SPMI Sistem Penjaminan Mutu Internal

SPMI Sistem Penjaminan Mutu Internal

SPMI akronim dari Sistem Penjaminan Mutu Internal. SPMI merupakan bagian dari Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan. Sistem berarti perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas, atau suatu susunan yang teratur dari pandangan, teori, asas, dan sebagainya atau dapat juga dimaknai sebagai metode. Penjaminan berarti proses, cara atau perbuatan menjamin. Mutu berarti (ukuran) baik buruk suatu benda; kadar; taraf atau derajat (kepandaian, kecerdasan, dan sebagainya). Internal jelas merujuk kepada unsur yang ada di dalam sekolah. Oleh karena itu menurut admin SPMI atau Sistem Penjaminan Mutu Internal dapat kita maknai sebagai satu kesatuan perangkat, proses, cara, metode, perbuatan yang secara teratur saling berkaitan dari unsur sekolah untuk menjamin terwujudnya mutu pendidikan sesuai Standar Nasional Pendidikan (SNP) atau lebih.

spmi

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Pendidikan Dasar dan Menengah, yang selanjutnya disingkat SPMI Dikdasmen adalah suatu kesatuan unsur yang terdiri atas kebijakan dan proses yang terkait untuk melakukan penjaminan mutu pendidikan yang dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan dasar dan satuan pendidikan menengah untuk menjamin terwujudnya pendidikan bermutu yang memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan (Permendikbud No. 28 Tahun 2016).

Mendiskusikan SPMI atau Sistem Penjaminan Mutu Internal tidak bisa tidak kitapun harus mendiskusikan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang terdiri atas standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pembiayaan dan standar pengelolaan. Pencapaian kedelapan standar pendidikan oleh setiap sekolah dirincikan dalam pencapaian indikator-indikator mutu. Perincian standar ke dalam indikator-indikator mutu ini mempermudah penetapan capaian pada masing-masing standar.

Bagaimana dengan SPMI di sekolah kita? Apakah sekolah rekan-rekan sudah menjalankan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal)?

Memahami Pemetaan, Indikator dan Rapor Mutu untuk Menerapan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal)

SPMI atau Sistem Penjaminan Mutu Internal melibatkan beberapa kegiatan atau dokumen yang telah dilakukan di setiap sekolah yaitu pemetaan mutu pendidikan, indikator mutu pendidikan dan rapor mutu sekolah. Semua aspek ini bersumber pada Standar Nasional Pendidikan dan sekolah adalah pihak yang memikul tanggung jawab melaksanakannya.

Standar Nasional Pendidikan

Standar Nasional Pendidikan dipandang sebagai sistem untuk menghasilkan kompetensi lulusan. Standar Pengelolaan berperan sebagai dasar dilaksanakannya standar sarana prasarana, standar pembiayaan dan standar PTK . Keempat standar menjadi standar pendukung berjalannya standar proses, standar isi dan standar penilaian. Standar kompetensi lulusan merupakan hasil layanan pendidikan.

spmi
spmi sistem penjaminan mutu internal

Indikator Mutu

Indikator mutu merupakan penanda yang tampak dan bisa ditentukan ketercapaiannya. Indikator mutu merupakan rincian target pencapaian standar nasional pendidikan. Setiap standar diturunkan dalam beberapa indikator dan pada setiap indikator tersusun atas beberapa sub indikator. Dengan demikian tersusun mekanisme skor dimana skor sub indikator menyumbang perolehan skor pada indikator. Skor indikator menyumbang capaian skor pada standar yang bersangkutan.

Rapor Mutu

Rapor mutu adalah skor hasil dari kegiatan pemetaan mutu setelah dilakukan pengolahan jawaban responden diwujudkan dalam bentuk capaian-capaian per sub indikator. Selanjutnya capaian sub indikator menyumbang capaian indikator dan capaian indikator menyumbang capaian skor masing-masing standar yang terkait.

Siklus SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal)

SPMI atau Sistem Penjaminan Mutu Internal wajib dilakukan setiap sekolah. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 28 Tahun 2016 menyatakan bahwa SPMI harus di direncanakan, dilaksanakan, dikendalikan, dan dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan di jalur formal pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Pada pasal 5 dinyatakan SPMI atau Sistem Penjaminan Mutu Internal terdiri atas 5 (lima) siklus yaitu:

  1. memetakan mutu pendidikan pada  tingkat satuan pendidikan berdasarkan Standar Nasional Pendidikan;
  2. membuat perencanaan peningkatan mutu yang dituangkan dalam rencana kerja sekolah;
  3. melaksanakan pemenuhan mutu dalam pengelolaan satuan pendidikan dan proses pembelajaran;
  4. melakukan monitoring dan evaluasi proses pelaksanaan pemenuhan mutu yang telah dilakukan; dan
  5. menyusun strategi peningkatan mutu berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi.

Perencanaan Implementasi SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal)

SPMI atau Sistem Penjaminan Mutu Internal seyogyanya dilaksanakan di setiap sekolah. Adalah hal yang sangat wajar apabila suatu institusi yang bertugas dan atau berwenang menyelenggarakan pendidikan memberikan jaminan terhadap mutu pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya. Oleh karena itu Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 28 Tahun 2016 pada pasal 11 telah mengatur peran sekolah dalam pelaksanaan implementasi SPMI sebagai berikut:

(1) Satuan pendidikan mempunyai tugas dan wewenang:

a. merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, dan mengembangkan SPMI-Dikdasmen;

b. menyusun dokumen SPMI-Dikdasmen yang terdiri atas:

1) dokumen kebijakan;

2) dokumen standar;

3) dokumen formulir;

c. membuat perencanaan peningkatan mutu yang dituangkan dalam rencana kerja sekolah;

d. melaksanakan pemenuhan mutu, baik dalam pengelolaan satuan pendidikan maupun proses pembelajaran;

e. membentuk tim penjaminan mutu pada satuan pendidikan; dan

f. mengelola data mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan.

Untuk melaksanakan tugas-tugas seperti diuraikan secara singkat di atas, sekolah perlu membentuk Tim Penjaminan Mutu Pendidikan tingkat sekolah seperti diuraikan pada ayat (5) yang paling sedikit terdiri atas unsur-unsur:

a. perwakilan pimpinan satuan pendidikan;

b. perwakilan guru;

c. perwakilan tenaga kependidikan; dan

d. perwakilan komite sekolah.

Tugas tim penjaminan mutu pendidikan di atas meliputi :

a.   mengoordinasikan pelaksanaan penjaminan mutu di tingkat satuan pendidikan;

b.  melakukan pembinaan, pembimbingan, pendampingan, dan supervisi terhadap pelaku pendidikan di satuan pendidikan dalam pengembangan dan penjaminan mutu pendidikan; 

c.   melaksanakan pemetaan mutu pendidikan berdasarkan data mutu pendidikan di satuan pendidikan;

d.  melakukan monitoring dan evaluasi proses pelaksanaan pemenuhan mutu yang telah dilakukan; dan

e.  memberikan rekomendasi strategi peningkatan mutu berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi kepada kepala satuan pendidikan.

Pelaksanaan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal)

Alur pelaksanaan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) dapat digambarkan dengan ilustrasi berikut:

spmi

1. Siklus ke satu SPMI atau Sistem Penjaminan Mutu Internal dimulai dari tahapan pemetaan mutu. Pemetaan mutu adalah proses, cara atau kegiatan membuat peta tentang mutu sekolah. Setiap sekolah wajib menyelenggarakan pendidikan yang memenuhi sekurang-kurangnya sama dengan mutu seperti dinyatakan dalam Standar Nasional Pendidikan. Mutu pendidikan dimaksud telah dirincikan dalam dokumen Indikator Mutu Pendidikan yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kegiatan pemetaan mutu atau juga sering disebut Evaluasi Diri Sekolah, menghasilkan dokumen evaluasi diri sekolah. Sejak tahun 2016 pemerintah telah meluncurkan aplikasi yang juga berfungsi sebagai alat evaluasi diri sekolah yang lazim digunakan dalam Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP). Hasil aplikasi PMP ini berupa laporan yang menggambarkan capaian mutu oleh sekolah yang disebut Rapor Mutu. Hasil kegiatan evaluasi diri sekolah (EDS) atau hasil kegiatan PMP berupa rapor mutu kemudian dilakukan analisis untuk menentukan indikator-indikator mutu yang sudah mengalami kemajuan maupun yang belum mengalami kemajuan. Berdasarkan hasil analisis ini kemudian ditentukan kebijakan/program sekolah yang diintegrasikan dalam visi dan misi sekolah.

2. Siklus ke dua SPMI atau Sistem Penjaminan Mutu Internal adalah membuat perencanaan peningkatan mutu yang dituangkan dalam rencana kerja sekolah. Sesuai dengan Standar Pengelolaan rencana kerja sekolah berupa Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) maupun Rencana Kerja Tahunan (RKT dan RKAS). Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) berlaku untuk masa 4 (empat) tahun yang dilaksanakan secara bertahap per tahun dan didokumentasikan dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan pembiayaannya dinyatakan dalam Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS). RKT maupun RKAS merupakan kesatuan program kerja sekolah bersifat tahunan yang memuat jadwal pelaksanaan pemenuhan mutu pendidikan.

3. Siklus ke tiga SPMI atau Sistem Penjaminan Mutu Internal ialah melaksanakan pemenuhan mutu melalui pengelolaan satuan pendidikan dan proses pembelajaran. Siklus ke tiga dalam SPMI ini memiliki rentang waktu pelaksanaan yang panjang karena siklus SPMI ke tiga ini identik dengan pelaksanaan pengembangan sekolah. Sesuai dengan rencana pemenuhan standar mutu yang telah dituangkan dalam Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) dan dirincikan dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT dan RKAS) sekolah mengimplementasikan program-program dalam 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan.

4. Siklus ke empat SPMI atau Sistem Penjaminan Mutu Internal ialah melakukan monitoring dan evaluasi proses pelaksanaan pemenuhan mutu yang telah dilakukan. Siklus ke empat dalam SPMI ini menempati rentang waktu pelaksanaan yang panjang beriringan dengan pelaksanaan pengembangan sekolah. Setiap program sesuai dengan penjadwalan yang ditetapkan, dilakukan monitoring untuk memastikan keterlaksanaan pengembangan sesuai dengan mutu yang ditetapkan dalam perencanaan. Di samping itu monitoring juga dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi kendala dan hambatan pengembangan. Pada bagian akhir proses monitoring dilakukan evaluasi keterlaksanaan program-program pengembangan.

5. Siklus ke 5 SPMI atau Sistem Penjaminan Mutu Internal ialah menetapkan standar mutu baru dan menyusun strategi peningkatan mutu berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi. Setelah melakukan 4 (empat) tahap siklus seharusnya setiap sekolah mencapai keberhasilan-keberhasilan meningkatkan mutu walaupun belum tentu seluruhnya. Sebagai contoh, dari program pengembangan pada standar isi yang dilaksanakan dengan Indikator 1. Perangkat pembelajaran sesuai rumusan kompetensi lulusan Sub-Indikator 1.  Perangkat pembelajaran memuat karakteristik kompetensi sikap. Pada item ini dengan kondisi awal sebesar 40% ditargetkan 100% mata pelajaran telah memuat kompetensi sikap. Ternyata pada akhir siklus baru dicapai 70% dari total seluruh mapel sehingga masih terdapat 30% mata pelajaran. Terhadap 30% mata pelajaran ditetapkan strategi peningkatan mutu yang baru.

Demikian dulu diskusi terkait SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal). Semoga berguna … Silahkan sharing rekan-rekan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.