Best Practice

best practice

Best practice adalah praktek terbaik yang bisa diteladani. Bagaimana suatu best practice mengantarkan juara? Mengapa best practice penulis mengantarkan menjadi juara pengawas berprestasi tingkat nasional 2019.

best practice

Rekan-rekan jangan ‘keki’ dulu membaca judul atau pengantar di atas. Bukan bermaksud menyombongkan ya tetapi penulis tidak punya preferensi karya yang lain untuk dibahas. Lebih dari itu tentunya tidak punya hak membahas karya rekan lain. Apalagi tanpa ijin. Naudzubillah min dzalik! Setuju kan? Dan bukan rekan-rekan saja yang mungkin ‘kepo’ … bahkan saya sendiripun penasaran kira-kira apa faktor penyebabnya best practice penulis mengantarkan menjadi salah satu juara di tingkat nasional. Penulis berharap rekan-rekan mendapat manfaat dari posting ini.

Mengenal Best Practice

Best practice merupakan salah satu aspek penilaian pada ajang Pemilihan Pengawas Sekolah Berprestasi Tahun 2019. Best practice juga menjadi bagian penilaian pada pemilihan Kepala Sekolah Berprestasi, Guru Berprestasi, Kepala Administrasi Sekolah Berprestasi maupun berbagai Tenaga kependidikan berprestasi lainnya. Apa sesungguhnya yang diharapkan dari praktek baik ini?

Best practice atau dalam bahasa kita bisa disebut praktek terbaik didefinisikan sebagai suatu cara paling efisien (upaya paling sedikit) dan efektif (hasil terbaik) untuk menyelesaikan suatu tugas, berdasarkan suatu prosedur yang dapat diulangi yang telah terbukti manjur untuk banyak orang dalam jangka waktu yang cukup lama (https://id.wikipedia.org/wiki/Praktik_terbaik, diakses 17 Januari 2020 pukul 22:09 Wita).

Menurut buku Pedoman Pemilihan Pengawas Sekolah Berprestasi Tahun 2019, Direktur Pembinaan Tenaga Kependidikan, Sekretaris Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Penilaian karya best practice merupakan penilaian yang bertujuan untuk menilai kinerja pengawas sekolah berupa pengalaman terbaik atau kisah sukses dalam mengelola pengawasan.

Menurut Iis Nurhayati dalam Bimbingan Teknis Penulisan & Penilaian Angka Kredit Best Practice dan Karya Inovatif Pengawas Sekolah yang disampaikan di Kartika Chandra Hotel, Jakarta, 5 Maret 2017 best practice seharusnya memiliki ciri-ciri:

  • OUTSTANDING RESULT • Hasil luar biasa
  • EFFICIENT & EFFECTIVE • Berdaya dan berhasil guna
  • SUSTAINABLE • Hasil tidak sesaat/berkelanjutan
  • INNOVATIVE • Berinovasi dalam pemecahan masalah
  • INSPIRATIVE • Mengisnpirasi lainnya

Jelas di sini bahwa best practice adalah salah satu bentuk penilaian kinerja yaitu prestasi bekerja melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Bagi seorang pengawas tentunya dalam melaksanakan pengawasan. Bagi kepala sekolah tentunya dalam tugas pokoknya mengelola sekolah dan bagi guru dalam pelaksanaan tugasnya merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, melaksanakan penilaian sesuai tugas pokok dan fungsinya.

Best Practice Dalam Perspektif Kegiatan Kemdikbud

Best practice merupakan salah satu filter Pemilihan pengawas sekolah berprestasi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Filter ini untuk memastikan penghargaan dari pemerintah bagi pengawas sekolah yang memiliki prestasi yang tinggi untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah binaannya.

Untuk tujuan di atas ditentukan bahwa ruang lingkup pemilihan pengawas sekolah berprestasi mencakup aspek pembinaan, evaluasi dan monitoring serta penilaian sekolah antara lain melalui pembangunan budaya literasi pada satuan pendidikan, peningkatan kepemimpinan dan pengawasan pembelajaran abad 21, serta optimalisasi peran tripusat pendidikan (sekolah, keluarga, dan masyarakat) dalam penguatan pendidikan karakter, inovasi dan integritas tata kelola satuan pendidikan.

Benang Merah Karya Best Practice dengan Tujuan Kementerian

Berdasar pada tujuan penyelenggaraan di atas maka dapat dianalisis Adakah benang merah karya yang kita ajukan dengan tujuan Kemdikbu?

  1. Apakah kaya kita memenuhi aspek pembinaan, evaluasi dan monitoring serta penilaian sekolah?
  2. Apakah selaras dengan pembangunan budaya literasi pada satuan pendidikan?
  3. Apakah selaras dengan peningkatan kepemimpinan dan pengawasan pembelajaran abad 21?
  4. Apakah selaras dengan penguatan pendidikan karakter melalui optimalisasi peran tripusat pendidikan (sekolah, keluarga, dan masyarakat) ?
  5. Apakah praktek baik kita bernilai inovasi?
  6. Apakah meningkatkan integritas tata kelola satuan pendidikan?

Semua ini hanyalah analisis yang mencoba mencari jawaban pertanyaan mengapa best practice yang penulis ajukan mendapatkan apresiasi sebagai salah satu juara atau sekurang-kurangnya termasuk top 5.

Sebagai uji sampel silahkan dicoba analisis best practice penulis yang berjudul “PEMANFAATAN CLOUD COMPUTING UNTUK MENINGKATKAN KETERSEDIAAN DOKUMEN SUPERVISI PADA SMK BINAAN DI KOTA BANJARMASIN” dimana media pengawasan yang dilaporkan di install di : http://supaksuman.putrautama.id/ocsmk/

best practice
best practice

Bagaimana menurut rekan pembaca … apakah benang merahnya dengan tujuan kegiatan kementerian pendidikan dan kebudayaan cukup memadai?

Apakah cukup memiliki ciri-ciri OUTSTANDING RESULT (Hasil luar biasa), EFFICIENT & EFFECTIVE (Berdaya dan berhasil guna), SUSTAINABLE (Hasil tidak sesaat/berkelanjutan), INNOVATIVE (Berinovasi dalam pemecahan masalah), INSPIRATIVE (Mengisnpirasi lainnya)?

Bagaimana Penilaian Best practice

Berdasarkan Pedoman Pemilihan Pengawas Sekolah Berprestasi Tahun 2019, Komponen dan Aspek Penilaian Best Practice tidak diungkapkan secara rinci. Namun demikian terdapat beberapa aspek terkait karya best practice yang dinyatakan sebagai bagian dari penilaian. Aspek-aspek tersebut meliputi:

  1. Uji Similaritas dan penilaian best practices;
  2. Penilaian presentasi karya best practice;
Uji Similaritas / Similarity Check

Uji similaritas adalah pengujian kesamaan karya tulis yang diakui sebagai karya pribadi dengan karya orang atau pihak lain yang telah ada. Uji similaritas dilakukan untuk mencegah kebiasaan plagiarisme atau penjiplakan. Menurut Wikipedia, Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Karya diharapkan tidak melebihi 30%. Demikian pesan Dr. Mansur Arsyad.

Penilaian Naskah

Selain uji similaritas, juga dilakukan penilaian naskah best practice. Asumsi penulis, penilaian naskah kemungkinan adalah melihat kesesuaian naskah dengan panduan penulisan yang sudah ditetapkan. Oleh karena itu, menurut penulis, penting bagi peserta mengirimkan naskah yang sesuai dengan pedoman penulisan yang diberikan.

Penilaian naskah yang dirilis https://tendik.kemdikbud.go.id/uploads/unduhan/UNDUHAN_20180227193249.pdf menunjukkan bahwa komponen-komponen berikut menjadi bagian penilaian:

  1. Praktik/pengalaman nyata terkini
  2. Originalitas
  3. Keunggulan proses dan hasil
  4. Mengikuti standar keilmuan
  5. Dukungan riset mutakhir
  6. Kontribusi pada pengetahuan, teknologi, dan seni
  7. Sistematika (kerunutan)
  8. Bahasa
  9. Kelengkapan
  10. Kebermaknaan
Penilaian presentasi karya Best Practice

Karya best practice selain dinilai dari sisi naskah dan hasil juga dilakukan penilaian terhadap presentasi atau penyajiannya. Penilaian Presentasi Best Practice menurut Prof. Dr. H. Madyo Ekosusilo, M.Pd. yang disampaikan dalam BIMTEK Peningkatan Kompetensi Pengawas Dikmen Wilayah Timur Melalui Benchmarking dg Pengawas Sekolah Wilayah Barat Di Hotel Kaisar Jakarta, 1 s.d 3 Juni 2013 (https://slideplayer.info/slide/3981568/ diakses 18 Januari 2020 pukul 10:05 Wita) meliputi aspek-aspek:

  1. Kesesuaian isi penyajian dengan isi naskah tulisan
  2. Sistematika penyajian berdasarkan isi dari setiap bab
  3. Penguasaan isi tulisan yang disajikan berdasarkan naskah tulisan
  4. Metode dan alat bantu/power point yang digunakan dalam penyajian
  5. Kemampuan dan ketepatan menjawab pertanyaan dari tim penilai
  6. Sikap, kepercayaan diri dan ketepatan waktu dalam penyajian
Kesimpulan Contoh Karya Best Practice Juara

Berdasarkan uraian di atas, pengalaman pribadi selama pengembangan, penampilan softcopy melalui pengetikan MSWord dengan daftar isi otomatis, penomoran halaman berbeda, dokumen pada satu file utuh, penampilan pada pelaksanaan presentasi dapat disimpulkan …

aah iya … bagaimana kalau rekan pembaca yang menilainya … nanti admin pindahkan di sini … ok …

Demikian diskusi analisis contoh Best practice … semoga menginspirasi rekan-rekan …

Bahan Bacaan:

  1. Diolah dari Pengalaman Terbaik pribadi
  2. Pedoman Pemilihan Pengawas Sekolah Berprestasi Tahun 2019, Direktur Pembinaan Tenaga Kependidikan, Sekretaris Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemdikbud.
  3. Penulisan Laporan Best Practice Pengawas Sekolah, Iis Nurhayati, Ditjen GTK Kemdikbud, 2018

RPP 1 halaman / lembar

rpp 1 lembar

RPP 1 halaman / lembar menggegerkan praktisi pendidikan. RPP 1 halaman / lembar berita hot terbaru akhir 2019. RPP 1 halaman / lembar dimungkinkan dan merupakan implementasi dari 4 (empat) pokok kebijakan “Merdeka Belajar” Mendikbud Nadiem Anwar Makarim. Apakah harus RPP 1 halaman / lembar saja? Baca dulu …

Dasar / Referensi RPP 1 halaman / lembar

RPP 1 halaman / lembar yang santer menjadi diskusi hot praktisi pendidikan baik guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, pengamat pendidikan maupun pembina pendidikan lainnya.  RPP menjadi 1 lembar / halaman bukanlah perintah ataupun peraturan. Admin mendasarkan pendapat ini pada Surat Edaran Mendikbud No. 14 tahun 2019 tentang Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Dalam edaran yang ditujukan kepada seluruh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia ada 4 (empat) hal yaitu:

  1. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dilakukan dengan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi pada murid.
  2. Bahwa dari 13 (tiga belas) komponen RPP yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, yang menjadi komponen inti adalah tujuan pembelajaran , langkah-langkah (kegiatan) pembelajaran, dan penilaian pembelajaran (assessment) yang wajib dilaksanakan oleh guru, sedangkan komponen lainnya bersifat pelengkap.
  3. Sekolah, kelompok guru mata pelajaran sejenis dalam sekolah, Kelompok Kerja Guru/Musyawarah Guru Mata Pelajar an (KKG/ MGMP), dan individu guru secara bebas dapat memilih, membuat, menggunakan, dan mengembangkan format RPP secara mandiri untuk sebesar-sebesarnya keberhasilan belajar murid.
  4. Adapun RPP yang telah dibuat tetap dapat digunakan dan dapat pula disesuaikan dengan ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 1, 2, dan 3.

Sebagai tambahan Surat Edaran Mendikbud No. 14 tahun 2019 tentang Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di atas dilampiri narasi tanya jawab sebagai berikut:

Apa yang menjadi pertimbangan penyederhanaan RPP?

Guru-guru sering diarahkan untuk menulis RPP dengan sangat rinci sehingga banyak menghabiskan waktu yang seharusnya bisa lebih difokuskan untuk mempersiapkan dan mengevaluasi proses pembelajaran itu sendiri

Apa yang  dimaksud dengan   prinsip  efisien, efektif  dan  berorientasi pada  murid?

  • Efisien berarti penulisan RPP dilakukan dengan tepat dan tidak menghabiskan banyak waktu dan tenaga.
  • Efektif berarti penulisan RPP dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
  • Berorientasi pada murid berarti penulisan RPP dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan, ketertarikan, dan kebutuhan belajar murid di kelas.

Apakah RPP dapat dibuat dengan singkat, misalnya hanya satu halaman?

Bisa saja, asalkan sesuai dengan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi kepada murid. Tidak ada persyaratan jumlah halaman.

Apakah ada standar baku untuk format penulisan RPP?

Tidak ada. Guru bebas membuat, memilih, mengembangkan, dan menggunakan RPP sesuai dengan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi pada murid

Bagaimana dengan format RPP yang sudah dibuat guru?

  • Guru dapat tetap menggunakan format RPP yang telah dibuatnya.
  • Guru dapat pula memodifikasi format  RPP yang sudah dibuat sesuai dengan prinsip  efisien,  efektif, dan berorientasi kepada murid
  • Guru dapat pula memodifikasi format RPP yang sudah dibuat sesuai dengan prinsip  efisien, efektif, dan berorientasi kepada murid

Berapa  jumlah komponen dalam RPP?

  • Ada 3 komponen inti, yaitu tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran (kegiatan), dan penilaian pembelajaran (asesmen). Komponen-komponen lainnya adalah pelengkap.
  • Tujuan pembelajaran ditulis dengan merujuk kepada kurikulum dan kebutuhan belajar murid. Kegiatan belajar dan asesmen dalam RPP ditulis secara efisien.

RPP 1 halaman / lembar tidak secara tegas dinyatakan oleh maksud surat edaran, namun menjawab suatu pertanyaan tentang RPP dimungkinkan rencana pelaksanaan pembelajaran ditulis dalam 1 lembar / halaman. RPP 1 halaman / lembar tersurat dalam jawaban Mendikbud yang dikutip dalam blog Kemendikbud https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/12/mendikbud-tetapkan-empat-pokok-kebijakan-pendidikan-merdeka-belajar

rpp 1 halaman lembar
rpp 1 halaman lembar

Komponen RPP menurut Permendikbud No. 22 tahun 2016

Komponen RPP menurut Permendikbud No. 22 tahun 2016 meliputi :

  • identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
  • identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
  • kelas/semester;
  • materi pokok;
  • alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
  • tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
  • kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
  • materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi;
  • metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai;
  • media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran;
  • sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan;
  • langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan
  • penilaian hasil pembelajaran.

Komponen Minimal RPP 1 halaman Surat Edaran Mendikbud No. 14 tahun 2019

  • tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
  • langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan
  • penilaian hasil pembelajaran.

Sesungguhnya bagi admin, RPP 1 halaman ini menyisakan pertanyaan-pertanyaan seperti berikut ini :

  1. Apakah hanya 3 (tiga) hal itu yang akan dituliskan?
  2. Tidakkah kita ingin menuliskan identitas sekolah meski dengan versi minimal?
  3. Tidakkah kita ingin menuliskan identitas mapel, isi KD atau minimal nomor KD?
  4. dan beberapa pertanyaan lainnya …

CONTOH / MODEL RPP 1 HALAMAN

rpp 1 halaman
rpp 1 halaman
rpp-1-halaman-22-1
rpp-1-lembar-22-1

Bagaimana dengan rekan-rekan? Ok … demikian dulu diskusi RPP 1 halaman / lembar atau RPP 1 halaman

Sumber : Surat Edaran Mendikbud No. 14 tahun 2019

Program Semester

program semester

Program semester bukti awal perencanaan pembelajaran. Program semester disusun sebelum menyusun RPP. Program semester umumnya berisi program pembelajaran untuk jangka waktu 1 (satu) semester. Program ini dibuat untuk memastikan semua KD mendapat alokasi waktu pembelajaran. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi kondisi dimana kita kehabisan waktu untuk pembelajaran sementara masih ada KD yang belum dipelajari oleh peserta didik.

Pada umumnya mata pembelajaran diberikan selama 2 (dua) semester sehingga kita sering mengenalnya dengan program tahunan (prota). Program pembelajaran setiap semester disebut program semester (promes). Untuk merencanakan program semester dan program tahunan guru perlu melakukan identifikasi dan pemetaan minggu belajar dalam 1 (satu) tahun pelajaran yang bersangkutan.

Analisis Minggu Efektif

Program semester tidak kalah penting fungsinya dibanding dengan program perencanaan pembelajaran lainnya. Mengatur / menata alokasi waktu setiap KD juga berarti memastikan semua KD memperoleh waktu untuk pembelajaran.

Langkah membuat program semester didahului dengan pemetaan minggu efektif dan minggu tidak efektif. Minggu efektif adalah semua minggu kerja pada (dalam rentang semester atau tahun) yang berpotensi dapat digunakan untuk melaksanakan pembelajaran. Minggu tidak efektif adalah semua minggu kerja (dalam rentang semester atau tahun) yang berpotensi tidak dapat digunakan untuk melaksanakan proses pembelajaran.

Minggu tidak efektif meliputi semua minggu kerja yang tidak bisa digunakan untuk pelaksanaan proses pembelajaran. Minggu tidak efektif antara lain disebabkan:

  1. pelaksanaan ulangan tengah semester
  2. pelaksanaan ulangan akhir semester
  3. pelaksanaan Ujian Nasional
  4. libur semester ganjil dan genap
  5. libur bulan puasa dan lebaran
  6. libur / tidak libur namun digunakan untuk kegiatan sekolah non pembelajaran.

Minggu efektif tetapi digunakan untuk kegiatan sekolah non pembelajaran seharusnya tetap dihitung sebagai minggu tidak efektif bagi mata pelajaran. Hal ini perlu dilakukan pada mata pelajaran yang waktunya terpakai namun tidak bisa melakukan pembelajaran. Kegiatan sekolah yang berpotensi mempengaruhi perhitungan minggu efektif  antara lain:

  1. digunakan untuk peringatan hari besar agama (bagi mapel agama hari/minggu ini bisa dihitung sebagai minggu efektif)
  2. digunakan untuk peringatan hari besar nasional (bagi mapel PKN hari/minggu ini bisa dihitung sebagai minggu efektif)
  3. digunakan untuk pelaksanaan lomba-lomba internal sekolah dan kegiatan lain non pembelajaran.

Contoh Analisis Minggu Efektif

Berikut contoh analisis minggu efektif yang admin kutipkan dari modul bimtek kurikulum 2013.

minggu efektif semester ganjil
analisis minggu efektif
minggu efektif semester genap
  • Jumlah minggu efektif semester ganjil = 19 minggu
  • Jumlah minggu efektif semester genap = 16 minggu
  • Jumlah minggu efektif selama 1 tahun = 35 minggu

Perancangan Promes

Beberapa aspek-aspek berikut perlu diperhatikan:

  1. jumlah minggu efektif pada semester ganjil maupun genap.
  2. beban jam pelajaran per minggu mapel yang diampu
  3. rencana pelaksanaan ulangan harian yang akan dilaksanakan
  4. hasil pemetaan ketercapaian pasangan KD terkait jumlah jam yang diperlukan setiap pasangan KD.
Distribusi KD

Bagaimana mengatur distribusi KD dalam program? Berikut adalah salah satu alternatif cara menentukan distribusi kompetensi dasar ke dalam program semester.

Sebagai contoh kita gunakan jumlah minggu efektif di atas sebagai berikut:

Jumlah minggu efektif semester ganjil = 19 minggu
Jumlah minggu efektif semester genap = 16 minggu
Jumlah minggu efektif selama 1 tahun = 35 minggu

Mata pelajaran A diajarkan pada klas X pada semester 1 dan 2. Jumlah pasangan KD seluruhnya (1 tahun) 16 pasang. Tentukan pasangan KD untuk semester 1 dan semester 2

Pasangan KD untuk semester 1 = ( 19 / 35 ) x 16 = (19 x 16) : 35 = 304 / 35 = 8,6 pasang … dibulatkan 9 pasang KD.

Kesimpulan:

Semester 1 terdiri atas 9 pasang mulai KD 3.1 KD 4.1 sampai KD 3.9 KD 4.9 dan semester 2 terdiri atas 7 pasang KD mulai KD 3.10 KD 4.10 sampai dengan KD 3.16 KD 4.16.

Contoh Promes

Berikut ini disajikan contoh untuk mata pelajaran Akuntansi Dasar pada semester ganjil.

program semester
promes

Demikian bahan diskusi program semester kali ini … semoga bermanfaat …

Discovery Learning

discovery learning

Discovery Learning salah satu model pembelajaran K2013. Discovery Learning mudah diterapkan. Bagaimana menyusun langkah pembelajaran discovery learning ini? Mari kita diskusikan …

discovery learning
discovery learning

Discovery Learning merupakan sebuah model pembelajaran yang menyekenariokan proses belajar sedemikian rupa sehingga siswa menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan terkait topik (kompetensi dasar – KD) yang sedang dipelajari. Jadi, dalam discovery learning ada kata kunci yang bisa dicatat yaitu

  • siswa
  • pertanyaan-pertanyaan
  • skenario belajar
  • menemukan jawaban

Dalam model pembelajaran ini siswa adalah subyek utama yang melakukan proses belajar. Siswalah yang (seharusnya) menggali pertanyaan-pertanyaan terkait kompetensi dasar dan harus dikumpulkan untuk mendukung akuisisi kompetensi tersebut. Pertanyaan-pertanyaan atau hal-hal yang (harus) dipertanyakan pada dasarnya adalah segala sesuatu terkait kompetensi dasar meliputi pengetahuan faktual, pengetahuan konseptual, pengetahuan prosedural dan bahkan pengetahuan metakognitif. Siswa ada yang sudah tahu hal apa yang harus dipertanyakan namun umumnya siswa belum tahu hal apa saja yang perlu dipertanyakan itu. Ini wajar saja, karena mereka baru ketemu dengan topik tersebut. Dalam konteks ini Guru lah yang harus berperan memberi PANDUAN dan ARAHAN.

Sebagai pembimbing dan fasilitator GURU seharusnya tahu apa yang para siswa harus pertanyakan. Dari sudut pandang Guru, hal-hal yang harus dipertanyakan siswa itu adalah apa yang tercantum dalam Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dan Tujuan Pembelajaran. Di sinilah pentingnya rumusan Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran dirancang dengan SISTEMATIS, LENGKAP dan RINCI oleh guru. Berbekal rumusan IPK dan Tujuan Pembelajaran guru dapat menyusun panduan bagi siswa mempertanyakan hal-hal yang perlu dipahami. Panduan ini dapat berupa lembar kerja diskusi yang dibagikan kepada semua siswa.

Skenario dalam Discovery Learning menyangkut kegiatan-kegiatan yang diatur sedemikian rupa sehingga siswa mampu membangun pengetahuan-pengetahuan secara kronologis dari yang mudah menuju yang sulit seperti urutan Indikator Pencapaian Kompetensi yang tidak meninggalkan struktur keilmuannya. Siswa secara bersama membangun pengetahuan-pengetahuan selangkah-demi selangkah di dalam memorinya. Setelah melakukan penalaran siswa akan mampu menemukan jawaban pertanyaan-pertanyaan sesuai kompetensi dasar seperti diuraikan di depan. Siswa akan memiliki pengalaman dalam dirinya bahwa dia menemukan pengetahuan-pengetahuan itu sendiri tanpa dijejali ceramah oleh guru. Inilah esensi discovery learning itu.

Sintak Discovery Learning

Model pembelajaran penemuan ini dilaksanakan mengikuti urutan proses (sintak) sebagai berikut:

  • Pemberian rangsangan (Stimulation)
langkah 1
langkah 1 discovery learning

Tahapan ke 1 model pembelajaran Discovery Learning ialah pemberian rangsangan (stimulation). Guru mengajak siswa memfokuskan perhatian pada berbagai jenis fakta yang relefan dengan konteks KD yang dipelajari. Inilah sebabnya guru harus memahami pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif. Fakta-fakta ini ditunjukkan melalui tayangan gambar, video, animasi, model atau bahkan benda nyatanya. Guru meminta siswa mengamati fakta-fakta ini. Melalui langkah ini perhatian siswa terfokus tepat pada hal-hal terkait KD yang akan dipelajari.

  • Pernyataan/Identifikasi masalah (Problem Statement)
langkah 2
langkah 2 discovery learning

Tahapan ke 2 pernyataan/Identifikasi masalah (Problem Statement). Agar siswa kompeten pada KD yang dipelajari tersebut hal apa saja yang harus dipahami siswa.  Masalah (bagi siswa) dalam mempelajari KD tersebut sesungguhnya ya semua konten tersebut. Minta mereka membuat pertanyaan terkait KD. Pancing mereka agar bisa mengeksplore apa yang seharusnya dipelajari secara kronologis dan bertahap. Dari sudut pandang guru, aspek-aspek permasalahan (yang harus dipelajari siswa itu) sesungguhnya sudah ditulis pada indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran.

  • Pengumpulan data (Data Collection)
discovery learning 3
discovery learning 3

Tahapan ke 3 Pengumpulan data (Data Collection). Untuk menjawab berbagai permasalahan yang sudah diidentifikasi, siswa dipersilahkan mengumpulkan data. Berbagai cara / metode dapat dilakukan seperti membaca buku lebih intens, membuat percobaan, melakukan praktikum, melakukan studi lapangan. Pada tahap ini siswa memiliki berbagai informasi lebih detail terkait permasalahan dalam mengakuisisi KD yang dipelajari.

  • Pembuktian (Data processing dan Verification)
discovery learning 4
discovery learning 4

Tahapan yang ke 4 Discovery Learning ialah Pembuktian (Data Processing and Verification). Setelah pengumpulan data oleh siswa yang di dampingi guru, siswa pasti telah memiliki materi untuk di aplikasikan terhadap masalah yang telah sedang dipelajari.  Agar Discovery Learning dapat berjalan lancar, maka harus ada pengolahan data tersebut untuk pembuktian terhadap Jawaban dari masalah yang dipelajari. Salah satu contoh dalam pembelajaran eksakta, kita bisa memakai berbagai rumus ataupun hukum serta teori dari suatu materi. Pada pembelajaran non eksakta, guru harus menyediakan pendapat-pendapat ataupun hasil penelitian dari ahli agar bisa dijadikan acuan untuk dasar pembentukan konsep dasar yang ada di pemikiran siswa. Pembuktian yang di lakukan oleh guru dapat membuat pemikiran siswa tentang konsep dasar materi menjadi lebih matang sehingga siswa memiliki pengetahuan dasar tentang KD yang sedang dipelajari.

  • Menarik simpulan/generalisasi (Generalization)
discovery learning 5

Tahapan ke 5 dari Discovery Learning adalah Menarik Simpulan/Generalisasi (Conclusion/Generalization). Pada tahapan ini guru berperan penting sebagai pengarah agar konsep dasar siswa tadi menuju ke arah yang sama yaitu mencapai Indeks Pencapaian Kompetensi. Guru harus bisa meyakinkan dan menjawab semua keraguan dari siswa. Generalisasi ini penting dalam discovery learning, karena pada tahapan ini seharusnya siswa sudah bisa mengerti mengenai KD yang dipelajari. Pada saat generalisasi ini dilakukan maka seharusnya Indeks Pencapaian Kompetensi telah terpenuhi atau setidaknya dapat dilanjutkan dengan metode pembelajaran lain.

Tujuan penerapan model  pembelajaran

Discovery Learning disarankan digunakan dalam proses pembelajaran K2013. Berdasarkan Pedoman Pembelajaran SMK tahun 2017, discovery learning memiliki tujuan:

  • Meningkatkan kesempatan peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran;
  • Peserta didik belajar menemukan pola dalam situasi konkrit maupun abstrak;
  • Peserta didik belajar merumuskan strategi tanya jawab yang tidak rancu dan memperoleh informasi yang bermanfaat dalam menemukan;
  • Membantu peserta didik membentuk cara kerja bersama yang efektif, saling membagi informasi serta mendengarkan dan menggunakan ide-ide orang lain;
  • Meningkatkan keterampilan konsep dan prinsip peserta didik yang lebih bermakna;
  • Dapat mentransfer keterampilan yang dibentuk dalam situasi belajar penemuan ke dalam aktivitas situasi belajar yang baru.

Merancang Langkah Pembelajaran

Model pembelajaran Discovery Learning dapat berjalan dengan lancar apabila langkah-langkah pembelajaran direncanakan dengan baik. Untuk memudahkan merancang langkah pembelajaran, penulis membuat sketsa proses sebagai berikut:

discovery learning
discovery learning

Berdasarkan ilustrasi Konsep Merancang Langkah Pembelajaran dapat dijelaskan sebagai berikut:

Sisi kiri gambar menunjukkan fase-fase sintak dimulai dari pemberian rangsangan (stimulasi) sampai dengan fase menarik kesimpulan (generalisasi). Dibagian tengah dengan notasi D1-D5 penulis gambarkan konten materi atau proses yang harus dilakuka. Sisi sebelah kanan dengan notasi R1 s.d. R5 merupakan hasil rancangan berupa langkah-langkah yang perlu dikembangkan.

Tahap memberi rangsangan merupakan kegiatan guru dengan memperlihatkan fakta-fakta yang sudah diidentifikasi pada kegiatan analisis materi pembelajaran.

Tahap identifikasi masalah sasarannya adalah berbagai pengetahuan konseptual yang sudah disusun dengan lengkap pada tujuan pembelajaran. Rekan-rekan dapat mengarahkan identifikasi masalah yang dilakukan siswa mengarah pada berbagai pengetahuan yang tercantum dalam tujuan pembelajaran.

Tahap pengumpulan data sasarannya adalah data-data pengetahuan konseptual yang sudah dinyatakan dalam tujuan pembelajaran.

Langkah pembelajaran pada tahap pembuktian merupakan langkah membandingkan / menganalisis kesesuaian analisis data konseptual dengan hasil identifikasi masalah dan literatur.

Contoh Langkah Pembelajaran Discovery Learning

Untuk memudahkan penyusunan langkah pembelajaran dengan discovery learning dapat digunakan template dasar seperti diuraikan di bawah. Perlu dipahami bahwa template dasar ini tidak mutlak harus persis seperti yang ada. Template dasar ini hanya untuk memudahkan imaginasi guru agar dapat menuangkan rencana proses pembelajaran dengan discovery learning.

STIMULASI

  1. Guru meminta siswa untuk melihat tayangan berbagai jenis …..
  2. Siswa melihat bahan tayang yang disajikan oleh Guru.
  3. Guru menugaskan siswa membaca buku untuk mengidentifikasi berbagai jenis ….
  4. Siswa membaca buku berkaitan dengan berbagai jenis …..
  5. Siswa berdiskusi tentang berbagai jenis …..
  6. Siswa mengidentifikasi …………. dari hasil diskusi dan buku.
  7. Siswa menentukan …..

IDENTIFIKASI MASALAH

  1. Guru menugaskan siswa untuk menentukan masalah utama apa dalam …..
  2. Siswa mengidentifikasi masalah-masalah melalui contoh yang didemonstrasikan oleh guru mengenai …..
  3. Siswa membaca buku untuk mendapatkan informasi tentang …..
  4. Siswa mendiskusikan …..
  5. Berdasarkan hasil membaca buku dan diskusi siswa merumuskan hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam …..
  6. Guru meminta siswa untuk menentukan prosedur ……… melalui buku siswa dan hasil diskusi
  7. Siswa menggali informasi prosedur tentang ………
  8. Siswa mendiskusikan untuk menentukan prosedur ……
  9. Siswa menyampaikan pada kelompok lain dan menanggapinya berkaitan prosedur ……..

MENGUMPULKAN DATA

  1. Guru meminta siswa untuk mencoba melakukan …………… sebagai pembuktian rumusan masalah/hipotesis
  2. Siswa mencoba ……………. sebagai pembuktian rumusan masalah/hipotesis
  3. Siswa mencoba ………. seperti contoh Guru sebagai pembuktian rumusan masalah/hipotesis
  4. Siswa mencoba melakukan………. sesuai contoh guru sebagai pembuktian rumusan masalah/hipotesis

PEMBUKTIAN

  1. Guru menugaskan siswa untuk menilai hasil ……….. menggunakan format penilaian.
  2. Siswa menilai hasil …….. menggunakan format penilaian.
  3. Siswa menilai hasil …….. menggunakan format penilaian.
  4. Guru menugaskan siswa untuk ……..
  5. Siswa mengirim tugas via e-mail.
  6. Siswa berkomunikasi tentang …….

SIMPULAN

  1. Guru menugaskan siswa untuk menyajikan cara-cara serta kesimpulan ………
  2. Siswa membuat bahan presentasi tentang ……… dalam bentuk PPT.
  3. Siswa menyajikan tentang ………..
  4. Siswa lain memberikan tanggapan terhadap presentasi.
  5. Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru.
  6. Siswa memperbaiki hasil presentasi dan membuat simpulan ……..

Demikian diskusi seputar discovery learning. Semoga menginspirasi rekan-rekan meningkatkan mutu perencanaan pembelajaran.

Membuat Soal HOTS

membuat soal hots

Membuat Soal HOTS

Membuat Soal HOTS tantangan bagi guru. Membuat Soal HOTS wajib dikuasai guru pada K2013. Bagaimana cara membuat soal HOTS? Nah … sabar-sabar dulu … untuk dapat mulai membuat soal hots, kita tentu harus terlebih dahulu memahami apa dan bagaimana soal hots itu. Tidak perlu berpanjang kata … mari kita lanjut dengan megenal lebih dekat apa itu HOTS ?

HOTS adalah akronim dari Higher Order Thinking Skills yang berarti keterampilan berfikir tingkatan tinggi. Berdasar pada taksonomi Bloom yang direvisi Anderson, dimensi proses berfikir yang terdiri dari C1 sampai dengan C6 dapat dibedakan dalam 2 (dua) keterampilan berpikir yaitu low order thinking skills (LOTS) dan higher order thinking skill (HOTS). Lebih jelas perolehan dimensi pengetahuan tersebut diilustrasikan pada tabel berikut:

membuat soal hots

Perkembangan kemampuan berpikir mengingat, memahami sampai dengan menerapkan cenderung bentuk pengetahuan faktual, pengetahuan konseptual dan bentuk pengetahuan prosedural yang merupakan keterampilan berpikir tingkat rendah (low order thinking skills / LOTS). Perkembangan kemampuan berpikir menganalisis, mengevaluasi dan mengreasi cenderung pada pengetahuan metakognitif menghasilkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills / HOTS). Jadi soal hots adalah soal yang mendorong siswa menggunakan kemampuan penalaran menganalisis, mengevaluasi dan mengreasi untuk bisa menjawabnya.

Membuat Soal HOTS yang mampu melatih siswa menggunakan kemampuan menganalisis, mengevaluasi dan mengreasi sudah barang tentu memerlukan berbagai bekal kemampuan pedagogik guru yang baik. Di samping itu juga perlu wawasan yang luas terkait berbagai kondisi nyata dan berkaitan dengan kompetensi yang dipelajari. Hal-hal ini dapat membantu untuk dikemas sebagai bahan kajian untuk membuat soal.

Bekal Guru Membuat Soal

Membuat Soal HOTS tanpa bekal pengetahuan yang memadai akan terasa sulit dan membingungkan. Ujung-ujungnya membuat pusing, menjadi bosan dan akhirnya ‘melarikan diri’ … membuat soal seadanya … kembali seperti dulu lagi.  Oleh karena itu, admin mengajak kepada rekan-rekan pendidik untuk tetap sabar dan istiqomah belajar meningkatkan wawasan pedagogik dan pengetahuan agar dimudahkan tugas-tugasnya.

Membuat Soal HOTS perlu didahului dengan melakukan analisis kompetensi dasar. Mempraktekkan pengetahuan dan keterampilan pedagogik sesuai bimtek K2013, ada tiga analisis yang terkait dan relefan untuk diterapkan yaitu Analisis SKL KI KD dan analisis Materi Pembelajaran dan Analisis Penilaian Hasil Belajar. Analisis SKL KI KD dapat anda pelajari di postingan Analisis SKL KI KD. Analisis Materi Pembelajaran dapat dipelajari pada postingan Analisis Materi Pembelajaran  dan Analisis Penilaian Hasil Belajar dapat dipelajari pada postingan Analisis Penilaian Hasil Belajar. Analisis-analisis tersebut sesungguhnya juga merupakan bagian langkah-langkah mengembangkan soal evaluasi baik soal kategori LOTS maupun soal berkategori HOTS. Karena itu penguatan kompetensi guru melakukan analisis (K2013) otomatis juga menguatkan kompetensi mengembangkan soal evaluasi termasuk soal hots.

Membuat Soal HOTS juga memerlukan pengetahuan kata kerja operasional untuk membantu mengarahkan penulisan soal. Daftar kata kerja operasional dapat dilihat pada postingan Kata Kerja Operasional atau pada postingan Kata Kerja Operasional GTK Kemdikbud.

Langkah Membuat Soal HOTS

Berdasarkan Panduan Penilaian SMK tahun 2018, penilaian hasil belajar siswa dilakukan oleh guru, sekolah dan pemerintah. Penilaian oleh guru merupakan penilaian proses pembelajaran (assessment for learning), penilaian capaian pembelajaran (assessment of learning), dan penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning). Mekanismenya meliputi penetapan lingkup penilaian, perencanaan penilaian, pelaksanaan penilaian dan pemanfaatan hasil penilaian untuk pengambilan keputusan berkaitan dengan peserta didik, perbaikan proses pembelajaran, membuat pelaporan, dan kegunaan lain yang sesuai. Pengembangan instrumen tes tertulis mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Penyusunan kisi-kisi.
  2. Penyusunan soal berdasarkan kisi-kisi dan kaidah penulisan soal
  3. Penyusunan pedoman penskoran sesuai dengan bentuk soal yang digunakan
  4. Analisis butir soal secara kualitatif (telaah soal) dan/atau kuantitatif sebelum soal diujikan

Membuat Soal  sesungguhnya adalah bagian dari persiapan pelaksanaan tes tertulis dan seharusnya juga mengindahkan langkah-langkah mengembangkan instrumen tes tertulis di atas.

Kisi-kisi Membuat Soal HOTS

Membuat Soal HOTS seharusnya diawali dengan membuat kisi-kisi. Merujuk pada Panduan Penulisan Soal SMA/MA/SMK yang diterbitkan Pusat Penilaian Pendidikan Badan Penelitian Dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan suatu kisi-kisi harus memenuhi syarat:

  • Mewakili isi kurikulum yang akan diujikan.
  • Komponen-komponennya rinci, jelas, dan mudah dipahami.
  • Indikator soal harus jelas dan dapat dibuat soalnya sesuai dengan bentuk soal yang telah ditetapkan.

Komponen kisi-kisi terbagi dalam 2 (dua) kelompok yaitu kelompok identitas dan kelompok matriks. Komponen identitas meliputi jenis/jenjang sekolah, program studi/jurusan, mata pelajaran, tahun ajaran, kurikulum yang diacu, alokasi waktu, jumlah soal, dan bentuk soal diletakkan di atas komponen matriks. Komponen matriks (tabel) meliputi kompetensi dasar yang diambil dari kurikulum, kelas dan semester, materi, indikator, level kognitif, dan nomor soal. Ilustrasi di bawah ini memberi contoh format kisi-kisi .

format kisi-kisi membuat soal hots
format kisi-kisi membuat soal hots

Pengisian Format Kisi-kisi Membuat Soal HOTS

Membuat kisi-kisi untuk membuat Soal HOTS merupakan langkah penting yang harus dilakukan. Hal ini dinyatakan secara tegas dalam buku Panduan Penulisan Soal SMA/MA/SMK yang dikeluarkan oleh Pusat Penilaian Pendidikan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. Pengisian format kisi-kisi seperti pada gambar di atas sesungguhnya sama atau mirip dengan Analisis penilaian hasil pembelajaran pada Bimtek K2013. Oleh karena itu langkah tersebut dapat dioptimalkan untuk menyusun soal hots.

  • Kompetensi Dasar dapat dicopy dari daftar KD.
  • Materi dapat dicopy dari materi pembelajaran hasil Analisis Materi Pembelajaran
  • Kelas dan semester sesuai kelas dan semester yang akan diukur
  • Indikator soal dapat dibuat dengan berdasar pada Indikator Pencapaian Kompetensi IPK hasil analisis materi pembelajaran. Inilah alasannya mengapa pengembangan Indikator Pencapaian Kompetensi menjadi komponen perencanaan yang krusial.
  • Level kognitif diisi Level 1, Level 2 atau Level 3 (lihat … )
  • Bentuk soal diisi pilihan ganda, isian atau uraian

Contoh kisi-kisi membuat soal hots yang sudah terisi dapat dilihat pada gambar di bawah:

isian kisi-kisi membuat soal hots
isian kisi-kisi membuat soal hots

Langkah Akhir Membuat Soal HOTS

Langkah akhir Membuat Soal HOTS selanjutnya adalah (1) Memilih stimulus yang menarik dan kontekstual (2) Menulis butir pertanyaan sesuai dengan kisi-kisi soal (3) Membuat pedoman penskoran (rubrik) atau kunci jawaban.

Memilih stimulus

Stimulus untuk soal HOTS sebaiknya menarik dan kontekstual. Stimulus baru biasanya menarik karena itu disarankan untuk selalu memperbaharui stimulus. Sifat kontekstual berarti sesuai dengan kenyataan dalam kehidupan sehari-hari, menarik, mendorong peserta didik untuk membaca. Dalam konteks Ujian Sekolah, guru dapat memilih stimulus dari lingkungan sekolah atau daerah setempat. Stimulus dapat berupa teks, gambar, grafik, tabel, dan lain sebagainya yang berisi informasi-informasi dari kehidupan nyata. Berdasar informasi yang tersurat dan tersirat pada stimulus siswa diharapkan dapat:

  • mentransfer informasi tersebut dari satu konteks ke konteks lainnya
  • memproses dan menerapkan informasi
  • melihat keterkaitan antara informasi yang berbeda-beda
  • menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah
  • secara kritis mengkaji/menelaah ide atau gagasan dan informasi

Menulis butir pertanyaan sesuai dengan kisi-kisi soal

Butir-butir pertanyaan ditulis sesuai dengan kaidah penulisan butir soal HOTS. Kaidah penulisan  butir soal HOTS, agak berbeda dengan kaidah penulisan butir soal pada umumnya. Perbedaannya terletak pada aspek materi, sedangkan pada aspek konstruksi dan bahasa relatif sama. Setiap butir soal ditulis pada kartu soal, sesuai format terlampir.

Membuat pedoman penskoran (rubrik) atau kunci jawaban

Setiap butir soal HOTS yang ditulis hendaknya dilengkapi dengan pedoman penskoran atau kunci jawaban. Pedoman penskoran dibuat untuk bentuk soal uraian. Sedangkan kunci jawaban dibuat untuk bentuk soal pilihan ganda, pilihan ganda kompleks (benar/salah, ya/tidak), dan isian singkat.

Demikian dulu diskusi singkat Membuat Soal HOTS. Informasi tentang hal ini tentunya belum optimal, namun setidaknya dapat menjadi informasi awal yang dapat dikembangkan. Bagaimana sharing rekan-rekan …?

Sumber :

  1. Panduan Penilaian Hasil Belajar pada Sekolah Menengah Kejuruan tahun 2018
  2. Panduan Penulisan Soal SMA/MA/SMK Tahun 2017, Pusat Penilaian Pendidikan Badan Penelitian Dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan
  3. Modul Penyusunan Soal HOTS, Direktorat Pembinaan SMA

Analisis KI KD IPK Tujuan dan Materi Pembelajaran Matematika

Analisis KI KD IPK Tujuan dan Materi Pembelajaran Matematika

Posting Analisis KI KD IPK Tujuan dan Materi Pembelajaran Matematika ini saya yakin belum sempurna. Analisis KI KD IPK Tujuan dan Materi Pembelajaran Matematika ini saya harapkan bisa menjadi bahan diskusi khususnya atas pertanyaan Ibu Gina. Analisis KI KD IPK Tujuan dan Materi Pembelajaran Matematika perlu dioptimalkan untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

Analisis KI Mata Pelajaran Matematika

KOMPETENSI INTI 3

(PENGETAHUAN)

KOMPETENSI INTI 4 

(KETERAMPILAN)

ANALISIS DAN REKOMENDASI KI

1

2

3

3.  Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kajian Matematika pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional..4. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kajian Matematika` 

Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

KI-3 pengetahuan dan KI-4 keterampilan, adalah untuk program pendidikan 3 tahun. 

KI-3 dan KI-4 tersebut sesuai menjadi rujukan KD-KD mata pelajaran Teknik Audio Video (3 Tahun).

Analisis KD Mata Pelajaran Matematika

Penjabaran KI dan KD ke dalam IPK, Tujuan Pembelajaran, dan Materi Pembelajaran

maaf sehubungan dengan perubahan setting server … halaman ini tidak aktif lagi

Nah sementara sampai ini dulu … saya harus belajar matematika lagi … sebelum bisa melanjutkan postingan Analisis KI KD IPK Tujuan dan Materi Pembelajaran Matematika ini … kalau belum sesuai … mohon rekan-rekan yang lebih menguasai dapat memberikan penyempurnaannya ya … terima kasih.

Capaian SKL Pengetahuan Faktual Konseptual Prosedural Metakognitif Rendah

pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif rendah

Capaian SKL Pengetahuan Faktual Konseptual Prosedural Metakognitif Rendah

Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif merupakan salah satu indikator SKL dalam Rapor Mutu Sekolah. Berapa skor capaian SKL Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif di sekolah kita? Apakah capaian SKL Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif di sekolah rekan-rekan masih rendah? … maaf … alias belum bermutu tinggi? Apa yang menjadi penyebabnya? Mari kita diskusikan …

pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif
pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif

Memahami Pengetahuan Faktual Konseptual Prosedural Metakognitif

Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif merupakan salah satu indikator capaian Standar Kompetensi Lulusan Rapor Mutu Sekolah. Berdasarkan hasil diskusi dan kunjungan di beberapa pertemuan masih banyak dari kita belum memahami apa itu pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif. Untuk menambah wawasan kita berikut deskripsi pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif yang dimuat dalam dokumen indikator mutu dalam penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Deskripsi Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif pada jenjang SD

  • pengetahuan dasar berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, dan negara.
  • pengetahuan terminologi/istilah  yang  digunakan,  klasifikasi,  kategori,
  • prinsip, dan generalisasi berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya terkait dengan diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, dan negara.
  • pengetahuan tentang cara melakukan sesuatu atau kegiatan yang berke- naan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa dan negara.
  • pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri sendiri dan menggunakannya dalam mempelajari ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya terkait dengan diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa dan negara.

Deskripsi Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif pada jenjang SMP

  • pengetahuan teknis dan spesifik tingkat sederhana berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
  • pengetahuan terminologi/istilah dan klasifikasi, kategori, prinsip, general- isasi dan teori, yang digunakan terkait dengan pengetahuan teknis dan spesifik tingkat sederhana berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
  • pengetahuan tentang cara melakukan sesuatu atau kegiatan yang terkait dengan pengetahuan teknis, spesifik, algoritma, metode tingkat seder- hana berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
  • pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri sendiri dan menggunakannya dalam mempelajari pengetahuan teknis dan spesifik tingkat sederhana berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.

Deskripsi Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif pada jenjang SMA dan SMK

  • pengetahuan teknis dan spesifik, detail dan kompleks berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan inter- nasional.
  • pengetahuan terminologi/istilah dan klasifikasi, kategori, prinsip, general- isasi, teori, model, dan struktur yang digunakan terkait dengan pengetahuan teknis dan spesifik, detail dan kompleks berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan inter- nasional.
  • pengetahuan tentang cara melakukan sesuatu atau kegiatan yang terkait dengan pengetahuan teknis, spesifik, algoritma, metode, dan kriteria untuk menentukan prosedur yang sesuai berkenaan dengan ilmu penge- tahuan, teknologi, seni, dan budaya, terkait dengan masyarakat dan ling- kungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan inter- nasional.
  • pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri sendiri dan menggunakannya dalam  mempelajari  pengetahuan  teknis, detail, spesifik, kompleks, kontekstual dan kondisional berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan internasional.

Memahami Acuan Mutu Untuk Analisis Capaian SKL Pengetahuan Faktual Konseptual Prosedural Metakognitif

Capaian SKL Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif terbentuk oleh suatu sistem standar. Standar Nasional Pendidikan yang terdiri atas 8 (delapan) standar membentuk sistem input proses dan output yang digambarkan sebagai berikut:

acuan mutu skl pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif

Tampak pada gambar di atas bagian masukan (input) dibentuk oleh standar pengelolaan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana dan standar pembiayaan. Sistem standar masukan ini akan mendukung sistem proses yang terdiri dari standar proses, standar isi dan standar penilaian. Kompetensi Lulusan berada pada posisi keluaran dari sistem atau merupakan hasil.

Kompetensi lulusan berupa capaian pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif akan optimal jika standar proses, standar isi dan standar penilaian dilaksanakan secara penuh dan optimal sesuai ketentuan. Standar isi, standar proses dan standar penilaian akan bisa dijalankan secara penuh dan optimal apabila sistem standar masukan yaitu standar pengelolaan, standar PTK, standar sarana dan prasarana dan standar pembiayaan dipenuhi sesuai ketentuan.

Berdasar gambar dan uraian singkat di atas kompetensi lulusan berupa capaian pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif sebagai keluaran merupakan hasil langsung / dipengaruhi secara langsung oleh pelaksanaan standar proses, pelaksanaan standar isi dan pelaksanaan standar penilaian. Penting untuk dicatat, dalam konteks ini yang berpengaruh secara langsung kepada kompetensi lulusan berupa capaian pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif adalah pelaksanaan standar isi, standar proses dan standar penilaian oleh rekan-rekan pendidik.

Kemungkinan Penyebab Langsung Capaian SKL Pengetahuan Faktual Konseptual Prosedural Metakognitif Rendah

Berapa skor capaian SKL Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif di sekolah kita? Apakah capaian SKL Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif masih rendah? Maaf … jangan berpikir negatif … data dalam rapor mutu pendidikan yang dapat kita lihat rata-rata masih rendah. Tentu saja hal ini tidak sama antara satu sekolah dengan sekolah yang lain dan bahkan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Apakah kemungkinan penyebab capaian SKL Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif masih rendah?

Penyebab Langsung Capaian SKL Pengetahuan Faktual Konseptual Prosedural Metakognitif sesuai uraian di atas adalah hasil pelaksanaan standar isi, hasil pelaksanaan standar proses dan hasil pelaksanaan standar penilaian. Dengan bahasa sederhana dapat kita ungkapkan kompetensi peserta didik secara langsung dipengaruhi oleh apa yang diajarkan guru, bagaimana guru mengajarkan dan bagaimana guru menilai yang sudah diajarkan.

standar isi proses penilaian
standar isi proses penilaian

Solusi Meningkatkan Capaian SKL Pengetahuan Faktual Konseptual Prosedural Metakognitif Rendah

Untuk meningkatkan Capaian SKL Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif Rendah secara umum tentu meliputi seluruh standar. Namun kita sebagai guru dapat berpartisipasi meningkatkan capaian skl tersebut dengan memperbaiki dan menyempurnakan segala sesuatu terkait dengan pertanyaan (1) apa yang kita ajarkan (isi pembelajaran) (2) bagaimana kita mengajarkan (proses) dan (3) bagaimana kita menilai pembelajaran (penilaian)

Isi pembelajaran seharusnya terurai dengan lengkap dan sistematis di dalam KTSP yaitu Dokumen 1, Silabus / Dokumen 2 dan RPP / Dokumen 3. Dalam hal ini bukan saja keberadaan benda masing-masing dokumen namun juga proses dan prosedur penyusunan masing-masing dokumen. Agar isi pembelajaran dapat ditemukan dengan akurat maka kita perlu lakukan Analisis SKL KI KD dan Analisis Materi Pembelajaran.

Proses pembelajaran atau bagaimana kita mengajarkan merujuk aktifitas-aktifitas yang seharusnya kita lakukan sesuai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun melalui analisis yang benar sehingga bukn saja isi namun juga proses pembelajaran benar. Bagaimana kita mengajarkan dapat disusun rencananya dengan akurat dengan melakukan Analisis Penerapan Model Pembelajaran.

Bagaimana kita menilai merujuk pada perencanaan penilaian, proses dan prosedur penilaian yang benar dan tepat. Dan penilaian pembelajaran dapat disusun dengan akurat jika kita melakukan Analisis Penilaian Hasil Belajar.

Dengan langkah-langkah di atas Pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif Indikator SKL Rapor Mutu Pendidikan dapat ditingkatkan.

Demikian diskusi kita Capaian SKL Pengetahuan Faktual Konseptual Prosedural Metakognitif Rendah … semoga menjadi perhatian kita.

 

Bacaan Sumber:

  1. Indikator Mutu Dalam Penjaminan Mutu Pendidikan, Kemdikbud, 2017
  2. How Help Teacher Succes, Glickman,
  3. Rapor Mutu Sekolah

Standar Penilaian SMK/MAK 2018

Standar Penilaian SMK/MAK 2018

Standar penilaian adalah salah satu unsur S N P. Standar penilaian wajib dipahami guru. Standar penilaian menjadi referensi utama setiap sekolah dalam pelaksanaan penilaian.

Standar Penilaian SMK/MAK 2018 baru diterbitkan. Standar Penilaian SMK/MAK 2018 dirilis bersamaan dengan Standar Nasional Pendidikan SMK/MAK. Standar Penilaian SMK/MAK 2018 merupakan bagian atau lampiran dari Standar Nasional Pendidikan SMK/MAK akhir tahun 2018.

Standar Penilaian Pendidikan SMK/MAK 2018, yang selanjutnya disebut Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria minimal mengenai lingkup, tujuan, manfaat, prinsip, mekanisme, prosedur, dan instrumen Penilaian Hasil Belajar peserta didik yang digunakan sebagai dasar dalam Penilaian Hasil Belajar peserta didik.

standar penilaian smk 2018
standar penilaian smk 2018

Prinsip Penilaian Menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018

Standar Penilaian SMK/MAK 2018 yang terlampir di dalam Standar Nasional Pendidikan SMK/MAK 2018 telah menyatakan dengan jelas Prinsip, Tujuan dan Ruang lingkup Penilaian SMK/MAK.

Prinsip adalah hal pokok dan mendasar yang dianut atau diterapkan. Jadi, prinsip penilaian SMK/MAK 2018 ialah hal pokok dan mendasar yang seharusnya diterapkan pada pelaksanaan penilaian. Prinsip-prinsip penilaian menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018 meliputi hal-hal berikut:

  1. Sahih, berarti interpretasi hasil penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan peserta didik dalam kaitannya dengan kompetensi yang dinilai sebagaimana diamanatkan oleh Standar Kompetensi Lulusan dan turunannya;
  2. Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas dalam  pemberian  interpretasi,  tidak  dipengaruhi subjektivitas penilai,  dimulai  dari  pengembangan  instrumen penilaiannya sampai dengan analisis hasil penilaian;
  3. Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender;
  4. Terpadu, berarti penilaian mencakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terintegrasi dan merupakan komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran;
  5. Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan;
  6. Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian mencakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau dan menilai perkembangan kemampuan peserta didik;
  7. Sistematis, berarti  penilaian  dilakukan  secara  berencana  dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku sesuai tahapan pelaksanaan kurikulum;
  8. Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran Kriteria Pencapaian Kompetensi yang ditetapkan sesuai Standar Kompetensi Lulusan;
  9. Akuntabel, berarti hasil penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi mekanisme, prosedur, teknik, maupun hasilnya;
  10. Reliabel, berarti penilaian memberikan hasil yang dapat dipercaya, dan konsisten apabila proses penilaian dilakukan secara berulang dengan menggunakan instrumen setara yang terkalibrasi; dan
  11. Autentik, berarti penilaian didasarkan pada keahlian, materi, atau kompetensi yang dipelajari sesuai dengan norma dan konteks di tempat kerja.

Tujuan Penilaian Menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018

Standar Penilaian SMK/MAK 2018 , sebagai sebuah standar telah menetapkan bahwa  Penilaian Hasil Belajar peserta didik dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:

  1. mengetahui tingkat capaian hasil belajar/kompetensi peserta didik;
  2. mengetahui pertumbuhan dan perkembangan peserta didik;
  3. mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik;
  4. mengetahui efektivitas proses pembelajaran; dan
  5. mengetahui pencapaian kurikulum.

Ruang Lingkup Penilaian Menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018

Standar Penilaian SMK/MAK 2018 menyatakan bahwa  Ruang lingkup Penilaian Hasil Belajar peserta didik pada SMK/MAK meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

  1. Penilaian ranah sikap merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh informasi deskriptif mengenai perilaku peserta didik sesuai norma sosial dan program keahlian yang ditempuh.
  2. Penilaian ranah pengetahuan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi aspek pengetahuan peserta didik sesuai dengan mata pelajaran dan/atau program keahlian yang ditempuh.
  3. Penilaian ranah keterampilan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengukur capaian kompetensi aspek keterampilan dalam melakukan tugas tertentu sesuai dengan mata pelajaran dan/atau program keahlian yang ditempuh.
Mekanisme, Prosedur dan Instrumen Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik Menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018
A.  Mekanisme Penilaian

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh pendidik merupakan penilaian proses pembelajaran (assessment for learning), penilaian capaian pembelajaran (assessment of learning), dan penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning), yang dilakukan melalui mekanisme penilaian pembelajaran sebagai berikut:

  1. Pendidik menetapkan  lingkup  penilaian  meliputi  ranah  sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
  2. Pendidik menyusun  perencanaan  penilaian  dan  melaksanakan penilaian; dan
  3. Pendidik memanfaatkan  hasil  penilaian  untuk  pengambilan keputusan     berkaitan  dengan  peserta  didik,  perbaikan  proses pembelajaran, membuat pelaporan, dan kegunaan lain yang sesuai.
B.  Prosedur Penilaian

Penilaian Hasil Belajar oleh pendidik dilakukan melalui tahapan sebagai berikut:

  1. Perencanaan metode dan teknik penilaian oleh pendidik mengacu kepada Standar Kompetensi Lulusan dan turunannya;
  2. Penyusunan instrumen penilaian disesuaikan dengan perencanaan metode dan teknik penilaian serta ditelaah/divalidasi oleh sejawat pendidik mata pelajaran yang sama;
  3. Pelaksanaan kegiatan penilaian bersifat fleksibel, menggunakan strategi, bentuk, dan teknik yang sesuai;
  4. Pendidik memfasilitasi pelaksanaan penilaian mandiri oleh peserta didik pada setiap penyelesaian proses belajar pada setiap unit kompetensi. Hasil penilaian mandiri diverifikasi oleh pendidik untuk membantu memastikan kesesuaiannya;
  5. Analisis hasil penilaian untuk mengetahui level capaian kompetensi dan/atau ketuntasan  belajar,  kelebihan,  dan  kekurangan pembelajaran baik tingkat peserta didik maupun tingkat kelas;
  6. Pemanfaatan hasil analisis untuk merancang pembelajaran remedial, meningkatkan mutu pembelajaran dan lulusan; dan
  7. Pelaporan berbentuk profil pencapaian kompetensi peserta didik dan profil kelas serta angka dan/atau deskripsi capaian belajar.
C.  Bentuk dan Instrumen Penilaian

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh pendidik dilakukan dengan menggunakan  bentuk  pengamatan,  penugasan,  ulangan,  dan/atau bentuk lain yang sesuai. Instrumen penilaian terdiri atas tes dan nontes.

Mekanisme, Prosedur dan Instrumen Penilaian Hasil Belajar oleh Sekolah Menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018
A.  Mekanisme Penilaian

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh satuan pendidikan merupakan penilaian capaian hasil belajar (assessment of learning), yang dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut:

  1. Penilaian oleh satuan pendidikan meliputi ranah pengetahuan dan keterampilan;
  2. Penilaian Hasil Belajar dalam bentuk Ujian Sekolah/Madrasah diselenggarakan oleh satuan pendidikan terakreditasi pada akhir jenjang pendidikan;
  3. Penilaian Hasil Belajar dalam bentuk UPK dilaksanakan oleh satuan pendidikan terakreditasi di tempat uji kompetensi pada satuan pendidikan atau tempat lain yang ditunjuk pada akhir periode pembelajaran dalam bentuk semester dan/atau tingkat;
  4. Pelaporan hasil penilaian UPK dilakukan oleh satuan pendidikan terakreditasi bekerja sama dengan mitra dunia usaha/industri dan/atau lembaga sertifikasi  profesi  dalam  bentuk  paspor keterampilan dan/atau sertifikat paket kompetensi yang telah dicapai; dan
  5. Laporan hasil penilaian pendidikan pada akhir semester, akhir tahun, dan kelulusan peserta didik ditetapkan dalam rapat dewan pendidik satuan pendidikan.
B.  Prosedur Penilaian

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh satuan pendidikan dilakukan melalui tahapan sebagai berikut:

  1. Penilaian Hasil  Belajar  peserta  didik  oleh  satuan  pendidikan dilakukan                  mengacu  kepada  Standar  Kompetensi  Lulusan  dan turunannya;
  2. Penyusunan instrumen penilaian disesuaikan dengan perencanaan metode dan teknik penilaian serta ditelaah/divalidasi oleh tim yang ditunjuk oleh satuan pendidikan;
  3. Pelaksanaan kegiatan penilaian bersifat fleksibel, menggunakan strategi, bentuk, dan teknik yang sesuai;
  4. Analisis hasil  penilaian  untuk  mengetahui  daya  serap  materi pembelajaran pada tingkat peserta didik maupun tingkat kelas;
  5. Pemanfaatan hasil  analisis  untuk  meningkatkan  mutu  satuan pendidikan; dan
  6. Pelaporan berbentuk profil kelas, profil satuan pendidikan yang berupa angka dan/atau deskripsi.
C.  Bentuk dan Instrumen Penilaian

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh satuan pendidikan dilakukan dalam bentuk Ujian Sekolah/Madrasah, UPK,  RPL, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dan/atau bentuk lain yang sesuai. Instrumen penilaian terdiri atas tes dan nontes. Instrumen tes dapat berupa instrument tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik. Instrumen nontes dapat berupa kuesioner, lembar pengamatan, dan/atau bentuk lain yang sesuai.

Mekanisme, Prosedur dan Instrumen Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah Pusat Menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018
A.  Mekanisme Penilaian

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh Pemerintah Pusat merupakan penilaian capaian pembelajaran (assessment of learning), yang dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut:

  1. Penilaian oleh Pemerintah Pusat dapat meliputi ranah pengetahuan dan keterampilan;
  2. Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah Pusat dalam bentuk Ujian Nasional diselenggarakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan;
  3. Satuan pendidikan pelaksana  Ujian  Nasional  adalah  satuan pendidikan terakreditasi;
  4. Ujian Nasional diselenggarakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dan sebanyak-banyaknya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun; dan
  5. Pemerintah Pusat dapat menyelenggarakan Penilaian Hasil Belajar dalam bentuk lain  yang  hasilnya  dapat  digunakan  untuk peningkatan, pemerataan, dan penjaminan mutu pendidikan.
B.  Prosedur Penilaian

Prosedur Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah Pusat dilakukan melalui tahapan berikut:

  1. Perencanaan metode dan teknik penilaian oleh Pemerintah Pusat mengacu kepada Standar Kompetensi Lulusan dan turunannya serta harus memenuhi prinsip penilaian;
  2. Penyusunan instrumen penilaian disesuaikan dengan perencanaan metode dan teknik penilaian serta ditelaah dan divalidasi oleh tim yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat;
  3. Pelaksanaan kegiatan penilaian bersifat fleksibel, menggunakan strategi, bentuk, dan teknik yang sesuai dengan tujuan penilaian.
  4. Analisis hasil penilaian untuk mengetahui capaian peserta didik, satuan pendidikan, dan wilayah binaannya;
  5. Pemanfaatan hasil  analisis  digunakan  untuk  pemetaan  mutu program, dasar perumusan kebijakan, alat seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, pengendalian mutu pendidikan di wilayah binaannya,   serta pembinaan kepada satuan pendidikan dalam rangka peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, daerah, dan nasional;
  6. Pelaporan dapat berbentuk sertifikat, profil peserta didik, profil satuan pendidikan, dan profil daerah yang berupa angka dan/atau deskripsi;
C.  Bentuk dan Instrumen Penilaian

Penilaian Hasil Belajar peserta didik oleh Pemerintah Pusat dilakukan dalam bentuk Ujian Nasional, UKK dan/atau bentuk lain yang sesuai. Instrumen penilaian berupa tes dan nontes. Tes dapat terdiri atas tes tertulis dan tes praktik. Instrumen nontes dapat berupa pertanyaan survei.

Mekanisme, Prosedur dan Instrumen Uji Kompetensi Keahlian Menurut Standar Penilaian SMK/MAK 2018
A.  Mekanisme Pengujian

Pengujian Kompetensi peserta didik oleh lembaga sertifikasi profesi dan atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri merupakan pengukuran capaian kompetensi berdasarkan skema okupasi dan atau skema kualifikasi. Hasil pengujian untuk memperoleh sertifikat kompetensi. Mekanisme pengujian dilakukan sesuai ketentuan lembaga sertifikasi profesi atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri.

B.  Prosedur Pengujian

Prosedur pengujian meliputi perencanaan, penyusunan instrumen, pelaksanaan kegiatan, analisis, dan penerbitan sertifikat kompetensi. Prosedur pengujian dilakukan sesuai ketentuan lembaga sertifikasi profesi atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri.

Prosedur pengujian hasil belajar kejuruan peserta didik dilakukan melalui tahapan berikut:

  1. Perencanaan metode dan teknik penilaian oleh lembaga sertifikasi profesi atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri mengacu kepada skema sertifikasi;
  2. Pembukaan pendaftaran untuk penetapan peserta uji kompetensi dilanjutkan dengan penilaian mandiri;
  3. Penyusunan materi uji kompetensi sesuai dengan skema sertifikasi kemasan okupasi atau kemasan kualifikasi dengan memperhatikan perencanaan metode dan teknik penilaian;
  4. Validasi materi uji kompetensi oleh tim yang ditunjuk oleh lembaga sertifikasi profesi atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri;
  5. Penunjukan asesor kompetensi sesuai dengan skema sertifikasi yang akan diujikan;
  6. Penetapan Tempat Uji Kompetensi yang telah terverifikasi;
  7. Penilaian mandiri peserta, bila sudah dilakukan selama proses pembeajaran, maka dapat digunakan dalam UKK
  8. Pelaksanaan kegiatan sertifikasi kompetensi menggunakan strategi, bentuk, dan teknik yang sesuai dengan tujuan sertifikasi kompetensi;
  9. Pelaporan hasil asesmen kepada lembaga sertifikasi untuk dirapatkan oleh tim yang ditunjuk;
  10. Penerbitan sertifikat kompetensi bagi peserta uji yang dinyatakan kompeten; dan
  11. Pemanfaatan hasil analisis sertifikasi kompetensi dapat digunakan untuk pemetaan mutu program, dan perumusan kebijakan satuan pendidikan.
C.      Bentuk dan Instrumen Penilaian

Penilaian pencapaian kompetensi peserta didik oleh asesor kompetensi dilakukan dalam bentuk sertifikasi kompetensi atau RPL. Instrumen penilaian terdiri atas tes dan nontes. Instrumen tes dapat berupa instrument tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik. Instrumen nontes dapat berupa lembar penilaian demonstrasi, lembar penilaian portofolio, kuesioner, lembar pengamatan, dan/atau bentuk lain yang sesuai.

Demikian Standar Penilaian SMK/MAK 2018 . Semoga bermanfaat .

Sumber: Permendikbud No. 34 Tahun 2018 Kemdikbud.

Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK 2018

standar proses pembelajaran smk

Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK 2018

Standar proses pembelajaran SMK/MAK telah ditetapkan. Standar proses pembelajaran SMK/MAK mulai tahun 2019 mengacu Standar Nasional Pendidikan SMK/MAK sebagai bagian tidak terpisahkan. Mari kita pelajari apa dan bagaimana Standar proses pembelajaran SMK/MAK terbaru ini.

Pengertian Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK

Standar proses pembelajaran SMK/MAK, yang selanjutnya disebut standar proses pembelajaran adalah kriteria minimal mengenai perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian pembelajaran, dan pengawasan pembelajaran pada  satuan pendidikan menengah kejuruan untuk mencapai kompetensi lulusan.

Standar proses pembelajaran SMK/MAK dikembangkan mengacu pada standar kompetensi lulusan dan standar isi untuk meningkatkan efektifitas  proses  pembelajaran  yang  dilakukan  oleh  guru/instruktur sehingga  dapat  mengembangkan  potensi,  prakarsa,  dan  kemandirian peserta didik sesuai dengan minat, bakat, dan perkembangan psikologis peserta didik.

Prinsip dan Dimensi Proses Pembelajaran berdasarkan Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK

Prinsip Umum Proses Pembelajaran

Dalam melakukan proses pembelajaran di SMK/MAK, guru/instruktur harus memperhatikan dan menerapkan prinsip pembelajaran sebagai berikut:

Prinsip   Umum   dalam   proses   pembelajaran   SMK/MAK   sebagai berikut:

  1. menganut Pembelajaran sepanjang hayat;
  2. menerapkan pendekatan ilmiah;
  3. menerapkan nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarsa sung tuladha), membangun kemauan (ing madya mangun karsa), dan mengembangkan kreativitas  peserta    didik   dalam    proses pembelajaran (tut wuri handayani);
  4. menerapkan pendekatan pembelajaran tuntas;
  5. memperhatikan keseimbangan antara keterampilan teknis dan nonteknis;
  6. menetapkan jumlah  rombongan  belajar  paling  sedikit  3  dan paling banyak 72 dengan jumlah maksimum 36 peserta didik per rombongan belajar. Dalam hal ketentuan jumlah maksimum 36 peserta didik per rombongan belajar tidak dapat terpenuhi maka dapat disimpangi paling banyak 2 rombongan belajar per tingkat kelas;
  7. menggunakan multisumber belajar;
  8. memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi;
  9. menerapkan metode pembelajaran yang mendorong peserta didik lebih aktif, inovatif, kreatif melalui suasana yang menyenangkan dan menantang dengan mempertimbangkan  karakteristik peserta didik; dan
  10. menerapkan  berbagai   model   pembelajaran   sesuai   dengan karakteristik kompetensi yang akan dicapai.

Prinsip Khusus Proses Pembelajaran

Prinsip  Khusus  dalam  proses  pembelajaran  SMK/MAK  sebagai berikut:

  1. menekankan pada pengetahuan dan keterampilan aplikatif;
  2. mewujudkan iklim  belajar  sebagai  simulasi  dari  lingkungan kerja di dunia usaha/industry;
  3. mendasarkan pada pekerjaan nyata, autentik, dan penanaman budaya kerja melalui pembelajaran industri (teaching factory) untuk mendapatkan pembiasaan berpikir dan bekerja dengan kualitas seperti di tempat kerja/usaha.
  4. memperhatikan permintaan pasar;
  5. berlangsung di  rumah,  di  satuan  pendidikan,  dan  di  dunia usaha/industry;
  6. melibatkan praktisi  ahli  yang  berpengalaman  di  bidangnya untuk memperkuat pembelajaran dengan cara pembimbingan saat PKL dan PSG; dan
  7. menerapkan program  Multi  Entry  Multi  Exit  dan  rekognisi pembelajaran lampau.

Dimensi Proses Pembelajaran

Proses pembelajaran SMK/MAK mencakup 3  (tiga) dimensi, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian proses pembelajaran.

  • Perencanaan pembelajaran disusun dalam bentuk RPP dan/atau perangkat pembelajaran lain yang mengacu kepada silabus dan kurikulum berdasarkan standar isi dan standar kompetensi
  • Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
  • Penilaian pembelajaran dilakukan untuk perbaikan proses

Rumusan Proses Pembelajaran di Kelas berdasarkan Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK

1.      Perencanaan

Guru membuat perencanaan pembelajaran dalam bentuk RPP dan/atau perangkat pembelajaran lain yang mengacu kepada silabus yang dikembangkan oleh SMK/MAK dan kurikulum.

  1. Silabus

Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang juga memuat kerangka konseptual program keahlian dan kompetensi keahlian.

2.Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

RPP dikembangkan dari silabus dan bertujuan untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai kompetensi.

2.      Pelaksanaan

Guru/instruktur   dalam   melaksanakan   pembelajaran   mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

Kegiatan pendahuluan

Pada pelaksanaan kegiatan pendahuluan, guru/instruktur:

1)   menyiapkan  peserta  didik  secara  psikis  dan  fisik  untuk mengikuti proses pembelajaran;

2)   memberi motivasi belajar peserta didik secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari, dengan memberikan contoh dan perbandingan lokal, nasional dan internasional, serta disesuaikan dengan karakteristik dan jenjang peserta didik;

3)   melakukan    aktivitas    yang    mengaitkan    pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;

4)   menjelaskan  tujuan  pembelajaran  atau  kompetensi  yang akan dicapai; dan

5)   menyampaikan  cakupan  materi  dan  penjelasan  uraian kegiatan sesuai silabus.

Kegiatan inti

Guru/instruktur menggunakan model pembelajaran sesuai karakteristik kompetensi untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan memanfaatkan bahan  ajar yang tertuang dalam RPP. Guru/instruktur mendorong peserta didik belajar aktif dengan memberi kesempatan bertanya, menyampaikan ide/gagasan, pendapat, berdiskusi, atau bentuk lain yang memotivasi belajar.

Kegiatan penutup

Pada kegiatan penutup, guru/instruktur dan peserta didik, baik secara individu maupun kelompok:

1)   melakukan      refleksi      seluruh      rangkaian      aktivitas pembelajaran, hasil dan manfaat yang diperoleh;

2)   memberikan   umpan   balik   terhadap   proses   dan   hasil pembelajaran;

3)   merencanakan kegiatan tindak lanjut; dan

4)   menginformasikan  rencana  kegiatan  pembelajaran  untuk pertemuan berikutnya.

3.      Penilaian Proses Pembelajaran

Penilaian Proses Pembelajaran merupakan penilaian terhadap pelaksanaan pembelajaran untuk perbaikan. Hasil penilaian digunakan untuk merencanakan program perbaikan pembelajaran, pengayaan, dan layanan   konseling   untuk   mengatasi   kesulitan belajar.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian proses pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. penilaian sebagai bagian dari proses pembelajaran;
  2. fungsi penilaian  sebagai  diagnosis  untuk  perbaikan  proses pembelajaran;
  3. tindak lanjut hasil penilaian berupa perbaikan dan pengayaan;
  4. berbagai teknik penilaian dapat digunakan seperti penilaian diri, penilaian antar teman, kuis, dan pengamatan.

Rumusan Proses Pembelajaran Praktik berdasarkan Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK

1.      Perencanaan

Guru/instruktur menganalisis karakteristik keterampilan yang akan dicapai peserta didik.

2.      Pelaksanaan
  1. Guru/instruktur  memberi     contoh     dengan     melakukan demonstrasi keterampilan kepada peserta didik.
  2. Guru/instruktur memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan keterampilan yang didemonstrasikan guru/instruktur dengan bimbingan.
  3. Peserta didik mengerjakan keterampilan secara mandiri.
3.      Penilaian

Guru/instruktur  melakukan  penilaian  sesuai dengan karakteristik keterampilan yang ada pada standar isi dan silabus setelah peserta didik bisa melakukan keterampilan tanpa bimbingan.

Rumusan Proses Pembelajaran Sistem Blok berdasarkan Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK

1.      Perencanaan

Dalam melakukan pembelajaran sistem blok guru/instruktur melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. menganalisis skema sertifikasi yang harus dicapai peserta didik;
  2. menguraikan hasil analisis dalam materi pembelajaran; dan
  3. menetapkan waktu,  sumberdaya,  peralatan,  dan  bahan  yang diperlukan untuk kegiatan pembelajaran.
2.      Pelaksanaan

Pelaksanaan  pembelajaran  sistem  blok  dapat dilakukan di SMK/MAK,   industri,   atau   secara   bergantian   di   industri   dan SMK/MAK sesuai dengan waktu, sumber daya, peralatan, dan bahan yang telah ditetapkan.

3.      Penilaian Proses Pembelajaran

Penilaian  proses  pembelajaran  dilakukan  dengan  mengikuti ketentuan sebagaimana dimaksud dalam subbab A angka 3 dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran.

Rumusan Proses Pembelajaran pada Pendidikan Sistem Ganda berdasarkan Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK

1.      Perencanaan

Guru/instruktur dari SMK/MAK dan pembimbing dunia kerja membuat   perencanaan   sistem   ganda   dengan   tahapan   sebagai berikut:

  1. melakukan sinkronisasi kompetensi yang akan dicapai berkerjasama dengan dunia kerja;
  2. menyusun modul dan jadwal pembelajaran; dan
  3. membuat rencana pengujian dan sertifikasi.
2.      Pelaksanaan

Pelaksanan kegiatan pembelajaran pada PSG dilakukan sebagai berikut:

  1. pembimbing dunia kerja menyampaikan kompetensi yang akan dicapai peserta didik selama praktik kerja;
  2. pembimbing  dunia   kerja   menjelaskan   prinsip   kerja   dan keselamatan kerja;
  3. pembimbing dunia kerja memberi kesempatan kepada peserta didik untuk  melihat  dan  memperhatikan  keterampilan  kerja yang dilakukan oleh karyawan;
  4. memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai dengan mengikutsertakan pada kelompok kerja karyawan;
  5. peserta  didik   membantu   dunia   usaha/industri   melakukan pekerjaan keterampilan tertentu; dan
  6. pembimbing dunia usaha/industri melakukan bimbingan kerja terhadap peserta didik untuk mencapai kompetensi kerja.
3.      Penilaian

Pembimbing dunia usaha/industri melakukan penilaian yang mencakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan format yang disepakati oleh guru/instruktur.

Latar Belakang Pengembangan Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,  pengendalian  diri,  kepribadian, kecerdasan,  akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Standar proses pembelajaran dikembangkan mengacu pada standar kompetensi lulusan dan standar isi.

Proses pembelajaran diselenggarakan berbasis aktivitas secara interaktif, inspiratif,  menyenangkan,  menantang,  dan  memotivasi  peserta  didik. Selain   itu   proses   pembelajaran   juga   memberikan   ruang   untuk berkembangnya  keterampilan  abad  XXI  yaitu  kreatif,  inovatif,  berfikir kritis,   pemecahan   masalah,   kolaboratif,   dan   komunikatif   untuk menyongsong era revolusi industri 4.0 dan yang akan datang. Era ini dikenal juga dengan fenomena  disruptive  innovation  yang  menekankan pada pola ekonomi digital, kecerdasan buatan, big data, dan robotik.

Standar proses pembelajaran ini disusun sebagai acuan bagi guru/instruktur, satuan pendidikan, dunia usaha/industri, dan lembaga sertifikasi   dalam   melakukan   proses   pembelajaran   untuk   mencapai standar kompetensi lulusan.

Demikianlah Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK. Marilah kita update Pembelajaran SMK/MAK sesuai Standar Proses Pembelajaran SMK/MAK ini. Semoga bermanfaat.

 

Sumber: 
Lampiran III Permendikbud No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan SMK/MAK.

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

standar kompetensi lulusan skl smk 2018

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK adalah bagian SNP SMK/MAK 2018. Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK itu kriteria kemampuan lulusan SMK. Pahami Standar Kompetensi Lulusan (SKL) SMK/MAK agar kita tahu pasti apa peran kita untuk mewujudkannya.

Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK adalah kriteria minimal tentang kompetensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sesuai kebutuhan pengguna lulusan. Pengertian ini selaras dengan posisi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) SMK/MAK sebagai bagian dari SNP SMK/MAK dan pengertian umum Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK sesuai Permendikbud No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan.

area kompetensi standar kompetensi lulusan smk-mak 2018
area kompetensi standar kompetensi lulusan smk-mak 2018

Mengenali Formulasi Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018 dirumuskan sedikit berbeda dengan Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK sebelumnya. Rumusan Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018 dirinci ke dalam 9 (sembilan) area kompetensi meliputi :

  1. keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  2. kebangsaan dan cinta tanah air;
  3. karakter pribadi dan sosial;
  4. literasi;
  5. kesehatan jasmani dan rohani;
  6. kreativitas;
  7. estetika;
  8. kemampuan teknis; dan
  9. kewirausahaan.

Masing-masing area kompetensi kemudian dijabarkan ke dalam kompetensi-kompetensi lulusan SMK/MAK yang dicita-citakan.

Rumusan Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

 

No.Area KompetensiStandar Kompetensi Lulusan 3 (tiga) Tahun
A.1.Keimanan    dan Ketakwaan kepada    Tuhan Yang Maha Esa

A.1.1 memiliki     pemahaman,     penghayatan,     dan kesadaran  dalam  mengamalkan  ajaran  agama yang dianut

A.1.2 memiliki     pemahaman,     penghayatan,     dan kesadaran dalam        berperilaku        yang menggambarkan akhlak mulia

A.1.3 memiliki     pemahaman,     penghayatan,     dan kesadaran dalam hidup berdasarkan nilai kasih dan sayang

A.2.Kebangsaan dan Cinta Tanah Air

A.2.1 meyakini    Pancasila    sebagai    dasar    Negara Kesatuan Republik Indonesia

A.2.2 memiliki  kesadaran  sejarah,  rasa  cinta,  rasa bangga, dan semangat berkorban untuk tanah air, bangsa, dan negara

A.2.3 menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang demokratis dan warga masyarakat global

A.2.4 bekerjasama dalam keberagaman suku, agama, ras, antargolongan, jender, dan bahasa dengan menjunjung hak asasi dan martabat manusia

A.2.5 memiliki     pemahaman,     penghayatan,     dan kesadaran untuk  patuh  terhadap  hukum dan norma sosial

A.2.6 memiliki      kebiasaan,      pemahaman,      dan kesadaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungan alam, kepedulian sosial dalam konteks pembangunan berkelanjutan

 

No.Area KompetensiStandar Kompetensi Lulusan – 3 (tiga) Tahun
A.3.Karakter Pribadi dan Sosial

A.3.1 memiliki      kebiasaan,      pemahaman,      dan kesadaran untuk bersikap dan berperilaku jujur

A.3.2 memiliki  kemandirian    dan  bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas pekerjaannya

A.3.3 memiliki kemampuan berinteraksi dan bekerja dalam kelompok  secara  santun,  efektif,  dan produktif dalam     melaksanakan     tugas pekerjaannya

A.3.4 memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan situasi dan lingkungan kerja secara efektif

A.3.5 memiliki rasa ingin tahu untuk mengembangkan keahliannya secara berkelanjutan

A.3.6 memiliki     etos     kerja     yang     baik    dalam menjalankan tugas keahliannya

A.4.Kesehatan Jasmani dan Rohani

A.4.1 memiliki       pemahaman       dan       kesadaran berperilaku hidup bersih dan sehat untuk diri dan lingkungan kerja

A.4.2 memiliki kebugaran dan ketahanan jasmani dan rohani dalam menjalankan tugas keahliannya

A.4.3 menyadari  potensi dirinya,  tangguh  mengatasi tekanan pekerjaan, dapat bekerja produktif, dan bermanfaat bagi lingkungan kerja

A.5.LiterasiA.5.1 memiliki  kemampuan  berkomunikasi  denganmenggunakan   Bahasa   Indonesia   yang   baik untuk melaksanakan pekerjaan sesuai keahliannya

A.5.2 memiliki   kemampuan   menggunakan   Bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya untuk menunjang pelaksanaaan      tugas      sesuai keahliannya

 

No.

Area Kompetensi

Standar Kompetensi Lulusan – 3 (tiga) Tahun

A.5.3 memiliki     pemahaman     matematika     dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya

A.5.4 memiliki pemahaman konsep dan prinsip sains dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya

A.5.5 memiliki   pemahaman   konsep   dan   prinsip pengetahuan sosial dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya

A.5.6 memiliki  kemampuan  menggunakan  teknologi dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya

A.5.7 memiliki   kemampuan   mengekspresikan   dan mencipta karya seni  budaya lokal dan nasional

A.6.Kreativitas

A.6.1 memiliki   kemampuan   untuk   mencari   dan menghasilkan gagasan, cara kerja, layanan, dan produk karya inovatif sesuai keahliannya

A.6.2 memiliki           kemampuan           bekerjasama menyelesaikan masalah dalam melaksanakan tugas sesuai keahliannya secara kreatif

A.7.EstetikaA.7.1 memiliki          kemampuan          mengapresiasi, mengkritisi, dan menerapkan aspek estetika dalam menciptakan layanan dan/atau produk sesuai keahliannya
A.8.Kemampuan Teknis

A.8.1 memiliki   kemampuan   dasar   dalam   bidang keahlian   tertentu  sesuai   dengan   kebutuhan dunia kerja

A.8.2 memiliki  kemampuan  spesifik  dalam  program keahlian tertentu  sesuai   dengan   kebutuhan dunia kerja dan menerapkan kemampuannya sesuai prosedur/kaidah dibawah pengawasan

A.8.3 memiliki    pengalaman    dalam    menerapkan keahlian  spesifik  yang  relevan  dengan  dunia kerja

A.8.4 memiliki    kemampuan    menjalankan    tugas keahliannya dengan menerapkan prinsip keselamatan, kesehatan, dan keamanan lingkungan

 

No.Area KompetensiStandar Kompetensi Lulusan – 3 (tiga) Tahun
A.9.Kewirausahaan

A.9.1 memiliki   kemampuan   mengidentifikasi   dan memanfaatkan peluang usaha dengan mendayagunakan  pengetahuan dan keterampilan dalam keahlian tertentu

A.9.2 memiliki  kemampuan  memperhitungkan  dan mengambil resiko dalam mengembangkan dan mengelola usaha

A.9.3 memiliki   keinginan   kuat   dan   kemampuan mengelola usaha    dengan   mendayagunakan pengetahuan dan keterampilan dalam keahlian tertentu

 

Fungsi Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

Standar kompetensi lulusan SMK/MAK merupakan acuan utama pengembangan standar isi, standar proses pembelajaran, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar biaya operasi.

Latar Belakang Pengembangan Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018

Pengembangan Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018 seperti diuraikan dalam dokumen standar tersebut adalah dalam rangka mewujudkan amanat Pasal 31 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengamanatkan pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan 1 (satu) sistem pendidikan nasional untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Demikian sekilas Standar kompetensi lulusan (SKL) SMK/MAK 2018. Semoga bermanfaat buat kita.

 

Sumber:

Lampiran 1 Permendikbud No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan

SNP SMK/MAK Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan

snp - standar nasional pendidikan smk/mak

SNP SMK/MAK Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan

SNP SMK/MAK ialah Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan. SNP SMK/MAK atau Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan ini betul-betul baru bagi SMK. SNP SMK/MAK ditetapkan sebagai peraturan termuat dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan. Tentu saja peraturan ini berlaku pula bagi Madrasah Aliyah Kejuruan di bawah binaan Kementerian Agama.

standar nasional pendidikan snp smk-mak
standar nasional pendidikan snp smk-mak

Pertimbangan Penetapan Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK

Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK ditetapkan karena pemerintah mempertimbangkan aspek-aspek:

  1. bahwa dalam  rangka  meningkatkan  kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia perlu dilakukan revitalisasi sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan melalui   penyempurnaan   dan   penyelarasan kurikulum dengan    kompetensi    sesuai    kebutuhan pengguna lulusan, peningkatan kompetensi bagi pendidik dan tenaga kependidikan, peningkatan kerja sama antar kementerian/lembaga, pemerintah  daerah,  dan  dunia usaha/industri,  peningkatan  akses  sertifikasi  lulusan, dan program lainnya;
  2. bahwa  ketentuan   yang   mengatur   mengenai   sekolah menenmgah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan sebagaimana diatur dalam beberapa Peraturan Menteri dipandang sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan hukum,  kebutuhan  masyarakat,  dan  tantangan  global sehingga perlu diganti;
  3. bahwa  berdasarkan   pertimbangan   sebagaimana dimaksud dalam  huruf  a  dan  huruf  b  serta  untuk melaksanakan ketentuan Pasal 76 ayat (2) Peraturan Pemerintah  Nomor  19  Tahun  2005  tentang  Standar Nasional Pendidikan,   perlu   menetapkan   Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan;

Makna Istilah Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK

Istilah Standar Nasional Pendidikan atau SNP SMK/MAK seperti tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan pada tingkat Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia agar tercapai kompetensi lulusan sesuai kebutuhan pengguna lulusan.

Komponen-komponen Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK

Standar Nasional Pendidikan atau SNP SMK/MAK terdiri atas berbagai standar yang meliputi:

  1. standar kompetensi lulusan;
  2. standar isi;
  3. standar proses pembelajaran;
  4. standar penilaian pendidikan;
  5. standar pendidik dan tenaga kependidikan;
  6. standar sarana dan prasarana;
  7. standar pengelolaan; dan
  8. standar biaya operasi.

Penjelasan Komponen Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK dimuat dalam Lampiran I sampai dengan VIII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan tersebut.

Konsekwensi Penerapan Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK

Penetapan Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK pada tanggal 14 Desember 2018 dan telah resmi diundangkan pada tanggal 20 Desember 2018. Konsekwensi penetapan dan pengundangan Permendikbud No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan ini mengikat Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan masyarakat penyelenggara pendidikan yaitu masing-masing pihak sesuai dengan kewenangan wajib menyelenggarakan SMK/MAK sesuai dengan SNP SMK/MAK.

Penyelenggaraan pendidikan SMK/MAK yaitu Pemerintah Daerah (Pemerintah Provinsi) bagi SMK Negeri, dan masyarakat penyelenggara pendidikan (bagi SMK swasta) wajib menyesuaikan dengan ketentuan Peraturan Menteri ini dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun sejak Peraturan Menteri ini mulai berlaku.

Pencabutan Peraturan terkait Penerapan Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK

Dengan pemberlakuan Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK melalui Permendikbud No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan maka beberapa peraturan menteri dicabut pemberlakuannya baik sebagian maupun seluruhnya.

Peraturan Menteri yang dicabut pemberlakuanya khususnya di SMK/MAK meliputi:

  1. ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sepanjang yang mengatur mengenai standar isi pada SMK/MAK;
  2. ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sepanjang yang mengatur mengenai standar kompetensi lulusan pada SMK/MAK
  3. ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sepanjang yang mengatur mengenai pelaksanaan standar isi dan standar kompetensi lulusan pada SMK/MAK;
  4. ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16  Tahun  2007  tentang  Standar  Kualifikasi Akademik     dan  ompetensi   Guru   sepanjang   yang mengatur mengenai   Guru   SMK/MAK;
  5. ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sepanjang yang mengatur mengenai standar pengelolaan SMK/MAK;
  6. ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sepanjang yang mengatur mengenai  standar  proses  pada  SMK/MAK dicabut dan dinyatakan tidak berlaku;
  7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 40 Tahun 2008 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK);
  8. ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 69 Tahun 2009 tentang Standar Biaya Operasi Nonpersonalia Tahun 2009 untuk  Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah   (SMP/MTs),   Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), Sekolah Menengah Kejuruan  (SMK),  Sekolah  Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), dan Sekolah   Menengah   Atas   Luar   Biasa   (SMALB) sepanjang yang   mengatur   mengenai   standar   biaya operasi nonpersonalia SMK/MAK
  9. ketentuan dalam  Peraturan  Menteri  Pendidikan  dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 954) sepanjang yang mengatur mengenai standar isi pada SMK/MAK; dan
  10. ketentuan dalam  Peraturan  Menteri  Pendidikan  dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 955) sepanjang yang mengatur mengenai standar proses pada SMK/MAK dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Demikianlah info singkat terkait pemberlakuan Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK melalui Permendikbud No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan. Dokumen Standar Nasional Pendidikan SNP SMK/MAK dapat didownload di sini.

Semoga bermanfaat.

Sumber: Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan

Kata Kerja Operasional KKO – Ditjen GTK Kemdikbud

kata kerja operasional kko gtk kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO GTK Kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO Ditjen GTK Kemdikbud ialah Kata Kerja Operasional KKO yang dirilis tahun 2018. Kata Kerja Operasional KKO  digunakan untuk menyatakan dimensi proses pembelajaran dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran. Walaupun terhitung terlambat, admin ikut bergembira dengan ‘keberanian’ kalangan kementerian pendidikan dan kebudayaan mencantumkan daftar Kata Kerja Operasional KKO  Ditjen GTK Kemdikbud yang selama ini tidak pernah dicontohkan secara terbuka.

Kata Kerja Operasional KKO sering dicari oleh kalangan pendidik sejak diberlakukannya Kurikulum 2013. Sayangnya hingga pertengahan tahun 2018 admin dan tentunya para pendidik sangat sulit menemukan kata kerja operasional yang sesuai dengan maksud Kurikulum 2013 . Tentunya hal ini menjadi kesulitan tersendiri bagi para Instruktur Kurikulum mulai dari Instruktur Nasional (IN), Instruktur Provinsi (IP) maupun Instruktur Kabupaten/Kota (IK). Dengan adanya Kata Kerja Operasional KKO Ditjen GTK Kemdikbud ini sangat membantu pendidik melakukan analisis-analisis yang diperlukan untuk implementasi Kurikulum 2013.

kata kerja operasional kko GTK Kemdikbud
kata kerja operasional kko GTK Kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO pada K2013 menggunakan Kata Kerja Operasional KKO Bloom-Anderson, Kata Kerja Operasional KKO Krathwohl, Kata Kerja Operasional KKO Simpson, Kata Kerja Operasional KKO Dave.

Kata Kerja Operasional KKO Ditjen GTK Kemdikbud ini diperlukan untuk memahami kompetensi dasar, melakukan analisis dan pengembangan indikator pencapaian kompetensi, analisis dan pengembangan tujuan pembelajaran, analisis dan pengembangan kisi soal evaluasi. Dengan menggunakan kata kerja operasional Ditjen GTK Kemdikbud ini para pendidik mempunyai dasar dan referensi yang sama untuk memahami proses pembelajaran sikap, pengetahuan dan keterampilan seperti tercantum dalam Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. Kata Kerja Operasional KKO menjadi salah satu ‘alat utama’ pendidik dalam proses perencanaan pembelajaran Kurikulum 2013 untuk mencapai Pembelajaran yang berorientasi Higher Order Thinking Skill (Pembelajaran HOTS).

memanfaatkan domain untuk bisnis
memanfaatkan domain untuk bisnis

Kata kerja operasional KKO Sikap GTK Kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO menjadi salah satu perlengkapan utama pendidik sejak pemberlakuan Kurikulum 2013 yang diterapkan untuk mengkaji kompetensi dasar, membuat indikator pencapaian kompetensi maupun tujuan pembelajaran. Pada Kurikulum 2013 kita memerlukan Kata Kerja Operasional KKO pengetahuan, Kata Kerja Operasional KKO keterampilan kongkret, Kata Kerja Operasional KKO keterampilan abstrak, Kata Kerja Operasional KKO sikap. Hal ini diperlukan pada saat melakukan analisis SKL KI KD dan analisis materi pembelajaran dalam rangka menyusun silabus dan RPP.
Kata Kerja Operasional KKO di atas mengikuti teori taksonomi yang diterapkan dalam Kurikulum 2013 yaitu Teori Taksonomi Bloom olahan Anderson untuk pengetahuan, Teori Taksonomi Simpson dan Dave untuk keterampilan konkret dan Teori Taksonomi Dyers untuk keterampilan abstrak serta Teori Taksonomi olahan Kratwhol untuk aspek sikap.

Daftar Kata Kerja Operasional KKO Sikap Kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO selalu digunakan pada perencanaan pembelajaran. Kata Kerja Operasional KKO pada Kurikulum 2013 ranah sikap menggunakan taksonomi Krathwohl. Penggunaan Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran sikap spiritual maupun sikap sosial. Hal ini terutama diterapkan pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.

kata kerja operasional sikap - kemdikbud
kata kerja operasional sikap – kemdikbud

Deskripsi Dimensi Proses Acuan Kata Kerja Operasional KKO Sikap

Kata Kerja Operasional KKO yang akan kita gunakan untuk merepresentasikan aktifitas proses belajar sesungguhnya harus sesuai dan selaras dengan deskripsi dimensi prosesnya. Pengembangan sikap spiritual dan sikap sosial mengacu pada teori taksonomi Krathwohl.
Menurut teori taksonomi Krathwohl, yang dikutip dari modul Bimtek K2013 tentang Analisis SKL KI KD, kompetensi sikap peserta didik diperoleh melalui tahapan-tahapan (1) menerima (2) merespon (3) menghargai (4) mengorganisasikan (5) mengamalkan dengan isi deskripsi masing-masing tahapan adalah sebagai berikut:

Tingkatan Sikap

Deskripsi

Menerima (accepting) nilaiKesediaan menerima suatu nilai dan memberikan perhatian terhadap nilai tersebut.
Menanggapi (responding) nilaiKesediaan menjawab suatu nilai dan ada rasa puas dalam membicarakan nilai tersebut.
Menghargai (valuing) nilaiMenganggap nilai tersebut baik, menyukai nilai tersebut, dan komitmen terhadap nilai tersebut.
Menghayati (organizing/ internalizing) nilaiMemasukkan nilai tersebut sebagai bagian dari sistem nilai dirinya.
Mengamalkan (characterizing/ actualizing) nilaiMengembangkan nilai tersebut sebagai ciri dirinya dalam berpikir, berkata, berkomunikasi, dan bertindak (karakter).

Kata Kerja Operasional KKO Pengetahuan Taksonomi Bloom – Anderson Kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO selalu digunakan pada perencanaan pembelajaran. Kata Kerja Operasional KKO KD pengetahuan Kurikulum 2013 mengacu pada taksonomi Bloom revisi Anderson. Penggunaan Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran.

Deskripsi Dimensi Proses Kata Kerja Operasional KKO Pengetahuan Taksonomi Bloom – Anderson

Kata Kerja Operasional KKO yang akan kita gunakan untuk merepresentasikan aktifitas proses belajar sesungguhnya bukanlah sekedar kata itu saja, namun harus pula cocok dengan deskripsi kemampuan yang direpresentasikannya. Jadi kita jangan hanya sekedar mencari kata itu saja namun harus sesuai pula dengan deskripsi masing-masing dimensi proses seperti yang dimaksud teori taksonomi terkait.

Menurut teori taksonomi Bloom olahan Anderson , pengetahuan diperoleh melalui tingkatan-tingkatan (1) mengingat (2) memahami (3) menerapkan (4) menganalisis (5) mengevaluasi dan (6) mengreasi.

Mengingat (C1) ialah kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, metodologi, prinsip dasar, dan informasi yang telah diterima sebelummya.
Memahami (C2) ialah kemampuan untuk memahami makna, menjelaskan dan menyatakan kembali gagasan.
Menerapkan (C3) ialah kemampuan untuk menggunakan materi yang sudah dipelajari dalam situasi baru.
Menganalisa (C4) ialah kemampuan untuk memisahkan materi menjadi komponen-komponen dan menunjukkan hubungan antara bagian-bagian tersebut.
Mengevaluasi (C5) ialah kemampuan menilai nilai material terhadap kriteria yang ada.
Mengreasi (C6) ialah kemampuan mengumpulkan gagasan terpisah untuk membentuk keseluruhan baru, membangun hubungan baru.

Daftar Kata Kerja Operasional KKO Pengetahuan GTK Kemdikbud

kata kerja operasional pengetahuan bloom - kemdikbud
kata kerja operasional pengetahuan bloom – kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO Keterampilan GTK Kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO keterampilan konkret merujuk pada taksonomi Simpson dan Dave. Penggunaan Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran.

Deskripsi Dimensi Proses Kata Kerja Operasional KKO Keterampilan

Kata Kerja Operasional KKO yang akan kita gunakan untuk merepresentasikan aktifitas proses belajar sesungguhnya bukanlah sekedar kata itu saja, namun harus pula cocok dengan deskripsi kemampuan yang direpresentasikannya. Seringkali kita mendapati suatu kata terdaftar dalam satu atau lebih dimensi proses pengetahuan maupun keterampilan. Oleh karena itu kita jangan hanya sekedar mencari kata itu saja namun harus pula diverifikasi dengan deskripsi masing-masing dimensi proses seperti yang dimaksud teori taksonomi terkait.
Menurut teori taksonomi Simpson , keterampilan diperoleh melalui tingkatan-tingkatan (P1) Persepsi, kesiapan, meniru (P2) membiasakan gerakan (mechanism) (P3) mahir (complex or overt response) (P4) menjadi gerakan alami (adaptation) (P5) menjadi tindakan orisinal (origination). Adapun deskripsi masing-masing tahapan adalah sebagai berikut:

No

Tingkat Taksonomi Simpson

Uraian

1.

Persepsi

Kesiapan

Meniru

Menunjukkan perhatian untuk melakukan suatu gerakan.

Menunjukkan kesiapan mental dan fisik untuk melakukan suatu gerakan.

Meniru gerakan secara terbimbing.

2.

Membiasakan gerakan    (mechanism)Melakukan gerakan mekanistik.

3.

Mahir (complex or overt response)Melakukan gerakan kompleks dan termodifikasi.

4.

Menjadi gerakan alami (adaptation)Menjadi gerakan alami yang diciptakan sendiri atas dasar gerakan yang sudah dikuasai sebelumnya.

5.

Menjadi tindakan orisinal (origination)Menjadi gerakan baru yang orisinal dan sukar ditiru oleh orang lain dan menjadi ciri khasnya.

Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan GTK Kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO selalu digunakan pada perencanaan pembelajaran. Kata Kerja Operasional KKO yang digunakan Kurikulum 2013 berasal dari taksonomi Bloom revisi Anderson. Penggunaan Kata Kerja Operasional KKO yang tepat dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran akan menjamin akurasi dan linieritas pembelajaran.

Deskripsi Dimensi Proses Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan GTK Kemdikbud

Kata Kerja Operasional KKO yang akan kita gunakan untuk merepresentasikan aktifitas proses belajar sesungguhnya bukanlah sekedar kata itu saja, namun harus pula cocok dengan deskripsi kemampuan yang direpresentasikannya. Jadi kita jangan hanya sekedar mencari kata itu saja namun harus sesuai pula dengan deskripsi masing-masing dimensi proses seperti yang dimaksud teori taksonomi terkait.
Menurut teori taksonomi Dave , keterampilan diperoleh melalui tingkatan-tingkatan (1) imitasi (2) manipulasi (3) presisi (4) artikulasi (5) naturalisasi.
Deskripsi Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Dave

Deskripsi Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan Konkret Taksonomi Dave

No

Tingkatan Taksonomi Dave

Uraian

1.

ImitasiMeniru kegiatan yang telah didemonstrasikan atau dijelaskan, meliputi tahap coba-coba hingga mencapai respon yang tepat.

2.

ManipulasiMelakukan suatu pekerjaan dengan sedikit percaya dan kemampuan melalui perintah dan berlatih.

3.

PresisiMelakukan suatu tugas atau aktivitas dengan keahlian dan kualitas yang tinggi dengan unjuk kerja yang cepat, halus, dan akurat serta efisien tanpa bantuan atau instruksi.

4.

ArtikulasiKeterampilan berkembang dengan baik sehingga seseorang dapat mengubah pola gerakan sesuai dengan persyaratan khusus untuk dapat digunakan mengatasi situasi problem yang tidak sesuai SOP.

5.

NaturalisasiMelakukan unjuk kerja level tinggi secara alamiah, tanpa perlu berpikir lama dengan mengkreasi langkah kerja baru.

Daftar Kata Kerja Operasional KKO KD Keterampilan GTK Kemdikbud

kata kerja operasional keterampilan psikomotor - kemdikbud
kata kerja operasional keterampilan psikomotor – kemdikbud

Demikianlah diskusi sekitar Kata Kerja Operasional KKO Sikap, KKO Pengetahuan dan KKO Keterampilan … semoga bermanfaat …

Jangan ketinggalan baca juga Discovery Learning

discovery learning
discovery learning

Sumber:

  1. Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

KI KD SMK 2018 – Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Terbaru

kikd smk 2018

KI KD SMK 2018 – Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Terbaru

KI KD SMK 2018 – Kompetensi Inti Kompetensi Dasar acuan pembelajaran terbaru. KI KD SMK 2018 hasil revitalisasi SMK bidang kurikulum. KI KD SMK 2018 harus segera diacu oleh seluruh pendidik dalam merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran maupun penilaian pembelajaran.

kikd smk 2018
kikd smk 2018

KI KD SMK 2018 ditetapkan penggunaannya berdasarkan Perdirjen Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3). Perdirjen No.464 tahun 2018 ini dibuat untuk mewadahi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar 4 kompetensi keahlian baru dan sekaligus menggantikan peraturan sebelumnya, yaitu SK Dirjen Dikdasmen No. 330/D.D5/KEP/2017 tahun 2017.

KI KD SMK 2018 Perwujudan Revitalisasi SMK

KI KD SMK 2018 yang diluncurkan ini merupakan serangkaian pembaharuan sebagai jawaban tuntutan revitalisasi SMK. Rangkaian peraturan yang menegaskan pembaharuan pedoman pembelajaran SMK meliputi:

Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 06/D.D5/KK/2018 Tahun 2018 tentang Spektrum Keahlian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK);

Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 07/D.D5/KK/2018 Tahun 2018 tentang Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).

Perdirjen Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3).

KI KD SMK 2018 menggantikan KI KD SMK 2017

KI KD SMK 2018 sesuai sesuai Peraturan Direktur Jennderal Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3) menggantikan KI KD SMK 2017 yang selama ini menjadi acuan implementasi Kurikulum 2013 Revisi.

Dengan ditetapkannya Peraturan Direktur Jennderal Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018 ini maka keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Mengengah Nomor 330/D.D5/KEP/2017 tentang Kompetensi inti dan kompetensi dasar mata pelajaran nasional (A) muatan kewilayahan (B), Dasar bidang keahlian (Cl), Dasar program keahlian (C2), dan kompetensi keahlian (C3) dinyatakan tidak berlaku sejak penetapan Peraturan Direktur Jennderal Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018 tanggal 30 Agustus 2018.

Penjelasan Penting Lain terkait KI KD SMK 2018

KI KD SMK 2018 / Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar ini berlaku bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK). Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar sebagaimana dimaksud merupakan acuan dalam penyelenggaraan pembelajaran di SMK/MAK.

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar KI KD SMK 2018  dimaksud terdiri dari Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2) dan Kompetensi Keahlian (C3). Masing-masing unsur KI KD SMK 2018 dijelaskan sebagai berikut:

  1. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Muatan Nasional (A) adalah kompetensi inti dan kompetensi dasar dasar yang berlaku secara nasional.
  2. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Muatan Kewilayahan (B) adalah kompetensi inti dan kompetensi dasar yang bisa dikembangkan sesuai dengan wilayahnya.
  3. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Dasar Bidang Keahlian (C1), adalah kompetensi inti dan kompetensi dasar yang ruang lingkup dan kedalaman materi serta beban belajarnya berlaku sama untuk seluruh kompetensi keahlian yang berada di dalam satu bidang keahlian.
  4. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Program Keahlian (C2), adalah kompetensi inti dan kompetensi dasar yang ruang lingkup dan kedalaman materi serta beban belajarnya berlaku sama untuk seluruh kompetensi keahlian yang berada di dalam satu program keahlian.
  5. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Kompetensi Keahlian (C3), adalah kompetensi inti dan kompetensi dasar keahlian spesifik yang mewadahi kompetensi keahlian, berlaku khusus untuk kompetensi keahlian yang bersangkutan.

KI KD SMK 2018 yang berisi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3) adalah bagian integral dari struktur kurikulum SMK/MAK untuk masing-masing kompetensi keahlian.

Ketentuan Penyesuaian KI KD SMK 2018

Penyesuaian terhadap kebutuhan peningkatan kompetensi peserta didik dan pemenuhan tuntutan kompetensi di dunia kerja dan dunia industri (DU/DI) oleh masing- masing SMK/MAK atau kelompok SMK/MAK dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Penyesuaian dilakukan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dan institusi pasangan (dunia kerja/dunia industri) agar kompetensi yang dipelajari lebih sesuai (link and match) dengan kebutuhan dunia kerja;
  2. Penyesuaian yang dilakukan berupa penambahan kompetensi dasar dan atau materi pokok dalam satu mata pelajaran, tidak boleh mengurangi ruang lingkup, kedalaman, dan bobot kompetensi dasar dan materi pokok yang telah ada;
  3. Pelaksanaan penyesuaian kompetensi dasar dan materi pokok sebagaimana dimaksud dilaksanakan sesuai
    dengan ketentuan penyusunan kurikulum dan ketentuan penyusunan muatan lokal bersama dengan dunia usaha/ dunia industri atau sesuai dengan Standar Kompetensi Nasional Indonesia (SKKNI).
Link Unduhan 2018 Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Terbaru

Perdirjen Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018

Link Batang Tubuh Perdirjen Dikdasmen No. 464 tahun 2018

Lampiran Perdirjen Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018

A. Muatan Nasional

Link KI KD mata pelajaran Muatan Nasional (A)

B. Muatan Kewilayahan

Link KIKD mata pelajaran Muatan Kewilayahan (B)

C. Muatan Peminatan Kejuruan Kejuruan (C1, C2 dan C3)

  1. KIKD 2018 Konstruksi Gedung, Sanitasi dan Perawatan (4 tahun)
  2. KIKD SMK 2018 Konstruksi Jalan, Irigasi dan Jembatan (4 tahun)
  3. KIKD SMK 2018 Bisnis Konstruksi dan Properti
  4. KIKD SMK 2018 Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan
  5. KIKD SMK 2018 Teknik Geomatika
  6. KIKD SMK 2018 Informasi Geospasial (4 tahun)
  7. KIKD SMK 2018 Teknik Pembangkit Tenaga Listrik
  8. KIKD SMK 2018 Teknik Jaringan Tenaga Listrik
  9. KIKD SMK 2018 Teknik Instalasi Tenaga Listrik
  10. KIKD SMK 2018 Teknik Otomasi Industri (4 tahun)
  11. KIKD SMK 2018 Teknik Pendinginan dan Tata Udara
  12. KIKD SMK 2018 Teknik Tenaga Listrik (4 tahun)
  13. KIKD SMK 2018 Teknik Pemesinan
  14. KIKD SMK 2018 Teknik Pengelasan
  15. KIKD SMK 2018 Teknik Pengecoran Logam
  16. KIKD SMK 2018 Teknik Mekanik Industri
  17. KIKD SMK 2018 Teknik Perancangan dan Gambar Mesin
  18. KIKD SMK 2018 Teknik Fabrikasi Logam dan Manufaktur (4 tahun)
  19. KIKD SMK 2018 Airframe Power Plant
  20. KIKD SMK 2018 Aircraft Machining
  21. KIKD SMK 2018 Aircraft Sheet Metal Forming
  22. KIKD SMK 2018 Airframe Mechanic
  23. KIKD SMK 2018 Aircraft Electricity
  24. KIKD SMK 2018 Aviation Electronics
  25. KIKD SMK 2018 Electrical Avionics
  26. KIKD SMK 2018 Desain Grafika
  27. KIKD SMK 2018 Produksi Grafika
  28. KIKD SMK 2018 Teknik Instrumentasi Logam
  29. KIKD SMK 2018 Instrumentasi dan Otomatisasi Proses (4 tahun)
  30. KIKD SMK 2018 Teknik Pengendalian Produksi
  31. KIKD SMK 2018 Teknik Logistik
  32. KIKD SMK 2018 Teknik Pemintalan Serat Buatan
  33. KIKD SMK 2018 Teknik Pembuatan Benang (4 tahun)
  34. KIKD SMK 2018 Teknik Pembuatan Kain (4 tahun)
  35. KIKD SMK 2018 Teknik Penyempurnaan Tekstil (4 tahun)
  36. KIKD SMK 2018 Analisis Pengujian Laboratorium
  37. KIKD SMK 2018 Kimia Industri
  38. KIKD SMK 2018 Kimia Analisis (4 tahun)
  39. KIKD SMK 2018 Kimia Tekstil
  40. KIKD SMK 2018 Teknik Kendaraan Ringan Otomotif
  41. KIKD SMK 2018 Teknik dan Bisnis Sepeda Motor
  42. KIKD SMK 2018 Teknik Alat Berat
  43. KIKD SMK 2018 Teknik Bodi Otomotif
  44. KIKD SMK 2018 Teknik Ototronik
  45. KIKD SMK 2018 Teknik dan Manajemen Perawatan Otomotif (4 tahun)
  46. KIKD SMK 2018 Otomotif Daya dan Konversi Energi (4 tahun)
  47. KIKD SMK 2018 Teknik Konstruksi Kapal Baja
  48. KIKD SMK 2018 Konstruksi Kapal Non Baja
  49. KIKD SMK 2018 Teknik Pemesinan Kapal
  50. KIKD SMK 2018 Teknik Pengelasan Kapal
  51. KIKD SMK 2018 Teknik Kelistrikan Kapal
  52. KIKD SMK 2018 Desain dan Rancang Bangun Kapal
  53. KIKD SMK 2018 Interior Kapal
  54. KIKD SMK 2018 Teknik Audio Video
  55. KIKD SMK 2018 Teknik Elektronika Industri
  56. KIKD SMK 2018 Teknik Mekatronika (4 tahun)
  57. KIKD SMK 2018 Teknik Elektronika Daya dan Komunikasi (4 thaun)
  58. KIKD SMK 2018 Instrumentasi Medik (4 tahun)
  59. KIKD SMK 2018 Teknik Produksi Minyak dan Gas
  60. KIKD SMK 2018 Teknik Pemboran Minyak dan Gas
  61. KIKD SMK 2018 Teknik Pengolahan Minyak, Gas dan Petrokimia
  62. KIKD SMK 2018 Geologi Pertambangan (4 tahun)
  63. KIKD SMK 2018 Teknik Energi Surya, Hidro dan Angin
  64. KIKD SMK 2018 Teknik Energi Biomassa
  65. KIKD SMK 2018 Rekayasa Perangkat Lunak
  66. KIKD SMK 2018 Teknik Komputer dan Jaringan
  67. KIKD SMK 2018 Multimedia
  68. KIKD SMK 2018 Sistem Informatika, Jaringan dan Aplikasi (4 tahun)
  69. KIKD SMK 2018 Teknik Transmisi Telekomunikasi
  70. KIKD SMK 2018 Teknik Jaringan Akses Telekomunikasi
  71. KIKD SMK 2018 Asisten Keperawatan
  72. KIKD SMK 2018 Dental Asisten
  73. KIKD SMK 2018 Teknologi Laboratorium Medik
  74. KIKD SMK 2018 Farmasi Klinis Dan Komunitas
  75. KIKD SMK 2018 Farmasi Industri
  76. KIKD SMK 2018 Social Care/Keperawatan Sosial
  77. KIKD SMK 2018 Caregiver (4 tahun)
  78. KIKD SMK 2018 Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura
  79. KIKD SMK 2018 Agribisnis Tanaman Perkebunan
  80. KIKD SMK 2018 Pemuliaan dan Perbenihan Tanaman (4 tahun)
  81. KIKD SMK 2018 Lanskap dan Pertamanan
  82. KIKD SMK 2018 Produksi dan Pengelolaan Perkebunan (4 tahun)
  83. KIKD SMK 2018 Agribisnis Organik Ekologi (4 tahun)
  84. KIKD SMK 2018 Agribisnis Ternak Ruminansia
  85. KIKD SMK 2018 Agribisnis Ternak Unggas
  86. KIKD SMK 2018 Industri Peternakan (4 tahun)
  87. KIKD SMK 2018 Keperawatan Hewan
  88. KIKD SMK 2018 Kesehatan dan Reproduksi Hewan (4 tahun)
  89. KIKD SMK 2018 Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian
  90. KIKD SMK 2018 Pengawasan Mutu Hasil Pertanian
  91. KIKD SMK 2018 Agroindustri (4 tahun)
  92. KIKD SMK 2018 Alat Mesin Pertanian
  93. KIKD SMK 2018 Otomatisasi Pertanian (4 tahun)
  94. KIKD SMK 2018 Teknik Inventarisasi dan Pemetaan Hutan
  95. KIKD SMK 2018 Tehnik Konservasi Sumber Daya Hutan
  96. KIKD SMK 2018 Teknik Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan
  97. KIKD SMK 2018 Teknologi Produksi Hasil Hutan
  98. KIKD SMK 2018 Nautika Kapal Penangkap Ikan
  99. KIKD SMK 2018 Teknika Kapal Penangkap Ikan
  100. KIKD SMK 2018 Nautika Kapal Niaga
  101. KIKD SMK 2018 Teknika Kapal Niaga
  102. KIKD SMK 2018 Agribisnis Perikanan Air Tawar
  103. KIKD SMK 2018 Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut
  104. KIKD SMK 2018 Agribisnis Ikan Hias
  105. KIKD SMK 2018 Agribisnis Rumput Laut
  106. KIKD SMK 2018 Industri Perikanan Laut (4 tahun)
  107. KIKD SMK 2018 Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan
  108. KIKD SMK 2018 Bisnis Daring dan Pemasaran
  109. KIKD SMK 2018 Retail
  110. KIKD SMK 2018 Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran
  111. KIKD SMK 2018 Akuntansi dan Keuangan Lembaga
  112. KIKD SMK 2018 Perbankan dan Keuangan Mikro
  113. KIKD SMK 2018 Perbankan Syariah
  114. KIKD SMK 2018 Manajemen Logistik (4 tahun)
  115. KIKD SMK 2018 Usaha Perjalanan Wisata
  116. KIKD SMK 2018 Perhotelan
  117. KIKD SMK 2018 Wisata Bahari dan Ekowisata (4 tahun)
  118. KIKD SMK 2018 Hotel dan Restoran (4 tahun)
  119. KIKD SMK 2018 Tata Boga
  120. KIKD SMK 2018 Kecantikan Kulit dan Rambut
  121. KIKD SMK 2018 Spa dan Beauty Therapy (4 tahun)
  122. KIKD SMK 2018 Tata Busana
  123. KIKD SMK 2018 Desain Fesyen (4 tahun)
  124. KIKD SMK 2018 Seni Lukis
  125. KIKD SMK 2018 Seni Patung
  126. KIKD SMK 2018 Desain Komunikasi Visual
  127. KIKD SMK 2018 Desain Interior dan Teknik Furnitur (4 tahun)
  128. KIKD SMK 2018 Animasi
  129. KIKD SMK 2018 Kriya Kreatif Batik dan Tekstil
  130. KIKD SMK 2018 Kriya Kreatif Kulit dan Imitasi
  131. KIKD SMK 2018 Kriya Kreatif Keramik
  132. KIKD SMK 2018 Kriya Kreatif Logam dan Perhiasan
  133. KIKD SMK 2018 Kriya Kreatif Kayu Dan Rotan
  134. KIKD SMK 2018 Seni Musik Klasik
  135. KIKD SMK 2018 Seni Musik Populer
  136. KIKD SMK 2018 Seni Tari
  137. KIKD SMK 2018 Penataan Tari (4 tahun)
  138. KIKD SMK 2018 Seni Karawitan
  139. KIKD SMK 2018 Penataan Karawitan (4 tahun)
  140. KIKD SMK 2018 Seni Pedalangan
  141. KIKD SMK 2018 Pemeranan
  142. KIKD SMK 2018 Tata Artistik Teater
  143. KIKD SMK 2018 Produksi Dan Siaran Program Radio
  144. KIKD SMK 2018 Produksi dan Siaran Program Televisi
  145. KIKD SMK 2018 Produksi Film dan Program Televisi (4 tahun)
  146. KIKD SMK 2018 Produksi Film

 Sumber:

Peraturan Direktur Jenderal Dikdasmen No. 464/D.D5/KR/2018 tahun 2018 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3)

Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif

pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif

,. Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif memandu guru menemukan materi pembelajaran. Mari kita diskusikan dimensi-dimensi pengetahuan ini …

pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif
pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif dan dimensi proses kognitif

Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif ada di dalam setiap mata pelajaran di SD, SMP, SMA maupun SMK dan pada mata kuliah di perguruan tinggi. Karena itu rekan-rekan pendidik pada mata pelajaran apapun perlu dan harus mampu mengenali dimensi pengetahuan yang tersirat di dalam kompetensi – kompetensi dasar. Pada berbagai kesempatan workshop, in house training maupun bimbingan teknis kami masih menemukan banyak rekan yang belum memahami dimensi-dimensi pengetahuan pada mata pelajaran yang di ampunya.

Manfaat Mengenali Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif

Mengenali dengan baik dimensi-dimensi pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif merupakan perwujudan kompetensi profesional masing-masing guru. Setiap kita yang telah diberi amanat sebagai guru sudah sewajarnya dan menjadi keharusan memiliki kemampuan mengenali, memahami, memilah dimensi pengetahuan dalam setiap KD pada mata pelajaran kita. Justru ketika kita tidak mampu  mengenali, memahami, memilah dimensi pengetahuan ini di setiap KD pada mata pelajaran kita menjadi wajar jika masyarakat mempertanyakan profesionalitas kita sebagai pendidik.

Manfaat utama mengenali dengan baik Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif ialah memudahkan kita mendeskripsikan materi pembelajaran sesuai kompetensi dasar / KD yang dipelajari. Linier dengan hal tersebut, kemampuan guru mendiskripsikan dimensi pengetahuan juga mendukung dan memudahkan guru membuat indikator pencapaian kompetensi, membuat tujuan pembelajaran. Mari kita kenali lebih dekat tentang dimensi pengetahuan pada KD kita masing-masing.

Pengetahuan Faktual

Pengetahuan  faktual ialah pengetahuan tentang fakta-fakta yang detail, spesifik dan elementer. Harap rekan-rekan baca dan diresapi … fakta-fakta yang detailspesifikelementer. Semua hal yang bisa ditangkap dengan panca indera adalah fakta-fakta namun biasanya kita tidak menyebutkannya secara detail, spesifik dan elementer. Seringkali kita menyebutkannya secara singkat saja dengan berprinsip asal yang diajak bicara sudah faham maksudnya.

pengetahuan faktual
pengetahuan faktual

Benda-benda dalam gambar di atas beserta deskripsinya itulah manifestasi dari pengetahuan faktual dalam contoh ini.

Contoh pengetahuan faktual

Pengetahuan faktual bisa berupa kejadian atau peristiwa yang dapat dilihat, didengar, dibaca, atau diraba. Bagaimana atau seperti apa contohnya pengetahuan faktual itu?

Coba rekan-rekan menoleh ke kanan. Apa saja yang terlihat? Coba ceritakan yang tampak oleh anda dengan rinci, detail. Itulah salah satu contoh pengetahuan faktual … detail, spesifik dan elementer.

Pengetahuan faktual juga saya ilustrasikan pada gambar di atas. Periksalah dengan teliti gambar spidol pada no 1 dan 2 di atas, deskripsikan dengan detil dan spesifik. Bandingkan dengan deskripsi yang saya buat !

Contoh lain pengetahuan faktual, cobalah rekan-rekan menyalakan sepeda motor. Setelah mesin sepeda motor menyala, dengarkan suaranya dengan cermat. Bagaimana suara mesin sepeda motor tersebut?

Pengetahuan Konseptual

Pengetahuan konseptual merupakan pengetahuan berbentuk klasifikasi, kategori, prinsip dan generalisasi.

pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif
pengetahuan faktual konseptual prosedural metakognitif pensil

Berdasarkan gambar di atas, dapatkah rekan-rekan menemukan Pengetahuan Faktual, pengetahuan Konseptual, pengetahuan Prosedural / Operasional Dasar dan pengetahuan Metakognitif?

pengetahuan konseptual
pengetahuan konseptual

Contoh Pengetahuan Konseptual

Contohnya fungsi kunci kontak pada mesin mobil, prinsip kerja starter, prinsip kerja lampu, prinsip kerja rem. Contoh lain: pengertian arsip dan dokumen, fungsi arsip dan dokumen.

Pengetahuan Prosedural / Operasional Dasar

Pengetahuan prosedural merupakan pengetahuan bagaimana melakukan sesuatu termasuk pengetahuan keterampilan, algoritma (urutan langkah- langkah logis pada penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis), teknik, dan metoda seperti langkah-langkah membongkar mesin, langkah- langkah mengganti lampu, langkah-langkah mengganti sepatu rem.

Contoh Pengetahuan Prosedural / Operasional Dasar

Contoh lain: Langkah-langkah menyusun arsip sistem alphabet dan geografik.

Berdasarkan gambar pensil, ballpoint, spidol di atas … dapatkah rekan-rekan menunjukkan pengetahuan prosedural / operasional dasar nya?

Pengetahuan Metakognitif

Pengetahuan metakognitif yaitu pengetahuan tentang kognisi (mengetahui dan memahami) yang merupakan tindakan atas dasar suatu pemahaman meliputi kesadaran dan pengendalian berpikir, serta penetapan keputusan tentang   sesuatu.

Flavell mendefinisikan metakognisi / metakognitif sebagai pengetahuan tentang kognisi dan kontrol kognisi. Sebagai contoh, seseorang terlibat dalam metakognisi (sifatnya pengetahuan metakognitif ) jika ia menyadari bahwa ia mengalami lebih banyak kesulitan dalam mempelajari A daripada B, atau jika itu menyerangnya ia harus mengecek ulang C sebelum menerimanya sebagai fakta. J. H. Flavell (1976, hal. 232) (https://en.wikipedia.org/wiki/Metacognition, diakses 05 Agustus 2018 pada jam 20:40 Wita).

Metakognisi juga melibatkan pemikiran tentang proses berpikir sendiri seperti keterampilan belajar, kemampuan ingatan, dan kemampuan untuk memantau pembelajaran. Konsep ini perlu secara eksplisit diajarkan bersama dengan instruksi konten. Pengetahuan metakognitif adalah tentang proses kognitif seseorang dan pemahaman tentang bagaimana mengatur proses-proses tersebut untuk memaksimalkan

pengetahuan metakognitif
pengetahuan metakognitif

pembelajaran. (https://en.wikipedia.org/wiki/Metacognition, diakses 05 Agustus 2018 pada jam 20:40 Wita).

Contoh Pengetahuan Metakognitif

Sebagai   contoh   memperbaiki   mesin   yang   rusak, membuat instalasi kelistrikan lampu, mengapa terjadi rem blong. Contoh lain: Apa yang terjadi jika penyimpanan arsip tidak tepat?

Berdasarkan gambar pensil, ballpoint, spidol di atas … dapatkah rekan-rekan menunjukkan pengetahuan metakognitif  nya?

Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif dalam Kompetensi Dasar KD

Contoh pada KD Mapel Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

3.1 Menerapkan teknik dasar salah satu aktifitas olahraga permainan bola besar untuk menghasilkan koordinasi gerak yang baik

4.1 Mempraktikan teknik dasar salah satu aktifitas olahraga permainan bola besar untuk menghasilkan koordinasi gerak yang baik

Pengetahuan Faktual Olahraga permainan bola besar (volly)

  • bola volly merk Molten warna putih garis biru no registrasi 123454321
  • net / jaring olah raga volly merk AAA, warna biru dongker, tali nilon
  • lapangan volly SMK Putra Utama Banjarmasin

Pengetahuan Konseptual Olahraga permainan bola besar (volly)

  • macam-macam teknik servis
  • peraturan permainan volly
  • macam-macam teknik smash

Pengetahuan Prosedural Olahraga permainan bola besar (volly)

  • cara melakukan servis bola bawah
  • cara melakukan servis bola atas
  • cara melakukan pukulan quick smash
  • cara menerima pukulan servis

Pengetahuan Metakognitif Olahraga permainan bola besar (volly)

  • melakukan permainan menyerang sesuai situasi permainan
  • melakukan permainan bertahan dari serangan lawan sesuai situasi permainan

Nah … ini sekedar contoh yang masih perlu didiskusikan bersama rekan-rekan ahlinya … bagi admin … contoh itu hanya kenangan permainan masa muda … mungkin banyak yang tidak pas … karena itu sambil dinanti pembahasan rekan-rekan ahli olahraga …

Demikianlah diskusi Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural / Operasional Dasar dan Metakognitif … bagaimana sharing rekan-rekan?

Baca juga …

membuat soal hots
discovery learning

Struktur Kurikulum SMK 2018

struktur kurikulum smk 2018

Struktur Kurikulum SMK 2018 telah ditetapkan. Struktur Kurikulum SMK 2018 yang menjadi acuan dalam penyelenggaraan pembelajaran di SMK/ MAK kembali disempurnakan. Struktur Kurikulum SMK 2018 ditetapkan dengan Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor: 07/D.D5/Kk/2018 Tentang Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/ Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).

Apa Dasar Pertimbangan Penetapan Struktur Kurikulum SMK 2018?

Struktur Kurikulum SMK 2018 ditetapkan dan diterbitkan dengan dasar pertimbangan logis:

Pertama, bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 SMK/MAK penetapan jenis program pendidikan pada Sekolah Menengah Kejuruan / Madrasah Aliyah Kejuruan dalam bentuk bidang / program / kompetensi keahlian mempertimbangkan Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan yang diatur oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;

Kedua, bahwa telah ditetapkan Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 06/D.D5/KK/2018 tentang Spektrum Keahlian SMK/MAK yang berakibat pada perubahan Struktur Kurikulum SMK/MAK yang saat ini berlaku;

Ketiga, bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud di atas, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah tentang Struktur Kurikulum SMK/MAK;

Peraturan yang Mendasari

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586) sebagaimana
telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 4496) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5105) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5157);

5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia;

6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2014 tentang Pedoman Pendirian, Perubahan, dan Penutupan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;

7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2014 tentang Kurikulum
2013 SMK/MAK;

8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1868);

9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 953);
10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 21 tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan
Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 954);

11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan
Menengah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 955);

12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 897);

13. Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 06/D.D5/KK/2018 2018 Tahun 2018 tentang Spektrum Keahlian SMK/MAK.

Isi Penetapan Pemberlakuan Struktur Kurikulum

KESATU : bahwa Struktur Kurikulum SMK 2018 memuat Muatan Nasional, Muatan Kewilayahan, dan Muatan Peminatan Kejuruan yang terdiri atas Dasar Bidang Keahlian, Dasar Program Keahlian, dan Kompetensi Keahlian serta alokasi waktu untuk tiap mata pelajaran sebagaimana pada lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari peraturan ini.
KEDUA : bahwa Struktur Kurikulum sebagaimana dimaksud merupakan acuan dalam penyelenggaraan pembelajaran di SMK / MAK;
KETIGA : SK Penetapan ini mengatur bahwa, Perangkat pembelajaran lainnya yang meliputi antara lain:
1. Kompetensi Dasar tiap mata pelajaran;
2. Contoh Silabus;
3. Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP); dan
4. Kelompok kompetensi yang dapat dilakukan sertifikasi kompetensi; akan diatur oleh Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

KEEMPAT : Dengan ditetapkannya peraturan ini maka keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 130/D/KEP/KR/2017 tentang Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah Kejuruan dinyatakan tidak berlaku.
KELIMA : Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Perubahan dalam Struktur Kurikulum BARU

Struktur Kurikulum SMK 2018 yang telah ditetapkan pemberlakuannya membawa beberapa perubahan (sejauh pengamatan admin) antara lain :

  1. Pengurangan jumlah jam mata pelajaran Bahasa Indonesia dari berjumlah total 354 jam (2017) menjadi 320 jam (2018) atau berkurang 1 jam pelajaran pada klas XII pada semester 1 (satu) dan semester 2 (dua).
  2. Terdapat perubahan nama mata pelajaran dan atau pengurangan / penambahan jam belajar pada kompetensi keahlian (bisa berbeda antar kompetensi keahlian).
  3. Penambahan jumlah jam mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan dari total 350 jam (2017) bertambah menjadi 524 jam (2018). Jumlah jam antar kompetensi keahlian bisa berbeda satu dengan yang lain.
  4. Perubahan nama mata pelajaran pada beberapa kompetensi keahlian dan distribusi jam pembelajarannya. Hal ini tidak / belum tentu terjadi pada setiap kompetensi keahlian.

Contoh Struktur Kurikulum SMK 2018 pada Kompetensi Keahlian Teknik Audio Video.

MATA PELAJARANKELAS
XXIXII
121212
A. Muatan Nasional
1Pendidikan Agama dan Budi Pekerti333333
2Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan222222
3Bahasa Indonesia443322
4Matematika444444
5Sejarah Indonesia33
6Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya*)333344
Jumlah A191915151515
B. Muatan Kewilayahan
1Seni Budaya33
2Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan2222
Jumlah B5522
C. Muatan Peminatan Kejuruan
C1. Dasar Bidang Keahlian
1Simulasi dan Komunikasi Digital33
2Fisika33
3Kimia33
C2. Dasar Program Keahlian
1Kerja Bengkel dan Gambar Teknik44
2Dasar Listrik dan Elektronika55
3Teknik Pemrograman, Mikroprosesor dan
Mikrokontroler
44
C3. Kompetensi Keahlian
1Pemrograman, Mikroprosesor dan Mikrokontroler44
2Penerapan Rangkaian Elektronika7766
3Perencanaan dan Instalasi Sistem Audio Video6666
4Penerapan Sistem Radio dan Televisi7766
5Perawatan dan Perbaikan Peralatan Audio dan Video77
6Produk Kreatif dan Kewirausahaan7788
Jumlah C222231313333
Total464648484848
Produk Kreatif dan Kewirausahaan

Struktur Kurikulum SMK 2018 yang telah ditetapkan menunjukkan perubahan yang signifikan yaitu pada peningkatan jumlah jam belajar pada mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan. Tentu saja ini memiliki maksud dan tujuan tertentu. Sayangnya perubahan yang signifikan ini tidak disertai dengan alasan dan atau penjelasan yang tercantum dalam konsideran Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor: 07/D.D5/Kk/2018 Tentang Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/ Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) ini.

Asumsi admin, Struktur Kurikulum SMK 2018 dengan jumlah jam Produk Kreatif dan Kewirausahaan yang meningkat signifikan bermaksud mendorong agar pembelajaran yang menghasilkan produk-produk kreatif dan meningkatkan sikap dan keterampilan berwira usaha. Pada akhirnya, diharapkan lulusan SMK selain untuk memiliki keterampilan kerja yang mumpuni juga diharapkan agar lulusan SMK mampu menghasilkan produk-produk kreatif dan berwirausaha dari produk kreatifnya tersebut. Hal ini harus menjadi perhatian rekan-rekan pendidik khususnya pengampu mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan.

Silahkan download  Struktur Kurikulum SMK 2018 di tautan ini … Download Struktur Kurikulum SMK 2018 

Penguatan Pendidikan Karakter PPK

penguatan pendidikan karakter ppk

Penguatan Pendidikan Karakter PPK ??? Mengapa perlu Penguatan Pendidikan Karakter PPK ? Apa tujuan Penguatan Pendidikan Karakter PPK? Bagaimana menerapkan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Bagaimana menerapkan di kelas? Mungkin diantara kita masih ada yang memerlukan informasi terkait penguatan pendidikan karakter (PPK). Mari kita berdiskusi

Peraturan Rujukan

Penguatan Pendidikan Karakter PPK merupakan istilah yang mengemuka belakangan ini terutama sejak terbitnya Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter PPK yang menjadikan pendidikan karakter sebagai platform pendidikan nasional Indonesia. Penguatan Pendidikan Karakter PPK bertujuan untuk membekali peserta didik sebagai generasi emas tahun 2045. Pembekalan peserta didik dengan jiwa Pancasila dan karakter yang baik ini sangat berguna menghadapi dinamika perubahan kehidupan di masa depan.

penguatan pendidikan karakter ppk
penguatan pendidikan karakter ppk

Penguatan Pendidikan Karakter PPK yang diatur dengan Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017 tentang meliputi hal-hal berikut :

  • Dasar pertimbangan penetapan Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017
  • Definisi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)
  • Tujuan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)
  • Bagaimana melaksanakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)
  • Ruang lingkup penyelenggaraan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)
  • Prinsip-prinsip Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

Rujukan Kepala Sekolah dan Guru melaksanakan Penguatan Pendidikan Karakter PPK

Penguatan Pendidikan Karakter PPK menjadi kewajiban sekolah dan guru yang dilakukan melalui kegiatan intra kurikuler, ko kurikuler dan ekstra kurikuler. Hal ini dinyatakan pada BAB II pasal 6 Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017.

Penguatan Pendidikan Karakter PPK dapat dilakukan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Penyelenggaraan PPK di sekolah menjadi tanggung jawab Kepala Sekolah dan guru. Tanggung jawab ini dilaksanakan sebagai pemenuhan beban kerja guru dan kepala Satuan Pendidikan Formal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Penyelenggaraan Penguatan Pendidikan Karakter PPK  dalam kegiatan Intrakurikuler merupakan penguatan nilai-nilai  karakter melalui kegiatan-kegiatan:

  1. penguatan materi pembelajaran,
  2. metode pembelajaran sesuai dengan muatan kurikulum berdasarkan ketentuan peraturan perundang undangan.

Penyelenggaraan PPK dalam kegiatan Kokurikuler merupakan penguatan nilai-nilai karakter yang dilaksanakan untuk pendalaman dan/ atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler sesuai muatan kurikulum.

Penyelenggaraan PPK dalam Ekstrakurikuler merupakan penguatan nilai-nilai karakter dalam rangka perluasan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian,     kerja sama, dan kemandirian Peserta Didik secara optimal. Karena itu kegiatan ekstra kurikuler yang dapat dikembangkan bermacam-macam meliputi kegiatan krida, karya ilmiah, latihan olah bakat/ olah minat, dan kegiatan keagamaan, serta kegiatan penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan ketentuan  peraturan  perundang-undangan.

Penyelenggaraan PPK dalam Kegiatan keagamaan dapat dilaksanakan paling sedikit melalui pesantren kilat, ceramah keagamaan, katekisasi, retreat, dan/ atau baca  tulis Al Quran dan kitab suci lainnya.

Berdasarkan Perpres No. 87 tahun 2017 di atas, cukup jelas peran guru dalam penguatan pendidikan karakter (PPK) yaitu melalui penguatan materi pembelajaran dan metode pembelajaran seperti di uraikan di atas. Pada Kurikulum 2013 Penguatan Pendidikan Karakter PPK dilakukan melalui langkah pengintegrasian dalam proses pembelajaran. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) bukan sebagai program tambahan atau sisipan, melainkan sebagai cara mendidik dan belajar bagi seluruh pelaku pendidikan di satuan pendidikan.

Nilai-nilai Karakter PPK

Dalam Perpres dijelaskan bahwa fokus PPK adalah nilai-nilai Pancasila. PPK dilaksanakan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter terutama meliputi nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggungjawab” (Pasal 3)

Penguatan Pendidikan Karakter PPK intra kurikuler Kurikulum 2013 SMK

Penguatan Pendidikan Karakter PPK intra kurikurikuler kemudian juga dikenal sebagai Penguatan Pendidikan Karakter PPK berbasis kelas. Bisa dipahami demikian karena penguatan pendidikan karakter ini dilakukan oleh guru melalui penguatan materi pembelajaran maupun metode pembelajaran sesuai dengan muatan kurikulum berdasarkan ketentuan peraturan perundang undangan.

Penguatan Pendidikan Karakter PPK berbasis kelas melalui penguatan materi pembelajaran dan penerapan metode pembelajaran yang sesuai dengan muatan kurikulum pada Kurikulum 2013 dilakukan sejak perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP. Hal ini sangat tepat mengingat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP adalah pedoman guru mengajar atau melaksanakan pembelajaran.

Perencanaan Silabus dan RPP Kurikulum 2013 yang berkualitas baik telah dilatihkan dalam Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum 2013 hingga tahun 2018 ini.  Langkah-langkah perencanaan silabus dan RPP Kurikulum 2013 meliputi kegiatan-kegiatan guru:

  1. Analisis SKL KI KD (Baca Sekarang)
  2. Analisis Materi Pembelajaran (Baca Sekarang)
  3. Analisis Penerapan Model Pembelajaran (Baca Sekarang)
  4. Analisis Penilaian Hasil Belajar (Baca Sekarang)

Penguatan Pendidikan Karakter PPK berbasis kelas dalam tahapan pengembangan Silabus dan RPP Kurikulum 2013 SMK pun sudah dilakukan pada masing-masing tahapan tersebut. Jika proses pengembangan silabus dan RPP SMK dilakukan melalui langkah-langkah di atas dapat diharapkan dihasilkan penguatan materi pembelajaran maupun metode pembelajaran sesuai dengan muatan kurikulum. Sebaliknya silabus dan RPP yang dikembangkan tanpa langkah-langkah tersebut dapat diduga lemah kualitasnya dan tidak mampu menginisiasi Penguatan Pendidikan Karakter PPK.

Sebagai penutup posting Penguatan Pendidikan Karakter PPK berikut admin mengajak rekan-rekan melaksanakan perencanaan dan pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran melalui 4 (empat) jenis analisis yang telah disebutkan di atas dengan cermat. Dengan demikian penguatan materi pembelajaran maupun metode pembelajaran sesuai dengan muatan kurikulum mampu mengangkat Penguatan Pendidikan Karakter PPK. Selamat bekerja !

Daftar Pustaka

Kemdikbud. 2017. Materi Umum Penguatan Pendidikan Karakter.
Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

Analisis Penerapan Model Pembelajaran

analisis penerapan model pembelajaran

Analisis Penerapan Model Pembelajaran

Analisis Penerapan Model Pembelajaran langkah mempelajari K13. Analisis Penerapan Model Pembelajaran membingungkan??? Mari diskusi Analisis Penerapan Model Pembelajaran di sini.
Analisis Penerapan Model Pembelajaran ialah kegiatan guru menelaah, memilih dan memadukan model pembelajaran Kurikulum 2013 dengan komponen-komponen kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran menjadi serangkaian kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan sintak model pembelajaran yang digunakan.

analisis penerapan model pembelajaran
analisis penerapan model pembelajaran

Analisis Penerapan Model Pembelajaran memandu guru menyusun langkah-langkah proses pembelajaran. Analisis penerapan model pembelajaran perlu dilakukan untuk mendukung keberhasilan PERUBAHAN MINDSET pendidik dalam mengimplementasikan proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 yang berbeda dengan proses pembelajaran yang selama ini dilakukan. Perubahan proses pembelajaran ini diperlukan sehubungan dengan perubahan Standar Kompetensi Lulusan yang dicita-citakan dan didukung dengan Standar Proses yang diberlakukan.

Analisis Penerapan Model Pembelajaran memberi ruang bagi guru merencanakan penguatan pendidikan karakter (PPK) melalui pemilihan model pembelajaran. Nilai karakter yang dikuatkan tergantung pada model pembelajaran yang digunakan karena masing-masing model pembelajaran memiliki keunggulan dan kekhususan. Penerapan model-model pembelajaran yang dilaksanakan dengan benar mampu membentuk keterampilan abad 21 seperti critical thinking, creative thinking, collaborating dan communicating yang pada akhirnya membantu peserta didik memiliki Kecakapan Berfikir Tingkat Tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Pengetahuan Awal Analisis Penerapan Model Pembelajaran

Analisis Penerapan Model Pembelajaran merupakan kegiatan guru dalam menelaah, memilih dan memadukan model pembelajaran Kurikulum 2013 menjadi serangkaian aktivitas pembelajaran. Terkait dengan pengertian di atas maka sebelum melakukan Analisis Penerapan Model Pembelajaran guru memerlukan pemahaman-pemahaman yang terkait dengan langkah-langkah dalam analisis penerapan model pembelajaran. Pengetahuan terkait analisis penerapan model pembelajaran ini antara lain :

  • Jenis-jenis model pembelajaran untuk SMK beserta sintaknya. Rekan-rekan dapat membaca diposting saya yang lain Model Pembelajaran di SMK
  • Tahapan belajar siswa yang di sebut 5 M, terdiri dari mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengomunikasikan. Rekan-rekan yang memerlukan bacaan dapat mengakses posting saya yang lain mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengomunikasikan
  • Strategi pelibatan siswa dalam pembelajaran kooperatif seperti jigsaw, number head together, gallery walk dan lain-lain.

Format Penentuan dan Pemaduan Sintak pada Analisis Penerapan Model Pembelajaran

Analisis Penerapan Model Pembelajaran dilakukan dalam 2 (dua) tahap. Tahap yang pertama adalah menentukan model pembelajaran yang sesuai untuk kompetensi dasar yang bersangkutan. Model pembelajaran tidak boleh dipilih sekehendak guru, tetapi harus memperhatikan sifat dan kecenderungan kompetensi dasar. Mari cermati penjelasan contoh di bawah ini. Analisis yang dicetak warna merah dan biru merupakan hasil analisis KD. Karena pertimbangan tersebut maka Analisis Penerapan Model Pembelajaran menyimpulkan bahwa Model Pembelajaran yang sesuai sifat KD adalah Discovery Learning.

Penjelasan untuk kotak dengan warna Penjelasan untuk kotak dengan warna MERAH, BIRU, KUNING, UNGU, JINGGA diuraikan pada langkah-langkah pembelajaran (di bawah) yang merupakan implementasi prinsip-prinsip pedagogis tertulis. Inilah yang diharapkan dalam Analisis Penerapan Model Pembelajaran.

Implementasi Strategi Pembelajaran Kooperatif dalam Analisis Penerapan Model Pembelajaran

Analisis Penerapan Model Pembelajaran , selain menentukan model pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi dasar juga meminta kita menentukan dan memilih strategi pembelajaran kooperatif yang cocok untuk diterapkan. Penerapan strategi pembelajaran kooperatif akan memberi dampak positif dalam pengembangan kompetensi sosial siswa. Penerapan strategi pembelajaran kooperatif menstimulasi interaksi antar siswa.

Strategi pembelajaran kooperatif yang dirancang dalam Analisis Penerapan Model Pembelajaran merupakan desain implementasi yang nantinya dituangkan dalam format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Strategi pembelajaran kooperatif yang banyak dikenal dan diterapkan antara lain:

  • Showdown
  • Jigsaw
  • 3 corners
  • Gallery walk
  • Opinion line
  • Circle of knowledge
  • Number heads together
  • Send a problem

Strategi pembelajaran kooperatif menguatkan sifat-sifat dan sikap-sikap sosial dalam diri siswa. Di samping itu, penerapan strategi pembelajaran kooperatif memberi efek variasi interaksi di dalam pembelajaran sehingga mengurangi atau mengeliminir kejenuhan. Oleh karena itu semenjak dalam Analisis Penerapan Model Pembelajaran sebaiknya strategi-strategi ini sudah direncanakan.

Perencanaan Langkah-langkah pembelajaran dalam Analisis Penerapan Model Pembelajaran

Analisis Penerapan Model Pembelajaran diikuti dengan merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang nantinya harus diungkapkan secara tertulis dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP. Perumusan langkah-langkah pembelajaran ini perlu memperhatikan hal-hal yang memang harus terimplementasikan dalam pembelajaran.

Contoh susunan langkah pembelajaran berikut mengambil contoh kompetensi dasar tentang mengoperasikan sepeda roda 2. Masing-masing teks berwarna di bawah ini merupakan langkah-langkah pembelajaran yang penempatannya berada pada posisi sesuai tabel di atas.

  1. Interaksi pemberian stimulus pada kegiatan siswa mengamati
  • Guru meminta siswa untuk mengamati berbagai jenis sepeda roda 2 melalui bahan tayangan.
  • Siswa mengamati bahan tayang yang disajikan guru.
  • Guru meminta siswa membaca buku teks untuk mengidentifikasi berbagai bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama
  • Siswa membaca buku berkaitan dengan berbagai jenis sepeda roda 2, bagian-bagian utama sepeda roda 2 dan cara mengoperasikan sepeda roda 2
  • Interaksi membimbing siswa mengidentifikasi masalah pada kegiatan siswa menanya
      

     

    • Guru meminta siswa dalam kelompok untuk mendiskusikan dan menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
    • Siswa bersama kelompoknya mendiskusikan dan menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
    • Guru meminta siswa dalam kelompok untuk mengakses internet atau intranet dan melengkapi bahan diskusi kelompok terkait menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
    • Siswa dalam kelompok mengakses internet atau intranet dan melengkapi bahan diskusi kelompok terkait menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2
  • Interaksi membimbing siswa mengumpulkan data / mencoba / eksperimen pada kegiatan siswa mengumpulkan informasi
      

     

    • Siswa dalam kelompok mengakses internet atau intranet dan melengkapi bahan diskusi kelompok terkait menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
    • Guru meminta siswa memperhatikan demonstrasi cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
    • Guru meminta siswa mencoba melakukan cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2. 4.
    • Siswa secara bergiliran mencoba melakukan cara menjaga keseimbangan, – cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
  • Interaksi membimbing siswa melakukan pembuktian pada kegiatan siswa menalar / mengasosiasi
      

     

    • Guru meminta siswa dalam kelompok untuk membuat rumusan bersama tentang bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
    • Siswa bersama sama dalam kelompok membuat rumusan bersama tentang bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2
  • Interaksi membimbing dan memfasilitasi siswa menarik kesimpulan / generalisasi dan mengomunikasikannya

      

     

    • Guru meminta siswa untuk menyajikan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
    • Siswa membuat bahan presentasi tentang bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.dalam bentuk PPT.
    • Siswa menyajikan tentang bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 termasuk cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
    • Siswa lain memberikan tanggapan terhadap presentasi.
    • Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru.
    • Guru memberikan klarifikasi dan penguatan hasil diskusi siswa.
    • Siswa memperbaiki hasil presentasi dan membuat simpulan

Demikianlah diskusi sekitar Analisis Penerapan Model Pembelajaran . Mudah-mudahan bermanfaat dan menambah pemahaman kita.

Analisis SKL KI KD

analisis skl ki kd

Analisis SKL KI KD

Analisis SKL KI KD itu apa sih? Mengapa perlu Analisis SKL KI KD ? Bagaimana cara melakukan Analisis SKL KI KD pada K2013 SMK Revisi 2017 ? Pertanyaan-pertanyaan terkait Analisis SKL KI KD itu mungkin menggelayuti banyak pendidik yang telah mengikuti Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum 2013 Revisi 2017.

analisis skl ki kd
analisis skl ki kd

Analisis SKL KI KD seperti ditunjukkan pada ilustrasi pertama (tabel 1) dan ilustrasi kedua (tabel 2) boleh jadi menimbulkan pertanyaan kita.

  1. Mengapa ada 2 bagian Analisis SKL KI KD ?
  2. Pada gambar 1, Analisis SKL KI KD apa yang kita lakukan?
  3. Analisis SKL KI KD apa yang kita lakukan pada ilustrasi yang ke 2 ?
  4. Mengapa pada ilustrasi Analisis SKL KI KD ke 2 beberapa kata dituliskan dengan warna? Apa maksudnya?
  5. Pada ilustrasi Analisis SKL KI KD ke 2 terdapat kode-kode C2, P1, P2 apa maksudnya?
  6. Apa yang dimaksud dimensi kognitif ?
  7. Apa yang dimaksud bentuk dimensi pengetahuan konseptual ?
  8. Mengapa memahami dinyatakan SESUAI dengan pengetahuan konseptual?
  9. Apa dasar kita menyetarakan C2 dengan P1?
  10. Apa yang harus dilakukan jika terjadi KESETARAAN atau KETIDAKSETARAAN ?
  11. Semua inikah yang dimaksud Analisis SKL KI KD ?

Mungkin pertanyaan-pertanyaan ini sudah terjawab tetapi tidak tertutup kemungkinan masih banyak yang belum terjawab. Pada kesempatan ini saya coba tuangkan bahan diskusi Analisis SKL KI KD ini.

Tujuan Analisis SKL KI KD

Analisis SKL KI KD sebagai titik awal perencanaan pembelajaran tentu memiliki maksud dan tujuan. Analisis SKL KI KD menjadi titik awal penguatan pendidikan karakter. Kita perlu memahami kerangka berpikir terkait analisis skl ki kd ini agar pembelajaran yang kita sajikan berjalan sesuai skema besar pencapaian Standar Kompetensi Lulusan Kurikulum 2013. Ok, mari berangkat dari cita-cita dan impian penerapan Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 diterapkan BUKAN SEKEDAR UPDATE PENGETAHUAN dan KETERAMPILAN SAJA. Kurikulum 2013 diterapkan untuk menyiapkan siswa agar memiliki kompetensi baik sikap spiritual, sikap sosial , pengetahuan dan keterampilan agar nantinya unggul dalam persaingan global abad 21 ini. Keunggulan ini ditunjang dengan pengembangan keterampilan abad 21 seperti critical thinking, creative thinking, collaborating dan communicating (4 C). Keunggulan-keunggulan ini sudah dicanangkan dan dirumuskan dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL).

Pada ranah operasional, pembentukan kompetensi lulusan dilakukan melalui pembelajaran yang dilakukan oleh guru di seluruh mata pelajaran. Dalam konteks ini, materi pembelajaran dan proses pembelajaran menjadi instrumen penting menuju tercapainya Standar Kompetensi Lulusan yang dicita-citakan. Materi pembelajaran yang TIDAK LINIER dengan Standar Kompetensi Lulusan yang diinginkan JELAS menjadi PENYEBAB tidak tercapainya kompetensi yang diinginkan. Demikian juga dengan proses pembelajaran. Terbentuknya kompetensi lulusan pada siswa tergantung juga dengan proses pembentukan kompetensi yang dilakukan pada proses pembelajaran. Proses pembelajaran dapat berjalan optimal jika guru memahami Kompetensi Dasar (KD), dan MENERAPKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK nya agar kompetensi dasar yang dirumuskan dalam kalimat-kalimat dapat diwujudkan pada diri siswa atau peserta didik.

Analisis SKL KI KD inilah wujud langkah guru meluruskan dan melinierkan perencanaan proses pembelajaran untuk pencapaian Standar Kompetensi Lulusan yang diinginkan.

Pengertian Analisis SKL KI KD

Analisis SKL KI KD wajib dipahami oleh setiap pendidik. Analisis SKL KI KD ialah kegiatan menguraikan keterkaitan SKL KI KD atas berbagai bagiannya, menelaah bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh berbagai informasi pedagogis yang berguna untuk membuat perencanaan pembelajaran yang benar.

Analisis SKL KI KD menjabarkan komponen SKL (Standar Kompetensi Lulusan), KI (Kompetensi Inti) dan KD (Kompetensi Dasar) baik KD Pengetahuan maupun KD Keterampilan. Selain aktifitas menjabarkan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, Analisis SKL KI KD juga menjabarkan hubungan dan keterkaitan antar komponen yang di analisis tersebut.

Jelas kiranya bahwa silabus dan RPP adalah dokumen yang diturunkan dari Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar KI KD, dan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar KI KD sendiri diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan SMK. Agar supaya silabus dan RPP SMK yang dikembangkan benar-benar akurat mengeksekusi keinginan Standar Kompetensi Lulusan SMK maka perlu ada jaminan linieritas Kompetensi Dasar KD terhadap SKL nya. Analisis SKL KI KD inilah penjamin linieritas silabus dan RPP SMK terhadap Standar Kompetensi Lulusan SKL.

Memahami Contoh Analisis SKL KI KD

Analisis SKL KI KD pada setiap mata pelajaran dilakukan mengikuti contoh dalam Bimtek Implementasi K2013. Pada posting ini contoh analisis skl ki kd admin sadurkan dari Modul Bimtek Implementasi Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Kejuruan tahun 2017.

Cobalah rekan-rekan pembaca amati tabel berikut ini.

Analisis SKL KI KD
KOMPETENSI INTI 3
KOMPETENSI INTI 4
ANALISIS DAN REKOMENDASI KI
(PENGETAHUAN)
(KETERAMPILAN)
123
3.     Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Desain Grafikapada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.4.     Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Desain Grafika. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.KI-3 pengetahuan dan KI-4 keterampilan; adalah untuk program pendidikan 3 tahun
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. 
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan,gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.KI-3 dan KI-4 tersebut sesuai menjadi rujukan KD-KD mata pelajaran Dasar-dasar Kegrafikaan pada Kompetensi Keahlian Desain Grafika (3 Tahun)

 

 

Cara Analisis SKL KI KD

Analisis SKL KI KD dikerjakan secara berturut-turut seperti diuraikan di bawah.

  • Menentukan tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan dari Kompetensi Dasar Pengetahuan (Analisis KD 3)

Pada KD contoh di atas berbunyi … Memahami pola tata letakMemahami merupakan tingkat kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa yang menunjukkan tingkat dimensi kognitif dari taksonomi Bloom revisi. Sedangkan … pola tata letak … merujuk kepada … macam-macam bentuk tata letak yang bisa jadi berbeda satu dengan yang lain tetapi sama-sama dapat digolongkan sebagai pengaturan tata letak. Pengetahuan seperti ini disebut bentuk pengetahuan konseptual.

  • Menentukan rekomendasi kesesuaian tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan dari Kompetensi Dasar

Setelah tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan kita temukan, selanjutnya diperiksa apakah  tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan tersebut SESUAI dipasangkan ? Atas dasar apakah kita menyatakan sesuai atau tidak sesuai ? Lihat pada gambar di bawah ini ….

analisis skl ki kd
analisis skl ki kd

Berdasarkan skema di atas …. Memahami atau level C2 sesuai jika dipasangkan dengan bentuk pengetahuan konseptual … jadi pada KD contoh di atas … Memahami pola tata letak … SUDAH SESUAI.

  • Menentukan tingkat taksonomi dan bentuk taksonomi dari Kompetensi Dasar Keterampilan (Analisis KD 4)

Pada KD 4 contoh di atas berbunyi … Memilih pola tata letakMemilih (pola tata letak) adalah keterampilan kongkrit. Karena keterampilan kongkrit selanjutnya periksa dalam taksonomi Simpson dan Dave dan lihat … levelnya adalah P2 (manipulasi).  Disimpulkan, memilih adalah keterampilan kongkrit level P2 (manipulasi) . Rekan-rekan perlu melihat kata kerja operasional (KKO) pada taksonomi Simpson atau Dave ini untuk memastikan … memilih … itu pada level apa?

analisis skl ki kd
analisis skl ki kd

  • Menentukan KESETARAAN taksonomi KD Pengetahuan dan taksonomi KD Keterampilan  dan rekomendasi nya

Langkah Analisis SKL KI KD selanjutnya adalah menentukan kesetaraan KD Pengetahuan dengan KD Keterampilan. Seharusnya KD Pengetahuan TIDAK BOLEH lebih rendah dari KD Keterampilan. Mengapa demikian? Logikanya … untuk melakukan suatu keterampilan diperlukan pengetahuan-pengetahuan sebagai dasar dan pedoman kerja melakukan suatu keterampilan. Logis kan?

Sekarang, bagaimana kita memutuskan KD3 sudah SETARA dengan KD4 ?

Berdasarkan taksonomi Bloom olahan Anderson, taksonomi terklasifikasi menjadi 6 level dari C1 s.d. C6 dan jenjang SMA-SMK sekurang-kurangnya dimulai dari C2 (memahami). Taksonomi keterampilan memiliki 5 level mulai dari P1 s.d. P5 baik taksonomi Simpson maupun taksonomi Dave. Perhatikan ilustrasi berikut :

Analisis SKL KI KD
PENGETAHUAN
KETERAMPILAN KONGKRIT
KETERAMPILAN KONGKRIT
KETERAMPILAN ABSTRAK
TAKSONOMI BLOOM OLAHAN ANDERSON
TAKSONOMI DAVE
TAKSONOMI SIMPSON
TAKSONOMI DYERS
Mengkreasi
C6
Naturalisasi
P5
Menjadi tindakan orisinalMencipta
Mengevaluasi
C5
Artikulasi
P4
Menjadi gerakan alamiMengomunikasikan
Menganalisis
C4
Presisi
P3
MahirMengasosiasi
Menerapkan
C3
Manipulasi
P2
Membiasakan gerakanMengumpulkan informasi
Memahami
C2
Imitasi
P1
Persiapan, Kesiapan, MeniruMenanya
Mengingat
C1
   Mengamati

KD 3 Memahami (C2) setara dengan level keterampilan Imitasi (meniru) P1 … sedangkan … KD 4 Memilih … pada level … manipulasi P2 … oleh karena itu KD 3 DIREKOMENDASIKAN dinaikkan satu tingkat pada tingkat Menerapkan (C3). Ditingkatkan pada Indikator Pencapaian Kompetensi IPK, jadi biarkan bunyi KD 3 nya tetap.

Hasil Analisis SKL KI KD

Analisis SKL KI KD seperti tampak di atas, memberikan kita informasi penting terkait Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. Hasil analisis SKL KI KD penting ini antara lain:

  1. Kompetensi Dasar KD yang sudah dilinierisasi atau disesuaikan sehingga KD Pengetahuan dan KD Keterampilan cocok berpasangan. Ini berarti kita sudah mantap pada titik tolak yang benar untuk menjabarkan pasangan KD ke dalam Indikator Pencapaian Kompetensi.
  2. Seiring dengan itu ditemukan pula tingkat dimensi kognitif apakah berada pada C1 mengingat, C2 memahami, C3 menerapkan, C4 menganalisis, C5 mengevaluasi atau C6 mengkreasi. Hal ini memastikan kita mencari dan menggunakan Kata Kerja Operasional (KKO) yang tepat untuk digunakan dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran.
  3. Analisis SKL KI KD menemukan bentuk pengetahuan faktual, konseptual, prosedural ataupun meta kognitif dan jenis keterampilan kongkrit maupun abstrak dan dengan itu memudahkan kita memilih model pembelajaran yang tepat untuk digunakan.
  4. Pada tahap ini pula bisa kita bayangkan perolehan hasil belajar apakah pada Low Order Thinking Skills (LOTS) ataukah sudah berada pada Higher Order Thinking Skills (HOTS).
Latihan Analisis SKL KI KD

 

Penguatan Pendidikan Karakter PPK dalam Analisis SKL KI KD

……………………………………………….. maaf belum sempat di tuliskan ……………………………………………………..

Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 harus memperhatikan hal-hal penting di atas.

Demikianlah sharing tentang Analisis SKL KI KD … semoga menambah pemahaman kita bersama …

Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017

silabus dan rpp smk

Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017

RPP ialah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. RPP K13 Rev. 2017 adalah RPP Pembelajaran Keterampilan Abad 21. Karena itu, RPP bukan sekedar administrasi guru tetapi pedoman pelaksanaan pembelajaran. Ya … kini RPP adalah pedoman operasional guru pada saat melaksanakan pembelajaran K13 Revisi 2017. Sayangnya banyak dari kita masih berpikir dan bertindak dengan paradigma lama dan memperlakukan RPP tidak semestinya sehingga hal-hal berikut sering terjadi:

  • RPP hanyalah sekedar pelengkap administrasi guru, hanya berguna saat ditanya kepala sekolah atau pengawas sekolah, … ada RPP? … Ada!
  • RPP hanyalah sekedar pelengkap dokumen sekolah, hanya berguna saat ditanya asesor akreditasi sekolah, … ada RPP? … Ada!
  • Saya mengajar tidak pakai RPP juga bisa! Kenapa harus ribet-ribet bikin RPP?

RPP & Silabus

RPP
RPP
silabus
SILABUS

Bagaimanapun, admin masih percaya yang berpendirian seperti di atas hanya beberapa saja. Sebagian besar yang lain masih sependapat dengan saya bahwa RPP itu rencana pelaksanaan pembelajaran yang digunakan sebagai pedoman melaksanakan pembelajaran. Dan mungkin masih penasaran … RPP K13 atau RPP K2013 Revisi 2017 itu seperti apa? Bagaimana ciri-ciri RPP K13 yang benar atau ideal …?

Menyusun Silabus dan RPP SMK kewajiban guru. Menyusun Silabus dan RPP SMK salah satu tugas utama merencanakan pembelajaran. Menyusun Silabus dan RPP SMK banyak ditanyakan rekan pendidik dari berbagai mata pelajaran. Silabus dan RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 seharusnya di susun berdasarkan Spektrum Keahlian SMK 2016, Struktur Kurikulum SMK 2017 dan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar KI KD SMK 2017 yang telah diputuskan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

menyusun silabus dan rpp
menyusun silabus dan rpp
silabus dan rpp smk n5 2
Workshop menyusun silabus dan rpp di smk n5

Untuk menyusun Silabus dan RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 ini seharusnya pendidik menerapkan analisis SKL KI KD, analisis materi pembelajaran, analisis penerapan model pembelajaran dan perancahan pemaduan sintak model pembelajaran dengan tahapan pendekatan saintifik 5 M. Dengan ke 4 jenis analisis tersebut, sebagian besar unsur-unsur atau komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP telah teridentifikasi.

Di samping itu, menyusun Silabus dan RPP SMK dengan cermat ikut menginisiasi Pembelajaran Keterampilan Abad 21 yang telah diadopsi dalam Standar Kompetensi Lulusan SMK dan menjadi rujukan pengembangan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar SMK. Rekan-rekan pendidik, menurut saya, harusnya juga mengimplementasikannya dalam silabus dan RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017. Bahkan, bagi yang masih berbasis KTSP Kurikulum 2006 pun seharusnya memperbaiki silabus dan rpp dan proses pembelajarannya agar para siswa tetap mendapatkan Pembelajaran Keterampilan Abad 21.

Silabus dan RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 seharusnya telah mencirikan pembelajaran Keterampilan Abad 21 yang banyak dikenal dengan 4C yaitu Critical ThinkingCreative Thinking, Collaborating dan Communicating yang per

silabus rpp smk
silabus rpp smk

lu didukung pengembangan Literacy dan Life Skill. Kita tentu tidak ingin siswa atau peserta didik kita tersisih dari persaingan pada jamannya gara-gara silabus dan rpp smk persiapan pembelajaran kita yang belum di revisi. Oleh karena itu marilah kita Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 yang mendukung pengembangan Keterampilan Abad 21.

Dokumen dan Pengetahuan Dasar Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017

Menyusun silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 memerlukan dokumen dan pengetahuan dasar kurikulum. Dokumen-dokumen yang diperlukan pada kegiatan menyusun silabus dan rpp smk antara lain :

  • Struktur Kurikulum SMK Tahun 2017, bagi rekan-rekan yang belum memiliki silahkan mengunduh dulu di sini >> Struktur Kurikulum SMK Tahun 2017
  • Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KI KD) SMK Tahun 2017, silahkan mengunduh di sini >> Kompetensi Inti Kompetensi Dasar KI KD SMK 2017
  • Modul-modul Bimbingan Teknik Implementasi Kurikulum 2013 Revisi 2017 yang berisi pengetahuan dasar untuk implementasi Kurikulum 2013 Revisi 2017
  • Daftar Kata Kerja Operasional (KKO)

Beberapa pengetahuan dasar yang mendukung kegiatan Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 pernah atau sudah kita diskusikan dan dapat rekan-rekan temukan di blog ini, antara lain :

Langkah-langkah Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017

Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 diawali dengan melakukan kegiatan analisis-analisis untuk mendapatkan elemen-elemen silabus dan RPP SMK yang akurat. Analisis dan kajian untuk menyusun silabus dan RPP SMK adalah seperti terurai di bawah ini.

  1. Analisis SKL KI KD Silabus dan RPP SMK
  2. Analisis Materi Pembelajaran Silabus dan RPP SMK
  3. Analisis Penerapan Model Pembelajaran Silabus dan RPP SMK
  4. Analisis Penilaian Hasil Belajar SMK

Setelah melakukan 4 (empat) macam analisis tersebut pada dasarnya, semua elemen yang diperlukan untuk menyusun silabus dan rpp SMK sudah kita miliki. Langkah selanjutnya adalah mengisikan elemen-elemen silabus dan RPP hasil analisis ke dalam format-format silabus dan RPP SMK.

Analisis SKL KI KD untuk Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017

Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 di awali dengan Analisis SKL KI KD. Mengapa ini harus kita lakukan? Jelas kiranya bahwa silabus dan RPP adalah dokumen yang diturunkan dari Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar KI KD, dan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar KI KD sendiri diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan SMK. Agar supaya silabus dan RPP SMK yang dikembangkan benar-benar akurat mengeksekusi keinginan Standar Kompetensi Lulusan SMK maka perlu ada jaminan linieritas Kompetensi Dasar KD terhadap SKL nya. Analisis SKL KI KD inilah penjamin linieritas silabus dan RPP SMK terhadap Standar Kompetensi Lulusan SKL.

Contoh Analisis SKL KI KD Kurikulum 2013 SMK

Contoh Analisis SKL KI KD dalam posting ini admin sadurkan dari Modul Bimtek Implementasi Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Kejuruan.

Analisis SKL KI KD
KOMPETENSI INTI 3
KOMPETENSI INTI 4
ANALISIS DAN REKOMENDASI KI
(PENGETAHUAN)
(KETERAMPILAN)
123
3.     Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Desain Grafikapada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.4.     Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Desain Grafika. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.KI-3 pengetahuan dan KI-4 keterampilan; adalah untuk program pendidikan 3 tahun
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. 
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan,gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.KI-3 dan KI-4 tersebut sesuai menjadi rujukan KD-KD mata pelajaran Dasar-dasar Kegrafikaan pada Kompetensi Keahlian Desain Grafika (3 Tahun)
Analisis SKL KI KD
KOMPETENSI DASAR PENGETAHUAN
KOMPETENSI DASAR KETERAMPILAN
Analisis KD-3
Rekomendasi KD-3
Analisis KD-4
Rekomendasi KD-4
Rekomendasi KD-KD pada Mapel
(KD-3)
(KD-4)
Tingkat Dimensi Kognitif dan Bentuk Dimensi Pengetahuan
Kesesuaian Dimensi Kognitif dengan Bentuk Pengetahuan
Bentuk Taksonomi dan Tingkat Taksonomi
Kesetaraan Taksonomi KD-dari KI-3 dg KD dari KI-4
·      Ketercapaian Dimensi Kognitif dan Bentuk Pengetahuan semua KD-3 dalam Mata Pelajaran  ·      Ketercapaian Taksonomi semua KD-4 dalam Mata Pelajaran
1234567
3.1      Memahami pola tata letak.4.1      Memilih pola tata letak.Tingkat dimensi kognitif adalah Memahami(C2), dan pola tata letak …adalah bentuk dimensi pengetahuan KonseptualMemahami (C2), SESUAI dipasangkan dengan pola … (pengetahuan konseptual)Memilih adalah keterampilan konkret, tingkat Manipulasi (P2)KD-3 Memahami (C2) setara dengan meniru (P1), sedang kan KD-4 memilih (P2). Hal ini masih dalam batas kesetaraan, tetapi dire komendasikan KD-3 dinaikkan menjadi menerapkan (C3)KD-3 dari KD-KD pengetahuan mata pelajaranDasar-Dasar Kegrafikaan sudah memenuhi Dimensi Kognitif tuntutan KI-3 yaitu memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi. Sedangkan Bentuk Pengetahuan juga sudah terpenuhi yaitu konseptual, prosedural, dan  metakognitif.
Cara Analisis SKL KI KD Kurikulum 2013 SMK
  • Menentukan tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan dari Kompetensi Dasar Pengetahuan (Analisis KD 3)

Pada KD contoh di atas berbunyi … Memahami pola tata letakMemahami merupakan tingkat kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa yang menunjukkan tingkat dimensi kognitif dari taksonomi Bloom revisi. Sedangkan … pola tata letak … merujuk kepada … macam-macam bentuk tata letak yang bisa jadi berbeda satu dengan yang lain tetapi sama-sama dapat digolongkan sebagai pengaturan tata letak. Pengetahuan seperti ini disebut bentuk pengetahuan konseptual.

  • Menentukan rekomendasi kesesuaian tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan dari Kompetensi Dasar

Setelah tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan kita temukan, selanjutnya diperiksa apakah  tingkat dimensi kognitif dan bentuk pengetahuan tersebut SESUAI dipasangkan ? Atas dasar apakah kita menyatakan sesuai atau tidak sesuai ? Lihat pada gambar di bawah ini ….

Berdasarkan skema di atas …. Memahami atau level C2 sesuai jika dipasangkan dengan bentuk pengetahuan konseptual … jadi pada KD contoh di atas … Memahami pola tata letakSUDAH SESUAI.

  • Menentukan tingkat taksonomi dan bentuk taksonomi dari Kompetensi Dasar Keterampilan (Analisis KD 4)

Pada KD 4 contoh di atas berbunyi … Memilih pola tata letakMemilih (pola tata letak) adalah keterampilan kongkrit. Karena keterampilan kongkrit selanjutnya periksa dalam taksonomi Simpson dan Dave dan lihat … levelnya adalah P2 (manipulasi).  Disimpulkan, memilih adalah keterampilan kongkrit level P2 (manipulasi) . Rekan-rekan perlu melihat kata kerja operasional (KKO) pada taksonomi Simpson atau Dave ini untuk memastikan … memilih … itu pada level apa?

analisis skl ki kd 4
analisis skl ki kd 4
  • Menentukan KESETARAAN taksonomi KD Pengetahuan dan taksonomi KD Keterampilan  dan rekomendasi nya

Langkah analisis SKL KI KD selanjutnya adalah menentukan kesetaraan KD Pengetahuan dengan KD Keterampilan. Seharusnya KD Pengetahuan TIDAK BOLEH lebih rendah dari KD Keterampilan. Mengapa demikian? Logikanya … untuk melakukan suatu keterampilan diperlukan pengetahuan-pengetahuan sebagai dasar dan pedoman kerja melakukan suatu keterampilan. Logis kan?

Sekarang, bagaimana kita memutuskan KD3 sudah SETARA dengan KD4 ?

Berdasarkan taksonomi Bloom olahan Anderson, taksonomi terklasifikasi menjadi 6 level dari C1 s.d. C6 dan jenjang SMA-SMK sekurang-kurangnya dimulai dari C2 (memahami). Taksonomi keterampilan memiliki 5 level mulai dari P1 s.d. P5 baik taksonomi Simpson maupun taksonomi Dave. Perhatikan ilustrasi berikut :

PENGETAHUAN
KETERAMPILAN KONGKRIT
KETERAMPILAN KONGKRIT
KETERAMPILAN ABSTRAK
TAKSONOMI BLOOM OLAHAN ANDERSON
TAKSONOMI DAVE
TAKSONOMI SIMPSON
TAKSONOMI DYERS
Mengkreasi
C6
Naturalisasi
P5
Menjadi tindakan orisinalMencipta
Mengevaluasi
C5
Artikulasi
P4
Menjadi gerakan alamiMengomunikasikan
Menganalisis
C4
Presisi
P3
MahirMengasosiasi
Menerapkan
C3
Manipulasi
P2
Membiasakan gerakanMengumpulkan informasi
Memahami
C2
Imitasi
P1
Persiapan, Kesiapan, MeniruMenanya
Mengingat
C1
   Mengamati

KD 3 Memahami (C2) setara dengan level keterampilan Imitasi (meniru) P1 … sedangkan … KD 4 Memilih … pada level … manipulasi P2 … oleh karena itu KD 3 DIREKOMENDASIKAN dinaikkan satu tingkat pada tingkat Menerapkan (C3). Ditingkatkan pada Indikator Pencapaian Kompetensi IPK, jadi biarkan bunyi KD 3 nya tetap.

Dengan langkah analisis SKL KI KD seperti tampak di atas, kita dapatkan Kompetensi Dasar KD yang sudah dilinierisasi atau disesuaikan sehingga KD Pengetahuan dan KD Keterampilan cocok berpasangan. Seiring dengan itu ditemukan pula tingkat dimensi kognitif C1 mengingat, C2 memahami, C3 menerapkan, C4 menganalisis, C5 mengevaluasi atau C6 mengkreasi. Bentuk-bentuk pengetahuan faktual, konseptual, prosedural maupun meta kognitif dan jenis keterampilan kongkrit maupun abstrak. Pada tahap ini pula bisa kita bayangkan perolehan hasil belajar apakah pada Low Order Thinking Skills (LOTS) ataukah sudah berada pada Higher Order Thinking Skills (HOTS). Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 harus memperhatikan hal-hal penting di atas.

Analisis Materi Pembelajaran untuk Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017

Langkah lanjutan Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 adalah melakukan Analisis Materi Pembelajaran. Kegiatan Analisis Materi Pembelajaran adalah penjabaran Kompetensi Dasar lebih lanjut yaitu penyusunan indikator pencapaian kompetensi, pengembangan tujuan pembelajaran dan penentuan materi pembelajaran.

Pada Analisis Materi Pembelajaran kali ini kita harus menggunakan sepasang KD yaitu KD Pengetahuan dan KD Keterampilan (bagi rekan guru PKn dan PABP ke empat unsur Kompetensi Dasar). Dalam konteks belajar Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 akan tidak menguntungkan jika saya gunakan pasangan KD kejuruan saya yaitu, Teknik Elektronika. Rekan-rekan dari mata pelajaran yang lain akan kurang maksimal menyerap inti posting saya yaitu cara menyusun Silabus dan RPP SMK.

OK, saya yakin, hampir semua kita memiliki kompetensi pengetahuan tentang sepeda roda 2 dan kompetensi keterampilan mengoperasikan sepeda roda 2. Agar pembaca yang berasal dari berbagai disiplin ilmu dapat mengikuti dan menyerap pembelajaran pada posting Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 maka saya sengaja gunakan pasangan kompetensi dasar buatan saya yaitu KD 3.1 Memahami sepeda roda 2 dan KD 4.1 Mengoperasikan sepeda roda 2. Setuju ya … yang penting cara Menyusun Silabus dan RPP SMK dapat sampai dengan optimal. Tujuan akhir saya adalah rekan-rekan khususnya yang belum mengikuti langsung workshop Bimtek Implementasi Kurikulum 2013 Revisi 2017 dapat menguasai cara menyusun silabus dan RPP SMK Abad 21.

KI Program Pendidikan 3 Tahun
1.    Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2.    Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasehat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3.    Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
Kompetensi DasarIPKTujuan PembelajaranMateri Pembelajaran
3.1 Memahami sepeda roda 2menjelaskan bagian utama sepeda roda 2Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 dengan santunBagian-bagian utama Sepeda Roda 2
menjelaskan fungsi setiap bagian utama sepeda roda 2Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi stang sepeda roda 2 dengan percaya diri 

 

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi roda sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi sistem pedal sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi sadel sepeda roda 2 dengan percaya diri

Sepeda Roda 2
menjelaskan cara mengoperasikan sepeda roda 2

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara menjaga keseimbangan di atas sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara mengayuh sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara mengarahkan sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara memarkir sepeda roda 2 dengan percaya diri

Cara mengoperasikan sepeda roda 2
4.    Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang kerja. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempresepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Kompetensi DasarIPKTujuan PembelajaranMateri Pembelajaran
4.1 Mengoperasikan sepeda roda 2mengoperasikan sepeda roda 2Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat duduk di atas sadel dengan seimbang berdasarkan contoh dengan percaya diriPraktek / latihan mengoperasikan sepeda roda 2
  Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat mengayuh pedal sepeda roda 2 dengan seimbang berdasarkan contoh dengan percaya diri 
  Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat mengarahkan gerakan sepeda roda 2 berdasarkan contoh dengan percaya diri 
  Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat memarkir sepeda roda 2 berdasarkan contoh dengan percaya diri 

Demikianlah format dan hasil Analisis Materi Pembelajaran untuk cara menyusun Silabus dan RPP SMK.

Analisis Penerapan Model Pembelajaran untuk Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017

Langkah berikutnya Menyusun Silabus dan RPP SMK adalah melakukan Analisis Penerapan Model Pembelajaran. Rekan-rekan dapat membaca dulu posting model pembelajaran SMK (baca model pembelajaran SMK). Berdasarkan sifat KD 3.1 memahami sepeda roda 2 dan KD 4.1 mengoperasikan sepeda roda 2 dan bentuk pengetahuan faktual dan konseptual maka model pembelajaran yang sesuai adalah model pembelajaran penemuan (discovery).

No.Kompetensi DasarAnalisis KDModel Pembelajaran
 3.1 memahami sepeda roda 2KD-3.1 menitikberatkan pada pembentukan pengetahuan konseptual dan proseduralModel Pembelajaran Discovery Learning
4.1 mengoperasikan sepeda roda 2KD-4.1 Pernyataan pada taksonomi keterampilan kongkret pada gradasi presisi.

Matriks Perancah Pemaduan Sintak Model Pembelajaran Discovery Learning dan Proses Berpikir Ilmiah (Saintifik) pada Mapel xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx 

  1. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, operasional lanjut, dan metakognitif secara multidisiplin sesuai dengan bidang dan lingkup kajian xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
  2. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan lingkup kajian xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx. Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

  Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri,     kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang    dipelajarinya  di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik secara mandiri.

 Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadika ngerak  alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang  dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik secara mandiri.

Silabus dan RPP
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
Tujuan Pembelajaran
Sintaksis model Discovery Learning
Proses Berpikir Ilmiah
Mengamati
Menanya
Mengumpulkan Informasi
Mengasosiasi
Mengomunikasikan
3.1 memahami sepeda roda 2menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 

 

menjelaskan fungsi setiap bagian utama sepeda roda 2

 

·

 

 

 

 

 

 

 

menjelaskan cara mengoperasikan sepeda roda 2

Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 dengan santun 

 

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi stang sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi roda sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi sistem pedal sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi sadel sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara menjaga keseimbangan di atas sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara mengayuh sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara mengarahkan sepeda roda 2 dengan percaya diri

Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara memarkir sepeda roda 2 dengan percaya diri

Pemberian stimulus terhadap siswa.Guru meminta siswa untuk melihat berbagai jenis sepeda roda 2 melalui bahan tayangan. 

 

Siswa melihat bahan tayang yang disajikan oleh Guru.

Guru meminta siswa membaca buku untuk meng identifikasi berbagai bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama

Siswa membaca buku berkaitan dengan berbagai jenis sepeda roda 2, bagian-bagian utama sepeda roda 2 dan cara mengoperasikan sepeda roda 2

    
   2. Identifikasi Masalah Guru meminta siswa dalam kelompok untuk mendiskusikan dan menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2. 

 

Siswa bersama kelompoknya mendiskusikan dan menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

   
4.1 mengoperasikan sepeda roda 2Mengoperasikan sepeda roda 2• Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat duduk di atas sadel dengan seimbang berdasarkan contoh dengan percaya diri 

 

• Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat mengayuh pedal sepeda roda 2 dengan seimbang berdasarkan contoh dengan percaya diri

• Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat mengarahkan gerakan sepeda roda 2 berdasarkan contoh dengan percaya diri

• Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat memarkir sepeda roda 2 berdasarkan contoh dengan percaya diri

3. Pengumpulan Data  

Guru meminta siswa dalam kelompok untuk mengakses internet atau intranet dan melengkapi bahan diskusi kelompok terkait menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

Siswa dalam kelompok mengakses internet atau intranet dan melengkapi bahan diskusi kelompok terkait menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

Guru meminta siswa memperhatikan demonstrasi cara menjaga keseimbangan, – cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

Guru meminta siswa mencoba melakukan cara menjaga keseimbangan, – cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

Siswa secara bergiliran mencoba melakukan cara menjaga keseimbangan, – cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

  
   4. Pembuktian   

Guru meminta siswa dalam kelompok untuk membuat kesimpulan bersama tentang terkait · bagian-bagian utama sepeda roda 2, · fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

Siswa bersama sama dalam kelompok menyimpulkan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

 
   5. Menarik kesimpulan/ generalisasi    

Guru meminta siswa untuk menyajikan 1. bagian-bagian utama sepeda roda 2, 2. fungsi setiap bagian utama tersebut dan 3. cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

Siswa membuat bahan presentasi tentang bagian-bagian utama sepeda roda 2, · fungsi setiap bagian utama tersebut dan · cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.dalam bentuk PPT.

Siswa menyajikan tentang bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan · cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.

Siswa lain memberikan tanggapan terhadap presentasi.

Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru.

Guru memberikan klarifikasi dan penguatan hasil diskusi siswa.

Siswa memperbaiki hasil presentasi dan membuat simpulan

Analisis Penilaian Pembelajaran untuk Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017

Silabus dan RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 perlu dan harus dilengkapi dengan rencana penilaian pembelajaran yang akan digunakan. Berikut adalah format dan contoh Analisis Penilaian Pembelajaran yang hasilnya dapat digunakan untuk mengisi Format Silabus dan RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017.

Penilaian Pengetahuan

Kompetensi Dasar
Indikator (IPK)
Materi
Indikator Soal
Bentuk Tes
Butir Soal
3.1 memahami sepeda roda 21. menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 

 

 

2.   menjelaskan fungsi setiap bagian utama sepeda roda 2

 

 

 

 

 

 

 

3. menjelaskan cara mengoperasikan sepeda roda 2

 

Bagian-bagian utama sepeda roda 21.  Peserta didik dapat menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 

 

 

2.  Peserta didik dapat menjelaskan fungsi stang sepeda roda 2

3.  Peserta didik dapat menjelaskan fungsi roda sepeda roda 2

4.  Peserta didik dapat menjelaskan fungsi sistem pedal sepeda roda 2

5.  Peserta didik dapat menjelaskan fungsi sadel sepeda roda 2

 

6.  Peserta didik dapat menjelaskan cara menjaga keseimbangan di atas sepeda roda 2

7.  Peserta didik dapat menjelaskan cara mengayuh sepeda roda 2

8.  Peserta didik dapat menjelaskan cara mengarahkan sepeda roda 2

9.  Peserta didik dapat menjelaskan cara memarkir sepeda roda 2

Tes tulis1.  Jelaskan bagian utama sepeda roda 2 

 

 

2.  Jelaskan fungsi stang sepeda roda 2

 

3.  Jelaskan fungsi roda sepeda roda 2

 

4.  Jelaskan fungsi sistem pedal sepeda roda 2

 

5.  Jelaskan fungsi sadel sepeda roda 2

 

6.  Jelaskan cara menjaga keseimbangan di atas sepeda roda 2

 

7.  Jelaskan cara mengayuh sepeda roda 2

 

8.  Jelaskan cara mengarahkan sepeda roda 2

 

9.  Jelaskan cara memarkir sepeda roda 2

 

Kunci Jawaban Soal:

1.    bagian utama sepeda roda 2

a.     stang

b.     sadel

c.     roda depan dan belakang

d.     pedal dan gir

2.    fungsi stang sepeda roda 2 untuk menentukan arah gerakan sepeda ke depan, ke kiri dank ke kanan

3.    fungsi roda sepeda roda 2 untuk memindahkan posisi keseluruhan badan sepeda pada arah horisontal

4.    fungsi sistem pedal dan gir sepeda roda 2 untuk memutar poros roda belakang menggunakan tenaga kaki pengendara

5.    fungsi sadel sepeda roda 2 untuk tempat duduk pengendara

6.    cara menjaga keseimbangan di atas sepeda roda 2 :

a.     duduk mapan di atas sadel

b.     tangan kanan memegang pegangan stang kanan dan tangan kiri memegang pegangan stang kiri

c.     kedua kaki lurus menumpu di atas tanah masing-masing membentuk sudut 60-70 derajat dengan permukaan tanah

7.    cara mengayuh sepeda roda 2

a.     duduk mapan di atas sadel

b.     kedua tangan memegang pegangan stang kiri dan kanan arah lurus ke depan

c.     kaki kiri menumpu di tanah, kaki kanan menumpu di atas pedal kanan pada posisi jam 11

d.     kaki kanan menjejak pedal ke depan, ketika sepeda bergerak ke depan , kaki kiri diangkat dan naik di pedal kiri

e.     ketika pedal kiri posisi jam 12 menuju posisi jam 11, kaki kiri menjejak pedal kiri ke depan, demikian seterusnya

8.    cara mengarahkan sepeda roda 2

a.     kedua tangan lurus memegang pegangan stang kiri dan kanan arah lurus ke depan

b.     untuk belok kiri, pedal tidak digenjot, tangan kiri sedikit ditarik ke belakang, tangan kanan sedikit ke depan

c.     untuk belok kanan, pedal tidak digenjot, tangan kanan sedikit ditarik ke belakang, tangan kiri sedikit ke depan

9.    cara memarkir sepeda roda 2

a.     kedua tangan memegang pegangan stang, kedua kaki menumpu di tanah

b.     pindahkan tangan kanan memegang sadel,

c.     turunkan standar miring sepeda menggunakan kaki kanan

d.     miringkan badang sepeda kekiri sampai standar menumpu di atas tanah dengan sempurna

 

Penskoran Jawaban dan Pengolahan Nilai

Nilai 4 : jika Jawaban sesuai kunci jawaban dan ada pengembangan

Nilai 3 : jika jawaban sesuai kunci jawaban

Nilai 2 : jika jawaban kurang sesuai dengan kunci jawaban

Nilai 1 : jika jawaban tidak sesuai dengan kunci jawaban

 Contoh Pengolahan Nilai
IPK
No Soal
Skor Penilaian 1
Nilai
1.
1
1
Nilai perolehan KD pegetahuan : rerata dari nilai IPK 

 

(…./14) * 100 = …..

2.
2
1
 
 
3
1
 
4
1
 
5
1
3.
6
2
 
7
2
 
8
2
 
9
2
   
Jumlah
14

Penilaian Keterampilan

Sampai dengan langkah ini, analisis-analisis untuk menyusun Silabus dan RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 telah mencukupi. Langkah menyusun Silabus dan RPP SMK selanjutnya adalah memasukkan elemen-elemen silabus dan RPP SMK K2013 ke dalam format-format sesuai panduan.

Menyusun Silabus SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 Hasil Analisis

Langkah menyusun Silabus SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 telah mencapai ujung akhirnya. Langkah penutup selanjutnya adalah memasukkan komponen-komponen silabus ke dalam format silabus. Berikut adalah contoh silabus SMK hasil analisis / susunan kita yang menggunakan Format Silabus SMK sesuai Modul Pedoman Pengembangan KTSP Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Perhatikan setiap elemen. Tampak bahwa masing-masing elemen isiannya bisa kita dapatkan dari hasil analisis di atas.

Bagaimana pendapat rekan-rekan? Apakah menyusun Silabus SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 masih asing dan terasa sulit? Tidak juga kan?

Nama SekolahSMK DUNIA PENDIDIKAN BANJARMASIN
Kelas/SemesterX / 1
Kompetensi KeahlianNama Kommpetensi Keahlian
Mata PelajaranNama Mata Pelajaran
Durasi Pembelajaran12 jp
Deskripsi KI 
3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
4. Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang kerja. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempresepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Kompetensi DasarIndikator Pencapaian KompetensiMateri PembalajaranKegiatan PembelajaranPenilaianAlokasi WaktuSumber Belajar

3.1 memahami sepeda roda 2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.1 Mengoperasikan sepeda roda 2

1. menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 

 

 

2. menjelaskan fungsi setiap bagian utama sepeda roda 2

 

3. menjelaskan cara mengoperasikan sepeda roda 2

 

 

 

 

4. mengoperasikan sepeda roda 2

Bagian-bagian utama Sepeda Roda 2 

 

 

Fungsi setiap bagian utama Sepeda Roda 2

 

 

Cara pengoperasian Sepeda Roda 2

 

 

 

 

Praktek / latihan mengoperasikan sepeda roda 2

Mengamati: 

 

  • sepeda roda 2
  • gambar sepeda roda,
  • gbr bagian-bagian utama sepeda roda 2,
  • video pengoperasian sepeda roda 2

Menanya:

  • membaca buku sepeda roda 2,
  • diskusi terkait bagian-bagian utama, fungsi tiap bagian dan cara pengoperasian sepeda roda 2

Mengumpulkan informasi / mencoba / eksperimen:

  • membaca buku sepeda roda 2
  • mengakses informasi sepeda roda 2 di internet
  • mengakses video belajar sepeda roda 2 di Youtube
  • berlatih mengoperasikan sepeda roda 2 secara bergiliran

Mengasosiasi / menalar :

  • mendiskusikan hasil mengamati, menanya dan mengumpulkan informasi sepeda roda 2
  • kesimpulan kelompok

Mengomunikasikan:

  • presentasi kelompok
  • tanya jawab dan klarifikasi
  • penguatan
  • mengunggah hasil diskusi ke media blog komunitas
Tes Tertulis 

 

 

 

 

 

Tes Kinerja

 

12 jp

Buku Teks Sepeda Roda 2

Video Pembelajaran Pengoperasian Sepeda Roda 2

http://www.waroengpit.com/2015/02/struktur-komponen-sepeda.html

Zara belajar naik sepeda roda 2 (YOUTUBE) https://www.youtube.com/watch?v=pEWlZpyVEIo

https://id.wikipedia.org/wiki/Sepeda

 

Agar silabus SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 yang kita susun akurat dan tepat maka sangat dianjurkan agar praktek penyusunan silabus mengikuti langkah-langkah menyusun Silabus SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 seperti dicontohkan di atas.

Menyusun RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 Hasil Analisis

Menyusun RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 sesungguhnya telah banyak diuraikan oleh rekan pendidik maupun para ahli lainnya. Menyusun RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 juga memerlukan hasil analisis yang sama dengan menyusun silabus.

Berikut adalah contoh RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) hasil susunan kita yang menggunakan Format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP sesuai Modul Panduan Pengembangan RPP dalam Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum 2013 Revisi 2017 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Akhirnya rekan-rekan bisa Menyusun RPP SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 yang teliti, lengkap dan akurat sesuai dengan harapan dan panduan. Dengan begitu, misi pembelajaran Pendidikan Abad 21 bagi siswa bisa kita penuhi. Perhatikan setiap elemen, masing-masing elemen kita dapatkan dari hasil analisis di atas.


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

  • Nama Sekolah            :  SMK DUNIA PENDIDIKAN BANJARMASIN
  • Mata Pelajaran           :   XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
  • Komp. Keahlian         :   XXXXXXXXXXXXXXXX
  • Kelas/Semester          :   X / 1
  • Tahun Pelajaran         :   2017/2018
  • Alokasi Waktu            :   12 x 45 menit

A. Kompetensi Inti (KI)

KI.3 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.

KI.4  Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang kerja. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempresepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator

3.1 Memahami sepeda roda 2 (C2)

4.1 Mengoperasikan sepeda roda 2 (P2)

C. Indikator Pencapaian Kompetensi 

3.1.1 menjelaskan bagian utama sepeda roda 2

3.1.2 menjelaskan fungsi setiap bagian utama sepeda roda 2

3.1.2 menjelaskan cara mengoperasikan sepeda roda 2

4.1.1 mengoperasikan sepeda roda 2 

D. Tujuan Pembelajaran 

  1. Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 dengan santun
  2. Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi stang sepeda roda 2 dengan percaya diri
  3. Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi roda sepeda roda 2 dengan percaya diri
  4. Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi sistem pedal sepeda roda 2 dengan percaya diri
  5. Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan fungsi sadel sepeda roda 2 dengan percaya diri
  6. Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara menjaga keseimbangan di atas sepeda roda 2 dengan percaya diri
  7. Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara mengayuh sepeda roda 2 dengan percaya diri
  8. Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara mengarahkan sepeda roda 2 dengan percaya diri
  9. Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menjelaskan cara memarkir sepeda roda 2 dengan percaya diri
  10. Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat duduk di atas sadel dengan seimbang berdasarkan contoh dengan percaya diri
  11. Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat mengayuh pedal sepeda roda 2 dengan seimbang berdasarkan contoh dengan percaya diri
  12. Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat mengarahkan gerakan sepeda roda 2 berdasarkan contoh dengan percaya diri
  13. Disediakan sepeda roda 2 peserta didik dapat memarkir sepeda roda 2 berdasarkan contoh dengan percaya diri

E. Materi Pembelajaran 

  1. Bagian utama sepeda roda 2
  2. Fungsi setiap bagian utama sepeda roda 2
  3. Cara pengoperasian sepeda roda 2
  4. Praktek/latihan mengoperasikan sepeda roda 2

F. Model dan Metode Pembelajaran 

     Model             :   Discovery Learning

     Metode           :    Ceramah, Diskusi, Demonstrasi, Eksperimen/latihan , Tanya jawab

G. Kegiatan Pembelajaran

KEGIATAN
AKTIFITAS GURU DAN SISWA
DURASI
KEGIATAN PENDAHULUANPengkondisian1Guru mengucapkan salam dan mengontrol kebersihan lingkungan tempat belajar dan kesiapan siswa untuk memulai pembelajaran
40 menit
2Siswa merespon  salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kesiapan mereka.
3Guru meminta ketua kelas memimpin berdo’a, dilanjutkan pemeriksaan kehadiran
4Mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan
5Mendiskusikan kompetensi yang telah dipelajari dan dikembangkan sebelumnya terkait dengan kompetensi yang akan dipelajari.
6Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya bagi kehidupan dan atau menyampaikan tujuan pembelajaran
7Menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan.
8Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan.
KEGIATAN INTIMengamati9Guru meminta siswa untuk mengamati berbagai jenis sepeda roda 2 melalui bahan tayangan.
45 menit
10Siswa mengamati bahan tayang yang disajikan guru.
11Guru meminta siswa membaca buku teks untuk mengidentifikasi berbagai bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama
12Siswa membaca buku berkaitan dengan berbagai jenis sepeda roda 2, bagian-bagian utama sepeda roda 2 dan cara mengoperasikan sepeda roda 2
  
KEGIATAN INTIMenanya13Guru meminta siswa dalam kelompok untuk mendiskusikan dan menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
60 menit
14Siswa bersama kelompoknya mendiskusikan dan menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
15Guru meminta siswa dalam kelompok untuk mengakses internet atau intranet dan melengkapi bahan diskusi kelompok terkait menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
16Siswa dalam kelompok mengakses internet atau intranet dan melengkapi bahan diskusi kelompok terkait menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2
  
KEGIATAN INTIMengumpulkan informasi17Siswa dalam kelompok mengakses internet atau intranet dan melengkapi bahan diskusi kelompok terkait menentukan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
180 menit
18Guru meminta siswa memperhatikan demonstrasi cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
19Guru meminta siswa mencoba melakukan cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
204.      Siswa secara bergiliran mencoba melakukan cara menjaga keseimbangan, – cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
  
KEGIATAN INTIMengasosiasi21Guru meminta siswa dalam kelompok untuk membuat kesimpulan bersama tentang terkait bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
65 menit
22Siswa bersama sama dalam kelompok menyimpulkan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2
KEGIATAN INTIMengomu-nikasikan23Guru meminta siswa untuk menyajikan bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
100 menit
24Siswa membuat bahan presentasi tentang bagian-bagian utama sepeda roda 2,  fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 seperti cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.dalam bentuk PPT.
25
Siswa menyajikan tentang bagian-bagian utama sepeda roda 2, fungsi setiap bagian utama tersebut dan cara mengoperasikan sepeda roda 2 termasuk cara menjaga keseimbangan, cara mengayuh, cara mengarahkan gerakan dan cara memarkir sepeda roda 2.
26
Siswa lain memberikan tanggapan terhadap presentasi.
27
Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan guru.
28
Guru memberikan klarifikasi dan penguatan hasil diskusi siswa.
29
Siswa memperbaiki hasil presentasi dan membuat simpulan
  
KEGIATAN PENUTUP
Evaluasi dan Refleksi
30
Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran dan melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan
50 menit
31
Guru meminta siswa mengerjakan soal evaluasi pembelajaran.
32
Siswa mengerjakan / menyelesaikan evaluasi pembelajaran
33
Guru menyampaikan rencana kegiatan selanjutnya
34
Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran
35
Guru dan siswa bersama-sama mengakhiri pembelajaran dengan menutup salam.
  
  

H. Media, Alat/Bahan, dan Sumber Belajar

  1. Media :   file presentasi, unit sepeda roda 2 konvensional, internet, blog komunitas kelas
  2. Alat     :   LCD Proyektor, laptop/PC, unit sepeda roda 2 konvensional
  3. Bahan :   –
  4. Sumber Belajar :
  • Buku Teks “Pengoperasian & Perbaikan Sepeda Roda 2”
  • Video Pembelajaran Pengoperasian Sepeda Roda 2
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Sepeda
  • http://www.waroengpit.com/2015/02/struktur-komponen-sepeda.html
  • Zara belajar naik sepeda roda 2 (YOUTUBE) https://www.youtube.com/watch?v=pEWlZpyVEIo 

I. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan 

  1. Instrumen dan Teknik Penilaian

Penilaian Pengetahuan

Kompetensi Dasar
Indikator (IPK)
Materi
Indikator Soal
Bentuk Tes
Butir Soal
3.1 memahami sepeda roda 21. menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 

 

 

2.   menjelaskan fungsi setiap bagian utama sepeda roda 2

 

 

 

 

 

 

 

3. menjelaskan cara mengoperasikan sepeda roda 2

 

Bagian-bagian utama sepeda roda 21.  Peserta didik dapat menjelaskan bagian utama sepeda roda 2 

 

 

2.  Peserta didik dapat menjelaskan fungsi stang sepeda roda 2

3.  Peserta didik dapat menjelaskan fungsi roda sepeda roda 2

4.  Peserta didik dapat menjelaskan fungsi sistem pedal sepeda roda 2

5.  Peserta didik dapat menjelaskan fungsi sadel sepeda roda 2

 

6.  Peserta didik dapat menjelaskan cara menjaga keseimbangan di atas sepeda roda 2

7.  Peserta didik dapat menjelaskan cara mengayuh sepeda roda 2

8.  Peserta didik dapat menjelaskan cara mengarahkan sepeda roda 2

9.  Peserta didik dapat menjelaskan cara memarkir sepeda roda 2

Tes tulis1.  Jelaskan bagian utama sepeda roda 2 

 

 

2.  Jelaskan fungsi stang sepeda roda 2

 

3.  Jelaskan fungsi roda sepeda roda 2

 

4.  Jelaskan fungsi sistem pedal sepeda roda 2

 

5.  Jelaskan fungsi sadel sepeda roda 2

 

6.  Jelaskan cara menjaga keseimbangan di atas sepeda roda 2

 

7.  Jelaskan cara mengayuh sepeda roda 2

 

8.  Jelaskan cara mengarahkan sepeda roda 2

 

9.  Jelaskan cara memarkir sepeda roda 2

 

Kunci Jawaban Soal:

1.    bagian utama sepeda roda 2

a.     stang

b.     sadel

c.     roda depan dan belakang

d.     pedal dan gir

2.    fungsi stang sepeda roda 2 untuk menentukan arah gerakan sepeda ke depan, ke kiri dank ke kanan

3.    fungsi roda sepeda roda 2 untuk memindahkan posisi keseluruhan badan sepeda pada arah horisontal

4.    fungsi sistem pedal dan gir sepeda roda 2 untuk memutar poros roda belakang menggunakan tenaga kaki pengendara

5.    fungsi sadel sepeda roda 2 untuk tempat duduk pengendara

6.    cara menjaga keseimbangan di atas sepeda roda 2 :

a.     duduk mapan di atas sadel

b.     tangan kanan memegang pegangan stang kanan dan tangan kiri memegang pegangan stang kiri

c.     kedua kaki lurus menumpu di atas tanah masing-masing membentuk sudut 60-70 derajat dengan permukaan tanah

7.    cara mengayuh sepeda roda 2

a.     duduk mapan di atas sadel

b.     kedua tangan memegang pegangan stang kiri dan kanan arah lurus ke depan

c.     kaki kiri menumpu di tanah, kaki kanan menumpu di atas pedal kanan pada posisi jam 11

d.     kaki kanan menjejak pedal ke depan, ketika sepeda bergerak ke depan , kaki kiri diangkat dan naik di pedal kiri

e.     ketika pedal kiri posisi jam 12 menuju posisi jam 11, kaki kiri menjejak pedal kiri ke depan, demikian seterusnya

8.    cara mengarahkan sepeda roda 2

a.     kedua tangan lurus memegang pegangan stang kiri dan kanan arah lurus ke depan

b.     untuk belok kiri, pedal tidak digenjot, tangan kiri sedikit ditarik ke belakang, tangan kanan sedikit ke depan

c.     untuk belok kanan, pedal tidak digenjot, tangan kanan sedikit ditarik ke belakang, tangan kiri sedikit ke depan

9.    cara memarkir sepeda roda 2

a.     kedua tangan memegang pegangan stang, kedua kaki menumpu di tanah

b.     pindahkan tangan kanan memegang sadel,

c.     turunkan standar miring sepeda menggunakan kaki kanan

d.     miringkan badang sepeda kekiri sampai standar menumpu di atas tanah dengan sempurna

 

Penskoran Jawaban dan Pengolahan Nilai

Nilai 4 : jika Jawaban sesuai kunci jawaban dan ada pengembangan

Nilai 3 : jika jawaban sesuai kunci jawaban

Nilai 2 : jika jawaban kurang sesuai dengan kunci jawaban

Nilai 1 : jika jawaban tidak sesuai dengan kunci jawaban

 Contoh Pengolahan Nilai
IPK
No Soal
Skor Penilaian 1
Nilai
1.
1
1
Nilai perolehan KD pegetahuan : rerata dari nilai IPK 

 

(…./14) * 100 = …..

2.
2
1
 
 
3
1
 
4
1
 
5
1
3.
6
2
 
7
2
 
8
2
 
9
2
   
Jumlah
14

Penilaian Keterampilan

Kompetensi Dasar

Indikator (IPK)

Materi

Indikator Soal

Bentuk Soal

Butir Soal

4.1 Mengoperasikan sepeda roda 2Mengoperasikan sepeda roda 2Praktek / Berlatih mengoperasikan sepeda roda 2Peserta didik dapat duduk di atas sadel dengan seimbangPenilaian Kinerja
  1. Duduklah di atas sadel sepeda dengan seimbang sesuai langkah-langkah standar
 Peserta didik dapat mengayuh pedal sepeda roda 2 dengan seimbangPenilaian Kinerja
  1. Kayuhlah sepeda dengan seimbang sesuai langkah-langkah standar
   Peserta didik dapat mengarahkan gerakan sepeda roda 2Penilaian Kinerja
  1. Arahkan gerakan  sepeda dengan seimbang ke depan, ke kiri dan ke kanan sesuai langkah-langkah standar
   Peserta didik dapat memarkir sepeda roda 2Penilaian Kinerja
  1. Parkirkan  sepeda dengan stabil sesuai langkah-langkah standar

Rubrik Penilaian Keterampilan

IPK

Kategori

1

2

3

4

Mengoperasikan sepeda roda 2 

 

 

Duduk seimbang di atas sadel, belum bisa memarkir, belum bisa mengayuh, belum bisa mengarahkanDuduk seimbang di atas sadel, bisa memarkir, belum bisa mengayuh, belum bisa mengarahkanDuduk seimbang di atas sadel, bisa memarkir, bisa mengayuh, belum bisa mengarahkanDuduk seimbang di atas sadel, bisa memarkir, bisa mengayuh, bisa mengarahkan

2. Analisis Hasil Penilaian (lihat di atas)

  • Hasil penilaian diolah dan disimpulkan peserta didik yang sudah memenuhi KKM dan yang belum memenuhi KKM
  • Bagi peserta didik yang sudah memenuhi KKM dapat menambah pengerjaan tugas pengayaan.
  • Bagi peserta didik yang belum memenuhi KKM agar mempelajari kembali tugas-tugas yang sudah diberikan, dan bila sudah siap dapat meminta untuk mengerjakan kembali soal evaluasi.

Banjarmasin,  1 Juli 2017

Mengetahui,                                                                                                                      Guru Pengajar,

Kepala SMK Banjarmasin

( ………………………………… )                                                                                              (  ENDARTA     )


Demikianlah diskusi Menyusun Silabus dan RPP SMK Berdasar KI KD SMK Kurikulum 2013 Revisi 2017 . Semoga diskusi ini dapat menginspirasi kita semua dan silabus dan RPP rekan-rekan dapat ditingkatkan. Mari sharingkan silabus dan RPP SMK rekan-rekan dipersilahkan …

Model Pembelajaran di SMK

model pembelajaran di smk

Model Pembelajaran di SMK

Model Pembelajaran di SMK itu penting. Model Pembelajaran di SMK berisi pola pelaksanaan proses pembelajaran. Model Pembelajaran di SMK mengarah pada pembentukan Kompetensi Abad 21 yang ingin dicapai dengan tetap mementingkan kompetensi kerja bagi peserta didik SMK. Seperti kita ketahui bersama bahwa salah satu tujuan pendidikan di SMK ialah untuk bekerja. Tenaga kerja unggul di era global ini adalah tenaga kerja yang menguasai Kompetensi Abad 21 seperti critical thinking, creative thinking, collaborating, communicating di samping life skill dan literacy. Dalam rangka meraih kompetensi abad 21 inilah beberapa model pembelajaran sangat direkomendasikan oleh Direktorat P SMK. Model-model Pembelajaran di SMK ini telah di kaji dan dinyatakan sesuai digunakan di SMK.

model pembelajaran di smk
model pembelajaran di smk

Model Pembelajaran di SMK sangat strategis efeknya. Pendidik SMK wajib menerapkan model pembelajaran di SMK ini. Mari kita diskusikan model-model pembelajaran di SMK ini untuk memudahkan kita mengimplementasikannya.

Pengertian Model Pembelajaran

Model Pembelajaran adalah pola proses pembelajaran. Ya, model pembelajaran ialah suatu pola yang dijadikan acuan dalam melaksanakan proses pembelajaran. Model pembelajaran di SMK, sebagai sebuah pola melaksanakan proses pembelajaran diperlukan agar semua pendidik / guru dapat melaksanakan proses pembelajaran yang serupa agar bersama-sama terarah pada satu hasil akhir pembelajaran yang telah ditentukan. Dalam hal ini menuju keterampilan yang ingin di dorong adalah keterampilan kerja dan Keterampilan abad 21.

Model Pembelajaran terbentuk dari 2 (dua) kata yaitu model pembelajaran. Model, menurut KamusBahasaIndonesia.org memiliki pengertian [n] (1) pola (contoh, acuan, ragam, dsb) dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan: rumahnya dibuat seperti — rumah adat; (Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/model) sedangkan pembelajaran memiliki arti [n] proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar (Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/pembelajaran)
Berdasarkan referensi di atas, Model Pembelajaran penulis dapat artikan sebagai pola / acuan / pedoman bagaimana proses, cara atau langkah-langkah siswa belajar agar mencapai kompetensi sesuai tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

Model Pembelajaran adalah kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pembelajaran yang disusun secara sistematis untuk mencapai tujuan belajar yang menyangkut sintaksis, sistem sosial, prinsip reaksi dan sistem pendukung (Joice&Wells).

Sedangkan menurut “Arends dalam Trianto”, mengatakan “model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas”.

Model Pembelajaran di SMK sebagai pola proses pembelajaran memiliki sintak tertentu. Masing-masing pendidik yang akan menerapkan model pembelajaran di SMK terlebih dahulu perlu memahami sintak masing-masing model pembelajaran.

Model pembelajaran SMK yang dianjurkan oleh Direktorat Pembinaan SMK ialah:

  • model pembelajaran penemuan (discovery)
  • model pembelajaran inquiry
  • model pembelajaran berbasis masalah
  • model pembelajaran berbasis karya
  • model pembelajaran training berbasis produksi
  • model pembelajaran berbasis pabrik

Sintak Model Pembelajaran SMK

Model Pembelajaran untuk SMK dalam berbagai sumber dokumen kurikulum 2013 sering dikaitkan dengan kata sintak atau sintaks. Tentunya anda pernah membaca atau mendengar sendiri sintak model pembelajaran. Jujur saja, saya mengakui, kosa kata “sintak” terasa asing buat saya (hmm..). Setelah saya coba mencari arti kata “sintak” atau “sintak model” di beberapa kamus bahasa ternyata tidak ditemukan. Pada kamus bahasa yang bisa kita temukan adalah kata “sintaksis”, (1) pengaturan dan hubungan kata dng kata atau dng satuan lain yg lebih besar

Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/sintaks/mirip
KamusBahasaIndonesia.org

‘Sintak’ dalam istilah ‘sintak model pembelajaran’, mungkin diambil dari bahasa Inggris dari kata “syntax” yang artinya a system or orderly arrangement yang artinya suatu sistem atau susunan yang teratur. 

Jadi, sintak model pembelajaran pada kurikulum 2013 adalah suatu sistem atau susunan yang teratur. Sistem artinya terdiri atas beberapa bagian atau langkah yang berhubungan satu kepada yang lain yang susunannya atau urut-urutannya teratur. Karena itu sintak model pembelajaran menurut logika saya perlu dilakukan dengan urut dan teratur.

Model Pembelajaran di SMK

Model Pembelajaran di SMK sekali lagi adalah pola proses pembelajaran di SMK. Model Pembelajaran di SMK yang dianjurkan (diwajibkan) pada implementasi Kurikulum 2013 menggunakan 3 (tiga) model pembelajaran utama (Permendikbud No. 103 Tahun 2014). Model Pembelajaran ini diharapkan dapat membentuk perilaku saintifik, perilaku sosial serta mengembangkan rasa keingintahuan. Ketiga model pembelajaran tersebut adalah: model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning), model Pembelajaran Berbasis Projek (Project Based Learning), dan model Pembelajaran Melalui Penyingkapan/Penemuan (Discovery/Inquiry Learning). Di samping model pembelajaran di atas dapat juga dikembangkan model pembelajaran Production Based Education/Production Based Trainning (PBE/PBT) sesuai dengan karakteristik pendidikan menengah kejuruan SMK.

Model Pembelajaran di SMK perlu dinyatakan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP. Implementasi penerapan Model Pembelajaran di SMK tersirat dan tersurat dalam aktifitas pembelajaran yang merupakan interaksi pendidik dan peserta didik. Pendidik di SMK harus memilih model pembelajaran yang sesuai untuk diterapkan. Kata ‘sesuai’ ini tentunya merujuk pada sifat Kompetensi Inti Kompetensi Dasar KI KD yang akan disampaikan dan bukan sesuai keinginan kita. Dalam hal ini, model pembelajaran yang dipilih mempertimbangkan juga bentuk-bentuk pengetahuan dan keterampilan yang tersirat dalam pernyataan Kompetensi Dasar.

Model Pembelajaran SMK Penyingkapan / Penemuan (Discovery/Inquiry Learning)

Model Pembelajaran SMK Penyingkapan / Penemuan (Discovery/Inquiry Learning). Model Pembelajaran SMK Discovery digunakan apabila kompetensi dasar KD yang akan dipelajari cenderung meminta peserta didik untuk mempelajari konsep-konsep. Efek yang akan diperoleh siswa nanti adalah pengalaman belajar seolah dia telah ‘menemukan’. Dalam konteks ini, kita sebagai guru harus mengikuti urutan tertentu sedemikian hingga siswa akan mengalami sendiri pengalaman belajar ‘seolah-olah’ siswa itu sendirilah yang ‘menemukan’.

Sintak model pembelajaran (SMK) Discovery Learning

  • Pemberian rangsangan (Stimulation)
  • Pernyataan/Identifikasi masalah (Problem Statement)
  • Pengumpulan data (Data Collection)
  • Pembuktian (Data processing dan Verification)
  • Menarik simpulan/generalisasi (Generalization)

Contoh terapan model pembelajaran Discovery Learning

Model pembelajaran Discovery Learning dapat saya contohkan seperti uraian di bawah. Sebagai ilustrasi saya coba memberikan contoh tentang fenomena Hukum Ohm. Hukum Ohm dalam ilmu kelistrikan atau elektronika adalah pengetahuan dasar yang sangat penting. Terapan dari Hukum Ohm ini akan selalu dipakai pada pengetahuan kelistrikan dan elektronik yang lebih tinggi, karena itulah sangat penting bagi guru menorehkan pengalaman ‘nyata’ kepada siswa.

Hukum ohm melibatkan fenomena / fakta dimana kuat arus (I), besar potensial atau tegangan (V) dan hambatan atau resistansi (R) berkaitan satu dengan yang lain. Hukum ohm ini sering dinyatakan dengan kalimat “kuat arus berbanding lurus dengan tegangan dan berbanding terbalik dengan hambatan”. Secara matematis hubungan ketiganya dituliskan : I = V : R  dapat ditulis V = I x R dan juga dapat dinyatakan R = V : I . Siswa akan saya ajak belajar dengan model pembelajaran Penyingkapan / Penemuan (Discovery/Inquiry Learning). Ok,

Model pembelajaran Discovery Learning akan dapat kita desain untuk mengarahkan siswa agar dapat menemukan hubungan atau korelasi I, V dan R berdasarkan analisa dan eksperimen.

Model Pembelajaran (SMK) Berbasis Masalah (Problem Based Learning)

Model pembelajaran Problem Based Learning dari Bransford and Stein (dalam Jamie Kirkley, 2003:3) ini juga sangat sesuai digunakan sebagai model pembelajaran SMK. Adapun sintak model pembelajaran SMK ini terdiri atas :

  1. Mengidentifikasi masalah;
  2. Menetapkan masalah melalui berpikir tentang masalah dan menyeleksi informasi-informasi yang relevan;
  3. Mengembangkan solusi melalui pengidentifikasian alternatif-alternatif, tukar-pikiran dan mengecek perbedaan pandang;
  4. Melakukan tindakan strategis, dan
  5. Melihat ulang dan mengevaluasi pengaruh-pengaruh dari solusi yang dilakukan.

Sintak model pembelajaran Problem Solving Learning Jenis Trouble Shooting (David H. Jonassen, 2011:93) terdiri atas:

  1. Merumuskan uraian masalah
  2. Mengembangkan kemungkinan penyebab
  3. Mengetes penyebab atau proses diagnosis
  4. Mengevaluasi.
Model Pembelajaran (SMK) Berbasis Projek (Project Based Learning)

Sintak/tahapan model pembelajaran (SMK) Project Based Learning, meliputi:

  1. Penentuan pertanyaan mendasar (Start with the Essential Question);
  2. Mendesain perencanaan proyek;
  3. Menyusun jadwal (Create a Schedule);
  4. Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the Progress of the Project);
  5. Menguji hasil (Assess the Outcome), dan
  6. Mengevaluasi pengalaman (Evaluate the Experience).
Model Pembelajaran (SMK) Production Based Education/Production Based Trainning (PBE/PBT)

Sintaks/tahapan model pembelajaran Production Based Trainning meliputi:

  1. Merencanakan produk;
  2. Melaksanakan proses produksi;
  3. Mengevaluasi produk (melakukan kendali mutu), dan
  4. Mengembangkan rencana pemasaran.

(G. Y. Jenkins, Hospitality 2005).

Memilih Model Pembelajaran di SMK

Model Pembelajaran memang harus digunakan, walaupun demikian pendidik tidak selayaknya menggunakan model pembelajaran sembarangan. Penggunaan model pembelajaran yang tepat sudah tentu berimplikasi pada efektifitas proses pembelajaran. Karena itu jelaslah kita harus tepat memilih model pembelajaran.

Model pembelajaran dipilih dengan mempertimbangkan Kompetensi Dasar dan atau materi pembelajaran. Model pembelajaran tertentu hanya tepat digunakan untuk materi pembelajaran tertentu. Sebaliknya materi pembelajaran tertentu akan dapat berhasil maksimal jika menggunakan model pembelajaran tertentu pula.

Jika rumusan KD mengarah pada penguasaan konsep dan prinsip sangat tepat menggunakan model pembelajaran Inquiry atau model pembelajaran Discovery Learning. Kedua model pembelajaran tersebut membentuk kemampuan pengungkapan terhadap konsep-konsep pada suatu bahan kajian.

Jika Kompetensi Dasar (KD dari KI-3 dan KD dari KI-4) pada kelompok mata pelajaran Kompetensi Keahlian (C3) cenderung membentuk kemampuan solusi-solusi teknologi dan rekayasa atau hasil karya, dapat menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning, model pembelajaran Production Based Trainning, model pembelajaran Project Based Learning dan model pembelajaran Teaching Factory.

Model pembelajaran di SMK dapat dengan tepat kita pilih manakala kita memahami dengan baik apa dan bagaimana model pembelajaran di smk. Diskusi singkat di bawah mengajak kita memahami model pembelajaran di SMK.

Proses Pembelajaran dengan model pembelajaran Kurikulum 2013

Model pembelajaran di SMK pada kurikulum 2013 mengacu pada proses berpikir ilmiah (saintifik) dilakukan dengan tahapan 5 M yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengomunikasikan.

  1. Mengamati, merupakan kemampuan awal peserta dalam mengumpulkan informasi dengan tujuan untuk dapat mengidentifikasi masalah, yang kegiatan belajarnya dapat dilakukan dengan menanya, mengamati, dan atau menalar terhadap objek yang dipelajarinya. Mengamati dapat dilakukan melalui indera penglihat (membaca, menyimak), pembau, pendengar, pengecap dan peraba dengan ataupun tanpa alat bantu. Alternatif kegiatan mengamati antara lain melalui observasi lingkungan, mengamati gambar, video, tabel dan grafik data, menganalisis peta, membaca berbagai informasi yang tersedia di media masa dan internet maupun sumber lain.
  2. Menanya, bertujuan membentuk kemampuan siswa untuk dapat merumuskan masalah dan atau merumuskan hipotesis, yang kegiatan belajarnya dapat dilakukan dari mengamati (membaca buku, shop manual), menanya dalam kegiatan diskusi, atau menanya pada diri sendiri maupun langsung pada orang lain (guru, nara sumber, siswa lainnya) dengan bimbingan guru yang mendorong motivasi siswa untuk tetap aktif dan gembira hingga siswa dapat mandiri dan menjadi kebiasaan. Dalam kegiatan menanya, siswa membuat pertanyaan secara individu atau kelompok tentang apa yang belum diketahuinya baik yang berkenaan dengan suatu objek, peristiwa, atau suatu proses tertentu.
  3. Mengumpulkan data, bertujuan membentuk kemampuan siswa untuk dapat menguji rumusan masalah dan atau hipotesis, yang kegiatan belajarnya dapat dilakukan melalui proses menanya (wawancara, menyebarkan kuesioner), mengamati data skunder, melakukan uji coba (eksperimen), observasi lapangan dan lain-lain dalam kaitan mengumpulkan informasi sesuai dengan tuntutan rumusan masalah.
  4. Mengasosiasi, bertujuan membentuk kemampuan siswa untuk dapat menyimpulkan hasil kajian rumusan masalah dan atau hipotesis, yang kegiatan belajarnya mengolah data dalam bentuk serangkaian aktivitas fisik dan pikiran dengan bantuan peralatan tertentu. Bentuk kegiatan mengolah data antara lain melakukan klasifikasi, pengurutan (sorting), menghitung, membagi, dan menyusun data dalam bentuk yang lebih informatif, serta menentukan sumber data sehingga lebih bermakna. Kegiatan siswa dalam mengolah data misalnya membuat tabel, grafik, bagan, peta konsep, menghitung, dan pemodelan. Selanjutnya siswa menganalisis data untuk membandingkan ataupun menentukan hubungan antara data yang telah diolahnya dengan teori yang ada sehingga dapat ditarik simpulan dan atau ditemukannya prinsip dan konsep penting yang bermakna dalam menambah skema kognitif, meluaskan pengalaman, dan wawasan pengetahuannya.
  5. Mengomunikasikan, bertujuan membentuk kemampuan siswa untuk dapat memformulasikan dan mempertanggungjawabkan pembuktian rumusan masalah dan atau hipotesis, yang kegiatan belajarnya mendeskripsikan dan menyampaikan hasil temuannya dari kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan dan mengolah data, serta mengasosiasi yang ditujukan kepada orang lain baik secara lisan maupun tulisan dalam bentuk diagram, bagan, gambar, dan sejenisnya dengan bantuan perangkat teknologi sederhana dan atau teknologi informasi dan komunikasi.
Penentuan Model Pembelajaran di SMK

Model pembelajaran di SMK dipilih dan ditentukan dengan memperhatikan rambu-rambu. Rambu-rambu penentuan model pembelajaran di SMK berbentuk penyingkapan/penemuan:

  1. Pernyataan KD di KI-3 dan KD di KI-4 mengarah kepencarian atau penemuan;
  2. Pernyataan KD di KI-3 lebih menitikberatkan pada pemahaman pengetahuan faktual, konseptual, procedural, dan dimungkinkan sampai metakognitif;
  3. Pernyataan KD di KI-4 pada taksonomi mengolah dan menalar

Rambu-rambu penemuan model pembelajaran di SMK yang menghasilkan karya (Problem Based Learning dan Project Based Learning):

  1. Pernyataan KD dari KI-3 dan KD di KI-4 mengarah pada hasil karya berbentuk jasa atau produk;
  2. Pernyataan KD di KI-3 pada bentuk pengetahuan metakognitif;
  3. Pernyataan KD di KI-4 pada taksonomi menyaji dan mencipta, dan
  4. Pernyataan KD di KI-3 dan KD di KI-4 yang memerlukan persyaratan penguasaan pengetahuan konseptual dan prosedural.

Demikianlah diskusi sekitar Model Pembelajaran di SMK. Semoga menambah pemahaman dan mutu implementasi proses pembelajaran SMK dan mendorong pencapaian Keterampilan Abad 21 peserta didik kita.