Tujuan Pembelajaran

tujuan pembelajaran

Tujuan Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran merupakan komponen RPP. Tujuan Pembelajaran RPP K2013 meliputi tujuan pembelajaran KD pengetahuan dan tujuan pembelajaran KD keterampilan. Pada RPP mata pelajaran PA BP dan PKn tujuan pembelajaran KD sikap spiritual dan tujuan pembelajaran KD sikap sosial juga perlu dinyatakan secara eksplisit.

tujuan pembelajaran
tujuan pembelajaran

Tujuan Pembelajaran pada sebuah RPP menjadi ‘kompas’ kompetensi apa saja yang ingin dicapai dalam pembelajaran tersebut. Tujuan pembelajaran membimbing kita mengembangkan kegiatan dan aktifitas yang perlu dilaksanakan untuk mencapai tujuan tersebut. Oleh karena itu, perumusan tujuan pembelajaran harus dilakukan dengan cermat dan tidak asal asalan.

Pengertian Tujuan Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran bagian penting RPP. Tujuan pembelajaran menyatakan tujuan dilakukannya pembelajaran. Tujuan Pembelajaran adalah pernyataan tentang tingkah laku apa yang harus dimiliki siswa setelah proses pembelajaran. Tujuan pembelajaran umumnya merujuk kepada kompetensi sasaran yang akan dipelajari. Mendefinisikan tujuan pembelajaran adalah sesuatu yang rumit karena faktanya pendidik menggunakan berbagai istilah yang berbeda. Pada masa yang lalu, tujuan dari suatu pembelajaran dikenal dengan Tujuan Instruksional Umum (TIU) dan Tujuan Instruksional Khusus (TIK). Dewasa ini dalam kamus pendidikan di Indonesia istilah yang digunakan tujuan pembelajaran.

tujuan pembelajaran
tujuan pembelajaran

Tujuan pembelajaran perlu dinyatakan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran RPP agar memberi panduan kepada guru dan siswa dalam proses belajar. Mengetahui tujuan pembelajaran memberi kontrol kepada guru dan siswa sehingga proses belajar mengarah pada kompetensi yang ingin dicapai. Oleh karena itu, pernyataan tujuan pembelajaran perlu dikembangkan dengan cermat.

Tujuan pembelajaran pada dasarnya adalah perwujudan dari tujuan pendidikan nasional. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan tujuan pendidikan yaitu:

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban  bangsa  yang  bermartabat  dalam  rangka  mencerdaskan  kehidupan  bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa  kepada  Tuhan  Yang  Maha  Esa,  berakhlak  mulia,  sehat,  berilmu,  cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

tujuan pembelajaran
Keterkaitan kompetensi SKL, Kompetensi Inti (KI), Mata Pelajaran dan Kompetensi Dasar (KD)

 

Tujuan pembelajaran dalam skala makro dewasa ini kita kenal dengan Standar Kompetensi Lulusan yang dirumuskan dalam Permendikbud No. 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah. Standar Kompetensi Lulusan ini selanjutnya dikelompokkan menjadi 4 (empat) kompetensi inti di setiap jenjang pendidikan. Kompetensi Inti selanjutnya diimplementasikan ke dalam setiap mata pelajaran pada setiap jenjang dan menjadi dasar pengembangan materi pembelajaran pada mata pelajaran. Sebagai perwujudan akhir maka di setiap mata pelajaran kita kenal kompetensi dasar yang dapat terdiri atas KD Sikap Spiritual, KD Sikap Sosial, KD Pengetahuan dan KD Keterampilan.

Kompetensi-kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa di turunkan dari setiap kompetensi dasar di dalam masing-masing mata pelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tujuan pembelajaran adalah unit kompetensi terkecil yang harus dikuasai siswa dalam rangka mencapai Standar Kompetensi Lulusan.

Fungsi Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran seharusnya tercantum dalam setiap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP yang wajib dibuat oleh setiap guru di setiap mata pelajaran dan jenjang pendidikan. Rumusan Tujuan pembelajaran ini berfungsi sebagai pemandu arah / pengarah jalannya pembelajaran dalam rangka menguasai suatu kompetensi. Tujuan pembelajaran pada ranah sikap mengarahkan proses belajar menguasai kompetensi dasar sikap, tujuan pembelajaran pada ranah pengetahuan mengarahkan proses belajar menguasai kompetensi dasar pengetahuan dan tujuan pembelajaran pada ranah keterampilan mengarahkan proses belajar menguasai kompetensi dasar keterampilan. Inilah fungsi penting tujuan pembelajaran.

Tujuan pembelajaran menentukan materi pembelajaran. Inilah sebabnya tujuan pembelajaran miliki fungsi yang sangat strategis dalam pembelajaran. Kita bisa mengatakan tujuan pembelajaran memiliki keterkaitan dengan materi pembelajaran, evaluasi proses pembelajaran, strategi pembelajaran.

Tingkatan Tujuan Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran atau hasil belajar yang ingin dicapai dirumuskan dalam tiga kelompok ranah taksonomi meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Klasifikasi perilaku hasil belajar atau tujuan pembelajaran yang digunakan pada Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut:

Tujuan Pembelajaran Ranah Sikap

Tujuan Pembelajaran atau hasil belajar ranah sikap dalam Kurikulum 2013 menggunakan olahan Krathwohl, dimana pembentukan sikap peserta didik ditata secara hirarkhis mulai dari menerima (accepting), merespon/menanggapi(responding), menghargai (valuing), menghayati (organizing/internalizing), dan mengamalkan (characterizing/actualizing). Berdasar taxonomi olahan Krathwohl, tujuan pembelajaran dapat dibuat bertingkat-tingkat yaitu :

  • Tingkatan menerima (accepting),
  • Tingkatan merespon/menanggapi(responding),
  • Tingkatan menghargai (valuing),
  • Tingkatan menghayati (organizing/internalizing), dan
  • Tingkatan mengamalkan (characterizing/actualizing)
Tujuan Pembelajaran Ranah Pengetahuan

Tujuan Pembelajaran atau hasil belajar ranah pengetahuan pada Kurikulum 2013 menggunakan taksonomi Bloom olahan Anderson, dimana perkembangan kemampuan mental intelektual peserta didik dimulai dari C1 yakni:(1) mengingat (remember), peserta didik mengingat kembali pengetahuan dari memorinya; (2) C2 yakni memahami (understand), merupakan kemampuan mengonstruksi makna dari pesan pembelajaran baik secara lisan, tulisan maupun grafik; (3) C3 yakni menerapkan (apply); merupakan penggunaan prosedur dalam situasi yang diberikan atau situasi baru;(4) C4 yakni menganalisis (analyse); merupakan penguraian materi ke dalam bagian-bagian dan bagaimana bagian-bagian tersebut saling berhubungan satu sama lainnya dalam keseluruhan struktur;(5) C5 yakni mengevaluasi (evaluate); merupakan kemampuan membuat keputusan berdasarkan kriteria dan standar;dan (6) C6 yakni mengkreasi (create); merupakan kemampuan menempatkan elemen-elemen secara bersamaan ke dalam bentuk modifikasi atau mengorganisasikan elemen-elemen ke dalam pola baru (struktur baru).

tujuan pembelajaran
tujuan pembelajaran

Berdasar taxonomi Bloom olahan Krathwohl, tujuan pembelajaran ranah pengetahuan dapat dibuat bertingkat-tingkat yaitu :

  • Tingkatan (1) C1 yakni mengingat (remember),
  • Tingkatan (2) C2 yakni memahami (understand),
  • Tingkatan (3) C3 yakni menerapkan (apply);
  • Tingkatan (4) C4 yakni menganalisis (analyse);
  • Tingkatan (5) C5 yakni mengevaluasi (evaluate);
  • Tingkatan (6) C6 yakni mengkreasi (create);
Tujuan Pembelajaran Ranah Keterampilan

Tujuan Pembelajaran atau hasil belajar ranah keterampilan pada Kurikulum 2013 yang mengarah pada pembentukan keterampilan abstrak menggunakan gradasi dari Dyers yang ditata sebagai berikut: (1) mengamati (observing);(2) menanya (questioning);(3) mencoba (experimenting);(4) menalar (associating); (5) menyaji (communicating); dan (6) mencipta (creating). Berdasar taxonomi olahan Dyers, tujuan pembelajaran ranah keterampilan dapat dibuat bertingkat-tingkat yaitu :

Tujuan Pembelajaran atau hasil belajar ranah keterampilan yang mengarah pada pembentukan keterampilan kongkret. Taksonomi menggunakan gradasi olahan Simpson dengan tingkatan: persepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerakan, mahir, menjadi gerakan alami, dan menjadi gerakan orisinal. Berdasar taxonomi olahan Simpson, tujuan pembelajaran ranah keterampilan kongkrit dapat dibuat bertingkat-tingkat yaitu :

  • Tingkatan (1) persepsi, kesiapan, meniru,
  • Tingkatan (2) membiasakan gerakan,
  • Tingkatan (3) mahir,
  • Tingkatan (4) menjadi gerakan alami,
  • Tingkatan (5) menjadi gerakan orisinal
Perumusan Tujuan Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran pada Kurikulum 2013 pada dasarnya sama dengan rumusan tujuan pada umumnya. Mengingat terdapat perubahan yang signifikan pada prinsip pembelajaran maka rumusan tujuan perlu mengimplementasikan prinsip-prinsip pembelajaran kurikulum 2013.

Setelah membuat Indikator Pencapaian Kompetensi IPK dari setiap KD dilanjutkan dengan membuat rumusan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran merupakan jabaran lebih rinci dari indikator (IPK). Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasarkan KD dari KI pengetahuan dan KD dari KI keterampilan dengan mengaitkan dimensi sikap yang akan dikembangkan. Perumusannya menggunakan Kata Kerja Operasional  (KKO) yang dapat diamati dan atau diukur, mencakup ranah sikap, ranah pengetahuan, dan ranah keterampilan.

Rumusan tujuan pembelajaran mengandung komponen Audience, Behaviour, Condition dan Degree (ABCD), yaitu:

  1. Audience adalah peserta didik;
  2. Behaviour merupakan perubahan perilaku peserta didik yang diharapkan dicapai setelah mengikuti pembelajaran;
  3. Condition adalah prasyarat dan kondisi yang harus disediakan agar tujuan pembelajaran tercapai, dan
  4. Degree adalah ukuran tingkat atau level kemampuan yang harus dicapai peserta didik mencakup aspek afektif dan attitude.
Contoh tujuan pembelajaran pada KD dari KI 3 Pengetahuan :

Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan fungsi masing-masing komponen penguat depan universal audio dengan percaya diri

Penjelasan contoh tujuan pembelajaran pada KD dari KI 3 Pengetahuan:

  • komponen audience (A) adalah peserta didik
  • kompoen behavior (B) adalah dapat menjelaskan fungsi masing-masing komponen penguat depan universal audio
  • komponen condition (C) adalah Melalui berdiskusi dan menggali informasi
  • komponen degree (D) adalah dengan percaya diri
Contoh tujuan pembelajaran pada KD dari KI 4 Keterampilan :

Disediakan cairan pelarut pcb (ferriclorida) dan peralatan tangan peserta didik dapat membuat papan rangkaian tercetak (PRT) penguat depan universal dengan teliti

Penjelasan contoh tujuan pembelajaran pada KD dari KI 4 Keterampilan :

  • komponen audience (A) adalah peserta didik
  • kompoen behavior (B) adalah dapat membuat papan rangkaian tercetak (PRT) penguat depan universal
  • komponen condition (C) adalah disediakan cairan pelarut pcb (ferriclorida) dan peralatan tangan
  • komponen degree (D) adalah dengan teliti

Berikut adalah contoh analisis yang menghasilkan tujuan pembelajaran,

tujuan pembelajaran
tujuan pembelajaran

Tujuan Pembelajaran dan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK

Tujuan Pembelajaran erat sekali kaitannya dengan Indikator Pencapaian Kompetensi IPK. Pada uraian di atas telah disebutkan bahwa Tujuan Pembelajaran adalah pernyataan tentang tingkah laku yang harus dimiliki siswa setelah mengikuti proses pembelajaran.

Indikator Pencapaian Kompetensi IPK adalah perilaku-perilaku siswa yang bisa diukur/diamati yang menjadi penanda bahwa kompetensi yang dipelajari sudah dikuasai siswa. Prilaku siswa dalam konteks ini umumnya adalah sub kompetensi kunci dari kompetensi dasar. Sub kompetensi kunci sebagai indikator ini dapat terdiri atas beberapa prilaku siswa baik ranah pengetahuan, keterampilan maupun sikap. Jadi kata kerja operasional yang digunakan pada perumusan indikator pencapaian kompetensi mewakili suatu kinerja siswa dalam kompetensi dasar tersebut.

Ilustrasi di atas menunjukkan contoh kedudukan kompetensi dasar – indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran. Ilustrasi tersebut menjelaskan kedudukan kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran pada mata pelajaran  Perekayasaan Audio. Untuk lebih jelasnya dapat saya beri narasi sebagai berikut:

  • Kompetensi dasar “Menganalisis rangkaian penguat depan audioterdiri atas beberapa sub kompetensi kunci. Seorang siswa dapat dikatakan menguasai kompetensi “menganalisis rangkaian penguat depan audio” jika siswa menguasai kompetensi-kompetensi kunci dan salah satu kompetensi kuncinya adalah bisa “menjelaskan”
  • Kompetensi kunci “menjelaskan rangkaian penguat depan audio” terdiri atas pengetahuan terhadap fakta-fakta, konsep-konsep maupun proses. Inilah yang kemudian dapat menjadi prilaku-prilaku dalam tujuan pembelajaran.

Dengan ilustrasi dan penjelasan di atas cukup jelas kiranya kaitan antara tujuan pembelajaran dengan indikator pencapaian kompetensi IPK. Diskusi terkait indikator pencapaian kompetensi IPK dapat diikuti pada tautan indikator pencapaian kompetensi IPK

Contoh-contoh Rumusan Tujuan Pembelajaran

Berdasarkan contoh IPK dari mata pelajaran Perekayasaan Audio tersebut di atas, maka rumusan tujuan pembelajarannya yaitu:

  1. Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan fungsi masing-masing komponen penguat depan universal audio dengan percaya diri
  2. Melalui berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan komponen pembentuk rangkaian umpan balik penguat depan universal dengan percaya diri
  3. Melalui berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan bagian rangkaian dc pada penguat depan universal audio dengan percaya diri
  4. Melalui berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan cara kerja penetapan bias (tegangan muka) penguat depan universal dengan percaya diri
  5. Melalui berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan arah arus yang mengalir pada rangkaian penguat depan universal audio dengan percaya diri
  6. Melalui berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menghitung besaran tegangan searah pada rangkaian penguat depan universal audio dengan percaya diri
  7. Melalui berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menghitung besaran tegangan AC pada rangkaian penguat depan universal audio dengan percaya diri
  8. Melalui berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menghitung faktor penguatan (gain) pada rangkaian penguat depan universal audio dengan percaya diri
  9. Melalui berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan hubungan penguatan dengan lebar tanggapan frekwensi penguat depan universal audio dengan percaya diri
  10. Melalui berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menghitung batas atas dan batas bawah tanggapan frekwensi penguat depan universal audio dengan percaya diri

Kata Kerja Operasional (KKO) Perumusan Tujuan Pembelajaran dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Tujuan pembelajaran maupun Indikator Pencapaian Kompetensi dirumuskan menggunakan kata kerja operasional (kko) yang setara dengan kompetensi dasar (KD). Kita tidak bisa secara serampangan saja memilih kata kerja operasional untuk perumusan tujuan pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensi. Hendaknya, dipilih kata kerja operasional yang tepat.

Berikut ini adalah Kata Kerja Operasional dari Taxonomi Bloom olahan Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001)

KKO PERUMUSAN TUJUAN PEMBELAJARAN
Definisi
I.  Mengingat
II.  Memahami
III.  Menerapkan
IV.  Menganalisa
V.  Mengevaluasi
VI.  Mengkreasi
Bloom’s
Definition
Exhibit  memory  of  previously  learned  material  by  recalling  facts, terms,  basic  concepts,  and  answers. Demonstrate    understanding  of  facts  and  ideas  by  organizing,  comparing,  translating,  interpreting,  giving  descriptions,  and  stating  main  ideas. Solve  problems  to  new  situations  by  applying  acquired  knowledge,  facts,  techniques  and  rules  in  a  different  way. Examine  and  break  information  into  parts  by  identifying motives  or  causes.    Make  inferences  and  find  evidence  to  support  generalizations. Present  and  defend  opinions  by  making  judgments  about  information,  validity  of  ideas,  or  quality  of  work  based  on  a  set  of  criteria. Compile  information  together  in  a  different  way  by  combining  elements  in  a  new  pattern  or  proposing  alternative  solutions.
KKO
memilih nama
mengklasifikasi
menerapkan
menganalisa
menyetujui
mengadaptasi
mendefinisikan membandingkan membangun mengasumsikan mengapresiasi mencipta
menemukan membedakan memilih mengkategorisasi menilai mengubah
How mendemonstrasikan mengkonstruksi mengklasifikasi memberi hadiah Choose
memberi label menjelaskan mengembangkan membandingkan memilih Combine
membuat daftar memperluas melakukan eksperimen dengan menyimpulkan membandingkan Compile
menjodohkan mengilustrasikan mengidentifikasi memandang perbedaan Conclude Compose
menamai Infer mewawancara menemukan Criteria Construct
mengabaikan menginterpretasikan Make use of Dissect mengkritisi Create
mengingat kembali Outline memodelkan membedakan memutuskan Delete
menghubungkan Relate mengorganisasikan membagi Deduct Design
memilih nama Rephrase merencanakan menyelesaikan Defend Develop
menunjukkan Show memilih memfungsikan memutuskan Discuss
mengeja merangkum menyelesaikan Inference menyanggah Elaborate
menceritakan menerjemahkan Utilize memeriksa mengestimasi Estimate
What mendaftar mengevaluasi Formulate
When Motive menjelaskan Happen
Where menyimpulkan hubungan Importance Imagine
Which menyederhanakan Influence Improve
Who menyurvei menginterpretasikan Invent
Why memasang bagian ke dalam memutuskan Make up
menguji untuk menghakimi Maximize
menyimpulkan tema menandai Minimize
mengukur Modify
memiliki opini Original
Perceive Originate
memprioritaskan Plan
membuktikan Predict
merata-ratakan Propose
merekomendasikan Solution
Rule on Solve
memilih Suppose
mendukung Test
menghargai Theory

Sumber: http://www.apu.edu/live_data/files/333/blooms_taxonomy_action_verbs.pdf

Demikianlah diskusi sekitar tujuan pembelajaran kurikulum 2013 yang berpusat pada siswa. Pembelajaran Kurikulum 2013 merujuk pada pendekatan saintifik yang mempunyai tahapan mengamati menanya mengumpulkan informasi mengasosiasi dan mengomunikasikan.

Lahir dan dibesarkan di Yogyakarta
Belajar Teknik Elektronika di STM Pembangunan Yogyakarta
Belajar menjadi pendidik di IKIP Yogyakarta
Dibakar semangat mentor Pak (Alm.) Mustaghfirin (Orientasi Mahasiswa Baru 1982)
Pernah belajar di Universitas Gadjahmada Yogyakarta
Pernah mengikuti Master Trainer Pedagogy Program 2012 kerjasama Kemdikbud dengan ITE Singapore ( semacam diklat guru kejuruan Standar ITE Singapore )
Mengikuti Diklat Instruktur Kurikulum 2013 s.d. Penyegaran 2018
Mengabdi untuk kemajuan dunia pendidikan Indonesia.

21 thoughts on “Tujuan Pembelajaran”

  1. sangat luar biasa ilmu ini untuk kita yang jadi pendidik..
    seperti ini pemahaman yang seharsnya pendidik punyai dalam hal memantaskan diri sebagai eorang pendidik….
    dan sudah seharusnyalah pendidik memiliki pengetahuan yang bapak sampaikan . walaupun secara teori seharusnya sudah matang..tapi kenyataan apakah kita sebagai pendidik mampu ? ini pr kita bersama.

    1. benar sekali Pak Mukhlis … karena itulah … saya membagi informasi dan pemahaman walaupun hanya sedikit yang saya bisa … tapi saya optimis … pak Mukhlis dan rekan-rekan pendidik pasti memiliki semangat pribadi ‘memantaskan’ tadi … dan menginspirasi siswanya menjadi pembelajar sepanjang hayat … sukses dan semangat !!!

    1. matur nuwun pak Edih Supardi …
      belajar sepanjang masa … tapi masih acak-acakan …
      saya kepingin belajar seperti ‘penjenengan’ itu … yang ternyata jauh lebih rapi dan terkonsep …
      salam hangat juga dari Kalimantan …

  2. SALAM PAK ENDARTA

    Saya Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMK
    pada silabus PAI K13 revisi terdapat KI-1 – KI-4 lalu pada KD 1.1 masih menggunakan C1 “Membaca” salah satu dalil Al-Quran lalu bagaimana untuk menentukan IPK nya yah Pak ? Apa boleh saya masukan KKO dari Ranah Apektif = A2 “Menyetujui dan Meyakini. atau hanya boleh memakai KKO dari ranah Kognitif saja.

    1. bu Aliah … untuk ranah afektif … KKO nya memakai taksonomi Bloom – Krathwohl A1 s.d. A5 …. dan membaca menurut saya “Membaca al-Qur’an dengan
      meyakini …. menurut saya ada di A3 …

  3. sangat menarik dan detail materinya, terima kasih atas pencerahannya pak……..saya butuh materinya pak bisa dishare di email pak…trimkash

      1. iya pak Hasanuddin … selamat mengikuti ppg 2018 … semoga rekan-rekan peserta sukses mengintegrasikan semua kompetensi guru baik kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi pedagogik maupun kompetensi profesional ke dalam pribadi kita … dan terlahir menjadi guru profesional … sukses pak !!

  4. Membaca uraian bapak sangat membantu saya memahami dari anaisis SKL KI KD sampai dengan membuat tujuan, jika diperkenankan saya nyuwun dikirimi materi dari analisa SKL KI KD sampai tujuan.
    Saya pengawas SMA , dengan pemahaman yang baik harapan saya akan lebih mudah dalam memahamkan bp ibu guru disekolah binaan saya.Terimakasih.

    1. injih … matur sembah nuwun bu Anni Prabandari sampun kerso maos corat-coretan dalem sakwontenipun menika … mugi-mugi wonten ginanipun … dalem kintun ngagem email …

  5. Tulisan bapak bagus, jika diperkenankan saya nyuwun dikirimi materi dari analisa SKL KI KD sampai tujuan.
    Saya pengawas SMA , dengan pemahaman yang baik harapan saya akan lebih mudah dalam memahamkan bp ibu guru disekolah binaan saya.Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.