Proses Pembelajaran

proses pembelajaran

Proses Pembelajaran

Proses pembelajaran media pembelajaran HOTS siswa. Proses pembelajaran juga media pendidikan karakter. Proses pembelajaran memang terdiri dari pembuka, inti, penutup. Ya proses pembelajaran menjadi muara serangkaian perencanaan pembelajaran. Proses pembelajaran Kurikulum 2013 hendaknya menerapkan prinsip pembelajaran, pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran, media pembelajaran, model pembelajaran  Kurikulum 2013 untuk mengantarkan peserta didik menguasai keterampilan kerja dan keterampilan abad 21.

Proses Pembelajaran di SMK sangat penting! Proses Pembelajaran di SMK menentukan mutu sekolah. Proses pembelajaran menjadi komponen yang krusial sebab pada tahap ‘proses pembelajaran‘ inilah terjadinya pembelajaran langsung (direct learning) dan pembelajaran tidak langsung (indirect learning). Di dalam proses pembelajaran sebagian besar kualifikasi lulusan akan ditentukan. Terlebih di tengah persaingan global menyiapkan generasi penerus unggul yang memiliki Keterampilan Abad 21 yang dikenal dengan 4C. Keterampilan Abad 21 dimaksud adalah critical thinking, creative thinking, collaborating & communicating di samping life skill dan literacy yang harus terus didorong. Proses pembelajaran, menjadi mesin utama membangun  critical thinking, creative thinking, collaborating & communicating di samping life skill dan literacy . Inilah salah satu alasan mengapa RPP yang dibuat pendidik yang seharusnya menggambarkan rencana proses pembelajaran yang rinci perlu dibina dan dipantau dan di supervisi kepala sekolah dan pengawas sekolah.

proses pembelajaran
proses pembelajaran

Berdiskusi tentang proses pembelajaran, menurut hemat saya tidak bisa dilepaskan dengan rencana proses pembelajaran di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP. Di samping itu, proses pembelajaran tidak dapat dilepaskan dari:

Pengertian Proses Pembelajaran

Proses Pembelajaran seperti kita lihat, terbentuk dari 2 (dua) kata yaitu proses dan pembelajaran. Merujuk pada http://kbbi.web.id/proses,  proses/pro·ses/ /prosés/ n 1 runtunan perubahan (peristiwa) dalam perkembangan sesuatu: — kemajuan sosial berjalan terus; — kimia, reaksi kimia; —penyakit2 rangkaian tindakan, pembuatan, atau pengolahan yang menghasilkan produk; . Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas, Pasal 1 Butir 20). Jadi, proses pembelajaran dapat diartikan sebagai serangkaian tindakan/interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

proses_pembelajaran
proses_pembelajaran

Proses Pembelajaran di SMK ialah proses pembelajaran yang spesifik dan khusus bagi SMK. Proses Pembelajaran di SMK bersifat spesifik karena memang tujuan pendidikan SMK berbeda dengan SMA.Walaupun proses pembelajaran di SMK bersifat spesifik namun tetap mengedepankan prinsip-prinsip pembelajaran Kurikulum 2013. Proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dengan tahapan 5M. Proses pembelajaran juga terbagi dalam 3 (tiga) sesi yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.

Proses Pembelajaran di SMK dimaksudkan untuk memfasilitasi peserta didik untuk menguasai Keterampilan Abad 21 yaitu membangun  critical thinking, creative, collaborative & communication di samping life skill dan literasi . Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, telah memandu seluruh pendidik SMK untuk menerapkan model pembelajaran yang telah dikaji cocok  untuk digunakan di SMK. Model pembelajaran yang dimaksud adalah Model pembelajaran Discovery Learning, Model pembelajaran Inquiry Learning Terbimbing dan Sains, Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) / model pembelajaran Problem Solving Learning Jenis Trouble Shooting, Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL), Model pembelajaran Production Based Training/Production Based Education and Training dan Model pembelajaran Teaching Factory.

Model Pembelajaran pada Proses Pembelajaran SMK

Proses Pembelajaran sebagai ‘mesin utama’ pemroses kompetensi peserta didik perlu menerapkan ‘sistem kerja’ yang tepat untuk menghasilkan kompetensi Keterampilan Abad 21, khususnya di SMK. Sistem kerja mesin pemroses kompetensi Keterampilan Abad 21 yang saya maksudkan di sini adalah penerapan model pembelajaran. Proses pembelajaran dimana aktifitas di dalamnya disesuaikan mengikuti suatu  model pembelajaran akan mengkodisikan pendidik dan peserta didik mengikuti sistem itu untuk mencapai hasil yang optimal.

model pembelajaran smk
model pembelajaran smk

Proses Pembelajaran di SMK direkomendasikan menerapkan model-model pembelajaran :

  1. Model pembelajaran Discovery Learning yaitu model belajar ‘seolah-olah’ menemukan atau sering disebut berbasis penemuan.
  2. Model pembelajaran Inquiry Learning Terbimbing dan Sains
  3. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) / model pembelajaran Problem Solving Learning Jenis Trouble Shooting
  4. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL)
  5. Model pembelajaran Production Based Training/Production Based Education and Training
  6. Model pembelajaran Teaching Factory

Proses Pembelajaran dengan menerapkan model-model pembelajaran di atas sangat direkomendasikan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan untuk mendorong tumbuhnya keterampilan abad 21 pada diri peserta didik SMK. Tidakkah rekan-rekan pendidik tergerak hati melakukannya untuk keunggulan generasi penerus di masa datang? SEMANGAT !!! Mari kita tingkatkan Proses Pembelajaran di SMK.

proses pembelajaran
proses pembelajaran

Tahapan Proses Pembelajaran

Proses Pembelajaran pada sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013 terdiri atas tahapan belajar yang sama yang sering disebut 5M. Istilah 5M merupakan kependekan dari mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi mengomunikasikan. Tahapan-tahapan proses pembelajaran ini harus dilalui peserta didik untuk membangun pengetahuan, keterampilan dan sikap. Tahapan proses pembelajaran ini seluruhnya berada dalam aktifitas kegiatan inti .

  1. Mengamati, yaitu kegiatan siswa mengidentifikasi melalui indera penglihat (membaca, menyimak), pembau, pendengar, pengecap dan peraba pada waktu mengamati suatu objek dengan ataupun tanpa alat bantu. Alternatif kegiatan mengamati antara lain observasi lingkungan, mengamati gambar, video, tabel dan grafik data, menganalisis peta, membaca berbagai informasi yang tersedia di media masa dan internet maupun sumber lain. Bentuk hasil belajar dari kegiatan mengamati adalah siswa dapat mengidentifikasi masalah.
  2. Menanya, yaitu kegiatan siswa mengungkapkan apa yang ingin diketahuinya baik yang berkenaan dengan suatu objek, peristiwa, suatu proses tertentu. Dalam kegiatan menanya, siswa membuat pertanyaan secara individu atau kelompok tentang apa yang belum diketahuinya. Siswa dapat mengajukan pertanyaan kepada guru, narasumber, siswa lainnya dan atau kepada diri sendiri dengan bimbingan guru hingga siswa dapat mandiri dan menjadi kebiasaan. Pertanyaan dapat diajukan secara lisan dan tulisan serta harus dapat membangkitkan motivasi siswa untuk tetap aktif dan gembira. Bentuknya dapat berupa kalimat pertanyaan dan kalimat hipotesis. Hasil belajar dari kegiatan menanya adalah siswa dapat merumuskan masalah dan merumuskan hipotesis.
  3. Mengumpulkan data, yaitu kegiatan siswa mencari informasi sebagai bahan untuk dianalisis dan disimpulkan. Kegiatan mengumpulkan data dapat dilakukan dengan cara membaca buku, mengumpulkan data sekunder, observasi lapangan, uji coba (eksperimen), wawancara, menyebarkan kuesioner, dan lain-lain. Hasil belajar dari kegiatan mengumpulkan data adalah siswa dapat menguji hipotesis.
  4. Mengasosiasi, yaitu kegiatan siswa mengolah data dalam bentuk serangkaian aktivitas fisik dan pikiran dengan bantuan peralatan tertentu. Bentuk kegiatan mengolah data antara lain melakukan klasifikasi, pengurutan (sorting), menghitung, membagi, dan menyusun data dalam bentuk yang lebih informatif, serta menentukan sumber data sehingga lebih bermakna. Kegiatan siswa dalam mengolah data misalnya membuat tabel, grafik, bagan, peta konsep, menghitung, dan pemodelan. Selanjutnya siswa menganalisis data untuk membandingkan ataupun menentukan hubungan antara data yang telah diolahnya dengan teori yang ada sehingga dapat ditarik simpulan dan atau ditemukannya prinsip dan konsep penting yang bermakna dalam menambah skema kognitif, meluaskan pengalaman, dan wawasan pengetahuannya. Hasil belajar dari kegiatan menalar/mengasosiasi adalah siswa dapat menyimpulkan hasil kajian dari hipotesis.
  5. Mengomunikasikan, yaitu kegiatan siswa mendeskripsikan dan menyampaikan hasil temuannya dari kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan dan mengolah data, serta mengasosiasi yang ditujukan kepada orang lain baik secara lisan maupun tulisan dalam bentuk diagram, bagan, gambar, dan sejenisnya dengan bantuan perangkat teknologi sederhana dan atau teknologi informasi dan komunikasi. Hasil belajar dari kegiatan mengomunikasikan adalah siswa dapat memformulasikan dan mempertanggungjawabkan proses dan hasil pembuktian hipotesis.

Demikianlah tahapan-tahapan proses pembelajaran di smk dengan pendekatan saintifik.

Perencanaan Proses Pembelajaran

Proses Pembelajaran pada tahap pelaksanaan di kelas atau bengkel ataupun di laboratorium pada dasarnya merupakan ajang utama pembelajaran dan pendidikan sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan. Mengingat begitu banyaknya tumpuan harapan dalam pelaksanaan proses pembelajaran, maka sudah sangat tepat jika proses pembelajaran direncanakan dengan sebaik-baiknya dan secermat-cermatnya. Pendidik, sesuai dengan Standar Kompetensi Pendidik dan integritasnya seharusnya membuat rencana pelaksanaan pembelajaran yang menerapkan pendekatan saintifik dengan tahapan 5M, menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran, menggunakan model pembelajaran, menerapkan strategi pembelajaran yang menyenangkan, menggunakan media pembelajaran berbasis TIK dan unsur-unsur terkait lainnya. Proses Pembelajaran dengan kompleksitas seperti ini perlu perencanaan yang cermat.

Setiap langkah proses pembelajaran merupakan perpaduan dari indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, tahapan sintak model pembelajaran dan tahapan 5 M. Pemaduan tahapan pendekatan saintifik dan sintak model pembelajaran dapat dilakukan dengan model matrik perancah sehingga setiap langkah proses pembelajaran dapat didentifikasi dengan baik. Melalui pemetaan seperti ini proses pembelajaran terencana dengan baik. Contoh lengkap perencanaan pembelajaran termasuk proses pembelajaran dapat di lihat pada menyusun silabus dan rpp.

Aktifitas Proses Pembelajaran

Proses Pembelajaran yang diharapkan oleh pemerintah sesungguhnya telah dinyatakan secara jelas dalam standar proses. Tabel berikut menunjukkan seluruh aktifitas proses pembelajaran.

KEGIATAN PENDAHULUAN a. menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
b. memberi motivasi belajar siswa secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari, dengan memberikan contoh dan perbandingan lokal, nasional dan internasional;
c. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
d. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai; dan
e. menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.
KEGIATAN INTI a. aktifitas mengamati  Diisi aktifitas pendidik dan peserta didik sesuai tabel perancah
b. aktifitas menanya  Diisi aktifitas pendidik dan peserta didik sesuai tabel perancah
c. aktifitas mengumpulkan informasi  Diisi aktifitas pendidik dan peserta didik sesuai tabel perancah
d. aktifitas mengasosiasi  Diisi aktifitas pendidik dan peserta didik sesuai tabel perancah
e. aktifitas mengomunikasikan  Diisi aktifitas pendidik dan peserta didik sesuai tabel perancah
PENUTUP – REFLEKSI a. seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan manfaat langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung;
b. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
c. melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, baik tugas individual maupun kelompok; dan
d. menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.

Demikianlah diskusi seputar Proses Pembelajaran di SMK.

Lahir dan dibesarkan di Yogyakarta
Belajar Teknik Elektronika di STM Pembangunan Yogyakarta
Belajar menjadi pendidik di IKIP Yogyakarta
Dibakar semangat mentor Pak (Alm.) Mustaghfirin (Orientasi Mahasiswa Baru 1982)
Pernah belajar di Universitas Gadjahmada Yogyakarta
Pernah mengikuti Master Trainer Pedagogy Program 2012 kerjasama Kemdikbud dengan ITE Singapore ( semacam diklat guru kejuruan Standar ITE Singapore )
Mengikuti Diklat Instruktur Kurikulum 2013 s.d. Penyegaran 2018
Mengabdi untuk kemajuan dunia pendidikan Indonesia.

2 thoughts on “Proses Pembelajaran”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.