Pembelajaran

Pembelajaran berasal dari kata ‘belajar’ yang mendapatkan awalan ‘pe’ dan akhiran ‘an’. Belajar berarti berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Imbuhan ‘pe-an’ atau awalan ‘pe’ dan akhiran ‘an’ memiliki makna proses. Pembelajaran diartikan sebagai proses, cara, perbuatan menjadikan (siswa) belajar. Atas dasar makna tersebut pada praktek sehari-hari dikenal istilah terkait pembelajaran tersebut seperti proses pembelajaran, cara / metode pembelajaran dan berbagai ‘kemasan’ perbuatan / tindakan pembelajaran yang secara konsep kita kenali dengan istilah model pembelajaran. Berbagai proses pembelajaran, model pembelajaran yang berkembang dewasa ini tidak terlepas dari perkembangan-perkembangan ilmu yang mendasari ‘belajar’ itu sendiri. Karena itu sangat beralasan jika terlebih dahulu perlu dipahami pengetahuan terkait belajar seperti kita kenal sebagai teori belajar.

Teori/Konsep Dasar Pembelajaran

Teori Behavioris

Teori Behavioris berpendapat bahwa individu (siswa) memperoleh pengetahuan melalui pengalaman sensorik yang diperoleh dari sumber-sumber informasi eksternal (misalnya, dari keluarga, teman, atau media) dan dengan menghubungkan rangsangan / stimulus dengan respon perilaku tertentu.

Pada dasarnya, aliran behavioris berasal dari teori stimulus dan respon. Dalam paradigma ini, siswa dikondisikan untuk merespon berdasarkan stimulus dari guru atau pihak eksternal lainnya. Penganut Teori Behavioris memperlakukan siswa / orang sebagai ‘kotak hitam’ ketika mereka belajar sedangkan ‘proses di dalam diri siswa’ tidak mendapat perhatian. Teori Behavioris memusatkan perhatian dan usahanya pada penggunaan imbalan ekstrinsik dalam mengajar.

Teori Kognitif

Teori belajar kognitif menyatakan bahwa pengetahuan diperoleh dari dalam pikiran (siswa) yang bersangkutan. Individu kemudian menggunakan pengetahuan ini untuk membantu mereka memahami fenomena yang pada awalnya mereka menganggap sebagai tidak terstruktur atau tidak (bisa) dibedakan.
Kognitivisme menggunakan metafora pikiran sebagai komputer: Informasi masuk, kemudian mengalami proses, dan mengarah ke hasil tertentu.

Teori Konstruktif

Teori konstruktif mengemukakan bahwa pengetahuan tidak diperoleh dari dunia luar secara pasif atau ditanamkan sebagai representasi apriori dalam pikiran tetapi dibangun oleh kemampuan pikiran untuk secara aktif mengeksplorasi dan mengembangkan menjadi sesuatu fenomena yang bermakna bagi diri sendiri.

Teori konstruktif berpendapat bahwa sumber pengetahuan yang dihasilkan dari interaksi individu sebelumnya dan bersamaan dengan lingkungan fisik dan sosial mereka dan melalui kemampuan mereka untuk memaknai mengubah interaksi ini menjadi interpretasi pribadi yang terbangun dalam diri siswa.

Teori Konstruktif Sosial

Teori Konstruktif sosial menekankan pada pengembangan pengetahuan dengan komunitas individu, bukan oleh individu, seperti yang diklaim oleh konstruktivis individu. Pengetahuan dipandang sebagai konstruksi intersubjektif kolaboratif dan dialokasikan oleh individu dari praktek-praktek sosial terorganisir dari kelompok di mana mereka berpartisipasi (Cobb, 1994).

Dengan demikian, pengetahuan atau makna yang tertanam dalam bentuk partisipatif praktek sosial dan mengikuti pengaruh penataan proses dan keyakinan terjadinya budaya yang mengelilingi praktek tersebut.

Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan berarti proses, cara, perbuatan mendekati. Pendekatan pembelajaran berarti pembelajaran dengan menerapkan proses, cara atau perbuatan yang mendekati pada 4 aliran teori belajar yang dikenal. Dari uraian di atas telah dikenal secara luas teori behavioris (stimulus-respon), teori kognitif, teori konstruktif dan teori konstruktif sosial.

Pendekatan pembelajaran menyangkut perspektif belajar dan mengajar.

Pendekatan instruksi

Pendekatan instruksi ialah cara mengajarkan pengetahuan kepada siswa melalui pemberian instruksi-instruksi (perintah-perintah). Guru mengajarkan materi pembelajaran dengan cara berbicara, memberi perintah, menanamkan pengetahuan. Pada pendekatan ini siswa cenderung diam, menerima informasi dan memahami.

Karakteristik mengajar – belajar pada pendekatan instruksi ini adalah:

  • Guru mengorganisir dan menyampaikan materi pembelajaran
  • Bahan belajar pengetahuan dan ketrampilan sudah ditentukan sebelumnya
  • Siswa dinilai dari kemampuan mereka mengingat atau berlatih ketrampilan
  • Instruksi atau perintah yang diberikan ditujukan untuk siswa ‘rata-rata’ tidak membedakan kemampuan siswa. Dianggap kemajuan semua siswa berada pada tingkat yang sama.

Pendekatan Instruksi percaya bahwa pengetahuan itu berada di luar diri siswa  dan guru memberikan pengetahuan itu kepada siswa.

Pendekatan konstruksi

Pendekatan konstruksi ialah pendekatan mengajar yang menekankan pada pembangunan pengetahuan melalui aktifitas / kegiatan yang dilakukan siswa untuk membangun pengetahuan mereka terhadap suatu hal.

Karakteristik belajar dan mengajar pada pendekatan ini adalah sebagai berikut:

  • siswa menerapkan pendekatan bahwa ia sudah tahu dan mengintegrasikan pengetahuannya itu dengan pengalaman saat ini dalam meneliti sumber informasi
  • melalui trial and error, siswa menyeimbangkan pengalaman dan pendekatan yang ada dengan pengalaman baru untuk membangun sebuah tingkatan baru dari pemahamannya terhadap suatu hal
  • belajar dinilai melalui proyek berbasis kinerja
  • guru memandu/membimbing dan merangsang siswa berpikir kritis, analisis dan sintesis melalui seluruh rangkaian proses pembelajaran
  • setiap siswa dimungkinkan mendapat kemajuan berbeda sesuai dengan kemampuannya

Pendekatan konstruksi sosial

Pendekatan konstruksi sosial merupakan varian dari pendekatan konstruksi. Pada pendekatan konstruksi sosial siswa secara kelompok bersama siswa lain membangun pengetahuan dan pemahamannya bersama. Berdasarkan informasi-informasi yang diterimanya dengan melakukan aktifitas-aktifitas bersama-sama teman secara berkelompok masing-masing membangun pengetahuan di dalam dirinya.

Pendekatan saintifik

Pendekatan saintifik merupakan kerangka ilmiah pembelajaran yang diterapkan pada Kurikulum 2013. Pendekatan saintifik mengadaptasi langkah langkah ilmiah pada sains. Proses pembelajaran dapat dipadankan dengan suatu proses ilmiah, karenanya Kurikulum 2013 mengamanatkan esensi pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Pendekatan saintifik pada K2013 ditempuh melalui aktifitas-aktifitas siswa:.

  • mengamati
  • menanya
  • mengumpulkan informasi
  • mengasosiasi
  • mengomunikasikan

Model Pembelajaran

Model berarti pola (contoh, acuan, ragam, dan sebagainya) dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan. Model pembelajaran berarti pola / contoh / ragam / acuan melakukan pembelajaran. Berdasar pada macam-macam teori belajar, jenis-jenis pendekatan pembelajaran kemudian berkembang model-model pembelajaran.

Model pembelajaran yang direkomendasikan Kurikulum 2013 / K13 mencakup:

  1. discovery learning
  2. inquiry learning
  3. problem based learning
  4. project based learning
  5. production based training
  6. production education training
  7. teaching factory

Masing-masing model pembelajaran memiliki sintaks (urutan langkah) yang berbeda namun juga memiliki kesamaan. Agar hasil belajar siswa benar-benar terarah seperti yang diinginkan maka guru harus menerapkan esensi sintaks-sintaks model pembelajaran secara efektif.

Penerapan model pembelajaran dalam pembelajaran di kelas, laboratorium, bengkel mengharuskan guru menggunakan berbagai metode pembelajaran.

Metode Pembelajaran

Metode adalah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki atau cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan.

Metode pembelajaran ialah cara-cara yang digunakan untuk melaksanakan pembelajaran agar pembelajaran mencapai tujuan yang ditentukan. Pemilihan metode pembelajaran seyogyanya berdasar dan memperhatikan esensi-esensi teori belajar termasuk karakteristik siswa dan materi pembelajaran.

Media Pembelajaran