AKM – Peran Kepala Sekolah dan Guru

AKM istilah yang relatif baru bagi sebagian pemangku kepentingan pendidikan. AKM mulai diperkenalkan pada tahun 2019 yang lalu bersamaan dengan pelaksanaan Ujian Nasional. Merujuk pada skema program Kemdikbud AKM / asesmen kompetensi minimum akan dilaksanakan mulai tahun 2021. Apa sesungguhnya AKM?

Latar Belakang AKM

AKM – Asesmen Kompetensi Minimum dilatarbelakangi oleh kemunculan revolusi industri 4.0 yang telah memicu kondisi global dimana pekerjaan yang bersifat manual dan rutin dapat digantikan oleh mesin (otomasi). Dapat dicontohkan, tenaga penyeduh kopi, sudah dapat digantikan oleh mesin cerdas dan presisi. Banyak sekali jenis-jenis pekerjaan rutinitas dapat digantikan mesin. Di sisi yang lain, pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan kemampuan bernalar dan interpersonal merupakan pekerjaan yang tidak banyak terdampak otomasi. Artinya, pekerjaan-pekerjaan yang penyelesaiaannya membutuhkan keterampilan-keterampilan berpikir tingkat tinggi dan adanya unsur hubungan antar manusia masih belum tersentuh oleh revolusi industri. AKM – Asesmen Kompetensi Minimum juga didorong oleh meningkatnya permintaan tenaga kerja untuk pekerjaan non rutin yang membutuhkan kemampuan interpersonal dan analitis yang semakin meningkat dan penurunan permintaan tenaga kerja untuk pekerjaan manual dan rutin.

Masih rendahnya skor hasil survei PISA dan OECD menunjukkan belum memadainya hasil pembelajaran mulai sebelum implementasi kurikulum 2013 bahkan hingga sekarang. Apa sesungguhnya AKM atau Asesmen Kompetensi Minimum ini? Yuuk kita lanjut …

Pengertian AKM

AKM akronim dari Asesmen Kompetensi Minimum. AKM merupakan salah satu aspek Asesmen Nasional. AKM ialah penilaian terhadap kompetensi literasi, kompetensi mendasar yang diharapkan dimiliki siswa sebagai hasil pembelajaran. Kompetensi mendasar / minimum ini merupakan kompetensi yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat.

AKM secara lebih spesifik dinyatakan akan mengukur literasi membaca dan literasi numerasi. Kompetensi literasi merupakan salah satu kompetensi kecakapan hidup di abad 21. Bagi dunia pendidikan Indonesia literasi mulai digencarkan lagi seiring dengan implementasi Kurikulum 2013 melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

Literasi membaca didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia serta untuk dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.

Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia.

Tujuan AKM

AKM dilaksanakan dengan tujuan :

  • Asesmen dilakukan untuk mendapatkan informasi mengetahui capaian murid terhadap kompetensi yang diharapkan
  • Asesmen Kompetensi Minimum dirancang untuk menghasilkan informasi yang memicu perbaikan kualitas belajar-mengajar
  • Pelaporan hasil AKM dirancang untuk memberikan informasi mengenai tingkat kompetensi murid.
  • Tingkat kompetensi tersebut dapat dimanfaatkan guru berbagai mata pelajaran untuk menyusun strategi pembelajaran yang efektif dan berkualitas sesuai dengan tingkat capaian murid.
  • “Teaching at the right level” dapat diterapkan, merancang pembelajaran dengan memperhatikan tingkat capaian murid akan memudahkan murid menguasai konten atau kompetensi yang diharapkan pada suatu mata pelajaran
Sasaran Peserta AKM

Peserta AKM adalah semua siswa yang menjadi responden Asesmen Nasional. Siswa akan dipilih secara acak oleh Kemdikbud dengan mempertimbangkan faktor sosial ekonomi. Sekolah tidak diperkenankan mengganti sampel murid karena dapat memengaruhi hasil dan tindak lanjut perbaikan pembelajaran. Dari uraian di atas pada aspek peserta sekolah tidak diperkenankan mengganti/memilih siapa saja yang mengikuti AKM. Ini berarti seolah tidak bisa menyediakan peserta pilihan berkualitas tinggi.

Peran Kepala Sekolah Dalam AKM

Sekolah, bagaimanapun menjadi tumpuan harapan pengembangan kompetensi siswa. Demikian pula dengan pengembangan kompetensi literasi yang akan diukur oleh AKM (asesmen kompetensi minimum) ini. Manajemen Berbasis Sekolah dengan dukungan dana BOS yang ada memiliki segudang keleluasaan untuk menyiapkan kompetensi siswa, termasuk kompetensi literasi. Kompetensi literasi pada konteks AKM bukan hanya untuk 1 atau 2 orang siswa melainkan pada seluruh siswa di sekolah tersebut.

Sekolah, dipimpin kepala sekolah perlu melakukan beberapa hal berikut:

  1. Memahami esensi AKM (asesmen kompetensi minimum), apa yang akan diukur, siapa saja yang akan diukur.
  2. Merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program pengembangan literasi siswa terutama melalui pembelajaran yang dilaksanakan seluruh guru dan program pengembangan literasi lainnya.
  3. Kepala sekolah perlu betul-betul memantau bagaimana guru melaksanakan pembelajaran yang mengimplementasikan keterampilan literasi.
  4. Kepala sekolah perlu memfasilitasi agar guru mampu mengimplementasikan pengembangan literasi dengan benar di kelas.

Kepala sekolah dapat meminta bantuan Instruktur Kurikulum maupun Pengawas Pembina jika dirasa memerlukan bantuan.

Peran Guru Dalam AKM

Sejak 2016 penerapan Kurikulum 2013 telah didampingi dengan program literasi melalui Gerakan Literasi Sekolah. Konsep yang dikenalkan pada waktu itu belum mengenalkan AKM (asesmen kompetensi minimum) sebagai alat ukur literasi namun sebatas evaluasi mandiri oleh sekolah. Seiring dengan itu berbagai teknik implementasi literasi disisipkan dalam pembelajaran banyak disosialisasikan.

Sumber : Tanya Jawab AKM Kemdikbud

Walaupun AKM mengukur literasi membaca dan literasi matematika (numerasi) namun itu bukan berarti hanya tugas guru bahasa atau guru matematika saja. Seluruh guru mata pelajaran sangat berperan dalam pengembangan literasi siswa khususnya melalui pembelajaran yang dilakukannya. Khusus peran guru mengimplementasikan letarasi kan kita diskusikan khusus pada posting berikutnya.

Demikian diskusi terkait AKM – Asesmen Kompetensi Minimum yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Semoga bermanfaat.

Bacaan :

  • AKM dan Implikasinya pada Pembelajaran (Kemdikbud)
  • ASESMEN NASIONAL LEMBAR TANYA JAWAB (Kemdikbud)
  • ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN (PUSAT ASESMEN DAN PEMBELAJARAN, Kemdikbud)

Diposkan oleh Endarta

Lahir dan dibesarkan di Yogyakarta

Belajar Teknik Elektronika di STM Pembangunan Yogyakarta

Belajar menjadi pendidik di IKIP Yogyakarta

Dibakar semangat mentor Pak (Alm.) Mustaghfirin (Orientasi Mahasiswa Baru 1982)

Pernah belajar di Universitas Gadjahmada Yogyakarta

Pernah mengikuti Master Trainer Pedagogy Program 2012 kerjasama Kemdikbud dengan ITE Singapore ( semacam diklat guru kejuruan Standar ITE Singapore )

Mengikuti Diklat Instruktur Kurikulum 2013 s.d. Penyegaran 2018

Juara ke 2 Pengawas Sekolah Berprestasi Tingkat Nasional 2019

Mengabdi untuk kemajuan dunia pendidikan Indonesia

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.