9 Tahap Pembelajaran Gagne (Gagne 9 events of instruction)

 (1) Mendapatkan perhatian

Mendapatkan perhatian untuk memastikan peserta didik siap untuk belajar dan berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran, oleh karena itu pada tahapan ini penting untuk menyajikan stimulus yang dapat menarik dan mendapatkan perhatian peserta didik.

Metode untuk mendapatkan perhatian peserta didik meliputi:

  1. memberikan informasi baru kepada peserta didik, sesuatu yang tak pasti
  2. menunjukkan kejutan atau fakta menarik
  3. menceritakan sesuatu yang memancing pertanyaan
  4. meminta peserta didik mengajukan pertanyaan untuk dijawab peserta didik lain

 (2) Menginformasikan tujuan pembelajaran

Menginformasikan tujuan pembelajaran penting untuk memotivasi peserta didik untuk belajar sesuai tujuan instruksional yang berkaitan dengantujuan peserta didik pada awal pelajaran dan membantu mereka menetapkan harapan dalam mengikuti pembelajaran.

Tujuan pembelajaran harus didefinisikan secara jelas, spesifik, terukur, dan ditulis dalam istilah yang dapat mengerti. Hal ini juga diperlukan untuk pemahaman mereka kriteria seperti apa yang menggambarkan keberhasilan sehingga membantu peserta didik untuk memahami dan mengerti konsep “kinerja yang sukses.”

Tujuan pembelajaran pada kurikulum 2013 meliputi pengetahuan dan keterampilan serta sikap.

 (3) Merangsang mengingat pelajaran/pengetahuan sebelumnya

Belajar informasi baru dengan mengaitkan pada pengetahuan/pengalaman sebelumnya dapat memfasilitasi proses pembelajaran. Merangsang mengingat pelajaran/pengetahuan sebelumnya dapat dilakukan dengan cara berikut:

  1. Mengajak peserta didik untuk menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang dipelajari sebelumnya (sebutkan topiknya)
  2. Ajukan pertanyaan tentang pengalaman sebelumnya atau konsep / konten belajar yang sudah dipelajari
  3. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk merangkum pengetahuan & keterampilan prasyarat mereka.

(4) Menyajikan isi / materi ajar

Menyajikan isi / materi ajar baru disajikan kepada peserta didik setelah kita peserta didik termotivasi kuat dengan 3 (tiga) langkah sebelumnya. Materi ajar harus terorganisir dengan sistimatis dan bermakna, dan kemudian disajikan secara berurutan (misalnya, dari yang diketahui (nyata) menuju yang tidak diketahui/ abstrak).

Gunakan strategi untuk menyajikan dan isi pelajaran agar lebih efektif, seperti isyarat , instruksi efisien bukan hanya menjelaskan dan / atau mendemonstrasikan Katakan, Tampilkan, Tanyakan. Strategi dasar menyajikan konten dapat digunakan dalam kombinasi yang berbeda untuk meningkatkan pembelajaran .

Agar lebih menarik gunakan model-model pembelajaran yang berbeda, berbagai bentuk media – teks, grafik, animasi, audio, video  untuk materi ajar yang sama.

 (5) Memberikan bimbingan belajar

Memberikan bimbingan belajar membantu peserta didik memahami dan mengingat materi ajar dengan lebih efektif, bimbingan tambahan harus disediakan bersamaan dengan penyajian konten baru.

Strategi memberikan bimbingan belajar dapat mencakup penggunaan contoh, bukan-contoh, studi kasus, representasi secara grafis, mnemonik, dan analogi.

–     Memberikan dukungan instruksional yang diperlukan – sebagai perancah (isyarat, petunjuk, petunjuk langsung) yang dapat dihapus setelah siswa mempelajari tugas atau materi ajar

–     Model strategi pembelajaran bervariasi – mnemonik, peta konsep, bermain peran,, visualisasi

–     Gunakan contoh dan bukan-contoh – selain menyediakan contoh, menggunakan yang bukan contoh untuk membantu siswa melihat apa yang tidak boleh dilakukan atau kebalikan dari contoh

–     Memberikan studi kasus, analogi, gambar visual dan metafora – Studi kasus untuk aplikasi dunia nyata, analogi untuk membangun pengetahuan, gambar visual untuk membuat asosiasi visual, metafora untuk mendukung pembelajaran

(6) Latihan kinerja (praktek)

Latihan kinerja (praktek) membuat peserta didik aktif belajar. Skenario pembelajaran memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengkonfirmasi pemahaman yang benar, dan pengulangan lebih lanjut meningkatkan kemungkinan retensi (penguatan).

Peserta didik diminta untuk melatih keterampilan atau perilaku baru dalam rangka internalisasi keterampilan dan pengetahuan baru.

Kita dapat menggunakan berbagai kegiatan berikut:

  1. melibatkan mereka dalam demonstrasi
  2. melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan pada studi kasus
  3. mensimulasikan situasi yang bermasalah & melibatkan mereka dalam menghasilkan solusi

Cara untuk mengaktifkan proses belajar meliputi:

– Mintalah kegiatan mahasiswa – mengajukan pertanyaan yang memerlukan proses belajar mendalam, membuat referensi apa yang sudah diketahui siswa atau meminta siswa berkolaborasi dengan rekan-rekan mereka

– Gunakan strategi recall – meminta siswa untuk membaca kembali, atau mengulangi informasi yang telah mereka pelajari

– Memfasilitasi elaborasi siswa – meminta siswa untuk menguraikan atau menjelaskan rincian dan memberikan lebih banyak kompleksitas respon mereka

– Membantu siswa mengintegrasikan pengetahuan baru – menyediakan konten dalam konteks kaya cara (menggunakan contoh-contoh nyata)

 (7) Memberikan umpan balik (penguatan terhadap kinerja peserta didik)

Sebagai peserta didik berlatih keterampilan / perilaku baru sangat penting untuk memberikan umpan balik yang spesifik dan langsung terhadap kinerja mereka. Umpan balik yang konstruktif teratur membantu untuk mempromosikan terus motivasi untuk belajar. Umpan balik harus dengan cara ditulis untuk membantu peserta didik memahami kesalahpahaman secara benar dan memungkinkan mereka untuk belajar dari kesalahan mereka.

Jenis-jenis umpan balik meliputi:

Umpan balik konfirmasi – Memberi tahu siswa bahwa apa yang sudah mereka kerjakan sudah benar atau sesuai yang diharapkan

Umpan balik koreksi dan remedial – Memberi tahu siswa terkait ketepatan kinerja atau respon mereka.

Umpan balik Remedial – Membimbing siswa pada arah yang benar untuk mencari dan menemukan jawaban yang benar tetapi tidak memberi tahukan jawaban benarnya.

Umpan balik Informative – Melengkapi informasi (baru, berbeda, tambahan, sugesti) kepada seorang siswa dan mengkonfirmasi bahwa anda mendengarkan secara aktif – informasi ini memungkinkan dua pihak untuk melakukan sharing

Umpan balik Analitis – Memberi sugesti, rekomendasi, dan informasi untuk mereka untuk memperbaiki kinerja mereka.

(8) Menilai kinerja

Setelah menyelesaikan modul pembelajaran, peserta didik harus diberi kesempatan untuk mengambil penilaian akhir. Acara ini berfungsi untuk mengaktifkan pengambilan dan memperkuat memori. Hal ini juga memungkinkan peserta didik untuk mengidentifikasi area perbaikan yang diperlukan.

Tes dalam berbagai format dapat digunakan untuk menilai kinerja peserta didik. Dalam kasus ini, petunjuk biasanya tidak diberikan kepada peserta didik. Penilaian ini harus diselesaikan tanpa pembinaan tambahan, masukan, atau petunjuk.

— Pretes untuk mengetahui penguasaan sebelum pembelajaran yang diinginkan

— Gunakan pretes sebagai titik akhir pengetahuan dan keterampilan siswa

— Lakukan post test untuk memeriksa penguasaan materi atau keterampilan.

— Berikan pertanyaan selama pembelajaran secara lisan maupun tertulis

— Termasuk test obyektif atau unjuk kerja beracuan kriteria yng mengukur seberapa baik seorang siswa sudah mempelajari topik

— Identifikasi unjuk kerja beracuan norma yang membandingkan satu siswa dengan siswa lainnya.

 (9) Meningkatkan penguatan (retensi) dan alih pengetahuan (transfer)

Untuk membantu peserta didik mengembangkan keahlian, mereka harus menginternalisasi pengetahuan atau kemampuan baru dan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang baru diperoleh dalam situasi baru, sehingga mendorong transfer belajar dengan pekerjaan. Beberapa cara kita dapat memastikan bahwa kemampuan ini akan dipertahankan selama jangka waktu yang panjang dan peserta didik mampu:

Terapkan belajar dalam situasi kehidupan nyata – Dapatkan peserta didik untuk memprediksi, berhipotesis, bekerja dalam kelompok, mendiskusikan dan melaporkan temuan tentang isu-isu dunia nyata, mencari solusi untuk masalah dunia nyata, dll

Sorot hubungan dengan bidang studi lain – Dapatkan peserta didik untuk memberikan contoh situasi atau contoh serupa dengan yang diajarkan. Hal ini memungkinkan peserta didik untuk memahami karakteristik umum dari informasi yang disajikan.

Sumber :

  1. Diadopsi dari MTPP Indonesia-Singapore 2012-2013
  2. Northern Illinois University, Faculty Development and Instructional Design Center, facdev@niu.edu, www.niu.edu/facdev,
Diposkan oleh Endarta

Lahir dan dibesarkan di Yogyakarta

Belajar Teknik Elektronika di STM Pembangunan Yogyakarta

Belajar menjadi pendidik di IKIP Yogyakarta

Dibakar semangat mentor Pak (Alm.) Mustaghfirin (Orientasi Mahasiswa Baru 1982)

Pernah belajar di Universitas Gadjahmada Yogyakarta

Pernah mengikuti Master Trainer Pedagogy Program 2012 kerjasama Kemdikbud dengan ITE Singapore ( semacam diklat guru kejuruan Standar ITE Singapore )

Mengikuti Diklat Instruktur Kurikulum 2013 s.d. Penyegaran 2018

Juara ke 2 Pengawas Sekolah Berprestasi Tingkat Nasional 2019

Mengabdi untuk kemajuan dunia pendidikan Indonesia

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.