelajaran;
  3. Condition adalah prasyarat dan kondisi yang harus disediakan agar tujuan pembelajaran tercapai, dan
  4. Degree adalah ukuran tingkat atau level kemampuan yang harus dicapai peserta didik mencakup aspek afektif dan attitude.
Contoh tujuan pembelajaran pada KD dari KI 3 Pengetahuan :

Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan fungsi masing-masing komponen penguat depan universal audio dengan percaya diri

Penjelasan contoh tujuan pembelajaran pada KD dari KI 3 Pengetahuan:

  • komponen audience (A) adalah peserta didik
  • kompoen behavior (B) adalah dapat menjelaskan fungsi masing-masing komponen penguat depan universal audio
  • komponen condition (C) adalah Melalui berdiskusi dan menggali informasi
  • komponen degree (D) adalah dengan percaya diri
Contoh tujuan pembelajaran pada KD dari KI 4 Keterampilan :

Disediakan cairan pelarut pcb (ferriclorida) dan peralatan tangan peserta didik dapat membuat papan rangkaian tercetak (PRT) penguat depan universal dengan teliti

Penjelasan contoh tujuan pembelajaran pada KD dari KI 4 Keterampilan :

  • komponen audience (A) adalah peserta didik
  • kompoen behavior (B) adalah dapat membuat papan rangkaian tercetak (PRT) penguat depan universal
  • komponen condition (C) adalah disediakan cairan pelarut pcb (ferriclorida) dan peralatan tangan
  • komponen degree (D) adalah dengan teliti

Berikut adalah contoh analisis yang menghasilkan tujuan pembelajaran,

tujuan pembelajaran
tujuan pembelajaran

Tujuan Pembelajaran dan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK

Tujuan Pembelajaran erat sekali kaitannya dengan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK. Pada uraian di atas telah disebutkan bahwa Tujuan Pembelajaran adalah pernyataan tentang tingkah laku yang harus dimiliki siswa setelah mengikuti proses pembelajaran.

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK adalah perilaku-perilaku siswa yang bisa diukur/diamati yang menjadi penanda bahwa kompetensi yang dipelajari sudah dikuasai siswa. Prilaku siswa dalam konteks ini umumnya adalah sub kompetensi kunci dari kompetensi dasar. Sub kompetensi kunci sebagai indikator ini dapat terdiri atas beberapa prilaku siswa baik ranah pengetahuan, keterampilan maupun sikap. Jadi kata kerja operasional yang digunakan pada perumusan indikator pencapaian kompetensi mewakili suatu kinerja siswa dalam kompetensi dasar tersebut.

Ilustrasi di atas menunjukkan contoh kedudukan kompetensi dasar – indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran. Ilustrasi tersebut menjelaskan kedudukan kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran pada mata pelajaran  Perekayasaan Audio. Untuk lebih jelasnya dapat saya beri narasi sebagai berikut:

  • Kompetensi dasar “Menganalisis rangkaian penguat depan audioterdiri atas beberapa sub kompetensi kunci. Seorang siswa dapat dikatakan menguasai kompetensi “menganalisis rangkaian penguat depan audio” jika siswa menguasai kompetensi-kompetensi kunci dan salah satu kompetensi kuncinya adalah bisa “menjelaskan”
  • Kompetensi kunci “menjelaskan rangkaian penguat depan audio” terdiri atas pengetahuan terhadap fakta-fakta, konsep-konsep maupun proses. Inilah yang kemudian dapat menjadi prilaku-prilaku dalam tujuan pembelajaran.

Dengan ilustrasi dan penjelasan di atas cukup jelas kiranya kaitan antara tujuan pembelajaran dengan indikator pencapaian kompetensi IPK. Diskusi terkait indikator pencapaian kompetensi IPK dapat diikuti pada tautan indikator pencapaian kompetensi IPK

Contoh-contoh Rumusan Tujuan Pembelajaran

Berdasarkan contoh IPK dari mata pelajaran Perekayasaan Audio tersebut di atas, maka rumusan tujuan pembelajarannya yaitu:

  1. Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan fungsi masing-masing komponen penguat depan universal audio dengan percaya diri
  2. Melalui berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan komponen pembentuk rangkaian umpan balik penguat depan universal dengan percaya diri
  3. Melalui berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan bagian rangkaian dc pada penguat depan universal audio dengan percaya diri
  4. Melalui berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan cara kerja penetapan bias (tegangan muka) penguat depan universal dengan percaya diri
  5. Melalui berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan arah arus yang mengalir pada rangkaian penguat depan universal audio dengan percaya diri
  6. Melalui berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menghitung besaran tegangan searah pada rangkaian penguat depan universal audio dengan percaya diri
  7. Melalui berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menghitung besaran tegangan AC pada rangkaian penguat depan universal audio dengan percaya diri
  8. Melalui berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menghitung faktor penguatan (gain) pada rangkaian penguat depan universal audio dengan percaya diri
  9. Melalui berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan hubungan penguatan dengan lebar tanggapan frekwensi penguat depan universal audio dengan percaya diri
  10. Melalui berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menghitung batas atas dan batas bawah tanggapan frekwensi penguat depan universal audio dengan percaya diri

Kata Kerja Operasional (KKO) Perumusan Tujuan Pembelajaran dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Tujuan pembelajaran maupun Indikator Pencapaian Kompetensi dirumuskan menggunakan kata kerja operasional (kko) yang setara dengan kompetensi dasar (KD). Kita tidak bisa secara serampangan saja memilih kata kerja operasional untuk perumusan tujuan pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensi. Hendaknya, dipilih kata kerja operasional yang tepat.

Berikut ini adalah Kata Kerja Operasional dari Taxonomi Bloom olahan Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001)

Sumber: http://www.apu.edu/live_data/files/333/blooms_taxonomy_action_verbs.pdf

Demikianlah diskusi sekitar tujuan pembelajaran kurikulum 2013 yang berpusat pada siswa. Pembelajaran Kurikulum 2013 merujuk pada pendekatan saintifik yang mempunyai tahapan mengamati menanya mengumpulkan informasi mengasosiasi dan mengomunikasikan.

Mengasosiasi

mengasosiasi

Mengasosiasi

Mengasosiasi bagian dari belajar.  Mengasosiasi tahapan penting, apapun kurikulumnya. Mengasosiasi adalah kegiatan aktif siswa membentuk tautan dalam ingatan, hubungan atau pertalian antar gagasan, ingatan atau panca indera.

Pengertian mengasosiasi

Kata mengasosiasi dalam beberapa kamus Bahasa Indonesia Online memang tidak ditemukan. Ditinjau dari asal katanya, mengasosiasi berasal dari kata “asosiasi” yang mendapat awalan “me”. Asosiasi menurut http://kbbi.web.id/asosiasi memiliki makna asosiasi / aso·si·a·si/ n 1 persatuan antara rekan usaha; persekutuan dagang; 2 perkumpulan orang yang mempunyai kepentingan bersama; 3 tautan dalam ingatan pada orang atau barang lain; pembentukan hubungan atau pertalian antara gagasan, ingatan, atau kegiatan pancaindra;

Mengasosiasi mengolah informasi adalah tahap ke empat dari serangkaian tahapan pembelajaran berpusat pada siswa dengan pendekatan saintifik.  Langkah-langkahnya terdiri dari mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengomunikasikan.   Mengasosiasi | mengolah informasi melatih siswa mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras.  Mengasosiasi juga melatih kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan.

mengasosiasi
mengasosiasi

Faktor Penting Memfasilitasi Siswa Mengasosiasi

Mengasosiasi adalah kegiatan aktif siswa membentuk tautan dalam ingatan, hubungan atau pertalian antar gagasan, ingatan atau panca indera. Merujuk pada pengertian tersebut, maka efektifitas kegiatan mengasosiasi sebagai bagian proses belajar berpotensi dipengaruhi oleh faktor internal siswa dan faktor-faktor eksternal.

1. Faktor internal ialah hal-hal dalam diri siswa yang mempengaruhi aktifitasnya dalam mengasosiasi. Faktor internal yang berpotensi mempengaruhi efektifitas kegiatan mengasosiasi antara lain:

  • kesehatan
  • asupan makanan
  • perhatian
  • minat
  • bakat
  • kecerdasan ( gaya belajar )
  • konstelasi psikis (emosi)

2. Faktor eksternal ialah faktor-faktor yang berasal dari luar diri siswa yang dapat mempengaruhi bagaimana siswa mengasosiasi antara lain:

  • interaksi dengan teman
  • media untuk mengasosiasi
  • interaksi dengan guru
  • cara/metode mengasosiasi
  • lingkungan kelas/sekolah
  • waktu untuk mengasosiasi

Faktor-faktor internal dan eksternal di atas berpotensi besar menimbulkan hambatan bagi siswa dalam proses mengasosiasi.

Hambatan Mengasosiasi Internal

Mengasosiasi adalah proses menanamkan pemahaman baru ke dalam jaringan otak, karena itu proses ini sangatlah penting. Mengetahui hambatan siswa dalam mengasosiasi sangat bermanfaat bagi guru agar tujuan pembelajaran yang dirancang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran tercapai.

Mengasosiasi adalah aktifitas biologis terkait dengan brain (otak). Seperti halnya belajar, kesehatan badan atau fisik siswa tentu berpengaruh. Kesehatan badan yang kurang di kala sakit atau dalam keadaan tidak nyaman mengganggu aktifitas jaringan otak untuk mencerna fakta, konsep, proses dan bahkan metakognisi.

Kurangnya perhatian siswa terhadap pelajaran atau proses menimbulkan hambatan bagi siswa itu sendiri untuk menerima fakta dan konsep hingga gagal membuat tautan dalam otaknya. Kurang perhatian jelas mengurangi fokus siswa terhadap topik yang sedang dibahas. Meningkatkan fokus selama proses mengasosiasi dapat mengurangi hambatan baginya untuk membuat tautan dalam otaknya untuk menerima dan memahami ilmu yang baru.

Mengasosiasi sebagai bagian kecil dari proses belajar tentu terkait dengan minat dan bakat siswa yang bersangkutan. Hal yang sangat logis ketika topik yang dipelajari sesuai dengan minat dan bakat siswa maka yang bersangkutan penuh semangat melaksanakan langkah-langkah mengasosiasi yang diperlukan. Sebaliknya ketika topiknya tidak bersesuaian dengan minat dan bakatnya semangatnya berkurang.

Gaya belajar setiap orang bisa berbeda satu dengan yang lain. Merujuk pada C.I.T.E. Learning Style Inventory diformulasikan (Babich, Burdine, Albright, and Randol, 1976) di Murdoch Teachers Center in Wichita, Kansas terdapat beberapa gaya belajar siswa. Mengasosiasi, sebagai bagian belajar sangat masuk di akal jika dipengaruhi dan bahkan terhambat jika proses yang diminta guru tidak sesuai dengan gaya belajar yang disukainya. Beberapa gaya belajar yang diketahui antara lain:

  • Auditori Bahasa (Auditory Language)
  • Visual Bahasa (Visual Language)
  • Auditori numerik (Auditory Numerical)
  • Visual numerik (Visual Numerical)
  • Kombinasi Auditory-Visual-Kinestetik
  • Belajar individu
  • Belajar kelompok
  • Oral Ekspresif
  • Ditulis Ekspresif

Ketidak sesuaian metode yang digunakan guru dengan gaya belajar yang disukai siswa menimbulkan hambatan tersendiri bagi diri siswa.

Hambatan Mengasosiasi Eksternal

Mengasosiasi atau kegiatan aktif siswa membuat tautan dalam memorinya tentu dipengaruhi oleh berbagai hambatan yang datang dari luar diri siswa yang bersangkutan. Hal-hal di luar diri siswa seringkali tak dapat dikendalikan siswa yang bersangkutan. Karena berada di luar kendali dirinya maka ketidak sesuaian kondisi-kondisi eksternal ini dapat menghambat kegiatan siswa mengasosiasi. Hambatan-hambatan eksternal ini antara lain:

Hambatan terkait interaksi dengan teman. Kegiatan mengasosiasi dapat dilakukan baik sendiri maupun secara berkelompok. Ketika tahap mengasosiasi ini harus dilakukan dalam bentuk kelompok atau bersama siswa yang lain maka diperlukan interaksi antar siswa. Kadang interaksi antar siswa dapat berlangsung dengan lancar namun tidak sedikit pula yang mengalami kendala-kendala.

Mengasosiasi seringkali memerlukan media. Media adalah perantara yang dapat digunakan untuk menghubungkan kapasitas nalar kita dengan fakta-fakta, konsep-konsep, proses-proses dan bahkan untuk metakognisi. Dengan media kita sering terbantu untuk membuat hal-hal yang belum kita ketahui sebelumnya menjadi lebih nyata dan dapat diterima nalar kita. Dewasa ini begitu banya jenis media yang dapat digunakan. Hal ini menuntut literasi kita terhadap berbagai media dimaksud. Literasi media literasi teknologi literasi visual menjadi kunci pembuka mengurangi hambatan-hambatan mengasosiasi.

Mengasosiasi dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik memang dilakukan sendiri oleh siswa. Namun demikian tidak berarti tahap mengasosiasi tidak memerlukan interaksi guru dan siswa. Selama proses mengasosiasi tetap diperlukan interaksi guru dan siswa. Dengan interaksi ini guru tetap dapat memberi bimbingan bagaimana caranya siswa harus mengasosiasi. Sebaliknya dengan mudah siswa dapat bertanya dan mendapat bimbingan bagaimana mengasosiasi dapat dilakukan.

Cara mengasosiasi / Metode mengasosiasi yang dipilih guru dan direncanakan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP juga penting untuk diperhatikan. Cara / Metode mengasosiasi yang dipilih perlu memperhatikan karakteristik siswa. Lebih spesifik dapat dikatakan cara / metode mengasosiasi yang sesuai dengan gaya belajar siswa akan mengurangi hambatan yang dialami siswa. Cara / Metode mengasosiasi yang bersesuaian dengan gaya belajar siswa akan mempermudah siswa memahami dan membuat tautan dalam ingatannya.

Kondisi lingkungan kelas ketika proses mengasosiasi berlangsung dapat bersifat menghambat suksesnya siswa mengasosiasi topik yang dipelajari. Kondisi lingkungan perlu dijaga sedemikian rupa sehingga tahapan mengasosiasi yang dilakukan siswa berjalan dengan lancar dan kondusif. Guru wajib menciptakan situasi lingkungan yang kondusif selama proses belajar. Tak terkecuali dalam pembelajaran kurikulum 2013. Untuk memastikan kondisi lingkungan yang kondusif, guru harus merencanakan dan melakukan pengelolaan kelas yang efektif.

Mengasosiasi merujuk pada Gaya belajar siswa

Merujuk pada C.I.T.E.  Learning Style Inventory diformulasikan (Babich, Burdine, Albright, and Randol, 1976) di Murdoch Teachers Center in Wichita, Kansas.  Dinyatakan bahwa terdapat sejumlah gaya belajar siswa yaitu :

Auditori Bahasa (Auditory Language)

Siswa dengan gaya belajar Auditori Bahasa (Auditory Language) lebih senang belajar dari mendengar kata-kata yang diucapkan. Mereka akan lebih mampu memahami dan mengingat kata-kata atau fakta yang dipelajari dengan mendengar. Potensi mereka mengasosiasi dengan gaya belajar ini sangat terbuka.

Visual Bahasa (Visual Language)

Siswa kelompok ini belajar dengan baik dari melihat kata-kata dalam buku, di papan, grafik atau buku kerja (berupa tulisan). Mereka bahkan mungkin menuliskan kata-kata yang diberikan secara lisan, untuk belajar dengan melihat mereka di atas kertas. Siswa-siswa ini mengingat dan menggunakan informasi yang lebih baik jika mereka telah membacanya. Potensi mereka mengasosiasi dengan gaya belajar ini sangat terbuka.

Auditori numerik (Auditory Numerical)

Siswa-siswa ini belajar dari mendengar nomor dan penjelasan lisan. Mengingat telepon dan ganti nomor mudah, dan mereka mungkin bisa berhasil dengan permainan nomor lisan dan teka-teki. Mereka mungkin melakukannya juga tanpa buku matematika mereka, untuk bahan tertulis tidak penting. Mereka mungkin dapat menyelesaikan masalah dalam kepala mereka, dan mungkin mengatakan nomor dengan keras ketika membaca.

Visual numerik (Visual Numerical)

Siswa-siswa ini harus melihat angka di papan, dalam sebuah buku, atau di atas kertas untuk bekerja dengan angka-angka. Mereka lebih cenderung untuk mengingat dan memahami fakta-fakta matematika ketika mereka disajikan secara visual. Mereka tampaknya tidak membutuhkan banyak penjelasan lisan.

Kombinasi Auditory-Visual-Kinestetik

Para siswa A-V-K belajar yang terbaik melalui pengalaman, melakukan, dan keterlibatan diri. Mereka mendapatkan keuntungan dari kombinasi rangsangan. Manipulasi bahan, yang disertai dengan penglihatan dan suara (kata dan angka melihat dan mendengar) akan membantu mereka belajar. Mereka mungkin tidak tampak untuk memahami atau dapat berkonsentrasi atau bekerja kecuali benar-benar terlibat. Mereka berusaha untuk menangani, menyentuh dan bekerja dengan apa yang mereka pelajari.

Pelajar individu

Siswa-siswa ini lebih banyak menyelesaikan pekerjaan dengan dilakukan sendiri. Mereka berpikir yang terbaik dan lebih ingat ketika telah belajar sendiri. Mereka lebih peduli pendapat mereka sendiri dari pada ide-ide orang lain. Guru tidak memiliki banyak kesulitan menjaga mereka bersosialisasi selama pembelajaran.

Pelajar kelompok

Siswa-siswa ini lebih memilih untuk belajar dengan setidaknya satu teman lainnya, dan tidak banyak dengan dilakukan sendiri. Mereka menghargai pendapat dan preferensi orang lain. interaksi kelompok meningkatkan pembelajaran mereka dan kemudian pengakuan fakta.  Observasi kelas akan cepat mengungkap betapa pentingnya sosialisasi untuk mereka.

Oral Ekspresif

Siswa-siswa ini lebih memilih untuk memberitahu apa yang mereka ketahui. Mereka berbicara dengan lancar, nyaman, dan jelas. Guru mungkin menemukan bahwa mereka lebih tahu dari tes tertulis menunjukkan. Mereka mungkin kurang malu daripada yang lain tentang memberikan laporan atau berbicara dengan guru atau teman sekelas. Koordinasi otot yang terlibat dalam penulisan mungkin sulit bagi mereka. Pengorganisasian dan menempatkan pikiran di atas kertas mungkin terlalu lambat dan membosankan tugas untuk mereka.

Ditulis Ekspresif

peserta didik dapat menulis esai lancar dan jawaban yang baik pada tes untuk menunjukkan apa yang mereka ketahui. Mereka merasa kurang nyaman, bahkan mungkin bodoh, ketika jawaban atau laporan lisan yang diperlukan.  Pemikiran mereka lebih terorganisir di atas kertas daripada ketika mereka diberikan secara oral.

Berbagai gaya belajar yang diuraikan di atas menyadarkan kita betapa banyak hal yang memperngahruhi sukses tidaknya tahapan mengasosiasi. Dengan memilih dan menerapkan teknik mengasosiasi yang tepat mudah-mudahan mengasosiasi menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi siswa.

Bentuk kegiatan mengasosiasi
  1. mengolah informasi yang sudah dikumpulkan,
  2. menganalisis data dalam bentuk membuat kategori,
  3. mengasosiasi atau menghubungkan fenomena/informasi yang terkait dalam rangka menemukan
  4. mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi.
  5. Pengolahan informasi untuk menambah keluasan dan kedalaman sampai yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang berbeda sampai yang bertentangan
  6. Informasi tersebut menjadi dasar bagi kegiatan memproses informasi untuk menemukan keterkaitan satu informasi dengan informasi lainnya.
  7. menemukan pola dari keterkaitan informasi dan bahkan mengambil berbagai kesimpulan dari pola yang ditemukan.
Contoh langkah membimbing siswa mengasosiasi

Seperti halnya pada tahapan menanya boleh jadi siswa mengalami kesulitan atau kebingungan melakukan langkah mengasosiasi.

Bagaimana dia harus membentuk tautan dalam ingatan tentang hubungan atau pertalian antar gagasan, ingatan atau panca indera? Bagaimana langkahnya? Bahkan pertanyaan bagaimana cara melakukannyapun kadang tak terkatakan. Pada kondisi seperti ini kehadiran guru sebagai fasilitator dan pembimbing sangat diperlukan. Guru sebaiknya mengatur skenario proses bagaimana siswa melakukan langkah mengasosiasi.

Contoh sintak pembelajaran mengasosiasi

Contoh sintak pembelajaran dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP untuk membimbing dan memfasilitasi siswa mengasosiasi sebagai berikut:

  1. Guru meminta siswa dalam kelompok menetapkan cara yang disukai masing-masing untuk berpartisipasi menyampaikan kesimpulan.
  2. Siswa mengusulkan masing-masing cara yang disukai
  3. Guru memberi contoh daftar/tabel format pengelompokan dan pengkategorisasian, hasil menanya dan hasil diskusi kelompok
  4. Siswa dalam kelompok menyiapkan daftar / tabel pengelompokan dan pengkategorisasian untuk mempermudah siswa mengasosiasi
  5. Guru meminta kelompok berdiskusi mengisi daftar/tabel sebagai laporan proses pengelompokan dan pengkategorisasian.
  6. Siswa dalam kelompok berdiskusi mengisi daftar / tabel sebagai laporan proses pengelompokan dan pengkategorisasian.
  7. Guru memberi contoh dan bukan contoh dan meminta siswa mencoba sendiri menghubungkan satu gagasan dengan gagasan lain.
  8. Siswa mencoba sendiri menghubungkan satu gagasan dengan gagasan lain untuk memperoleh kesimpulan yang benar.
  9. Guru meminta semua siswa untuk membuat catatan  sendiri menurut cara yang disukainya.
  10. Siswa dalam kelompok membuat catatan dan hasil mengasosiasi dan atau memiliki catatan sendiri menurut cara yang disukainya.
  11. Dan seterusnya

Demikianlah pembahasan tentang tahapan mengasosiasi, semoga bermanfaat.

Menanya

menanya

Menanya

Menanya itu apa maksudnya? Apakah menanya masih banyak kendala? Siapa seharusnya menanya? Menanya adalah bagian aktifitas 5M. Faktanya, siswa masih sulit menanya. Dunia pendidikan kita khususnya jenjang dasar dan menengah belum terbiasa dengan aktifitas menanya. Apa sebenarnya arti dan maksud aktifitas menanya ini?

menanya
menanya

Pengertian Menanya

Menanya dari asal kata ‘tanya’. Menanya bermakna mengajukan pertanyaan atau bertanya ( http://kbbi.web.id/tanya di akses 17-08-2017 : 23:15). Menanya memiliki arti yang lebih luas. Dalam pandangan pembelajaran berpusat pada siswa, yang di anut Kurikulum 2013, menanya seharusnya merupakan kegiatan yang dilakukan siswa. Oleh karena itu menanya dapat diartikan sebagai kegiatan aktif siswa mempertanyakan fakta, konsep, prosedur sesuai kompetensi inti kompetensi dasar yang dipelajari.

Menanya memang tahapan aktifitas belajar sesuai Kurikulum 2013. Menanya adalah kegiatan aktif siswa untuk menggali apa saja terkait topik belajar. Kegiatan menanya melatih siswa mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat. Menanya adalah salah satu cara mengembangkan keterampilan critical thinking, creative thinking. Ya … menanya adalah elemen dasar keterampilan Abad 21.

Siapa yang harus menanya ?

Menanya dapat dilakukan siswa maupun guru. Pada pembelajaran berpusat pada siswa, siswalah yang seharusnya aktif belajar. Oleh karena itu siswalah yang seharusnya menanya. Namun, fakta di lapangan belum demikian. Sebagian besar guru tentu selalu menyediakan waktu jika ada siswa yang ingin bertanya walaupun ada juga yang kurang menyediakan waktu untuk siswa bertanya. Namun banyak guru mengatakan bahwa sangat sedikit siswa yang bertanya atau menanya ketika diberikan kesempatan. Bagaimana di kelas Anda?

Menanya, bagi sebagian (boleh jadi kebanyakan ) siswa, bukan sesuatu yang mudah dilakukan walaupun guru sudah mengatakannya secara langsung ….

Bagi yang belum jelas, silahkan bertanya …!” … atau …

Sekarang saatnya … ayo siapa yang mau bertanya?”

atau yang lebih tajam lagi …

Kalau tidak ada yang bertanya … Bapak/Ibu yang akan bertanya !

Walaupun sudah dibuka kesempatan untuk menanya, dibantu kata-kata untuk memulai menanya, tetapi tidak berhasil juga membuat siswa bertanya atau mengajukan pertanyaan. Pernahkah Anda mengalami hal itu?

Jadi … bagaimana membuat siswa mampu menanya …?

Ada sejumlah cara membuat / mengkondisikan agar siswa mampu menanya. Dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip pembelajaran Kurikulum 2013 guru mempunyai ruang membimbing dan memfasilitasi siswa agar mampu menanya.

Siswa harus menanya apa ?

Menanya sudah cukup jelas adalah aktifitas siswa. Namun pertanyaan “siswa harus menanya apa?” juga menjadi penting sebab ketika diminta bertanya siswa jarang menanya. Dalam hal ini menjadi tugas guru untuk membantu siswa menanya. Dalam konteks pembelajaran, kita (pendidik / guru) lah yang dipandang menguasai pada mata pelajaran yang bersangkutan. Setidaknya demikianlah menurut Standar Kompetensi Pendidik. Jadi, guru memfasilitasi siswa agar mampu menanya.

Seharusnya siswa menanya tentang konten / materi kompetensi dasar yang sedang dipelajari. Siswa seharusnya menanya fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip ataupun prosedur-prosedur. Sebagai contoh, pada kompetensi dasar 3.2 Memahami sepeda roda 2 (ini hanya KD contoh saja … saya berpikir kita semua memiliki kompetensi yang sama pada KD ini). Beberapa hal yang bisa menjadi bahan siswa menanya antara lain:

  • pengertian sepeda roda 2
  • bagian-bagian utama sepeda roda 2
  • fungsi masing-masing bagian utama sepeda roda 2
  • cara kerja sepeda roda 2
  • cara mengoperasikan sepeda roda 2
  • cara merawat sepeda roda 2
  • cara memperbaiki kerusakan sepeda roda 2
  • dan sebagainya

Dengan contoh sederhana ini, jelas bagi kita seharusnya siswa menanya apa? Sekali lagi … tugas kita sebagai guru membantu dan memfasilitasi mereka bisa menanya . Bagaimana caranya?

Menanya dalam pendekatan Saintifik

Merujuk pada arti menanya secara bahasa dan berbagai prinsip pembelajaran kurikulum 2013 di atas maka kegiatan tersebut seharusnya mempunyai banyak variasi jenis kegiatan bukan hanya berupa siswa bertanya kepada guru atau siswa mengajukan pertanyaan kepada guru.  Secara normatif, bentuk kegiatan yang bisa dilakukan adalah guru membuka kesempatan secara luas kepada peserta didik untuk bertanya mengenai fakta, konsep, prinsip atau prosedur yang sudah  disimak, dibaca atau dilihat. Namun fakta bahwa siswa belum mampu mempertanyakan, karena itu perlu menjadi perhatian serius.

menanya atau mengajukan pertanyaan: baik pertanyaan tentang hasil pengamatan objek yang konkrit sampai kepada yang abstrak berkenaan dengan fakta, konsep, prosedur, atau pun hal lain yang lebih abstrak perlu mendapat bimbingan guru. Siswa harus dilatih agar bisa menanya hal-hal yang bersifat faktual sampai kepada pertanyaan yang bersifat hipotetik. Dari situasi di mana peserta didik dilatih menggunakan pertanyaan dari guru, masih memerlukan bantuan guru untuk mengajukan pertanyaan sampai ke tingkat di mana peserta didik mampu mengajukan pertanyaan secara mandiri. (Permendikbud No. 81a Th. 2013).

menanya
menanya
Menyiapkan Kegiatan Menanya

Menanya adalah tahapan penting dalam pembelajaran Kurikulum 2013. Melalui kegiatan menanya, siswa berlatih tentang kepekaannya terhadap masalah yang dihadapi. Sebagai guru, kita wajib menyiapkan langkah-langkah untuk memfasilitasi kegiatan menanya.

Apa yang harus kita lakukan untuk memfasilitasi tahapan menanya….?

Lihat kembali pada kalimat terakhir “Pengertian Menanya” di atas. Menanya dapat diartikan kegiatan aktif siswa mempertanyakan fakta, konsep, prosedur sesuai topik yang dipelajari.

Nah … jelas bahwa dalam kegiatan menanya, siswa diharapkan mampu menanya terkait fakta, konsep, prosedur terkait kompetensi dasar yang dipelajari. Untuk itu kita sebagai guru seharusnyalah telah lebih dahulu mengidentifikasi fakta, konsep, prosedur tersebut. Lazimnya ini kita lakukan pada kegiatan analisis silabus atau dalam workshop kurikulum 2013 kita lakukan pada Analisis Materi Pembelajaran, tepatnya pada pengembangan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK.

Hasil dari kegiatan analisis tersebut adalah fakta, konsep, prosedur yang sesuai dengan kompetensi dasar yang akan diajarkan. Fakta, konsep, prosedur inilah yang perlu kita sampaikan sebagai bahan memfasilitasi dan memberi bimbingan pada tahapan mengamati.

Contoh kegiatan menanya

Pada kegiatan ini, siswa dibimbing dan difasilitasi untuk bisa mengajukan pertanyaan atau menemukan hal-hal yang perlu dipertanyakan. Siswa perlu diperjelas dan dibimbing agar mempunyai kemampuan mencari dan menemukan penjelasan tambahan fakta, konsep, prinsip atau prosedur tentang dan atau konten yang terkait dengan hal yang sedang dipelajari.

Menanya perlu mengimplementasikan prinsip pembelajaran Kurikulum 2013 dengan mengombinasikan berbagai prinsip pembelajaran Kurikulum 2013.  Langkah-langkah pembelajaran pada tahapan menanya dapat berbentuk seperti di bawah:

  1. Guru meminta siswa membentuk kelompok kerja, jika belum dibentuk pada tahap mengamati (prinsip kooperatif – kolaboratif)
  2. Siswa membentuk kelompok kerja / kelompok diskusi.
  3. Guru memberi contoh daftar pertanyaan terkait hal yang diamati sesuai kompetensi dasar (membimbing & memfasilitasi)
  4. Guru meminta siswa berdiskusi terkait topik yang baru saja di amati (prinsip aneka sumber belajar, siapa saja adalah guru siapa saja adalah siswa)
  5. Siswa dalam kelompok berdiskusi melengkapi daftar pertanyaan yang sesuai dengan topik (prinsip mencari tahu, prinsip kooperatif, kolaboratif)
  6. Siswa dalam kelompok membaca buku teks melengkapi daftar pertanyaan yang sesuai dengan topik (prinsip mencari tahu)
  7. Siswa dalam kelompok mengakses internet melengkapi daftar pertanyaan yang sesuai dengan topik (prinsip pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi)

Kegiatan mempertanyakan konten dapat berbentuk:

(1) membuat pertanyaan yang relefan dengan materi pembelajaran

(2) mengajukan pertanyaan yang sudah dibuat kepada guru, teman dalam kelompok atau sumber belajar lainnya. (3) melakukan tanya jawab

(4) melakukan diskusi tentang informasi yang relefan dengan topik pembelajaran yang belum diketahui

(5) menanyakan informasi tambahan yang ingin diketahui atau

(6) menanyakan informasi yang sudah diketahui sebagai klarifikasi.

Contoh menanya lainnya
  1. Siswa menanyakan penjelasan tambahan terhadap informasi yang didapat dari proses mengamati
  2. Siswa mencari penjelasan tambahan sendiri berdasarkan informasi hasil-hasil kegiatan mengamati
  3. Siswa menanyakan fenomena-fenomena yang tidak diketahuinya dalam langkah mengamati obyek
  4. Siswa mengklarifikasi informasi yang didapatnya dari tahap mengamati.
  5. Siswa melakukan tanya jawab sesuai topik dengan guru.
  6. Siswa melakukan tanya jawab sesuai topik dengan siswa lainnya.
  7. Siswa berdiskusi sesuai topik secara berkelompok.
  8. Siswa mengakses internet mencari penjelasan lebih lengkap sesuai topik
Hasil Kegiatan menanya
  1. Jenis-jenis pertanyaan faktual, konseptual, prosedural, prinsip, proses, hipotesis yang diajukan siswa
  2. Jumlah pertanyaan faktual, konseptual, prosedural, prinsip, proses, hipotesis yang diajukan siswa
  3. Kualitas pertanyaan faktual, konseptual, prosedural, prinsip, proses, hipotesis yang diajukan siswa
  4. Daftar pertanyaan faktual, konseptual, prosedural, prinsip, proses, hipotesis dan jawaban

Demikianlah kegiatan menanya pada pembelajaran kurikulum 2013 yang menggunakan pendekatan saintifik.

Mengamati

mengamati

Mengamati

Mengamati tahap awal kegiatan 5M. Mengamati bisa bermacam-macam caranya. Mengamati merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 atau Kurtilas atau K13.

Pengertian Mengamati

Mengamati berarti memperhatikan dengan teliti. Mengamati bukan hanya dengan penglihatan, mengamati dapat dilakukan dengan berbagai cara. Mendengar juga mengamati, menyimak juga mengamati, melihat juga mengamati, menonton juga mengamati. Mengamati juga bisa dengan meraba, mengecap dsb. Ya .. mengamati bisa berarti memperhatikan dengan teliti.

Mengamati merupakan awal pendekatan saintifik. Mengamati dalam konteks pendekatan saintifik pada pembelajaran Kurikulum 2013 memiliki makna yang luas. Pada pendekatan saintifik ini, mengamati merupakan tahap awal dari serangkaian tahapan pembelajaran berpusat pada siswa yang terdiri dari mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengomunikasikan.

mengamati
mengamati

Mengamati menurut Permendikbud No. 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran, adalah mencermati dengan indra (membaca, mendengar, menyimak, melihat, menonton, dan sebagainya) dengan atau tanpa alat. Berdasarkan pengertian dan diskripsi tersebut pada dokumen, pengertiannya menjadi sangat luas. Hal ini memberikan ruang yang cukup kepada guru untuk mengimplementasikan kegiatan mengamati dalam proses pembelajaran.

Mengamati, dilakukan oleh siswa dengan difasilitasi dan dibimbing oleh guru dalam bentuk melihat, menyimak, mendengar, membaca, membau, meraba menggunakan panca indera dengan atau tanpa bantuan alat. Kegiatan-kegiatan ini dapat dilakukan secara individual maupun dalam kerja kelompok. Menurut hemat kami, tahapan dalam pendekatan-pendekatan saintifik ini lebih baik dilakukan siswa dalam kelompok. Mengapa demikian? Lihat laman prinsip pembelajaran. Bukankah kita bertugas mengimplementasikannya?!

Tujuan Mengamati

Mengamati seharusnya dilakukan siswa. Biarkan siswa (beri kesempatan) menemukan sendiri fakta, konsep, prinsip, proses atau prosedur terkait kompetensi yang sedang dipelajari. Tujuan dari kegiatan mengamati adalah:

  1. melatih kompetensi siswa dalam hal kesungguhan,
  2. melatih kompetensi siswa terkait ketelitian,
  3. melatih kompetensi siswa mencari informasi.

Kegiatan mengamati mengarahkan siswa untuk:

  1. memiliki kompetensi mengidentifikasi pengetahuan-pengetahuan faktual,
  2. memiliki kompetensi mengidentifikasi pengetahuan-pengetahuan konseptual dan,
  3. memiliki kompetensi mengidentifikasi pengetahuan-pengetahuan prosedural yang ada pada suatu kompetensi dasar.

Cara Mengamati

Mengamati suatu fenomena dapat dilakukan tanpa menggunakan alat maupun dapat menggunakan alat tergantung dan bahkan harus menggunakan alat bantu. Penggunaan alat bantu untuk kegiatan mengamati lebih didasarkan pada sifat fenomena yang akan diamati.

Mengamati Tanpa Alat

Mengamati dapat dilakukan dengan alat maupun tanpa alat. Mengamati tanpa alat (bantu) berarti kegiatan siswa mengamati hanya mengandalkan panca indera yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecap dan peraba. Dalam berbagai kompetensi, pengamatan tanpa menggunakan alat juga merupakan kemampuan yang sangat penting. Karena itulah, penting bagi guru menskenariokan agar siswa berlatih walaupun tanpa alat.

Mengamati fakta-fakta, konsep-konsep dan proses atau prosedur seperti ditunjukkan pada contoh di atas dapat dilakukan tanpa menggunakan alat bantu. Umumnya obyek kegiatan mengamati tanpa menggunakan alat berupa fakta-fakta nyata yang dapat diidentifikasi dengan panca indera.

Mengamati dengan melihat

Mengamati dapat dilakukan dengan indera penglihatan. Siswa difasilitasi untuk melihat media pembelajaran yang disiapkan guru. Beberapa contoh kegiatan dengan melihat antara lain:

  • siswa melihat benda nyata/model
  • siswa membaca konten buku, handout, lembar kerja
  • siswa melihat gambar, foto, tabel, grafik
  • siswa melihat papan tampilan
  • siswa membaca buletin,
  • siswa membaca papan tulis interaktif
  • siswa melihat transparansi overhead
  • siswa melihat konten tayangan Slide, film strips
  • siswa melihat konten Video dan Film
  • siswa melihat konten Televisi (hidup)
  • siswa melihat konten tayangan software komputer
  • siswa melihat konten Web
Mengamati dengan mendengar

Pengamatan dapat dilakukan dengan indera pendengaran. Siswa difasilitasi untuk mendengarkan suara dari media pembelajaran yang disiapkan guru. Beberapa contoh kegiatan antara lain:

  • siswa mendengarkan cerita
  • siswa mendengarkan instrumen musik
  • siswa mendengarkan pembacaan puisi
  • siswa mendengarkan pembacaan ayat-ayat Kitab Suci
  • siswa mendengarkan radio
  • siswa mendengarkan rekaman sandiwara, rekaman percakapan
  • siswa mendengarkan suara mesin mobil
  • siswa mendengarkan kualitas suara audio
  • siswa mendengarkan paparan laporan
  • siswa mendengarkan tape recorder
Mengamati dengan meraba

Mengamati dapat pula dilakukan dengan indera peraba. Siswa dapat difasilitasi untuk meraba media pembelajaran yang disiapkan guru berupa tekstur suatu permukaan. Beberapa contoh kegiatan antara lain:

  • siswa meraba permukaan benda yang berbeda gradasi teksturnya
  • siswa meraba untuk merasakan suhu benda
  • siswa meraba untuk merasakan ketegangan
  • siswa meraba untuk merasakan getaran mesin
Mengamati dengan membau

Pengamatan dapat pula dilakukan dengan indera penciuman. Siswa dapat difasilitasi dengan mencium bau media pembelajaran yang disiapkan guru berupa macam-macam bau dari suatu bahan. Beberapa contoh kegiatan antara lain:

  • siswa mencium bau bahan masakan
  • siswa mencium aneka bau bunga
  • siswa mencium bau hasil pembakaran normal
  • siswa mencium bau hasil pembakaran tidak normal
Mengamati Menggunakan Alat

Dalam berbagai kompetensi, kegiatan pengamatan kadang justru harus menggunakan alat bantu. Penggunaan alat bantu sangat diperlukan pada kegiatan ini. Pertimbangan seperti ukuran yang terlalu kecil, terlalu jauh, obyek berbentuk abstrak dan sebagainya. Untuk itu tidak kalah penting juga agar siswa dilatih cara menggunakan alat bantu.

Mengamati benda dari jarak jauh

  • Mengamati benda yang berada di tempat yang jauh perlu menggunakan peralatan.

Mengamati benda berukuran kecil

  • Mengamati benda yang ukurannya sangat kecil perlu menggunakan peralatan.

Mengamati gejala tidak nampak

Mengamati fenomena yang tidak kasat mata, seperti gejala kelistrikan, perlu menggunakan peralatan yang sesuai. Contoh :

  • mengamati tegangan listrik pada ujung-ujung suatu penghantar
  • mengamati kuat arus yang mengalir pada duatu penghantar
  • mengamati bentuk gelombang listrik pada suatu rangkaian listrik
  • mengamati perioda gelombang listrik arus bolak-balik

Mengamati benda bersuhu tinggi

 

Mengamati benda yang berbahaya

 

Memfasilitasi Kegiatan Mengamati

Mengamati sekilas nampak kegiatan yang sederhana. Dalam konteks pembelajaran, untuk mengantarkan siswa memiliki kompetensi melalui kegiatan mengamati tentu tidak sesederhana itu. Tahapan pembelajaran mengamati harus difasilitasi dan dibimbing oleh guru agar kegiatan mengamati berlangsung dengan benar. Sudah barang tentu untuk membimbing dan memfasilitasi kegiatan siswa ini perlu persiapan-persiapan. Membiarkan siswa mengamati secara bebas tanpa pedoman dan panduan tidak akan menghasilkan kompetensi yang optimal.

Kegiatan mengamati, perlu dibimbing dan difasilitasi oleh guru. Mengapa ? Haruskah?

Persiapan memfasilitasi mengamati

1. Menemukan kompetensi kunci

Analisis / Pemetaan Kompetensi. Kegiatan siswa mengamati diharapkan menghasilkan pengetahuan-pengetahuan faktual, konseptual, pengetahuan proses dan prosedural. Agar guru lancar pada saat memfasilitasi dan membimbing aktifitas siswa mengamati, guru terlebih dahulu harus melakukan analisis / pemetaan kompetensi.

Ilustrasi berikut adalah contoh analisis / pemetaan kompetensi. KD yang digunakan sebagai contoh adalah Kompetensi Dasar pada mata pelajaran Perekayasaan Sistem Audio pada paket keahlian Teknik Audio Video. Pembuatan gambaran pemetaan dilakukan menggunakan Aplikasi XMIND yang dapat diperoleh secara gratis. Pengoperasiannya pun terhitung sederhana.

mengamati
mengamati

Dengan penggambaran peta seperti contoh di atas, lebih mudah bagi kita untuk menyusun dan menentukan jenis-jenis fakta, konsep, proses atau prosedur. Kegiatan mengamati jenis-jenis fakta, konsep, proses atau prosedur di atas dapat dilakukan tanpa menggunakan alat bantu maupun dengan menggunakan alat bantu, tentu saja tergantung jenis konten mata pelajaran. Dengan melakukan analisis terhadap suatu kompetensi dasar maka hal ini akan sangat memudahkan kita menyusun skenario pembelajaran pada tahap mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengomunikasikan.

Langkah Pembelajaran pada tahap mengamati

Sintak model pembelajaran pada tahapan ini dapat disusun sedemikian rupa agar fasilitasi dan bimbingan guru terlaksana dengan hasil optimal. Paparan sintak model pembelajaran berikut memberikan contoh penerapan kegiatan pengamatan.

  1. Guru menayangkan gambar/foto peralatan elektronik yang menggunakan sistim penguat audio seperti – amplifier, – tape/audio mobil, – televisi, – handphone, – laptop, – komputer personal
  2. Guru meminta peserta didik mencermati dengan seksama tayangan gambar/foto yang ditayangkan guru dan penjelasan yang terkait dengan masing-masing gambar contoh benda.
  3. Guru menayangkan gambar rangkaian penguat audio dengan transistor seperti – penguat transistor satu tingkat common emitor, common colector dan common base. – penguat dua tingkat dengan kopling resistif, kapasitif, induktif dan kopling langsung. – penguat depan universal dengan kopling langsung
  4. Peserta didik mencermati dengan seksama tayangan gambar-gambar skema penguat depan audio terkait bentuk rangkaian, jumlah komponen, sambungan antara tingkat 1 dan tingkat berikutnya, posisi komponen resistor terhadap catu daya, posisi komponen resistor terhadap transistor.
  5. Guru meminta peserta didik berkumpul sesuai kelompok yang sudah dibentuk dan menempati tempat duduk sesuai kesepakatan kemudian membaca materi pokok penguat depan universal lebih dalam.
  6. Peserta didik berkumpul dengan teman satu kelompok dan menempati tempat duduknya dan membaca materi pokok penguat depan universal lebih dalam.
  7. Guru meminta peserta didik dalam kelompok-kelompok untuk mendiskusikan tentang fungsi masing-masing komponen penguat depan universal audio
  8. Peserta didik berdiskusi tentang fungsi masing-masing komponen penguat depan universal audio dan menuliskan hasil diskusinya pada Lembar Kerja yang disediakan (LK-1A)
  9. Peserta didik berdiskusi tentang bagian rangkaian dc penguat depan universal audio dan menuliskan hasil diskusinya pada Lembar Kerja yang disediakan (LK-1B)
  10. Peserta didik berdiskusi tentang komponen pembentuk rangkaian umpan balik penguat depan universal audio dan menuliskan hasil diskusinya pada Lembar Kerja yang disediakan (LK-1C)
  11. Guru bersama peserta didik mendiskusikan hasil diskusi kelompok tentang fungsi masing-masing komponen, rangkaian dc dan komponen pembentuk rangkaian umpan balik penguat depan universal audio.

Mengamati pada pembelajaran kurikulum 2013 adalah kegiatan yang seharusnya dilakukan siswa. Walaupun ini adalah kegiatan siswa, bukan berarti guru tidak berperan. Mengamati memerlukan peran aktif guru sebagai fasilitator. Pada dasarnya, kompetensi dasar yang sedang mulai dipelajari adalah materi yang baru. Sangat logis jika siswa belum mengetahui apa yang harus diamati. Karena itulah peran guru menjadi sangat penting dalam tahap ini. Ada banyak cara bagi guru untuk memfasilitasi kegiatan ini.

Di samping menyediakan berbagai jenis media pembelajaran, guru sebaiknya menyediakan lembar kerja siswa. Petunjuk kerja yang relefan juga perlu diberikan kepada siswa. Dengan demikian kegiatan siswa menjadi terarah sesuai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP.

Contoh mengamati
  1. Siswa difasilitasi untuk membaca sumber dari buku siswa
  2. Siswa difasilitasi mendengarkan pembacaan puisi atau narasi dari radio
  3. Siswa difasilitasi melihat tayangan video perakitan komputer
  4. Siswa difasilitasi melihat demonstrasi perbaikan sepeda motor
Hasil Kegiatan mengamati
  1. Perhatian siswa pada saat melakukan kegiatan
  2. Bentuk catatan yang dibuat pada waktu melakukankegiatan.
  3. Kesabaran siswa yang terbentuk selama melakukan kegiatan.
  4. Jangka waktu yang digunakan siswa melakukan langkah mengamati.

Guru Pembelajar

Pengertian Program Guru Pembelajar

Guru pembelajar adalah program peningkatan kompetensi pendidik yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Program guru pembelajar dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) saat itu, Anies Baswedan, untuk mengajak para guru Indonesia untuk sama-sama menunjukkan pada bangsa bahwa para guru Indonesia adalah guru pembelajar.

Menurut http://kbbi.web.id/ajar, pembelajar/pem·bel·a·jar/ n orang yang mempelajari; karena itu guru pembelajar berarti guru yang selalu belajar, guru yang selalu mempelajari perkembangan dan kemajuan pengetahuan dan teknologi, sehingga menempatkan dirinya sebagai guru yang up to date, guru yang tidak statis dengan ilmu-ilmu lama, guru yang pantas diidolakan siswanya sebagai guru inspirator belajarnya. Program guru pembelajar mendorong guru menjadi pribadi pembelajar sepanjang hayat. Bagaimana mungkin pada pembelajaran Kurikulum 2013 ini menginspirasi siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat kalau guru inspirator mereka bukan / belum menerapkan sebagai pembelajar sepanjang hayat?

Program guru pembelajar dianggap penting mengingat guru selalu hadir mengirimkan pesan harapan terhadap generasi bangsa ini. Program guru pembelajar juga akan semakin menempatkan guru menjadi teladan tepat karena ketangguhan, optimisme dan keceriaannya. Mendikbud Anis Baswedan mengajak seluruh guru untuk meneguhkan ikhtiarnya untuk terus belajar dan mengembangkan diri diantaranya melalui program guru pembelajar.

Video Pesan Mendikbud terkait Guru Pembelajar

Guru Pembelajar Berbasis TIK

Guru memiliki tugas, fungsi, dan peran yang penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Supaya dapat melaksanakan tugas, fungsi dan peran tersebut, guru perlu untuk meningkatkan profesionalismenya secara berkelanjutan. Sebagai langkah mengaktualisasikan guru profesional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan program kegiatan Guru Pembelajar. Program Guru Pembelajar merupakan kegitan yang penting bagi pengembangan diri guru. Karena jumlah guru yang banyak dan tersebar di seluruh Indonesia, maka dikembangkan sistem Guru Pembelajar secara elektronik dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), yang kemudian disebut Guru Pembelajar Moda Daring (dalam jaringan). Dengan program Guru Pembelajar moda daring ini, diharapkan semua guru peserta dapat secara aktif dalam mengakses sumber belajar, belajar secara individu sesuai kebutuhan, dan dapat saling berbagi pengetahuan/keterampilan dan pengalaman dengan guru lainnya.

Jenis Program Guru Pembelajar Dalam Jaringan

Guru Pembelajar Moda daring ini terdiri dari 3 (tiga) model yaitu Guru Pembelajar Moda Daring Penuh-Model 1, Guru Pembelajar Moda Daring Penuh-Model 2, dan Guru Pembelajar Moda Daring Kombinasi. Guru Pembelajar Moda Daring Penuh-Model 1 hanya melibatkan pengampu dan guru sebagai peserta. Selama proses pembelajaran, peserta dibimbing dan difasilitasi secara daring oleh pengampu. Guru Pembelajar Moda Daring Penuh-Model 2 melibatkan pengampu, mentor, dan peserta. Guru Pembelajar moda daring model ini menggabungkan interaksi antara peserta dengan mentor dan atau pengampu, yang hanya dilakukan secara daring. Sedangkan pada moda kombinasi ini, peserta melakukan interaksi belajar secara daring dan tatap muka. Interaksi belajar secara daring dilakukan secara mandiri dengan memanfaatkan teknologi informasi dan pembelajaran yang telah disiapkan secara elektronik, dan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja, sedangkan interaksi tatap muka dilaksanakan bersamaan dengan peserta Guru Pembelajar lainnya di pusat belajar (PB) yang telah ditetapkan sesuai dengan SK Penetapan KKG dan difasilitasi oleh seorang mentor.

Mengenal Kelas Maya Guru Pembelajar Moda Daring